<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Common Room Networks Foundation &#187; Screening</title>
	<atom:link href="http://commonroom.info/tag/screening/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://commonroom.info</link>
	<description>Open Platform for Art, Culture &#38; ICT/Media &#124;&#124; Bandung - Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 05:07:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Pemutaran dan Diskusi Film Dokumenter “Linimas(s)a” &#124; Common Room, 29 April 2011</title>
		<link>http://commonroom.info/2011/film-dokumenter-linimassa-2011/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2011/film-dokumenter-linimassa-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 May 2011 13:45:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Media Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Screening]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2004</guid>
		<description><![CDATA[Program kajian media Common Room menyelenggarakan berbagai diskusi, workshop, atau pemutaran film mengenai pelbagai fenomena yang terkait dengan perkembangan media dan teknologi informasi serta signifikansinya dengan perkembangan masyarakat di sekitar kita. Kali ini Common Room akan menyelenggarakan pemutaran film dokumenter “Linimas(s)a”. “Linimasa” atau “timeline” merupakan istilah yang banyak digunakan dalam penggunaan media sosial di tengah-tengah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-2005" title="linimasa_640" src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2011/05/linimasa_640.jpg" alt="" width="640" height="945" /></p>
<p>Program kajian media Common Room menyelenggarakan berbagai diskusi, workshop, atau pemutaran film mengenai pelbagai fenomena yang terkait dengan perkembangan media dan teknologi informasi serta signifikansinya dengan perkembangan masyarakat di sekitar kita. Kali ini Common Room akan menyelenggarakan pemutaran film dokumenter “Linimas(s)a”.</p>
<p>“Linimasa” atau “timeline” merupakan istilah yang banyak digunakan dalam penggunaan media sosial di tengah-tengah “massa” digital. Istilah ini bisa berarti kanal informasi yang digunakan oleh kelompok, komunitas ataupun masyarakat luas. Film dokumenter “Linimas(s)a” menggambarkan kekuatan gerakan sosial di ranah offline maupun online, yang saling beresonansi, bersinergi dan menguatkan secara masif. Film ini juga menceritakan pemanfaatan Internet dan media sosial oleh orang biasa untuk melakukan hal yang luar biasa. Film dokumenter ini berdurasi 45 menit dan memiliki subtitle dalam bahasa Inggris. Gratis dan terbuka untuk umum.</p>
<p>Pembicara: Yasraf Amir Piliang (Forum Studi Kebudayaan ITB) dan Donny B.U. (Internet Sehat, produser Film Linimas(s)a) | Moderator: Gustaff H. Iskandar (Common Room)</p>
<p>URL: <a href="http://kalamkata.org/2011/02/20/linimassa-program-film-dokumenter/" target="_blank">http://kalamkata.org/2011/02/20/linimassa-program-film-dokumenter/</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2011/film-dokumenter-linimassa-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Informasi Agenda Kegiatan Common Room &#124; April 2011</title>
		<link>http://commonroom.info/2011/informasi-agenda-kegiatan-common-room-april-2011/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2011/informasi-agenda-kegiatan-common-room-april-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Apr 2011 04:49:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Concert]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[Media Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Screening]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=1929</guid>
		<description><![CDATA[AFS BINA ANTAR BUDAYA, 3 April 2011 &#124; MAKRO DAN MIKRO, konser musik elektroakustik dan diskusi seputar komposisi karya Babang Dwiatmoko (Salatiga), 8 April 2011 &#124; COOLTURE COLLAB oleh KICK Denim, 9 s/d 10 April 2011 &#124; ON DISPLAY: Is This Art? Pameran oleh Punjung Wratsongko, 12 s/d 19 April 2011 &#124; KAJIAN MUSIK: Berbagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2011/04/agenda_april.png" alt="" width="640" height="451" /></p>
<p><strong>AFS BINA ANTAR BUDAYA</strong>, 3 April 2011 | <strong>MAKRO DAN MIKRO</strong>, konser musik elektroakustik dan diskusi seputar komposisi karya Babang Dwiatmoko (Salatiga), 8 April 2011 | <strong>COOLTURE COLLAB</strong> oleh KICK Denim, 9 s/d 10 April 2011 | <strong>ON DISPLAY: Is This Art?</strong> Pameran oleh Punjung Wratsongko, 12 s/d 19 April 2011 | <strong>KAJIAN MUSIK:</strong> Berbagi Kiat Tur Musik ke Mancanegara, 13 April 2011 | <strong>BEDAH BUKU JAKARTABEAT:</strong> Jurnalisme Musik dan Relevansinya Sebagai Media Kritik Sosial, 16 April 2011 | <strong>#ROUGHCUT03:</strong> Pertunjukan Musik Eksperimental dan Improvisasi Bebunyian, 17 April 2011 | <strong>TUGITU UNITE (Solo):</strong> SILATURAHMI, 22 s/d 24 April 2011 | <strong>KAJIAN MEDIA:</strong> Pemutaran film dokumenter “Linimas(s)a” dan diskusi “Media Sosial dan Perubahan”, 29 April 2011 | <strong>PERINGATAN HARI BUMI:</strong> Diskusi Menggalang Inisiatif Warga Untuk Lingkungan Yang Lestari, 30 April 2011 | <strong>KEGIATAN RUTIN:</strong> Pertemuan Mingguan Bandung Oral History, Pertemuan Mingguan OpenLabs, Workshop Animasi Flash bersama Wahyu, Kelas Privat Kacapi Suling bersama Iman Jimbot, dan Pertemuan Mingguan Kelas Karinding (KEKAR) bersama Hendra Attack.</p>
<p><span id="more-1929"></span></p>
<p><strong>AFS BINA ANTAR BUDAYA</strong><br />
Waktu	: 3 April 2011, pukul  09.00 &#8211; 16.00 WIB<br />
Tempat	: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p>Bina Antar Budaya bermitra dengan AFS Intercultutral Program memberikan kesempatan bagi para siswa Indonesia yang duduk di bangku SMU kelas 1, untuk dapat tinggal dan belajar baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang melalui seleksi di Amerika Serikat, Australia, Belanda, Belgia, Italia, Jepang, Jerman, Norwegia, Perancis dan Swiss. Kegiatan ini akan memperkenalkan apa itu AFS dan Bina Antarbudya, serta tahap-tahap seleksi dan booth pameran dari beberapa negara tujuan. Info lebih lanjut mengenai Bina Antarbudaya hubungi Agung di nomor: +6285659012202 | URL: <a href="http://bina-antarbudaya.info/" target="_blank">http://bina-antarbudaya.info</a></p>
<p><strong>MAKRO DAN MIKRO: Konser Musik Elektroakustik dan Diskusi Seputar Komposisi karya Bambang Dwiatmoko (Salatiga)</strong><br />
Waktu	: 8 April 2011, pukul 19.30 &#8211; 22.00 WIB<br />
Tempat 	: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p>Pertunjukan ini akan menampilkan komposisi musik elektroakustik yang terdiri dari soundscape (bebunyian lingkungan sekitar), musik kongkrit dari instrumen tradisi gamelan dan elektronik, serta suara synthesizer. | URL: <a href="http://www.myspace.com/bambangkisadrakh" target="_blank">http://www.myspace.com/bambangkisadrakh</a></p>
<p><strong>COOLTURE COLLAB oleh KICK Denim</strong><br />
Waktu		: 9 s/d 10 April 2011<br />
Tempat		: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama No. 8, Bandung<br />
Pembukaan	: 9 April 2011, pukul 18.00 WIB &#8211; 21.00 WIB<br />
<em>* Pembukaan menampilkan pertunjukan musik akustik dari JERUJI, D&#8217;Ponis, serta DJ Uja x DJ Babam.</em></p>
<p>KICK Denim akan menampilkan karya dari beberapa seniman dalam bentuk 2 dan 3 dimensi, yang merupakan percampuran dari karya digital imaging, ilustrasi, tipografi dan desain produk. Adapun beberapa seniman yang kali ini berkolaborasi dengan KICK denim adalah:</p>
<p><strong>Kazuhiko Kawahara</strong> (JP) seorang arsitek dan fotografer yang mengeksplorasi batasan bentuk dan menggubahnya menjadi struktur serta sistem yang tersembunyi.</p>
<p><strong>Arthur Leipzig</strong> (US) seorang fotografer kelahiran New York yang telah berpengalaman puluhan tahun menjadi fotojurnalis dan berkeliling dunia. Dia telah mengajar selama 28 tahun di Universias Long Island dan meraih gelar Professor Emeritus.</p>
<p><strong>Rick Burton</strong> (US) Lahir dan besar di Atlanta, mendapatkan gelar Master of Art dari California College of the Arts. Sekarang bekerja sebagai fotografer dan tinggal di New York.</p>
<p>Info lebih lanjut tentang COOLTURE COLLAB hubungi Ivan di nomor +62817229362 | URL: <a href="http://kickdenim.com/" target="_blank">http://kickdenim.com/</a></p>
<p><strong>ON DISPLAY: Is This Art? Pameran oleh Punjung Wratsongko</strong><br />
Waktu	: 12 s/d 19 April 2011, pukul 10.00 &#8211; 17.00 WIB<br />
Tempat 	: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p>Punjung Wratsongko dilahirkan pada 3 Februari 1975. Pada tahun 1998 ia lulus dari program studi Desain Komunikasi Visual FSRD – ITB dan menjadi salah seorang pioneer perkembangan seni multimedia di kota Bandung. Pada sekitar tahun 2000 Punjung ikut terlibat dalam aktifitas Biosampler, sebuah kelompok seni multimedia yang menggabungkan pertunjukan musik serta proyeksi visual dengan menggunakan teknologi analog dan digital. Saat ini Punjung bekerja sebagai director di rumah produksi Translusen.</p>
<p><strong>KAJIAN MUSIK: Berbagi Kiat Tur Musik ke Mancanegara</strong><br />
Waktu	: 13 April 2011, pukul 16.00 &#8211; 18.00 WIB<br />
Tempat 	: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p>Pemanfaatan teknologi informasi telah memungkinkan setiap musisi untuk menyebarkan karyanya ke berbagai sudut dunia. Maraknya pemanfaatan media sosial sebagai wahana penyebaran informasi oleh para musisi saat ini telah menjadi hal yang lumrah. Selain itu, pemanfaatan media sosial juga dapat menjadi senjata ampuh untuk membuka kesempatan melakukan tur ke mancanegara. Diskusi ini akan membahas pengalaman beberapa musisi dan band yang sudah melakukan tur ke luar negeri, serta kiat khususnya dalam memanfaatkan media dan jejaring sosial.</p>
<p>Pembicara: Jemi (Management Burgerkill), Yulius-Nobie-Angkuy (Bottlesmoker), Elang-Donny (Polyester Embassy), Man Jasad &amp; Ferly (JASAD) dan Rekti (Vokalis The Sigit). Moderator: Idhar Resmadi (Common Room)</p>
<p><strong>BEDAH BUKU JAKARTABEAT: Jurnalisme Musik dan Relevansinya Sebagai Media Kritik Sosial</strong><br />
Waktu	: 16 April 2011, pukul 13.30 &#8211; 16.00 WIB<br />
Tempat 	: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama No. 8, Bandung</p>
<p>“Like This: Kumpulan Tulisan Pilihan Jakartabeat 2009-2010”, memuat sekitar 50 esai pilihan yang selama ini hadir di website <a href="www.jakartabeat.net" target="_blank">http://www.jakartabeat.net</a>. Situs ini diluncurkan pada Januari 2009 dan dimaksudkan untuk menjadi media dengan tulisan mengenai musik, buku, film, politik, serta esai-esai humaniora. Jakartabeat bermula dari sebuah blog tentang kisah-kisah perburuan piringan hitam (<a href="http://berburuvinyl.wordpress.com" target="_blank">http://berburuvinyl.wordpress.com</a>) yang berjalan sejak tahun 2008.</p>
<p>Bedah buku ini akan membahas persoalan jurnalisme musik dan relevansinya sebagai media kritik sosial. Sebagai salah satu media yang peduli akan perkembangan jurnalisme musik di Indonesia, Jakartabeat sangat peduli tentang hubungan yang relevan dan signifikan dengan konteks sosial masyarakat. Para kontributor dalam antologi buku ini antara lain adalah Ucok Homicide, Arian 13, Philips Vermonte, Nova Riyanti Yusuf, Roby Muhammad, M. Taufiqurrahman, Harlan Boer, Dewi Lestari, Laksmi Pamuntjak, Ulil Abshar Abdalla dan masih banyak lagi.</p>
<p>Pembicara: M. Taufiqurrahman (Jakartabeat) &amp; Herry “Ucok Homicide” Sutresna (eks-Homicide &amp; kontributor Jakartabeat) | Moderator: Idhar Resmadi (Common Room) | Hiburan oleh: Antruefunk | URL: <a href="http://www.jakartabeat.net/" target="_blank">http://www.jakartabeat.net/</a></p>
<p><strong>SHOWCASE: #ROUGHCUT03</strong><br />
Waktu	: 17 April 2011, pukul 19.00 WIB &#8211; 22.00 WIB<br />
Tempat 	: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p>#ROUGHCUT adalah sebuah program rutin yang menampilkan karya dari para seniman dan musisi yang gemar melakukan eksplorasi dan eksperimentasi musik serta bebunyian secara bebas. Pengisi acara kali ini adalah Sorra, Individual Distortion, Aneka Digital Safari, dan Shoah | Info lebih lanjut hubungi Benny di nomor: +628562208039</p>
<p><strong>TUGITU UNITE (Solo): SILATURAHMI</strong><br />
Waktu	: 22 s/d 24 April 2011, pukul 19.00 WIB<br />
Tempat	: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p>Launching dan Diskusi: Tugitu Unite #7, edisi perempuan, tanggal 23 April 2011, pukul 16.00 WIB | Penutupan: Workshop Ciu dan Karaoke, tanggal 24 April 2011, pukul 19.00 WIB.</p>
<p>TUGITU UNITE adalah sebuah kelompok yang membuat buku kompilasi karya seni. Berdiri pada Desember 2010 di senirupa UNS untuk menampung semangat berkarya dari kampus dalam halaman buku kompilasi. Semangat seni mudah dan seni murah adalah dasar dari pergerakan TUGITU UNITE. Seiring 1 tahun perjalanannya, TUGITU UNITE menggiatkan diri berjejaring dan mencoba membuka diri terhadap atmosfir di luar kota Solo. Beranggotakan 15 anak muda yang bekerja bergantian secara tambal sulam, saat ini TUGITU UNITE menjadi tim solid yang mempunyai impian untuk membuat Ruang Seni Tugitu di kota Solo. Info mengenai TUGITU UNITE hubungi Agus (Pade) di nomor: +6285642152094 | URL: <a href="http://tugitu.blogspot.com/" target="_blank">http://tugitu.blogspot.com/</a></p>
<p><strong>KAJIAN MEDIA: Pemutaran film dokumenter “Linimas(s)a” dan diskusi “Media Sosial dan Perubahan”</strong><br />
Waktu	: 29 April 2011, pukul 14.00 WIB<br />
Tempat	: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p>Program kajian media Common Room menyelenggarakan berbagai diskusi, workshop, atau pemutaran film mengenai pelbagai fenomena yang terkait dengan perkembangan media dan teknologi informasi serta signifikansinya dengan perkembangan masyarakat di sekitar kita. Kali ini Common Room akan menyelenggarakan pemutaran film dokumenter “Linimas(s)a”.</p>
<p>“Linimasa” atau “timeline” merupakan istilah yang banyak digunakan dalam penggunaan media sosial di tengah-tengah “massa” digital. Istilah ini bisa berarti kanal informasi yang digunakan oleh kelompok, komunitas ataupun masyarakat luas. Film dokumenter “Linimas(s)a” menggambarkan kekuatan gerakan sosial di ranah offline maupun online, yang saling beresonansi, bersinergi dan menguatkan secara masif. Film ini juga menceritakan pemanfaatan Internet dan media sosial oleh orang biasa untuk melakukan hal yang luar biasa. Film dokumenter ini berdurasi 45 menit dan memiliki subtitle dalam bahasa Inggris.</p>
<p>Pembicara: Yasraf Amir Piliang (Forum Studi Kebudayaan ITB) dan Donny B.U. (Internet Sehat, produser Film Linimas(s)a) | Moderator: Gustaff H. Iskandar (Common Room) | URL: <a href="http://kalamkata.org/2011/02/20/linimassa-program-film-dokumenter/" target="_blank">http://kalamkata.org/2011/02/20/linimassa-program-film-dokumenter/</a></p>
<p><strong>PERINGATAN HARI BUMI: Diskusi Menggalang Inisiatif Warga Untuk Lingkungan Yang Lestari</strong><br />
Waktu	: 30 April 2011, pukul 15.00 – 17.30 WIB.<br />
Tempat	: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p>Setiap tanggal 22 April seluruh warga dunia merayakan Hari Bumi. Tahun ini peringatan Hari Bumi telah menginjak umur yang ke 41 tahun, sejak pertama kali diselenggarakan di Amerika pada tanggal 22 April 1970. Pada tahun 1990 kegiatan ini pertama kali diselenggarakan secara internasional di 144 negara. Terkait dengan perayaan Hari Bumi, Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia – Jawa Barat (FK3I &#8211; Jabar) menyelenggarakan diskusi dengan tema “Menggalang Inisiatif Warga Untuk Lingkungan Yang Lestari”. Pembicara: Aat Suratin, Tisna Sanjaya, Ronny Lukito dan Budi Dalton. Informasi lebih lanjut hubungi Utun di nomor: +628122362316.</p>
<p><strong>KEGIATAN RUTIN:</strong><br />
Workshop Animasi Flash | Setiap Kamis: 7, 14, 21 dan 28 April 2011, dimulai pukul 16.00 WIB &#8211; 18.00 WIB | Pendaftaran dan Informasi hubungi Wahyu di nomor: +6281220700990</p>
<p>Kelas Privat Kacapi Suling Bersama Iman Jimbot | Setiap hari Rabu dan Kamis | Informasi hubungi Common Room di nomor: +6222 2503404</p>
<p>Pertemuan Mingguan Bandung Oral History | Setiap hari Kamis, dimulai pukul 17.00 WIB | Informasi hubungi Zia di nomor: +6222 92209221</p>
<p>Pertemuan Mingguan Openlabs | Setiap hari Kamis, dimulai pukul 19.00 WIB | Informasi hubungi Ega di nomor: +628562330445</p>
<p>Pertemuan Mingguan Kelas Karinding (KEKAR) bersama Hendra Attack | Setiap hari Jumat, dimulai pukul 16.00 WIB | Informasi hubungi Hendra di nomor: +62818639881</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2011/informasi-agenda-kegiatan-common-room-april-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>UNDER ONE SKY &#124; pemutaran film + diskusi: HAM dan Jurnalisme &#124; Rabu, 16 Desember 2009</title>
		<link>http://commonroom.info/2009/under-one-sky-pemutaran-film-diskusi-ham-dan-jurnalisme-rabu-16-desember-2009/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2009/under-one-sky-pemutaran-film-diskusi-ham-dan-jurnalisme-rabu-16-desember-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 16:53:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Campaign]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Residency]]></category>
		<category><![CDATA[Screening]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=496</guid>
		<description><![CDATA[Under One Sky adalah judul dari sebuah film dokumenter di bawah arahan dan suntingan Kiri Dalena, seorang seniman Phillipina yang saat ini tengah menjalani program residensi singkat di Common Room. Film produksi tahun 2009 dan berdurasi 30 menit ini dikerjakan secara bersama-sama dengan Patricia Evangelista. Keduanya berasal dari Phillipina. Film ini bercerita tentang sebuah insiden [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="Noel" src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/noel_blog.jpg" border="0" alt="film" /></p>
<p>Under One Sky adalah judul dari sebuah film dokumenter di bawah arahan dan suntingan Kiri Dalena, seorang seniman Phillipina yang saat ini tengah menjalani program residensi singkat di Common Room. Film produksi tahun 2009 dan berdurasi 30 menit ini dikerjakan secara bersama-sama dengan Patricia Evangelista. Keduanya berasal dari Phillipina.</p>
<p>Film ini bercerita tentang sebuah insiden yang terjadi pada tanggal 23 November 2009, ketika sebuah pembantaian terjadi di wilayah Maguindanao dan kemudian dikenal dengan insiden Pembantaian Maguindanau. Dalam insiden ini, sekitar 57 laki-laki dan perempuan dibunuh secara brutal. Secara khusus, film ini berkisah mengenai orang-orang yang menjadi korban, termasuk keluarga yang ditinggalkan. Dalam insiden ini, juga tercatat kematian 31 orang wartawan yang ikut menjadi korban pembantaian yang dilakukan secara membabi buta.</p>
<p><span id="more-496"></span></p>
<p>Program ini merupakan bagian dari program peringatan hari Hak Asasi Manusia (HAM) yang biasanya diselenggarakan setiap tanggal 10 Desember di seluruh dunia. Kali ini, kegiatan peringatan mengambil fokus pada diskusi mengenai posisi dan peran jurnalis dalam konteks penegakan HAM dengan perbandingan situasi di Phillipina dan Indonesia. Melalui kegiatan pemutaran dan diskusi kali ini, akan dibahas secara detail bagaimana posisi seorang jurnalis yang memiliki peran yang strategis dalam upaya penegakan HAM, terutama dalam perspektif menunaikan hak dalam mendapatkan informasi dan pengetahuan.</p>
<p>Dalam banyak kasus di Indonesia ataupun negara lain, kita dapat menyaksikan bagaimana insiden dan pelanggaran HAM juga kerap menjadikan para jurnalis sebagai korbannya. Diharapkan melalui kegiatan ini, masyarakat luas dapat membicarakan berbagai aspek yang terkait dengan upaya penegakan HAM dan melihat peran para jurnalis secara reflektif dan kritis. Selain itu, kegiatan ini juga akan membicarakan berbagai aspek yang terkait dengan perundang-undangan dan hukum positif Indonesia dalam koridor Deklarasi HAM Universal yang pertama kali dikumandangkan kurang lebih 61 tahun yang lalu.</p>
<p>Selain kegiatan pemutaran film Under One Sky serta diskusi mengenai HAM dan Jurnalisme, kegiatan ini juga akan diisi dengan pemutaran film Balibo V, yang merujuk kepada kasus terbunuhnya lima wartawan asing, yaitu Greg Shackleton, Brian Peters, Malcolm Rennie, Gary Cunningham, dan Tony Steward di Balibo, wilayah perbatasan di Timor Leste (dulu Timor-Timur) pada tahun 1975. Film ini merupakan arahan dari sutradara Rob Conolly dan sempat dilarang diputar dalam acara Jakarta International Film Festival (JIFFEST) pada bulan Desember tahun ini.</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="344" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="data" value="http://www.youtube.com/v/rN6YM2d2TgM&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" /><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/rN6YM2d2TgM&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344" src="http://www.youtube.com/v/rN6YM2d2TgM&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" data="http://www.youtube.com/v/rN6YM2d2TgM&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;"></embed></object></p>
<p>Host: Common Room<br />
Date: Rabu, 16 Desember, 2009<br />
Time: 3:00 pm &#8211; 7:00 pm<br />
Location: Common Room<br />
Street: Jl. Kyai Gede Utama no. 8<br />
City/Town: Bandung, Indonesia</p>
<p><strong>TOR Diskusi:</strong><br />
Hak asasi manusia (HAM) adalah hak yang melekat pada diri manusia sehingga memiliki sifat kodrati dan fundamental sebagai suatu anugerah Tuhan Yang Maha Pencipta yang harus dihormati, dijaga, dan dilindungi oleh setiap individu, masyarakat, maupun negara.</p>
<p>John Locke mengemukakan hak asasi manusia adalah hak-hak yang diberikan langsung oleh Tuhan Yang Maha Pencipta sebagai hak yang kodrati. Karena itu, tidak ada kekuasaan apapun yang dapat mencabutnya. Hak ini sifatnya mendasar (fundamental) bagi hidup dan kehidupan manusia, serta merupakan hal kodrati yang tidak bisa dipisahkan.</p>
<p>Dalam UU No. 39 tahun 1999 tentang hak asasi manusia pasal 1 disebutkan, “<em>Hak asasi manusia (HAM) adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia</em>”.</p>
<p>Berdasarkan beberapa rumusan HAM, dapat ditarik kesimpulan tentang beberapa ciri pokok hakikat HAM, yaitu:</p>
<ol>
<li>HAM tidak perlu diberikan, dibeli, atau diwarisi. HAM adalah bagian dari keberadaan manusia secara otomatis.</li>
<li>HAM berlaku untuk semua orang tanpa memandang jenis kelamin, ras, agama, etnis, pandangan politik atau asal-usul sosial dan bangsa.</li>
<li>HAM tidak bisa dilanggar. Tidak ada yang bisa membatasi atau melangggar hak orang lain. Seseorang tetap memiliki HAM walaupun negara membuat hukum yang tidak melindungi atau melanggar HAM tersebut.</li>
</ol>
<p>Selanjutnya, secara operasional dalam UU No. 39 tahun 1999 tentang HAM, ada beberapa bentuk:</p>
<ol>
<li> Hak untuk hidup;</li>
<li>Hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan;</li>
<li>Hak mengembangkan diri;</li>
<li>Hak memperoleh keadilan;</li>
<li>Hak atas kebebasan pribadi;</li>
<li>Hak atas rasa aman;</li>
<li>Hak atas kesejahteraan;</li>
<li>Hak turut serta dalam pemerintahan;</li>
<li>Hak wanita; dan</li>
<li>Hak anak.</li>
</ol>
<p>Deklarasi tentang HAM juga memasukkan hak atas kebebasan berekspresi dan beropini. Sebagai contoh, pasal 19 dalam deklarasi yang disahkan pada tahun 1948 itu adalah;</p>
<p>”<em>Setiap orang berhak atas kebebasan beropini dan berekspresi, hak ini meliputi kebebasan untuk memiliki opini tanpa intervensi, serta untuk mencari, menerima, dan mengungkapkan informasi serta gagasan melalui media apapun dan tidak terikat pada garis berpendapat</em>”.</p>
<p>Pada pasal 18 juga tercantum kalimat, ”<em>Setiap orang berhak atas kebebasan berpikir&#8230;</em>”. Bentuk dari kebebasan berekspresi adalah kebebasan berpendapat. Sementara Undang-undang Dasar hasil amandemen pasal 28 pun menyatakan; ”<em>Kemerdekaan berserikat dan bekumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang</em>”.</p>
<p>Filosofi kelahiran hak atas kebebasan berekspresi ini adalah menguatnya tekanan negara terhadap perjuangan atas hak-hak dasar manusia. Dalam perspektif Marxian, perjuangan atas hak dasar ekonomi menjadi alasan bagi negara untuk menegakan kebebasan dalam organisasi sipil-politik.</p>
<p>Kebebasan berekspresi merupakan isu yang menjadi domain penting dan mendesak untuk diperjuangan. Tanpa kebebasan bereskpresi (di dalamnya termaktub kebebasan pers, memberikan informasi dan mendapat informasi), perjuangan HAM di bidang-bidang lain dapat ikut terhambat keberadaannya.</p>
<p>Sudah banyak korban bergelimpangan ketika perjuangan untuk berekspresi dan berbicara dibungkam secara paksa. Penangkapan, penculikan, pembunuhan, dan pemenjaraan aktivis serta jurnalis merupakan bukti bagaimana institusi dan aparat negara selalu berupaya untuk mencegah perbaikan sistemik di negeri ini.</p>
<p>Peran jurnalis dan masyarakat dalam masa reformasi memiliki peran yang penting untuk melawan kejahatan HAM. Tetapi, pemerintah dan DPR malah mengutak-atik masalah kebebasan melalui beberapa aturan perundang-undangan dan tata aturan hukum yang bias.</p>
<p>Beberapa pereaturan yang mengancam suara dan kebebasan publik diantaranya adalah UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Sebagaimana polemik yang berkembang selama beberapa waktu terakhir, Prita Mulyasari adalah salah satu korban dari kesewenangan ini.</p>
<p>Produk lain yang hendak keluar adalah RUU Rahasia Negara. Rancangan aturan ini memiliki peluang untuk melakukan proses kriminalisasi bagi warga negara Indonesia yang membocorkan rahasia institusi atau pejabat publik. Beberapa organisasi masyarakat sipil (OMS) pro kebebasan berekspresi menduga langkah pemerintah ini cenderung untuk melindungi perilaku negatif pejabat publik. Publik kemudian tidak diperkenankan untuk melihat kinerja aparatus, berkas dokumen, serta laporan keuangan dengan alasan rahasia negara.</p>
<p>Selain itu, produk hukum lama yang termaktub dalam Kitab UU Hukum Pidana juga masih menyimpan beragam jebakan bagi kebebasan pers. Pasal-pasal defamasi (pencemaran nama baik) masih berserakan dalam KUHP yang merupakan produk kolonial tersebut.</p>
<p>Diantara yang negatif, posisi publik dalam perjuangan kebebasan menyampaikan dan mendapatkan informasi masih dijamin dalam pasal 28 UUD Amandemen 1945, UU Pers, dan UU Keterbukaan Informasi Publik.</p>
<p>Dengan penjelasan tersebut maka kiranya perlu pembahasan lebih lanjut seperti:</p>
<ol>
<li>Bagaimanakah publik memanfaatkan produk aturan yang membela perjuangan kebebasan berekspresi?</li>
<li>Apakah model <em>citizen journalism</em> bisa memberi tawaran konkret terhadap penyebaran informasi?</li>
<li>Perlukah manajemen informasi dan etika ketat agar model citizen journalism tidak terjebak pasal-pasal defamasi dan jeratan hukum pidana lainnya?</li>
</ol>
<p><em>Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI Bandung) yang bekerjasama dengan Common Room. Sementara Kiri Dalena merupakan seorang seniman yang tengah menjalani program residensi di Common Room. Kehadirannya merupakan bagian dari program pertukaran seniman yang didukung oleh Ateneo Gallery (Manila), HIVOS &amp; Common Room. Gratis dan terbuka untuk umum, terutama para pelajar, mahasiswa, guru, wartawan, seniman, desainer, musisi, ibu rumah tangga, polisi, tentara, dsb.<br />
</em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2009/under-one-sky-pemutaran-film-diskusi-ham-dan-jurnalisme-rabu-16-desember-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemutaran dan Diskusi Film Freedom Writers (Richard LaGravenese, 2007) &#124; Common Room &#124; 19 Desember 2008</title>
		<link>http://commonroom.info/2008/pemutaran-dan-diskusi-film-freedom-writers-richard-lagravenese-2007-common-room-19-desember-2008/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2008/pemutaran-dan-diskusi-film-freedom-writers-richard-lagravenese-2007-common-room-19-desember-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Dec 2008 12:54:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Human Rights]]></category>
		<category><![CDATA[Screening]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=365</guid>
		<description><![CDATA[More pictures at http://bandungoralhistory.org]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-366" title="screening_web01" src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2009/02/screening_web01.jpg" alt="screening_web01" width="480" height="360" /></p>
<p>More pictures at <a href="http://bandungoralhistory.org/2008/12/pemutaran-dan-diskusi-film-freedom-writers-richard-lagravenese-2007-common-room-19-desember-2008/" target="_blank">http://bandungoralhistory.org</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2008/pemutaran-dan-diskusi-film-freedom-writers-richard-lagravenese-2007-common-room-19-desember-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tano Niha (peoples land) &#124; Exhibition &amp; Video Screening &#124; Common Room, 28 Maret 2008</title>
		<link>http://commonroom.info/2008/tano-niha-peoples-land-exhibition-video-screening-common-room-28-maret-2008/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2008/tano-niha-peoples-land-exhibition-video-screening-common-room-28-maret-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Mar 2008 07:10:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Environment]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[Screening]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=1711</guid>
		<description><![CDATA[Tanoniha (land of people) Sebuah bahasa asli daerah Nias Sumatra Utara yang berarti tanah kami, tanah kita, tanah manusia. Mengingat adanya bencana gempa bumi yang sangat besar yang terjadi di Nias 3 tahun lalu dan sekaligus sebagai kampanye pencegahan pemanasan global, pada kesempatan ini kami ingin berbagi penggalan-penggalan dokumentasi berupa film, foto, slideshow dan karya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/home-1.jpg" border="0" alt="Tano Niha"></p>
<p><strong>Tanoniha</strong> (land of people)<br />
Sebuah bahasa asli daerah Nias Sumatra Utara yang berarti tanah kami, tanah kita, tanah manusia. Mengingat adanya bencana gempa bumi yang sangat besar yang terjadi di Nias 3 tahun lalu dan sekaligus sebagai kampanye pencegahan pemanasan global, pada kesempatan ini kami ingin berbagi penggalan-penggalan dokumentasi berupa film, foto, slideshow dan karya instalasi. Semua yang ada di dalamnya mengenai dokumentasi2 yang di ambil di TANAH KITA&#8230;Indonesia</p>
<p><strong>Pembukaan</strong><br />
28 Maret 2008<br />
17.00wib/video screening NIAS film doc.<br />
19.00wib/video screening EMO surf indos doc.</p>
<p>Display ‘dibuang sayang &#8220;NIAS&#8221;<br />
Display SRHOOM ISSUE<br />
Display DUNIA KERING<br />
and a live an inspirational cheering by acid&#038;dimz(Molotuvz new album preview)</p>
<p>Links:<br />
<a href="http://ononiha.deviantart.com/" target="_blank">http://ononiha.deviantart.com/</a><br />
<a href="http://www.alamipureindos.com/" target="_blank">http://www.alamipureindos.com/</a><br />
<a href="http://www.niastourismboard.com/" target="_blank">http://www.niastourismboard.com/</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2008/tano-niha-peoples-land-exhibition-video-screening-common-room-28-maret-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Review One Minute Video Screening di Ganesha Film Festival &#124; LFM – ITB &#124; 31 Januari 2008</title>
		<link>http://commonroom.info/2008/one-minute-video-screening/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2008/one-minute-video-screening/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Feb 2008 09:19:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Screening]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/2008/ini-bukan-paris-doni-kabo-yunis-kartika-stencil-art-instalation-common-room-20-feb-1-march-2008/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam rangka pelaksanaan Ganesha Film Festival 2008, LFM – ITB bekerjasama dengan Common Room Networks Foundation menyelenggarakan pemutaran kompilasi One Minute Video pada tanggal 31 Januari yang telah lalu. Acara ini menampilkan karya kompilasi video dari para pemenang One MinuteVideo Festival 2006 yang diselenggarakan oleh The One Minutes Foundation. Selain pemutaran, kegiatan ini juga disertai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/lfm.jpg" border="0" alt="Photobucket" /></p>
<p>Dalam rangka pelaksanaan Ganesha Film Festival 2008, LFM – ITB bekerjasama dengan Common Room Networks Foundation menyelenggarakan pemutaran kompilasi One Minute Video pada tanggal 31 Januari yang telah lalu. Acara ini menampilkan karya kompilasi video dari para pemenang One MinuteVideo Festival 2006 yang diselenggarakan oleh <a href="http://www.theoneminutes.org/public/" target="_blank">The One Minutes Foundation</a>. Selain pemutaran, kegiatan ini juga disertai dengan diskusi mengenai perkembangan genre video berdurasi singkat yang berkembang pesat di beberapa negara selama beberapa waktu terakhir ini. Dapat dikatakan bahwa saat ini perkembangan karya film dan video berdurasi pendek telah memiliki tempat tersendiri diantara para penikmat karya audio-visual.</p>
<p>Program pemutaran One Minute Video dalam acara ini menampilkan sekitar 30 karya film dan video berdurasi pendek yang mencerminkan beragam kecenderungan, baik dari segi teknis maupun cerita. Sebagian besar karya yang ditampilkan juga memperlihatkan  beragam gaya dan teknik produksi semisal found footage, stop motion, still camera, animasi, dsb. Tampaknya perkembangan teknologi digital memiliki peran yang begitu besar dalam mendorong perkembangan genre film dan video berdurasi pendek. Hal ini misalkan tercermin melalui aspek produksi, penyebaran, maupun beragam kecenderungan bahasa visual yang tercermin dari setiap karya yang ada.</p>
<p><span id="more-104"></span></p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="344" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/JHdkHBkXW8Y&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344" src="http://www.youtube.com/v/JHdkHBkXW8Y&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>Salah satu karya yang menarik untuk disimak barangkali adalah karya animasi yang berjudul “Pa-No-Rama” (<a href="http://www.alienatio.it/" target="_blank">Diego Zucchi/ IT</a>), yang menceritakan pengalaman konyol seorang kakek tua yang tengah bepergian dengan kereta api. Karena kurang beruntung, sang kakek harus kehilangan kesempatan untuk menikmati pemandangan yang indah selama di perjalanan. Selain itu, ada juga karya politis berjudul “Statement” (<a href="http://www.stinaostberg.com/" target="_blank"><span class="bodytext">Stina Östberg</span>/ SE</a>), yang secara sengaja menampilkan rekaman perilaku penonton sepak bola yang dimanfaatkan sebagai media propaganda oleh seorang aktifis feminis sehingga menjadi tontonan yang kocak.</p>
<p>Melalui karya-karya yang ditampilkan, terlihat bagaimana genre film dan video berdurasi singkat mampu mencerminkan refleksi subyektif tentang realitas kehidupan sehari-hari, selain berbagai pandangan yang bersifat puitis dan bahkan politis. Selain itu, ada juga beberapa karya yang hanya sekedar menonjolkan aspek eksplorasi bahasa artistik dan sensasi visual tertentu. Meskipun memiliki durasi yang sangat singkat, terbukti genre film dan video masih dapat dinikmati dan memberikan kesan tersendiri bagi para penikmatnya. Rencananya LFM &#8211; ITB bekerjasama dengan Common Room Networks Foundation, Kineruku dan VideoLab akan menyelenggarakan workshop &#8220;One Minute Video&#8221; dalam waktu dekat untuk ikut mendorong perkembangan genre film dan video berdurasi pendek di kota Bandung.</p>
<p>Ganesha Film Festival 2008 merupakan festival film pertama yang diselenggarakan oleh LFM – ITB. Selain pemutaran film, festival ini juga menyelenggarakan kompetisi film independen yang melibatkan karya para sineas muda dari beberapa kota di Indonesia. Untuk festival kali ini, ada sekitar 98 karya film dan 4 video art yang diperlombakan. Kegiatan ini diawali dengan kegiatan pre screening di Common Room pada tanggal 28 Januari 2008. Sementara itu, puncak dari kegiatan festival yang sekaligus menjadi ajang penyerahan penghargaan kompetisi diselenggarakan di Campus Center ITB pada tanggal 2 Februari 2008.</p>
<p>Untuk informasi lebih lengkap mengenai Ganesha Film Festival 2008 silahkan mengunjungi halaman berikut ini:</p>
<ul>
<li><a href="http://www.lfm.itb.ac.id/ganffest/index.html" target="_blank">Website Ganesha Film Festival 2008</a></li>
<li><a href="http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=beritadetail&amp;id=11824" target="_blank">Liputan Kampus, Pikiran Rakyat </a></li>
</ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2008/one-minute-video-screening/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemutaran Film KKK (Philipina) &#124; Common Room &#124; 4 Januari 2007</title>
		<link>http://commonroom.info/2008/pemutaran-film-kkk-philipina-common-room-4-januari-2007/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2008/pemutaran-film-kkk-philipina-common-room-4-januari-2007/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jan 2008 11:20:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Screening]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/2008/pemutaran-film-kkk-philipina-common-room-4-januari-2007/</guid>
		<description><![CDATA[Common Room bekerjasama dengan Mervin Espina (http://sealitblog.wordpress.com) menyelenggarakan acara pemutaran film KKK pada tanggal 4 Januari 2007, mulai pukul 19.00 WIB &#8211; selesai. Acara ini akan menampilkan 3 buah film pendek yang merupakan bagian dari program Cine Veritas 2006. Secara keseluruhan, ketiga film yang diputar menceritakan kisah tentang anak-anak miskin dalam beragam kondisi. Dalam film-film [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><img src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/batangtrapo.jpg" alt="batangrapo" border="0" /></p>
<p>Common Room bekerjasama dengan Mervin Espina (<a href="http://sealitblog.wordpress.com" target="_blank">http://sealitblog.wordpress.com</a>) menyelenggarakan acara pemutaran film KKK pada tanggal 4 Januari 2007, mulai pukul 19.00 WIB &#8211; selesai. Acara ini akan menampilkan 3 buah film pendek yang merupakan bagian dari program Cine Veritas 2006. Secara keseluruhan, ketiga film yang diputar menceritakan kisah tentang anak-anak miskin dalam beragam kondisi. Dalam film-film ini, kemiskinan tidak ditampilkan sebagai  sebuah terminologi ekonomi, tetapi sebagai persoalan yang harus dihadapi dan dilawan keberadaannya.</p>
<p>Secara keseluruhan, program pemutaran ini diberi judul Kabataan KKK. Dalam bahasa <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Tagalog_language" target="_blank">Tagalog</a>, Kabataan berarti anak-anak. Sementara itu, KKK merupakan singkatan dari gerakan Katipunan (persaudaraan) yang merupakan sebuah gerakan perjuangan melawan pendudukan Spanyol di Philipina pada abad ke-19. Sejatinya, KKK bagi sebagian komunitas masyarakat di Philipina merupakan akronim dari &#8220;<em>Kataas-taasang, Kagalang-galangang Katipunan ng mga Anak ng Bayan&#8221;</em> (Masyarakat yang unggul dan agung, yang terdiri dari anak-anak bangsa). Namun dalam program ini, KKK juga bisa dipahami sebagai singkatan dari Karunungan (pengetahuan), Kamalayan (kebangkitan), dan Kalye (jalanan).</p>
<p><span id="more-83"></span></p>
<p>Adapun beberapa film yang akan diputar di dalam acara ini adalah sebagai berikut:</p>
<p><strong><em> Karunungan</em><br />
Binaliw (2002) / 9 min / miniDV / by Kris Villarino</strong><br />
Binaliw menceritakan kisah sebuah kota kecil bernama Talamban, yang juga dikenal sebagai Cebu. Di kota ini, hanya sekitar 10% masyarakatnya yang berhasil mengenyam pendidikan tinggi. Seorang gadis kecil dari kota ini dikisahkan berhasil menabung untuk mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. Namun sayang ia harus kehilangan semuanya sebelum hari ujian tiba. Film ini telah mendapatkan Best Regional Entry, 15th Gawad CCP for Alternative Film and Video (2002).</p>
<p><em><strong>Kamalayan</strong></em><br />
<strong>Putot (2006) / 20 min / miniDV / by Jeck Cogama</strong><br />
Putot (dalam bahasa <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Visayan" target="_blank">Visayan</a> artinya kecil) adalah nama seorang anak laki-laki yang tumbuh di sebuah komunitas yang menetap secara ilegal di sebuah daerah di dekat pantai. Bocah berumur 13 tahun ini adalah seorang anak pendiam yang merawat ayahnya yang sakit mental, sekaligus bekerja sebagai penjual kerang. Dalam film ini Putot bertemu dengan Mayang, seorang gadis misterius yang memiliki banyak rahasia. Dalam film ini mereka berdua dikisahkan menjalin persahabatan yang sangat mengharukan. Film ini mendapatkan penghargaan Gawad Urian Award for Best Short Film (2007).</p>
<p><em><strong>Kalye</strong></em><br />
<strong>Batang Trapo (2001) / 15 min / 35mm / by Mes de Guzman</strong><br />
Batang Trapo adalah sebuah film yang berkisah mengenai dua anak jalanan yang sehari-hari bekerja sebagai penjual kain gombal (dalam bahasa lokal dikenal juga sebagai <em>trapo</em>, sebutan lain untuk politisi tradisional). Selain itu, mereka juga bekerja sebagai pembersih kaca mobil di jalanan yang padat. Alih-alih harus berhadapan dengan sumpeknya jalanan, kedua bersaudara ini mampu bertahan dan tetap memiliki spirit untuk bermain. Film ini telah menerima Ishmael Bernal Award for Young Cinema, Cinemanila International Film Festival2001; Gawad Urian Award for Best Short Film (2002); dan Golden Star, Marrakech International Film Festival.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2008/pemutaran-film-kkk-philipina-common-room-4-januari-2007/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IntenCITY/ LOWAVE Video Art &amp; Experimental Cinema Screening , Bandung &#8211; Indonesia</title>
		<link>http://commonroom.info/2007/intencity-lowave-video-art-experimental-cinema-screening-bandung-indonesia/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2007/intencity-lowave-video-art-experimental-cinema-screening-bandung-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Aug 2007 08:20:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Screening]]></category>
		<category><![CDATA[Urbanism]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/2007/intencity-lowave-video-art-experimental-cinema-screening-bandung-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[IntenCity/ LOWAVE Video Art &#38; Experimental Cinema Screening presenting works from 10 artists who came from 9 countries, which working in the context of urban situation. IntenCity is a compilation of works that is never been published before and offering a new perspective on cityscape and its artistic perception on video art and experimental cinema. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><img src="http://farm2.static.flickr.com/1345/1221137274_b24ff8460d.jpg" alt="IntenCity: Lowave Poster" /></p>
<p>IntenCity/ LOWAVE Video Art &amp; Experimental Cinema Screening presenting works from 10 artists who came from 9 countries, which working in the context of urban situation. IntenCity is a compilation of works that is never been published before and offering a new perspective on cityscape and its artistic perception on video art and experimental cinema.</p>
<p>The program is being prepared by LOWAVE, an independent distribution label that offers a new approach in working on urban issues in the context of contemporary cinematography. Some films that is included in this compilation are reflecting a rich and original view from its respective artists, mostly collected in the past three years from various sources and compilation such as City2City, Visions Urbaines, HC Gilje: Cityscapes, and Valerie Pavia.</p>
<p>Within this hybrid mix, most of the artists explores their work from the stream of crowded human interaction, modern buildings and cityscape. Working with fragment of pictures and noises, most of artists tries to reconstruct without neglecting narrative aspect in city life, with realistic, poetic, and Utopian views.</p>
<p><span id="more-43"></span></p>
<p>LOWAVE is an independent DVD label with the objective of discovering and promoting contemporary film and video art. Its ambition is to create a new marketplace for the work of cutting-edge artists and filmmakers, under recognized by the traditional distribution channels, by making them accessible to the public via the DVD format. With DVD, experimental film can finally find an audience beyond the film festival circuit.  (More info please visit: <a href="http://www.lowave.com/" rel="nofollow" target="_blank">http://www.lowave.com</a>).</p>
<p>Besides showing some works from LOWAVE artists, this program is also equipped with special screening that is coordinated by VideoBabes, which will show 10 works from local artists that presents diverse perception on cityscape based on their own perspective. From this compilation, VideoBabes invite us to explores various form of cityscape through rich collection of building blocks and personal memory, besides reflection of urban souls that is appear in public toilets and TV screen, which stuck in the corner of city space. While exploring a distinct form of urban surroundings, this compilation also offers an intimate approach in understanding city life from its inhabitants.</p>
<p class="MsoNormal"><strong>IntenCITY/ LOWAVE video compilation</strong>:</p>
<p><em>HC Gilje (Norwegia) / H.K. Mark I</em><em><br />
<em>Marina Chernikova (<span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer; height: 1em" id="lw_1188001038_1">Russia</span>) / Crossings</em><br />
<em>Kentaro Taki (<span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; height: 1em; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial" id="lw_1188001038_2">Japan</span>) / Exchangeable Cities</em><br />
<em>Nose Chan (<span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer; height: 1em" id="lw_1188001038_3">China</span>) / Nil</em><br />
<em>Valérie <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer; height: 1em" id="lw_1188001038_4">Pavia</span> (French) /  Esquisses : <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; height: 1em; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial" id="lw_1188001038_5">Berlin</span> &#8211; Pigalle – Moscou</em><br />
<em>Vincent et Franck Dudouet &amp; Adolph Kaplan (French) / Hors Chants</em><br />
<em>Stefano Canapa (French/ <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer; height: 1em" id="lw_1188001038_6">Italy</span>) / Promenaux</em><br />
<em>Roger Beebe (USA) / The Strip Mall Triology</em><br />
<em>Ulrich Fischer (Swiss/ <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer; height: 1em" id="lw_1188001038_7">Germany</span>) / Es geht auch schneller</em><br />
<em>Egbert Mittelstädt (<span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer; height: 1em" id="lw_1188001038_8">Germany</span>) / Fall In Fall Out. Timaios 3rd and 5th Moment</em></em></p>
<p><strong>VideoBabes video compilation</strong>:</p>
<p><em>Prilla Tania / A Short Story from Mom and Me</em><em><br />
<em>Rizaldi Fakhrudin / One Creative Way to Live in a Creative City</em><br />
<em>M. Akbar / My Little Corner of the World</em><br />
<em>oQ Adiredja / Me vs. Angkot</em><br />
<em>Yusuf Ismail / Flushed Memory</em><br />
<em>Muhammad Reggie Aquara / Album: Traveling Without Moving</em><br />
<em>Yusuf Ismail / I hate to be in the middle of the crowd during Saturday night in Dago street</em><br />
<em>Ariani Darmawan / City of Desire</em><br />
<em>R. E.  Hartanto / City Series No. 2</em><br />
<em>Andi Bini Fitriani / Urban Puppet</em></em></p>
<p>In conjunction with screening program, there will be public discussion that is presenting two artists from LOWAVE:</p>
<p><img src="http://farm2.static.flickr.com/1236/1221137278_6e16ec695f_t.jpg" alt="Silke" /><br />
<strong>Silke Schmickl</strong><br />
Silke Schmickl was born in Germany in 1974. She studied Art History and Intercultural Communications  in <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer; height: 1em" id="lw_1188001038_9">Munich</span> and in <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer; height: 1em" id="lw_1188001038_10">Paris</span> where she completed her diploma at the University of Paris (Sourbonne) in 2001. She&#8217;s been a researcher at the German Center for Art History in <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer; height: 1em" id="lw_1188001038_11">Paris</span> since 2000. She has published a book on Museum Photographs by Thomas Struth. In 2002, she co-founded LOWAVE where she is responsible for the conception and production of art projects as well as their distribution in partnership with international cultural organizations.</p>
<p><img src="http://farm2.static.flickr.com/1068/1221137284_1573791a82_t.jpg" alt="Thomas" /><br />
<strong>Thomas Lambert</strong><br />
Thomas Lambert was born in  <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer; height: 1em" id="lw_1188001038_12">France</span> in 1977. A film buff since his early days, he&#8217;s been exploring different technical aspects of cinema. He completed a degree in cinema in 2004. Since then he&#8217;s been working on a number of projects as cameraman, editor, and musician. He is responsible for DVD authoring and project managing the technical requirements of Lowave&#8217;s projects.</p>
<p><strong>PROGRAM SCHEDULE &amp; ACTIVITIES</strong></p>
<p><strong>Wednesday, 29th of August, 06.00 – 09.00 PM</strong><br />
Auditorium CCF <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; height: 1em; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial" id="lw_1188001038_13">Bandung</span><br />
Jl. Purnawarman No: 32</p>
<p>Video Screening:<br />
IntenCITY – LOWAVE and VideoBabes video compilation part. 1</p>
<p>Presentation IntenCITY – LOWAVE:<br />
1. Silke Schmickl<br />
2. Thomas Lambert</p>
<p><strong>Thursday, 30th of August, </strong><strong>06.00 – 09.00 PM</strong><br />
Common Room, Jl. Kyai Gede Utama No: 8</p>
<p>Video Screening:<br />
IntenCITY – LOWAVE and VideoBabes video compilation part. 2</p>
<p>Public Discussion:<br />
Presenting some artists from IntenCITY – LOWAVE and VideoBabes.</p>
<p><strong>29 – 30 August, 11.00 AM – 06.00 PM</strong><br />
Rumah Buku, Jl. Hegarmanah No: 52</p>
<p>Video installation (loop)</p>
<p><em>This program is being organized together by CCF <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer; height: 1em" id="lw_1188001038_16">Bandung</span>, Goethe-Institut <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer; height: 1em" id="lw_1188001038_17">Indonesia</span> , VideoBabes (Rumah Buku) &amp; Common Room Networks Foundation</em>.</p>
<p>More information please contact:<br />
<a href="http://www.ccfbandung.org/" rel="nofollow" target="_blank">CCF &#8211; Bandung</a>, +62.22.421.2417 (Windie)<br />
<a href="http://www.rumahbuku.info/" rel="nofollow" target="_blank">Rumah Buku</a>, +62.22.203.9615 (Rani)<br />
<a href="http://www.commonroom.info/" rel="nofollow" target="_blank">Common Room</a>, +62.22.70.800.620 (Mbak Nunung)</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2007/intencity-lowave-video-art-experimental-cinema-screening-bandung-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Screening Spesial</title>
		<link>http://commonroom.info/2006/screening-spesial/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2006/screening-spesial/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Dec 2006 10:43:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>koesuma</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Screening]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=293</guid>
		<description><![CDATA[15 &#8211; 21 Desember 2006 Pk. 13.00 &#8211; 15.00 WIB dan Pk. 16.00 &#8211; 18.00 WIB Kegiatan ini gratis tidak dipungut biaya tempat terbatas Teselenggara atas kerjasama Mondo Video, Konfiden, dengan common room]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>15 &#8211; 21 Desember 2006<br />
Pk. 13.00 &#8211; 15.00 WIB dan Pk. 16.00 &#8211; 18.00 WIB</p>
<p>Kegiatan ini gratis tidak dipungut biaya<br />
tempat terbatas</p>
<p>Teselenggara atas kerjasama Mondo Video, Konfiden, dengan common room </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2006/screening-spesial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Video Screening</title>
		<link>http://commonroom.info/2004/video-screening/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2004/video-screening/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Dec 2004 10:13:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>koesuma</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Screening]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[Senin &#8211; Kamis, 20 &#8211; 23 Desember 2004 Senin, 20 Desember 2004, Pk. 19:00 &#8211; 21:00 Wib Screening Kompilasi Film Pendek Minikino Selasa, 21 Desember 2004, Pk. 19:00 &#8211; 21 Wib Pk. 16:00 &#8211; 18:00 Wib Videochart by Videobabes Pk. 19:00 &#8211; 21:00 Wib Screening VideoBabes Rabu, 22 Desember 2004 Screening Video Amatir + Hasil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Senin &#8211; Kamis, 20 &#8211; 23 Desember 2004</strong></p>
<p><em><strong>Senin, 20 Desember 2004, Pk. 19:00 &#8211; 21:00 Wib</strong></em><br />
Screening Kompilasi Film Pendek Minikino<br />
<em><strong>Selasa, 21 Desember 2004, Pk. 19:00 &#8211; 21 Wib</strong></em><br />
Pk. 16:00 &#8211; 18:00 Wib Videochart by Videobabes<br />
Pk. 19:00 &#8211; 21:00 Wib Screening VideoBabes<br />
<em><strong>Rabu, 22 Desember 2004 </strong></em><br />
Screening Video Amatir + Hasil Workshop Video Mbeling<em> </em><br />
<em><strong>Kamis, 23 Desember 2004, Pk. 19:00 &#8211; 21:00 Wib</strong></em><br />
Screening Video Cerahati</p>
<p><span id="more-195"></span></p>
<p>Menjadi bagian dari rangkaian Open House Common Room, kami mengundang beberapa mitra untuk menyelenggarakan kegiatan screening video di Common Room di antaranya <a href="http://minikino.org/" target="_blank">Minikino</a>, sebagai organisasi yang selama ini konsentrasi pada pengembangan komunitas film pendek; VideoBabes, kelompok yang berkonsentrasi pada project video art yang dimotori oleh trio Ariani Darmawan, Rani Ravenina Philla Tania; Cerahati Artwork, rumah produksi yang sedang naik daun.</p>
<p>Selain itu juga kami menyelenggarakan screening video amatir yang melibatkan siapapun yang memiliki karya video dan mengirimkannya pada kami. Acara ini terbuka untuk siapa saja, silakan kirim karya video dengan spesifikasi sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Materi bebas (animasi, video klip, dokumenter, naratif/ non-naratif, karya personal, dll)</li>
<li>Karya video adalah proyek personal (non-komersial)</li>
<li>Peserta bebas (tidak ada batasan umur), diutamakan untuk pemula (bukan prefesional)</li>
<li>Durasi maksimal 10 menit</li>
<li>Format MPEG2 dalam bentuk vcd/dvd</li>
</ol>
<p>Kirim karya video ke Common Room/ Tobucil <strong>selambat-lambatnya tanggal 14 Desember 2004</strong>. Karya yang terkumpul akan diputar pada acara Open House Common Room 2004 yang akan diselenggarakan pada tanggal 1-31 Desember 2004. Beberapa karya terbaik akan diseleksi oleh Common Room untuk dijadikan bahan video kompilasi Bandung Center for New Media Arts.</p>
<p>Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:</p>
<p>Common Room<br />
Jl. Kyai Gede Utama no. 8<br />
Bandung 40132<br />
Telp./ Fax. 022-2503404<br />
Email: <a href="mailto:info@commonroom.info">info@commonroom.info</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2004/video-screening/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

