Common Room Networks Foundation (Common Room) | Track Records 2001 – 2012
Materi ini dipresentasikan di s.14 pada 7 April 2012. Catatan diskusi dapat dibaca di laman ‘Berbagi Cerita Tentang Common Room di s.14‘.
Materi ini dipresentasikan di s.14 pada 7 April 2012. Catatan diskusi dapat dibaca di laman ‘Berbagi Cerita Tentang Common Room di s.14‘.

Pertemuan Bilateral Presiden Gaban (Man Jasad) dan Presiden Panas Dalam Serikat (Pidi Baiq)*
Republik Gaban (Garut Bandung) dan Republik Panas Dalam Serikat adalah sebuah negara virtual yang didirikan oleh Man Jasad dan Pidi Baiq. Keduanya sejauh ini telah dikenal sebagai pemimpin yang memiliki warga serta pengikut yang sangat fanatik. Dalam kesempatan ini Presiden Republik Gaban dan Republik Panas Dalam Serikat akan menyelenggarakan pertemuan kerjasama bilateral sekaligus mendiskusikan berbagai permasalahan yang terjadi di negara masing-masing untuk mengembangkan strategi serta kebijakan bersama untuk menyikapi tersebut.
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8
Waktu: Kamis, 9 Juni 2011, pk.13.00 – 18.00 WIB
*Program pra-event Nu:SubstanceFestival/2011/Polarities

[Pameran] icapture 1.0: Sinematic Photography oleh Ageng Purna Galih, 4-19 Juni 2011 | [Diskusi] Pertemuan Bilateral Presiden Gaban (Man Jasad) dan Presiden Panas Dalam Serikat (Pidi Baiq), 9 Juni 2011 | [Diskusi] Don’t Drink and Drive Campaign, 18 Juni 2011 | [Diskusi] Sharing Radio Online*, 19 Juni 2011 | [Diskusi] Seni dan Politik di Kota Bandung*, 23 Juni 2011 | [Diskusi] Mitos, Sejarah, dan Narasi Visual, 24 Juni 2011 | Kegiatan Rutin: Pertemuan mingguan Bandung Oral History (BOH), Pertemuan mingguan Openlabs, Pertemuan mingguan Kelas Karinding, dan Latihan mingguan Pencak Silat.
Nu:SubstanceFestival/2011/Polarities | 1 – 16 Juli 2011 | More info soon!
Pameran Seni Bebunyian [DERAU], Kajian Seni, Politik dan Teknologi, Botram + Public Campaign: Save Manglayang Mountain, Network Gathering, Site Visit: Gang Sesama + Papalidan di Cikapundung, Konser [In] Visible Spectrum, Presentasi Software dan Hardware, Resital Kelas Karinding, dan [Costume Party]: “Pihak Berwajib”.
*Program pra-event Nu:SubstanceFestival/2011/Polarities
Syair Lisan oleh Deden Sambas W.A.F
Common Room, 20 Mei s/d 2 Juni 2011
Pembukaan: 20 Mei 2011, Pk. 18.30 – 21.00 WIB
Diskusi: 26 Mei 2011, Pk. 15.00 – 17.30 WIB
Narasumber: Deden Sambas dan Prof. Dr. Bambang Sugiharto.
Syair Lisan: Aneh Tapi Nyata
Deden Sambas W.A.F. adalah seniman yang dilahirkan di kota Bandung pada tanggal 15 Juni 1963. Selama ini, Deden Sambas dikenal sebagai salah seorang seniman yang gemar mengeksplorasi berbagai medium yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pada kesempatan ini, Deden Sambas akan menyoroti penggunaan teks verbal yang kerap ia temui dalam keseharian dan menampilkannya dalam karya visual dan performance.
Pameran ini berawal dari perbincangan tentang fenomena bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Selama beberapa waktu terakhir dengan tekun Deden mengumpulkan berbagai teks, kata ataupun ekspresi yang berasal dari kehidupan personal dan lingkungan kesehariannya. Alhasil ia menampilkan serupa koleksi teks yang beraneka wujud dimensi makna dan rasanya. Selain itu, karyanya kali ini juga mencerminkan rekaan imajinasi kolektif yang terhadirkan melalui sebentuk karya instalasi di ruang galeri Common Room. Secara selintas Syair Lisan karya Deden Sambas telusuri dunia bahasa yang demikian banal, personal dan partikular, sampai pada untaian bahasa suci yang dituliskan dalam huruf China. Ada semacam sense of place yang tidak tergambarkan namun mewujud pada konfigurasi huruf dan deret kata yang terpampang lugas dalam pameran ini.
Barangkali Syair Lisan dari Deden Sambas secara jernih proyeksikan dunia bahasa masyarakat kontemporer yang saat ini semakin penuh dengan bermacam ambivalensi dan paradoks. Bahasa selama ini kita pikir terkunci dalam rantai prosedur semiotik yang begitu keras ditancap sekrup besi. Namun bahasa ternyata bisa juga diombang-ambing dunia makna yang serba tidak jelas dan lentur seperti karet. Bahasa bisa begitu halus menyepuh lapis demi lapis kenyataan, namun seketika bisa membakar hati dan sakiti perasaan. Bahasa menghubungkan, tapi juga mengalienasi. Ia ikut menentukan jarak dan batas, serta sistem representasi. Melalui bahasa, dunia sekeliling dapat miliki wujud yang tercerap indera. Persepsi tentang dunia dibangun dengan menggunakan bahasa, namun juga bisa hancur berantakan karenanya. Syair Lisan karya Deden Sambas adalah sejenis syair yang aneh tapi nyata.
Kyai Gede Utama, 20 Mei 2011
Apabila saya berniat mengundang pembicara Bpk Deden Sambas dan Prof.Bambang Sugiharto dalam suatu acara (durasi 1 jam) bisa tidak ya? trims.

