<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Common Room Networks Foundation &#187; Oral History</title>
	<atom:link href="http://commonroom.info/tag/oral-history/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://commonroom.info</link>
	<description>Open Platform for Art, Culture &#38; ICT/Media &#124;&#124; Bandung - Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 06:36:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Common Room Networks Foundation (Common Room) &#124; Track Records 2001 &#8211; 2012</title>
		<link>http://commonroom.info/2012/common-room-networks-foundation-common-room-track-records-2001-2012/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2012/common-room-networks-foundation-common-room-track-records-2001-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Apr 2012 05:28:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Projects]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Knowledge Economy]]></category>
		<category><![CDATA[Media Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Oral History]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2538</guid>
		<description><![CDATA[Materi ini dipresentasikan di s.14 pada 7 April 2012. Catatan diskusi dapat dibaca di laman &#8216;Berbagi Cerita Tentang Common Room di s.14&#8216;.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<iframe class="scribd_iframe_embed" src="http://www.scribd.com/embeds/90938831/content?start_page=1&view_mode=slideshow&access_key=key-2c7lbedem9w92dx4lt0m" data-auto-height="true" scrolling="no" id="scribd_90938831" width="100%" height="500" frameborder="0"></iframe>
<div style="font-size:10px;text-align:center;width:100%"><a href="http://www.scribd.com/doc/90938831">View this document on Scribd</a></div>
<p>Materi ini dipresentasikan di s.14 pada 7 April 2012. Catatan diskusi dapat dibaca di laman &#8216;<a href="http://gstff.wordpress.com/2012/04/09/berbagi-cerita-tentang-common-room-di-s-14/" target="_blank"><em>Berbagi Cerita Tentang Common Room di s.14</em></a>&#8216;. </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2012/common-room-networks-foundation-common-room-track-records-2001-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Diskusi] Pertemuan Bilateral Presiden Gaban (Man Jasad) dan Presiden Panas Dalam Serikat (Pidi Baiq)* &#124; Common Room&#124; Kamis, 9 Juni 2011</title>
		<link>http://commonroom.info/2011/pertemuan-gaban-panas-dalam-serikat-juni-2011/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2011/pertemuan-gaban-panas-dalam-serikat-juni-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Jun 2011 05:52:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Media Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Oral History]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2125</guid>
		<description><![CDATA[Pertemuan Bilateral Presiden Gaban (Man Jasad) dan Presiden Panas Dalam Serikat (Pidi Baiq)* Republik Gaban (Garut Bandung) dan Republik Panas Dalam Serikat adalah sebuah negara virtual yang didirikan oleh Man Jasad dan Pidi Baiq. Keduanya sejauh ini telah dikenal sebagai pemimpin yang memiliki warga serta pengikut yang sangat fanatik. Dalam kesempatan ini Presiden Republik Gaban [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/PD_GB_eflyer.jpg" border="0" alt="Diskusi di Common Room" width="640" height="902" /></p>
<p><strong>Pertemuan Bilateral Presiden Gaban (Man Jasad) dan Presiden Panas Dalam Serikat (Pidi Baiq)*</strong><br />
Republik Gaban (Garut Bandung) dan Republik Panas Dalam Serikat adalah sebuah negara virtual yang didirikan oleh Man Jasad dan Pidi Baiq. Keduanya sejauh ini telah dikenal sebagai pemimpin yang memiliki warga serta pengikut yang sangat fanatik. Dalam kesempatan ini Presiden Republik Gaban dan Republik Panas Dalam Serikat akan menyelenggarakan pertemuan kerjasama bilateral sekaligus mendiskusikan berbagai permasalahan yang terjadi di negara masing-masing untuk mengembangkan strategi serta kebijakan bersama untuk menyikapi tersebut.</p>
<p>Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8<br />
Waktu: Kamis, 9 Juni 2011, pk.13.00 – 18.00 WIB</p>
<p><em>*Program pra-event Nu:SubstanceFestival/2011/Polarities</em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2011/pertemuan-gaban-panas-dalam-serikat-juni-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Informasi Agenda Kegiatan Common Room &#124; Juni 2011</title>
		<link>http://commonroom.info/2011/agenda-kegiatan-common-room-juni-2011/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2011/agenda-kegiatan-common-room-juni-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jun 2011 10:51:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Campaign]]></category>
		<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[Gathering]]></category>
		<category><![CDATA[Media Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Oral History]]></category>
		<category><![CDATA[Visual Arts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2116</guid>
		<description><![CDATA[[Pameran] icapture 1.0: Sinematic Photography oleh Ageng Purna Galih, 4-19 Juni 2011 &#124; [Diskusi] Pertemuan Bilateral Presiden Gaban (Man Jasad) dan Presiden Panas Dalam Serikat (Pidi Baiq), 9 Juni 2011 &#124; [Diskusi] Don’t Drink and Drive Campaign, 18 Juni 2011 &#124; [Diskusi] Sharing Radio Online*, 19 Juni 2011 &#124; [Diskusi] Seni dan Politik di Kota [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2011/06/agenda_juni.jpg" alt="" width="640" height="452" /></p>
<p><strong>[Pameran]</strong> icapture 1.0: Sinematic Photography oleh Ageng Purna Galih, 4-19 Juni 2011 | <strong>[Diskusi]</strong> Pertemuan Bilateral Presiden Gaban (Man Jasad) dan Presiden Panas Dalam Serikat (Pidi Baiq), 9 Juni 2011 | <strong>[Diskusi]</strong> Don’t Drink and Drive Campaign, 18 Juni 2011 | <strong>[Diskusi]</strong> Sharing Radio Online*, 19 Juni 2011 | <strong>[Diskusi]</strong> Seni dan Politik di Kota Bandung*, 23 Juni 2011 | <strong>[Diskusi]</strong> Mitos, Sejarah, dan Narasi Visual, 24 Juni 2011 | <strong>Kegiatan Rutin</strong>: Pertemuan mingguan Bandung Oral History (BOH), Pertemuan mingguan Openlabs, Pertemuan mingguan Kelas Karinding, dan Latihan mingguan Pencak Silat.</p>
<p><strong>Nu:SubstanceFestival/2011/Polarities | 1 – 16 Juli 2011 | More info soon!</strong><br />
