<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Common Room Networks Foundation &#187; Visual Arts</title>
	<atom:link href="http://commonroom.info/tag/visual-arts/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://commonroom.info</link>
	<description>Open Platform for Art, Culture &#38; ICT/Media &#124;&#124; Bandung - Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 20:27:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>[Pameran] Let’s Die Together in 2012 &#124; Bottlesmoker dkk. &#124; 16 s/d 28 Agustus 2011</title>
		<link>http://commonroom.info/2011/lets-die-together-in-2012-bottlesmoker-dkk/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2011/lets-die-together-in-2012-bottlesmoker-dkk/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Aug 2011 07:56:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Electronic Music]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[Media Arts]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Visual Arts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2195</guid>
		<description><![CDATA[Pengantar Pameran Merayakan Kehancuran Total via Let&#8217;s Die Together in 2012 Pameran ini secara khusus diinisiasi oleh Bottlesmoker, duo musisi elektronik yang dimotori oleh Angkuy dan Nobie. Dalam rangka peluncuran album ketiga mereka yang berjudul &#8220;Let&#8217;s Die Together in 2012&#8243;, Bottlesmoker mengajak beberapa seniman kota Bandung untuk bersama-sama menginterpretasi album ini ke dalam bentuk karya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2011/08/letsdietogetherin2012_eflyer.jpg" alt="" width="640" height="896" /></p>
<p><em>Pengantar Pameran</em><br />
<strong>Merayakan Kehancuran Total via Let&#8217;s Die Together in 2012</strong></p>
<p>Pameran ini secara khusus diinisiasi oleh <a href="http://bottlesmoker.asia/" target="_blank">Bottlesmoker</a>, duo musisi elektronik yang dimotori oleh Angkuy dan Nobie. Dalam rangka peluncuran album ketiga mereka yang berjudul &#8220;Let&#8217;s Die Together in 2012&#8243;, Bottlesmoker mengajak beberapa seniman kota Bandung untuk bersama-sama menginterpretasi album ini ke dalam bentuk karya seni visual dengan media yang beragam. Pemilihan para seniman yang datang dari berbagai genre dan generasi ini dilakukan secara intuitif oleh Bottlesmoker yang mengandalkan jaringan pertemanan mereka di ranah offline dan online.</p>
<p>Bottlesmoker mendapat inspirasi judul album dan pameran ini ketika tengah melaksanakan Bottlesmoker Asian Tour pada bulan Februari s/d Maret 2011. Pada saat itu mereka mengunjungi 5 negara yang terdiri dari Malaysia, Brunei, China, Hong Kong, dan terakhir Indonesia dengan sebuah konser yang dihelar di kota Medan. Semua dilaksanakan dalam rentang waktu 19 hari. Ketika mereka melawat ke China dan Hong Kong, beberapa rekan yang ditemui dalam perjalanan begitu meyakini ramalan kehancuran total yang akan terjadi pada tahun 2012. Hal ini kemudian menjadi sumber perbincangan yang begitu hangat diantara para kerabat Bottlesmoker sampai kemudian duo Angkuy dan Nobie merasa bahwa apabila proses kehancuran total itu akan terjadi,  mereka akan menyambutnya dengan penuh suka cita.</p>
<p>Teori tentang kehancuran total di tahun 2012 salah satunya dipicu oleh ramalan yang diprediksi oleh bangsa Maya melalui perhitungan kalender mereka. Alih-alih memandang kehancuran sebagai sesuatu yang mengerikan, Bottlesmoker justru memandang peristiwa ini sebagai sebuah hal yang ringan dan menyenangkan. Sepulang dari perjalanan  Bottlesmoker Asian Tour 2011, duo Bottlesmoker seakan  telah melakukan perjalanan spiritual dan mendapatkan energi artistik yang baru. Lepas dari materi album yang terkesan lebih berat dan gelap, secara konseptual mereka justru berharap bahwa teks &#8220;Let&#8217;s Die Together in 2012&#8243; juga dapat dimaknai sebagai sebuah upaya untuk memanfaatkan sisa waktu dengan menikmati keindahan, kedamaian dan kebahagiaan.</p>
<p>Pada prosesnya album &#8220;Let&#8217;s Die Together in 2012&#8243; memanfaatkan berbagai materi lama yang telah digarap dan disimpan di dalam hardisk mereka sejak tahun 2005 s/d 2007. Setelah melakukan serangkaian modifikasi dan berbagai penambahan materi, alhasil mereka dapat merilis sekira 12 lagu yang mencerminkan sisi lain dari Bottlesmoker yang selama ini dikenal sebagai duo musisi yang selalu menciptakan musik yang serba ringan. Ketika mempersiapkan penyelenggaraan pameran yang sekaligus menjadi momen peluncuran album, ada banyak diskusi menarik yang terjadi diantara personil Bottlesmoker serta para seniman yang terlibat di dalam proyek ini. Dapat dikatakan bahwa intuisi mereka telah berhasil mempertemukan para seniman yang memiliki latar belakang kekaryaan serta gagasan artistik yang menarik dan sangat sangat beragam.</p>
<p>Satu hal yang barangkali perlu dicatat adalah semangat kebebasan yang dimiliki oleh Bottlesmoker yang begitu besar, sehingga mereka dengan sungguh-sungguh mendengarkan dan mencoba untuk merealisasikan setiap ide yang dimiliki oleh para seniman yang terlibat. Alhasil pada sepanjang prosesnya para seniman yang terlibat tampak begitu antusias untuk menciptakan karya yang memanfaatkan media dan format yang bermacam-macam. Beberapa seniman yang terlibat di dalam pameran ini antara lain adalah: Deden Sambas, Gustaff H. Iskandar, Sir Dandy Harrington, Evan Driyananda &amp; Attina Nuraini (Recycle Experience), Muhammad Akbar, Sundea (Salamatahari), Doly Harahap, Heickel Alkatiri, Mufti Priyanka a.k.a Amenk, Ageng Purna Galih, Taufik Akbar a.k.a Fikart, Ken Terror, Ykha Amelz dan Marina Tasha Avianty. Melalui karya mereka, barangkali kita dapat sama-sama melihat bahwa ide tentang kehancuran juga dapat bermutasi menjadi gagasan yang mendorong terjadinya proses penciptaan yang menawarkan keberagaman perspektif baru yang reflektif dan menyenangkan.</p>
<p>Kyai Gede Utama, 11 Agustus 2011</p>
<p>Info seniman: <a href="http://letsdietogetherin2012.tumblr.com/profileartist" target="_blank">http://letsdietogetherin2012.tumblr.com/</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2011/lets-die-together-in-2012-bottlesmoker-dkk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Informasi Agenda Kegiatan Common Room &#124; Agustus 2011</title>
		<link>http://commonroom.info/2011/agenda-kegiatan-common-room-agustus-2011/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2011/agenda-kegiatan-common-room-agustus-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Aug 2011 04:13:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Campaign]]></category>
		<category><![CDATA[Concert]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[Media Arts]]></category>
		<category><![CDATA[Media Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Visual Arts]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2166</guid>
		<description><![CDATA[[Workshop] PURE DATA, Kamis, 11 Agustus 2011, Pk. 15.00 &#8211; 18.00 WIB &#124; [Gathering] Ngaritwit: Ngariung Twitterian Bandung, Jumat, 12 Agustus 2011, Pk. 15.00 &#8211; 18.00 WIB &#124; [Gathering] Menyambut Lebaran Hijau: Buka bersama YPBB, Minggu, 14 Agustus 2011, Pk. 15.00 &#8211; 20.00 WIB &#124; [Pameran] Let&#8217;s Die Together in 2012, Selasa, 16 Agustus 2011, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-2167" title="agenda_agustus_eflyer" src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2011/08/agenda_agustus_eflyer.jpg" alt="" width="640" height="905" /></p>
<p><strong>[Workshop]</strong> PURE DATA, Kamis, 11 Agustus 2011, Pk. 15.00 &#8211; 18.00 WIB | <strong>[Gathering]</strong> Ngaritwit: Ngariung Twitterian Bandung, Jumat, 12 Agustus 2011, Pk. 15.00 &#8211; 18.00 WIB | <strong>[Gathering]</strong> Menyambut Lebaran Hijau: Buka bersama YPBB, Minggu, 14 Agustus 2011, Pk. 15.00 &#8211; 20.00 WIB | <strong>[Pameran]</strong> Let&#8217;s Die Together in 2012, Selasa, 16 Agustus 2011, Pk. 17.00 &#8211; 20.00 WIB | <strong>[SOFT LAUNCH]</strong> KAHOT.STORE, Selasa, 16 Agustus 2011, Pk. 19.00 WIB | <strong>KEGIATAN REGULER</strong>: Pertemuan Mingguan Bandung Oral History, Pertemuan Mingguan OpenLabs, Pertemuan Mungguan Kelas Karinding (KEKAR), Latihan Mingguan Flava Madrim, Latihan Mingguan PAPERBACK | <strong>PROGRAM SIARAN RADIO ONLINE</strong>: Madness Monday (Senin, Pk. 19.00 – 22.00), Gigsonsky (Selasa, Pk. 19.00 – 22.00), Perempuan Pisan (Rabu, Pk. 16.00 – 18.00), Radiologia (Rabu, Pk. 19.00 – 22.00), Kamis Tiris (Kamis, Pk. 19.00 – 22.00) dan Our Playlist / Live Streaming / 24 Hours Loop ( Jumat, Sabtu dan Minggu *<em>tentative</em>).</p>
<p><span id="more-2166"></span></p>
<p><strong>[Workshop] PURE DATA (PD)</strong><br />
Waktu: Kamis, 11 Agustus 2011, Pk. 15.00 &#8211; 18.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p>Pure Data atau disingkat PD adalah sebuah piranti lunak bebas (free software) dengan bahasa pemrograman terbuka (open source) yang dapat memproses sinyal untuk menghasilkan karya audio atau visual. Saat ini penggunaan PD sebagai media eksperimen seni audio dan visual sudah sangat menyebar luas hampir di seluruh dunia termasuk Indonesia. Namun begitu masih banyak seniman dan musisi yang belum mengetahui bentuk, kegunaan, serta cara memaksimalkan kemampuan yang dimiliki oleh PD. kali ini adalah pengembangan dari workshop PD yang telah dilaksanakan sebelumnya. Kali ini peserta diajak untuk berbagi masalah dan  mengeksplor lebih jauh penggunaan PD untuk penciptaan karya seni multimedia. Narasumber: Jenggot (<a href="http://www.myspace.com/souldelayer" target="_blank">Souldelay</a>/ <a href="http://trahproject.blogspot.com/" target="_blank">TRAH Project</a>)</p>
<p><strong>[Gathering] Ngaritwit: Ngariung Twitterian Bandung</strong><br />