SARUPANING BEJA | Collaborative Audio Visual Performance by TRAH PROJECT
Waktu dan Tempat: 12 Februari 2011 | Pk. 18.00 – selesai | CCF Bandung, Jl. Purnawarman no. 32*
Deskripsi singkat
TRAH adalah sebuah proyek kolaborasi lintas genre yang diinisiasi oleh duo musisi elektronik (Gigi Priadji dan Indra Nugraha) dan seorang seniman yang menggeluti seni tradisi (Iman Zimbot). Proyek ini berpijak pada nilai-nilai luhur tradisi dan kearifan lokal yang menjadi dasar bagi proses penciptaan komposisi musik modern.
Pertunjukan Sarupaning Beja (konon kabarnya), mengisyaratkan manusia tak ada yang berbeda. Semua sama. Tidak ada yang berlebih, pun tidak ada yang kurang. Pada hakikatnya semua manusia memang sama. Namun kenyataan saat ini seperti telah keluar dari apa yang selama ini dianggap hakikat. Manusia saling berlomba untuk menyombongkan diri dan keadaannya. Merasa paling hebat dari yang lain.
Sarupaning Beja merupakan sebuah doa. Doa kepada yang terlebih dahulu hidup dan sebagai pengingat kepada yang masih hidup. Sarupaning Beja juga merupakan jampe (mantra) yang berasal dari Indramayu. Jampe ini merupakan doa untuk para karuhun (leluhur), yang biasa dikumandangkan dalam kesenian gembyung untuk mengingat hakikat seorang manusia.
Pertunjukan Sarupaning Beja juga merupakan sebuah presentasi hasil dokumentasi budaya, khususnya seni musik lampau yang dipadukan dengan musik kontemporer melalui kemasan yang modern. Pertunjukan ini diharap dapat memberi pengalaman yang berbeda, merujuk kepada ‘trah’ (garis keturunan) perkembangan zaman maupun para seniman yang terlibat.
Mudah-mudahan masyarakat luas dapat menikmati pertunjukan ini sebagai sebuah refleksi kehidupan, sekaligus menyegarkan titian jalan yang telah dan sedang ditempuh, serta menyadari akan hakikatnya sebagai mahluk ciptaan Tuhan. Lebih jauh lagi, pertunjukan ini juga diharapkan dapat membuat kita ‘eling’ (sadar).
“Eling-eling kana jatina, kana dirina, kana hirupna.”
(Menyadari jati diri, identitas dan hidupnya).
*Tiket: Saridona/ pay as you wish. Terbuka untuk umum (Tempat terbatas/ limited seats)

MENCANDU PAGI | A TRIBUTE TO NORVAN PECANDUPAGI
Waktu & Tempat: 5 s/d 19 Februari 2011 | Pk. 10.00 – 17.00 | Common Room, Jl Kyai Gede Utama no. 8, Bandung | Pembukaan Pameran, Sabtu, 5 Februari 2011 | Pk. 15.00
Diskusi seputar almarhum Norvan dan penyakit kangker bersama perwakilan Yayasan Kanker Indonesia – Jawa Barat, Anggia Chrisanty (Psikolog) & perwakilan keluarga Almarhum. Dipandu oleh Sigid. Pengisi Acara: Ki Daus dan Darto JE (Kacapi dan Tari), Paperback (Musik), Handoko F. Zainsam (Musikalisasi Puisi), Ferry Curtis (Musikalisasi Puisi), The Baretto (Musik), Sinta Ridwan (Puisi), Karinding Attack (Musik), Ojel (Puisi), & Putri Sarinande (Puisi). Diselingi pemutaran film pendek karya Norvan Pecandupagi
Pengajian Peringatan 3 Tahun AACC | Peluncuran Buku Memoar Melawan Lupa
Waktu & Tempat: Rabu, 9 Februari 2011 | Pk. 18.00 – selesai | Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8 Bandung
Diselenggarakan oleh Solidaritas Independen Bandung (SIB)
Pertunjukan Teater: “WUJUDKAN MIMPIMU”
Waktu & Tempat: Kamis, 10 Februari 2011 | Pk. 19.00 – selesai | Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8 Bandung
Tiket: Gratis
Kegiatan ini kerjasama Ubuntu Theatre Organisation, Yayasan Bahtera Bandung dan mainteater
Informasi lebih lanjut:
Facebook Page: http://www.facebook.com/Ubuntu-Indonesia
Pradetya Novitri: 08562057993 | pradetya.novitri@gmail.com
Linda Eijssen: 085811307365 | linda@ubuntutheatre.org
Press Conference
BOTTLESMOKER ASIAN TOUR 2011
Smiles to 5 Countries in 19 Days (26 February – 16 March)
Malaysia – Brunei Darussalam – China – Hong Kong – Indonesia
http://www.myspace.com/bottlesmoker
Waktu & Tempat: Sabtu, 12 Februari 2011 | Pk. 15.00 – selesai | Common Room, Jl Kyai Gede Utama no. 8, Bandung
SARUPANING BEJA: Pertunjukan kolaborasi TRAH Project
Feat. Mang Ayi, Wa Itok, Kang Asep, Kang Jaja, Ani Sukmawati, Risa Saraswati, Ade Muir, Gebeg, Feby Maharani, Killafternoon, Butche Mario, etc.
Waktu & Tempat
Sabtu, 12 Februari 2011 | Pk. 18.00 – selesai | CCF Bandung, Jl. Purnawarman no. 32 Bandung
Info: Common Room, 022-2503404 | Tiket: Pay as you wish/ saridona
Workshop: “SEJARAH PERSPEKTIF”
Waktu & Tempat: 14 s/d 16 Februari 2011 | Common Room, Jl Kyai Gede Utama no. 8, Bandung
Biaya Workshop: GRATIS (Maksimum 15 orang) | Pendafataran hubungi Nunung 022-2503404
Acara ini diselenggarakan bekerja sama dengan Indonesia Contemporary Art Network Yogyakarta (iCAN)
Ngabandungan Bandung Oral History: Republik The Panas Dalam bincang-bincang bersama Ojel
Waktu & Tempat: Kamis, 17 Februari 2011 (Sesudah Sholat Ashar sampai Pidi Baiq mau pulang) | Common Room, Jl Kyai Gede Utama no. 8, Bandung | Acara GRATIS dan terbuka untuk umum. Bekal uang tambahan untuk CD The Panas Dalam
Diselenggarakan oleh Kelompok Studi Bandung Oral Histori (BOH)
MARKINON:
Nonton film dan diskusi tentang lingkungan untuk membangun kesadaran hidup yang selaras dengan alam.
Waktu & Tempat: Jumat, 18 Februari 2011 | Pk. 18.00 – selesai | Common Room, Jl Kyai Gede Utama no. 8, Bandung
Diselenggarakan oleh Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi (YPBB)
Kegiatan Rutin
Pertemuan mingguan kelompok studi Bandung Oral History (BOH) | Setiap hari Kamis | Pk. 17.00 – 21.00 WIB.
Informasi hubungi Zia di nomor: +6222-92209221
Pertemuan mingguan komunitas OpenLabs | Setiap hari Kamis | Pk. 19.00 – 21.00 WIB.
Informasi hubungi Ega di nomor +628562330445
Kelas Karinding (Kekar) oleh Hendra Attack | Setiap hari Jumat | Pk. 16.00 – 19.00 WIB.
Informasi hubungi Hendra di nomor +62818639881
Kelas privat suling dan kacapi oleh Iman Rohman aka Iman Zimbot | Setiap hari Rabu atau Kamis
Informasi hubungi Common Room di nomor 022-2503404
Common Room Networks Foundation
Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung – 40132 | WEST JAVA – INDONESIA | Phone/ Fax: +62.22.250.3404
Url: http://commonroom.info | E-mail: info@commonroom.info | Twitter: @CommonRoom_ID
Common Room adalah sebuah platform yang terbuka untuk kegiatan seni, budaya dan pemanfaatan ICT/ Media. Saat ini kegiatan Common Room dikelola oleh Common Room Networks Foundation dan didukung oleh HIVOS. Bagi teman-teman yang tertarik untuk terlibat dan menyelenggarakan kegiatan di Common Room, silahkan menghubungi Ranti di nomor 022-2503404 atau kunjungi kami di Jalan Kyai Gede Utama no. 8. Informasi mengenai kegiatan Common Room dapat diakses di situs http://commonroom.info dan twitter @CommonRoom_ID.
Dalam sebuah proses rekaman audio ada banyak faktor diluar aspek non-teknis yang juga begitu penting untuk diperhatikan. Selain kesiapan alat dan teknologi rekaman, peran artis dalam memunculkan sebuah proses kreatif amatlah penting untuk diperhatikan. Salah satunya adalah faktor kejiwaan atau psikologis yang akan berpengaruh dalam membangun karakter sebuah lagu atau album. Faktor psikologis juga yang pada akhirnya akan memberikan ‘nyawa’ pada lagu tersebut.

Nu-Substance Festival 2010: Floating Horizon
Selama beberapa tahun terakhir, ada banyak sekali lompatan yang terjadi di dalam wilayah irisan yang mempertautkan perkembangan di bidang teknologi komunikasi, media baru dan praktik budaya dalam lingkup kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa perkembangan di bidang teknologi komunikasi dan media baru semakin mempengaruhi cara pandang kita dalam memahami kenyataan, sehingga ikut mengkonstrusi berbagai bentuk nilai dan etika yang kemudian beroperasi di tengah-tengah masyarakat.
Di level tertentu, perkembangan ini dapat dikatakan sebagai bagian dari konstelasi baru yang berkembang melalui berbagai bentuk inovasi dan inisiatif yang menggejala di tingkat lokal maupun internasional. Bertumbuhnya akses, keterbukaan dan konektifitas yang dimungkinkan melalui penggunaan teknologi komunikasi dan media baru telah ikut membentuk wajah peradaban dunia secara global. Dalam perkembangannya, hal ini semakin meleburkan sekat teritori politik dan budaya melalui serangkaian pola interaksi sosial dan ekonomi yang baru.
Meskipun hadir dengan sosok yang samar-samar, kemunculan kondisi baru yang berkembang saat ini setidaknya telah ikut mewarnai sebuah era yang ditandai dengan kehadiran berbagai bentuk situasi turbulensi yang melahirkan dinamika, tantangan dan riak perubahan di tengah-tengah masyarakat luas. Di satu sisi, hal ini kemudian mendorong lahirnya rasa ingin tahu dan antusiasme dalam menyambut berbagai prospek, aransemen dan spekulasi mengenai masa depan yang baru. Namun begitu, tampaknya pada saat yang bersamaan kondisi ini juga ikut menghadirkan berbagai bentuk kebingungan, keraguan dan skeptisisme yang mendalam di kalangan masyarakat luas.

Kelompok Studi Bandung Oral History (BOH) menggelar diskusi dengan tema riset sejarah dalam kreatifitas. Kegiatan ini merupakan bagian dari program workshop sejarah lisan 2010 dan akan menghadirkan beberapa narasumber, yaitu: Ariani Darmawan (Penggiat literasi & pembuat film), Susandi (Pembuat game online dan pengelola wacana nusantara), Deni Sugandi (Fotografer dan anggota Air Fotografi) dan Kimung (Penggiat literasi & penulis sejarah). Kegiatan ini akan dimoderasi oleh Addy Gembel (Musisi, vokalis Forgotten).
Hari/ Tanggal: Kamis, 29 April 2010
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8
Kegiatan ini gratis dan terbuka untuk umum. Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi Ibu Nunung di nomor 022-2503404 atau Zia di nomor 02292209221.

Peternakan Madu Dalem Wangi terletak di Kompleks PPR ITB – Pager Wangi Dago Bengkok. Lokasinya tepat berseberangan dengan Taman Hutan Juanda. Peternakan ini baru saja panen yang pertama kali secara serentak dari 10 rumah lebah. Hasilnya sekitar 12 kg. madu yang kebanyakan berasal dari sari bunga Kaliandra.
Dari 10 rumah lebah yang kami bangun kini telah mengasilkan 8 ratu baru. Ada sekitar 4 koloni yang telah masuk ke dalam pikatan dan bersarang dalam pikatan yang kami pasang. Masing-masing koloni diperkirakan berjumlah 1000 lebah. 4 koloni sisanya kemungkinan bersarang di Hutan Taman Juanda atau masuk ke dalam pikatan yang di pasang oleh peternak madu lainnya.
Silahkan berkunjung ke peternakan lebah madu Dalem Wangi setiap saat. Namun hati-hati ada Torro, seekor anjing dogo argentino yang menjaga peternakan kami. Sebetulnya ia adalah anjing yang ramah. Tetapi ia suka mengigit orang yang memakai helm atau topi kupluk, terutama topi rimba tentara. Entah apa alasannya, namun sepertinya dia tidak suka pada figur yang samar alias tidak jelas wujudnya.
Ali Guttural full 2:46 pm on July 7, 2011 Permalink
sampurasun