Tagged: Photography RSS

  • blauloretta 7:26 am on January 11, 2012 Permalink | Reply
    Tags: , , , , , Photography   

    52 Wednesdays | Pameran Foto oleh Lioni Beatrik | 14 – 21 Januari 2012 

    52 Wednesdays | Pameran Foto oleh Lioni Beatrik | 14 – 21 Januari 2012
    Pembukaan: Sabtu, 14 Januari 2012. 17.00 – end
    Common Room
    Jl. Kyai Gede Utama no 8 Bandung

    Featuring Stand up Tragedy & Live Music bersama Rayhan Sudrajat, Raquel, Pepengtea, Deluciva, Ajie and Alex

    Lioni Beatrik
    Lioni, perempuan kelahiran 1980 ini sangat bergairah akan hidup dan kehidupan—bidang yang membawanya ke bidang humanitarian. Ia adalah lulusan Jurusan Jurnalistik Fikom Unpad, dan sempat pula belajar di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara. Selain humanisme, Lioni juga memiliki minat tinggi terhadap seni rupa. Ia pernah bekerja di sebuah galeri seni rupa di Jakarta. Sebelum 52 Wednesdays, ia juga pernah membuat beberapa proyek seni yang diantaranya adalah My Funeral, Funeral of Caste, Theater of the Oppressed, Playback Theater dan Kappaletta the singing telegram. Proyek fotografi ini merupakan proyek seni Lioni yang berlangsung paling lama, satu tahun dan kemungkinan akan terus berjalan.

    (More …)

     
  • blauloretta 7:26 am on November 21, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , Photography   

    [Pameran Fotografi] Pause/ Urban Decay oleh Sandi Jaya Saputra | 19 November s/d 4 Desember 2011 

    [Pameran Fotografi] Pause/Urban Decay oleh Sandi Jaya Saputra
    19 November s/d 4 Desember 2011, Pk. 10.00 – 17.00 WIB
    Pembukaan: Sabtu, 19 November 2011, Pk. 18.00 – 21.00 WIB
    Artist Talk: Jumat, 25 November 2011, Pk. 15.00 – 18.00 WIB | Moderator: Gustaff H. Iskandar
    Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung

    (More …)

     
  • blauloretta 7:31 am on June 3, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , Photography   

    icapture1.0: Sinematic Photography Exhibition by Ageng Purna Galih | Common Room, 4 – 19 Juni 2011 

    Supaya seru, mari kita coba menebak-nebak tentang konsep pameran ini.

    Ageng Purna Galih, diam-diam, adalah seorang seniman fotografi yang hasrat terpendamnya adalah menjadi penata gambar film (sinematografer). Ia memiliki keterbatasan dalam bertutur panjang, sehingga memilih untuk membuat adegan-adegan pendek dengan cerita-cerita kecil. Atau bisa jadi, ia sebenarnya penutur yang handal, hanya saja tidak memiliki peralatan membuat film yang memadai, sehingga dipakailah foto-foto ini untuk mewakilkan mimpinya membuat film.

    Ageng Purna Galih, siapa sangka, adalah pembuat film produktif yang telah rampung membuat sekian banyak film pendek (atau jangan-jangan film panjang?). Namun karena tidak puas dengan hasil yang ia capai, ia enggan memutar film-filmnya di depan umum. Pada kesempatan ini, ia memutuskan untuk memamerkan hanya potongan-potongan adegan dari masing-masing film tersebut.

    Ageng Purna Galih, hanya Tuhan yang tahu, bekerja di sebuah perusahaan penggandaan DVD bajakan di daerah Harco/Mangga Dua, Jakarta. Untuk mengusir kebosanan, ia sesekali meng-capture potongan-potongan adegan yang menarik hatinya. Sesekali, kalau isengnya sedang berlipat ganda, ia mengganti-ganti subtitle film tersebut dengan bahasa-bahasa asing yang ia sendiri tidak mengerti. Tidak jarang Ageng mencari film-film bajakan KW2, dengan sulih bahasa yang sulit dimengerti oleh ahli bahasa mana pun. Ada film Indonesia ber-subtitle Perancis, film Thailand ber-subtitle Bahasa Indonesia.

    Ageng Purna Galih, jangan-jangan, adalah seorang fotografer profesional yang kerjanya adalah memotret model untuk keperluan lembar fashion majalah. Ia tentu punya banyak stok foto yang ia ambil di antara pekerjaan photo shoot-nya. Ageng ingin sekali pameran, namun merasa tidak etis untuk menampilkan fotonya secara polos layaknya di lembar-lembar majalah. Ia lalu menambahkan kotak hitam di atas bawah foto, sekaligus teks di bawah, membuat seolah-olah foto tersebut adalah potongan adegan film.

    Ageng Purna Galih, bisa jadi, sama sekali bukan yang kita sangka, atau gabungan semua yang kita sangka-sangka. Di saat kita mampu menuntaskan sebuah DVD bajakan sebuah film Rusia dengan subtitle bahasa Indonesia kacau-balau seperti “Jangan, kamu is gak sayap!“, rasanya pembacaan atas karya-karya Age bisa seluas dan se-ngasal lapak DVD yang berjejer-jejer di depan BIP. Tetap perlu dijual, tetap perlu dijajal.

    [Ariani Darmawan]

     
  • blauloretta 5:51 am on January 17, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , , Photography,   

    BDG – NO FUTURE | Picture taken by Tita Larasati 

    Photobucket

    BDG – NO FUTURE
    Picture taken by Tita Larasati
    2011

     
  • blauloretta 10:20 am on May 11, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , Photography,   

    Pameran Fotografi: KELUYURAN oleh Romain Osi (FR) | Balai Kota Bandung dan Babakan Asih | 14 s/d 28 Mei 2010 

    PEMBUKAAN PAMERAN

    Balai Kota
    Jl. Perintis Kemerdekaan (Pagar Selatan)
    Jumat, 14 Mei 2010
    Pukul 15.00 WIB

    Babakan Asih
    Lapangan KARTOEN ERVAT, Babakan Asih RT 04/ RW 01 (Masuk lewat Jl. Haji Topek)
    Sabtu, 15 Mei 2010
    Pukul 9.00 WIB

    (More …)

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel
porno ukash canta modelleri sabo terlik escort ankara escort ilan escort ankara ilan