Tagged: Technology RSS

  • blauloretta 5:37 am on July 9, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , , , , , , , , , , , , Technology, ,   

    Nu-Substance Festival 2010: Floating Horizon || Bandung, 9 July – 1 August 2010 

    Photobucket

    Nu-Substance Festival 2010: Floating Horizon
    Selama beberapa tahun terakhir, ada banyak sekali lompatan yang terjadi di dalam wilayah irisan yang mempertautkan perkembangan di bidang teknologi komunikasi, media baru dan praktik budaya dalam lingkup kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa perkembangan di bidang teknologi komunikasi dan media baru semakin mempengaruhi cara pandang kita dalam memahami kenyataan, sehingga ikut mengkonstrusi berbagai bentuk nilai dan etika yang kemudian beroperasi di tengah-tengah masyarakat.

    Di level tertentu, perkembangan ini dapat dikatakan sebagai bagian dari konstelasi baru yang berkembang melalui berbagai bentuk inovasi dan inisiatif yang menggejala di tingkat lokal maupun internasional. Bertumbuhnya akses, keterbukaan dan konektifitas yang dimungkinkan melalui penggunaan teknologi komunikasi dan media baru telah ikut membentuk wajah peradaban dunia secara global. Dalam perkembangannya, hal ini semakin meleburkan sekat teritori politik dan budaya melalui serangkaian pola interaksi sosial dan ekonomi yang baru.

    Meskipun hadir dengan sosok yang samar-samar, kemunculan kondisi baru yang berkembang saat ini setidaknya telah ikut mewarnai sebuah era yang ditandai dengan kehadiran berbagai bentuk situasi turbulensi yang melahirkan dinamika, tantangan dan riak perubahan di tengah-tengah masyarakat luas. Di satu sisi, hal ini kemudian mendorong lahirnya rasa ingin tahu dan antusiasme dalam menyambut berbagai prospek, aransemen dan spekulasi mengenai masa depan yang baru. Namun begitu, tampaknya pada saat yang bersamaan kondisi ini juga ikut menghadirkan berbagai bentuk kebingungan, keraguan dan skeptisisme yang mendalam di kalangan masyarakat luas.

    (More …)

     
  • Idharrez 10:30 am on June 24, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , Technology,   

    Internet: Jerat, Ilusi dan Kuasa | Oleh Yasmin Kartikasari (Bagian 3-selesai) 

    Internet, Media, Kuasa dan Politik

    “Power can be bias in Internet, between powerful/ powerless are intertwine”[1]

    (Tim Jordan)

    Pada awal 1980-an, teknologi internet baru hadir di Indonesia untuk keperluan Universitas Indonesia (UI) saja. Pada masa itu infrastrukturnya belum mendukung sehingga internet tidak berkembang secara luas. Baru di tahun 1994, provider swasta mulai membuka jaringan dan internet mulai digunakan publik secara luas pada tahun 1995. Pada masa itu penggunaan internet belum terlalu marak karena biaya pemasangan dan kepemilikan jaringan masih mahal dan membutuhkan sambungan telepon pribadi untuk menyambung internet.[2]

    Keberadaan internet ternyata mampu menjadi media alternatif bagi masyarakat untuk mencari dan menyebarkan informasi, yang pada masa itu penyebarannya masih sangat dibatasi dan diatur sepenuhnya oleh Negara. Internet seakan menjadi angin segar yang menggugah masyarakat untuk lebih berani dan proaktif. Terbukti, internet menjadi salah satu alat untuk menggulingkan Soeharto dan tatanan Orde Baru yang dibangunnya.[3] Caranya?

    (More …)

     
  • Idharrez 10:21 am on June 24, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , Technology,   

    Internet: Jerat, Ilusi dan Kuasa | Oleh Yasmin Kartikasari (Bagian 2) 

    Internet: Teknologi, Sosial dan Budaya.

    Internet, seperti keberadaan teknologi lainnya, seakan menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi membantu dan memudahkan manusia, dan di sisi lainnya menjadi kebalikan dari sisi lainnya. Ia mampu merusak, menghilangkan dan mengeliminasi. Dalam hal ini tampaknya internet akan selalu ada untuk siapapun yang membutuhkan, dimanapun dia berada, dan kapanpun dia mau.

    Anytime, everywhere, anywhere. Itulah sifat teknologi di masa kini yang akan selalu siap kapanpun, dimana pun, dan bagi siapapun yang membutuhkannya. Teknologi memberikan kemudahan, kenikmatan, kesenangan, sekaligus kesementaraan, kemewahan, dan hampir segalanya bagi kita ketika melalui dan memaknai hidup. Akhirnya: mereka menguasai kita.

    Dengan segala kemudahan dan kenikmatan yang diberikan, teknologi layaknya mata uang koin bersisi dua, selalu menempel dan membayangi sisi lainnya. Teknologi juga mirip seperti selembar kertas HVS yang pada salah satu sisinya diisi tulisan dan sisi satunya dibiarkan kosong: meng-ada-kan dan men-(t)iada-kan. Akhirnya: mereka mengakar, menggurita dan mengeruk; mengubah pola perilaku dan ritme hidup kita.

    (More …)

     
  • Idharrez 10:09 am on June 24, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , Technology,   

    Internet: Jerat, Ilusi dan Kuasa | Oleh Yasmin Kartikasari (Bagian 1) 

    “Baudrillard’s hyperreality is not a map at all, but a participative process that may shape us, or may allow us to shape our surroundings. There is no other controller. Governance is our own hands but is set to mass agendas. The cybernetic loop has closed on postcapitalist society and cyberspace.”[1]

    (Andrea Keay, Hiperreality and Cyberspace)

    Dunia dalam dunia.[2] Itulah posisi internet di dunia ini. Dunia yang ada, hadir, dan bersanding secara paralel dengan dunia nyata. Dunia yang bukan lagi sebuah keberadaan fisik, namun sebuah ruang patafisika. Ia tidak dapat diraba, namun hadir; tidak dapat di sentuh, namun ada; seperti yang dijelaskan oleh Baudrillard (diungkapkan oleh Yasraf Amir Piliang) dalam uraian berikut:

    “Ia adalah sesuatu di luar ada, dalam pengertian sebuah kategori yang melampaui, baik fisika maupun metafisika. Dalam pengertian, ia bukan fenomena fisik, bukan juga metafisik, ia adalah patafisika (phataphysics). Ia adalah sesuatu yang menfakta, dalam pengertian bisa dirasakan, dilihat, diraba, didengar, tetapi tidak nyata (real), dalam pengertian tidak mengikuti hukum-hukum fisika Newtonian, akan tetapi tidak juga bersifat metafisik, oleh karena ia dapat dicapai oleh kapasitas intuisi, bahkan indra manusia.”[3]

    Itulah (ciri-ciri) internet. Lalu, bila aku yang mengatakan, ia hanya berupa digit-digit yang mereplikasi keberadaan bentuk fisik agar dapat hadir secara bersamaan, di waktu yang sama, namun terpisah oleh jarak, meskipun kemudian keberadaan jarak menjadi irelevan karena membiasnya batasan antara ruang. Dalam hal ini seakan kita semua berada pada satu titik yang sama untuk bisa saling berkomunikasi, bercanda, bercumbu, atau sekedar menjelajah dunia. Semuanya menjadi bertumpuk, namun tidak meluas dan tidak meninggi; menyalahi aturan matematis akan keruangan dan dimensi; mengubah struktur penunjang akan bentuk fisik dunia dan isiannya.

    (More …)

     
  • blauloretta 9:08 am on June 3, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , , , , Technology,   

    Experimentasi Media | Biosampler, 2001 

    Audio/visual experimentation by Biosampler back in 2001. Using overhead projectors (with various liquids and objects), video projectors, and slide projectors. As for Audio, we’re using pc’s running fruity loops and various tracker softwares, keyboard, bass, didgeridoos, and electric guitar. (CSB)

    For us, VJ-ing is more than projecting real time combined images on a screen. I’d like to look at it as an activity of creating an evolving visual experience/ universe. First, the gap between spectator/ performer, stage/ seat, premeditated/ spontaneous, mine/ yours etc; should be obliterated. To rebuild something we have to destroy/ deconstruct the initial form and limitations. Second, interaction and respond is imminent. By doing so, we have created a moebius loop where an idea shall move back and forth, left to right, passed from person to person, and it would evolve and change while being so. And that is Real Time Interaction. It’s like a complex game of “pong”.” (CSB)

    Biosampler
    The year 2000 was the early stage of collaborative meeting from a group of people with similar concern and interest in Muararajeun Kaler area. An intense gathering in a house that located in a dense suburban area in Bandung has emerging into a so-called ‘collective attitude’, which is regarded as an act of self-indulgent through a creative process. Each member of this collective often use computer technology, creating piles of works in analog and digital format of sounds, music, images, animations, films, etc. From personal activities, it then has expanded into a collective act to form artistic composition through the creating sensation of sounds, light, and space; which is done spontaneously and sometimes with diverse goal and objective. Some surprising results often happen from their freedom to act and create, as well as dialogues and intervention. What they did has been growing from a daily attitude into an art performance.

     
  • blauloretta 11:00 am on May 27, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , , , , Technology, ,   

    Mengurai Seni Kontemporer Asia via Seoul | Oleh Gustaff H. Iskandar* 

    Beberapa waktu yang lalu, sebuah kompetisi seni kontemporer bertajuk Asia Art Award (A3) diselenggarakan di kota Seoul, Korea Selatan. Perhelatan ini diselenggarakan oleh CJ Culture Foundation, Alternative Space LOOP, dan Korea Sports Promotion Foundation yang juga didukung oleh beberapa institusi budaya yang berasal dari beberapa negara Eropa dan Asia Pasifik. Sejak tanggal 9 April s/d 6 Juni 2010, kompetisi ini menampilkan karya dari 6 finalis yang dipamerkan di Soma Museum of Art yang terletak di kompleks Olimpiade Seoul. Mereka terdiri dari Apichatpong Weerasethakul (TH), Ashok Sukumaran (IN), ChimPom (JP), Jompet Kuswidananto (ID), Shi Jin Song (CN) dan Yangachi (KR). Tampil sebagai pemenang pertama yang berhak mendapatkan hadiah sebesar USD. 20.000,- adalah Apichatpong Weerasethakul yang menampilkan karya video dengan judul “Phantoms of Nabua” (2009).

    Kompetisi ini digadang-gadang sebagai babak baru perkembangan seni kontemporer di wilayah Asia. Suh Jinsuk, kurator dari Alternative Space LOOP yang bertindak sebagai direktur kompetisi ini menuliskan bahwa A3 merupakan titik balik bagi perkembangan seni rupa di Asia yang sebelumnya selalu mengekor perkembangan seni kontemporer barat. Tidak tanggung-tanggung, untuk menyelenggarakan kompetisi ini panitia melibatkan sekitar 42 ahli dari Korea Selatan, Jepang, Cina, India dan beberapa negara di wilayah Asia Tenggara, termasuk kurator Agung Hujatnikajennong yang mewakili Indonesia. Mereka secara khusus diundang untuk merekomendasikan sekitar 42 seniman yang kemudian diseleksi oleh 7 orang juri utama yang diminta untuk mengusulkan 6 finalis. Adapun dewan juri yang dilibatkan dalam kompetisi ini adalah Alexandra Munroe (US), Apinan Poshyananda (TH), Carolyn Christov-Bakargiev (US), Fumio Nanjo (JP), Jonathan Watkins (UK), Kim Honghee (KR) dan Wu Hung (CN).

    (More …)

     
  • blauloretta 12:05 pm on March 22, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , , , , , Technology   

    Meneropong Masa Depan Lewat transmediale.10: Futurity Now! 

    transmediale.10

    Oleh Gustaff H. Iskandar*

    Pertunjukan malam itu ditutup dengan sebuah dentuman besar yang membahana ke segala penjuru ruangan. Sejenak sekitar 1000 pemirsa yang hadir malam itu terkesiap senyap selama beberapa detik. Tak lama berselang, ruang auditorium House of World Culture (HKW) dipenuhi oleh riuh rendah tepuk tangan pemirsa yang mengiringi kepergian Ryoji Ikeda ke belakang panggung. Hadir dengan tajuk Pattern Recognition, acara malam itu menyuguhkan pertunjukan multimedia berjudul Materia Obscura milik Jurgen Reble & Thomas Koner (DE), serta Test Pattern yang ditampilkan oleh Ryoji Ikeda & Tomonaga Tokuyama (JP). Kedua pertunjukan ini menampilkan komposisi bebunyian yang berpadu sempurna dengan karya visual yang ditampilkan dalam format raksasa. Selama kurang lebih satu jam lamanya para pemirsa disuguhi pertunjukan bebunyian, dibalut citraan gambar bergerak yang membawa kita ke alam fantasi dan teror gelap masa depan.

    Acara di atas merupakan salah satu suguhan utama di hari ke-2 dalam rangkaian kegiatan transmediale.10, sebuah festival seni dan kultur digital yang berlangsung mulai tanggal 2 – 7 Februari 2010 di gedung HKW Berlin. Melalui tema Futurity Now!, festival transmediale.10 mengajak khalayak ramai membicarakan masa depan melalui serangkaian kegiatan pameran, konferensi, workshop, pertunjukan, pemutaran film & video. Selain itu, festival ini juga menampilkan beberapa program satelit dan konser musik yang menampilkan karya dan pemikiran dari para seniman, desainer, musisi, pemikir, kritikus, ahli teori, blogger, praktisi media dan peneliti dari berbagai belahan dunia. Beberapa diantara peserta yang terlibat diantaranya adalah Ryoji Ikeda (JP), Gabriella Giannachi (IT), Drew Hemment (UK), Regine Debatty (BE), Jem Finer (UK), Jan Edler (DE), Maja Kuzmanovic (HR/ BE), Joy Ayo Tang (TW), Jaromil (IT/ NL/ BE), Alice Miceli (BR), Tapio Makela (FI), Juliana Rotich (KE), dsb. Sejatinya festival ini membincangkan berbagai fenomena terkini dalam ranah eksplorasi di bidang seni dan teknologi, serta dampaknya secara sosial, politik, ekonomi dan kebudayaan secara luas.

    (More …)

     
  • Idharrez 8:18 am on March 8, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , , , Technology,   

    Workshop & Diskusi Aplikasi Video Untuk Live Performance | Common Room | 11 Maret 2010 

    biosampler

    For us, VJ-ing is more than projecting real time combined images on a screen. I’d like to look at it as an activity of creating an evolving visual experience/ universe. First, the gap between spectator/ performer, stage/ seat, premeditated/ spontaneous, mine/ yours etc; should be obliterated. To rebuild something we have to destroy/ deconstruct the initial form and limitations. Second, interaction and respond is imminent. By doing so, we have created a moebius loop where an idea shall move back and forth, left to right, passed from person to person, and it would evolve and change while being so. And that is Real Time Interaction. It’s like a complex game of “pong”.” (Chainsmokingbastard/ Biosampler)

    Date
    Thursday, March 11, 2010
    Time
    3:00 – 6:00 PM
    Location
    Common Room, Jl. Kyai Gede Utama No. 8

    Deskripsi Singkat
    Aplikasi medium video, seperti yang sudah lebih banyak dikenal terlebih dulu, dapat kita lihat pada iklan TV, film digital, maupun video klip. Dengan semakin berkembangnya teknologi video dan media digital, beberapa tahun belakangan video juga mulai dimanfaatkan untuk mendukung live performance. Pemanfaatan video dalam pertunjukan dapat menjadi pendukung dari sebuah pagelaran, selain dapat juga berdiri sendiri sebagai sebuah karya seni.

    Dalam program ini, akan membahas beberapa aspek penting pemanfaatan medium video untuk aktifitas live performance. Pendekatan untuk aplikasi ini sedikit berbeda dengan beberapa pemanfaatan video untuk kepentingan yang lain. Dalam sebuah live performance, sesuai dengan namanya, video dapat dimainkan secara langsung. Kemampuan untuk berfikir dan bertindak cepat dalam memainkan video menjadi sangat penting, karena di dalam sebuah pertunjukan dituntut kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan flow dan audience. Sangat berbeda dengan proses pembuatan video yang telah dikenal sebelumnya, dimana materi video dapat di edit sesuai dengan keinginan tanpa waktu yang terbatas.

    (More …)

     
  • blauloretta 5:45 am on February 23, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , , , , , , , , Technology,   

    Critical Reflection & Speculative Review on Art, Culture, ICT/ Media in Bandung – Indonesia 

    This material was presented during the opening of 1st FOWAB gathering at Common Room, 18 February 2010. Read event review at ruangfreelance (by Dian Ara) and dailysocial (by Wiku Baskoro). FOWAB (Forum Web Anak Bandung) is being initiated by iCreativelabs, Chocaholic, Gagas Imaji, Rave Warrior, Galenic, and ThinkRooms.

     
  • blauloretta 4:57 pm on November 12, 2009 Permalink | Reply
    Tags: , , , Technology,   

    Photos from Nu-Substance 2009: Resonance | Festival for Open Culture, Technology & Urban Ecology 

    Nu-Substance2009: Resonance | Interactive Installation and Video Exhibition (More …)

     
    • ruiz 6:19 pm on November 13, 2009 Permalink

      beleza pura!!!!

    • blauloretta 10:44 pm on November 13, 2009 Permalink

      Hey Ricardo…what is that means?

c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel