<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Common Room Networks Foundation &#187; Residency</title>
	<atom:link href="http://commonroom.info/tag/residency/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://commonroom.info</link>
	<description>Open Platform for Art, Culture &#38; ICT/Media &#124;&#124; Bandung - Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 05:07:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Pameran Video Dominos: Image Association Game bersama Michiko Tsuda (JP) &#124; Common Room, 31 Desember 2010 s/d 15 Januari 2011</title>
		<link>http://commonroom.info/2010/michiko-tsuda-desember-2010/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2010/michiko-tsuda-desember-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2010 11:15:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[Media Arts]]></category>
		<category><![CDATA[Media Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Residency]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=1605</guid>
		<description><![CDATA[Video Dominos: Image Association Game &#124; Workshop video oleh Michiko Tsuda (JP) Peserta Budi Dwi Rahmady &#124; Jaisa Randy &#124; Jumadi Yhoggy &#124; Mohammad Rizki Ardiansyah &#124; Naluri Bella Wati &#124; Ranti Puji Agusti &#124; Taufanny Nugraha Waktu dan Tempat Pembukaan: 31 Desember 2010, Pk. 16.00 WIB Pameran: 31 Desember 2010 s/d 15 Januari 2011 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/01_Loop.jpg" border="0" alt="Photobucket" /></p>
<p><strong>Video Dominos: Image Association Game | Workshop video oleh Michiko Tsuda (JP)</strong></p>
<p><strong>Peserta</strong><br />
Budi Dwi Rahmady | Jaisa Randy | Jumadi Yhoggy | Mohammad Rizki Ardiansyah | Naluri Bella Wati | Ranti Puji Agusti | Taufanny Nugraha</p>
<p><strong>Waktu dan Tempat</strong><br />
Pembukaan: 31 Desember 2010, Pk. 16.00 WIB<br />
Pameran: 31 Desember 2010 s/d 15 Januari 2011<br />
Venue: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8</p>
<p><span id="more-1605"></span></p>
<p><strong>Deskripsi</strong><br />
Pameran ini merupakan kelanjutan dari workshop pembuatan film eksperimental yang memanfaatkan pola asosiasi citraan sebagaimana layaknya permainan domino. Berawal dari Migratory Project yang diinisiasi pada tahun 2007 oleh Michiko Tsuda (JP), Caroline Bernard (FR) dan Damien Guichard (FR), proyek ini kemudian dilanjutkan oleh Michiko dengan melibatkan tujuh peserta dari kota Bandung melalui program residensi di Common Room sejak awal Desember 2010.</p>
<p>Pada prosesnya para peserta memanfaatkan beberapa perlengkapan sederhana, semisal kamera digital &amp; telepon genggam untuk mengembangkan permainan domino film. Pada hari pertama, para peserta mengumpulkan dan saling berbagi potongan video yang berasal dari wilayah privat dengan durasi maksimum 1 menit. Selanjutnya pada hari kedua para peserta saling berbagi dan memilih beberapa potongan video berdasarkan makna atau kemiripan bentuknya. Proses ini mirip seperti permainan asosiasi yang sering dimainkan oleh anak-anak.</p>
<p>Aktifitas ini kemudian dilanjutkan dengan mengumpulkan potongan video yang berasal dari ruang publik, semisal jalan raya, langit, ataupun suasana di supermarket. Setelah dilakukan secara berulangulang, setiap potongan video kemudian disunting secara sederhana dengan memanfaatkan beberapa layar yang terkadang menghasilkan struktur narasi tertentu. Rencananya proyek ini akan terus dilanjutkan dengan menjajaki kemungkinan proses yang lain, semisal melalui pemanfaatan wahana jejaring sosial di internet.</p>
<p><strong>Short Bio</strong><br />
