<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Common Room Networks Foundation &#187; Program</title>
	<atom:link href="http://commonroom.info/tag/program/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://commonroom.info</link>
	<description>Open Platform for Art, Culture &#38; ICT/Media &#124;&#124; Bandung - Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 May 2013 07:28:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Pertunjukan Teater &#124; “KIAMAT atawa Dunia Tak Lama Lagi Pasti Hancur” karya Jura Soyfer oleh mainteater</title>
		<link>http://commonroom.info/2010/pertunjukan-teater-%e2%80%9ckiamat-atawa-dunia-tak-lama-lagi-pasti-hancur%e2%80%9d-karya-jura-soyfer-oleh-mainteater/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2010/pertunjukan-teater-%e2%80%9ckiamat-atawa-dunia-tak-lama-lagi-pasti-hancur%e2%80%9d-karya-jura-soyfer-oleh-mainteater/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Dec 2010 05:52:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Program]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=1576</guid>
		<description><![CDATA[SUTRADARA Sahlan Bahuy, Boris Heilscher &#124; PENATA ARTISTIK Rizkika Lukman Hakim &#124; PENATA MUSIK Enry Johan Jauhari &#38; Gohgor &#124; PENATA KOSTUM Lela Orenz, Uswatun Hasanah &#124; PENATA GERAK Giran Ihlas Munggaran &#124; DRAMATURG Heliana Sinaga, Wawan Sofwan &#124; PENERJEMAH Dian Ekawati Waktu &#38; Tempat 14, 15 &#38; 16 Desember 2010 &#124; Pertunjukan I Pk. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/kiamat_mainteater.jpg" border="0" alt="mainteater" /></p>
<p>SUTRADARA Sahlan Bahuy, Boris Heilscher | PENATA ARTISTIK Rizkika Lukman Hakim | PENATA MUSIK Enry Johan Jauhari &amp; Gohgor | PENATA KOSTUM Lela Orenz, Uswatun Hasanah | PENATA GERAK Giran Ihlas Munggaran | DRAMATURG Heliana Sinaga, Wawan Sofwan | PENERJEMAH Dian Ekawati</p>
<p>Waktu &amp; Tempat<br />
14, 15 &amp; 16 Desember 2010 | Pertunjukan I Pk. 15.00 WIB | Pertunjukan II Pk. 20.00 WIB<br />
Gedung Kesenian Rumentang Siang<br />
Jl. Baranang Siang no. 1</p>
<p>Htm: Rp. 15.000,-<br />
Ticket box: Common Room</p>
<p>Penyelenggara<br />
mainteater<br />
URL: <a href="http://mainteater.wordpress.com/" target="_blank">http://mainteater.wordpress.com</a> | <a href="http://www.facebook.com/pages/Mainteater-Bandung/166068960089078" target="_blank">Facebook Page</a><br />
CP: Pradetya Novitri (+62.856.2057.993/ +62.813.942.69.285)</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2010/pertunjukan-teater-%e2%80%9ckiamat-atawa-dunia-tak-lama-lagi-pasti-hancur%e2%80%9d-karya-jura-soyfer-oleh-mainteater/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kelompok Studi Bandung Oral History (BOH): WORKSHOP SEJARAH LISAN 2010</title>
		<link>http://commonroom.info/2010/kelompok-studi-bandung-oral-history-boh-workshop-sejarah-lisan-2010/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2010/kelompok-studi-bandung-oral-history-boh-workshop-sejarah-lisan-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Apr 2010 08:43:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Forum]]></category>
		<category><![CDATA[Oral History]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=777</guid>
		<description><![CDATA[Kelompok Studi Bandung Oral History (BOH): WORKSHOP SEJARAH LISAN 2010 Bandung Oral History (BOH) adalah kelompok belajar sejarah lisan yang berdiri di Bandung tahun 2009. Selama beberapa waktu terakhir, kelompok ini secara fokus mengembangkan metode sejarah lisan dalam berbagai tema penelitian sejarah di berbagai ranah kreativitas. Untuk membangun kesadaran bersejarah dan mengembangkan metode sejarah lisan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2010/04/boh_eflyer.jpg" alt="" width="480" height="679" /><br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Kelompok Studi Bandung Oral History (BOH): WORKSHOP SEJARAH LISAN 2010 </strong><br />
Bandung Oral History (BOH) adalah kelompok belajar sejarah lisan yang berdiri di Bandung tahun 2009. Selama beberapa waktu terakhir, kelompok ini secara fokus mengembangkan metode sejarah lisan dalam berbagai tema penelitian sejarah di berbagai ranah kreativitas. Untuk membangun kesadaran bersejarah dan mengembangkan metode sejarah lisan, sekaligus menerapkan metode ini di ranah kehidupan yang lebih ramah dan aplikatif, BOH akan menggelar workshop sejarah lisan yang rencananya akan digelar selama bulan April 2010.</p>
<p><strong>Jadwal</strong><br />
8 April 2010, Kuliah Umum ”Sejarah dan Sejarah Lisan”, Game Simulasi Teknik dan Metode Sejarah Lisan oleh Kimun666.<br />
15 April 2010, Presentasi Latihan Riset Teknik Sejarah Lisan dan Pemutaran Film ”The US Vs John Lennon”<br />
22 April 2010, Obrolan Petang dengan Para Pelaku Sejarah Konferensi Asia Afrika<br />
29 April 2010,  Ceramah Umum &#8220;Sejarah Lisan Hari Ini&#8221; oleh Drs. Reiza D. Dienaputra, M.Hum. dan sharing bersama penulis, fotografer, dan pembuat film mengenai aktivitas riset dalam berkarya.</p>
<p>Mari bergabung!!!</p>
<p>We want we all together reconstruct this scene in history!!! Our histroy!!!</p>
<p>Untuk informasi dan pendaftaran hubungi Common Room Networks Foundation, Jl Kyai Gede Utama no. 8. No. Telp.: 022-2503404 atau 08568682557 (Mba Nunung) atau 02292209221(Zia). Imel bisa dikirimkan ke <a href="mailto:kimun666@ujungberung.com">kimun666@ujungberung.com</a>.</p>
<p>EACH DAY IS A DRIVE THRU HISTORY!</p>
<p><span id="more-777"></span></p>
<p>Keberadaan sejarah sebagai kisah tentang masa lampau manusia secara eksplisit memperlihatkan peran penting sejarah sebagai ilmu yang memberi penjelasan tentang peran manusia dalam kehidupan. Selanjutnya, berpijak pada realitas bahwa manusia sebagai<em> zoon politicon</em> maka peran itu juga menyertakan keberadaan manusia-manusia lainnya yang hidup secara bersama-sama, baik itu dalam bentuk komunitas keluarga, kerabat, suku bangsa, hingga bangsa.</p>
<p>Dalam pemahaman itu, sejarah pada akhirnya tidak sekedar mampu memberi penjelasan tentang peran manusia secara individu tetapi juga memberi penjelasan tentang peran manusia secara kolektif, dari tingkat keluarga, kerabat, suku bangsa, hingga bangsa. Kesadaran tentang perjalanan hidup di kelampauan itulah yang pada akhirnya akan mampu memetakan identitas atau jatidiri manusia secara individual maupun manusia sebagai anggota suatu komunitas.</p>
<p>Salah satu metode paling penting dalam melakukan rekonstruksi sejarah adalah metode sejarah lisan. Metode sejarah lisan dilakukan dengan cara wawancara sejarah yang kemudian ditranskripsi menjadi dokumen tertulis yang valid sebagai sumber penelitian sejarah.</p>
<p>Metode ini juga sangat sederhana dan menarik karena melibatkan interaksi langsung antara penulis sejarah dengan sumber sejarah, metode sejarah lisan pada gilirannya mampu melibatkan siapa saja di dalamnya, sekaligus memberikan pengalaman yang mendalam di keterlibatan penulis sejarah dengan obyek penelitiannya. Inklusivitas ini pada gilirannya mampu menggugah kesadaran bahwa sejarah adalah milik semua orang dan karenanya maka setiap dari mereka berhak dan bisa menuliskan sejarahnya sendiri-sendiri.</p>
<p>Workshop Sejarah Lisan 2010 akan terbagi ke dalam empat termin pertemuan, yaitu:</p>
<p><strong>8 April 2010, dari pukul 16.00 – 19.00 WIB</strong><br />
Bertempat di Common Room, Jl Kyai Gede Utama 8, dengan agenda kuliah umum dari Kimung dengan tema “Sejarah dan Sejarah Lisan” dan simulasi metode sejarah lisan.</p>
<p><strong>15 April 2010, dari pukul 16.00 – 19.00 WIB</strong><br />
Bertempat di Common Room, Jl Kyai Gede Utama 8, presentasi judul-judul riset sejarah lisan dan pemutaran film dokumenter “The Us vs John Lennon.”</p>
<p><strong>22 April 2010, dari pukul 16.00 – 19.00 WIB</strong><br />
Bertempat di Museum Asia Afrika, peserta workshop akan bergabung dalam acara obrolan santai para pelaku sejarah Konferensi Asia Afrika yang digelar oleh Museum Asia Afrika bekerja sama dengan BOH dengan tajuk “Obrolan Petang 55 Tahun Konferensi Asia Afrika.”</p>
<p><strong>29 April 2010, dari pukul 16.00 – 19.00. WIB</strong><br />
Bertempat di Common  Room, Jl Kyai Gede Utama 8, dengan agenda ceramah umum dari Drs. Reiza D. Dienaputra, M.Hum dengan tema “Sejarah Lisan Hari ini” dan sharing bersama penulis, fotografer, dan movie maker berkaitan dengan aktivitas riset di ranah kreativitas.</p>
<p>Mari bergabung!!!</p>
<p>We want we all together reconstruct this scene in history!!! Our histroy!!!</p>
<p>Untuk informasi dan pendaftaran hubungi Common Room Networks Foundation, Jl Kyai Gede Utama no. 8. No. Telp.: 022-2503404 atau 08568682557 (Mba Nunung) atau 022-92209221(Zia). Imel bisa dikirimkan ke <a href="mailto:kimun666@ujungberung.com">kimun666@ujungberung.com</a>.</p>
<p>EACH DAY IS A DRIVE THRU HISTORY!</p>
<p><em>Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Kelompok Studi Bandung Oral History (BOH), serta di dukung oleh Common Room Networks Foundation dan Hivos.</em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2010/kelompok-studi-bandung-oral-history-boh-workshop-sejarah-lisan-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peringatan Satu Tahun Insiden Sabtu Kelabu &#124; Gedung AACC &#124; 9 Februari 2009</title>
		<link>http://commonroom.info/2009/peringatan-satu-tahun-insiden-sabtu-kelabu-gedung-aacc-9-februari-2009/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2009/peringatan-satu-tahun-insiden-sabtu-kelabu-gedung-aacc-9-februari-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 05:59:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Campaign]]></category>
		<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Human Rights]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=371</guid>
		<description><![CDATA[Insiden Sabtu Kelabu, Setelah Satu Tahun Berlalu Oleh Gustaff H. Iskandar** I “Setiap orang memiliki hak yang sama untuk ikut serta dalam berbagai kegiatan kebudayaan dan menikmati kesenian, selain turut serta dalam mengecap kemajuan dan manfaat dari ilmu pengetahuan.” (Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia, pasal 27, ayat 1. Diterima dan diumumkan oleh Majelis Umum PBB [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-372" title="aacc09" src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2009/03/aacc09.jpg" alt="aacc09" width="480" height="320" /></p>
<p><strong>Insiden Sabtu Kelabu, Setelah Satu Tahun Berlalu<br />
</strong>Oleh Gustaff H. Iskandar**</p>
<p style="text-align: center;">I<em><br />
</em></p>
<p style="text-align: right;"><em>“Setiap orang memiliki hak yang sama untuk ikut serta dalam berbagai kegiatan kebudayaan dan menikmati kesenian, selain turut serta dalam mengecap kemajuan dan manfaat dari ilmu pengetahuan.” (Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia, pasal 27, ayat 1. Diterima dan diumumkan oleh Majelis Umum PBB pada tanggal 10 Desember 1948 di Palais de Chailot – Paris, melalui resolusi 217 A (III).)</em><em>“</em></p>
<p>Bagi sebagian komunitas anak muda di kota Bandung, penghujung tahun 2007 dapat dikatakan merupakan sebuah momen yang melahirkan semangat yang baru. Pada bulan November 2007, Minor Books merilis buku berjudul My Self: Scumbag Beyond Life and Death yang ditulis oleh Kimung. Buku ini menceritakan sepak terjang kehidupan Ivan Scumbag yang meninggal dunia pada tahun 2006. Ia adalah salah satu pendiri sekaligus vokalis dari BurgerKill yang berasal dari daerah Ujungberung. Saat itu acara peluncuran buku diselenggarakan di Common Room dengan suasana yang sangat sederhana dan mengharukan. Seakan-akan sosok Ivan Scumbag masih hidup dan hadir di tengah-tengah semua yang hadir pada saat itu.</p>
<p>Pada bulan Januari 2008, Minor Books kemudian menyelenggarakan acara diskusi dan bedah buku, lengkap dengan pertunjukan musik akustik dari Burgerkill di Selasar Sunaryo Artspace. Selain dihadiri oleh sekitar 300 orang kerabat dekat Ivan, acara ini juga menghadirkan dr. Teddy Hidayat, SpKJ (Psikiater), Drs. Reiza D. Dienaputra, M.Hum (Ahli sejarah), Prof. Dr. Ignatius Bambang Sugiharto (Filsuf), Andy Fadly (Musisi) dan Kimung. Selama kurang lebih 3 jam lamanya, para peserta yang hadir diajak untuk membicarakan berbagai aspek hidup Ivan Scumbag. Secara panjang lebar Kimung bercerita mengenai perjuangan Ivan dan teman-temannya di Ujungberung dalam membangun komunitas yang selama ini memiliki akar dan kecintaan terhadap apa yang mereka tekuni secara sungguh-sungguh: musik metal.</p>
<p>Rangkaian kegiatan ini rupa-rupanya melahirkan gairah baru di kalangan komunitas pecinta musik metal di kota Bandung. Peluncuran buku My Self: Scumbag Beyond Life and Death seakan menandai babak baru dari perkembangan musik ekstrim di kota Bandung yang telah berkembang selama lebih dari satu dekade. Setelah Ivan Scumbag meninggal dunia, semangat untuk mengembangkan komunitas penggemar musik metal di kota Bandung tidak lantas padam. Pengaruh perkembangan komunitas musik metal di Ujungberung selama ini dapat dikatakan telah memberikan warna tersendiri di kota Bandung. Dengan segala keterbatasan yang ada, komunitas Ujungberung menjadi salah satu elemen penting yang melahirkan banyak musisi, teknisi dan operator yang menjadi garda terdepan bagi perkembangan industri musik independen di kota Bandung.</p>
<p>Namun selanjutnya kenyataan berbicara lain. Pada tanggal 9 Februari 2008 sebuah insiden terjadi di gedung Asia Africa Cultural Center (AACC). Saat itu ratusan anak muda penggemar musik metal kota Bandung bergerombol menghadiri konser kelompok Beside yang meluncurkan album pertama mereka yang berjudul Against Ourselves (Absolute Records/ Parapatan Rebel, 2008). Beberapa saat setelah konser selesai, kericuhan terjadi di pintu keluar. Kerumunan massa yang berdesak-desakan melahirkan sebuah bencana yang tidak pernah terbayangkan akan terjadi malam itu. 11 orang anak muda meninggal. Seketika suasana kota Bandung menjadi begitu kelam. Beberapa teman harus menginap di kantor Polisi, sementara yang lain tercerai berai tak tentu arah.<span id="more-371"></span></p>
<p>Keesokan harinya, beberapa kawan yang tergabung di dalam komunitas Solidaritas Independen Bandung (SIB) berinisiatif untuk melakukan konsolidasi di Common Room. Kebetulan pada hari itu ada kegiatan Community Gathering yang diselenggarakan oleh Bandung Creative City Forum (BCCF) di tempat yang sama. Seperti yang telah diduga sebelumnya, insiden di AACC seketika merebak menjadi persoalan yang menarik perhatian banyak orang, termasuk media massa di dalam dan luar negeri. Di tengah-tengah situasi yang menyisakan kesedihan dan ketidakjelasan, beberapa teman yang secara langsung menghadiri acara di gedung AACC berusaha untuk memberikan klarifikasi untuk menjernihkan situasi. Namun sepertinya semua orang yang hadir pada saat itu paham kalau insiden tersebut telah kadung menjadi lembaran gelap bagi pergerakan musik bawahtanah di kota Bandung.</p>
<p style="text-align: center;">II</p>
<p>Selepas peristiwa bencana yang kemudian dikenal sebagai Insiden Sabtu Kelabu, komunitas penggemar musik metal di kota Bandung kemudian menjadi korban perang opini yang secara gencar disebarkan oleh media massa. Stigma negatif yang menuding penggemar musik metal sebagai komunitas yang dekat dengan kekerasan, alkohol dan narkoba menyebabkan persoalan yang sepertinya menjadi penyebab utama dari bencana ini semakin terlupakan. Komunitas penggemar musik ekstrim semakin terpojok ketika suara mayoritas diarahkan untuk mengadili persepsi dan ekspresi artistik mereka secara sepihak. Sementara itu, banyak yang kemudian beranggapan kalau insiden ini semata-mata merupakan kesalahan yang harus ditanggung oleh penyelenggara dan para penggemar musik metal kota Bandung yang identik dengan pergerakan komunitas musik underground.</p>
<p>Satu minggu setelah terjadinya insiden, SIB bekerjasama dengan Rumah Cemara menyelenggarakan dialog publik di Gedung Teater Tertutup Dago Tea Huis. Acara ini digelar sebagai forum rekonsiliasi dan klarifikasi bagi peristiwa Insiden Sabtu Kelabu. Selain dihadiri oleh sekitar 700 anak muda dari berbagai komunitas di kota Bandung, acara ini juga menghadirkan I Budhyana yang saat itu menjabat Kadisbudpar Provinsi Jawa Barat, Yesmil Anwar (Kriminolog), dr. Teddy Hidayat, SpKJ (Psikiater), Tisna Sanjaya (Seniman), Kimung (Guru/ penulis) dan Addy Gembel (Musisi/ vokalis Forgotten). Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh beberapa perwakilan keluarga korban. Diantara yang hadir adalah Pak Masrion yang merupakan ayah kandung dari almarhum Ahmad Wahyu Effendi, salah satu dari 11 korban Insiden Sabtu Kelabu.</p>
<p>Dalam acara ini, para pembicara mengupas berbagai aspek yang terkait dengan Insiden Sabtu Kelabu serta dinamika perkembangan komunitas underground di kota Bandung. I Budhyana mengakui kalau sampai saat ini pemerintah belum memiliki fasilitas yang memadai untuk menyalurkan potensi kreatifitas anak muda di kota Bandung. Terkait dengan hal ini, Yesmil Anwar mengungkapkan kalau komunitas anak muda membutuhkan ruang publik yang representatif. Sayangnya regulasi dan aturan yang mengatur semua itu tidaklah jelas. Hal ini senada dengan apa yang diuraikan oleh dr. Teddy Hidayat yang mengupas semangat anak muda dengan segala gejolak psikologisnya. Menurut dr. Teddy Hidayat anak muda senantiasa membutuhkan ruang untuk berkarya dan berekspresi. sehingga berbagai bentuk ekspresi komunitas underground sebaiknya dilihat dalam kerangka potensi kreativitas anak muda.</p>
<p>Lebih jauh, dalam diskusi ini Kimung mengungkapkan kalau fenomena perkembangan komunitas underground hendaknya dilihat dalam perspektif yang lebih positif. Selama ini perkembangan komunitas underground di kota Bandung telah berhasil menciptakan kesempatan ekonomi dan lapangan kerja baru di kalangan anak muda. Namun sayangnya selama ini dinamika perkembangan komunitas underground tidak diimbangi dengan proses edukasi yang memadai. Terkait dengan hal ini, Addy Gembel juga mengungkapkan kalau dinamika perkembangan komunitas anak muda di kota Bandung saat ini sudah terlalu didominasi oleh kepentingan ekonomi yang secara perlahan mengikis aspek pendidikan dan pemberdayaan yang sebelumnya kerap dilakukan oleh segenap komunitas anak muda di kota Bandung.</p>
<p>Menyoroti persoalan di atas, Tisna Sanjaya mengungkapkan kalau potensi kreatifitas dan kemandirian yang selama ini dimiliki oleh komunitas underground tidak boleh padam dan harus terus dapat dikembangkan. Untuk hal ini, Tisna menyatakan bahwa komunitas underground sebagai bagian dari masyarakat di kota Bandung tidak usah menunggu sampai pemerintah turun tangan dan melakukan perbaikan. Baginya, Insiden Sabtu Kelabu hendaknya dijadikan momentum untuk membangun ruang atau kantung budaya secara mandiri agar komunitas underground dapat terus menyalurkan berbagai keresahan mereka. Untuknya berbagai potensi kreatifitas dan ekspresi anak muda harus tetap dapat berkembang dan menghindari konflik yang memakan korban. Hal ini senada dengan apa yang diuraikan oleh Pak Masrion. Dalam paparannya, Pak Masrion berharap agar insiden yang terjadi tidak meredam semangat dan kreatifitas anak muda di kota Bandung untuk mengembangkan potensi mereka. Selepas diskusi, para peserta secara perlahan kemudian bergerak menuju Gedung AACC guna melakukan acara doa bersama bagi para korban Insiden Sabtu Kelabu.</p>
<p style="text-align: center;">III</p>
<p>Situasi paska Insiden Sabtu Kelabu menyisakan trauma yang mendalam di kalangan komunitas penggemar musik metal di kota Bandung. Hal ini kemudian diperkeruh oleh berbagai bentuk stigma negatif yang berkembang di masyarakat. Namun begitu, hal ini tidak mengendurkan semangat beberapa kawan yang tergabung di dalam SIB untuk melakukan konsolidasi dan menjernihkan situasi. Dengan bantuan rekan-rekan wartawan media massa, beberapa perwakilan dari SIB yang dikoordinir oleh Reggy Kayong Munggaran secara aktif melakukan advokasi dan kampanye media untuk meluruskan berbagai informasi yang memojokan komunitas underground di kota Bandung. Selain itu SIB juga secara aktif menggelar kampanye ke beberapa sekolah dan menyelenggarakan berbagai kegiatan lain sebagai upaya untuk menyebarkan informasi yang lebih berimbang terkait dengan terjadinya insiden di AACC. Dalam kesempatan ini SIB mengumandangkan kampanye “melawan lupa” untuk mengingat Insiden Sabtu Kelabu sebagai bahan pembelajaran bagi banyak pihak, khususnya komunitas underground di kota Bandung.</p>
<p>Sementara itu tiga orang panitia penyelenggara ditangkap dan selanjutnya divonis penjara karena didakwa melanggar pasal 359 dan pasal 360 ayat (2) jo pasal 55 ayat (1) ke-1e KUHP, yakni kelalaian yang menyebabkan meninggal dunia. Tiga orang perwira menengah dan lima anggota kepolisian dinonaktifkan dan dipindah tugas ke tempat yang berbeda. Tidak berhenti sampai di sini, pihak kepolisian kemudian menetapkan peraturan Polda Jabar No. 5, tahun 2008 yang memperketat izin penyelenggaraan konser musik. Hal ini kemudian melahirkan dampak lanjutan yang mempersempit ruang gerak para penggemar musik di kota Bandung. Beberapa pertunjukan dibatalkan dan aktifitas musisi di kota Bandung mulai dibatasi. BurgerKill, salah satu band yang berasal dari daerah Ujungberung diminta untuk membatalkan beberapa pertunjukan mereka karena alasan keamanan. Hal yang sama juga menimpa beberapa band semisal Alone at Last, Gugat, Forgotten, dsb. Salah satu peristiwa yang mengejutkan adalah dihentikannya acara Bandung Youth Park Festival yang merupakan bagian dari kegiatan Helar Fesival 2008 oleh Polisi. Akibat peristiwa ini, walau tidak ada kerusuhan selama pertunjukan berlangsung Gimmick Creative Movement selaku penyelenggara harus menanggung kerugian sebesar Rp. 345.000.000, (Majalah Rolling Stone edisi Bulan Oktober 2008).</p>
<p>Di bawah pengetatan izin kegiatan konser musik oleh Polisi, beberapa komunitas anak muda memilih untuk menggelar konser illegal yang diselenggarakan di beberapa kampus atau studio. Salah satunya adalah konser Uber Rebel yang diselenggarakan di kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Konser ini kemudian dibubarkan oleh otoritas kampus karena dianggap tidak mengantungi izin. Sebagai buntutnya, Robi Rusdiana yang pada saat itu menjabat sebagai ketua HIMA Seni Musik di Program Studi Seni Musik Jurusan Sendratasik UPI diancam mendapatkan hukuman skorsing dan sempat diminta untuk menghentikan kegiatan perkuliahan untuk sementara waktu. Namun begitu, hal ini tidak membuat para penggemar musik metal menghentikan kegiatan mereka. Berbagai bentuk pertunjukan musik metal terus dilangsungkan dalam berbagai format. Selain itu, beberapa komunitas berinisiatif menyelenggarakan berbagai diskusi untuk mendapatkan pemahaman yang lebih reflektif atas insiden yang kadung menjadi lembaran hitam bagi perkembangan dunia musik kota Bandung di sepanjang tahun 2008.</p>
<p style="text-align: center;">IV</p>
<p>Rangkaian situasi di atas terasa begitu ironis ketika bersanding dengan kenyataan bahwa kota Bandung selama ini dikenal sebagai salah satu pusat perkembangan dunia kreatifitas di Indonesia. Pada bulan Juli 2007, Bandung dinobatkan menjadi proyek percontohan kota kreatif di wilayah Asia Timur. Hal ini tentu saja semakin membuktikan bahwa berbagai potensi kreatifitas yang dimiliki oleh kota Bandung telah mendapatkan pengakuan dari dunia internasional. Berbagai karya yang dihasilkan oleh para seniman, desainer, musisi dan para pekerja kreatif di kota Bandung selama ini memang kerap mendapatkan pengakuan dan penghargaan. Bukan hanya oleh masyarakat di kota Bandung, tetapi juga oleh mereka yang berasal dari kota atau negara lain. Sedikit dari banyak contohnya adalah seniman Tiarma D. Sirait dan Irwan Bagja Darmawan yang pernah diundang untuk berpameran di Havana Biennalle (Kuba), ataupun kelompok band The S.I.G.I.T yang pernah diundang untuk melakukan serangaian tour di beberapa kota Australia.</p>
<p>Selama ini berbagai bentuk potensi kreatifitas yang dimiliki oleh masyarakat di kota Bandung dapat dikatakan berkembang tanpa dukungan kebijakan dan infrastruktur yang layak. Tak jarang para pelaku dunia kreatifitas di kota Bandung harus bergerilya untuk dapat mengembangkan potensi mereka secara maksimal. Namun begitu, sampai saat ini dapat dikatakan bahwa kota Bandung telah berhutang banyak kepada berbagai potensi kreatifitas yang dimiliki oleh masyarakatnya, terlebih ketika selama beberapa waktu terakhir potensi ini telah banyak memberikan kontribusi bagi penciptaan kesempatan ekonomi dan lapangan kerja baru bagi banyak orang di kota ini. Sangat disayangkan apabila berbagai potensi yang ada selama ini belum dapat dikelola dan dikembangkan secara maksimal akibat minimnya dukungan kebijakan publik dan infrastruktur yang dapat menunjang perkembangannya secara berkelanjutan.</p>
<p>Terkait dengan insiden yang terjadi di Gedung AACC, dapat disimpulkan kalau insiden yang terjadi tidak semata-mata disebabkan oleh keteledoran penyelenggara. Hal ini terkait dengan kenyataan akan minimnya fasilitas publik yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas untuk menyalurkan berbagai bentuk aspirasi dan potensi kreatifitas yang mereka miliki. Sampai saat ini, meskipun dikenal sebagai salah satu pusat pergerakan kreatifitas di Indonesia, kota Bandung masih belum memiliki sarana publik yang dapat mengakomodasi berbagai bentuk potensi yang ada secara maksimal. Kalaupun ada, berbagai fasilitas yang dikembangkan umumnya hanya bisa dijangkau oleh kalangan tertentu saja. Sementara itu, fasilitas publik yang dikelola oleh negara kebanyakan memiliki kapasitas yang terbatas dan masih dikelola secara seadanya. Dalam hal ini, tampaknya pemerintah bersama-sama dengan masyarakat masih harus berjuang untuk menegakan hak masyarakat sipil untuk ikut serta dalam berbagai kegiatan kebudayaan dan menikmati kesenian, selain turut serta dalam mengecap kemajuan dan manfaat dari ilmu pengetahuan. (Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia yang merupakan bagian dari the International Bill of Human Rights. Telah diratifikasi ke dalam hukum positif di Indonesia dan dikenal sebagai Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya (<em>Hak Ekosob) dalam UU No. 11 Tahun 2005, tentang Pengesahan International Covenant on Economic, Social and Cultural Rights (Kovenan Internasional tentang Hak-hak Ekonomi, Sosial dan Budaya), pada tanggal 28 Oktober 2005.</em>)</p>
<p><em>** Penulis adalah seniman, bekerja untuk Common Room Networks Foundation</em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2009/peringatan-satu-tahun-insiden-sabtu-kelabu-gedung-aacc-9-februari-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peringatan 60th Deklarasi Hak Asasi Universal &#124; Common Room &#124; 6 Desember 2008 &#8211; 10 Januari 2008</title>
		<link>http://commonroom.info/2008/peringatan-60th-deklarasi-hak-asasi-universal-common-room-6-desember-2008/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2008/peringatan-60th-deklarasi-hak-asasi-universal-common-room-6-desember-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 04:47:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Campaign]]></category>
		<category><![CDATA[Program]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/2008/peringatan-60th-deklarasi-hak-asasi-universal-common-room-6-desember-2008/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Setiap orang memiliki hak yang sama untuk ikut serta dalam berbagai kegiatan kebudayaan dan menikmati kesenian, selain turut serta dalam mengecap kemajuan dan manfaat dari ilmu pengetahuan.&#8221; (Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia, pasal 27, ayat 1. Diterima dan diumumkan oleh Majelis Umum PBB pada tanggal 10 Desember 1948 di Palais de Chailot – Paris, melalui [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-150" title="poster_web" src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2008/11/poster_web.jpg" alt="" width="480" height="679" /></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-style: italic;">&#8220;Setiap orang memiliki hak yang sama untuk ikut serta dalam berbagai kegiatan kebudayaan dan menikmati kesenian, selain turut serta dalam mengecap kemajuan dan manfaat dari ilmu pengetahuan.&#8221;</span></p>
<p style="text-align: right;">(Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia, pasal 27, ayat 1. Diterima dan diumumkan oleh Majelis Umum PBB pada tanggal 10 Desember 1948 di Palais de Chailot – Paris, melalui resolusi 217 A (III).)</p>
<p style="text-align: left;">Sejak dibentuk pada tahun 2003, Common Room telah menaruh perhatian khusus pada pengembangan wacana maupun praktik bagi penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia melalui kegiatan seni dan kebudayaan yang terkait dengan kehidupan sehari-hari. Kami menyadari bahwa prinsip HAM adalah hak dasar yang vital bagi perkembangan dan otonomi masyarakat sipil, terutama menyangkut hak untuk hidup dan berekspresi secara bebas bagi segenap anggota masyarakat. Hal ini juga meliputi hak dasar untuk memiliki posisi yang sama di mata hukum serta hak dasar di bidang sosial, budaya dan ekonomi.</p>
<p>Pada akhir tahun yang lalu, sebagai bagian dari kampanye mengenai kebebasan berekspresi dan toleransi di Indonesia, kami menyelenggarakan peluncuran buku Myself: Scumbag Beyond Life and Death yang ditulis oleh Kimung di Common Room. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan acara diskusi dan bedah buku yang menampilkan pertunjukan musik akustik dari Burgerkill di Selasar Seni Sunaryo pada awal tahun 2008. Untuk tahun ini, bertepatan dengan peringatan 60 Tahun Deklarasi HAM Universal, kami kembali menyelenggarakan serangkaian kegiatan untuk terus mengkampanyekan penegakan HAM, serta kebebasan berekspresi dan toleransi di Indonesia.</p>
<p>Khusus untuk kegiatan tahun ini, kami menampilkan serangkaian kegiatan berupa pameran arsip dan dokumentasi kehidupan Anne Frank, pemutaran film “Freedom Writers” (Richard LaGravenese, 2007), dan workshop sejarah lisan yang akan dipandu oleh Kimung (Minor Books) dan Drs. Reiza D. Dienaputra (Staff pengajar Jurusan Sejarah Universitas Padjadjaran). Pameran Anne Frank merupakan salah satu program utama yang diharapkan dapat memberikan inspirasi dan memicu perbincangan mengenai persoalan HAM dan sejarah lisan dari sudut pandang yang personal.</p>
<p>Di Indonesia perbincangan mengenai HAM barangkali masih merupakan persoalan yang pelik, mengingat berbagai pelanggaran HAM berat yang terjadi di masa lalu. Bahkan sampai hari ini berbagai bentuk pelanggaran HAM yang dilakukan oleh negara maupun oleh sesama kelompok masyarakat masih kerap terjadi, ditengah berbagai bentuk ketimpangan sosial, politik dan ekonomi; selain gejala autisme sosial yang akut, serta ancaman radikalisasi pandangan nasionalisme, primordialisme dan gerakan fundamentalisme. Untuk hal ini, kami merasa bahwa upaya untuk mengkampanyekan kesadaran mengenai HAM, termasuk menegakan prinsip mengenai kebebasan berekspresi dan sikap toleransi di Indonesia sangat relevan untuk terus diperbincangkan secara kritis agar kita memiliki masa depan yang lebih beradab dan berperikemanusiaan.</p>
<p>Kami mengundang anda untuk terlibat pada rangkaian acara Peringatan 60 Tahun Deklarasi Hak Asasi Manusia Universal yang diselenggarakan di Common Room mulai tanggal 6 Desember 2008 s/d 10 Januari 2009. Adapun detail dari rangkaian kegiatan ini adalah sebagai berikut:</p>
<p><strong>Pembukaan Pameran Kehidupan Anna Frank<br />
</strong> Sabtu, 6 Desember 2008 Pk.16.00 WIB<br />
Pameran berlangsung sejak tanggal 6 – 21 Desember 2008<br />
Pk.10.00 s.d Pk.17.00 WIB</p>
<p><strong>Diskusi “Kebebasan Berekspresi dan Toleransi di Indonesia”<br />
</strong> Jumat, 12 Desember 2008<br />
Pk.15.00 s/d Pk.17.30 WIB</p>
<p><strong>Pemutaran </strong> <strong>&amp; Diskusi</strong> <strong>Film “Freedom Writers”</strong> <strong>(Richard LaGravenese, 2007)</strong><br />
Jumat, 19 Desember 2008<br />
Pk.14.00 s/d Pk.17.00 WIB</p>
<p><strong>Workshop Sejarah Lisan</strong><br />
Dipandu oleh Kimung (Minor Books) &amp; Drs. Reiza D. Dienaputra (Staff pengajar Jurusan Sejarah Universitas Padjadjaran)<br />
13 Desember 2008 s/d 10 Januari 2009 (4 kali pertemuan)<br />
Pendaftaran 6 &#8211; 12 Desember 2008<br />
Biaya workshop:<br />
Umum Rp. 50.000,-<br />
Pelajar/ Mahasiswa Rp. 30.000,-</p>
<p>Untuk informasi dan pendaftaran silahkan hubungi Ibu Nunung di +62.22.250.3404</p>
<p><strong>Venue</strong><br />
Common Room<br />
