Tagged: Program RSS

  • blauloretta 5:52 am on December 13, 2010 Permalink | Reply
    Tags: Program   

    Pertunjukan Teater | “KIAMAT atawa Dunia Tak Lama Lagi Pasti Hancur” karya Jura Soyfer oleh mainteater 

    mainteater

    SUTRADARA Sahlan Bahuy, Boris Heilscher | PENATA ARTISTIK Rizkika Lukman Hakim | PENATA MUSIK Enry Johan Jauhari & Gohgor | PENATA KOSTUM Lela Orenz, Uswatun Hasanah | PENATA GERAK Giran Ihlas Munggaran | DRAMATURG Heliana Sinaga, Wawan Sofwan | PENERJEMAH Dian Ekawati

    Waktu & Tempat
    14, 15 & 16 Desember 2010 | Pertunjukan I Pk. 15.00 WIB | Pertunjukan II Pk. 20.00 WIB
    Gedung Kesenian Rumentang Siang
    Jl. Baranang Siang no. 1

    Htm: Rp. 15.000,-
    Ticket box: Common Room

    Penyelenggara
    mainteater
    URL: http://mainteater.wordpress.com | Facebook Page
    CP: Pradetya Novitri (+62.856.2057.993/ +62.813.942.69.285)

     
  • blauloretta 8:43 am on April 3, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , , , , Program,   


    Kelompok Studi Bandung Oral History (BOH): WORKSHOP SEJARAH LISAN 2010
    Bandung Oral History (BOH) adalah kelompok belajar sejarah lisan yang berdiri di Bandung tahun 2009. Selama beberapa waktu terakhir, kelompok ini secara fokus mengembangkan metode sejarah lisan dalam berbagai tema penelitian sejarah di berbagai ranah kreativitas. Untuk membangun kesadaran bersejarah dan mengembangkan metode sejarah lisan, sekaligus menerapkan metode ini di ranah kehidupan yang lebih ramah dan aplikatif, BOH akan menggelar workshop sejarah lisan yang rencananya akan digelar selama bulan April 2010.

    Jadwal
    8 April 2010, Kuliah Umum ”Sejarah dan Sejarah Lisan”, Game Simulasi Teknik dan Metode Sejarah Lisan oleh Kimun666.
    15 April 2010, Presentasi Latihan Riset Teknik Sejarah Lisan dan Pemutaran Film ”The US Vs John Lennon”
    22 April 2010, Obrolan Petang dengan Para Pelaku Sejarah Konferensi Asia Afrika
    29 April 2010, Ceramah Umum “Sejarah Lisan Hari Ini” oleh Drs. Reiza D. Dienaputra, M.Hum. dan sharing bersama penulis, fotografer, dan pembuat film mengenai aktivitas riset dalam berkarya.

    Mari bergabung!!!

    We want we all together reconstruct this scene in history!!! Our histroy!!!

    Untuk informasi dan pendaftaran hubungi Common Room Networks Foundation, Jl Kyai Gede Utama no. 8. No. Telp.: 022-2503404 atau 08568682557 (Mba Nunung) atau 02292209221(Zia). Imel bisa dikirimkan ke kimun666@ujungberung.com.

    EACH DAY IS A DRIVE THRU HISTORY!

    (More …)

     
  • blauloretta 5:59 am on February 9, 2009 Permalink | Reply
    Tags: , Program   

    Peringatan Satu Tahun Insiden Sabtu Kelabu | Gedung AACC | 9 Februari 2009 

    aacc09

    Insiden Sabtu Kelabu, Setelah Satu Tahun Berlalu
    Oleh Gustaff H. Iskandar**

    I

    “Setiap orang memiliki hak yang sama untuk ikut serta dalam berbagai kegiatan kebudayaan dan menikmati kesenian, selain turut serta dalam mengecap kemajuan dan manfaat dari ilmu pengetahuan.” (Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia, pasal 27, ayat 1. Diterima dan diumumkan oleh Majelis Umum PBB pada tanggal 10 Desember 1948 di Palais de Chailot – Paris, melalui resolusi 217 A (III).)

    Bagi sebagian komunitas anak muda di kota Bandung, penghujung tahun 2007 dapat dikatakan merupakan sebuah momen yang melahirkan semangat yang baru. Pada bulan November 2007, Minor Books merilis buku berjudul My Self: Scumbag Beyond Life and Death yang ditulis oleh Kimung. Buku ini menceritakan sepak terjang kehidupan Ivan Scumbag yang meninggal dunia pada tahun 2006. Ia adalah salah satu pendiri sekaligus vokalis dari BurgerKill yang berasal dari daerah Ujungberung. Saat itu acara peluncuran buku diselenggarakan di Common Room dengan suasana yang sangat sederhana dan mengharukan. Seakan-akan sosok Ivan Scumbag masih hidup dan hadir di tengah-tengah semua yang hadir pada saat itu.