Waktu: Jumat, 12 Agustus 2011, Pk. 15.00 &#8211; 18.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p>Penggunaan media sosial dalam kurun waktu 5 tahun kebelakang di lingkungan komunitas Kota Bandung semakin meningkat. Saat ini penggunaan media sosial dianggap sebagai media komunikasi yang murah dan praktis. Informasi diproduksi setiap hari di ranah online, sehingga proses konsumsi dan produksi informasi menjadi krusial dan perlu dilakukan secara sadar, kritis dan bijaksana. Melalui kegiatan ini, komunitas pengguna media sosial di kota Bandung diharapkan dapat terpetakan dan saling mendukung untuk mendukung terciptanya proses produksi dan konsumsi informasi yang sehat dan tepat sasaran. Selain itu, diharapkan para pengguna media sosial di Bandung dapat memberi kontribusi bagi kehidupan kota dan lingkungan di sekeliling mereka. | Narasumber: Kuntowi Yoga (<a href="http://simamaung.com/" target="_blank">http://simamaung.com/</a>/ <a href="http://twitter.com/kungtaw_" target="_blank">@kungtaw_</a>), Gustaff H. Iskandar (<a href="http://www.commonroom.info" target="_blank">http://www.commonroom.info/</a>, <a href="http://twitter.com/commonroom_id" target="_blank">@CommonRoom_ID</a>), Dixxieland (<a href="http://twitter.com/infobandung" target="_blank">@infobandung</a>), Bromedi (<a href="http://twitter.com/sindikatkuliner" target="_blank">@sindikatkuliner</a>), dan Bottlesmoker (<a href="http://twitter.com/bottlesmoker" target=_blank">@bottlesmoker</a>) | Pendaftaran: Hubungi <a href="http://twitter.com/infobandung" target="_blank">@infobandung</a> atau kunjungi <a href="http://www.ngaritwit.com/" target="_blank">http://www.ngaritwit.com/</a> | <em>*terbatas untuk 50 pendaftar</em></p>
<p><strong>[Gathering] Menyambut Lebaran Hijau: Buka bersama YPBB</strong><br />
Waktu: Minggu, 14 Agustus 2011, Pk. 15.00 &#8211; 20.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p>Seringkali perayaan hari raya Idul Fitri identik dengan perilaku konsumtif yang selalu banyak memberikan tekanan terhadap lingkungan. Mungkin tak pernah kita perhatikan sebelumnya, bukankah seringkali kita membeli barang yang tidak begitu kita butuhkan atau hanya menuruti nafsu berbelanja. Terkadang hasrat berbelanja hanya berupa kepatuhan pada nilai yang semu, seperti lebaran yang identik dengan barang baru. Atau ketika berlimpahnya makanan di meja makanan, kita hanya menuruti nafsu makan, sementara masih banyak yang dalam kesehariannya tidak dapat makan dengan layak. Dalam menjalankan segala kegiatan tersebut, sadarkah bahwa kita menyisakan banyak masalah lain berupa sampah? YPBB berusaha memanfaatkan momen perayaan hari suci ini sebagai momen strategis untuk mengangkat wacana pola hidup organis dan mengampanyekan aktualisasinya dalam bentuk “Lebaran Hijau”, yaitu merayakan lebaran sesuai dengan makna utamanya; kembali kepada fitrah atau bersih dari dosa.</p>
<p>Pendaftaran hubungi: Entis +6282116602991 atau Kiki +62818209004 | Biaya pendaftaran Rp. 20.000,- sebagai pengganti tajil dan makan berat.</p>
<p><strong>[Pameran] Let&#8217;s Die Together in 2012</strong><br />
Waktu: Selasa, 16 Agustus 2011, Pk. 17.00 &#8211; 20.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p><em>Pembukaan Pameran diteruskan dengan buka puasa bersama) | Pameran berlangsung dari tanggal 16 Agustus 2011 s/d 28 Agustus 2011 | Diskusi: 24 Agustus 2011, pk. 18.00 &#8211; 20.00 WIB | Jam buka pameran Pk. 10.00 &#8211; 20.00 WIB</em></p>
<p>Kegiatan ini merupakan sebuah pameran bersama yang diselenggarakan dalam rangka peluncuran album ketiga dari Bottlesmoker yang berjudul &#8220;Let&#8217;s Die Together in 2012&#8243;. Dalam pameran ini Bottlesmoker mengajak beberapa seniman kota Bandung dari berbagai genre dan generasi untuk bersama-sama menginterpretasi album Bottlesmoker ke dalam bentuk karya dengan berbagai media. Bottlesmoker tidak membatasi ruang berekspresi setiap seniman dalam berkarya, melainkan bersama-sama merespon ruang  yang ada di Common Room. Peserta: Deden Sambas, Gustaff Hariman Iskandar, Sir Dandy Harrington, Evan Driyananda &amp; Attina Nuraini (Recycle Experience), Muhammad Akbar, Sundea (Salamatahari), Doly Harahap, Heickel Alkatiri, Mufti Priyanka a.k.a Amenk, Ageng Purna Galih, Taufik Akbar a.k.a Fikart, Ken Terror, Ykha Amelz dan Marina Tasha Avianty. Info: <a href="http://letsdietogetherin2012.tumblr.com/profileartist" target="_blank">http://letsdietogetherin2012.tumblr.com/profileartist</a></p>
<p><strong>[SOFT LAUNCH] KAHOT.STORE</strong><br />
Waktu: Selasa, 16 Agustus 2011, Pk. 19.00 WIB &#8211; selesai<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p><strong>KAHOT.STORE</strong> adalah sebuah toko yang menjual berbagai karya dan produk yang dihasilkan oleh para seniman, desainer, musisi, pengrajin dan berbagai komunitas kreatif di kota Bandung dan sekitarnya. Toko ini secara khusus berkolaborasi dengan Common Room untuk memperkenalkan berbagai macam merchandise, CD, kaset, asesoris, kerajinan, poster, buku, dsb. kepada khalayak luas yang gemar menggunakan dan mengkoleksi produk lokal/global dengan kualitas yang aduhai dan kahot pisan!</p>
<p><strong>KEGIATAN REGULER</strong><br />
Pertemuan Mingguan Bandung Oral History | Setiap hari Kamis dimulai Pukul 17.00 WIB. | Informasi hubungi Zia di nomor +622292209221<br />
Pertemuan Mingguan OpenLabs | Setiap hari Kamis dimulai Pkl. 19.00 WIB | Informasi hubungi Botak di nomor +628562064358<br />
Pertemuan Mungguan Kelas Karinding (KEKAR) oleh Hendra Attack | Setiap hari Rabu dimulai Pkl 15. 00 WIB dan Jumat Pkl 15.00 WIB, informasi hubungi Hendra di nomor +62818639881<br />
Latihan Mingguan Flava Madrim | Setiap hari Selasa Pkl. 13.00 &#8211; 16.00 WIB | Informasi hubungi Kimung/ Man Jasad di nomor +62222503404<br />
Latihan Mingguan PAPERBACK  | Setiap hari Senin Pkl 14.00 &#8211; 19.00 WIB | Informasi hubungi Zemo di nomor +6222 2503404</p>
<p><strong>PROGRAM SIARAN RADIO ONLINE</strong><br />
Madness Monday setiap hari Senin, Pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB<br />
Gigsonsky setiap hari Selasa, Pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB<br />
Perempuan Pisan setiap hari Rabu, Pk. 16.00 &#8211; 18.00 WIB<br />
Radiologia setiap hari Rabu, Pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB<br />
Kamis Tiris setiap hari Kamis, Pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB<br />
Our Playlist / Live Streaming / 24 Hours Loop **tentative setiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu | Siaran dapat diakses melalui laman <a href="http://commonroom.info" rel="nofollow">http://commonroom.info</a> atau ikuti akun twitter <a href="http://twitter.com/gigsonsky" target="_blank">@gigsonsky</a> dan <a href="http://twitter.com/radiologia_bdg" target="_blank">@radiologia_bdg</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2011/agenda-kegiatan-common-room-agustus-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Informasi Agenda Kegiatan Common Room &#124; Juni 2011</title>
		<link>http://commonroom.info/2011/agenda-kegiatan-common-room-juni-2011/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2011/agenda-kegiatan-common-room-juni-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jun 2011 10:51:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Campaign]]></category>
		<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[Gathering]]></category>
		<category><![CDATA[Media Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Oral History]]></category>
		<category><![CDATA[Visual Arts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2116</guid>
		<description><![CDATA[[Pameran] icapture 1.0: Sinematic Photography oleh Ageng Purna Galih, 4-19 Juni 2011 &#124; [Diskusi] Pertemuan Bilateral Presiden Gaban (Man Jasad) dan Presiden Panas Dalam Serikat (Pidi Baiq), 9 Juni 2011 &#124; [Diskusi] Don’t Drink and Drive Campaign, 18 Juni 2011 &#124; [Diskusi] Sharing Radio Online*, 19 Juni 2011 &#124; [Diskusi] Seni dan Politik di Kota [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2011/06/agenda_juni.jpg" alt="" width="640" height="452" /></p>
<p><strong>[Pameran]</strong> icapture 1.0: Sinematic Photography oleh Ageng Purna Galih, 4-19 Juni 2011 | <strong>[Diskusi]</strong> Pertemuan Bilateral Presiden Gaban (Man Jasad) dan Presiden Panas Dalam Serikat (Pidi Baiq), 9 Juni 2011 | <strong>[Diskusi]</strong> Don’t Drink and Drive Campaign, 18 Juni 2011 | <strong>[Diskusi]</strong> Sharing Radio Online*, 19 Juni 2011 | <strong>[Diskusi]</strong> Seni dan Politik di Kota Bandung*, 23 Juni 2011 | <strong>[Diskusi]</strong> Mitos, Sejarah, dan Narasi Visual, 24 Juni 2011 | <strong>Kegiatan Rutin</strong>: Pertemuan mingguan Bandung Oral History (BOH), Pertemuan mingguan Openlabs, Pertemuan mingguan Kelas Karinding, dan Latihan mingguan Pencak Silat.</p>
<p><strong>Nu:SubstanceFestival/2011/Polarities | 1 – 16 Juli 2011 | More info soon!</strong><br />
Pameran Seni Bebunyian [DERAU], Kajian Seni, Politik dan Teknologi, Botram + Public Campaign: Save Manglayang Mountain, Network Gathering, Site Visit: Gang Sesama + Papalidan di Cikapundung, Konser [In] Visible Spectrum, Presentasi Software dan Hardware, Resital Kelas Karinding, dan [Costume Party]: &#8220;Pihak Berwajib&#8221;.</p>
<p><em>*Program pra-event Nu:SubstanceFestival/2011/Polarities</em></p>
<p><em><span id="more-2116"></span></em></p>
<p><strong>[Pameran] icapture 1.0: Sinematic Photography oleh Ageng Purna Galih</strong><br />
Ageng Purna Galih, menyelesaikan studinya di Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran Bandung jurusan Sastra Indonesia pada tahun 2005. Ia pernah bekerja untuk Ripple Magazine sebagai Graphic Designer serta menjadi photographer di Firebolt clothing company. Selain itu ia juga sempat mengerjakan proyek seni multimedia nirlaba bersama Pemuda Elektrik dan Sungsang Lebam Telak. Saat ini ia bekerja sebagai desainer grafis untuk CCF Bandung serta proyeknya, WAWBAWseries.</p>
<p>Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8<br />
Waktu: 4 – 19 Juni 2011 (10.00 – 19.00, setiap hari kecuali libur)<br />
Pembukaan: Sabtu, 4 Juni 2011, pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB</p>
<p><strong>[Diskusi] Pertemuan Bilateral Presiden Gaban (Man Jasad) dan Presiden Panas Dalam Serikat (Pidi Baiq)*</strong><br />
Republik Gaban (Garut Bandung) dan Republik Panas Dalam Serikat adalah sebuah negara virtual yang didirikan oleh Man Jasad dan Pidi Baiq. Keduanya sejauh ini telah dikenal sebagai pemimpin yang memiliki warga serta pengikut yang sangat fanatik. Dalam kesempatan ini Presiden Republik Gaban dan Republik Panas Dalam Serikat akan menyelenggarakan pertemuan kerjasama bilateral sekaligus mendiskusikan berbagai permasalahan yang terjadi di negara masing-masing untuk mengembangkan strategi serta kebijakan bersama untuk menyikapi tersebut.</p>
<p>Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8<br />
Waktu: Kamis, 9 Juni 2011, pk.13.00 – 18.00 WIB</p>
<p><strong>[Diskusi] Don’t Drink and Drive Campaign</strong><br />
Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye yang bertujuan untuk mengajak khalayak agar mengkonsumsi minuman beralkohol secara aman dan bertanggungjawab. Selain penjelasan yang rinci mengenai dampak dari konsumsi minuman beralkohol secara serampangan, diskusi ini juga akan diisi dengan pemutaran video dan kesaksian dari para korban konsumsi minuman beralkohol yang tidak aman. Hadir sebagai narasumber Eka (Rumah Cemara), Ginan (Rumah Cemara), dan Addy Gembel (Forgotten).</p>
<p>Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8<br />
Waktu: Sabtu, 18 Juni 2011, pk. 15.00 – 18.00 WIB</p>
<p><strong>[Diskusi] Sharing Radio Online*</strong><br />
Keberadaan radio online di kota Bandung telah berkembang pesat sejak awal tahun 2000 hingga saat ini. Jika dibandingkan dengan radio konvensional, radio online merupakan wahana penyiaran yang lebih ringkas dan praktis. Dari segi produksi dan penyebaran materi, radio online juga merupakan salah satu media alternatif yang efektif bagi sebuah organisasi, komunitas atau perusahaan penyiaran untuk menyebarkan berita atau karya audio. Saat ini perkembangan radio online di kota Bandung sudah semakin meningkat dari segi jumlah, namun tidak terkonsentrasi dan masih tecerai-berai. Terkait dengan fenomena ini, Common Room bersama @Radiologia_BDG dan @GigsOnSky bermaksud untuk menyelenggarakan kegiatan sharing bersama dengan para pelaku radio online di kota Bandung dan beberapa kota besar lainya.</p>
<p>Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8<br />
Waktu: Minggu, 19 Juni 2011, pk.14.00 – 16.00 WIB</p>
<p><strong>[Diskusi] Seni dan Politik di Kota Bandung*</strong><br />
Diskusi ini akan mencoba untuk melakukan telaah serta menguraikan fenomena perkembangan seni yang beririsan dengan persoalan serta situasi sosial politik. Selain itu, diskusi ini juga merupakan salah satu upaya untuk meninjau ulang berbagai peristiwa yang memiliki konotasi politis dalam jangka waktu tertentu di kota Bandung. Sebagai bagian dari proses kajian, juga akan dibicarakan bagaimana perkembangan media digital dan teknologi juga memberi pengaruh tertentu bagi proses pembentukan kesadaran serta proses partisipasi politik dalam kegiatan seni dan budaya. Melalui diskusi ini, khalayak umum diharapkan dapat terlibat dalam proses refleksi serta upaya pengembangan diskursus seni budaya sebagai wahana pembelajaran dan pengembangan kesadaran politik dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini akan melibatkan para seniman, musisi, serta kurator seni dari kota Bandung.</p>
<p>Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8<br />
Waktu: Kamis, 23 Juni 2011, pk. 15.00 – 18.00 WIB</p>
<p><strong>[Diskusi] Mitos, Sejarah, dan Narasi Visual</strong><br />
Diskusi ini akan membicarakan berbagai aspek yang terkait dengan mitos dan sejarah yang menginspirasi dan mempengaruhi penciptaan karya seni di Indonesia dan negara-negara Balkan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkaya wawasan berkarya dengan membangun perbincangan luas serta intim diantara publik seni dan khalayak umum. Hadir sebagai pembicara dalam diskusi ini adalah Antariksa, seorang peneliti sekaligus pendiri dari Indonesian Contemporary Art Networks (<a href="http://canmanage.net/" target="_blank">iCAN</a>). Selain itu, diskusi ini juga akan mendatangkan Magdalena Peševová, seorang seniman yang tinggal dan bekerja di Praha, Republik Ceko. Magdalena adalah lulusan dari Academy of Fine Arts (Praha) dan Ecole des Beaux Artes (Prancis).</p>
<p>Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8<br />
Waktu: Jumat, 24 Juni 2011, pk. 18.00 – 21.00 WIB</p>
<p><strong>KEGIATAN RUTIN</strong><br />
Pertemuan mingguan Bandung Oral History setiap hari Kamis dimulai Pukul 17.00 WIB, Informasi hubungi Zia di nomor +6222 92209221</p>
<p>Pertemuan mingguan Openlabs setiap hari Kamis dimulai Pukul 19.00 WIB, Informasi hubungi Botak di nomor +628562064358</p>
<p>Pertemuan mingguan Kelas Karinding bersama Hendra Attack setiap hari Jumat dimulai Pukul 16.00 WIB, Informasi hubungi Hendra di nomor +62818639881</p>
<p>Latihan mingguan Pencak Silat bersama Kang Yuda (Perguruan Pencak Silat Cimande) setiap hari Rabu (Pk. 19.00 – 21.00 WIB. Informasi dan pendaftaran hubungi Man Jasad di nomor +628156211840</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2011/agenda-kegiatan-common-room-juni-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Syair Lisan oleh Deden Sambas W.A.F &#124; 20 Mei s/d 2 Juni 2011</title>
		<link>http://commonroom.info/2011/syair-lisan-oleh-deden-sambas-w-a-f-20-mei-sd-2-juni-2011/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2011/syair-lisan-oleh-deden-sambas-w-a-f-20-mei-sd-2-juni-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 May 2011 07:50:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[Oral History]]></category>
		<category><![CDATA[Visual Arts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2064</guid>
		<description><![CDATA[Syair Lisan oleh Deden Sambas W.A.F Common Room, 20 Mei s/d 2 Juni 2011 Pembukaan: 20 Mei 2011, Pk. 18.30 &#8211; 21.00 WIB Diskusi: 26 Mei 2011, Pk. 15.00 &#8211; 17.30 WIB Narasumber: Deden Sambas dan Prof. Dr. Bambang Sugiharto. Syair Lisan: Aneh Tapi Nyata Deden Sambas W.A.F. adalah seniman yang dilahirkan di kota Bandung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><iframe width="640" height="510" src="http://www.youtube.com/embed/F8QGfCy42HY?rel=0" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p><strong>Syair Lisan oleh Deden Sambas W.A.F</strong><br />
Common Room, 20 Mei s/d 2 Juni 2011<br />
Pembukaan: 20 Mei 2011, Pk. 18.30 &#8211; 21.00 WIB<br />
Diskusi: 26 Mei 2011, Pk. 15.00 &#8211; 17.30 WIB<br />
Narasumber: Deden Sambas dan Prof. Dr. Bambang Sugiharto.</p>
<p><strong>Syair Lisan: Aneh Tapi Nyata</strong><br />
Deden Sambas W.A.F. adalah seniman yang dilahirkan di kota Bandung pada tanggal 15 Juni 1963. Selama ini, Deden Sambas dikenal sebagai salah seorang seniman yang gemar mengeksplorasi berbagai medium yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pada kesempatan ini, Deden Sambas akan menyoroti penggunaan teks verbal yang kerap ia temui dalam keseharian dan menampilkannya dalam karya visual dan performance.</p>
<p>Pameran ini berawal dari perbincangan tentang fenomena bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Selama beberapa waktu terakhir dengan tekun Deden mengumpulkan berbagai teks, kata ataupun ekspresi yang berasal dari kehidupan personal dan lingkungan kesehariannya. Alhasil ia menampilkan serupa koleksi teks yang beraneka wujud dimensi makna dan rasanya. Selain itu, karyanya kali ini juga mencerminkan rekaan imajinasi kolektif yang terhadirkan melalui sebentuk karya instalasi di ruang galeri Common Room. Secara selintas Syair Lisan karya Deden Sambas telusuri dunia bahasa yang demikian banal, personal dan partikular, sampai pada untaian bahasa suci yang dituliskan dalam huruf China. Ada semacam <em>sense of place</em> yang tidak tergambarkan namun mewujud pada konfigurasi huruf dan deret kata yang terpampang lugas dalam pameran ini.</p>
<p>Barangkali Syair Lisan dari Deden Sambas secara jernih proyeksikan dunia bahasa masyarakat kontemporer yang saat ini semakin penuh dengan bermacam ambivalensi dan paradoks. Bahasa selama ini kita pikir terkunci dalam rantai prosedur semiotik yang begitu keras ditancap sekrup besi. Namun bahasa ternyata bisa juga diombang-ambing dunia makna yang serba tidak jelas dan lentur seperti karet. Bahasa bisa begitu halus menyepuh lapis demi lapis kenyataan, namun seketika bisa membakar hati dan sakiti perasaan. Bahasa menghubungkan, tapi juga mengalienasi. Ia ikut menentukan jarak dan batas, serta sistem representasi. Melalui bahasa, dunia sekeliling dapat miliki wujud yang tercerap indera. Persepsi tentang dunia dibangun dengan menggunakan bahasa, namun juga bisa hancur berantakan karenanya. Syair Lisan karya Deden Sambas adalah sejenis syair yang aneh tapi nyata. </p>
<p>Kyai Gede Utama, 20 Mei 2011</p>
<p><span id="more-2064"></span></p>
<p><em>*Video ini adalah karya dari Ismal Muntaha. Ia merekam proses dibalik pameran Syair Lisan dari Deden Sambas di Common Room. Selain proyeksikan beberapa detail dari karya Deden Sambas, video ini juga mencermati proses latihan kelompok Karinding Attack di tempat yang sama. Pada video ini musik yang dimainkan berjudul &#8220;Gerbang Kerajaan Serigala&#8221;. Diciptakan oleh Karinding Attack pada sekira tahun 2010. Karya video ini merupakan bagian dari pameran Syair Lisan oleh Deden Sambas W.A.F.</em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2011/syair-lisan-oleh-deden-sambas-w-a-f-20-mei-sd-2-juni-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Informasi Agenda Kegiatan Common Room &#124; Mei 2011</title>
		<link>http://commonroom.info/2011/informasi-agenda-kegiatan-common-room-mei-2011/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2011/informasi-agenda-kegiatan-common-room-mei-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 May 2011 08:49:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[Media Arts]]></category>
		<category><![CDATA[Media Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Performance]]></category>
		<category><![CDATA[Visual Arts]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2020</guid>
		<description><![CDATA[Pelatihan Zero Waste, 8 Mei 2011 &#124; Burgerkill Listening Party: New Album “Venomous”, 8 Mei 2011 &#124; Kajian Budaya: Apresiasi Film Horor Anak Negeri, 9 Mei 2011 &#124; “Syair Lisan” oleh Deden Sambas W.A.F., 20 Mei 2011 &#124; Kiat Pemasaran Produk Lokal ke Luar Negeri, 22 Mei 2011 &#124; Workshop “A Trip Through Music Journalism”, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-2019" title="agenda_mei_web" src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2011/05/agenda_mei_web.jpg" alt="" width="640" height="902" /></p>
<p><strong>Pelatihan Zero Waste</strong>, 8 Mei 2011 | <strong>Burgerkill Listening Party: New Album “Venomous”</strong>, 8 Mei 2011 | <strong>Kajian Budaya: Apresiasi Film Horor Anak Negeri</strong>, 9 Mei 2011 | <strong>“Syair Lisan” oleh Deden Sambas W.A.F.</strong>, 20 Mei 2011 | <strong>Kiat Pemasaran Produk Lokal ke Luar Negeri</strong>, 22 Mei 2011 | <strong>Workshop “A Trip Through Music Journalism”</strong>, 28 Mei 2011 | <strong>Workshop Musikalisasi Puisi</strong>, 29 Mei 2011 | <strong>Workshop HTML5</strong>, Mei – Juni 2011 | <strong>Kegiatan rutin:</strong> Pertemuan Mingguan Bandung Oral History, Pertemuan Mingguan OpenLabs, Kelas Privat Kacapi Suling bersama Iman Jimbot, Pertemuan Mingguan Kelas Karinding (KEKAR) bersama Hendra Attack dan Latihan Mingguan Pencak Silat bersama Kang Yuda (Perguruan Pencak Silat Cimande).</p>
<p><span id="more-2020"></span></p>
<p><strong>Pelatihan Zero Waste</strong><br />
Waktu dan Tempat:<br />
Minggu, 8 Mei 2011, Pk. 08.30 – 17.00 WIB<br />
Common Room<br />
Jalan Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p>Setiap hari, 7500 meter kubik sampah dari kota Bandung membanjiri TPA Sari Mukti. Tahun 2011, TPA ini akan segera ditutup. Lalu akan kemana perginya sampah Kota Bandung PLTSA? Buka TPA baru? Adakah solusi yang lebih baik? ADA&#8230;!! Kita bisa mengolah 70% sampah di rumah kita sendiri. ?Bagaimana caranya? Temukan semuanya di Pelatihan Tim Kampanye Zero Waste III.</p>
<p>Workshop ini diselenggarakan oleh YPBB dan terbuka untuk umum. Peserta pelatihan dibatasi hanya untuk 30 orang. Peserta yang terpilih untuk mengikuti pelatihan ini akan dikonfirmasi melalui SMS sebelum H-2 pukul 12:00 siang. Informasi tentang pendaftaran hubungi Entis di nomor 02292453960/ 082116602991.</p>
<p>URL: <a href="http://ypbbblog.blogspot.com/" target="_blank">http://ypbbblog.blogspot.com/</a></p>
<p><strong>Burgerkill Listening Party | New Album: Venomous</strong><br />
Waktu dan tempat:<br />
Minggu, 8 Mei 2011, Pk. 18.00 – 20.00 WIB<br />
Common Room<br />
Jalan Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p>Setelah merilis album “Dua Sisi” (2000), “Berkarat” (2003) dan “Beyond Coma and Despair” (2006), Burgerkill (est. 1995) akan segera merilis album ke-empat mereka yang berjudul “Venomous” pada bulan Juni 2011. Kegiatan ini akan memperdengarkan beberapa lagu yang akan dirilis dalam album baru, sekaligus ajang gathering bagi para pendukung dan kerabat dekat Burgerkill.</p>
<p>URL: <a href="www.burgerkillofficial.com" target="_blank">http://www.burgerkillofficial.com</a></p>
<p><strong>Kajian Budaya: Apresiasi Film Horor Anak Negeri</strong><br />
Waktu dan Tempat:<br />
Senin, 9 Mei 2011, Pk. 18.00 WIB*<br />
Nonton Film Bersama berkumpul di Common Room<br />
Jalan Kyai Gede Utama no. 8, Bandung<br />
<em>*bekal untuk beli tiket bioskop Rp. 15.000</em></p>
<p>Membanjirnya film yang bertema mistis dan horor dalam kancah perfilman Indonesia terasa semakin gencar selama beberapa tahun terakhir. Sebenarnya kemunculan ini bukanlah barang baru. Genre film horor di Indonesia sudah ada sejak dulu, seperti yang diperankan oleh ratu film horor Indonesia Suzanna yang pernah mengalami masa jayanya. Selain hal-hal berbau mistis yang kental, ada banyak film horor Indonesia yang mengeksploitasi  sensualitas dan erotisme. Hal ini kerap ditampilkan secara eksplisit, termasuk dalam judul film yang ada.</p>
<p>Potret masyarakat yang masih percaya akan hal-hal mistis, fenomena urban legend, horor yang sensual dan bagaimana para produsen film penyampaiannya dalam suatu garapan film horor merupakan hal yang menarik untuk kita kaji. Apresiasi Film Horor Anak Negeri akan mengkaji satu film horor yang judulnya akan ditentukan kemudian. Kegiatan ini akan mengajak khalayak untuk menonton dan menuliskan pandangan mereka sebagai wahana penilaian subyektif bagi perkembangan film horor di tanah air. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pasukan Pecinta Film Horor Indonesia. Informasi dan pendaftaran hubungi Ranti di nomor 081220189953.</p>
<p><strong>“Syair Lisan” oleh Deden Sambas W.A.F.</strong><br />
Waktu dan Tempat:<br />
20 Mei s/d 2 Juni 2011<br />
Pembukaan: 20 Mei 2011, Pk. 15.00 WIB | Diskusi: 26 Mei 2011, Pk. 15.00 – 17.00 WIB<br />
Common Room<br />
Jalan Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p>Deden Sambas W.A.F. adalah seniman yang dilahirkan di kota Bandung pada tanggal 15 uni 1963. Selama ini, Deden Sambas dikenal sebagai salah seorang seniman yang gemar mengeksplorasi berbagai medium yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pada kesempatan ini, Deden Sambas akan menyoroti penggunaan teks verbal yang kerap ia temui dalam keseharian dan menampilkannya dalam karya visual dan performance.</p>
<p><strong>Berbagi Kiat Pemasaran Produk Lokal ke Luar Negeri</strong><br />
Waktu dan Tempat:<br />
Minggu, 22 Mei 2011, Pk. 13.30 – 16.00 WIB<br />
Common Room<br />
Jalan Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p>Pada awal tahun 2000, industri clothing dan distro merebak di kota Bandung. Hingga hari ini beberapa sanggup bertahan dan beberapa terpaksa harus menghentikan usahanya. Diantara yang bertahan ada yang telah sanggup memasarkan produknya sampai ke luar negeri. Kegiatan kali ini akan mengundang beberapa brand lokal untuk berbagi kiat pemasaran produk ke keluar negeri. Informasi dan pendaftaran hubungi Suci (ILKOM UNPAD 2010) di nomor 085693600551. Pembicara: Deadhrtz | Babyzombie</p>
<p><strong>Workshop “A TRIP THROUGH MUSIC JOURNALISM”</strong><br />
Waktu dan Tempat:<br />
Sabtu, 28 Mei 2011, Pk. 14.00 – 16.30 WIB<br />
Common Room<br />
Jalan Kyai Gede Utama No. 8, Bandung</p>
<p>Workshop ini akan membahas praksis jurnalisme musik yang mencakup pengenalan jurnalisme musik, berbagi pengalaman yang sudah dialami oleh praktisis, serta berbagi  pengetahuan tentang bagaimana menjadi seorang jurnalis musik yang memiliki integritas dan berkualitas. Pembicara: Taufik Rahman (Jakartabeat) dan Idhar Resmadi (Common Room). Pendaftaran hubungi Dioma (ILKOM UNPAD 2010) di nomor 085780405726.</p>
<p><strong>Workshop Musikalisasi Puisi</strong><br />
Waktu dan Tempat:<br />
Minggu, 29 Mei 2011, Pk. 09.00 – 15.00 WIB<br />
Common Room<br />
Jalan Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p>Bicara tentang musikalisasi puisi, kita akan dipaksa masuk dalam wilayah kegamangan dan keragu-raguan. Karena apa? Karena eksistensi musikalisasi puisi sampai pada detik ini masih belum mendapatkan pengakuan dan tempat yang penting sebagai karya cipta yang ajeg dan berdiri sendiri.</p>
<p>Workshop musikalisasi puisi diselenggarakan sebagai wahana berbagi pengetahuan kepada para peserta tentang bagaimana membuat lagu dari puisi, bagaimana mencintai sastra lewat musik, serta bagaimana musikalisai puisi bisa dinikmati secara luas. Narasumber: Ferry Curtis (musisi) dan Ahda Imran (penulis dan sastrawan). Biaya Pendaftaran: Umum Rp. 50.000 | Pelajar dan Mahasiswa Rp. 20.000 (Peserta mendapatkan Sertifikat, Seminar Kit dan Konsumsi).</p>
<p>Kegiatan ini terbuka untuk umum. Informasi dan pendaftaran hubungi Lygia (Digura Edutainment) di nomor 081321945575.</p>
<p><strong>Workshop HTML5</strong><br />
Waktu dan Tempat:<br />
Sepanjang bulan Mei (pertemuan 1 kali setiap minggu)<br />
Common Room<br />
Jalan Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p>Workshop ini akan membedah dan mempraktikkan penulisan 3 jenis bahasa utama dalam aplikasi web mutakhir, yakni HTML5, CSS3 dan Jquery. Peserta akan diarahkan untuk menggali berbagai kemungkinan elemen seni dari HTML5, CSS3, dan Jquery ke dalam sebuah project bersama. Output akhir dari workshop ini adalah pameran Cyberart Project di ruang galeri Common Room serta pameran secara online. Tutor: Pry S. (web artist/ programmer). Informasi dan pendaftaran dapat melalui nomor 0222503404 (Pk. 13.00 &#8211; 17.00 WIB).</p>
<p><strong>Kegiatan Rutin</strong><br />
Pertemuan mingguan Bandung Oral History setiap hari Kamis dimulai Pukul 17.00 WIB, Informasi hubungi Zia di nomor +6222 92209221</p>
<p>Pertemuan mingguan Openlabs setiap hari Kamis dimulai Pukul 19.00 WIB, Informasi hubungi Ega di nomor +628562330445</p>
<p>Pertemuan mingguan Kelas Karinding bersama Hendra Attack setiap hari Jumat dimulai Pukul 16.00 WIB, Informasi hubungi Hendra di nomor +62818639881</p>
<p>Latihan mingguan Pencak Silat bersama Kang Yuda (Perguruan Pencak Silat Cimande) setiap hari Rabu (Pk. 19.00 – 21.00 WIB. Informasi dan pendaftaran hubungi Man Jasad di nomor +628156211840</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2011/informasi-agenda-kegiatan-common-room-mei-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>COOLTURE COLLAB by KICK Denim &#124; 9 s/d 10 April 2011</title>
		<link>http://commonroom.info/2011/coolture-collab-by-kick-denim-9-sd-10-april-2011/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2011/coolture-collab-by-kick-denim-9-sd-10-april-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Apr 2011 03:08:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Concert]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[Urbanism]]></category>
		<category><![CDATA[Visual Arts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=1944</guid>
		<description><![CDATA[Waktu : 9 s/d 10 April 2011 Tempat : Common Room, Jl. Kyai Gede Utama No. 8, Bandung Pembukaan : 9 April 2011, pukul 18.00 WIB – 21.00 WIB * Pembukaan menampilkan pertunjukan musik akustik dari JERUJI, D&#8217;Ponis, serta DJ Uja x DJ Babam. KICK Denim akan menampilkan karya dari beberapa seniman dalam bentuk 2 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2011/04/flyer_web.jpg" alt="" /></p>
<p>Waktu	 : 9 s/d 10 April 2011<br />
Tempat	 : Common Room, Jl. Kyai Gede Utama No. 8, Bandung<br />
Pembukaan	 : 9 April 2011, pukul 18.00 WIB – 21.00 WIB<br />
<em>* Pembukaan menampilkan pertunjukan musik akustik dari JERUJI, D&#8217;Ponis, serta DJ Uja x DJ Babam.</em></p>
<p>KICK Denim akan menampilkan karya dari beberapa seniman dalam bentuk 2 dan 3 dimensi, yang merupakan percampuran dari karya digital imaging, ilustrasi, tipografi dan desain produk. Adapun beberapa seniman yang kali ini berkolaborasi dengan KICK denim adalah:</p>
<p><strong>Kazuhiko Kawahara (JP)</strong> seorang arsitek dan fotografer yang mengeksplorasi batasan bentuk dan menggubahnya menjadi struktur serta sistem yang tersembunyi.</p>
<p><strong>Arthur Leipzig (US)</strong> seorang fotografer kelahiran New York yang telah berpengalaman puluhan tahun menjadi fotojurnalis dan berkeliling dunia. Dia telah mengajar selama 28 tahun di Universias Long Island dan meraih gelar Professor Emeritus.</p>
<p><strong>Rick Burton (US)</strong> Lahir dan besar di Atlanta, mendapatkan gelar Master of Art dari California College of the Arts. Sekarang bekerja sebagai fotografer dan tinggal di New York.</p>
<p>Info lebih lanjut tentang COOLTURE COLLAB hubungi Ivan di nomor +62817229362 | URL: <a href="http://kickdenim.com/" target="_blank">http://kickdenim.com/</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2011/coolture-collab-by-kick-denim-9-sd-10-april-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Informasi Agenda Kegiatan Common Room &#124; Maret 2011</title>
		<link>http://commonroom.info/2011/maret-2011/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2011/maret-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Mar 2011 12:43:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Visual Arts]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=1869</guid>
		<description><![CDATA[Kelas Yayasan Orang Tua Peduli (YOP) Waktu &#38; Tempat 12 &#38; 13 Maret 2011 &#124; Pkl. 09.00 – 14.00 WIB Common Room Networks Foundation Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung KLASI adalah bagian dari Yayasan Orang Tua Peduli (YOP), organisasi yang fokus pada edukasi pengobatan rasional (rational use of medicine). KLASI (Klub Peduli ASI) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2011/03/julius_640.jpg" alt="" /></p>
<p><span style="color: #00ccff;"><strong>Kelas Yayasan Orang Tua Peduli (YOP)</strong></span></p>
<p><span style="color: #00ccff;"><strong>Waktu &amp; Tempat</strong></span><br />
12 &amp; 13 Maret 2011 | Pkl. 09.00 – 14.00 WIB<br />
Common Room Networks Foundation<br />
Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p>KLASI adalah bagian dari Yayasan Orang Tua Peduli (YOP), organisasi yang fokus pada edukasi pengobatan rasional (<em>rational use of medicine</em>). KLASI (Klub Peduli ASI) adalah kelompok pendukung (<em>support group</em>) orang tua yang memberikan ASI Ekslusif selama 6 bulan hingga 2 tahun lebih sesuai rekomendasi WHO. | Info lebih lanjut hubungi: Dinny (081394414422/ 61111006)</p>
<p><span style="color: #00ccff;"><strong>Using Storytelling to Teach English</strong></span></p>
<p><span style="color: #00ccff;"><strong>Waktu &amp; Tempat</strong></span><br />
20 Maret 2011 | Pkl. 12.30 &#8211; 15.00 WIB<br />
Common Room Networks Foundation<br />
Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p>Workshop para guru, calon guru, orang tua dan siapa saja yang ingin mengajar Bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan melalui dongeng (<em>storytelling</em>). Speaker: Alison Victoria Thackray (UK). Biaya pendaftaran: Rp. 65.000/ orang sudah termasuk snack dan sertifikat | Info lebih lanjut dan pendaftaran hubungi: Dhiko (022-93931133) atau Bocha (022-72200048)</p>
<p><span style="color: #00ccff;"><strong>Screening Tour dan Showcase: HIPHOPDININGRAT</strong></span></p>
<p><span style="color: #00ccff;"><strong>Waktu &amp; Tempat</strong></span><br />
Day 1: 23 Maret 2011<br />
Blitz Megaplex<br />
Paris Van Java</p>
<p>Day 2: 24 Maret 2011<br />
Lou Belle Shop<br />
Jl. Setiabudhi no. 56, Bandung</p>
<p>HIPHOPDININGRAT adalah film dokumenter perjalanan sebuah komunitas hip hop dari kota Yogyakarta. Komunitas ini mencampur musik urban dengan tradisi akar mereka, termasuk bahasa Jawa. Film yang mendapat banyak sorotan dari berbagai media ini adalah buah ketekunan Kill the DJ yang dibantu oleh temannya Chandra Hutagaol. | Undangan dapat diambil di Common Room dan Lou Belle Shop | Info lebih lanjut hubungi: Lou Belle Shop, Jl. Setiabudhi no. 56, Bandung, PH. 022-2038668 | Acara ini diselenggarakan oleh Jogja Hip Hop Foundation.</p>
<p><span style="color: #00ccff;"><strong>Rangkaian Kegiatan &#8220;KIWARI ART WEEKS&#8221;</strong></span></p>
<p><span style="color: #00ccff;"><strong>Pembukaan Pameran &#8220;Sekarang&#8221;</strong></span></p>
<p><span style="color: #00ccff;"><strong>Waktu &amp; Tempat</strong></span><br />
19 Maret 2011 | Pkl. 17.00 WIB s/d selesai<br />
Common Room Networks Foundation<br />
Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p>Seniman: Indraswari Utamy, Maya Purnama Sari, Ratna Muliasari Dinangrit &amp; Uswatun Hasanah | Kata pengantar pameran oleh Anunsiata | Pembukaan pameran oleh Reina Wulansari | Performance Art: Besti, Sugianty Ariani feat. Karenza.</p>
<p><span style="color: #00ccff;"><strong>Artist Talk Pameran &#8220;Sekarang&#8221;</strong></span></p>
<p><span style="color: #00ccff;"><strong>Waktu &amp; Tempat</strong></span><br />
25 Maret 2011 | Pkl. 16.00 WIB s/d selesai<br />
Common Room Networks Foundation<br />
Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p>Moderator: Ranti Puji Agusti</p>
<p><span style="color: #00ccff;"><strong>Solidaritas Anjing untuk Sang Maestro</strong></span></p>
<p><span style="color: #00ccff;"><strong>Waktu &amp; Tempat</strong></span><br />
26 Maret 2011 | Pkl. 19.00 WIB s/d selesai<br />
Common Room Networks Foundation<br />
Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p>[Kolaborasi Abah Olot x Tisna Sanjaya x Karinding Attack]</p>
<p><span style="color: #00ccff;"><strong>Penutupan &#8220;KIWARI ART WEEKS&#8221;</strong></span></p>
<p><span style="color: #00ccff;"><strong>Waktu &amp; Tempat</strong></span><br />
1 April 2011 | Pkl. 18.30 WIB s/d selesai<br />
Common Room Networks Foundation<br />
Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p>Live Music: Karinding Galengan, Karinding Air Mata, Semester Depan, Duseng Blues | Performance Art: Miink &amp; Mas Gepeng | Visual Jockey: Adelina</p>
<p>2 April 2011 | Pkl. 18.30 WIB s/d selesai<br />
Common Room Networks Foundation<br />
Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p>Live Music: Karinding Attack, Abah Olot, King Cobra, Prima, 3 Pagi feat. Ami | Peformance Art: Agung Jek &amp; Ackay Deni | Visual Jockey: Satu Tiga, Niagara Sarang Setan | Info lebih lanjut hubungi: Bronk (085624509341)</p>
<p>Acara ini bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Seni Rupa Universitas Pendidikan Indonesia</p>
<p><span style="color: #00ccff;"><strong>Kegiatan Rutin</strong></span><br />
Pertemuan mingguan kelompok studi Bandung Oral History (BOH) | Setiap hari Kamis | Pk. 17.00 – 21.00 WIB.<br />
Informasi hubungi Zia di nomor: +6222-92209221</p>
<p>Pertemuan mingguan komunitas OpenLabs | Setiap hari Kamis | Pk. 19.00 – 21.00 WIB.<br />
Informasi hubungi Ega di nomor +628562330445</p>
<p>Kelas Karinding (Kekar) oleh Hendra Attack | Setiap hari Jumat | Pk. 16.00 – 19.00 WIB.<br />
Informasi hubungi Hendra di nomor +62818639881</p>
<p>Kelas privat suling dan kacapi oleh Iman Rohman aka Iman Zimbot | Setiap hari Rabu atau Kamis<br />
Informasi hubungi Common Room di nomor 022-2503404</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2011/maret-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>FIXER &#124; Pameran Ruang Alternatif &amp; Komunitas Seni Rupa di Indonesia &#124; 19 &#8211; 28 Juni 2010 &#124; North Art Space, Ancol &#8211; Jakarta</title>
		<link>http://commonroom.info/2010/fixer-pameran-ruang-alternatif-komunitas-seni-rupa-di-indonesia-north-art-space-jakarta-19-28-juni-2010/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2010/fixer-pameran-ruang-alternatif-komunitas-seni-rupa-di-indonesia-north-art-space-jakarta-19-28-juni-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Jun 2010 10:28:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[Visual Arts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=1213</guid>
		<description><![CDATA[FIXER &#124; Pameran Ruang Alternatif &#38; Komunitas Seni Rupa di Indonesia &#124; North Art Space Jakarta, 19 &#8211; 28 Juni 2010 Pameran ini menampilkan sejumlah organisasi seni yang dikelola oleh seniman, yang selama beberapa tahun terakhir berhasil bertahan dan berperan dalam perkembangan seni rupa kontemporer di Indonesia. Organisasi seniman dalam pameran ini setidaknya mempunyai dua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/fixer2010c.jpg" border="0" alt="ancol" /></p>
<p><strong>FIXER | Pameran Ruang Alternatif &amp; Komunitas Seni Rupa di Indonesia | North Art Space Jakarta, 19 &#8211; 28 Juni 2010</strong></p>
<p>Pameran ini menampilkan sejumlah organisasi seni yang dikelola oleh seniman, yang selama beberapa tahun terakhir berhasil bertahan dan berperan dalam perkembangan seni rupa kontemporer di Indonesia. Organisasi seniman dalam pameran ini setidaknya mempunyai dua kecenderungan praktik sekaligus. Pertama adalah kerja produksi artistik dimana organisasi/ komunitas tersebut memproduksi karya artistik secara bersama maupun individu sebagai sebuah pernyataan artistik, yang kedua adalah organisasi tersebut memiliki kesadaran publik dengan mengelola, baik secara mandiri maupun kolaborasi, kegiatan untuk publik luas seperti pameran, lokakarya, festival, diskusi, penerbitan, pemutaran film/ video, website, pengarsipan dan penelitian.</p>
<p><strong>Peserta</strong><br />
Akademi Samali (Jakarta), Asbestos Art Space (Bandung), Atap Alis (Jakarta), BYAR Creative Industry (Semarang), Common Room Networks Foundation (Bandung), Forum Lenteng (Jakarta), Gardu Unik (Cirebon), House of Natural Fiber (Yogyakarta), Jatiwangi Art Factory (Jatiwangi), Kampung Segart (Jakarta), Malang Meeting Point (Malang), Maros Visual Culture Initiative (Jakarta), Performance Club (Yogyakarta), ruangrupa (Jakarta), Ruang Akal (Makassar), Ruang Mes56 (Yogyakarta), Sarueh (Padang Panjang), Serrum (Jakarta), Tembok Bomber (Jakarta), Urbanspace (Surabaya), &amp; Video Lab (Bandung).</p>
<p><strong>Kurator</strong><br />
Ade Darmawan &amp; Rifky Effendi</p>
<p><strong>Pembukaan</strong><br />
Jumat, 18 Juni 2010</p>
<p>Dimeriahkan oleh<br />
Milinka Radisic, DJ Asung, White Shoes &amp; the Couple Company, Jalan Surabaya etc.</p>
<p><span id="more-1213"></span></p>
<p><strong>Pameran</strong><br />
19 &#8211; 28 Juni 2010</p>
<p><strong>Presentasi dan Diskusi:</strong></p>
<p>19 Juni 2010<br />
Pukul 14.00 &#8211; 16.00 WIB<br />
&#8220;Keberlanjutan organisasi, program dan strategi lokal&#8217;<br />
Jatiwangi Art factory (Jatiwangi), Sarueh (Padang), Urbanspace (Surabaya), Ruang Akal (Makassar), Malang Meeting Point (Malang) &amp; Byar Creative Industry (semarang)<br />
Moderator : Ade Darmawan</p>
<p>Pukul 16.oo-18.oo<br />
&#8220;Proyek seni rupa dan kolaborasi&#8221;<br />
ruangrupa (Jakarta), Asbestos (Bandung), Ruang Mes 56 (Yogyakarta), Akademi Samali (Jakarta), Maros Visual Culture Initiative (Jakarta) &amp; Performance Klub (Yogyakarta)<br />
Moderator: Ugeng T. Moetidjo</p>
<p>20 Juni 2010<br />
Pukul 13.00 &#8211; 15.00 WIB<br />
&#8220;Perluasan ruang, teknologi dan media&#8221;<br />
Forum Lenteng (Jakarta), Common Room Networks Foundation (Bandung), House of Natural Fiber (Yogyakarta), &amp; Videolab (Bandung)<br />
Moderator: Rifky Effendi</p>
<p>Pukul 16.00 &#8211; 18.00 WIB<br />
&#8220;Strategi artstik di ruang kota dan warga&#8221;<br />
Atap Alis (Jakarta), Kampung Segart (Jakarta), Tembok Bomber (Jakarta), Gardu Unik (Cirebon), &amp; Serrum (Jakarta)<br />
Moderator: Ardi Yunanto</p>
<p><strong>North Art Space</strong><br />
Pasar Seni Jaya Ancol<br />
Jl. Lodan Timur no. 7<br />
Pasar Seni Ancol<br />
Jakarta Utara 14430<br />
Telp. 021-64710319<br />
URL: <a href="http://northartspace.com/" target="_blank">http://northartspace.com</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2010/fixer-pameran-ruang-alternatif-komunitas-seni-rupa-di-indonesia-north-art-space-jakarta-19-28-juni-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengurai Seni Kontemporer Asia via Seoul &#124; Oleh Gustaff H. Iskandar*</title>
		<link>http://commonroom.info/2010/mengurai-seni-kontemporer-asia-via-seoul-oleh-gustaff-h-iskandar/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2010/mengurai-seni-kontemporer-asia-via-seoul-oleh-gustaff-h-iskandar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 11:00:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Critics]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Forum]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Theory]]></category>
		<category><![CDATA[Visual Arts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=1016</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu, sebuah kompetisi seni kontemporer bertajuk Asia Art Award (A3) diselenggarakan di kota Seoul, Korea Selatan. Perhelatan ini diselenggarakan oleh CJ Culture Foundation, Alternative Space LOOP, dan Korea Sports Promotion Foundation yang juga didukung oleh beberapa institusi budaya yang berasal dari beberapa negara Eropa dan Asia Pasifik. Sejak tanggal 9 April s/d [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="Java's Machine: Phantasmagoria by Jompet Kuswidananto (2008)" src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/jompet_kuswidananto.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p>Beberapa waktu yang lalu, sebuah kompetisi seni kontemporer bertajuk Asia Art Award (A3) diselenggarakan di kota Seoul, Korea Selatan. Perhelatan ini diselenggarakan oleh CJ Culture Foundation, Alternative Space LOOP, dan Korea Sports Promotion Foundation yang juga didukung oleh beberapa institusi budaya yang berasal dari beberapa negara Eropa dan Asia Pasifik. Sejak tanggal 9 April s/d 6 Juni 2010, kompetisi ini menampilkan karya dari 6 finalis yang dipamerkan di Soma Museum of Art yang terletak di kompleks Olimpiade Seoul. Mereka terdiri dari Apichatpong Weerasethakul (TH), Ashok Sukumaran (IN), ChimPom (JP), Jompet Kuswidananto (ID), Shi Jin Song (CN) dan Yangachi (KR). Tampil sebagai pemenang pertama yang berhak mendapatkan hadiah sebesar USD. 20.000,- adalah Apichatpong Weerasethakul yang menampilkan karya video dengan judul &#8220;Phantoms of Nabua&#8221; (2009).</p>
<p>Kompetisi ini digadang-gadang sebagai babak baru perkembangan seni kontemporer di wilayah Asia. Suh Jinsuk, kurator dari Alternative Space LOOP yang bertindak sebagai direktur kompetisi ini menuliskan bahwa A3 merupakan titik balik bagi perkembangan seni rupa di Asia yang sebelumnya selalu mengekor perkembangan seni kontemporer barat. Tidak tanggung-tanggung, untuk menyelenggarakan kompetisi ini panitia melibatkan sekitar 42 ahli dari Korea Selatan, Jepang, Cina, India dan beberapa negara di wilayah Asia Tenggara, termasuk kurator Agung Hujatnikajennong yang mewakili Indonesia. Mereka secara khusus diundang untuk merekomendasikan sekitar 42 seniman yang kemudian diseleksi oleh 7 orang juri utama yang diminta untuk mengusulkan 6 finalis. Adapun dewan juri yang dilibatkan dalam kompetisi ini adalah Alexandra Munroe (US), Apinan Poshyananda (TH), Carolyn Christov-Bakargiev (US), Fumio Nanjo (JP), Jonathan Watkins (UK), Kim Honghee (KR) dan Wu Hung (CN).</p>
<p><span id="more-1016"></span></p>
<p><strong>Realitas Asia</strong><br />
Dapat dikatakan bahwa karya para seniman yang tampil di dalam kompetisi ini merefleksikan berbagai aspek yang terkait dengan kehidupan masyarakat di wilayah Asia yang tengah berada di dalam gejolak arus perubahan yang sedemikian pesat. Proses globalisasi yang dirajut kapitalisme global dan teknologi media tampaknya telah menjadi semacam katalis yang melahirkan berbagai kecenderungan baru dalam perkembangan seni kontemporer Asia. Dalam kesempatan ini, masing-masing seniman secara kuat merefleksikan kondisi di sekitar mereka dengan menguak berbagai lapisan sejarah dan narasi lokal yang merekam realitas sosial serta berbagai bentuk ketegangan politik yang disampaikan melalui bahasa visual yang sedemikian beragam. Selain karya video dan instalasi, dalam pameran kita juga dapat menyaksikan karya gambar, fotografi, video, cetak digital, obyek, instalasi dan beragam komposisi bebunyian.</p>
<p>Keragaman bahasa estetik ini misalkan tercermin melalui karya Jompet Kuswidananto yang menampilkan karya instalasi berjudul Java&#8217;s Machine: Phantasmagoria (2008). Karyanya sepintas mirip seperti barisan tentara kerajaan yang tegak berdiri dengan karakter yang begitu anggun. Untuk karya ini, Jompet memanfaatkan pelbagai obyek keseharian, cuplikan video dan instrumen robotik yang dimanfaatkan untuk menghasilkan bebunyian yang mirip seperti arak-arakan kelompok pemain drum band dalam gerak lambat. Secara simbolik karya ini merefleksikan berbagai lapisan narasi sejarah kolonial/ paska-kolonial yang telah menjadi bagian dari realitas sosial masyarakat Jawa. Selain itu, karya ini juga tampaknya menyiratkan pola relasi antara mesin dan manusia yang terlihat begitu unik.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, kelompok ChimPom menampilkan beberapa karya yang mewartakan lapisan imajinasi kolektif masyarakat Jepang yang disampaikan dengan cara yang sangat lugas dan berani. Karya mereka yang berjudul &#8220;Lighting up the sky over Hiroshima&#8221; (2009) menjadi bahan perdebatan khalayak luas di Jepang ketika mereka membuat sebuah teks asap raksasa bertuliskan &#8220;PIKA&#8221; tepat diatas kubah gedung A-Bomb Dome dengan latar belakang langit Hiroshima yang berwarna biru pada tanggal 21 Oktober 2008. Bagi mereka yang mengalami tragedi letusan bom nuklir di Hiroshima, teks &#8220;PIKA&#8221; atau &#8220;PIKADON&#8221; yang artinya kurang lebih &#8220;kilatan atau ledakan cahaya&#8221; secara langsung merujuk kepada bencana bom nuklir yang terjadi pada tanggal 6 Agustus 1945. Selain merenggut sekitar 80.000 nyawa, bencana ini juga ikut menandai kekalahan Jepang dalam perang dunia ke-2 dan menorehkan luka yang begitu mendalam bagi sebagian besar masyarakatnya.</p>