Jl. Kyai Gede Utama No. 8<br />
Bandung 40132<br />
Jawa Barat &#8211; Indonesia<br />
Telp. Fax: +62.22.2503404</p>
<p><em>* Kegiatan ini diselenggarakan oleh Common Room Networks Foundation atas dukungan dari Hivos, Anna Frank Foundation, Erasmus Huis, Minor Books, DetikBandung.com, Deathrockstar.info dan MediaLab.</em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2008/peringatan-60th-deklarasi-hak-asasi-universal-common-room-6-desember-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bandung Deathfest III &#124; 9 Agustus 2008 &#124; Bandung &#8211; Indonesia</title>
		<link>http://commonroom.info/2008/bandung-deathfest-iii-9-agustus-2008-bandung-indonesia/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2008/bandung-deathfest-iii-9-agustus-2008-bandung-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Aug 2008 20:28:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/2008/helar-festival-2006-19-july-31-agustus-2008-bandung-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[More info please visit http://www.bandungdeathfest.tk]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/bdf_3.jpg" border="0" alt="Photobucket" width="480" height="648" /></p>
<p>More info please visit <a href="http://www.bandungdeathfest.tk/" target="_blank">http://www.bandungdeathfest.tk</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2008/bandung-deathfest-iii-9-agustus-2008-bandung-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nu-Substance Helar Festival 2008 &#124; 28 Juli &#8211; 9 Agustus 2008</title>
		<link>http://commonroom.info/2008/nu-substance-helar-festival-2008/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2008/nu-substance-helar-festival-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 07:29:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Projects]]></category>
		<category><![CDATA[Environment]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Media Arts]]></category>
		<category><![CDATA[Media Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/2008/nu-substance-helar-festival-2008-28-juli-9-agustus-2008/</guid>
		<description><![CDATA[Opening Ceremony 28 July 2008. Start 5 PM Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8 Bandung &#8211; Indonesia Experimental Music Instrument Exhibition 28 July 2008 &#8211; 8 Agustus 2008. Everyday from 9 AM &#8211; 9 PM Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8 Bandung &#8211; Indonesia featuring: Evan (Storn), Deena Dellyana (Homogenic) Public [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/nu_substance_webflyer.jpg" border="0" alt="Photobucket" /></p>
<p><strong>Opening Ceremony</strong><br />
28 July 2008. Start 5 PM<br />
Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8<br />
Bandung &#8211; Indonesia</p>
<p><strong>Experimental Music Instrument Exhibition</strong><br />
28 July 2008 &#8211; 8 Agustus 2008. Everyday from 9 AM &#8211; 9 PM<br />
Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8<br />
Bandung &#8211; Indonesia</p>
<p>featuring:<br />
Evan (Storn), Deena Dellyana (Homogenic)</p>
<p><strong>Public Lecture</strong><br />
28 July 2008. Start 7 PM<br />
Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8<br />
Bandung &#8211; Indonesia<br />
featuring:<br />
Rob van Kranenburg (Head of program public domain at WAAG Society, Netherland)<br />
<a href="http://waag.org" target="_blank"> <a href="http://waag.org" rel="nofollow">http://waag.org</a></a><br />
Theme: “Media &amp; Creativity”</p>
<p><strong>Experimental Music Instrument Workshop</strong><br />
29 July 2008 &#8211; 31 July 2008. Start 10 AM &#8211; 3 PM<br />
Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8<br />
Bandung &#8211; Indonesia<br />
Workshop by: Evan (Storn) and Deena Dellyana (Homogenic)</p>
<p><strong>Experimental Music Instrument Presentation</strong><br />
31 July 2008. Start 7 PM &#8211; 9 PM<br />
Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8<br />
Bandung &#8211; Indonesia<br />
by: Evan (Storn) and Deena Dellyana (Homogenic)</p>
<p><strong>Blogging Discussion</strong><br />
7 August 2008. Start 7 PM &#8211; 9 PM<br />
Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8<br />
Bandung &#8211; Indonesia<br />
by: Ryan Koesuma (deathrockstar.info), Salomo (detik.com), dan Komunitas Blogger Bandung</p>
<p><strong>Nu-Substance Helar Concert</strong><br />
2 August 2008. Start 3 PM &#8211; over<br />
Galeri Kita, Jl. L.L.R.E. Martadinata (Jl. Riau) no. 209<br />
Bandung &#8211; Indonesia</p>
<p>featuring:<br />
Electrofux feat. Adorable Assassins<br />
Elang Eby &amp; Vocaphonic<br />
Souldelay<br />
Digitalove (Deena Homogenic’s solo project)<br />
These R Fake<br />
BottleSmoker<br />
Europe in de Tropen</p>
<p>VJ:<br />
The Hairy Monster<br />
Caterpillar Boy<br />
Killafternoon<br />
Gluttonberg</p>
<p><strong>Software Presentation</strong><br />
6 August 2008. Start 7 PM &#8211; 9 PM<br />
Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8<br />
Bandung &#8211; Indonesia<br />
by: Arry Aradaz (<a href="http://aradaz.blogspot.com/" target="_blank">http://aradaz.blogspot.com/</a>)</p>
<p><strong>Nu-Substance Helar Concert</strong><br />
COSTUME PARTY CALLING !!!<br />
9 August 2008. start 10pm &#8211; till drop!<br />
Pure Lounge, Paris van Java Mall. Jl. Sukajadi Bandung Indonesia<br />
performers:<br />
Ademus vs Gerry (final scratch back2back),<br />
Agrikulture (deck &amp; fx)<br />
DMZ (deck &amp; fx)<br />
Dxxxt<br />
FUXX<br />
Monix Metronix</p>
<p><em>**Wear your badass best costume, because there’s an limited present from <a href="http://isthiseat.com/" target="_blank">LOVEAT!</a><br />
remember: your costume is your invitation, if you’re not wear your invitation your not invited!</em></p>
<p>Further info:<br />
mail: <a href="mailto:theopenlabs@yahoo.com">theopenlabs@yahoo.com</a><br />
web: <a href="http://openlabs.commonroom.info" target="_blank">http://openlabs.commonroom.info</a><br />
phone : Kobe (081931475095)</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2008/nu-substance-helar-festival-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Helar Festival 2008 &#124; 2 Juli &#8211; 31 Agustus 2008 &#124; Bandung &#8211; Indonesia</title>
		<link>http://commonroom.info/2008/helar-festival-2008-2-juli-31-agustus-2008-bandung-indonesia/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2008/helar-festival-2008-2-juli-31-agustus-2008-bandung-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 07:07:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Projects]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/2008/helar-festival-2008-2-juli-31-agustus-2008-bandung-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[Helar Festival 2008 adalah sebuah rangkaian kegiatan perayaan yang ditujukan untuk menampilkan berbagai potensi ekonomi kreatif yang berkembang dalam lingkup kota Bandung. Kegiatan ini merupakan salah satu program yang dikembangkan oleh Bandung Creative City Forum, sebagai bagian dari strategi jangka panjang pengembangaan platform ekonomi kreatif yang berkelanjutan di kota Bandung. Upaya untuk mengembangkan platform ekonomi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/helar-poster.jpg" border="0" alt="Photobucket" /></p>
<p>Helar Festival 2008 adalah sebuah rangkaian kegiatan perayaan yang ditujukan untuk menampilkan berbagai potensi ekonomi kreatif yang berkembang dalam lingkup kota Bandung. Kegiatan ini merupakan salah satu program yang dikembangkan oleh Bandung Creative City Forum, sebagai bagian dari strategi jangka panjang pengembangaan platform ekonomi kreatif yang berkelanjutan di kota Bandung. Upaya untuk mengembangkan platform ekonomi kreatif di kota Bandung selama ini dirintis secara mandiri oleh berbagai komunitas masyarakat yang tergabung dalam Bandung Creative City Forum. Selain Helar Festival 2008, forum ini juga menginisiasi pengembangan strategi branding dan membangun jaringan kerja sebagai upaya untuk mengukuhkan kota Bandung sebagai kota kreatif yang siap berkompetisi secara global.</p>
<p>Untuk info lebih lengkap silahkan kunjungi <a href="http://helarfest.com/" target="_blank">http://www.helarfest.com</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2008/helar-festival-2008-2-juli-31-agustus-2008-bandung-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bedah Buku Myself: Scumbag, Beyond Life and Death &#124; Selasar Sunaryo Artspace &#124; 19 Januari 2008</title>
		<link>http://commonroom.info/2008/bedah-buku-myself-scumbag-beyond-life-and-death-selasar-sunaryo-artspace-19-januari-2008/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2008/bedah-buku-myself-scumbag-beyond-life-and-death-selasar-sunaryo-artspace-19-januari-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jan 2008 09:39:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Books]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/2008/bedah-buku-myself-scumbag-beyond-life-and-death-selasar-sunaryo-artspace-19-januari-2008/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam rangka kampanye budaya toleransi dan kebebasan berekspresi di Indonesia Minor Books bekerjasama dengan Common Room Networks Foundation, Rumah Cemara dan Selasar Sunaryo Art Space menyelenggarakan program bedah buku dan konser musik akustik, “My Self : Scumbag, Beyond Life and Death”. Sebagai bagian dari kampanye budaya toleransi dan kebebasan berekspresi di Indonesia, acara bedah buku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/invitation_scumbag_mail.jpg" alt="Photobucket" border="0" height="222" width="480" /></p>
<p><strong>Dalam rangka kampanye budaya toleransi dan kebebasan berekspresi di Indonesia</strong><br />
Minor Books bekerjasama dengan Common Room Networks Foundation, Rumah Cemara dan Selasar Sunaryo Art Space menyelenggarakan program bedah buku dan konser musik akustik, “<a href="http://commonroom.info/2007/my-self-scumbag-beyond-life-and-death-by-kimung-minorbooks-2007/" target="_blank">My Self : Scumbag, Beyond Life and Death</a>”. Sebagai bagian dari kampanye budaya toleransi dan kebebasan berekspresi di Indonesia, acara bedah buku ini juga akan menghadirkan beberapa pembicara yang berasal dari latar belakang yang beragam. Selain diskusi dan bedah buku, acara ini juga akan menampilkan Burgerkill,  band cadas asal Ujungberung yang akan memainkan musik mereka dalam format akustik dan berkolaborasi dengan Fadly (Padi).</p>
<p><strong>Pembicara</strong><br />
1.	dr. Teddy Hidayat, SpKJ (Psikiater)<br />
2.	Drs. Reiza D. Dienaputra, M.Hum (Ahli sejarah)<br />
3.	Prof. Dr. Ignatius Bambang Sugiharto (Filsuf)<br />
4.	Andy Fadly (Musisi)<br />
5.	Kimung (Penulis)</p>
<p><strong>Waktu dan Tempat</strong><br />
Hari/tanggal:  Sabtu/19 Januari 2008<br />
Waktu: Pk.18.30 – 21.30 WIB<br />
Tempat: Amphitheataer – Selasar Sunaryo Art Space,<br />
Jl. Bukit Pakar Timur no.100<br />
Bandung</p>
<p><strong>Tempat Pengambilan Undangan</strong><br />
Cronic Rock<br />
Jalan Kalimantan No. 11 (Sebelah SMA 3)</p>
<p>Common Room<br />
Jl. Kyai Gede Utama No. 8<br />
Telp. +62.22.250.3404<br />
<a href="http://commonroom.info/" target="_blank"> <a href="http://commonroom.info/" rel="nofollow">http://commonroom.info/</a></a></p>
<p>Selasar Sunaryo Artspace<br />
Jl. Bukit Pakar Timur no.100<br />
Telp. +62.22.2507939<br />
<a href="http://www.selasarsunaryo.com/" target="_blank"> <a href="http://www.selasarsunaryo.com/" rel="nofollow">http://www.selasarsunaryo.com/</a></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2008/bedah-buku-myself-scumbag-beyond-life-and-death-selasar-sunaryo-artspace-19-januari-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemutaran Film KKK (Philipina) &#124; Common Room &#124; 4 Januari 2007</title>
		<link>http://commonroom.info/2008/pemutaran-film-kkk-philipina-common-room-4-januari-2007/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2008/pemutaran-film-kkk-philipina-common-room-4-januari-2007/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jan 2008 11:20:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Screening]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/2008/pemutaran-film-kkk-philipina-common-room-4-januari-2007/</guid>
		<description><![CDATA[Common Room bekerjasama dengan Mervin Espina (http://sealitblog.wordpress.com) menyelenggarakan acara pemutaran film KKK pada tanggal 4 Januari 2007, mulai pukul 19.00 WIB &#8211; selesai. Acara ini akan menampilkan 3 buah film pendek yang merupakan bagian dari program Cine Veritas 2006. Secara keseluruhan, ketiga film yang diputar menceritakan kisah tentang anak-anak miskin dalam beragam kondisi. Dalam film-film [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><img src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/batangtrapo.jpg" alt="batangrapo" border="0" /></p>
