Tagged: Photography RSS

  • blauloretta 11:44 am on March 17, 2012 Permalink | Reply
    Tags: , Photography   

    [Pameran Fotografi] SUPPER SNAPSHOTS oleh Oxalis (ID) dan Maarten (NL) | 17 s/d 31 Maret 2012 

    Pembukaan: Sabtu, 17 Maret 2012
    Pk. 19.00 s/d 21.00 WIB
    Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no.8, Bandung
    * Pameran berlangsung 17 s/d 31 Maret 2012

    Oxalis (ID) dan Maarten (NL) bertemu di Belanda tahun 2009, mereka melihat bahwa kedua negara asal mereka saling mempengaruhi dalam bidang makanan. Meskipun begitu, mereka memperhatikan adanya sejumlah perbedaan, seperti pada rasa dan kebiasaan makan. Contohnya saja. Maarten perlu minum secangkir kopi hitam setiap paginya sedangkan Oxalis lebih senang minum teh manis di sore hari. Orang Belanda juga pada umunya hanya makan sedikit roti atau biskuit oat untuk sarapan, sedangkan orang Indonesia suka makan ‘besar’ dengan nasi dan telur ataupun bubur ayam.

    Pengamatan dan ketertarikan mereka dalam bidang makanan dan fotografi membawa mereka untuk memulai proyek blog bernama Supper Snapshots di bulan Oktober. Proyek tersebut menampilkan dua foto makanan (atau bahan apa saja yang bisa dimakan) yang mereka santap, kemudian mempostnya di blog tersebut setiap hari. Proyek ini berlangsung selama dua tahun, dengan total foto 1.460 buah.

    Dalam pameran ini mereka ingin menampilkan sejumlah foto pilihan yang mengilustrasikan sejumlah aspek perbedaan antara masakan Belanda dan Indonesia, serta kombinasi keduanya. Foto-foto tersebut akan ditampilkan secara berpasangan seperti dalam blog mereka (http://suppersnapshots.blogspot.com/). Foto-foto mereka akan dikombinasikan secara konseptual, serta akan ditempatkan bersama sejumlah barang yang dapat mengilustrasikan perbadaan budaya pangan dari kedua negara, baik dari alat makan, meja makan, cara makanan tersebut disajikan, dll.

    Pengisi Acara: Funny Little Dream, Ella Empress and the Layers of Reality, dan Skipping Salamander School

    (More …)

     
  • blauloretta 6:09 am on March 16, 2012 Permalink | Reply
    Tags: , , , Photography,   

    Informasi Agenda Kegiatan Common Room | Maret 2012 


    SUPPER SNAPSHOTS oleh Oxalis (ID) dan Maarten (NL)

    [Community Gathering] Jumat, 16 Maret 2012 [Pameran] SUPPER SNAPSHOTS oleh Oxalis (ID) dan Maarten (NL), Sabtu, 17 s/d 31 Maret 2012 [Workshop] Processing for Live Drawing Performance oleh Sebastien Szczyrk (FR), Jumat, 23 Maret 2012 [Bedah Buku dan Launching] Budaya Bebas karya Lawrence Lessig, Sabtu, 24 Maret 2012 [Konser] ROUGH CUT #4, Minggu, 25 Maret 2012

    [Kelas Belajar] Kelas Tari Tradisional oleh Teh Dewi setiap hari Senin dmulai pk. 14.00 – 16.00 WIB | Kelas Menggambar The Illuminator setiap hari Selasa mulai pk. 15.00 – 18.00 WIB | Kelas Karinding oleh Hendra Attack setiap hari Rabu mulai pk. 17.00 – 19.00 WIB dan Jumat pk. 17.00 – 19.00 WIB | Kelas Teori dan Praktek Musik (Penggunaan Kwasi Laras Pelog pada Musik Metal dengan Sibelius Scores) setiap hari Rabu mulai pk. 16.00 – 17.30 WIB | Kelas Kacapi Suling oleh Iman Zimbot setiap hari Kamis mulai pk. 16.00 – 18.00 WIB | Pertemuan Mingguan Bandung Oral History setiap hari Kamis mulai pk. 17.00 WIB | Pertemuan Mingguan Workshop DJ Openlabs x Bandung Hiphop Community setiap hari Kamis mulai pk. 19.00 WIB

    [Latihan Musik] Karinding Attack setiap hari Senin dan Rabu mulai pk. 13.00 – 17.00 WIB | Paper Back setiap hari Selasa mulai pk. 20.00 – 22.00 WIB | Trah Project setiap hari Rabu mulai pk. 18.00 – 23.00 WIB | Flava Madrim setiap hari Kamis mulai pk. 13.00 – 17.00 WIB | Karinding Riot setiap hari Kamis pk. 17.00 – 19.00 WIB | Laras setiap hari Jumat mulai pk. 18.00 – 20.00 WIB