Michiko Tsuda (b. 1980) adalah seorang seniman yang kerap menggunakan teknologi analog dan digital dalam karya-karyanya. Ia memulai karirnya sebagai seorang insinyur teknik sebelum kemudian memutuskan untuk bekerja sebagai seniman. Ketika mulai memanfaatkan medium video, Michiko tertarik untuk mengembangkan kesadaran baru dengan mencermati kondisi dan perkembangan media, selain ketertarikan untuk merubah cara melihat dan memaknai dunia citra.</p>
<p>Dengan memanfaatkan kamera, monitor dan cermin, Michiko mulai mengembangkan tema mengenai sudut pandang yang anonim. Belakangan Ia mulai berkolaborasi melalui internet dengan seorang seniman yang berasal dari Perancis dan menggunakan kamera digital sederhana untuk mengambil berbagai citraan yang Ia ambil dari tengah hutan. Proses ini kemudian berkembang menjadi konsep Migratory Project, dan selanjutnya menjelma menjadi sebuah jalinan film eksperimental yang dikerjakan secara kolaboratif.</p>
<p>URL: <a href="http://2da.jp/" target="_blank">http://2da.jp/</a></p>
<p><em>Pameran ini terbuka untuk umum, terutama bagi para mahasiswa, seniman, desainer dan para peminat kajian seni, teknologi dan budaya kontemporer. Kegiatan ini didukung oleh Common Room, HIVOS dan Japan Foundation.</em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2010/michiko-tsuda-desember-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Workshop Video bersama Michiko Tsuda (Jepang) &#124; 21 &#8211; 26 Desember 2010</title>
		<link>http://commonroom.info/2010/workshop-video-bersama-michiko-tsuda-jepang-senin-20-desember-2010/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2010/workshop-video-bersama-michiko-tsuda-jepang-senin-20-desember-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Dec 2010 10:15:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[Media Arts]]></category>
		<category><![CDATA[Media Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Residency]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=1580</guid>
		<description><![CDATA[Michiko Tsuda, Where Are You?, HD data, 8:06, 2008. (© Michiko Tsuda) Tanggal: 21-26 Desember 2010 Waktu: Setiap hari pukul 15.00 &#8211; 17.00 WIB Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung, Indonesia Deskripsi Singkat Michiko Tsuda (b. 1980) adalah seorang seniman yang kerap menggunakan teknologi analog dan digital dalam karya-karyanya. Ia memulai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/Tsuda_sm.jpg" border="0" alt="Michiko" width="480" height="360" /><br />
<small><em>Michiko Tsuda, Where Are You?, HD data, 8:06, 2008. (© Michiko Tsuda)</em></small></p>
<p>Tanggal: 21-26 Desember 2010<br />
Waktu: Setiap hari pukul 15.00 &#8211; 17.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung, Indonesia</p>
<p><strong>Deskripsi Singkat</strong><br />
<a href="http://www.2da.jp/2da/en/home02.html" target="_blank">Michiko Tsuda</a> (b. 1980) adalah seorang seniman yang kerap menggunakan teknologi analog dan digital dalam karya-karyanya. Ia memulai karirnya sebagai seorang insinyur teknik sebelum kemudian memutuskan untuk bekerja sebagai seniman.</p>
<p><strong>Dominos: Image Association Game</strong><br />
Dalam workshop ini, Michiko Tsuda akan berbagi pengalaman dan pengetahuan untuk membuat karya seni dengan menggunakan medium video. Secara khusus workshop ini akan menyoroti penggunaan dan konsumsi citra (<em>image</em>) yang biasa kita saksikan pada pesawat televisi dan kehidupan sehari-hari. Selain itu, workshop ini juga akan memanfaatkan berbagai citraan privat yang akan ditampilkan dalam ranah publik.</p>