<p>Common Room bekerjasama dengan Mervin Espina (<a href="http://sealitblog.wordpress.com" target="_blank">http://sealitblog.wordpress.com</a>) menyelenggarakan acara pemutaran film KKK pada tanggal 4 Januari 2007, mulai pukul 19.00 WIB &#8211; selesai. Acara ini akan menampilkan 3 buah film pendek yang merupakan bagian dari program Cine Veritas 2006. Secara keseluruhan, ketiga film yang diputar menceritakan kisah tentang anak-anak miskin dalam beragam kondisi. Dalam film-film ini, kemiskinan tidak ditampilkan sebagai  sebuah terminologi ekonomi, tetapi sebagai persoalan yang harus dihadapi dan dilawan keberadaannya.</p>
<p>Secara keseluruhan, program pemutaran ini diberi judul Kabataan KKK. Dalam bahasa <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Tagalog_language" target="_blank">Tagalog</a>, Kabataan berarti anak-anak. Sementara itu, KKK merupakan singkatan dari gerakan Katipunan (persaudaraan) yang merupakan sebuah gerakan perjuangan melawan pendudukan Spanyol di Philipina pada abad ke-19. Sejatinya, KKK bagi sebagian komunitas masyarakat di Philipina merupakan akronim dari &#8220;<em>Kataas-taasang, Kagalang-galangang Katipunan ng mga Anak ng Bayan&#8221;</em> (Masyarakat yang unggul dan agung, yang terdiri dari anak-anak bangsa). Namun dalam program ini, KKK juga bisa dipahami sebagai singkatan dari Karunungan (pengetahuan), Kamalayan (kebangkitan), dan Kalye (jalanan).</p>
<p><span id="more-83"></span></p>
<p>Adapun beberapa film yang akan diputar di dalam acara ini adalah sebagai berikut:</p>
<p><strong><em> Karunungan</em><br />
Binaliw (2002) / 9 min / miniDV / by Kris Villarino</strong><br />
Binaliw menceritakan kisah sebuah kota kecil bernama Talamban, yang juga dikenal sebagai Cebu. Di kota ini, hanya sekitar 10% masyarakatnya yang berhasil mengenyam pendidikan tinggi. Seorang gadis kecil dari kota ini dikisahkan berhasil menabung untuk mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. Namun sayang ia harus kehilangan semuanya sebelum hari ujian tiba. Film ini telah mendapatkan Best Regional Entry, 15th Gawad CCP for Alternative Film and Video (2002).</p>
<p><em><strong>Kamalayan</strong></em><br />
<strong>Putot (2006) / 20 min / miniDV / by Jeck Cogama</strong><br />
Putot (dalam bahasa <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Visayan" target="_blank">Visayan</a> artinya kecil) adalah nama seorang anak laki-laki yang tumbuh di sebuah komunitas yang menetap secara ilegal di sebuah daerah di dekat pantai. Bocah berumur 13 tahun ini adalah seorang anak pendiam yang merawat ayahnya yang sakit mental, sekaligus bekerja sebagai penjual kerang. Dalam film ini Putot bertemu dengan Mayang, seorang gadis misterius yang memiliki banyak rahasia. Dalam film ini mereka berdua dikisahkan menjalin persahabatan yang sangat mengharukan. Film ini mendapatkan penghargaan Gawad Urian Award for Best Short Film (2007).</p>
<p><em><strong>Kalye</strong></em><br />
<strong>Batang Trapo (2001) / 15 min / 35mm / by Mes de Guzman</strong><br />
Batang Trapo adalah sebuah film yang berkisah mengenai dua anak jalanan yang sehari-hari bekerja sebagai penjual kain gombal (dalam bahasa lokal dikenal juga sebagai <em>trapo</em>, sebutan lain untuk politisi tradisional). Selain itu, mereka juga bekerja sebagai pembersih kaca mobil di jalanan yang padat. Alih-alih harus berhadapan dengan sumpeknya jalanan, kedua bersaudara ini mampu bertahan dan tetap memiliki spirit untuk bermain. Film ini telah menerima Ishmael Bernal Award for Young Cinema, Cinemanila International Film Festival2001; Gawad Urian Award for Best Short Film (2002); dan Golden Star, Marrakech International Film Festival.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2008/pemutaran-film-kkk-philipina-common-room-4-januari-2007/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kunjungan MM Yu (Philipina)</title>
		<link>http://commonroom.info/2007/kunjungan-mm-yu-philipina/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2007/kunjungan-mm-yu-philipina/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Dec 2007 05:53:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Projects]]></category>
		<category><![CDATA[Residency]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/2007/kunjungan-mm-yu-philipina/</guid>
		<description><![CDATA[Pada akhir bulan November 2007, Common Room kedatangan tamu bernama MM Yu dari kota Manila &#8211; Philipina. Kedatangannya ditemani oleh Joel de Leon, asisten kurator dari Ateneo Art Gallery. MM Yu adalah salah satu pemenang dari Ateneo Art Award 2007 yang diselenggarakan oleh Ateneo Art Gallery. Sebagai hadiahnya, MM Yu diberi kesempatan untuk melakukan kunjungan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/ami_04.jpg" alt="MM Yu" border="0" /></p>
<p>Pada akhir bulan November 2007, Common Room kedatangan tamu bernama <a href="http://mmsoyu.multiply.com/" target="_blank">MM Yu</a> dari kota Manila &#8211; Philipina. Kedatangannya ditemani oleh Joel de Leon, asisten kurator dari <a href="http://gallery.ateneo.edu/" target="_blank">Ateneo Art Gallery</a>. MM Yu adalah salah satu pemenang dari <a href="http://gallery.ateneo.edu/aaawebpage.html" target="_blank">Ateneo Art Award 2007</a> yang diselenggarakan oleh Ateneo Art Gallery. Sebagai hadiahnya, MM Yu diberi kesempatan untuk melakukan kunjungan singkat ke kota Bandung dengan dukungan dari Common Room dan <a href="http://www.artsnetworkasia.org" target="_blank">Arts Network Asia</a>.</p>
<p>Selama berada di Bandung, MM Yu berkesempatan untuk mengunjungi beberapa galeri dan komunitas kreatif di kota ini. Ia juga sempat mengunjungi kantor <a href="http://www.monikceltic.com" target="_blank">MonikCeltic</a> dan berbincang-bincang dengan Marin, Egga &amp; Eric. Di sana ia banyak menceritakan perkembangan komunitas musik independen di kota Manila yang situasinya sedikit banyak mirip dengan kota Bandung. Selain itu, MM Yu juga membuat beberapa foto yang merekam pengalamannya selama tinggal di Common Room. Beberapa foto karyanya bisa dilihat di halaman berikut ini:</p>
<p><a href="http://mmsoyu.multiply.com/photos/album/94/BandungCommon_Room_Networks_Foundation_Day_1" target="_blank">Foto-foto hari pertama</a><br />
<a href="http://mmsoyu.multiply.com/photos/album/95/day_2" target="_blank"> Foto-foto hari kedua</a></p>
<p>Sementara itu, beberapa foto dokumentasi kunjungan MM Yu ke Bandung bisa dilihat di halaman <a href="http://ykme.multiply.com/photos/album/24/buat_gustaff_-mmyu_and_joel-_?replies_read=6" target="_blank">ini</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2007/kunjungan-mm-yu-philipina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