    [Siaran Radio Online] Madness Monday/Sixteenloops setiap hari Senin pk. 19.00 – 22.00 WIB | Gigsonsky setiap hari Selasa pk. 19.00 – 22.00 WIB | Gigsonsky Playmix Setiap hari Selasa pk. 22.00 – 23.00 WIB | Neng Ita setiap hari Rabu pk. 16.00 – 18.00 WIB | Radiologia setiap hari Rabu pk. 19.00 – 22.00 WIB | Kamis Tiris setiap hari Kamis pk. 19.00 – 22.00 WIB | Gigsonsky Marimar setiap hari Kamis pk. 22.00 – 00.00 WIB | Our Playlist / Live Streaming / 24 Hours Loop**
    **tentative hari Sabtu dan Minggu

    (More …)

     
  • blauloretta 7:26 am on January 11, 2012 Permalink | Reply
    Tags: , , , , , Photography   

    52 Wednesdays | Pameran Foto oleh Lioni Beatrix | 14 s/d 21 Januari 2012 

    52 Wednesdays | Pameran Foto oleh Lioni Beatrik | 14 – 21 Januari 2012
    Pembukaan: Sabtu, 14 Januari 2012. 17.00 – end
    Common Room
    Jl. Kyai Gede Utama no 8 Bandung

    Featuring Stand up Tragedy & Live Music bersama Rayhan Sudrajat, Raquel, Pepengtea, Deluciva, Ajie and Alex

    Lioni Beatrik
    Lioni, perempuan kelahiran 1980 ini sangat bergairah akan hidup dan kehidupan—bidang yang membawanya ke bidang humanitarian. Ia adalah lulusan Jurusan Jurnalistik Fikom Unpad, dan sempat pula belajar di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara. Selain humanisme, Lioni juga memiliki minat tinggi terhadap seni rupa. Ia pernah bekerja di sebuah galeri seni rupa di Jakarta. Sebelum 52 Wednesdays, ia juga pernah membuat beberapa proyek seni yang diantaranya adalah My Funeral, Funeral of Caste, Theater of the Oppressed, Playback Theater dan Kappaletta the singing telegram. Proyek fotografi ini merupakan proyek seni Lioni yang berlangsung paling lama, satu tahun dan kemungkinan akan terus berjalan.

    (More …)

     
  • blauloretta 7:26 am on November 21, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , Photography   

    [Pameran Fotografi] Pause/ Urban Decay oleh Sandi Jaya Saputra | 19 November s/d 4 Desember 2011 

    [Pameran Fotografi] Pause/Urban Decay oleh Sandi Jaya Saputra
    19 November s/d 4 Desember 2011, Pk. 10.00 – 17.00 WIB
    Pembukaan: Sabtu, 19 November 2011, Pk. 18.00 – 21.00 WIB
    Artist Talk: Jumat, 25 November 2011, Pk. 15.00 – 18.00 WIB | Moderator: Gustaff H. Iskandar
    Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung

    (More …)

     
  • blauloretta 7:31 am on June 3, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , Photography   

    icapture1.0: Sinematic Photography Exhibition by Ageng Purna Galih | Common Room, 4 – 19 Juni 2011 

    Supaya seru, mari kita coba menebak-nebak tentang konsep pameran ini.

    Ageng Purna Galih, diam-diam, adalah seorang seniman fotografi yang hasrat terpendamnya adalah menjadi penata gambar film (sinematografer). Ia memiliki keterbatasan dalam bertutur panjang, sehingga memilih untuk membuat adegan-adegan pendek dengan cerita-cerita kecil. Atau bisa jadi, ia sebenarnya penutur yang handal, hanya saja tidak memiliki peralatan membuat film yang memadai, sehingga dipakailah foto-foto ini untuk mewakilkan mimpinya membuat film.

    Ageng Purna Galih, siapa sangka, adalah pembuat film produktif yang telah rampung membuat sekian banyak film pendek (atau jangan-jangan film panjang?). Namun karena tidak puas dengan hasil yang ia capai, ia enggan memutar film-filmnya di depan umum. Pada kesempatan ini, ia memutuskan untuk memamerkan hanya potongan-potongan adegan dari masing-masing film tersebut.

    Ageng Purna Galih, hanya Tuhan yang tahu, bekerja di sebuah perusahaan penggandaan DVD bajakan di daerah Harco/Mangga Dua, Jakarta. Untuk mengusir kebosanan, ia sesekali meng-capture potongan-potongan adegan yang menarik hatinya. Sesekali, kalau isengnya sedang berlipat ganda, ia mengganti-ganti subtitle film tersebut dengan bahasa-bahasa asing yang ia sendiri tidak mengerti. Tidak jarang Ageng mencari film-film bajakan KW2, dengan sulih bahasa yang sulit dimengerti oleh ahli bahasa mana pun. Ada film Indonesia ber-subtitle Perancis, film Thailand ber-subtitle Bahasa Indonesia.

    Ageng Purna Galih, jangan-jangan, adalah seorang fotografer profesional yang kerjanya adalah memotret model untuk keperluan lembar fashion majalah. Ia tentu punya banyak stok foto yang ia ambil di antara pekerjaan photo shoot-nya. Ageng ingin sekali pameran, namun merasa tidak etis untuk menampilkan fotonya secara polos layaknya di lembar-lembar majalah. Ia lalu menambahkan kotak hitam di atas bawah foto, sekaligus teks di bawah, membuat seolah-olah foto tersebut adalah potongan adegan film.

    Ageng Purna Galih, bisa jadi, sama sekali bukan yang kita sangka, atau gabungan semua yang kita sangka-sangka. Di saat kita mampu menuntaskan sebuah DVD bajakan sebuah film Rusia dengan subtitle bahasa Indonesia kacau-balau seperti “Jangan, kamu is gak sayap!“, rasanya pembacaan atas karya-karya Age bisa seluas dan se-ngasal lapak DVD yang berjejer-jejer di depan BIP. Tetap perlu dijual, tetap perlu dijajal.

    [Ariani Darmawan]

     
  • blauloretta 5:51 am on January 17, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , , Photography,   

    BDG – NO FUTURE | Picture taken by Tita Larasati 

    Photobucket

    BDG – NO FUTURE
    Picture taken by Tita Larasati
    2011

     
  • blauloretta 10:20 am on May 11, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , Photography,   

    Pameran Fotografi: KELUYURAN oleh Romain Osi (FR) | Balai Kota Bandung dan Babakan Asih | 14 s/d 28 Mei 2010 

    PEMBUKAAN PAMERAN

    Balai Kota
    Jl. Perintis Kemerdekaan (Pagar Selatan)
    Jumat, 14 Mei 2010
    Pukul 15.00 WIB

    Babakan Asih
    Lapangan KARTOEN ERVAT, Babakan Asih RT 04/ RW 01 (Masuk lewat Jl. Haji Topek)
    Sabtu, 15 Mei 2010
    Pukul 9.00 WIB

    (More …)

     
  • blauloretta 4:40 pm on May 1, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , Photography,   

    Urban Dream | Exhibition by Roman Osi (FR) 

    photography,common room

    Pembukaan : Senin, 3 Mei 2010, Pukul  19.00 WIB
    Pameran: 4 s/d 27 Mei 2010
    Venue: Galerie Esp’Art, CCF Bandung, Jl. Purnawarman no. 32
    Pukul: 10.00 – 19.00 WIB

    (More …)

     
  • blauloretta 4:05 am on April 21, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , Photography,   

    LIDAH BERCABANG (Forked Tongue) | Solo Exhibition by Adhya Ranadireksa | PLATFORM3, 25 April – 15 Mei 2010 

    Date: 25 April – 15 Mei 2010
    Opening: 25 April 2010 pkl. 16.00 WIB (Followed by artist talk)
    Venue: Platform3, Jl. Cigadung Raya Barat no. 2, Bandung 40191

    Deskripsi Singkat
    Adhya S. Ranadireksa, fotografer dengan fokus keahlian fotografi still life, merespon tawaran tema dari Platform3 “menyoal kolonialisme”, dengan mengetengahkan soal tubuh. Tubuh di sini adalah organ tubuh yang diurai, dipajang, juga diawetkan. Di mata Adhya, organ-organ tubuh serupa ilustrasi. Ia mengilustrasikan tindakan kolonialis menguasai manusia jajahan lebih pada “organ dalam”, pada penguasaan indera, pada cara berpikir, cara bicara, cara pandang, cara merasa, pendek kata cara kita memandang dunia pun memahami diri sendiri. Adhya memotret organ-organ tubuh dalam berbagai posisi yang menyarankan kiasan tertentu. Kiasan ini serupa ungkapan “lidah yang bercabang”. Organ-organ tubuh, ketika diperlakukan seperti itu, menampakan bagaimana kita, selain menjadikan tubuh sebagai objek tatapan, juga memaknainya. Bagi Adhya, pemaknaan ini berdasar pada keyakinan bahwa penguasaan ala kolonialisme menjangkau jauh melebihi pengertian harfiah “koloni”.

    (More …)

     
  • blauloretta 5:18 am on January 1, 2009 Permalink | Reply
    Tags: Photography   

    Selamat Tahun Baru 2009! 

    2009

    * Photo by Rimba Patria

     
    • queercambodia 7:15 am on January 9, 2009 Permalink

      hi! blog hopping! Exchange links please? Inform me at my blog! thanks!
      Have a fabulous day!

      Cheers!

      x,
      QC (QueerCambodia)

c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel
cialis geciktirici online film izle bedava film izle chat