<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Common Room Networks Foundation &#187; Music</title>
	<atom:link href="http://commonroom.info/tag/music/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://commonroom.info</link>
	<description>Open Platform for Art, Culture &#38; ICT/Media &#124;&#124; Bandung - Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 06:36:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Ocean of Sounds: Diskusi, Workshop &amp; Pertunjukan &#124; 25 s/d 26 Mei 2012</title>
		<link>http://commonroom.info/2012/ocean-of-sounds-25-sd-26-mei-2012/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2012/ocean-of-sounds-25-sd-26-mei-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 May 2012 06:04:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Concert]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2573</guid>
		<description><![CDATA[Ocean Of Sounds adalah sebuah rangkaian acara yang didasari oleh semangat eksperimentasi dan eksplorasi di bidang musik terutama di kalangan anak muda. Rangkaian acara ini bertujuan untuk mengumpulkan, memperkenalkan dan mengajak anak muda untuk belajar bersama-sama mengenai teori laras 17 nada sekaligus memperlihatkan pemanfaatannya dalam musik secara utuh. Teori laras 17 nada tersebut pertama kali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2012/05/ocean_of_sounds1.png" alt="" title="ocean_of_sounds" width="640" height="427" class="alignnone size-full wp-image-2575" /></p>
<p>Ocean Of Sounds adalah sebuah rangkaian acara yang didasari oleh semangat eksperimentasi dan eksplorasi di bidang musik terutama di kalangan anak muda. Rangkaian acara ini bertujuan untuk mengumpulkan, memperkenalkan dan mengajak anak muda untuk belajar bersama-sama mengenai teori laras 17 nada sekaligus memperlihatkan pemanfaatannya dalam musik secara utuh. </p>
<p>Teori laras 17 nada tersebut pertama kali dikembangkan oleh seorang seniman musik dari tatar Sunda yang bernama Rd. Machjar Angga Koesoemadinata (1902-1979). Teori tersebut merupakan teori yang dapat menggabungkan dua jenis tangga nada yang kita kenal saat ini, yaitu tangga nada karawitan dan diatonis (musik barat). Yang semula kedua teori tersebut dianggap berbeda dan sama sekali tidak berhubungan. Teori laras 17 nada tersebut kemudian diterapkan ke dalam sebuah instrumen musik yang dikenal dengan nama Gitar Ermak 17.</p>
<p><strong>Diskusi &#038; Workshop</strong><br />
Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8<br />
Jumat, 25 Mei 2012, pk. 15.00 WIB &#8211; selesai<br />
Pemateri: Ibrahim Adi Surya, Agus Rukmana &#038; Erwin<br />
Moderator: Herry Dim</p>
<p><strong>Konser</strong><br />
Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8<br />
Sabtu, 26 Mei 2012, pk. 18.00 WIB &#8211; selesai<br />
Menampilkan: Sisca Guzheng feat. Hikmat Gumelar, Flukeminimix, Hanyatera &#038; The Mission Impossible</p>
<p><em>* Acara ini gratis dan terbuka untuk umum.</em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2012/ocean-of-sounds-25-sd-26-mei-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sahabat &#124; Karya Terbaru Newpeterpanband dan Karinding Attack</title>
		<link>http://commonroom.info/2012/sahabat-karya-terbaru-new-peterpan-karinding-attack/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2012/sahabat-karya-terbaru-new-peterpan-karinding-attack/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 07:01:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2554</guid>
		<description><![CDATA[Sila menikmati karya terbaru dari Newpeterpanband yang berjudul &#8216;Sahabat&#8217; (Album Suara Lainnya, 2012). Dalam lagu ini mereka berkolaborasi dengan Karinding Attack. Komposisi lagu &#8216;Sahabat&#8217; di aransemen ulang oleh Newpeterpanband bersama dengan Karinding Attack. Versi lagu terbaru menjadi alunan musik dengan komposisi instrumental tanpa vokal. Newpeterpanband merekam lagu ini dalam formasi minus Ariel. Karinding Attack berhasil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://commonroom.info/2012/sahabat-karya-terbaru-new-peterpan-karinding-attack/"><img src="http://img.youtube.com/vi/B_Sa-J21hxI/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p>Sila menikmati karya terbaru dari Newpeterpanband yang berjudul &#8216;Sahabat&#8217; (Album Suara Lainnya, 2012). Dalam lagu ini mereka berkolaborasi dengan Karinding Attack. Komposisi lagu &#8216;Sahabat&#8217; di aransemen ulang oleh Newpeterpanband bersama dengan Karinding Attack. Versi lagu terbaru menjadi alunan musik dengan komposisi instrumental tanpa vokal.</p>
<p>Newpeterpanband merekam lagu ini dalam formasi minus Ariel. Karinding Attack berhasil memperkaya karakter lagu &#8216;Sahabat&#8217;. Kehadiran instrumen karinding membangun sugesti emosi yang mendalam. Pada lagu ini Jimbot dan Yuki dibantu Ekek memainkan suling dalam cengkok pop, blues dan nada tradisional Sunda. Fajar aka Papay bersama Kimung dan Hendra memainkan Celempung, sementara Man Jasad, Ameng dan Jawis memainkan karinding dengan kompak. Okid memberi sentuhan nada rendah dengan memainkan <em>didjerido</em>. Komposisi lagu &#8216;Sahabat&#8217; hasil kolaborasi antara kedua band ini menyemai keberagaman nuansa musik yang indah dan tak berbatas. </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2012/sahabat-karya-terbaru-new-peterpan-karinding-attack/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Karinding Attack &#124; Sia Sia Asa Aing &#124; Live at Common Room</title>
		<link>http://commonroom.info/2012/karinding-attack-sia-sia-asa-aing/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2012/karinding-attack-sia-sia-asa-aing/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 May 2012 18:43:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Concert]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Localities]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2540</guid>
		<description><![CDATA[Penampilan Karinding Attack dengan lagu &#8216;Sia Sia Asa Aing&#8217;. Ditampilkan dalam kegiatan Nu-Substance Festival 2011 yang diselenggarakan pada hari Jumat, 15 Juli 2011. * Video oleh Alex Cuffe]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><iframe src="http://player.vimeo.com/video/27039009" width="640" height="360" frameborder="0" webkitAllowFullScreen mozallowfullscreen allowFullScreen></iframe></p>
<p>Penampilan Karinding Attack dengan lagu &#8216;Sia Sia Asa Aing&#8217;. Ditampilkan dalam kegiatan Nu-Substance Festival 2011 yang diselenggarakan pada hari Jumat, 15 Juli 2011.</p>
<p>* <em>Video oleh <a href="http://alexcuffe.com/" target="_blank">Alex Cuffe</a>  </em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2012/karinding-attack-sia-sia-asa-aing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Workshop] A Music Biz: How To Make A Promotion Kit and Press Release &#124; 14 April 2012</title>
		<link>http://commonroom.info/2012/workshop-a-music-biz-how-to-make-a-promotion-kit-and-press-release-14-april-2012/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2012/workshop-a-music-biz-how-to-make-a-promotion-kit-and-press-release-14-april-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Apr 2012 13:46:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2513</guid>
		<description><![CDATA[[Workshop] A Music Biz #2: How to Make Promotion Kit and Press Release Sabtu, 14 April 2012 Pk. 14.00 – 17.00 WIB Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no.8, Bandung Deskripsi Program Dalam promosi musik/ band, biasanya manajemen membuat sebuah promotion kit. Tujuan dari pembuatan promotion kit adalah untuk menarik perhatian, membuat kesan dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-2514" title="workshop_manajerband" src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2012/04/workshop_manajerband.jpg" alt="" width="640" height="962" /></p>
<p>[Workshop] A Music Biz #2: How to Make Promotion Kit and Press Release<br />
Sabtu, 14 April 2012<br />
Pk. 14.00 – 17.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no.8, Bandung</p>
<p><span id="more-2513"></span></p>
<p><strong>Deskripsi Program</strong><br />
Dalam promosi musik/ band, biasanya manajemen membuat sebuah promotion kit. Tujuan dari pembuatan promotion kit adalah untuk menarik perhatian, membuat kesan dan menimbulkan minat agar klien menghubungi manajemen anda. Sebuah promotion kit biasanya berisi resume band yang di dalamnya terdapat kumpulan informasi yang umumnya terdiri dari biografi band, sample musik dan kartu nama.</p>
<p>Sebuah promotion kit juga dapat dibuat secara online, yang memungkinkan anda untuk mempresentasikan band dan musik jauh lebih baik daripada dengan menggunakan media fisik saja. Sebuah promotion kit online juga dapat menawarkan pengalaman multimedia, yang berisi bukan hanya foto, teks, dan gambar, tetapi juga musik dan video. Anda dapat membuat website atau mempergunakan layanan website yang dapat menjadi host bagi press kit online Anda.</p>
<p>Untuk mempersiapkan sebuah promotion kit yang baik, manajemen haruslah dilengkapi dengan berbagai kecakapan atau melibatkan orang lain yang memang memiliki kemampuan untuk dapat membuat promotion kit menjadi lebih menarik. Diantaranya misalkan penulis biografi band, fotografer, pembuat video ataupun desainer. Namun tugas promotion kit tidak berakhir disitu saja, penyebarannya juga memegang peranan yang penting. Dalam hal ini dibutuhkan kemampuan dan pengetahuan yang khusus agar promotion kit dapat dipergunakan secara maksimal untuk mempromosikan karya musik/ band.</p>
<p>Press release adalah sebuah pernyataan tertulis kepada media. Yang tujuannya mengumumkan berbagai berita semisal jadwal pertunjukan, lagu atau video baru, dll. Press release juga penting untuk kegiatan promosi yang sekaligus berfungsi sebagai salah satu penghubung antara band, media dan publik. Musik/ band yang digarap secara mandiri terkadang mengalami kesulitan dalam membuat promotion kit dan press release, sehingga teknik pembuatan promotion kit dan penulisan press release penting untuk diketahui.</p>
<p>Acara A Music Biz: Promotion Kit and Press Release kali ini akan mengundang beberapa orang pembicara dengan berbagai kemampuan yang beragam, mulai dari manajemen band, jurnalis musik, pembuat video dan desainer yang memegang peran penting dalam menciptakan image dari suatu musik/ band dalam membuat promotion kit dan press release yang baik.</p>
<p>Pengisi Acara: Anto Arief, Idhar Resmadi, Rekti Yoewono, Ken Teror, Ori dan Nada Fiksi</p>
<p>Acara ini diselenggrakan oleh @ManajerBand, untuk info lebih lanjut hubungi Wawan Hernawan 081312331616.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2012/workshop-a-music-biz-how-to-make-a-promotion-kit-and-press-release-14-april-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Informasi Agenda Kegiatan Common Room &#124; April 2012</title>
		<link>http://commonroom.info/2012/informasi-agenda-kegiatan-common-room-april-2012/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2012/informasi-agenda-kegiatan-common-room-april-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Apr 2012 11:30:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Concert]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Gathering]]></category>
		<category><![CDATA[Media Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2518</guid>
		<description><![CDATA[[Workshop] Video Subtitling Bersama Engagmedia, Sabtu, 8 April 2012 [Pemutaran Film] Kita vs. Korupsi &#124; Pemutaran Film &#38; Diskusi Bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis, 12 April 2012 [Workshop] A Music Biz #2: How to Make Promotion Kit and Press Release, Sabtu, 14 April 2012 [Gathering] Persiapan Festival Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) Untuk Rakyat, Senin, 16 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><object width="640" height="360" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/niSz4XkYzyM?version=3&amp;hl=en_US&amp;rel=0" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed width="640" height="360" type="application/x-shockwave-flash" src="http://www.youtube.com/v/niSz4XkYzyM?version=3&amp;hl=en_US&amp;rel=0" allowFullScreen="true" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" /></object></p>
<p><strong>[Workshop]</strong> Video Subtitling Bersama Engagmedia, Sabtu, 8 April 2012 <strong>[Pemutaran Film]</strong> Kita vs. Korupsi | Pemutaran Film &amp; Diskusi Bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis, 12 April 2012 <strong>[Workshop]</strong> A Music Biz #2: How to Make Promotion Kit and Press Release, Sabtu, 14 April 2012 <strong>[Gathering]</strong> Persiapan Festival Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) Untuk Rakyat, Senin, 16 April 2012 <strong>[Festival]</strong> TIK untuk Rakyat: Wilujeng Surfing 2012 | Semua bisa jadi Relawan TIK | Gedung Politeknik Telkom, Sabtu dan Minggu, 28 &#8211; 29 April 2012</p>
<p><strong>[Kelas Belajar]</strong> Kelas Tari Tradisional oleh Teh Dewi setiap hari Senin dmulai pk. 14.00 – 16.00 WIB | Kelas Menggambar The Illuminator setiap hari Selasa mulai pk. 15.00 – 18.00 WIB | Kelas Karinding oleh Hendra Attack setiap hari Rabu mulai pk. 17.00 – 19.00 WIB dan Jumat pk. 17.00 – 19.00 WIB | Kelas Kacapi Suling oleh Iman Zimbot setiap hari Kamis mulai pk. 16.00 – 18.00 WIB | Pertemuan Mingguan Bandung Oral History setiap hari Kamis mulai pk. 17.00 WIB | Pertemuan Mingguan Workshop DJ Openlabs x Bandung Hiphop Community setiap hari Kamis mulai pk. 19.00 WIB</p>
<p><strong>[Latihan Musik]</strong> Karinding Attack setiap hari Senin dan Rabu mulai pk. 13.00 – 17.00 WIB | Paper Back setiap hari Selasa mulai pk. 20.00 – 22.00 WIB | Trah Project setiap hari Rabu mulai pk. 18.00 – 23.00 WIB | Flava Madrim setiap hari Kamis mulai pk. 13.00 – 17.00 WIB | Karinding Riot setiap hari Kamis pk. 17.00 – 19.00 WIB | Laras setiap hari Jumat mulai pk. 18.00 – 20.00 WIB</p>
<p><strong>[Siaran Radio Online]</strong> Madness Monday/Sixteenloops setiap hari Senin pk. 19.00 – 22.00 WIB | Gigsonsky setiap hari Selasa pk. 19.00 – 22.00 WIB | Gigsonsky Playmix Setiap hari Selasa pk. 22.00 – 23.00 WIB | Neng Ita setiap hari Rabu pk. 16.00 – 18.00 WIB | Radiologia setiap hari Rabu pk. 19.00 – 22.00 WIB | Kamis Tiris setiap hari Kamis pk. 19.00 – 22.00 WIB | Gigsonsky Marimar setiap hari Kamis pk. 22.00 – 00.00 WIB | Our Playlist / Live Streaming / 24 Hours Loop**<br />
<em>**tentative hari Sabtu dan Minggu</em></p>
<p><span id="more-2518"></span></p>
<p><strong>[Workshop] Video Subtitling Bersama <a href="http://www.engagemedia.org/" target="_blank">Engagmedia</a></strong><br />
Sabtu, 8 April 2012<br />
Pk. 10.00 &#8211; 17.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no.8, Bandung</p>
<p><strong>Deskripsi Kegiatan</strong><br />
Bulan April ini, EngageMedia akan berkunjung ke Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Selama dua minggu kami akan mengadakan pelatihan online subtitling video dan kami berharap anda semua turut berpartisipasi!</p>
<p>Dalam rangkaian pelatihan ini, kami memperkenalkan sebuah teknologi yang menarik. Untuk melakukan subtitling video secara online di wilayah ini kami menggunakan <a href="http://www.universalsubtitles.org/en/" target="_blank">Universal Subtitles</a>. Universal Subtitles adalah sebuah platform online yang mudah untuk membubuhkan keterangan dan menerjemahkan video di laman internet. Aplikasi ini telah banyak digunakan sejumlah organisasi &amp; berbagai lembaga seperti Al-Jazeera, TED dan PBS NewsHour.</p>
<p>Dengan bantuan Universal Subtitles, para pegiat kampanye bagi isu keadilan sosial dan lingkungan hidup dapat berkolaborasi, berbagi, serta mengunakan karya-karya video secara berbeda dari waktu-waktu sebelumnya. Contohnya anda semua bisa menyaksikan kehebatan sistem ini dalam video &#8216;<a href="http://www.engagemedia.org/blog/Members/papuanvoicesmerauke/videos/surat_sang_prada/view" target="_blank">Love Letter to the Solider</a>&#8216;, yang saat ini tersedia dalam 8 bahasa.</p>
<p>Dalam pelatihan ini kami akan mengantarkan anda melalui 3 proses subtitling dan memperkenalkan anda kepada komunitas subtitling di Asia Tenggara. Dengan berpartisipasi di dalam pelatihan ini, anda dapat membantu mengkomunikasikan isu-isu dan permasalahan yang penting kehadapan pemirsa yang jauh lebih besar, serta dapat pula membubuhkan terjemahan dan membagikan video anda secara lebih luas pula.</p>
<p>Pelatihan Universal Subtitles akan diselenggarakan di luar hari kerja dan dibatasi hanya untuk 15 partisipan. Bagi anda, pembuat video, penulis, aktivis, blogger, jurnalis, mahasiswa, penerjemah, penulis, dan mereka yang tertarik pada isu-isu keadilan sosial, HAM, dan lingkungan hidup silahkan bergabung.</p>
<p><em>*Pendaftaran gratis terbatas untuk 15 orang, melalui nomor 0222503404</em><br />
<em>**Peserta diharapkan membawa laptop</em></p>
<p>Acara ini merupakan kerjasama antara Engage Media dengan Common Room Networks Foundation</p>
<p><strong>[Pemutaran Film] Kita vs. Korupsi | Pemutaran Film &amp; Diskusi Bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)</strong><br />
Kamis, 12 April 2012,<br />
Pk. 16.00 &#8211; 20.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no.8, Bandung</p>
<p>Kegiatan ini akan dilanjutkan dengan diskusi dengan tema &#8216;Anatomi dan Studi Kasus Korupsi di Indonesia&#8217;, yang secara khusus akan memetakan berbagai kasus korupsi serta mencari peluang yang dimiliki warga sipil untuk terlibat dalam upaya perlawanan terhadap korupsi di Indonesia. Diskusi ini akan menghadirkan Prof. Dr. Dede Mariana M.Si. (Pakar Pemerintahan UNPAD) dan Yesmil Anwar, SH., MSi. (Pakar Kriminologi UNPAD)</p>
<p><strong>Resensi Film &#8216;Kita vs. Korupsi&#8217;</strong><br />
Korupsi selama ini hanya dipahami sebagai kegagalan pemerintahan (hukum, birokrasi, parlemen, sistem fiskal dan seterusnya), sehingga agenda reformasi selalu diarahkan kepada sisi pemerintahan. Padahal nilai-nilai korupsi juga terus diproduksi oleh masyarakat, baik melalui keluarga dan sekolah, termasuk gaya hidup hedonis di masyarakat.</p>
<p>Film Kita versus Korupsi (KvsK) ini tidak menyajikan kisah-kisah investigatif dari kasus-kasus mega korupsi di negeri ini. Tetapi ingin mengangkat kondisi sistem nilai yang hidup di kehidupan sehari-hari kita, di sekolah, dalam keluarga, di tempat kerja, yang membentuk masyarakat yang jujur atau sebaliknya.</p>
<p>Selama nilai-nilai keadilan, kejujuran, kesederhanaan dan rasa empati terhadap sesama mulai tersingkirkan dalam kehidupan masyarakat kita, berapapun besarnya program anti korupsi tidak akan banyak hasilnya .</p>
<p>Film ini merangkai 4 film pendek jadi satu (omnibus). Masing-masing film menyajikan cerita orang-orang biasa, saat berhadapan pada pilihan antara melakukan perbuatan korupsi atau menolaknya. Menjadi cermin jadi penonton untuk melihat potret diri sendiri, lalu mendiskusikannya secara kritis. Sehingga korupsi tidak lagi kita anggap sebagai perilaku yang bisa diterima dan koruptor bisa dimaafkan.</p>
<p>Film Pertama “Rumah Perkara”, dengan latar belakang suasana pinggiran kota, menggambarkan bahaya dari perbuatan pemimpin yang korup. Saat seorang lurah yang mestinya menjadi pelindung warga, malah jadi kaki tangan pengusaha yang menggusur rumah warga untuk sebuah proyek real estate. Pengkhianatan sang lurah telah menyengsarakan orang banyak. Selain itu, menyuburkan kebohongan dalam hubungan rumah tangga dan membuat anak kehilangan panutab.</p>
<p>Film Kedua “Aku Padamu”, menggelitik kita dengan sikap seorang gadis yang tidak bangga menjadi anak seorang koruptor. saat kontras dengen fenomena kini kala banyak kaum muda justru gemar memamerkan mobil atau gadget dari orang tua tanpa mengkritisi bagaimana itu diperoleh. Kehadiran figur guru yang sederhana dan jujur, namun sangat peduli dan dekat dengan murid-muridnya begitu membekas dihati sang gadis hingga dewasa. Suplai koruptor hanya mungkin dihambat jika masyarakat mulai berhenti mengidolakan koruptor, sekaligus mencari teladan-teladan disekitar mereka.</p>
<p>Film Ketiga “Selamat Siang Rissa”, menggetarkan kita dengan keteguhan keluarga yang menolak sogok, padhaal anak mereka sedang sakit keras. Dengan latar belakang tahun 70an yang kental, sang ayah yang dipercaya menjadi mandor gudang sebuah perusahaan pemerintahan, justru mempertanyakan sikap sang pedagang yang menimbun beras saat situasi rakyat sedang kelaparan. Film ini mengajak kita memikirkan sikap-sikap kita yang sering berusaha mengambil untung dalam situasi sulit. Apalagi yang dilakukan dengan menginjak-injak kepentingan orang banyak.</p>
<p>Film Keempat “Psstt&#8230; Jangan Bilang Siapa-siapa!”, mendidik potret buram pendidikan dan rumah tangga yang telah digerogoti sikap permisif (toleran) terhadap korupsi. Film ini diam-diam menyajikan realitas siswa-siswi yang menjadi korban kepala sekolah dan guru yang mencari untung melalui berjualan buku. Siapapun yang tidak membeli buku yang telah di-mark-up akan celaka. kebanyakan siswa tidak menyadari sementara orang tua juga tidak merasa terganggu. Dengan gaya hidup serba hedonis dan berorientasi materi, mereka sudah tidak ambil pusing. Namun tidak demikian dengan seorang siswi yang secara berani, namun santai, mencoba merekam keganjilan-keganjilan ini dan menyodorkan pertanyaan “Menurut kamu, siapa yang salah?”.</p>
<p>Acara ini merupakan kerjasama antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Common Room Networks Foundation.</p>
<p><strong>[Workshop] A Music Biz #2: How to Make Promotion Kit and Press Release</strong><br />
Sabtu, 14 April 2012<br />
Pk. 14.00 &#8211; 17.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no.8, Bandung</p>
<p><strong>Deskripsi Program</strong><br />
Dalam promosi musik/ band, biasanya manajemen membuat sebuah <em>promotion kit</em>. Tujuan dari pembuatan <em>promotion kit</em> adalah untuk menarik perhatian, membuat kesan dan menimbulkan minat agar klien menghubungi manajemen anda. Sebuah <em>promotion kit</em> biasanya berisi resume band yang di dalamnya terdapat kumpulan informasi yang umumnya terdiri dari biografi band, <em>sample</em> musik dan kartu nama.</p>
<p>Sebuah <em>promotion kit</em> juga dapat dibuat secara <em>online</em>, yang memungkinkan anda untuk mempresentasikan band dan musik jauh lebih baik daripada dengan menggunakan media fisik saja. Sebuah <em>promotion kit online</em> juga dapat menawarkan pengalaman multimedia, yang berisi bukan hanya foto, teks, dan gambar, tetapi juga musik dan video. Anda dapat membuat website atau mempergunakan layanan website yang dapat menjadi <em>host</em> bagi <em>press kit online</em> Anda.</p>
<p>Untuk mempersiapkan sebuah <em>promotion kit</em> yang baik, manajemen haruslah dilengkapi dengan berbagai kecakapan atau melibatkan orang lain yang memang memiliki kemampuan untuk dapat membuat <em>promotion kit</em> menjadi lebih menarik. Diantaranya misalkan penulis biografi band, fotografer, pembuat video ataupun desainer. Namun tugas <em>promotion kit</em> tidak berakhir disitu saja, penyebarannya juga memegang peranan yang penting. Dalam hal ini dibutuhkan kemampuan dan pengetahuan yang khusus agar <em>promotion kit</em> dapat dipergunakan secara maksimal untuk mempromosikan karya musik/ band.</p>
<p><em>Press release</em> adalah sebuah pernyataan tertulis kepada media. Yang tujuannya mengumumkan berbagai berita semisal jadwal pertunjukan, lagu atau video baru, dll. <em>Press release</em> juga penting untuk kegiatan promosi yang sekaligus berfungsi sebagai salah satu penghubung antara band, media dan publik. Musik/ band yang digarap secara mandiri terkadang mengalami kesulitan dalam membuat <em>promotion kit</em> dan <em>press release</em>, sehingga teknik pembuatan promotion kit dan penulisan press release penting untuk diketahui.</p>
<p>Acara A Music Biz: Promotion Kit and Press Release kali ini akan mengundang beberapa orang pembicara dengan berbagai kemampuan yang beragam, mulai dari manajemen band, jurnalis musik, pembuat video dan desainer yang memegang peran penting dalam menciptakan image dari suatu musik/ band dalam membuat promotion kit dan press release yang baik.</p>
<p>Pengisi Acara: Anto Arief, Idhar Resmadi, Rekti Yoewono, Ken Teror, Ori dan Nada Fiksi</p>
<p>Acara ini diselenggrakan oleh @ManajerBand, untuk info lebih lanjut hubungi Wawan Hernawan 081312331616.</p>
<p><strong>[Gathering] Festival Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) Untuk Rakyat</strong><br />
Senin, 16 April 2012<br />
Pk. 16.00 &#8211; 20.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no.8, Bandung</p>
<p><strong>Festival TIK untuk Rakyat: Wilujeng Surfing 2012 | Semua bisa jadi Relawan TIK</strong><br />
Sabtu dan Minggu, 28 &#8211; 29 April 2012<br />
Pk. 08.00 &#8211; 19.00 WIB<br />
Tempat: Gedung Politeknik Telkom, Jl. Telekomunikasi Terusan Buah Batu, Bandung</p>
<p><strong>Deskripsi Kegiatan</strong><br />
Kebijakan dan program untuk mengurangi kesenjangan dijital dan pengentasan kemiskinan, adalah dua topik utama pembangunan sektoral dalam pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Agenda ini merupakan wujud komitmen para Kepala Pemerintahan Negara dari berbagai penjuru dunia dalam Pertemuan Tingkat Tinggi Masyarakat Informasi sedunia (World Summit on Information Society) WSIS &#8211; Pertama di Jenewa 2003 dan WSIS &#8211; Kedua di Tunisia 2005. Perkembangan TIK di era globalisasi, menempati posisi penting sebagai salah satu pilar pembangunan. Dalam konteks ini TIK berperan sebagai katalisator (pemungkin) dan sekaligus peluang usaha.</p>
<p>Di Indonesia, TIK juga mengalami perkembangan yang cukup pesat. Menurut survey dari MarkPlus, di tahun 2011 jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 55 juta pengguna dan 29 juta diantaranya merupakan pengguna mobile internet. Internet sudah menjadi bagian dari aktivitas masyarakat, juga sebagai media untuk melakukan aktivitas sosial. Beragam komunitas telah memanfaatkan teknlogi ini sebagai media dalam menjalankan kegiatan sosialnya. Pertanyannya seberapa besar pengaruh TIK ini dalam pembangunan ekonomi masyarakat? Apakah yang telah dilakukan oleh pemerintah maupun pegiat TIK dalam mengembangkan pemanfaatan TIK di berbagai daerah dapat dirasakan oleh masyarakat banyak?</p>
<p>Relawan TIK Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bermaksud menyelenggarakan ”Festival TIK untuk Rakyat: Wilujeng Surfing 2012 | Semua bisa jadi RelawanTIK”, sebagai suatu acara yang mempertemukan kebutuhan masyarakat akan perlunya penerapan TIK dengan para <em>stake holder</em> lainnya seperti pemerintah, perguruan tinggi, pegiat TIK, komunitas dan perusahaan yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan TIK di Indonesia. Kegiatan ini merupakan himbauan dan ajakan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk membantu pemerintah mewujudkan masyarakat informatif melalui semangat berbagi sebagai Relawan TIK. Semua bisa jadi Relawan TIK.</p>
<p>Acara ini diselenggarakan oleh Relawan TIK, untuk info lebih lanjut hubungi Fajar Eri Dianto 02276820055.</p>
<p><strong>KEGIATAN RUTIN</strong></p>
<p><strong>[Kelas Belajar]</strong><br />
Kelas Tari Tradisional oleh Teh Dewi setiap hari Senin mulai pk. 14.00 – 16.00 WIB, informasi hubungi Common Room di nomor +62222503404</p>
<p>Kelas Menggambar The Illuminator setiap hari Selasa mulai pk. 15.00 – 18.00 WIB, informasi hubungi Dinan di nomor +6222 91252766</p>
<p>Kelas Karinding oleh Hendra Attack setiap hari Rabu mulai pk. 17.00 – 19.00 WIB dan Jumat pk. 17.00 – 19.00 WIB, informasi hubungi Hendra di nomor +62818639881</p>
<p>Kelas Kacapi Suling oleh Iman Zimbot setiap hari Kamis mulai pk. 16.00 – 18.00 WIB, informasi hubungi Zimbot di nomor +6281546573582</p>
<p>Pertemuan Mingguan Bandung Oral History setiap hari Kamis mulai pk. 17.00 WIB, informasi hubungi Zia di nomor +6222 92209221</p>
<p>Scratch The Day: Pertemuan Mingguan Workshop DJ Openlabs x Bandung Hiphop Community setiap hari Kamis mulai pk. 19.00 WIB, informasi hubungi Jay di nomor +681573788327</p>
<p><strong>[Latihan Musik]</strong><br />
Karinding Attack setiap hari Senin dan Rabu pk. 13.00 – 17.00 WIB, informasi hubungi Kimung / Man Jasad di nomor +6222 2503404</p>
<p>Paper Back setiap hari Selasa pk. 20.00 – 22.00 WIB, informasi hubungi Zemo di nomor +6222 2503404</p>
<p>Trah Project setiap hari Rabu dimulai pk. 18.00 – 23.00 WIB, informasi hubungi Ghera di nomor +6285624814597</p>
<p>Flava Madrim setiap hari Kamis pk. 13.00 – 17.00 WIB, informasi hubungi Kimung / Man Jasad di nomor +6222 2503404</p>
<p>Karinding Riot setiap hari Kamis pk. 17.00 – 19.00 WIB, informasi hubungi Hendra di nomor +62818639881</p>
<p>Laras setiap hari Jumat pk. 18.00 – 20.00 WIB, informasi hubungi Zia di nomor +6222 92209221</p>
<p><strong>[Siaran Radio Online]</strong><br />
Madness Monday / Sixteenloops setiap hari Senin mulai pk. 19.00 – 22.00 WIB<br />
Gigsonsky setiap hari Selasa mulai pk. 19.00 – 22.00 WIB<br />
Gigsonsky Playmix Setiap hari Selasa mulai pk. 22.00 – 23.00 WIB<br />
Neng Ita setiap hari Rabu mulai pk. 16.00 – 18.00 WIB<br />
Radiologia setiap hari Rabu mulai pk. 19.00 – 22.00 WIB<br />
Kamis Tiris setiap hari Kamis mulai pk. 19.00 – 22.00 WIB<br />
Gigsonsky Marimar setiap hari Kamis mulai pk. 22.00 – 00.00 WIB<br />
Our Playlist / Live Streaming / 24 Hours Loop**<br />
<em>**tentative hari Sabtu dan Minggu</em></p>
<p><em>Siaran dapat diakses melalui laman <a href="http://www.gigsonsky.com" rel="nofollow">http://www.gigsonsky.com</a> | <a href="http://www.commonroom.info" rel="nofollow">http://www.commonroom.info</a> atau follow akun twitter @CommonRoom_ID, @gigsonsky, @radiologia_bdg dan @kamistirisRADIO</em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2012/informasi-agenda-kegiatan-common-room-april-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>52 Wednesdays &#124; Pameran Foto oleh Lioni Beatrix &#124; 14 s/d 21 Januari 2012</title>
		<link>http://commonroom.info/2012/52-wednesday-oleh-lioni/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2012/52-wednesday-oleh-lioni/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 07:26:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Art Projects]]></category>
		<category><![CDATA[Concert]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Performance]]></category>
		<category><![CDATA[Photography]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2428</guid>
		<description><![CDATA[52 Wednesdays &#124; Pameran Foto oleh Lioni Beatrik &#124; 14 &#8211; 21 Januari 2012 Pembukaan: Sabtu, 14 Januari 2012. 17.00 &#8211; end Common Room Jl. Kyai Gede Utama no 8 Bandung Featuring Stand up Tragedy &#38; Live Music bersama Rayhan Sudrajat, Raquel, Pepengtea, Deluciva, Ajie and Alex Lioni Beatrik Lioni, perempuan kelahiran 1980 ini sangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-2429" title="lioni_eflyer_web" src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2012/01/lioni_eflyer_web.jpg" alt="" width="640" height="407" /></p>
<p><strong>52 Wednesdays | Pameran Foto oleh Lioni Beatrik | 14 &#8211; 21 Januari 2012</strong><br />
Pembukaan: Sabtu, 14 Januari 2012. 17.00 &#8211; end<br />
Common Room<br />
Jl. Kyai Gede Utama no 8 Bandung</p>
<p><em>Featuring Stand up Tragedy &amp; Live Music bersama Rayhan Sudrajat, Raquel, Pepengtea, Deluciva, Ajie and Alex</em></p>
<p><strong>Lioni Beatrik</strong><br />
Lioni, perempuan kelahiran 1980 ini sangat bergairah akan hidup dan kehidupan—bidang yang membawanya ke bidang humanitarian. Ia adalah lulusan Jurusan Jurnalistik Fikom Unpad, dan sempat pula belajar di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara. Selain humanisme, Lioni juga memiliki minat tinggi terhadap seni rupa. Ia pernah bekerja di sebuah galeri seni rupa di Jakarta. Sebelum 52 Wednesdays, ia juga pernah membuat beberapa proyek seni yang diantaranya adalah My Funeral, Funeral of Caste, Theater of the Oppressed, Playback Theater dan Kappaletta the singing telegram. Proyek fotografi ini merupakan proyek seni Lioni yang berlangsung paling lama, satu tahun dan kemungkinan akan terus berjalan.</p>
<p><span id="more-2428"></span></p>
<p><strong>[Pengantar]</strong></p>
<p><strong>Awalnya, Hanya Rabu untuk Alex</strong><br />
Satu tahun yang lalu, Lioni Beatrik jatuh cinta dan dibuat patah hati oleh seorang pemuda. Dalam adukan berbagai macam perasaan; sedih, bingung, penasaran, dan rindu, Lioni membuat satu foto dan mengirimkannya kepada sang pemuda lewat surat elektronik. Fotonya sederhana: Rex, tokoh terkenal dari film Toys Story, “berpose” dengan selembar post-it yang bertuliskan “I miss you” yang tertempel di dadanya.</p>
<p>Foto pertama itu ia kirimkan pada hari Rabu—yang setelah ditelusuri ulang, merupakan hari yang sama ketika Lioni menyatakan cintanya. Ternyata memotret Rex dan mengirimkan foto itu bisa menanggulangi rindu. Sekejap, Lioni tersembuhkan dari rasa sedih. Maka memotret dan mengirimkan satu foto Rex tiap Rabu menjadi hal yang rutin ia lakukan—sampai Rabu ke 52.</p>
<p><strong>Jejak Visual dan Sarana Terapi</strong><br />
Berekspresi menggunakan fotografi bukanlah barang baru. Kamera sudah jamak digunakan sebagian besar orang, dan fotografi pun telah menjalankan beragam fungsinya di masyarakat selama lebih dari dua abad. Begitu pula ketika fotografi digunakan sebagai medium ekspresi dan terapi. Sesungguhnya, pada tahun-tahun belakangan, banyak terapis yang telah menggunakan fotografi sebagai alat untuk memahami hubungan patologis dan untuk memfasilitasi proses mengekspresikan perasaan. Persentuhan dengan sisi kreatif dianggap dapat membuat seseorang berelasi erat dengan perasaan dan pemikiran yang berada di alam bawah sadar—dan ketika mempraktikkannya, ia dianggap dapat mencapai titik yang mendekati tingkat meditatif sehingga level stres pun dapat direduksi.</p>
<p>Begitu pula dengan praktik fotografi. Logikanya mungkin sesederhana ini: memikirkan foto seperti apa yang akan dikirimkan tiap pekan bisa membuat ia sebentar saja memikirkan hal lain selain perasaannya yang tak berbalas itu. Lioni memang masih memikirkan sang pemuda, hanya saja bukan dengan cara yang bisa semakin melukai perasaannya. Tiap hari, ada saja beberapa jam yang ia habiskan untuk merancang kelanjutan “cerita” Rex.</p>
<p>Rangkaian foto ini ditutup dengan foto yang menampakkan Rex—agak membelakangi kamera, dan di tubuhnya tertempel selembar post-it yang bertuliskan, “Have you been receiving my emails?”. Karena pada akhirnya, memang hanya pertanyaan itu yang ingin Lioni utarakan untuk memberi “akhir” pada tahun dan perasaan yang membuatnya berpikir banyak tentang konsep hubungan romantis dan perasaan yang mengikuti. Foto dengan pertanyaan polos khas Rex ini juga menjadi karya penutup yang jenaka dari seluruh rangkaian foto—dengan visual yang menyerupai foto yang pertama Lioni buat.</p>
<p><strong>Di Balik Gambar</strong><br />
Oleh karena itu, perjalanan Rex yang kita jumpai, adalah juga perjalanan Lioni—baik secara fisik maupun mental yang memperlihatkan perkembangan dan perubahan rasanya terhadap seseorang. Melalui proyek fotografi ini, Lioni melakukan terapi kepada dirinya sendiri dalam menghadapi patah hati: ada pemikiran, diskusi dan “penyadaran” yang muncul selama ia menjalani proyek ini. Ada kalanya ia bersemangat memotret. Ada kalanya pula ia benci seluruh kegiatan ini. Ia merasa telah menteror si pemuda dengan kiriman foto setiap Rabu: menjadi pihak yang menyalahgunakan perasaan dan bertindak sangat egois. Kemudian seiring dengan perjalanannya, Lioni sadar bahwa memotret Rex bukan lagi demi menyapanya, tapi untuk mengobati rindu; bukan lagi untuk menjalin hubungan dengan sang pemuda, tapi telah menjadi upaya untuk melupakannya.</p>
<p>Prosesi jatuh cinta dan patah hati yang dialami dirinya—dan setiap orang lainnya, bisa dilihat sebagai cara berkenalan kembali dengan diri sendiri; menyadari bahwa kita masih merasa, mencari tahu apa yang memicu rasa-rasa tertentu dan mempelajari cara-cara yang paling masuk akal untuk berhadapan dengan rasa itu. Dan bagi Lioni, membuat rangkaian foto adalah solusi dalam menghadapi persoalan rasa-merasa tersebut.</p>
<p>Memamerkan seluruh rangkaian foto yang ia buat selama setahun kemudian juga menjadi salah satu fase yang harus dilalui Lioni dalam menggunakan fotografi sebagai medium ekspresi dan terapi—seperti membuat akhir pada keadaannya yang terkatung-katung, menjadikan pameran ini sebagai pameran tentang perasaan—yang tak akan bisa didefinisikan. Manusia tidak punya cukup kosakata untuk membuat orang lain turut memahami sesungguhnya apa yang kita rasakan. Semoga bahasa visual yang lebih mampu menerjemahkan prosesi jatuh cinta dan patah hati—menerjemahkan rasa.</p>
<p><strong>Irma Chantily | Kurator Pameran</strong></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2012/52-wednesday-oleh-lioni/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Refleksi Kebudayaan Akhir Tahun 2011 &#124; Babakan Siliwangi, 17 &#8211; 22 Desember 2011</title>
		<link>http://commonroom.info/2011/refleksi-kebudayaan-akhir-tahun-2011/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2011/refleksi-kebudayaan-akhir-tahun-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Dec 2011 07:36:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Environment]]></category>
		<category><![CDATA[Gathering]]></category>
		<category><![CDATA[Localities]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Performance]]></category>
		<category><![CDATA[Poetry]]></category>
		<category><![CDATA[Urbanism]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2398</guid>
		<description><![CDATA[Pengantar Di titik pergantian tahun, sebagaimana lazimnya, kita merasa perlu keluar sejenak dari rutinitas. Kita merenungi pengalaman di tahun yang segera berakhir seraya menerawang jalan kita di tahun yang segera datang. Akhir tahun adalah juga awal tahun, dan kita berupaya memaknai titik peralihan ini dengan meninjau lagi diri kita sendiri beserta keadaan di sekeliling kita. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-2399" title="babakansiliwangi" src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2011/12/babakansiliwangi.png" alt="" width="640" height="367" /></p>
<p><strong>Pengantar</strong><br />
Di titik pergantian tahun, sebagaimana lazimnya, kita merasa perlu keluar sejenak dari rutinitas. Kita merenungi pengalaman di tahun yang segera berakhir seraya menerawang jalan kita di tahun yang segera datang. Akhir tahun adalah juga awal tahun, dan kita berupaya memaknai titik peralihan ini dengan meninjau lagi diri kita sendiri beserta keadaan di sekeliling kita. Kita menyambut tahun baru dengan menyalakan lagi harapan, menumbuhkan lagi cita-cita, dan merumuskan lagi agenda.</p>
<p>Jejaring kerja budaya yang terdiri dari kumpulan warga Kota Bandung hendak menyambut tahun 2012 bersama rekan-rekan dari kalangan seni, budaya, dan komunitas warga Bandung lainnya. Dengan memilih tempat di Babakan Siliwangi, satu di antara sedikit ruang terbuka hijau yang masih tersisa di kota ini, kegiatan yang dimaksudkan sebagai refleksi akhir tahun ini akan berlangsung selama lebih kurang sepekan, dari 17 s/d 22 Desember 2011. Salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mewadahi sebanyak mungkin kegiatan dan aspirasi dari berbagai kalangan dalam semangat kebersamaan warga kota untuk merealisasikan kepentingan bersama.</p>
<p><em>* Kegiatan ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut bayaran</em></p>
<p><strong>Jadwal/ Rangkaian Kegiatan</strong></p>
<p><strong>17 Desember 2011</strong><br />
Doa Bersama | Batu Satangtung, Babakan Siliwangi | pk. 09.30 &#8211; 10.00 WIB<br />
Pertunjukan | Mantram Gayatri oleh Trie Utami &amp; Dewa Bujana | pk. 10.00 &#8211; 12.00 WIB<br />
Diskusi/ Presentasi | Kala Sunda oleh Ibu Miranda &amp; Bapak Dr. Suhardja | pk. 14.00 &#8211; 16.00 WIB<br />
Diskusi/ Presentasi | Kosmologi Sunda: Tata Salira Panca oleh Bapak Juhana | pk. 19.00 &#8211; 21.00 WIB</p>
<p><strong>18 Desember 2011</strong><br />
Diskusi/ Presentasi | Lokalitas Dalam Kekinian bersama Hawe Setiawan &amp; Setiaji Purnasatmoko | pk. 10.00 &#8211; 12.00 WIB<br />
Diskusi/ Presentasi | Lingga Yoni Dalam Perspektif Sunda Wiwitan bersama Bapak Jacob Soemardjo &amp; Bapak D.S. Ira Ujang | pk. 14.00 &#8211; 16.00 WIB<br />
Diskusi/ Presentasi | Komunitas Warga bersama Kang Aben &amp; Man Jasad | pk. 16.00 &#8211; 18.00 WIB<br />
Diskusi/ Presentasi | In Memoriam Lecture: Harry Roesly bersama Herri Dim &amp; Rully Handiman | pk. 19.00 &#8211; 21.00 WIB<br />
Pertunjukan | Eye Feel Six, Karinding Attack dan Mang Ayi (Pantun Buhun) | pk. 21.00 &#8211; 23.00 WIB</p>
<p><strong>19 Desember 2011</strong><br />
Diskusi/ Presentasi | Ngaguar Sasajen, Tumpeng dan Kujang bersama Kang Uci | pk. 10.00 &#8211; 12.00 WIB<br />
Diskusi/ Presentasi | Ngaguar Iket dan Kaulinan Budak bersama Kang Asep &amp; Kang Zaini Alif | pk. 14.00 &#8211; 16.00 WIB<br />
Diskusi/ Presentasi | Ngaguar Gunung Lalakon bersama Kang Dani (Turangga Seta) | pk. 16.00 &#8211; 18.00 WIB<br />
Diskusi/ Presentasi | Ngaguar Tata Negara Buhun dan Presentasi Nirlaga bersama Kang Uci &amp; Kang Iwan | pk. 19.00 &#8211; 21.00 WIB<br />
Pertunjukan | Kelompok Kesenian Tarling Universitas Pasundan | pk. 21.00 &#8211; 23.00 WIB</p>
<p><strong>20 Desember 2011</strong><br />
Kerja Bakti | Bebersih Cikapundung | 08.00 &#8211; 10.00 WIB <em>(Peserta dipersilahkan membawa perlengkapan masing-masing)</em><br />
Presentasi/ Diskusi | Urban Farming oleh Ayi Vivananda | pk. 11.00 &#8211; 12.30 WIB<br />
Diskusi/ Presentasi | For Better Life bersama Kang Wahyu, Layala Roesly &amp; Angga Wardhana | pk. 13.00 &#8211; 15.00 WIB</p>
<p><strong>21 Desember 2011</strong><br />
Ritual Tradisi | Ngawinkeun Batu Satangtung (Baris Kolot) | pk. 10.00 &#8211; 12.00 WIB<br />
Orasi Kebudayaan | Lingkungan Tatar Sunda oleh Solihin G.P. | pk. 13.00 &#8211; 15.00 WIB<br />
Diskusi/ Presentasi | Apresiasi Tarawangsa bersama Bapak Abun | pk. 19.00 WIB &#8211; selesai</p>
<p><strong>22 Desember 2011</strong><br />
Ritual Tradisi | Mendak Taun: Diseka-ngaseka Lingga Yoni | pk. 05.00 WIB (pagi) &#8211; selesai</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2011/refleksi-kebudayaan-akhir-tahun-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Pameran &amp; Workshop] The Illuminator: Destroy, Erase, Improve &#124; 9 s/d 11 Desember 2011</title>
		<link>http://commonroom.info/2011/pameran-workshop-the-illuminator-destroy-erase-improve-9-sd-11-desember-2011/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2011/pameran-workshop-the-illuminator-destroy-erase-improve-9-sd-11-desember-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Dec 2011 04:57:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Concert]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Ujungberung Update]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2388</guid>
		<description><![CDATA[The Illuminator: Destroy, Erase, Improve 9 s/d 11 Desember 2011 Pembukaan: 9 Desember 2011, pk. 18.00 &#8211; 21.00 WIB Venue: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8 The Illuminator The Illuminator tercetus untuk pertama kalinya ketika tiga seniman artwork beda jaman Dinan Art, Ken Terror dan Gencuy Brutal Art memutuskan untuk kopi darat (bertemu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-2389" title="the_illuminator_destroy_erase_improve" src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2011/12/the_illuminator_destroy_erase_improve.jpg" alt="" width="640" height="675" /></p>
<p><strong>The Illuminator: Destroy, Erase, Improve</strong><br />
9 s/d 11 Desember 2011<br />
Pembukaan: 9 Desember 2011, pk. 18.00 &#8211; 21.00 WIB<br />
Venue: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8</p>
<p><strong>The Illuminator</strong><br />
The Illuminator tercetus untuk pertama kalinya ketika tiga seniman artwork beda jaman Dinan Art, Ken Terror dan Gencuy Brutal Art memutuskan untuk kopi darat (bertemu untuk pertama kalinya) di Common Room pada liburan Idul Adha di tahun 2009. Merasa banyak menemui kesamaan pengalaman di dunia <em>artwork</em>, mereka bertiga kemudian menggagas sebuah pameran bersama. Harapan dan impian untuk bisa menggelar pameran bersama ini kemudian menjadi semakin nyata setelah Dinan bertemu Gustav Insuffer dan Yusep Sutrisna.</p>
<p>Untuk kepentingan pameran, Dinan kemudian menggunakan nama The Illuminator sebagai brand dari kumpulan seniman pembuat <em>artwork</em> yang akan berpameran. The Illuminator berasal dari penggabungan kata illustrator dan terminator yg berarti penggambar penghancur atau illustrator yg ingin menghancurkan batasan-batasan dalam berkarya. Karena kesamaan nasib, pengalaman dan garapan; akhirnya The Illuminator menjadi komunitas kecil para pekerja gambar untuk band underground di kota Bandung. </p>
<p>Ketika The Illuminator Artwork Exhibition digelar di Gallery Padi di pertengahan tahun 2010 lalu, Dinan bersama Gustav Insuffer dan kawan-kawannya yg lain menjadikan The Illuminator sebagai media alternatif pergerakan berbasis komunitas. Dalam pameran tersebut The Illuminator menjadi bagian penting dalam pergerakan yg mengangkat nasib para pekerja gambar dimana selama ini tak pernah ada yg mempedulikannya.</p>
<p>Selepas pameran di event Bandung Berisik V yang digelar di bulan Juli 2011 lalu, Dinan, Gustav, Yusep, Ridwan dan Jali Narchos kemudian mendirikan The Illuminator, Artwork School di Ujungberung. Sebuah institusi pendidikan bawah tanah pertama yg mengkhususkan diri sebagai tempat untuk belajar menguasai illustrasi dasar dan desain untuk band Underground. Media kreasi yg sering digunakan para illustrator ini memiliki kesamaan menggunakan alat gambar dasar seperti pensil, drawing pen, ballpoint dan spidol yg kemudian eksekusinya dikerjakan di media komputer. </p>
<p>Walau terlihat sederhana dan biasa saja, namun karena dasar musik underground yang kuat pada diri para illustrator yang bergabung di The Illuminator inilah yang kemudian membuat hasil karya mereka menjadi tak lazim dan tak memiliki batasan norma manusia pada umumnya. Walau berkesan sangar, dalam perjalanannya The Illuminator tak pernah berubah menjadi sebuah organisasi elite dengan segala urusan politisnya. The Illuminator hanyalah sekumpulan sahabat yang loyal terhadap komunitas yang selama ini membesarkannya.</p>
<p>Seniman: Gustav Insuffer, Dinan Art, Ken Terror, Yusep Mortem Art, Jali Jarchos, Gencuy Brutal Art, Wibowo Yudo Baskoro &amp; Ridwan Nandar Nugraha</p>
<p>Penampilan dari: Bandung Hip Hop Community</p>
<p><em>Acara ini merupakan kerjasama antara Common Room Networks Foundation, The Illuminator, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Perdagangan Kota Bandung dalam rangka pengembangan industri kreatif di Kota Bandung.</em></p>
<p><span id="more-2388"></span></p>
<p><strong>Workshop Produksi dan Marketing Merchandise Band</strong><br />
Meledaknya perkembangan ekonomi kreatif beberapa tahun belakangan ini membuat industri fashion semakin semarak. Salah satu fenomena paling menarik yaitu mulai berkembang pesat laju penjualan merchandise band sebagai salah satu alternatif pendapatan bagi sebuah band. Di tengah situasi industri musik yang kian terpuruk, penjualan album rekaman yang menurun, persaingan harga antar band, royalti RBT yang mulai dihapus,membuat kini pendapatan sebuah band hanya berharap pada fee manggung.</p>
<p>Di tengah dekadensi industri musik seperti itu, sebuah band dituntut untuk mengolah kreativitasnya agar bisa maju terus. Salah satu hal yang bisa dimanfaatkan secara baik yaitu meningkatkan produktivitas profit lewat penjualan merchandise band. Peluang ini merupakan jalan terbaik bagi sebuah band untuk mendapatkan pendapatan selain bergantung pada fee manggung. Penjualan merchandise ini boleh dikatakan jalan terbaik karena antusiasme dan fanatisme anak muda kota Bandung terhadap grup musik sangatlah tinggi. Hal itulah yang membuat bahwa penjualan merchandise band merupakan salah satu langkah terbaik menyokong ekonomi kreatif di sektor musik.</p>
<p>Workshop Produksi dan Desain Merchandise Band ini bertujuan untuk memberikan panduan teknis dalam memproduksi merchandise band dengan bekal-bekal teknik seperti menyablon, mendesain, hingga juga cara memasarkannya dan persoalan royalti dan hak cipta. Workshop ini ingin mendorong kreativitas para anak muda kota Bandung agar dapat menyalurkan kreativitasnya di bidang musik dan fashion. Acara ini merupakan kerjasama antara Common Room Networks Foundation, The Illuminator, dan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Perdagangan Kota Bandung dalam rangka pengembangan industri kreatif di Kota Bandung.</p>
<p><strong>Jadwal Workshop*</strong><br />
10 s/d 11 Desember 2011, pk. 09.00 &#8211; 17.00 WIB<br />
Venue: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8<br />
<em>*Pendaftaran sudah ditutup</em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2011/pameran-workshop-the-illuminator-destroy-erase-improve-9-sd-11-desember-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Workshop] A Guide to Music Biz &#124; Jumat, 18 November 2011</title>
		<link>http://commonroom.info/2011/workshop-a-guide-to-music-biz-2011/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2011/workshop-a-guide-to-music-biz-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Nov 2011 13:20:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2366</guid>
		<description><![CDATA[[Workshop] A Guide to Music Biz Jumat, 18 November 2011, Pk. 15.00 – 18.00 WIB Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung Industri musik terus berkembang dan memberi tantangan bagi para pelaku industri musik saat ini. Untuk menjawab perkembangan ini dibutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang memadai diantara segenap pelaku industri musik yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2011/11/guide-to-music-bizz-eflyer.jpg" alt="" title="guide-to-music-bizz-eflyer" width="640" height="1006" class="alignnone size-full wp-image-2367" /></p>
<p><strong>[Workshop] A Guide to Music Biz</strong><br />
Jumat, 18 November 2011, Pk. 15.00 – 18.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p>Industri musik terus berkembang dan memberi tantangan bagi para pelaku industri musik saat ini. Untuk menjawab perkembangan ini dibutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang memadai diantara segenap pelaku industri musik yang ada. Selain penyelenggaraan konser, pengetahuan mengenai manajemen di bidang musik juga diperlukan untuk menyokong perkembangan yang ada. Diantara kegiatan manajemen musik diantaranya adalah promosi pertunjukan, mengatur jadwal, membuat kesepakatan dengan perusahaan rekaman, melakukan jejaring dengan lingkungan musik atau mencari tahu bagaimana cara mendistribusikan musik dengan baik.</p>
<p>Aspek lain diluar promosi dan pertunjukan seperti pekerjaan administrasi juga penting dalam mengembangkan aktifitas manajemen musik yang baik. Keterampilan komunikasi dan negosiasi juga merupakan hal penting yang dapat dipelajari melalui pengalaman para pelaku manajemen bisnis musik yang telah sukses membentuk pasarnya. Workshop ini akan mengulas manajemen musik dari segi perencanaan, produksi dan strategi yang diperlukan dalam memasarkan sebuah karya musik secara luas.</p>
<p>Pembicara: Marine Ramdhani (FFWD Records) dan Ridhan (Rocket Rockers Management) | Moderator: Idhar Resmadi (Jurnalis Musik) | Menampilkan: Teman Sebangku (Bandung) dan Paperback (Bandung)</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2011/workshop-a-guide-to-music-biz-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Pemberitahuan] Penyelenggaraan Bandung World Jazz Festival 2011 Diundur</title>
		<link>http://commonroom.info/2011/bandung-world-jazz-festival-2011/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2011/bandung-world-jazz-festival-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Nov 2011 04:38:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Campaign]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Concert]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2333</guid>
		<description><![CDATA[Penyelenggaraan Bandung World Jazz Festival 2011 Diundur Pada hari Minggu, 13 November 2011, panitia penyelenggara Bandung World Jazz Festival 2011 (BWJF’11) menyelenggarakan konferensi pers di Common Room. BWJF’11 adalah festival musik jazz yang diselenggarakan setiap tahun oleh Jendela Ide, sebuah yayasan budaya untuk anak dan remaja yang berdiri pada tahun 1995 di kota Bandung. Sejak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-2354" title="pengunduranbwjf2011" src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2011/11/pengunduranbwjf2011.jpg" alt="" width="640" height="472" /></p>
<p><strong>Penyelenggaraan Bandung World Jazz Festival 2011 Diundur</strong><br />
Pada hari Minggu, 13 November 2011, panitia penyelenggara Bandung World Jazz Festival 2011 (BWJF’11) menyelenggarakan konferensi pers di Common Room. BWJF’11 adalah festival musik jazz yang diselenggarakan setiap tahun oleh Jendela Ide, sebuah yayasan budaya untuk anak dan remaja yang berdiri pada tahun 1995 di kota Bandung. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2009, BWJF adalah festival musik jazz yang mengusung keberagaman dan mengangkat kekayaan tradisi, sekaligus kegiatan pendidikan dan pengembangan keterampilan bermusik bagi anak dan remaja.</p>
<p>Seperti biasanya, penyelenggaraan festival tahun ini semula akan diisi dengan program pertunjukan, workshop, pameran, diskusi, kolaborasi, jam-session, dan artist-talk. Selain itu, mulanya BWJF’11 berencana menghadirkan 30 talent lokal dan internasional, yang diantaranya adalah Ayu Laksmi &amp; Svara Semesta, Jen Shyu, Sound of Hanamangke, Tesla feat. Mahagotra ITB, Anand Biharilal Sriwastava &amp; Rukmani Jaiswal, Ketut Riwin &amp; Tropical Transit, ESQIEF, UNIMED, Blues Libre, BLP, White Shoes &amp; The Couples Company, Mian Tiara, dll. Selain suguhan utama yang diisi oleh para musisi yang memiliki kecenderungan dan asal-usul yang beragam, festival tahun semula juga akan menyuguhkan Youth Concerts yang akan dimeriahkan oleh Bandung World Jazz Youth, Samba Sunda Junior, Half Whole Project – Lab Jazz Aru, Indonesian Youth Regeneration, Jazzy One, Storia, dll.</p>
<p>Pada acara konferensi pers di Common Room, kelompok Bandung World Jazz Youth menyuguhkan dua komposisi ciptaan sendiri yang berjudul &#8220;Our Dream&#8221; dan &#8220;Morning Blue&#8221;, serta dua komposisi ciptaan almarhum Harry Roesli yang berjudul Peacock Dog dan Baratayudha. Menurut Jaelani selaku kurator dari BWJF&#8217;11, suguhan dari kelompok Bandung World Jazz Youth merupakan pencapaian tersendiri bagi perkembangan musik jazz di kota Bandung mengingat komposisi yang mereka mainkan memiliki tingkat kesulitan dan kekayaan komposisi yang luar biasa. Dalam kesempatan ini, Jaelani juga menuturkan bahwa penyelenggaraan BWJF&#8217;11 sebetulnya berupaya untuk mencerminkan berbagai kecenderungan baru dalam perkembangan musik jazz di tanah air. Namun karena berbagai hal tampaknya perkembangan ini baru dapat ditampilkan secara utuh tahun depan.</p>
<p>Menurut Marintan Sirait, sejauh ini penyelenggaraan BWJF&#8217;11 telah menorehkan pencapaian tersendiri mengingat salah satu bobot dari penyelenggaraan festival ini adalah kegiatan pendidikan dan pengembangan keterampilan bermusik bagi kaum muda. Sejauh ini penyelenggaraan Bandung World Jazz Festival telah melahirkan banyak talenta muda, selain berbagai kecenderungan musikal yang baru dan beragam dari para musisi anak dan remaja. Oleh karena itu, Marintan berharap bahwa kegiatan BWJF&#8217;11 bisa terus diselenggarakan sebagai sebuah festival milik anak muda yang merayakan kreativitas dan kemampuan mereka secara total.</p>
<p>Dalam kesempatan ini Andar Manik mengungkapkan bahwa selain keterbatasan dana, salah satu kendala yang dihadapi  oleh BWJF&#8217;11 saat ini adalah sinergi antar pihak yang belum sempurna. Oleh karena itu, penyelenggaraan BWJF ke depan akan sangat membutuhkan dukungan dan partisipasi dari banyak pihak dan lembaga. BWJF adalah festival yang mengedepankan prinsip keberagaman, apresiasi pada kekayaan tradisi, serta proses pendidikan dan pengembangan potensi kreativitas bagi kaum muda. Oleh karena itu, penyelenggaraan festival perlu dukungan yang menyeluruh. Tidak hanya pada penyelenggaraan festival yang terjadi setiap tahun, tetapi juga pada proses yang berjalan dalam kurun waktu yang panjang.</p>
<p>Meskipun mengalami pengunduran waktu penyelenggaraan, sebagian peserta dan penikmat BWJF tidak berkecil hati. Pada kegiatan konferensi pers ini, Man Jasad berujar bahwa BWJF harus dapat terus diselenggarakan agar para musisi muda dapat terus mengembangkan bakatnya. Selain itu, masyarakat juga pasti merindukan penyelenggaraan BWJF karena festival ini mampu menampilkan berbagai kecenderungan musikal yang beragam dan menjadi inspirasi bagi banyak orang. Beberapa personil Bandung World Jazz Youth sendiri merasa bahwa pengunduran jadwal kegiatan festival justru memberi mereka peluang untuk berlatih dengan giat dan menciptakan karya yang baru untuk festival tahun depan yang rencananya akan digelar pada tanggal 7 s/d 8 Juli 2012.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2011/bandung-world-jazz-festival-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

