Tagged: Visual Arts RSS

  • blauloretta 7:01 pm on May 5, 2012 Permalink | Reply
    Tags: , , , Visual Arts,   

    [Workshop] YOUR CUP OF TEH? | Common Room | Minggu, 6 Mei 2012 

    YOUR CUP OF TEH?
    Dialog dan Proses Karya Bersama tentang Bahasa Populer di Indonesia dan Malaysia

    Tempat dan Waktu:
    Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8
    6 Mei 2012, pk. 10.00 – 17.00 WIB

    Di Indonesia dan Malaysia yang masyarakatnya terbentuk dari berbagai ras dapat menghasilkan beragam bahasa dan dialek yang dipergunakan dalam percakapan sehari-hari. Melalui workshop ini kami ingin menemukan lebih jauh berbagai bentuk pengaruh sosial yang membentuk bahasa ini sebagai kultur populer, selain sebagai hasil transisi dari masa lalu hingga masa kini. Selain dapat melihat fenomena bahasa yang dimanfaatkan ke dalam teks atau typography, kecenderungan ini juga memungkinkan kita untuk melihat efektifitas dan hasil penggunaan konten lokal untuk berkomunikasi secara visual. Misalnya di Malaysia, penggunaan kata “kepo” yang diduga berasal dari bahasa hokkian yang terdiri dari ‘Ke’ (bertanya) dan ‘Po/Apo’ (Orang tua atau Nenek-nenek yang suka bertanya). Kata “kepo” ini kemudian diadaptasi ke dalam kultur populer dan memberikannya makna baru, yaitu orang yang selalu ingin tahu.

    Workshop ini merupakan kerjasama antara Malaysia Design Students dan Common Room Networks Foundation. Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini silahkan hubungi Common Room di nomor 022-2503404.

     
  • blauloretta 7:56 am on August 15, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , , , , , Visual Arts   

    [Pameran] Let’s Die Together in 2012 | Bottlesmoker dkk. | 16 s/d 28 Agustus 2011 

    Pengantar Pameran
    Merayakan Kehancuran Total via Let’s Die Together in 2012

    Pameran ini secara khusus diinisiasi oleh Bottlesmoker, duo musisi elektronik yang dimotori oleh Angkuy dan Nobie. Dalam rangka peluncuran album ketiga mereka yang berjudul “Let’s Die Together in 2012″, Bottlesmoker mengajak beberapa seniman kota Bandung untuk bersama-sama menginterpretasi album ini ke dalam bentuk karya seni visual dengan media yang beragam. Pemilihan para seniman yang datang dari berbagai genre dan generasi ini dilakukan secara intuitif oleh Bottlesmoker yang mengandalkan jaringan pertemanan mereka di ranah offline dan online.

    Bottlesmoker mendapat inspirasi judul album dan pameran ini ketika tengah melaksanakan Bottlesmoker Asian Tour pada bulan Februari s/d Maret 2011. Pada saat itu mereka mengunjungi 5 negara yang terdiri dari Malaysia, Brunei, China, Hong Kong, dan terakhir Indonesia dengan sebuah konser yang dihelar di kota Medan. Semua dilaksanakan dalam rentang waktu 19 hari. Ketika mereka melawat ke China dan Hong Kong, beberapa rekan yang ditemui dalam perjalanan begitu meyakini ramalan kehancuran total yang akan terjadi pada tahun 2012. Hal ini kemudian menjadi sumber perbincangan yang begitu hangat diantara para kerabat Bottlesmoker sampai kemudian duo Angkuy dan Nobie merasa bahwa apabila proses kehancuran total itu akan terjadi, mereka akan menyambutnya dengan penuh suka cita.

    Teori tentang kehancuran total di tahun 2012 salah satunya dipicu oleh ramalan yang diprediksi oleh bangsa Maya melalui perhitungan kalender mereka. Alih-alih memandang kehancuran sebagai sesuatu yang mengerikan, Bottlesmoker justru memandang peristiwa ini sebagai sebuah hal yang ringan dan menyenangkan. Sepulang dari perjalanan Bottlesmoker Asian Tour 2011, duo Bottlesmoker seakan telah melakukan perjalanan spiritual dan mendapatkan energi artistik yang baru. Lepas dari materi album yang terkesan lebih berat dan gelap, secara konseptual mereka justru berharap bahwa teks “Let’s Die Together in 2012″ juga dapat dimaknai sebagai sebuah upaya untuk memanfaatkan sisa waktu dengan menikmati keindahan, kedamaian dan kebahagiaan.

    Pada prosesnya album “Let’s Die Together in 2012″ memanfaatkan berbagai materi lama yang telah digarap dan disimpan di dalam hardisk mereka sejak tahun 2005 s/d 2007. Setelah melakukan serangkaian modifikasi dan berbagai penambahan materi, alhasil mereka dapat merilis sekira 12 lagu yang mencerminkan sisi lain dari Bottlesmoker yang selama ini dikenal sebagai duo musisi yang selalu menciptakan musik yang serba ringan. Ketika mempersiapkan penyelenggaraan pameran yang sekaligus menjadi momen peluncuran album, ada banyak diskusi menarik yang terjadi diantara personil Bottlesmoker serta para seniman yang terlibat di dalam proyek ini. Dapat dikatakan bahwa intuisi mereka telah berhasil mempertemukan para seniman yang memiliki latar belakang kekaryaan serta gagasan artistik yang menarik dan sangat sangat beragam.

    Satu hal yang barangkali perlu dicatat adalah semangat kebebasan yang dimiliki oleh Bottlesmoker yang begitu besar, sehingga mereka dengan sungguh-sungguh mendengarkan dan mencoba untuk merealisasikan setiap ide yang dimiliki oleh para seniman yang terlibat. Alhasil pada sepanjang prosesnya para seniman yang terlibat tampak begitu antusias untuk menciptakan karya yang memanfaatkan media dan format yang bermacam-macam. Beberapa seniman yang terlibat di dalam pameran ini antara lain adalah: Deden Sambas, Gustaff H. Iskandar, Sir Dandy Harrington, Evan Driyananda & Attina Nuraini (Recycle Experience), Muhammad Akbar, Sundea (Salamatahari), Doly Harahap, Heickel Alkatiri, Mufti Priyanka a.k.a Amenk, Ageng Purna Galih, Taufik Akbar a.k.a Fikart, Ken Terror, Ykha Amelz dan Marina Tasha Avianty. Melalui karya mereka, barangkali kita dapat sama-sama melihat bahwa ide tentang kehancuran juga dapat bermutasi menjadi gagasan yang mendorong terjadinya proses penciptaan yang menawarkan keberagaman perspektif baru yang reflektif dan menyenangkan.

    Kyai Gede Utama, 11 Agustus 2011

    Info seniman: http://letsdietogetherin2012.tumblr.com/

     
  • blauloretta 4:13 am on August 10, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , , , , , , , Visual Arts,   

    Informasi Agenda Kegiatan Common Room | Agustus 2011 

    [Workshop] PURE DATA, Kamis, 11 Agustus 2011, Pk. 15.00 – 18.00 WIB | [Gathering] Ngaritwit: Ngariung Twitterian Bandung, Jumat, 12 Agustus 2011, Pk. 15.00 – 18.00 WIB | [Gathering] Menyambut Lebaran Hijau: Buka bersama YPBB, Minggu, 14 Agustus 2011, Pk. 15.00 – 20.00 WIB | [Pameran] Let’s Die Together in 2012, Selasa, 16 Agustus 2011, Pk. 17.00 – 20.00 WIB | [SOFT LAUNCH] KAHOT.STORE, Selasa, 16 Agustus 2011, Pk. 19.00 WIB | KEGIATAN REGULER: Pertemuan Mingguan Bandung Oral History, Pertemuan Mingguan OpenLabs, Pertemuan Mungguan Kelas Karinding (KEKAR), Latihan Mingguan Flava Madrim, Latihan Mingguan PAPERBACK | PROGRAM SIARAN RADIO ONLINE: Madness Monday (Senin, Pk. 19.00 – 22.00), Gigsonsky (Selasa, Pk. 19.00 – 22.00), Perempuan Pisan (Rabu, Pk. 16.00 – 18.00), Radiologia (Rabu, Pk. 19.00 – 22.00), Kamis Tiris (Kamis, Pk. 19.00 – 22.00) dan Our Playlist / Live Streaming / 24 Hours Loop ( Jumat, Sabtu dan Minggu *tentative).

    (More …)

     
  • blauloretta 10:51 am on June 3, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , , , , , , Visual Arts   

    Informasi Agenda Kegiatan Common Room | Juni 2011 

    [Pameran] icapture 1.0: Sinematic Photography oleh Ageng Purna Galih, 4-19 Juni 2011 | [Diskusi] Pertemuan Bilateral Presiden Gaban (Man Jasad) dan Presiden Panas Dalam Serikat (Pidi Baiq), 9 Juni 2011 | [Diskusi] Don’t Drink and Drive Campaign, 18 Juni 2011 | [Diskusi] Sharing Radio Online*, 19 Juni 2011 | [Diskusi] Seni dan Politik di Kota Bandung*, 23 Juni 2011 | [Diskusi] Mitos, Sejarah, dan Narasi Visual, 24 Juni 2011 | Kegiatan Rutin: Pertemuan mingguan Bandung Oral History (BOH), Pertemuan mingguan Openlabs, Pertemuan mingguan Kelas Karinding, dan Latihan mingguan Pencak Silat.

    Nu:SubstanceFestival/2011/Polarities | 1 – 16 Juli 2011 | More info soon!
    Pameran Seni Bebunyian [DERAU], Kajian Seni, Politik dan Teknologi, Botram + Public Campaign: Save Manglayang Mountain, Network Gathering, Site Visit: Gang Sesama + Papalidan di Cikapundung, Konser [In] Visible Spectrum, Presentasi Software dan Hardware, Resital Kelas Karinding, dan [Costume Party]: “Pihak Berwajib”.

    *Program pra-event Nu:SubstanceFestival/2011/Polarities

    (More …)

     
  • blauloretta 7:50 am on May 20, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , , Visual Arts   

    Syair Lisan oleh Deden Sambas W.A.F | 20 Mei s/d 2 Juni 2011 

    Syair Lisan oleh Deden Sambas W.A.F
    Common Room, 20 Mei s/d 2 Juni 2011
    Pembukaan: 20 Mei 2011, Pk. 18.30 – 21.00 WIB
    Diskusi: 26 Mei 2011, Pk. 15.00 – 17.30 WIB
    Narasumber: Deden Sambas dan Prof. Dr. Bambang Sugiharto.

    Syair Lisan: Aneh Tapi Nyata
    Deden Sambas W.A.F. adalah seniman yang dilahirkan di kota Bandung pada tanggal 15 Juni 1963. Selama ini, Deden Sambas dikenal sebagai salah seorang seniman yang gemar mengeksplorasi berbagai medium yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pada kesempatan ini, Deden Sambas akan menyoroti penggunaan teks verbal yang kerap ia temui dalam keseharian dan menampilkannya dalam karya visual dan performance.

    Pameran ini berawal dari perbincangan tentang fenomena bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Selama beberapa waktu terakhir dengan tekun Deden mengumpulkan berbagai teks, kata ataupun ekspresi yang berasal dari kehidupan personal dan lingkungan kesehariannya. Alhasil ia menampilkan serupa koleksi teks yang beraneka wujud dimensi makna dan rasanya. Selain itu, karyanya kali ini juga mencerminkan rekaan imajinasi kolektif yang terhadirkan melalui sebentuk karya instalasi di ruang galeri Common Room. Secara selintas Syair Lisan karya Deden Sambas telusuri dunia bahasa yang demikian banal, personal dan partikular, sampai pada untaian bahasa suci yang dituliskan dalam huruf China. Ada semacam sense of place yang tidak tergambarkan namun mewujud pada konfigurasi huruf dan deret kata yang terpampang lugas dalam pameran ini.

    Barangkali Syair Lisan dari Deden Sambas secara jernih proyeksikan dunia bahasa masyarakat kontemporer yang saat ini semakin penuh dengan bermacam ambivalensi dan paradoks. Bahasa selama ini kita pikir terkunci dalam rantai prosedur semiotik yang begitu keras ditancap sekrup besi. Namun bahasa ternyata bisa juga diombang-ambing dunia makna yang serba tidak jelas dan lentur seperti karet. Bahasa bisa begitu halus menyepuh lapis demi lapis kenyataan, namun seketika bisa membakar hati dan sakiti perasaan. Bahasa menghubungkan, tapi juga mengalienasi. Ia ikut menentukan jarak dan batas, serta sistem representasi. Melalui bahasa, dunia sekeliling dapat miliki wujud yang tercerap indera. Persepsi tentang dunia dibangun dengan menggunakan bahasa, namun juga bisa hancur berantakan karenanya. Syair Lisan karya Deden Sambas adalah sejenis syair yang aneh tapi nyata.

    Kyai Gede Utama, 20 Mei 2011

    (More …)

     
    • Rini 8:25 am on May 20, 2011 Permalink

      Apabila saya berniat mengundang pembicara Bpk Deden Sambas dan Prof.Bambang Sugiharto dalam suatu acara (durasi 1 jam) bisa tidak ya? trims.

    • blauloretta 10:00 am on May 20, 2011 Permalink

      Hallo Ibu Rini, barangkali ibu dapat menghubungi yang bersangkutan secara langsung. Mudah-mudahan mereka berkenan.

c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel
escort ankara escort ilan escort ankara ilan
xvideos porn xhamster dn porn ei porn welcome to extremeporn cools video centerextreme pornextreme tube new hd porn sites xvideos porn