<p>Karena teks ini, karya kelompok ChimPom kemudian dianggap telah menyebabkan kontroversi sosial yang memancing kritisisme dan perdebatan sengit sehingga pada akhirnya rencana pameran tunggal mereka di Hiroshima City Museum of Contemporary Art (Hiroshima MOCA) harus dibatalkan. Namun begitu, karya mereka tampaknya telah berhasil membuka kembali peluang untuk terus membicarakan  berbagai dampak yang telah dihasilkan oleh penggunaan teknologi nuklir untuk kepentingan militer. Barangkali karya ChimPom merupakan salah satu contoh bagaimana praktik seni kontemporer dapat menjadi instrumen yang efektif untuk membuka ruang dialog dan membicarakan berbagai masalah sosial yang dianggap sensitif di ranah publik.</p>
<p>Dalam nuansa yang berbeda, sebentuk dimensi ketegangan politik juga tercermin melalui karya Apichatpong Weerasethakul. Karya videonya yang berjudul &#8220;Phantoms of Nabua&#8221; diambil di perkampungan Nabua yang sempat menjadi arena pertarungan kekuasaan antara Thailand dan komunitas petani komunis setempat. Daerah ini berada di bawah pengaruh Laos dan Uni Soviet pada sekitar tahun 1960 s/d awal 1980-an. Akibat situasi konfilk yang berkepanjangan, daerah ini juga kerap dikenal sebagai &#8220;kampung janda&#8221; (<em>widow town</em>) karena banyak diantara penduduknya yang memilih untuk melarikan diri ke tengah hutan dan meninggalkan anak istri mereka. Karya video Apichatpong yang berdurasi sekitar 30 menit dibuka dengan sambaran halilintar yang hadir secara bergantian, sebelum kemudian menampilkan adegan sekelompok pemuda yang asyik bermain bola api. Secara sekilas karya ini menampilkan kombinasi aneh yang mempertemukan misteri, ketegangan, rasa getir, gairah dan kegembiraan. Dalam pengantar kuratorial yang ditulis oleh Gridthiya Gaweewong, dituliskan bahwa selama ini Apichatpong dikenal sebagai pembuat karya video yang kerap menyampaikan berbagai persoalan sosial dan ingatan kultural, terutama bagi komunitas subkultur dan kelompok masyarakat yang selama ini terpinggirkan.</p>
<p><img title="Presentation by Huang Du (CN)" src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/presentasi_huang_du.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p><strong>Perdebatan dalam Forum</strong><br />
Sebagai bagian dari program A3, panitia penyelenggara menggelar sebuah konferensi dalam wadah Asia Art Forum 2010 sejak tanggal 9 s/d 15 April 2010. Program ini mengundang lebih dari 50 pembicara yang memiliki latar belakang disiplin ilmu dan kebangsaan yang beragam. Beberapa diantaranya adalah Ruth Knowles (Kepala Global Marketing &amp; Investor Relation, The Fine Art Fund, UK), Zhang Qing (Direktur Shanghai Museum of Art, CN), Huang Du (Kurator independen, CN), Frédéric Paul (Direktur Contemporary Art Centre, FR), Chaitanya Sambrani (Ahli teori seni, AU), Fumihiko Sumitomo (Kurator independen, JP), Heiner Holtappels (Direktur Montevideo, NL), Gridthiya Gaweewong (Direktur The Jim Thompson Art Center, TH), Menene Gras Balaguer (Direktur Casa Asia, ES), dsb. Secara spesifik pembicaraan dalam konferensi ini dibagi ke dalam beberapa tema, yang antara lain adalah Art &amp; Capital, Oriental Metaphor, Art &amp; Technology dan Media Archive Network. Selain itu, ada kuliah umum yang secara khusus membahas perkembangan seni kontemporer di wilayah Asia. Selama hampir satu minggu, khalayak luas diajak untuk terlibat secara langsung untuk mencermati berbagai aspek yang terkait dengan perkembangan seni kontemporer di Asia, mulai dari tinjauan sejarah, teori, sampai pada keterkaitan praktik seni kontemporer dengan pertumbuhan ekonomi dan perkembangan teknologi.</p>
<p>Dalam pengantar yang dibacakan pada sesi pembukaan, Suh Jinsuk menguraikan bagaimana perkembangan seni kontemporer di Asia saat ini telah berada di bawah pengaruh kapitalisme global, sehingga perkembangan seni kontemporer juga menjadi arena proses komodifikasi finansial yang tidak jauh berbeda dengan komoditas di pasar modal. Fenomena ini diuraikan oleh Ruth Knowles yang melihat aktifitas seni sebagai sebuah proses penciptaan nilai kapital (capital creation), sehingga dapat dikategorikan sebagai sebuah aset ekonomi (<em>new asset class</em>) yang memiliki nilai investasi yang valid. Namun begitu, hal ini bukan berarti pasar seni kontemporer tidak memiliki persoalan. Menurutnya pasar seni kontemporer merupakan wilayah yang tidak memiliki regulasi yang jelas (<em>unregulated market</em>), sehingga tidak mudah untuk menetapkan nilai finansial dari sebuah karya seni. Oleh karena itu, upaya pengembangan pasar seni kontemporer harus dilakukan secara profesional dan hati-hati, selain membutuhkan sokongan kebijakan, strategi dan keberadaan beberapa institusi penunjang semisal museum, galeri, balai lelang, institusi pendidikan sampai pada industri media dan publikasi.</p>
<p>Menyambung hal ini, Massimiliano Gioni (Direktur artistik Gwangju Biennale 2010) menyatakan bahwa saat ini seni sudah menjadi bagian dari industri citra (<em>image making industry</em>). Namun begitu, seni juga merupakan sistem representasi yang memiliki dimensi sosial sehingga beririsan dengan berbagai aspek yang terkait dengan hidup kita, terutama dari segi estetika, sejarah, nilai-nilai, etika, moralitas dan juga politik. Hal ini misalkan tercermin melalui uraian yang disampaikan oleh Carol Lu Yinghua (Kritikus seni, CN), yang memberikan gambaran bagaimana dominasi pasar seni kontemporer di Cina juga ikut mempengaruhi mekanisme penulisan sejarah seni di sana. Dalam hal ini perlu disadari bahwa dominasi pasar yang berlebih juga dapat membahayakan integritas medan sosial seni sehingga dapat memperkecil peluang lahirnya gagasan-gagasan alternatif. Selain itu hegemoni pasar juga dapat memiliki kecenderungan untuk mengeliminasi keberagaman ekspresi artistik, terutama bagi karya seni yang mengedepankan pendekatan konseptual dan wacana intelektual. Idealnya kekuatan kapital yang beroperasi di ranah ekonomi juga dapat bersanding secara harmonis dengan dimensi sosial, intelektual, kultural atau bahkan spiritual. Dalam konteks ini, sebagian peserta berpendapat bahwa perkembangan pasar seni kontemporer di Asia akan kehilangan arah dan tujuannya yang hakiki apabila tidak memiliki visi dan integritas yang teruji.</p>
<p>Perdebatan kritis juga mengemuka dalam sesi Oriental Metaphor yang digelar untuk mengartikulasikan kecenderungan bahasa artistik yang dianggap mampu merepresentasikan identitas Asia. Sesi ini dibuka dengan presentasi Lee Youngchul (Direktur Nam Jun Paik Art Center) yang menelusuri jejak kecenderungan ekspresi artistik Nam Jun Paik dalam makalahnya yang berjudul &#8220;Yellow peril! C&#8217;est moi&#8221;. Dalam salah satu uraiannya, Lee menyebutkan bagaimana Nam Jun Paik kerap disebut sebagai seorang teroris kultural (<em>cultural terrorist</em>) karena memiliki intensi untuk menghancurkan berbagai makna simbol dan metafor yang telah mapan di dalam karya-karyanya. Namun begitu, justru karena hal ini Nam Jun Paik kemudian diakui sebagai seniman pendobrak yang mampu memperlihatkan kecenderungan baru, terutama di bidang seni media dan video. Pembicaraan ini kemudian dilanjutkan oleh Chaitanya Sambrani yang menelusuri kecenderungan bahasa artistik dari beberapa seniman Asia seperti Subodh Gupta (IN), Tallur L.N. (IN/ KR) dan Phaptawan Suwannakudth (TH/ AU). Menurutnya penggunaan simbol dan metafor pada beberapa karya seniman ini tidak pernah memiliki makna yang utuh dan selalu membutuhkan catatan kaki yang komperehensif karena artikulasi bahasa artistik yang mereka kembangkan memiliki lapisan kompleksitas yang luar biasa. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa bahasa ekspresi artistik selalu memiliki kecenderungan untuk melampaui batas-batas teritori geografis, politik dan budaya.</p>
<p>Hal yang senada juga disampaikan oleh Nancy Adajania (Ahli teori budaya &amp; kurator independen, IN), yang menyarankan untuk memeriksa kembali berbagai bentuk penggunaan simbol dan metafor yang selama ini dianggap merepresentasikan kecenderungan artistik seniman Asia. Dalam penjelasannya, Nancy menggunakan terminologi critical trans-regionalism sebagai sebuah diskursus kritis yang perlu untuk dikembangkan agar kita dapat menghindari pemahaman yang superfisial tentang keberadaan simbol, metafor atau struktur bahasa dalam sistem representasi yang merujuk pada sebuah entitas budaya dalam lingkungan geografis tertentu. Menurutnya, pendekatan semacam ini sangat diperlukan untuk melawan proses dikotomi dan hegemoni yang justru dapat menghilangkan peluang bagi terjadinya interaksi, dialog dan kolaborasi. Lebih jauh, upaya semacam ini juga sangat dibutuhkan untuk memperkaya sistem bahasa dan pengetahuan yang mengedepankan prinsip keterbukaan dan kesetaraan. Pola relasi timur (<em>orient</em>) dan barat (<em>occident</em>) yang berkembang selama ini tampaknya sudah kadung terjebak ke dalam sistem berfikir logika biner yang justru berpeluang untuk melanggengkan proses kolonialisasi secara simbolik. Dalam hal ini dipandang perlu untuk melihat kembali hubungan timur dan barat sebagai sebuah teritori kultural yang netral dan ranah politik budaya yang terbebas dari klaim sistem kepemilikan (<em>politics of dispossession</em>).</p>
<p><img title="Presentation by Menene Gras Balaguer (ES)" src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/presentasi_manene_gras_balaguer.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p><strong>Seni dan Teknologi</strong><br />