<p>Persepsi terhadap citraan yang tersebar di dalam kehidupan sehari-hari saat ini sangat dipengaruhi oleh sudut pandang kita dan proses editing. Secara teoritik, persepsi dan pemahaman akan citraan dapat berubah ketika sudut pandang terhadap citraan yang ada direkayasa melalui proses editing. Workshop ini akan menyelami kesadaran dalam mencermati dunia citra dengan menggunakan perlengkapan dan proses editing yang sederhana. Pada prosesnya, para peserta akan di ajak untuk berasosiasi dengan berbagai citraan seperti dalam permainan domino.</p>
<p>Workshop ini terbuka untuk umum, terutama bagi para mahasiswa, seniman, desainer dan para peminat kajian seni, teknologi dan budaya kontemporer. Kegiatan workshop akan diselenggarakan mulai tanggal 21 s/d 26 Desember 2010. Untuk informasi pendaftaran peserta workshop silahkan hubungi Ibu Nunung/ Ranti di nomor 022-2503404. Biaya pendaftaran: Rp. 25.000,-</p>
<p>Kunjungan Michiko Tsuda ke kota Bandung merupakan bagian dari program residensi yang didukung oleh Common Room dan Japan Foundation. Selama berada di kota Bandung, Michiko akan menyelenggarakan serangkaian kegiatan kuliah umum, workshop, screening video dan pameran yang memberi penekanan pada proses interaksi dan kolaborasi lintas disiplin dan budaya dengan para seniman serta komunitas masyarakat di kota Bandung.</p>
<p><em>*Image: Michiko Tsuda, Where Are You?, HD data, 8:06, 2008. (© Michiko Tsuda)</em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2010/workshop-video-bersama-michiko-tsuda-jepang-senin-20-desember-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Informasi Kegiatan Common Room &#124; Desember 2010</title>
		<link>http://commonroom.info/2010/informasi-kegiatan-common-room-desember-2010/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2010/informasi-kegiatan-common-room-desember-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Dec 2010 11:07:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[Localities]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Poetry]]></category>
		<category><![CDATA[Residency]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=1566</guid>
		<description><![CDATA[Agenda Common Room &#124; Desember 2010 Launching Video Klip Karinding Militan feat. Gohgor, Kick it Out, &#38; Tiga Pagi Sabtu, 11 Desember 2010 &#124; Pk. 16.00 WIB &#8211; selesai A Tribute To Widji Thukul &#124; Pameran dan pembacaan puisi karya Widji Thukul &#124; Peringatan Hari Hak Asasi Manusia Sedunia Minggu, 12 Desember 2010 &#124; Pk. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/lawang_angin.jpg" border="0" alt="CommonRoom" /></p>
<p><span style="color: #800000;"><strong>Agenda Common Room | Desember 2010</strong></span></p>
<p><span style="color: #008080;"><strong>Launching Video Klip Karinding Militan feat. Gohgor, Kick it Out, &amp; Tiga Pagi</strong><br />
</span>Sabtu, 11 Desember 2010 | Pk. 16.00 WIB &#8211; selesai</p>
<p><span style="color: #008080;"><strong>A Tribute To Widji Thukul | Pameran dan pembacaan puisi karya Widji Thukul</strong></span> <span style="color: #008080;"><strong>| Peringatan Hari Hak Asasi Manusia Sedunia</strong></span><br />
Minggu, 12 Desember 2010 | Pk. 17.00 &#8211; 23.00 WIB</p>
<p>Pembacaan puisi oleh Abah (Ultimus), Addy Gembel (Forgotten), Dedi Koral (Kebun Seni), Nurul M. Sisilia (FLP), Rizal Abdul Ghani, etc. || Pameran ilustrasi oleh Ardi Kana (Kebun Seni), Fajar Rover, Aray Suteja, Sams (SR UPI), Osin, &amp; Benni Hinn || Pementasan musik dan bebunyian experimental oleh Aneka Digital Safari, Gohgor, This A.M Weird, ZZzzz&#8230;, DXC, &amp; Salman Aditya || Performance art oleh Tisna Sanjaya</p>
<p>Penyelenggara<br />
<span style="color: #008080;">Serat Tujah</span><br />
CP: Benny A.S (08562208039)<br />
<em>*Pameran akan berlangsung dari tanggal 12- 18 Desember 2010, Pk. 10.00 &#8211; 20.00 WIB di Common Room Networks Foundation, Jl. Kyai Gede Utama No.8 Bandung.</em></p>
<p>Pertunjukan Teater<br />
<span style="color: #008080;">&#8220;<strong>KIAMAT atawa Dunia Tak Lama Lagi Pasti Hancur&#8221; karya Jura Soyfer oleh mainteater</strong></span></p>
<p>SUTRADARA Sahlan Bahuy, Boris Heilscher | PENATA ARTISTIK Rizkika Lukman Hakim | PENATA MUSIK Enry Johan Jauhari &amp; Gohgor | PENATA KOSTUM Lela Orenz, Uswatun Hasanah | PENATA GERAK Giran Ihlas Munggaran | DRAMATURG Heliana Sinaga, Wawan Sofwan | PENERJEMAH Dian Ekawati</p>
<p>Waktu &amp; Tempat<br />
14, 15 &amp; 16 Desember 2010 | Pk. 15.00 WIB &#8211; selesai<br />
Gedung Kesenian Rumentang Siang<br />
Jl. Baranang Siang no. 1</p>
<p>Htm: Rp. 15.000,-<br />
Ticket box: Common Room</p>
<p>Penyelenggara<br />
<span style="color: #008080;">mainteater</span><br />
URL: <a href="http://mainteater.wordpress.com/" target="_blank">http://mainteater.wordpress.com/</a> | <a href="http://www.facebook.com/pages/Mainteater-Bandung/166068960089078" target="_blank">Facebook Page</a><br />
CP: Pradetya Novitri (+62.856.2057.993/ +62.813.942.69.285)</p>
<p><span id="more-1566"></span></p>
<p><strong><span style="color: #008080;">Community Gathering</span><br />
</strong>Sharing session.. Feel free to join us..<br />
Kamis, 16 Desember 2010 | Pk. 15.00 &#8211; selesai</p>
<p><span style="color: #008080;"><strong>Pertunjukan Kolaborasi | SAKARAT (Sarasvati &#8211; Karinding Attack)</strong></span><br />
Kamis, 23 Desember 2010 | Pk. 19.00 &#8211; selesai<br />
Htm: Rp 25.000<br />
<em>*(hanya tersedia 100 tiket)</em></p>
<p><span style="color: #800000;"><strong>Kegiatan Rutin</strong></span></p>
<p><span style="color: #008080;"><strong>Pertemuan mingguan kelompok studi Bandung Oral History (BOH)</strong></span><br />
Setiap hari Kamis, pukul 17.00 – 21.00 WIB.<br />
Informasi hubungi Zia di nomor: +6222-92209221</p>
<p><strong><span style="color: #008080;">Pertemuan mingguan komunitas OpenLabs</span><br />
</strong>Setiap hari Kamis, pukul 19.00 – 21.00 WIB.<br />
Informasi hubungi Ega di nomor: +628562330445</p>
<p><span style="color: #008080;"><strong>Kelas Karinding (Kekar) oleh Hendra Attack</strong></span><br />
Setiap hari Jumat, pukul 16.00 – 19.00 WIB.<br />
Informasi hubungi Hendra di nomor: +62818639881</p>
<p><span style="color: #008080;"><strong>Kelas privat suling dan kacapi oleh Iman Rohman aka Iman Zimbot</strong></span><br />
Jadwal dengan perjanjian. Informasi hubungi Common Room di nomor: 022.2503404</p>
<p><span style="color: #800000;"><strong>Program Residensi Seniman</strong></span></p>
<p><strong><span style="color: #008080;">Mark Salvatus (Filipina)</span><br />
</strong>30 November 2010 &#8211; 16 Desember 2010 | Mark akan berkegiatan di Common Room dan berkolaborasi dengan seniman dan komunitas lokal.</p>
<p><span style="color: #008080;"><strong>Michiko Tsuda (Jepang)</strong></span><br />
17 Desember 2010 &#8211; 27 Desember 2010 Michiko akan berkegiatan di Common Room dan berkolaborasi dengan seniman dan komunitas lokal.</p>
<p><em>Common Room adalah platform yang terbuka untuk kegiatan seni, budaya dan pemanfaatan ICT/ Media. Kegiatan Common Room dikelola oleh Common Room Networks Foundation dan didukung oleh HIVOS. Bagi teman-teman yang tertarik untuk terlibat dan menyelenggarakan kegiatan di Common Room, silahkan menghubungi Ranti di nomor 022-2503404 atau kunjungi kami di Jalan Kyai Gede Utama no. 8. Informasi mengenai kegiatan Common Room dapat diakses di situs <a href="http://commonroom.info" rel="nofollow">http://commonroom.info</a> dan twitter @CommonRoom_ID</em></p>
<p>Alamat<br />
Jl. Kyai Gede Utama 8, Bandung &#8211; 40132 | WEST JAVA &#8211; INDONESIA | Phone/ Fax: +62.22.250.3404<br />
URL: <a href="http://commonroom.info" rel="nofollow">http://commonroom.info</a> | E-mail: <a href="mailto:info@commonroom.info">info@commonroom.info</a> | Twitter: @CommonRoom_ID</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2010/informasi-kegiatan-common-room-desember-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>UNDER ONE SKY &#124; pemutaran film + diskusi: HAM dan Jurnalisme &#124; Rabu, 16 Desember 2009</title>
		<link>http://commonroom.info/2009/under-one-sky-pemutaran-film-diskusi-ham-dan-jurnalisme-rabu-16-desember-2009/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2009/under-one-sky-pemutaran-film-diskusi-ham-dan-jurnalisme-rabu-16-desember-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 16:53:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Campaign]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Residency]]></category>
		<category><![CDATA[Screening]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=496</guid>
		<description><![CDATA[Under One Sky adalah judul dari sebuah film dokumenter di bawah arahan dan suntingan Kiri Dalena, seorang seniman Phillipina yang saat ini tengah menjalani program residensi singkat di Common Room. Film produksi tahun 2009 dan berdurasi 30 menit ini dikerjakan secara bersama-sama dengan Patricia Evangelista. Keduanya berasal dari Phillipina. Film ini bercerita tentang sebuah insiden [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="Noel" src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/noel_blog.jpg" border="0" alt="film" /></p>
<p>Under One Sky adalah judul dari sebuah film dokumenter di bawah arahan dan suntingan Kiri Dalena, seorang seniman Phillipina yang saat ini tengah menjalani program residensi singkat di Common Room. Film produksi tahun 2009 dan berdurasi 30 menit ini dikerjakan secara bersama-sama dengan Patricia Evangelista. Keduanya berasal dari Phillipina.</p>
<p>Film ini bercerita tentang sebuah insiden yang terjadi pada tanggal 23 November 2009, ketika sebuah pembantaian terjadi di wilayah Maguindanao dan kemudian dikenal dengan insiden Pembantaian Maguindanau. Dalam insiden ini, sekitar 57 laki-laki dan perempuan dibunuh secara brutal. Secara khusus, film ini berkisah mengenai orang-orang yang menjadi korban, termasuk keluarga yang ditinggalkan. Dalam insiden ini, juga tercatat kematian 31 orang wartawan yang ikut menjadi korban pembantaian yang dilakukan secara membabi buta.</p>
<p><span id="more-496"></span></p>
<p>Program ini merupakan bagian dari program peringatan hari Hak Asasi Manusia (HAM) yang biasanya diselenggarakan setiap tanggal 10 Desember di seluruh dunia. Kali ini, kegiatan peringatan mengambil fokus pada diskusi mengenai posisi dan peran jurnalis dalam konteks penegakan HAM dengan perbandingan situasi di Phillipina dan Indonesia. Melalui kegiatan pemutaran dan diskusi kali ini, akan dibahas secara detail bagaimana posisi seorang jurnalis yang memiliki peran yang strategis dalam upaya penegakan HAM, terutama dalam perspektif menunaikan hak dalam mendapatkan informasi dan pengetahuan.</p>
<p>Dalam banyak kasus di Indonesia ataupun negara lain, kita dapat menyaksikan bagaimana insiden dan pelanggaran HAM juga kerap menjadikan para jurnalis sebagai korbannya. Diharapkan melalui kegiatan ini, masyarakat luas dapat membicarakan berbagai aspek yang terkait dengan upaya penegakan HAM dan melihat peran para jurnalis secara reflektif dan kritis. Selain itu, kegiatan ini juga akan membicarakan berbagai aspek yang terkait dengan perundang-undangan dan hukum positif Indonesia dalam koridor Deklarasi HAM Universal yang pertama kali dikumandangkan kurang lebih 61 tahun yang lalu.</p>
<p>Selain kegiatan pemutaran film Under One Sky serta diskusi mengenai HAM dan Jurnalisme, kegiatan ini juga akan diisi dengan pemutaran film Balibo V, yang merujuk kepada kasus terbunuhnya lima wartawan asing, yaitu Greg Shackleton, Brian Peters, Malcolm Rennie, Gary Cunningham, dan Tony Steward di Balibo, wilayah perbatasan di Timor Leste (dulu Timor-Timur) pada tahun 1975. Film ini merupakan arahan dari sutradara Rob Conolly dan sempat dilarang diputar dalam acara Jakarta International Film Festival (JIFFEST) pada bulan Desember tahun ini.</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="344" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="data" value="http://www.youtube.com/v/rN6YM2d2TgM&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" /><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/rN6YM2d2TgM&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344" src="http://www.youtube.com/v/rN6YM2d2TgM&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" data="http://www.youtube.com/v/rN6YM2d2TgM&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;"></embed></object></p>
<p>Host: Common Room<br />
Date: Rabu, 16 Desember, 2009<br />
Time: 3:00 pm &#8211; 7:00 pm<br />
Location: Common Room<br />
Street: Jl. Kyai Gede Utama no. 8<br />
City/Town: Bandung, Indonesia</p>
<p><strong>TOR Diskusi:</strong><br />
Hak asasi manusia (HAM) adalah hak yang melekat pada diri manusia sehingga memiliki sifat kodrati dan fundamental sebagai suatu anugerah Tuhan Yang Maha Pencipta yang harus dihormati, dijaga, dan dilindungi oleh setiap individu, masyarakat, maupun negara.</p>
<p>John Locke mengemukakan hak asasi manusia adalah hak-hak yang diberikan langsung oleh Tuhan Yang Maha Pencipta sebagai hak yang kodrati. Karena itu, tidak ada kekuasaan apapun yang dapat mencabutnya. Hak ini sifatnya mendasar (fundamental) bagi hidup dan kehidupan manusia, serta merupakan hal kodrati yang tidak bisa dipisahkan.</p>
<p>Dalam UU No. 39 tahun 1999 tentang hak asasi manusia pasal 1 disebutkan, “<em>Hak asasi manusia (HAM) adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia</em>”.</p>
<p>Berdasarkan beberapa rumusan HAM, dapat ditarik kesimpulan tentang beberapa ciri pokok hakikat HAM, yaitu:</p>
<ol>
<li>HAM tidak perlu diberikan, dibeli, atau diwarisi. HAM adalah bagian dari keberadaan manusia secara otomatis.</li>
<li>HAM berlaku untuk semua orang tanpa memandang jenis kelamin, ras, agama, etnis, pandangan politik atau asal-usul sosial dan bangsa.</li>
<li>HAM tidak bisa dilanggar. Tidak ada yang bisa membatasi atau melangggar hak orang lain. Seseorang tetap memiliki HAM walaupun negara membuat hukum yang tidak melindungi atau melanggar HAM tersebut.</li>
</ol>
<p>Selanjutnya, secara operasional dalam UU No. 39 tahun 1999 tentang HAM, ada beberapa bentuk:</p>
<ol>
<li> Hak untuk hidup;</li>
<li>Hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan;</li>
<li>Hak mengembangkan diri;</li>
<li>Hak memperoleh keadilan;</li>
<li>Hak atas kebebasan pribadi;</li>
<li>Hak atas rasa aman;</li>
<li>Hak atas kesejahteraan;</li>
<li>Hak turut serta dalam pemerintahan;</li>
<li>Hak wanita; dan</li>
<li>Hak anak.</li>
</ol>
<p>Deklarasi tentang HAM juga memasukkan hak atas kebebasan berekspresi dan beropini. Sebagai contoh, pasal 19 dalam deklarasi yang disahkan pada tahun 1948 itu adalah;</p>
<p>”<em>Setiap orang berhak atas kebebasan beropini dan berekspresi, hak ini meliputi kebebasan untuk memiliki opini tanpa intervensi, serta untuk mencari, menerima, dan mengungkapkan informasi serta gagasan melalui media apapun dan tidak terikat pada garis berpendapat</em>”.</p>
<p>Pada pasal 18 juga tercantum kalimat, ”<em>Setiap orang berhak atas kebebasan berpikir&#8230;</em>”. Bentuk dari kebebasan berekspresi adalah kebebasan berpendapat. Sementara Undang-undang Dasar hasil amandemen pasal 28 pun menyatakan; ”<em>Kemerdekaan berserikat dan bekumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang</em>”.</p>
<p>Filosofi kelahiran hak atas kebebasan berekspresi ini adalah menguatnya tekanan negara terhadap perjuangan atas hak-hak dasar manusia. Dalam perspektif Marxian, perjuangan atas hak dasar ekonomi menjadi alasan bagi negara untuk menegakan kebebasan dalam organisasi sipil-politik.</p>
<p>Kebebasan berekspresi merupakan isu yang menjadi domain penting dan mendesak untuk diperjuangan. Tanpa kebebasan bereskpresi (di dalamnya termaktub kebebasan pers, memberikan informasi dan mendapat informasi), perjuangan HAM di bidang-bidang lain dapat ikut terhambat keberadaannya.</p>
<p>Sudah banyak korban bergelimpangan ketika perjuangan untuk berekspresi dan berbicara dibungkam secara paksa. Penangkapan, penculikan, pembunuhan, dan pemenjaraan aktivis serta jurnalis merupakan bukti bagaimana institusi dan aparat negara selalu berupaya untuk mencegah perbaikan sistemik di negeri ini.</p>
<p>Peran jurnalis dan masyarakat dalam masa reformasi memiliki peran yang penting untuk melawan kejahatan HAM. Tetapi, pemerintah dan DPR malah mengutak-atik masalah kebebasan melalui beberapa aturan perundang-undangan dan tata aturan hukum yang bias.</p>
<p>Beberapa pereaturan yang mengancam suara dan kebebasan publik diantaranya adalah UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Sebagaimana polemik yang berkembang selama beberapa waktu terakhir, Prita Mulyasari adalah salah satu korban dari kesewenangan ini.</p>
<p>Produk lain yang hendak keluar adalah RUU Rahasia Negara. Rancangan aturan ini memiliki peluang untuk melakukan proses kriminalisasi bagi warga negara Indonesia yang membocorkan rahasia institusi atau pejabat publik. Beberapa organisasi masyarakat sipil (OMS) pro kebebasan berekspresi menduga langkah pemerintah ini cenderung untuk melindungi perilaku negatif pejabat publik. Publik kemudian tidak diperkenankan untuk melihat kinerja aparatus, berkas dokumen, serta laporan keuangan dengan alasan rahasia negara.</p>
<p>Selain itu, produk hukum lama yang termaktub dalam Kitab UU Hukum Pidana juga masih menyimpan beragam jebakan bagi kebebasan pers. Pasal-pasal defamasi (pencemaran nama baik) masih berserakan dalam KUHP yang merupakan produk kolonial tersebut.</p>
<p>Diantara yang negatif, posisi publik dalam perjuangan kebebasan menyampaikan dan mendapatkan informasi masih dijamin dalam pasal 28 UUD Amandemen 1945, UU Pers, dan UU Keterbukaan Informasi Publik.</p>
<p>Dengan penjelasan tersebut maka kiranya perlu pembahasan lebih lanjut seperti:</p>
<ol>
<li>Bagaimanakah publik memanfaatkan produk aturan yang membela perjuangan kebebasan berekspresi?</li>
<li>Apakah model <em>citizen journalism</em> bisa memberi tawaran konkret terhadap penyebaran informasi?</li>
<li>Perlukah manajemen informasi dan etika ketat agar model citizen journalism tidak terjebak pasal-pasal defamasi dan jeratan hukum pidana lainnya?</li>
</ol>
<p><em>Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI Bandung) yang bekerjasama dengan Common Room. Sementara Kiri Dalena merupakan seorang seniman yang tengah menjalani program residensi di Common Room. Kehadirannya merupakan bagian dari program pertukaran seniman yang didukung oleh Ateneo Gallery (Manila), HIVOS &amp; Common Room. Gratis dan terbuka untuk umum, terutama para pelajar, mahasiswa, guru, wartawan, seniman, desainer, musisi, ibu rumah tangga, polisi, tentara, dsb.<br />
</em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2009/under-one-sky-pemutaran-film-diskusi-ham-dan-jurnalisme-rabu-16-desember-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kunjungan MM Yu (Philipina)</title>
		<link>http://commonroom.info/2007/kunjungan-mm-yu-philipina/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2007/kunjungan-mm-yu-philipina/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Dec 2007 05:53:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Projects]]></category>
		<category><![CDATA[Residency]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/2007/kunjungan-mm-yu-philipina/</guid>
		<description><![CDATA[Pada akhir bulan November 2007, Common Room kedatangan tamu bernama MM Yu dari kota Manila &#8211; Philipina. Kedatangannya ditemani oleh Joel de Leon, asisten kurator dari Ateneo Art Gallery. MM Yu adalah salah satu pemenang dari Ateneo Art Award 2007 yang diselenggarakan oleh Ateneo Art Gallery. Sebagai hadiahnya, MM Yu diberi kesempatan untuk melakukan kunjungan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/ami_04.jpg" alt="MM Yu" border="0" /></p>
<p>Pada akhir bulan November 2007, Common Room kedatangan tamu bernama <a href="http://mmsoyu.multiply.com/" target="_blank">MM Yu</a> dari kota Manila &#8211; Philipina. Kedatangannya ditemani oleh Joel de Leon, asisten kurator dari <a href="http://gallery.ateneo.edu/" target="_blank">Ateneo Art Gallery</a>. MM Yu adalah salah satu pemenang dari <a href="http://gallery.ateneo.edu/aaawebpage.html" target="_blank">Ateneo Art Award 2007</a> yang diselenggarakan oleh Ateneo Art Gallery. Sebagai hadiahnya, MM Yu diberi kesempatan untuk melakukan kunjungan singkat ke kota Bandung dengan dukungan dari Common Room dan <a href="http://www.artsnetworkasia.org" target="_blank">Arts Network Asia</a>.</p>
<p>Selama berada di Bandung, MM Yu berkesempatan untuk mengunjungi beberapa galeri dan komunitas kreatif di kota ini. Ia juga sempat mengunjungi kantor <a href="http://www.monikceltic.com" target="_blank">MonikCeltic</a> dan berbincang-bincang dengan Marin, Egga &amp; Eric. Di sana ia banyak menceritakan perkembangan komunitas musik independen di kota Manila yang situasinya sedikit banyak mirip dengan kota Bandung. Selain itu, MM Yu juga membuat beberapa foto yang merekam pengalamannya selama tinggal di Common Room. Beberapa foto karyanya bisa dilihat di halaman berikut ini:</p>
<p><a href="http://mmsoyu.multiply.com/photos/album/94/BandungCommon_Room_Networks_Foundation_Day_1" target="_blank">Foto-foto hari pertama</a><br />
<a href="http://mmsoyu.multiply.com/photos/album/95/day_2" target="_blank"> Foto-foto hari kedua</a></p>
<p>Sementara itu, beberapa foto dokumentasi kunjungan MM Yu ke Bandung bisa dilihat di halaman <a href="http://ykme.multiply.com/photos/album/24/buat_gustaff_-mmyu_and_joel-_?replies_read=6" target="_blank">ini</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2007/kunjungan-mm-yu-philipina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