Pameran Seni Bebunyian [DERAU], Kajian Seni, Politik dan Teknologi, Botram + Public Campaign: Save Manglayang Mountain, Network Gathering, Site Visit: Gang Sesama + Papalidan di Cikapundung, Konser [In] Visible Spectrum, Presentasi Software dan Hardware, Resital Kelas Karinding, dan [Costume Party]: &#8220;Pihak Berwajib&#8221;.</p>
<p><em>*Program pra-event Nu:SubstanceFestival/2011/Polarities</em></p>
<p><em><span id="more-2116"></span></em></p>
<p><strong>[Pameran] icapture 1.0: Sinematic Photography oleh Ageng Purna Galih</strong><br />
Ageng Purna Galih, menyelesaikan studinya di Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran Bandung jurusan Sastra Indonesia pada tahun 2005. Ia pernah bekerja untuk Ripple Magazine sebagai Graphic Designer serta menjadi photographer di Firebolt clothing company. Selain itu ia juga sempat mengerjakan proyek seni multimedia nirlaba bersama Pemuda Elektrik dan Sungsang Lebam Telak. Saat ini ia bekerja sebagai desainer grafis untuk CCF Bandung serta proyeknya, WAWBAWseries.</p>
<p>Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8<br />
Waktu: 4 – 19 Juni 2011 (10.00 – 19.00, setiap hari kecuali libur)<br />
Pembukaan: Sabtu, 4 Juni 2011, pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB</p>
<p><strong>[Diskusi] Pertemuan Bilateral Presiden Gaban (Man Jasad) dan Presiden Panas Dalam Serikat (Pidi Baiq)*</strong><br />
Republik Gaban (Garut Bandung) dan Republik Panas Dalam Serikat adalah sebuah negara virtual yang didirikan oleh Man Jasad dan Pidi Baiq. Keduanya sejauh ini telah dikenal sebagai pemimpin yang memiliki warga serta pengikut yang sangat fanatik. Dalam kesempatan ini Presiden Republik Gaban dan Republik Panas Dalam Serikat akan menyelenggarakan pertemuan kerjasama bilateral sekaligus mendiskusikan berbagai permasalahan yang terjadi di negara masing-masing untuk mengembangkan strategi serta kebijakan bersama untuk menyikapi tersebut.</p>
<p>Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8<br />
Waktu: Kamis, 9 Juni 2011, pk.13.00 – 18.00 WIB</p>
<p><strong>[Diskusi] Don’t Drink and Drive Campaign</strong><br />
Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye yang bertujuan untuk mengajak khalayak agar mengkonsumsi minuman beralkohol secara aman dan bertanggungjawab. Selain penjelasan yang rinci mengenai dampak dari konsumsi minuman beralkohol secara serampangan, diskusi ini juga akan diisi dengan pemutaran video dan kesaksian dari para korban konsumsi minuman beralkohol yang tidak aman. Hadir sebagai narasumber Eka (Rumah Cemara), Ginan (Rumah Cemara), dan Addy Gembel (Forgotten).</p>
<p>Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8<br />
Waktu: Sabtu, 18 Juni 2011, pk. 15.00 – 18.00 WIB</p>
<p><strong>[Diskusi] Sharing Radio Online*</strong><br />
Keberadaan radio online di kota Bandung telah berkembang pesat sejak awal tahun 2000 hingga saat ini. Jika dibandingkan dengan radio konvensional, radio online merupakan wahana penyiaran yang lebih ringkas dan praktis. Dari segi produksi dan penyebaran materi, radio online juga merupakan salah satu media alternatif yang efektif bagi sebuah organisasi, komunitas atau perusahaan penyiaran untuk menyebarkan berita atau karya audio. Saat ini perkembangan radio online di kota Bandung sudah semakin meningkat dari segi jumlah, namun tidak terkonsentrasi dan masih tecerai-berai. Terkait dengan fenomena ini, Common Room bersama @Radiologia_BDG dan @GigsOnSky bermaksud untuk menyelenggarakan kegiatan sharing bersama dengan para pelaku radio online di kota Bandung dan beberapa kota besar lainya.</p>
<p>Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8<br />
Waktu: Minggu, 19 Juni 2011, pk.14.00 – 16.00 WIB</p>
<p><strong>[Diskusi] Seni dan Politik di Kota Bandung*</strong><br />
Diskusi ini akan mencoba untuk melakukan telaah serta menguraikan fenomena perkembangan seni yang beririsan dengan persoalan serta situasi sosial politik. Selain itu, diskusi ini juga merupakan salah satu upaya untuk meninjau ulang berbagai peristiwa yang memiliki konotasi politis dalam jangka waktu tertentu di kota Bandung. Sebagai bagian dari proses kajian, juga akan dibicarakan bagaimana perkembangan media digital dan teknologi juga memberi pengaruh tertentu bagi proses pembentukan kesadaran serta proses partisipasi politik dalam kegiatan seni dan budaya. Melalui diskusi ini, khalayak umum diharapkan dapat terlibat dalam proses refleksi serta upaya pengembangan diskursus seni budaya sebagai wahana pembelajaran dan pengembangan kesadaran politik dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini akan melibatkan para seniman, musisi, serta kurator seni dari kota Bandung.</p>
<p>Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8<br />
Waktu: Kamis, 23 Juni 2011, pk. 15.00 – 18.00 WIB</p>
<p><strong>[Diskusi] Mitos, Sejarah, dan Narasi Visual</strong><br />
Diskusi ini akan membicarakan berbagai aspek yang terkait dengan mitos dan sejarah yang menginspirasi dan mempengaruhi penciptaan karya seni di Indonesia dan negara-negara Balkan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkaya wawasan berkarya dengan membangun perbincangan luas serta intim diantara publik seni dan khalayak umum. Hadir sebagai pembicara dalam diskusi ini adalah Antariksa, seorang peneliti sekaligus pendiri dari Indonesian Contemporary Art Networks (<a href="http://canmanage.net/" target="_blank">iCAN</a>). Selain itu, diskusi ini juga akan mendatangkan Magdalena Peševová, seorang seniman yang tinggal dan bekerja di Praha, Republik Ceko. Magdalena adalah lulusan dari Academy of Fine Arts (Praha) dan Ecole des Beaux Artes (Prancis).</p>
<p>Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8<br />
Waktu: Jumat, 24 Juni 2011, pk. 18.00 – 21.00 WIB</p>
<p><strong>KEGIATAN RUTIN</strong><br />
Pertemuan mingguan Bandung Oral History setiap hari Kamis dimulai Pukul 17.00 WIB, Informasi hubungi Zia di nomor +6222 92209221</p>
<p>Pertemuan mingguan Openlabs setiap hari Kamis dimulai Pukul 19.00 WIB, Informasi hubungi Botak di nomor +628562064358</p>
<p>Pertemuan mingguan Kelas Karinding bersama Hendra Attack setiap hari Jumat dimulai Pukul 16.00 WIB, Informasi hubungi Hendra di nomor +62818639881</p>
<p>Latihan mingguan Pencak Silat bersama Kang Yuda (Perguruan Pencak Silat Cimande) setiap hari Rabu (Pk. 19.00 – 21.00 WIB. Informasi dan pendaftaran hubungi Man Jasad di nomor +628156211840</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2011/agenda-kegiatan-common-room-juni-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Syair Lisan oleh Deden Sambas W.A.F &#124; 20 Mei s/d 2 Juni 2011</title>