    Pada bulan Januari 2008, Minor Books kemudian menyelenggarakan acara diskusi dan bedah buku, lengkap dengan pertunjukan musik akustik dari Burgerkill di Selasar Sunaryo Artspace. Selain dihadiri oleh sekitar 300 orang kerabat dekat Ivan, acara ini juga menghadirkan dr. Teddy Hidayat, SpKJ (Psikiater), Drs. Reiza D. Dienaputra, M.Hum (Ahli sejarah), Prof. Dr. Ignatius Bambang Sugiharto (Filsuf), Andy Fadly (Musisi) dan Kimung. Selama kurang lebih 3 jam lamanya, para peserta yang hadir diajak untuk membicarakan berbagai aspek hidup Ivan Scumbag. Secara panjang lebar Kimung bercerita mengenai perjuangan Ivan dan teman-temannya di Ujungberung dalam membangun komunitas yang selama ini memiliki akar dan kecintaan terhadap apa yang mereka tekuni secara sungguh-sungguh: musik metal.

    Rangkaian kegiatan ini rupa-rupanya melahirkan gairah baru di kalangan komunitas pecinta musik metal di kota Bandung. Peluncuran buku My Self: Scumbag Beyond Life and Death seakan menandai babak baru dari perkembangan musik ekstrim di kota Bandung yang telah berkembang selama lebih dari satu dekade. Setelah Ivan Scumbag meninggal dunia, semangat untuk mengembangkan komunitas penggemar musik metal di kota Bandung tidak lantas padam. Pengaruh perkembangan komunitas musik metal di Ujungberung selama ini dapat dikatakan telah memberikan warna tersendiri di kota Bandung. Dengan segala keterbatasan yang ada, komunitas Ujungberung menjadi salah satu elemen penting yang melahirkan banyak musisi, teknisi dan operator yang menjadi garda terdepan bagi perkembangan industri musik independen di kota Bandung.

    Namun selanjutnya kenyataan berbicara lain. Pada tanggal 9 Februari 2008 sebuah insiden terjadi di gedung Asia Africa Cultural Center (AACC). Saat itu ratusan anak muda penggemar musik metal kota Bandung bergerombol menghadiri konser kelompok Beside yang meluncurkan album pertama mereka yang berjudul Against Ourselves (Absolute Records/ Parapatan Rebel, 2008). Beberapa saat setelah konser selesai, kericuhan terjadi di pintu keluar. Kerumunan massa yang berdesak-desakan melahirkan sebuah bencana yang tidak pernah terbayangkan akan terjadi malam itu. 11 orang anak muda meninggal. Seketika suasana kota Bandung menjadi begitu kelam. Beberapa teman harus menginap di kantor Polisi, sementara yang lain tercerai berai tak tentu arah. (More …)

     
    • Maman Gantra 4:17 am on March 29, 2009 Permalink

      Sedap. Sebuah reportase yang informatif sekaligus bernas. Ditengah duka lantaran Musibah Situ Gintung, meski agak terlambat, saya juga tepekur untuk teman-teman yang syahid dalam Insiden Sabut Kelabu. Semoga arwah mereka diterima di sisiNya, menjadi api yang terus membara bagi kita semua.

      Salam,
      Maman Gantra

    • blauloretta 12:07 pm on March 31, 2009 Permalink

      Nuhun Kang Maman! Apa kabar? Jigana kudu loba tepekur karena banyak musibah. Mulai dari musibah alam, sampai musibah karena kebodohan kita sendiri. Sing eling jeung waspada, ameh salamet dunia akherat. Amin.

      Salam,
      - Gustaff

    • soerya adi s 2:39 am on April 2, 2009 Permalink

      maturnuwun mas!reportnya
      jujur jd merinding bacatulisanya+jd ingat jg kejadian 1 th lalu di aacc.yaah bandung memang inspiratif.
      mugi-mugi sedoyo nipun saget ambeto berkhah sakeng gusti pengeran murbeing dumadi kagem kito sedoyo…..amien
      rahayu…rahayu…rahayu!
      sakujasmerah

  • blauloretta 4:47 am on November 27, 2008 Permalink | Reply
    Tags: Program   

    Peringatan 60th Deklarasi Hak Asasi Universal | Common Room | 6 Desember 2008 – 10 Januari 2008 

    “Setiap orang memiliki hak yang sama untuk ikut serta dalam berbagai kegiatan kebudayaan dan menikmati kesenian, selain turut serta dalam mengecap kemajuan dan manfaat dari ilmu pengetahuan.”

    (Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia, pasal 27, ayat 1. Diterima dan diumumkan oleh Majelis Umum PBB pada tanggal 10 Desember 1948 di Palais de Chailot – Paris, melalui resolusi 217 A (III).)

    Sejak dibentuk pada tahun 2003, Common Room telah menaruh perhatian khusus pada pengembangan wacana maupun praktik bagi penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia melalui kegiatan seni dan kebudayaan yang terkait dengan kehidupan sehari-hari. Kami menyadari bahwa prinsip HAM adalah hak dasar yang vital bagi perkembangan dan otonomi masyarakat sipil, terutama menyangkut hak untuk hidup dan berekspresi secara bebas bagi segenap anggota masyarakat. Hal ini juga meliputi hak dasar untuk memiliki posisi yang sama di mata hukum serta hak dasar di bidang sosial, budaya dan ekonomi.

    Pada akhir tahun yang lalu, sebagai bagian dari kampanye mengenai kebebasan berekspresi dan toleransi di Indonesia, kami menyelenggarakan peluncuran buku Myself: Scumbag Beyond Life and Death yang ditulis oleh Kimung di Common Room. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan acara diskusi dan bedah buku yang menampilkan pertunjukan musik akustik dari Burgerkill di Selasar Seni Sunaryo pada awal tahun 2008. Untuk tahun ini, bertepatan dengan peringatan 60 Tahun Deklarasi HAM Universal, kami kembali menyelenggarakan serangkaian kegiatan untuk terus mengkampanyekan penegakan HAM, serta kebebasan berekspresi dan toleransi di Indonesia.

    Khusus untuk kegiatan tahun ini, kami menampilkan serangkaian kegiatan berupa pameran arsip dan dokumentasi kehidupan Anne Frank, pemutaran film “Freedom Writers” (Richard LaGravenese, 2007), dan workshop sejarah lisan yang akan dipandu oleh Kimung (Minor Books) dan Drs. Reiza D. Dienaputra (Staff pengajar Jurusan Sejarah Universitas Padjadjaran). Pameran Anne Frank merupakan salah satu program utama yang diharapkan dapat memberikan inspirasi dan memicu perbincangan mengenai persoalan HAM dan sejarah lisan dari sudut pandang yang personal.

    Di Indonesia perbincangan mengenai HAM barangkali masih merupakan persoalan yang pelik, mengingat berbagai pelanggaran HAM berat yang terjadi di masa lalu. Bahkan sampai hari ini berbagai bentuk pelanggaran HAM yang dilakukan oleh negara maupun oleh sesama kelompok masyarakat masih kerap terjadi, ditengah berbagai bentuk ketimpangan sosial, politik dan ekonomi; selain gejala autisme sosial yang akut, serta ancaman radikalisasi pandangan nasionalisme, primordialisme dan gerakan fundamentalisme. Untuk hal ini, kami merasa bahwa upaya untuk mengkampanyekan kesadaran mengenai HAM, termasuk menegakan prinsip mengenai kebebasan berekspresi dan sikap toleransi di Indonesia sangat relevan untuk terus diperbincangkan secara kritis agar kita memiliki masa depan yang lebih beradab dan berperikemanusiaan.

    Kami mengundang anda untuk terlibat pada rangkaian acara Peringatan 60 Tahun Deklarasi Hak Asasi Manusia Universal yang diselenggarakan di Common Room mulai tanggal 6 Desember 2008 s/d 10 Januari 2009. Adapun detail dari rangkaian kegiatan ini adalah sebagai berikut:

    Pembukaan Pameran Kehidupan Anna Frank
    Sabtu, 6 Desember 2008 Pk.16.00 WIB
    Pameran berlangsung sejak tanggal 6 – 21 Desember 2008
    Pk.10.00 s.d Pk.17.00 WIB

    Diskusi “Kebebasan Berekspresi dan Toleransi di Indonesia”
    Jumat, 12 Desember 2008
    Pk.15.00 s/d Pk.17.30 WIB

    Pemutaran & Diskusi Film “Freedom Writers” (Richard LaGravenese, 2007)
    Jumat, 19 Desember 2008
    Pk.14.00 s/d Pk.17.00 WIB

    Workshop Sejarah Lisan
    Dipandu oleh Kimung (Minor Books) & Drs. Reiza D. Dienaputra (Staff pengajar Jurusan Sejarah Universitas Padjadjaran)
    13 Desember 2008 s/d 10 Januari 2009 (4 kali pertemuan)
    Pendaftaran 6 – 12 Desember 2008
    Biaya workshop:
    Umum Rp. 50.000,-
    Pelajar/ Mahasiswa Rp. 30.000,-

    Untuk informasi dan pendaftaran silahkan hubungi Ibu Nunung di +62.22.250.3404

    Venue
    Common Room
    Jl. Kyai Gede Utama No. 8
    Bandung 40132
    Jawa Barat – Indonesia
    Telp. Fax: +62.22.2503404

    * Kegiatan ini diselenggarakan oleh Common Room Networks Foundation atas dukungan dari Hivos, Anna Frank Foundation, Erasmus Huis, Minor Books, DetikBandung.com, Deathrockstar.info dan MediaLab.

     
  • blauloretta 8:28 pm on August 2, 2008 Permalink | Reply
    Tags: Program   

    Bandung Deathfest III | 9 Agustus 2008 | Bandung – Indonesia 

    Photobucket

    More info please visit http://www.bandungdeathfest.tk

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel
porno ukash canta modelleri sabo terlik escort ankara escort ilan escort ankara ilan