Perkembangan teknologi digital di abad ke-21 tak pelak lagi telah melahirkan dampak yang luar biasa bagi kehidupan kita. Melalui perkembangan teknologi digital, mekanime produksi informasi dan pengetahuan telah mengalami perubahan secara radikal. Dalam konteks ini, praktik seni kontemporer semakin mengalami perluasan dan tidak dapat dipisahkan dari berbagai aspek yang terkait dengan perkembagan teknologi. Sejak manusia primitif melukis di dalam gua, selalu ada aspek-aspek teknis yang secara inheren melekat dalam mekanisme produksi karya artistik dan ekspresi budaya. Hal ini mengemuka pada sesi seminar Art &amp; Technology yang dimoderasi oleh Fumihiko Sumitomo (Kurator independen, JP). Dalam presentasi yang disampaikan oleh Yukiko Shikata (Kurator independen, JP), digambarkan bagaimana perkembangan teknologi media telah menjadi semacam ekstensi indera (extended senses) yang banyak dimanfaatkan oleh para seniman untuk mencermati berbagai situasi dan persoalan yang ada di sekeliling mereka. Dalam hal ini, teknologi juga memiliki peran yang penting dalam melahirkan berbagai pendekatan baru dalam proses penciptaan dan penyebaran karya artistik di kalangan masyarakat luas.</p>
<p>Perkembangan teknologi media juga melahirkan berbagai bentuk pemahaman dan pendekatan yang baru dalam sistem representasi dan simulasi. Hal ini secara rinci dijelaskan dalam materi berjudul &#8220;My Cortext: Media Art and the Sensory Experience&#8221;, yang disampaikan oleh Prof. Yoon Joonsung (Global School of Media, Soongsil University, KR). Menurutnya wilayah irisan antara seni dan teknologi telah memberikan definisi yang baru bagi dunia pengalaman, identitas dan benda-benda, termasuk ruang dan waktu. Beda pengertian antara karya orisinil/reproduksi ataupun material/imaterial menjadi begitu cair karena teknologi media telah memungkinkan kita untuk menterjemahkan sensor indrawi menjadi data dan informasi yang dapat direproduksi dan disebarkan dengan mudah. Melalui aspek-aspek keterbukaan, konektifitas dan interaksi, pengalaman artistik juga telah mengalami perluasan makna, terutama ketika setiap orang dapat terlibat secara aktif dalam proses penciptaan dan penyebaran karya seni. Merujuk pada pemikiran Hans Belting dalam bukunya yang berjudul &#8220;Art History After Modernism&#8221; (2003), Prof. Yoon menyatakan bahwa meleburnya berbagai batasan yang sebelumnya berdiri secara mapan akan menjadi tantangan tersendiri bagi seniman dan medan sosial seni (art world) di masa depan.</p>
<p>Terkait dengan uraian di atas, Jen Mizuik (Direktur Experimenta, AU) memberikan gambaran bagaimana perkembangan di bidang seni dan teknologi juga berimplikasi pada mekanisme presentasi yang menjadi semakin spesifik dan membutuhkan konteks yang tepat. Hal ini misalkan tercermin dalam penyelenggaraan Experimenta, sebuah bienalle internasional seni media yang diselenggarakan di kota Melbourne pada tanggal 12 Februari s/d 14 Maret 2010. Perhelatan ini menampilkan sekitar 25 karya dari para seniman yang berasal dari Australia, Jepang, Austria, India, Jerman, Kanada, Prancis, Taiwan dan Inggris. Selain menyelenggarakan pameran, Experimenta juga menggelar serangkaian kegiatan pemutaran film &amp; video, lokakarya, seminar, diskusi, performance dan konser musik. Salah satu aspek yang penting dari perhelatan ini adalah aktifitas produksi informasi dan pengetahuan yang dikembangkan untuk meningkatkan partisipasi dan apresiasi masyarakat secara luas. Sebagai hasilnya, penyelenggaraan Experimenta berhasil melibatkan sekitar 100.000 pengunjung yang datang bergantian selama kegiatan ini berlangsung. Dalam kesempatan ini, publik luas mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan berbagai aspek yang terkait dengan perkembangan di bidang seni dan teknologi.</p>
<p>Perkembangan teknologi media yang berkembang sedemikian pesat tak luput dari persoalan dan kritik. Pada salah satu sesi presentasi, Dr. Bernhard Serexhe (Kurator kepala ZKM Media Museum, DE) menguraikan bahwa teknologi media telah menawarkan sebuah arena baru dimana informasi dan pengetahuan dapat diakses dan disebarkan oleh siapapun dengan mudah. Namun begitu, teknologi juga menawarkan representasi kenyataan yang telah mengalami proses seleksi dan kodifikasi. Sebagai hasilnya, kenyataan tidak lagi tampil dalam wujudnya yang utuh, melainkan telah dipecah ke dalam berbagai versi. Oleh karenanya, dapat dikatakan bahwa saat ini kita semakin sulit untuk berinteraksi dengan kenyataan secara total dan otentik. Dunia pengalaman telah digantikan oleh gambaran yang disebarkan melalui berbagai media yang ada di sekeliling kita. Di lain pihak, penggunaan media digital dan internet juga telah memungkinkan terjadinya aktifitas pengawasan yang melekat (<em>surveillance</em>), melalui penggunaan teknologi filter informasi yang kebanyakan dikembangkan untuk kebutuhan militer dan industri. Untuk itu dapat dikatakan bahwa perkembangan teknologi media juga memiliki aspek-aspek politis berupa kontrol dan hegemoni yang beroperasi secara halus. Dalam konteks ini barangkali seni dapat mempertegas kembali posisinya sebagai wahana inovasi, kritik dan refleksi.</p>
<p>Kyai Gede Utama, April 2010</p>
<p><em>* Penulis adalah seniman, bekerja untuk Common Room Networks Foundation (Common Room)</em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2010/mengurai-seni-kontemporer-asia-via-seoul-oleh-gustaff-h-iskandar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>LIDAH BERCABANG (Forked Tongue) &#124; Solo Exhibition by Adhya Ranadireksa &#124; PLATFORM3, 25 April – 15 Mei 2010</title>
		<link>http://commonroom.info/2010/lidah-bercabang-forked-tongue-solo-exhibition-by-adhya-ranadireksa-platform3-25-april-%e2%80%93-15-mei-2010/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2010/lidah-bercabang-forked-tongue-solo-exhibition-by-adhya-ranadireksa-platform3-25-april-%e2%80%93-15-mei-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Apr 2010 04:05:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[Photography]]></category>
		<category><![CDATA[Visual Arts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=838</guid>
		<description><![CDATA[Date: 25 April – 15 Mei 2010 Opening: 25 April 2010 pkl. 16.00 WIB (Followed by artist talk) Venue: Platform3, Jl. Cigadung Raya Barat no. 2, Bandung 40191 Deskripsi Singkat Adhya S. Ranadireksa, fotografer dengan fokus keahlian fotografi still life, merespon tawaran tema dari Platform3 “menyoal kolonialisme”, dengan mengetengahkan soal tubuh. Tubuh di sini adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" src="http://infoplatform3.files.wordpress.com/2010/04/25861_418439552106_623707106_5667551_2682102_n.jpg" alt="" width="480" height="677" /></p>
<p>Date: 25 April – 15 Mei 2010<br />
Opening: 25 April 2010 pkl. 16.00 WIB (Followed by artist talk)<br />
Venue: Platform3, Jl. Cigadung Raya Barat no. 2, Bandung 40191</p>
<p><strong>Deskripsi Singkat</strong><br />
Adhya S. Ranadireksa, fotografer dengan fokus keahlian fotografi still life, merespon tawaran tema dari Platform3 “menyoal kolonialisme”, dengan mengetengahkan soal tubuh. Tubuh di sini adalah organ tubuh yang diurai, dipajang, juga diawetkan. Di mata Adhya, organ-organ tubuh serupa ilustrasi. Ia mengilustrasikan tindakan kolonialis menguasai manusia jajahan lebih pada “organ dalam”, pada penguasaan indera, pada cara berpikir, cara bicara, cara pandang, cara merasa, pendek kata cara kita memandang dunia pun memahami diri sendiri. Adhya memotret organ-organ tubuh dalam berbagai posisi yang menyarankan kiasan tertentu. Kiasan ini serupa ungkapan “lidah yang bercabang”. Organ-organ tubuh, ketika diperlakukan seperti itu, menampakan bagaimana kita, selain menjadikan tubuh sebagai objek tatapan, juga memaknainya. Bagi Adhya, pemaknaan ini berdasar pada keyakinan bahwa penguasaan ala kolonialisme menjangkau jauh melebihi pengertian harfiah “koloni”.</p>
<p><span id="more-838"></span></p>
<p><em>Adhya Ranadireksa, a photographer with a focus on still life photography skills, responding to bids from Platform3 theme &#8220;Questioning colonialism&#8221;, the asserting about the body. Here is the organ of the body of a decomposed body, displayed, is also preserved. In the eyes Adhya, similar organs of illustration. He illustrates the action of human collectivities colonialist control over the &#8220;internal organs&#8221;, on the mastery of the senses, in ways of thinking, way of talking, ways of view, how to feel, in short, the way we view the world even understand ourselves. Adhya photographing organs in various positions which suggest a specific figure. This metaphor similar to the phrase &#8220;a forked tongue.&#8221; Organs of the body, when treated as such, reveals how we, in addition to the body as an object of stares, also interpret. For Adhya, meaning is based on the belief that mastery of the style of colonialism reach far beyond the literal sense &#8220;colony&#8221;.</em></p>
<p><em>Adhya Ranadireksa, born in Bandung in 1972, was educated at the Istituto Europeo Design in Rome, Italy with a major study of still-life photography (1994-1997), founder of Studio CREATORIVM Commercial Photo &amp; Graphic Design studio in Jakarta; Hypnosis photography. Agency, Jakarta; Inova Research School of Photography Photography for linguistic applications. Bandung; Communion illumination. Research for the common art of photography. Bandung; Kreator &amp; Ass Photography commercial photography studio in Jakarta. Several group exhibitions: 2010: “Definitive, Common Room, Makassar;” Mist “, Lawangwangi, Bandung, 2009:” Imagined Portraits “, Gallery Soemardja ITB, Bandung;” Bandung Art Now “, National Gallery of Indonesia, Jakarta; 2008:” A Decade of Dedication “, Selasar Sunaryo Art Space, Bandung,” Indonesian Dreams “, Erasmus Huis, Jakarta, 2007:” The 22nd Asian International Art Exhibition “(AIAE), Selasar Sunaryo Art Space, Bandung. Solo exhibitions: 1996: Solo Exhibition in CTS (Centro Turistico Studententesco) Rome, Italy; 1995: Solo Exhibition Annual Anniversary of IED Thema: Bianco Nero, Rome, Italy.</em></p>
<p>Informasi: <a href="http://infoplatform3.wordpress.com/" target="_blank">http://infoplatform3.wordpress.com/</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2010/lidah-bercabang-forked-tongue-solo-exhibition-by-adhya-ranadireksa-platform3-25-april-%e2%80%93-15-mei-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