		<link>http://commonroom.info/2011/syair-lisan-oleh-deden-sambas-w-a-f-20-mei-sd-2-juni-2011/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2011/syair-lisan-oleh-deden-sambas-w-a-f-20-mei-sd-2-juni-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 May 2011 07:50:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[Oral History]]></category>
		<category><![CDATA[Visual Arts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2064</guid>
		<description><![CDATA[Syair Lisan oleh Deden Sambas W.A.F Common Room, 20 Mei s/d 2 Juni 2011 Pembukaan: 20 Mei 2011, Pk. 18.30 &#8211; 21.00 WIB Diskusi: 26 Mei 2011, Pk. 15.00 &#8211; 17.30 WIB Narasumber: Deden Sambas dan Prof. Dr. Bambang Sugiharto. Syair Lisan: Aneh Tapi Nyata Deden Sambas W.A.F. adalah seniman yang dilahirkan di kota Bandung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><iframe width="640" height="510" src="http://www.youtube.com/embed/F8QGfCy42HY?rel=0" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p><strong>Syair Lisan oleh Deden Sambas W.A.F</strong><br />
Common Room, 20 Mei s/d 2 Juni 2011<br />
Pembukaan: 20 Mei 2011, Pk. 18.30 &#8211; 21.00 WIB<br />
Diskusi: 26 Mei 2011, Pk. 15.00 &#8211; 17.30 WIB<br />
Narasumber: Deden Sambas dan Prof. Dr. Bambang Sugiharto.</p>
<p><strong>Syair Lisan: Aneh Tapi Nyata</strong><br />
Deden Sambas W.A.F. adalah seniman yang dilahirkan di kota Bandung pada tanggal 15 Juni 1963. Selama ini, Deden Sambas dikenal sebagai salah seorang seniman yang gemar mengeksplorasi berbagai medium yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pada kesempatan ini, Deden Sambas akan menyoroti penggunaan teks verbal yang kerap ia temui dalam keseharian dan menampilkannya dalam karya visual dan performance.</p>
<p>Pameran ini berawal dari perbincangan tentang fenomena bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Selama beberapa waktu terakhir dengan tekun Deden mengumpulkan berbagai teks, kata ataupun ekspresi yang berasal dari kehidupan personal dan lingkungan kesehariannya. Alhasil ia menampilkan serupa koleksi teks yang beraneka wujud dimensi makna dan rasanya. Selain itu, karyanya kali ini juga mencerminkan rekaan imajinasi kolektif yang terhadirkan melalui sebentuk karya instalasi di ruang galeri Common Room. Secara selintas Syair Lisan karya Deden Sambas telusuri dunia bahasa yang demikian banal, personal dan partikular, sampai pada untaian bahasa suci yang dituliskan dalam huruf China. Ada semacam <em>sense of place</em> yang tidak tergambarkan namun mewujud pada konfigurasi huruf dan deret kata yang terpampang lugas dalam pameran ini.</p>
<p>Barangkali Syair Lisan dari Deden Sambas secara jernih proyeksikan dunia bahasa masyarakat kontemporer yang saat ini semakin penuh dengan bermacam ambivalensi dan paradoks. Bahasa selama ini kita pikir terkunci dalam rantai prosedur semiotik yang begitu keras ditancap sekrup besi. Namun bahasa ternyata bisa juga diombang-ambing dunia makna yang serba tidak jelas dan lentur seperti karet. Bahasa bisa begitu halus menyepuh lapis demi lapis kenyataan, namun seketika bisa membakar hati dan sakiti perasaan. Bahasa menghubungkan, tapi juga mengalienasi. Ia ikut menentukan jarak dan batas, serta sistem representasi. Melalui bahasa, dunia sekeliling dapat miliki wujud yang tercerap indera. Persepsi tentang dunia dibangun dengan menggunakan bahasa, namun juga bisa hancur berantakan karenanya. Syair Lisan karya Deden Sambas adalah sejenis syair yang aneh tapi nyata. </p>
<p>Kyai Gede Utama, 20 Mei 2011</p>
<p><span id="more-2064"></span></p>
<p><em>*Video ini adalah karya dari Ismal Muntaha. Ia merekam proses dibalik pameran Syair Lisan dari Deden Sambas di Common Room. Selain proyeksikan beberapa detail dari karya Deden Sambas, video ini juga mencermati proses latihan kelompok Karinding Attack di tempat yang sama. Pada video ini musik yang dimainkan berjudul &#8220;Gerbang Kerajaan Serigala&#8221;. Diciptakan oleh Karinding Attack pada sekira tahun 2010. Karya video ini merupakan bagian dari pameran Syair Lisan oleh Deden Sambas W.A.F.</em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2011/syair-lisan-oleh-deden-sambas-w-a-f-20-mei-sd-2-juni-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SARUPANING BEJA &#124; Collaborative Audio Visual Performance by TRAH PROJECT &#124; CCF Bandung, 12 Februari 2011</title>
		<link>http://commonroom.info/2011/sarupaning-beja-trah-2011/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2011/sarupaning-beja-trah-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Feb 2011 04:57:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Concert]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Oral History]]></category>
		<category><![CDATA[Performance]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=1810</guid>
		<description><![CDATA[SARUPANING BEJA &#124; Collaborative Audio Visual Performance by TRAH PROJECT Waktu dan Tempat: 12 Februari 2011 &#124; Pk. 18.00 &#8211; selesai &#124; CCF Bandung, Jl. Purnawarman no. 32* Deskripsi singkat TRAH adalah sebuah proyek kolaborasi lintas genre yang diinisiasi oleh duo musisi elektronik (Gigi Priadji dan Indra Nugraha) dan seorang seniman yang menggeluti seni tradisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-1812" title="Sarupaning Beja" src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2011/02/e-poster-edit.jpg" alt="" width="640" height="746" /></p>
<p><strong>SARUPANING BEJA | Collaborative Audio Visual Performance by TRAH PROJECT</strong><br />
Waktu dan Tempat: 12 Februari 2011 | Pk. 18.00 &#8211; selesai | CCF Bandung, Jl. Purnawarman no. 32*</p>
<p><strong>Deskripsi singkat</strong><br />
<a href="http://trahproject.co.nr/" target="_blank">TRAH</a> adalah sebuah proyek kolaborasi lintas genre yang diinisiasi oleh duo musisi elektronik (Gigi Priadji dan Indra Nugraha) dan seorang seniman yang menggeluti seni tradisi (Iman Zimbot). Proyek ini berpijak pada nilai-nilai luhur tradisi dan kearifan lokal yang menjadi dasar bagi proses penciptaan komposisi musik modern.</p>
<p>Pertunjukan <em>Sarupaning Beja</em> (konon kabarnya), mengisyaratkan manusia tak ada yang berbeda. Semua sama. Tidak ada yang berlebih, pun tidak ada yang kurang. Pada hakikatnya semua manusia memang sama. Namun kenyataan saat ini seperti telah keluar dari apa yang selama ini dianggap hakikat. Manusia saling berlomba untuk menyombongkan diri dan keadaannya. Merasa paling hebat dari yang lain.</p>
<p><em>Sarupaning Beja</em> merupakan sebuah doa. Doa kepada yang terlebih dahulu hidup dan sebagai pengingat kepada yang masih hidup. <em>Sarupaning Beja</em> juga merupakan <em>jampe</em> (mantra) yang berasal dari Indramayu. Jampe ini merupakan doa untuk para <em>karuhun</em> (leluhur), yang biasa dikumandangkan dalam kesenian gembyung untuk mengingat hakikat seorang manusia.</p>
<p>Pertunjukan <em>Sarupaning Beja</em> juga merupakan sebuah presentasi hasil dokumentasi budaya, khususnya seni musik lampau yang dipadukan dengan musik kontemporer melalui kemasan yang modern. Pertunjukan ini diharap dapat memberi pengalaman yang berbeda, merujuk kepada &#8216;trah&#8217; (garis keturunan) perkembangan zaman maupun para seniman yang terlibat.</p>
<p>Mudah-mudahan masyarakat luas dapat menikmati pertunjukan ini sebagai sebuah refleksi kehidupan, sekaligus menyegarkan titian jalan yang telah dan sedang ditempuh, serta menyadari akan hakikatnya sebagai mahluk ciptaan Tuhan. Lebih jauh lagi, pertunjukan ini juga diharapkan dapat membuat kita <em>&#8216;eling&#8217;</em> (sadar). <em> </em></p>
<p><em>&#8220;Eling-eling kana jatina, kana dirina, kana hirupna.&#8221;</em><br />
(Menyadari jati diri, identitas dan hidupnya).</p>
<p>*Tiket: Saridona/ pay as you wish. Terbuka untuk umum (Tempat terbatas/ limited seats)</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2011/sarupaning-beja-trah-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Informasi Agenda Kegiatan Common Room &#124; Februari 2011</title>
		<link>http://commonroom.info/2011/informasi-agenda-kegiatan-common-room-februari-2011/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2011/informasi-agenda-kegiatan-common-room-februari-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Feb 2011 11:44:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Concert]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Oral History]]></category>
		<category><![CDATA[Performance]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=1713</guid>
		<description><![CDATA[MENCANDU PAGI &#124; A TRIBUTE TO NORVAN PECANDUPAGI Waktu &#38; Tempat: 5 s/d 19 Februari 2011 &#124; Pk. 10.00 &#8211; 17.00 &#124; Common Room, Jl Kyai Gede Utama no. 8, Bandung &#124; Pembukaan Pameran, Sabtu, 5 Februari 2011 &#124; Pk. 15.00 Diskusi seputar almarhum Norvan dan penyakit kangker bersama perwakilan Yayasan Kanker Indonesia &#8211; Jawa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/commonroom_low.jpg" border="0" alt="Common Room" /></p>
<p><strong>MENCANDU PAGI | A TRIBUTE TO NORVAN PECANDUPAGI</strong><br />
Waktu &amp; Tempat: 5 s/d 19 Februari 2011 | Pk. 10.00 &#8211; 17.00 | Common Room, Jl Kyai Gede Utama no. 8, Bandung | Pembukaan Pameran, Sabtu, 5 Februari 2011 | Pk. 15.00</p>
<p>Diskusi seputar almarhum Norvan dan penyakit kangker bersama perwakilan Yayasan Kanker Indonesia &#8211; Jawa Barat, Anggia Chrisanty (Psikolog) &amp; perwakilan keluarga Almarhum. Dipandu oleh Sigid. Pengisi Acara: Ki Daus dan Darto JE (Kacapi dan Tari), Paperback (Musik), Handoko F. Zainsam (Musikalisasi Puisi), Ferry Curtis (Musikalisasi Puisi), The Baretto (Musik), Sinta Ridwan (Puisi), Karinding Attack (Musik), Ojel (Puisi), &amp; Putri Sarinande (Puisi). Diselingi pemutaran film pendek karya Norvan Pecandupagi</p>
<p><strong>Pengajian Peringatan 3 Tahun AACC | Peluncuran Buku Memoar Melawan Lupa</strong><br />
Waktu &amp; Tempat: Rabu, 9 Februari 2011 | Pk. 18.00 &#8211; selesai | Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8 Bandung</p>
<p><em>Diselenggarakan oleh Solidaritas Independen Bandung (SIB)</em></p>
<p><strong>Pertunjukan Teater: &#8220;WUJUDKAN MIMPIMU&#8221;</strong><br />
Waktu &amp; Tempat: Kamis, 10 Februari 2011 | Pk. 19.00 &#8211; selesai | Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8 Bandung<br />
Tiket: Gratis</p>
<p><em>Kegiatan ini kerjasama Ubuntu Theatre Organisation, Yayasan Bahtera Bandung dan mainteater</em></p>
<p>Informasi lebih lanjut:<br />
Facebook Page: <a href="http://www.facebook.com/Ubuntu-Indonesia" rel="nofollow">http://www.facebook.com/Ubuntu-Indonesia</a><br />
Pradetya Novitri: 08562057993 | <a href="mailto:pradetya.novitri@gmail.com">pradetya.novitri@gmail.com</a><br />
Linda Eijssen: 085811307365 | <a href="mailto:linda@ubuntutheatre.org">linda@ubuntutheatre.org</a></p>
<p><strong>Press Conference<br />
BOTTLESMOKER ASIAN TOUR 2011</strong><br />
Smiles to 5 Countries in 19 Days (26 February – 16 March)<br />
Malaysia &#8211; Brunei Darussalam &#8211; China &#8211; Hong Kong &#8211; Indonesia<br />
<a href="http://www.myspace.com/bottlesmoker" rel="nofollow">http://www.myspace.com/bottlesmoker</a></p>
<p>Waktu &amp; Tempat: Sabtu, 12 Februari 2011 | Pk. 15.00 &#8211; selesai | Common Room, Jl Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p><strong>SARUPANING BEJA: Pertunjukan kolaborasi TRAH Project</strong><br />
Feat. Mang Ayi, Wa Itok, Kang Asep, Kang Jaja, Ani Sukmawati, Risa Saraswati, Ade Muir, Gebeg, Feby Maharani, Killafternoon, Butche Mario, etc.</p>
<p>Waktu &amp; Tempat<br />
Sabtu, 12 Februari 2011 | Pk. 18.00 &#8211; selesai | CCF Bandung, Jl. Purnawarman no. 32 Bandung<br />
Info: Common Room, 022-2503404 | Tiket: Pay as you wish/ saridona</p>
<p><strong>Workshop: &#8220;SEJARAH PERSPEKTIF&#8221;</strong><br />
Waktu &amp; Tempat: 14 s/d 16 Februari 2011 | Common Room, Jl Kyai Gede Utama no. 8, Bandung<br />
Biaya Workshop: GRATIS (Maksimum 15 orang) | Pendafataran hubungi Nunung 022-2503404</p>
<p><em>Acara ini diselenggarakan bekerja sama dengan Indonesia Contemporary Art Network Yogyakarta (iCAN)</em></p>
<p><strong>Ngabandungan Bandung Oral History: Republik The Panas Dalam bincang-bincang bersama Ojel </strong><br />
Waktu &amp; Tempat: Kamis, 17 Februari 2011 (Sesudah Sholat Ashar sampai Pidi Baiq mau pulang) | Common Room, Jl Kyai Gede Utama no. 8, Bandung | Acara GRATIS dan terbuka untuk umum. Bekal uang tambahan untuk CD The Panas Dalam</p>
<p><em>Diselenggarakan oleh Kelompok Studi Bandung Oral Histori (BOH)</em></p>
<p><strong>MARKINON:</strong><br />
Nonton film dan diskusi tentang lingkungan untuk membangun kesadaran hidup yang selaras dengan alam.<br />
Waktu &amp; Tempat: Jumat, 18 Februari 2011 | Pk. 18.00 &#8211; selesai | Common Room, Jl Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p><em>Diselenggarakan oleh Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi (YPBB)</em></p>
<p><strong>Kegiatan Rutin</strong></p>
<p><strong>Pertemuan mingguan kelompok studi Bandung Oral History (BOH)</strong> | Setiap hari Kamis | Pk. 17.00 – 21.00 WIB.<br />
Informasi hubungi Zia di nomor: +6222-92209221</p>
<p><strong>Pertemuan mingguan komunitas OpenLabs</strong> | Setiap hari Kamis | Pk. 19.00 – 21.00 WIB.<br />
Informasi hubungi Ega di nomor +628562330445</p>
<p><strong>Kelas Karinding (Kekar) oleh Hendra Attack</strong> | Setiap hari Jumat | Pk. 16.00 – 19.00 WIB.<br />
Informasi hubungi Hendra di nomor +62818639881</p>
<p><strong>Kelas privat suling dan kacapi oleh Iman Rohman aka Iman Zimbot</strong> | Setiap hari Rabu atau Kamis<br />
Informasi hubungi Common Room di nomor 022-2503404</p>
<p><strong>Common Room Networks Foundation</strong><br />
Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung &#8211; 40132 | WEST JAVA &#8211; INDONESIA | Phone/ Fax: +62.22.250.3404<br />
Url: <a href="http://commonroom.info" rel="nofollow">http://commonroom.info</a> | E-mail: <a href="mailto:info@commonroom.info">info@commonroom.info</a> | Twitter: @CommonRoom_ID</p>
<p><em>Common Room adalah sebuah platform yang terbuka untuk kegiatan seni, budaya dan pemanfaatan ICT/ Media. Saat ini kegiatan Common Room dikelola oleh Common Room Networks Foundation dan didukung oleh HIVOS. Bagi teman-teman yang tertarik untuk terlibat dan menyelenggarakan kegiatan di Common Room, silahkan menghubungi Ranti di nomor 022-2503404 atau kunjungi kami di Jalan Kyai Gede Utama no. 8. Informasi mengenai kegiatan Common Room dapat diakses di situs <a href="http://commonroom.info" rel="nofollow">http://commonroom.info</a> dan twitter @CommonRoom_ID.</em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2011/informasi-agenda-kegiatan-common-room-februari-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ambience of Nature: Rekaman Karinding Attack &#124; Oleh Addy Gembel</title>
		<link>http://commonroom.info/2010/ambience-of-nature-rekaman-karinding-attack-oleh-addy-gembel/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2010/ambience-of-nature-rekaman-karinding-attack-oleh-addy-gembel/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Oct 2010 05:41:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Localities]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Oral History]]></category>
		<category><![CDATA[Ujungberung Update]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=1478</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sebuah proses rekaman audio ada banyak faktor diluar aspek non-teknis yang juga begitu penting untuk diperhatikan. Selain kesiapan alat dan teknologi rekaman, peran artis dalam memunculkan sebuah proses kreatif amatlah penting untuk diperhatikan. Salah satunya adalah faktor kejiwaan atau psikologis yang akan berpengaruh dalam membangun karakter sebuah lagu atau album. Faktor psikologis juga yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://Multiply.com/mu/addygembel/image/2/photos/50/500x500/27/29.JPG?et=fdKUZUol80VZSun5FXYC%2BA&amp;nmid=371535622" border="0" alt="" /></p>
<p>Dalam sebuah proses rekaman audio ada banyak faktor diluar aspek non-teknis yang juga begitu penting untuk diperhatikan. Selain kesiapan alat dan teknologi rekaman, peran artis dalam memunculkan sebuah proses kreatif amatlah penting untuk diperhatikan. Salah satunya adalah faktor kejiwaan atau psikologis yang akan berpengaruh dalam membangun karakter sebuah lagu atau album. Faktor psikologis juga yang pada akhirnya akan memberikan ‘nyawa’ pada lagu tersebut.</p>
<p><span id="more-1478"></span></p>
<p><img src="http://Multiply.com/mu/addygembel/image/2/photos/50/500x500/6/11.JPG?et=V3BJIVTD5IVBfe0B56H6ug&amp;nmid=371535622" alt="" /></p>
<p>Banyak hal dilakukan untuk bisa menstimulan kondisi psikologis seniman. Salah satunya adalah membangun sebuah ekosistem dimana seniman diberi ruang imajinasi sebebas mungkin sebagai habitat alami sebagai bagian proses untuk menghasilkan sebuah karya yang brilian. Pada akhirnya hal teknis menyangkut alat dan teknologi rekaman menjadi sesuatu yang sekunder dan sifatnya hanya sebagai pendukung saja.</p>
<p><img src="http://Multiply.com/mu/addygembel/image/2/photos/50/500x500/16/18.JPG?et=YC24e8w%2CL84RUgDTvMBg3Q&amp;nmid=371535622" alt="" /></p>
<p>Banyak produser band luar negeri yang melakukan hal itu. Mereka menghabiskan biaya jutaan dollar untuk membangun sebuah habitat dan ruang-ruang untuk berimajinasi bagi para musisinya. Pada tahun 1966 produser band The Who menyewa sebuah kapal pesiar lalu disulap menjadi sebuah studio rekaman. Selama 3 bulan para personil band melakukan perjalanan menyusuri sungai Missisipi sambil melakukan proses rekaman. Band Sepultura yang mendadak membangun studio rekaman dipedalaman hutan Amazon lalu para personilnya selama berbulan-bulan hidup bersama suku Indian Amazon. Pada salah satu albumnya band Slayer menyewa sebuah kastil berhantu dan pernah menjadi tempat eksekusi pembunuh berantai. Mereka membangun studio rekaman dan melakukan penggarapan lagu dan mampu memberikan nyawa pada lagu-lagu mereka.</p>
<p><img src="http://Multiply.com/mu/addygembel/image/2/photos/50/500x500/35/38.JPG?et=UdyW3oKY4bxWJdIZkJXxiQ&amp;nmid=371535622" border="0" alt="" /></p>
<p>Karinding Attack adalah sebuah ‘band’ yang mencoba melakukan hal yang sama. Musik karinding adalah musik yang identik dengan filosofis kearifan lokal terhadap alam. Menjadikan musik sebagai media untuk melakukan ‘pemujaan’ terhadap alam. Karena itulah maka alam mempunyai peran yang sangat penting untuk membangun karakter dan memberikan nyawa pada musik karinding.</p>
<p><img src="http://Multiply.com/mu/addygembel/image/2/photos/50/500x500/8/8.JPG?et=gDmyq8xDe2Ejup37Rykvqg&amp;nmid=371535622" border="0" alt="" /></p>
<p>Selama berhari-hari para personil band karinding Attack tinggal didalam hutan untuk melakukan prosesi rekaman. Lokasinya dikawasan hutan konsevasi gunung Kareumbi – Masigit didaerah perbatasan antara Kabupaten Bandung – Sumedang &#8211; Garut. Mereka membawa semua perlengkapan rekaman dan membangun sebuah ‘studio’ di alam terbuka. Siang dan malam mereka bekerja merekam lagu demi lagu ditengah hambatan cuaca dan keterbatasan sarana. Ditambah lagi dengan ‘gangguan’ dari alam spiritual yang justru makin menambah nuansa ‘magis’ dalam setiap lagu mereka.</p>
<p><img src="http://Multiply.com/mu/addygembel/image/2/photos/50/500x500/36/39.JPG?et=Fo6hMCZwmoHXoP%2BayW1yQg&amp;nmid=371535622" border="0" alt="" /></p>
<p>Semua dilakukan demi mendapatkan ruh bagi lagu-lagu mereka. Suara-suara alam yang alami seolah menjadi tambahan personil buat mereka dan mampu memberikan nyawa untuk lagu-lagu mereka. Kita nantikan saja album mereka yang akan segera dirilis diakhir tahun 2010 ini.</p>
<p>Foto-foto dokumentasi proses rekaman Karinding Attack dapan dilihat di laman <a href="http://addygembel.multiply.com/photos/album/50/Ambience_Of_Nature_Rekaman_Karinding_Attack#" target="_blank">berikut</a>.<br />
Catatan detail proses rekaman Karinding Attack juga dapat dibaca di laman <a href="http://jurnalkarat.wordpress.com/2010/10/04/jurnal-karat-35-24-september-2010-karat-live-in-apa-kabar-indonesia-tvone-dan-live-recording-session-karat-vs-giri-kerenceng/" target="_blank">Jurnal Karat</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2010/ambience-of-nature-rekaman-karinding-attack-oleh-addy-gembel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nu-Substance Festival 2010: Floating Horizon &#124;&#124; Bandung, 9 July &#8211; 1 August 2010</title>
		<link>http://commonroom.info/2010/nu-substance-festival-2010-floating-horizon-9-july-1-august-2010/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2010/nu-substance-festival-2010-floating-horizon-9-july-1-august-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jul 2010 05:37:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Campaign]]></category>
		<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Concert]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Electronic Music]]></category>
		<category><![CDATA[Environment]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[FOSS]]></category>
		<category><![CDATA[Gathering]]></category>
		<category><![CDATA[Human Rights]]></category>
		<category><![CDATA[Localities]]></category>
		<category><![CDATA[Media Arts]]></category>
		<category><![CDATA[Media Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Oral History]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Urbanism]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=1287</guid>
		<description><![CDATA[Nu-Substance Festival 2010: Floating Horizon Selama beberapa tahun terakhir, ada banyak sekali lompatan yang terjadi di dalam wilayah irisan yang mempertautkan perkembangan di bidang teknologi komunikasi, media baru dan praktik budaya dalam lingkup kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa perkembangan di bidang teknologi komunikasi dan media baru semakin mempengaruhi cara pandang kita dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/poster_leaflet_nusubs_low.jpg" border="0" alt="Photobucket" /></p>
<p><strong>Nu-Substance Festival 2010: Floating Horizon</strong><br />
Selama beberapa tahun terakhir, ada banyak sekali lompatan yang terjadi di dalam wilayah irisan yang mempertautkan perkembangan di bidang teknologi komunikasi, media baru dan praktik budaya dalam lingkup kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa perkembangan di bidang teknologi komunikasi dan media baru semakin mempengaruhi cara pandang kita dalam memahami kenyataan, sehingga ikut mengkonstrusi berbagai bentuk nilai dan etika yang kemudian beroperasi di tengah-tengah masyarakat.</p>
<p>Di level tertentu, perkembangan ini dapat dikatakan sebagai bagian dari konstelasi baru yang berkembang melalui berbagai bentuk inovasi dan inisiatif yang menggejala di tingkat lokal maupun internasional. Bertumbuhnya akses, keterbukaan dan konektifitas yang dimungkinkan melalui penggunaan teknologi komunikasi dan media baru telah ikut membentuk wajah peradaban dunia secara global. Dalam perkembangannya, hal ini semakin meleburkan sekat teritori politik dan budaya melalui serangkaian pola interaksi sosial dan ekonomi yang baru.</p>
<p>Meskipun hadir dengan sosok yang samar-samar, kemunculan kondisi baru yang berkembang saat ini setidaknya telah ikut mewarnai sebuah era yang ditandai dengan kehadiran berbagai bentuk situasi turbulensi yang melahirkan dinamika, tantangan dan riak perubahan di tengah-tengah masyarakat luas. Di satu sisi, hal ini kemudian mendorong lahirnya rasa ingin tahu dan antusiasme dalam menyambut berbagai prospek, aransemen dan spekulasi mengenai masa depan yang baru. Namun begitu, tampaknya pada saat yang bersamaan kondisi ini juga ikut menghadirkan berbagai bentuk kebingungan, keraguan dan skeptisisme yang mendalam di kalangan masyarakat luas.</p>
<p><span id="more-1287"></span></p>
<p>Dalam konteks ini dapat dikatakan bahwa kita telah menemukan cerminan semangat zaman yang dipenuhi dengan ambivalensi dan kontradiksi. Kondisi ini barangkali dapat digambarkan melalui sebentuk cakrawala yang mengambang (<em>floating horizon</em>), yang menyiratkan garis pertemuan dua titik ekstrim dari imajinasi kolektif yang saling tarik-menarik. Dualisme pandangan yang mewarnai persepsi dalam menghadapi kenyataan keseharian yang ada setidaknya telah melahirkan rasa gamang yang senantiasa menuntut kita untuk bersikap awas dan hati-hati. Hal ini terutama diperlukan untuk menyoroti berbagai bentuk kondisi yang secara langsung ikut menyentuh persoalan yang terkait dengan kehidupan masyarakat sipil dan persoalan lingkungan hidup yang saat ini tengah diwarnai oleh berbagai bentuk kesenjangan, disfungsi dan krisis yang sangat parah.</p>
<p>Seiring dengan uraian di atas, Nu-Substance Festival 2010: Floating Horizon mengajak khalayak ramai untuk mengambil jeda dan menelusuri kembali berbagai bentuk fenomena yang terkait dengan kehidupan masyarakat sipil dan kondisi lingkungan yang ada saat ini, khususnya dalam ranah yang terkait dengan perkembangan teknologi komunikasi dan media baru. Melalui beberapa kegiatan yang akan digelar, diharapkan masyarakat luas dapat mengambil jarak untuk melakukan dialog dan refleksi, serta bernegosiasi dengan berbagai bentuk perubahan situasi dan konstelasi perkembangan zaman yang baru. Dalam hal ini, penyelenggaraan Nu-Substance Festival 2010: Floating Horizon juga merupakan sebuah bentuk tawaran atau bahkan konfrontasi wacana dan praktik yang sekaligus merupakan upaya konsolidasi untuk menemukan taktik, strategi dan manuver untuk menyikapi berbagai bentuk perubahan dan situasi baru yang berkembang di sekeliling kita saat ini.</p>
<p><strong>Program &amp; Kegiatan<br />
Berhala Gugur | Pertunjukan Pantun Buhun Oleh Mang Ayi &amp; Wa Itok</strong><br />
Featuring: Tisna Sanjaya (Pusat Kebudayaan Cigondewah), Addy Gembel (Forgotten), Man (Jasad), &amp; Hawe Setiawan (<a href="http://sundanesecorner.org/" rel="nofollow">http://sundanesecorner.org/</a>). Opening by Karinding Attack.<br />
Hari: Jumat, 9 Juli 2010<br />
Jam: 19.00 &#8211; selesai<br />
Venue: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung.</p>
<p><strong>Workshop Merakit 8-Step Sequencer Synthesizer</strong><br />
Hari: Kamis, 15 Juli 2010<br />
Jam: 15.00 &#8211; 19.00 WIB<br />
Venue: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung.<br />
Kontak &amp; Informasi: Diza (081802094310), Egga (085623300445)</p>
<p><strong>Pemutaran Film Dokumenter Musik</strong><br />
Menampilkan: Generasi Menolak Tua, Inside Your Shoes, Superman is Dead Australian Tour, Ras Muhammad Next Chapter Documentary, &amp; Release the Bats (2007 &#8211; 2010)/ A Documentary About Experimental &amp; Improvised Music from Europe.<br />
Hari: Jumat &amp; Sabtu, 16 &#8211; 17 Juli 2010<br />
Jam: 15.00 &#8211; 18.00<br />
Venue: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung.</p>
<p><strong>Pameran Seni &#8220;The Loss of the Real&#8221;</strong><br />
Peserta: Benjamin Laurent Aman (FR), Romain Osi (FR), Daito Manabe (JP), Takao Minami (JP), Amar Mahboob (PK), Forum Lenteng (ID), Jompet (ID), House of Natural Fiber (ID), Bandung Oral History (ID), Widianto Nugroho (ID), Deden H. Durrachman (ID), Agan Harahap (ID), Dimas Arif Nugroho (ID), &amp; Prilla Tania (ID).</p>
<p>Pembukaan: Minggu, 18 Juli 2010<br />
Artist Talk: Selasa, 20 Juli 2010<br />
Workshop &amp; Demo by Daito Manabe (JP): Rabu, 21 Juli 2010<br />
Pameran: 19 Juli &#8211; 1 Agustus 2010<br />
Venue: Selasar Sunaryo Artspace, Jl. Bukit Pakar Timur no. 100, Bandung.</p>
<p><strong>Expert Meeting for New Media, Civil Society, &amp; Environmental Sustainability</strong><br />
Peserta: Stephen Kovats (transmediale, DE), Victoria Sinclair (ArcSpace Manchester/ Bricolabs, UK), Atteqa Malik (Mauj Media Collective, PK), Lorenzo Marsili (European Alternatives, IT), Catherine Candano (Tunza South East Asia Youth Environment Network, PH/ SG), Arthit Suriyawongkul (Thai Netizen Network &amp; Creative Commons Thailand, TH), Venzha Christiawan (House of Natural Fiber, ID), Gustaff H. Iskandar (Common Room, ID), etc.</p>
<p>Pertemuan: 19 &#8211; 24 Juli 2010<br />
Venue: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung &amp; Selasar Sunaryo Artspace, Jl. Bukit Pakar Timur no. 100, Bandung.<br />
Presetasi Publik: 20 &amp; 22 July 2010, CCF Bandung, Jl. Purnawarman no. 32.</p>
<p><strong>FOSS Community Gathering: Otuz Graphic Novel Presentation by Monty Aji (Screamous, ID)</strong><br />
Hari: Jumat, 30 Juli 2010<br />
Jam: 15.00 &#8211; 18.00 WIB<br />
Venue: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung.</p>
<p><strong>Silent Zone | Konser Musik/ Launching OpenLabs Electronic Music Compilation</strong><br />
Menampilkan: Benjamin Laurent Aman (FR), Bottlesmoker (ID), DO EAR yes (ID), #KRESS (ID), Asturiaz (ID), Europe in de Tropen (ID), Fix Future (ID), m.u.s.i.k [elektrik] (ID), Slylab (ID), Space and Missile (ID), &amp; text.tuRE (ID).<br />
Hari: Sabtu, 31 Juli 2010<br />
Jam: 18.00 WIB &#8211; selesai<br />
Venue: CCF Bandung, Jl. Purnawarman no. 32<br />
HTM: IDR. 10.000,-</p>
<p><strong>Botram dan Kampanye Publik: Save Manglayang Mountain</strong><br />
Hari: Minggu, 1 Agustus 2010<br />
Jam: 07.00 &#8211; 15.00 WIB<br />
Venue: Hutan Raya Gunung Manglayang<br />
Kontak dan informasi: Addy Gembel (02270025295)</p>
<p>More info: <a href="http://nusubstance.commonroom.info/" target="_blank">http://nusubstance.commonroom.info</a></p>
<p><em>Pelaksanaan kegian Nu-Substance Festival 2010: Floating Horizon didukung oleh Asia Europe Foundation, Goethe-Institut, Japan Foundation, HIVOS, CCF Bandung, Selasar Sunaryo Artspace, dan Pemerintah Kotamadya Bandung. Partner media: STV, Prambors Bandung, KAMPUS &#8211; Pikiran Rakyat, SUAVE &amp; PROVOKE!</em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2010/nu-substance-festival-2010-floating-horizon-9-july-1-august-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Diskusi Bandung Oral History (BOH): Sharing Riset Sejarah Dalam Kreativitas &#124; Kamis, 29 April 2010</title>
		<link>http://commonroom.info/2010/diskusi-bandung-oral-history-boh-sharing-riset-sejarah-dalam-kreativitas-kamis-29-april-2010/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2010/diskusi-bandung-oral-history-boh-sharing-riset-sejarah-dalam-kreativitas-kamis-29-april-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Apr 2010 11:37:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Oral History]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=906</guid>
		<description><![CDATA[Kelompok Studi Bandung Oral History (BOH) menggelar diskusi dengan tema riset sejarah dalam kreatifitas. Kegiatan ini merupakan bagian dari program workshop sejarah lisan 2010 dan akan menghadirkan beberapa narasumber, yaitu: Ariani Darmawan (Penggiat literasi &#38; pembuat film), Susandi (Pembuat game online dan pengelola wacana nusantara), Deni Sugandi (Fotografer dan anggota Air Fotografi) dan Kimung (Penggiat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/poster_workshop_boh_low.jpg" border="0" alt="oboh,commonroom" width="480" height="677" /></p>
<p>Kelompok Studi Bandung Oral History (BOH) menggelar diskusi dengan tema riset sejarah dalam kreatifitas. Kegiatan ini merupakan bagian dari program workshop sejarah lisan 2010 dan akan menghadirkan beberapa narasumber, yaitu: Ariani Darmawan (Penggiat literasi &amp; pembuat film), Susandi (Pembuat game online dan pengelola wacana nusantara), Deni Sugandi (Fotografer dan anggota Air Fotografi) dan Kimung (Penggiat literasi &amp; penulis sejarah). Kegiatan ini akan dimoderasi oleh Addy Gembel (Musisi, vokalis Forgotten).</p>
<p>Hari/ Tanggal: Kamis, 29 April 2010<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8</p>
<p>Kegiatan ini gratis dan terbuka untuk umum. Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi Ibu Nunung di nomor 022-2503404 atau Zia di nomor 02292209221.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2010/diskusi-bandung-oral-history-boh-sharing-riset-sejarah-dalam-kreativitas-kamis-29-april-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Madu Pak Oden &#8211; Madu Dalem Wangi &#124; Oleh Andar Manik (Jendela Ide)</title>
		<link>http://commonroom.info/2010/madu-pak-oden-madu-dalem-wangi-oleh-andar-manik/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2010/madu-pak-oden-madu-dalem-wangi-oleh-andar-manik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Apr 2010 12:20:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[Environment]]></category>
		<category><![CDATA[Oral History]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=895</guid>
		<description><![CDATA[Peternakan Madu Dalem Wangi terletak di Kompleks PPR ITB &#8211; Pager Wangi Dago Bengkok. Lokasinya tepat berseberangan dengan Taman Hutan Juanda. Peternakan ini baru saja panen yang pertama kali secara serentak dari 10 rumah lebah. Hasilnya sekitar 12 kg. madu yang kebanyakan berasal dari sari bunga Kaliandra. Dari 10 rumah lebah yang kami bangun kini telah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2010/04/pak_oden.jpg" alt="" width="480" height="360" /></p>
<p>Peternakan Madu Dalem Wangi terletak di Kompleks PPR ITB &#8211; Pager Wangi Dago Bengkok. Lokasinya tepat berseberangan dengan Taman Hutan Juanda. Peternakan ini baru saja panen yang pertama kali secara serentak dari 10 rumah lebah. Hasilnya sekitar 12 kg. madu yang kebanyakan berasal dari sari bunga Kaliandra.</p>
<p>Dari 10 rumah lebah yang kami bangun kini telah mengasilkan 8 ratu baru. Ada sekitar 4 koloni yang telah masuk ke dalam pikatan dan bersarang dalam pikatan yang kami pasang. Masing-masing koloni diperkirakan berjumlah 1000 lebah. 4 koloni sisanya kemungkinan bersarang di Hutan Taman Juanda atau masuk ke dalam pikatan yang di pasang oleh peternak madu lainnya.</p>
<p>Silahkan berkunjung ke peternakan lebah madu Dalem Wangi setiap saat. Namun hati-hati ada Torro, seekor anjing dogo argentino yang menjaga peternakan kami. Sebetulnya ia adalah anjing yang ramah. Tetapi ia suka mengigit orang yang memakai helm atau topi kupluk, terutama topi rimba tentara. Entah apa alasannya, namun sepertinya dia tidak suka pada figur yang samar alias tidak jelas wujudnya.</p>
<p><span id="more-895"></span></p>
<p><img src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2010/04/panen_madu.jpg" alt="" width="480" height="360" /></p>
<p>Peternakan lebah Dalem Wangi saat ini telah dijadikan laboratorium hidup oleh mahasiswa jurusan biologi ITB. Aktifitas kelompok mahasiswa ini secara langsung dipandu oleh peternak sungguhan yang bernama Pak Oden. Dahulu Pak Oden adalah seorang pemburu madu yang wilayah perburuannya di sekitar Pasir Muncang, Buni Wangi, Dago Pakar, Ciater, bahkan sampai ke daerah Pangandaran.</p>
<p>Ketika ada program penelitian peternakan lebah dari LIPI, Pak Oden dilibatkan dan menjadi konsultan madu para profesor. Setelah proyek penelitian selesai, Pak Oden meneruskan model beternak lebah secara modern di halaman rumahnya yang terletak di Desa Mekar Wangi. Desa ini termasuk wilayah yang banyak pohon Kaliandranya.</p>
<p>Ketika ada proyek sapi Banpres masuk desa, penduduk Desa Mekar Wangi pun ikut meramaikan penggiringan sapi masuk desa (rupa-rupanya bukan hanya ABRI yang masuk desa). Kebanyakan warga Desa Mekar Wangi kemudian menjadi peternak sapi perah. Belakangan diketahui bahwa salah satu pakan sapi yang dapat meningkatkan produksi susu adalah daun Kaliandra.</p>
<p>Selanjutnya pohon Kalindra menjadi rebutan peternak lebah dan peternak sapi. Apabila daun Kaliandra di babat, maka bunganya ikut terbabat. Sapi bisa makan dan menghasikan susu yang banyak, namun lebah kehilangan madu yang ada pada bunga Kaliandra. Karena hal ini, lebah ternak Pak Oden kemudian kabur mencari makan di tempat lain. Peternakan madu Pak Oden yang tadinya puluhan kotak, akhirnya tinggal 2-3 kotak saja.</p>
<p>Pak Oden bertemu dengan saya sekitar 8 bulan yang lalu. Pada saat itu Pak Oden sedang bekerja menjadi sopir di rumah Pak Koko, tetangga di blok F. Saya melihat Pak Oden sorot matanya lain ketika sedang menatap pohon Kaliandra yang masih subur disekitar kompleks PPR ITB dan di hutan Juanda yang berada diseberang kompleks. Beberapa waktu setelahnya saya lihat ada beberapa pikatan di pasang pada pagar rumah tetangga. Sementara itu, ada beberapa yang sudah berisi lebah. Pada saat itu saya tidak begitu tertarik karena sedang membangun rumah. &#8220;<em>Sieun teu jadi</em>&#8221; (takut tidak jadi), pikir saya waktu itu.</p>
<p><img src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2010/04/madu.jpg" alt="" width="480" height="360" /></p>
<p>Ketika rumah kami sudah selesai dibangun dan telah ditempati selama beberapa bulan, Pak Oden datang berkunjung. Kami berbincang-bincang dan belakangan saya mengetahui kalau Pak Oden sekarang sudah tidak lagi bekerja sebagai sopir di Pak Koko, karena yang bersangkutan sudah pindah rumah. Pak Oden menanyakan kemungkinan bekerja sebagai sopir di tempat kami. Namun saya bingung, karena kalau Pak Oden diterima sebagai sopir lantas pekerjaan saya apa dong? (He..he..he).</p>
<p>Akan tetapi saya tertarik pada cerita Pak Oden mengenai beternak lebah. Dalam kesempatan ini saya kemudian bertanya kepada Pak Oden, &#8220;<em>Apakah mau kalau Pak Oden beternak lebah di lahan penghijauan sebelah rumah?</em>&#8221; Ketika ditawari, Pak Oden terlihat sangat bersemangat. Malam itu juga dibawanya 1 kotak yang tersisa dari peternakan lebah di lahan rumahnya. Ternyata memindahkan lebah harus dilakukan pada malam hari karena pada saat itu lebah sedang beristrahat. Kata Pak Oden, &#8220;<em>Mun teu ngamuk atawa sok kabur,&#8230;kitu adatna</em>&#8221; (Kalau tidak ngamuk, lebahnya suka kabut,&#8230;memang begitu adatnya).</p>
<p>Dari 1 kotak pertama, dalam beberapa bulan pelan-pelan bertambah menjadi 10 kotak rumah lebah. Semuanya kami dapatkan dengan cara membeli hasil pikatan dari penduduk Desa Mekar Wangi atau saudara Pak Oden. Sebelum panen yang sekarang, kami sudah beberapa kali panen kecil-kecilan. Pak Oden kemudian merancang panen secara serentak pada musim lebah &#8220;<em>ngadua ratu</em>&#8220;.</p>
<p>Sampai sejauh ini model pembagian madu diantara kami adalah 4:6 atau kadang 3:7. Tentunya Pak Oden yang mendapat bagian yang lebih besar. Pak Oden sekarang kembali beternak lebah sambil bekerja sebagai sopir lepasan di beberapa keluarga. Biasanya Pak Oden memeriksa lebahnya satu kali dalam 2 minggu.</p>
<p><em>*Apabila ada rekan-rekan yang tertarik memesan madu Dalem Wangi silahkan menghubungi Andar Manik di nomor +628161951171.</em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2010/madu-pak-oden-madu-dalem-wangi-oleh-andar-manik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

