Program

Berkoordinasi Dengan Pemangku Adat

Dalam lingkup pelaksanaan Kegiatan Pemberdayaan Petani Muda dan Perempuan Kasepuhan Ciptagelar, beberapa perwakilan Common Room melaksanakan kunjungan ke Kampung Ciptagelar pada tanggal 30 November hingga 2 Desember 2020. Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka melaksanakan proses koordinasi dengan pimpinan adat Kasepuhan Ciptagelar yang dikenal dengan nama panggilan Abah Ugi. Selain itu, tim juga melaksanakan pengumpulan data awal yang selanjutnya akan digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan penerima manfaat kegiatan sambil menyusun rencana detil bagi pelaksanaan kegiatan terkait.

Setelah melaporkan rencana kegiatan kepada Abah Ugi, tim mendapatkan arahan untuk melaksanakan pendampingan terhadap Kelompok Pemuda Tani Kasepuhan Ciptagelar (Pamular) dan kelompok perempuan penggerak Program Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga di Kampung Ciptagelar yang dikenal sebagai Baris Kader. Abah Ugi mengarahkan pula untuk melaksanakan pendampingan bersama-sama dengan para tetua adat, terutama tetua adat yang bertanggung jawab dalam mengatur sistem pertanian di wilayah kasepuhan. Dalam kesempatan ini Abah Ugi juga menyampaikan bahwa kegiatan pertanian non-padi seperti sayur-mayur dan palawija yang termasuk dalam sektor wanatani (agroforestry) dapat dijadikan bagian dari kegiatan adat Kasepuhan Ciptagelar di bawah bimbingan tetua adat terkait.

Berbekal dukungan dan arahan dari Abah Ugi, tim melaksanakan diskusi dengan Kang Apri dan Mang Epin sebagai ketua dan sekretaris Kelompok Tani Pamular (Pamular). Dari diskusi tersebut didapatkan informasi bahwa hasil pengelolaan lahan Kelompok Tani Pamular dan anggotanya belum optimal dalam meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok tersebut. Beberapa permasalahan yang telah teridentifikasi diantaranya adalah intensitas pengelolaan lahan pertanian non-padi yang tinggi dan sering kali berbenturan dengan kegiatan adat. Selain itu, sejauh ini belum ada mekanisme penyaluran produk pertanian non-padi dari kelompok tersebut ke konsumen yang lebih luas.

Pada kesempatan tersebut, dilaksanakan pula diskusi terkait kegiatan dan metode lain yang memiliki potensi untuk dikembangkan dan diterapkan oleh Kelompok Tani Pamular. Beberapa hal yang didiskusikan dalam kesempatan ini adalah peternakan bebek manila dan sistem pertanian hidrogranik sebagai salah satu pendekatan untuk menyiasati tingginya intensitas kegiatan pertanian non-padi.

Beberapa usulan tersebut di atas selanjutnya dianalisis oleh tim untuk mendapatkan gambaran yang utuh terkait dengan program pemberdayaan yang diperlukan oleh Kelompok Tani Pamular dan para baris kader perempuan di Kampung Ciptagelar. Selanjutnya hasil dari proses ini dimasukkan sebagai bagian dari agenda diskusi pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD I) yang rencananya akan dilaksanakan pada pertengahan bulan Desember 2019.

Oleh Tim VOICE – Common Room (Talitha Y. Anni, Tedy Y. Pusdiono, Rizqi Abdulharis dan Gustaff H. Iskandar)

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Voice 2019-2020 yang dilaksanakan oleh Common Room bekerjasama dengan warga Kasepuhan Ciptagelar, perwakilan perangkat Desa Sirnaresmi, Pusat Studi Desentralisasi dan Pembangunan Partisipatif FISIP UNPAD, dan Pusat Studi Agraria ITB, serta didukung oleh HIVOS Asia Tenggara.

*Keterangan foto: Jajaran leuit (lumbung) di Kampung Ciptagelar

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *