Tagged: Concert RSS

  • blauloretta 7:26 am on January 11, 2012 Permalink | Reply
    Tags: , Concert, , , ,   

    52 Wednesdays | Pameran Foto oleh Lioni Beatrik | 14 – 21 Januari 2012 

    52 Wednesdays | Pameran Foto oleh Lioni Beatrik | 14 – 21 Januari 2012
    Pembukaan: Sabtu, 14 Januari 2012. 17.00 – end
    Common Room
    Jl. Kyai Gede Utama no 8 Bandung

    Featuring Stand up Tragedy & Live Music bersama Rayhan Sudrajat, Raquel, Pepengtea, Deluciva, Ajie and Alex

    Lioni Beatrik
    Lioni, perempuan kelahiran 1980 ini sangat bergairah akan hidup dan kehidupan—bidang yang membawanya ke bidang humanitarian. Ia adalah lulusan Jurusan Jurnalistik Fikom Unpad, dan sempat pula belajar di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara. Selain humanisme, Lioni juga memiliki minat tinggi terhadap seni rupa. Ia pernah bekerja di sebuah galeri seni rupa di Jakarta. Sebelum 52 Wednesdays, ia juga pernah membuat beberapa proyek seni yang diantaranya adalah My Funeral, Funeral of Caste, Theater of the Oppressed, Playback Theater dan Kappaletta the singing telegram. Proyek fotografi ini merupakan proyek seni Lioni yang berlangsung paling lama, satu tahun dan kemungkinan akan terus berjalan.

    (More …)

     
  • blauloretta 4:57 am on December 3, 2011 Permalink | Reply
    Tags: Concert, , , , , ,   

    [Pameran & Workshop] The Illuminator: Destroy, Erase, Improve | 9 s/d 11 Desember 2011 

    The Illuminator: Destroy, Erase, Improve
    9 s/d 11 Desember 2011
    Pembukaan: 9 Desember 2011, pk. 18.00 – 21.00 WIB
    Venue: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8

    The Illuminator
    The Illuminator tercetus untuk pertama kalinya ketika tiga seniman artwork beda jaman Dinan Art, Ken Terror dan Gencuy Brutal Art memutuskan untuk kopi darat (bertemu untuk pertama kalinya) di Common Room pada liburan Idul Adha di tahun 2009. Merasa banyak menemui kesamaan pengalaman di dunia artwork, mereka bertiga kemudian menggagas sebuah pameran bersama. Harapan dan impian untuk bisa menggelar pameran bersama ini kemudian menjadi semakin nyata setelah Dinan bertemu Gustav Insuffer dan Yusep Sutrisna.

    Untuk kepentingan pameran, Dinan kemudian menggunakan nama The Illuminator sebagai brand dari kumpulan seniman pembuat artwork yang akan berpameran. The Illuminator berasal dari penggabungan kata illustrator dan terminator yg berarti penggambar penghancur atau illustrator yg ingin menghancurkan batasan-batasan dalam berkarya. Karena kesamaan nasib, pengalaman dan garapan; akhirnya The Illuminator menjadi komunitas kecil para pekerja gambar untuk band underground di kota Bandung.

    Ketika The Illuminator Artwork Exhibition digelar di Gallery Padi di pertengahan tahun 2010 lalu, Dinan bersama Gustav Insuffer dan kawan-kawannya yg lain menjadikan The Illuminator sebagai media alternatif pergerakan berbasis komunitas. Dalam pameran tersebut The Illuminator menjadi bagian penting dalam pergerakan yg mengangkat nasib para pekerja gambar dimana selama ini tak pernah ada yg mempedulikannya.

    Selepas pameran di event Bandung Berisik V yang digelar di bulan Juli 2011 lalu, Dinan, Gustav, Yusep, Ridwan dan Jali Narchos kemudian mendirikan The Illuminator, Artwork School di Ujungberung. Sebuah institusi pendidikan bawah tanah pertama yg mengkhususkan diri sebagai tempat untuk belajar menguasai illustrasi dasar dan desain untuk band Underground. Media kreasi yg sering digunakan para illustrator ini memiliki kesamaan menggunakan alat gambar dasar seperti pensil, drawing pen, ballpoint dan spidol yg kemudian eksekusinya dikerjakan di media komputer.

    Walau terlihat sederhana dan biasa saja, namun karena dasar musik underground yang kuat pada diri para illustrator yang bergabung di The Illuminator inilah yang kemudian membuat hasil karya mereka menjadi tak lazim dan tak memiliki batasan norma manusia pada umumnya. Walau berkesan sangar, dalam perjalanannya The Illuminator tak pernah berubah menjadi sebuah organisasi elite dengan segala urusan politisnya. The Illuminator hanyalah sekumpulan sahabat yang loyal terhadap komunitas yang selama ini membesarkannya.

    Seniman: Gustav Insuffer, Dinan Art, Ken Terror, Yusep Mortem Art, Jali Jarchos, Gencuy Brutal Art, Wibowo Yudo Baskoro & Ridwan Nandar Nugraha

    Penampilan dari: Bandung Hip Hop Community

    Acara ini merupakan kerjasama antara Common Room Networks Foundation, The Illuminator, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Perdagangan Kota Bandung dalam rangka pengembangan industri kreatif di Kota Bandung.

    (More …)

     
  • blauloretta 4:38 am on November 10, 2011 Permalink | Reply
    Tags: Concert, , ,   

    [Pemberitahuan] Penyelenggaraan Bandung World Jazz Festival 2011 Diundur 

    Penyelenggaraan Bandung World Jazz Festival 2011 Diundur
    Pada hari Minggu, 13 November 2011, panitia penyelenggara Bandung World Jazz Festival 2011 (BWJF’11) menyelenggarakan konferensi pers di Common Room. BWJF’11 adalah festival musik jazz yang diselenggarakan setiap tahun oleh Jendela Ide, sebuah yayasan budaya untuk anak dan remaja yang berdiri pada tahun 1995 di kota Bandung. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2009, BWJF adalah festival musik jazz yang mengusung keberagaman dan mengangkat kekayaan tradisi, sekaligus kegiatan pendidikan dan pengembangan keterampilan bermusik bagi anak dan remaja.

    Seperti biasanya, penyelenggaraan festival tahun ini semula akan diisi dengan program pertunjukan, workshop, pameran, diskusi, kolaborasi, jam-session, dan artist-talk. Selain itu, mulanya BWJF’11 berencana menghadirkan 30 talent lokal dan internasional, yang diantaranya adalah Ayu Laksmi & Svara Semesta, Jen Shyu, Sound of Hanamangke, Tesla feat. Mahagotra ITB, Anand Biharilal Sriwastava & Rukmani Jaiswal, Ketut Riwin & Tropical Transit, ESQIEF, UNIMED, Blues Libre, BLP, White Shoes & The Couples Company, Mian Tiara, dll. Selain suguhan utama yang diisi oleh para musisi yang memiliki kecenderungan dan asal-usul yang beragam, festival tahun semula juga akan menyuguhkan Youth Concerts yang akan dimeriahkan oleh Bandung World Jazz Youth, Samba Sunda Junior, Half Whole Project – Lab Jazz Aru, Indonesian Youth Regeneration, Jazzy One, Storia, dll.

    Pada acara konferensi pers di Common Room, kelompok Bandung World Jazz Youth menyuguhkan dua komposisi ciptaan sendiri yang berjudul “Our Dream” dan “Morning Blue”, serta dua komposisi ciptaan almarhum Harry Roesli yang berjudul Peacock Dog dan Baratayudha. Menurut Jaelani selaku kurator dari BWJF’11, suguhan dari kelompok Bandung World Jazz Youth merupakan pencapaian tersendiri bagi perkembangan musik jazz di kota Bandung mengingat komposisi yang mereka mainkan memiliki tingkat kesulitan dan kekayaan komposisi yang luar biasa. Dalam kesempatan ini, Jaelani juga menuturkan bahwa penyelenggaraan BWJF’11 sebetulnya berupaya untuk mencerminkan berbagai kecenderungan baru dalam perkembangan musik jazz di tanah air. Namun karena berbagai hal tampaknya perkembangan ini baru dapat ditampilkan secara utuh tahun depan.

    Menurut Marintan Sirait, sejauh ini penyelenggaraan BWJF’11 telah menorehkan pencapaian tersendiri mengingat salah satu bobot dari penyelenggaraan festival ini adalah kegiatan pendidikan dan pengembangan keterampilan bermusik bagi kaum muda. Sejauh ini penyelenggaraan Bandung World Jazz Festival telah melahirkan banyak talenta muda, selain berbagai kecenderungan musikal yang baru dan beragam dari para musisi anak dan remaja. Oleh karena itu, Marintan berharap bahwa kegiatan BWJF’11 bisa terus diselenggarakan sebagai sebuah festival milik anak muda yang merayakan kreativitas dan kemampuan mereka secara total.

    Dalam kesempatan ini Andar Manik mengungkapkan bahwa selain keterbatasan dana, salah satu kendala yang dihadapi oleh BWJF’11 saat ini adalah sinergi antar pihak yang belum sempurna. Oleh karena itu, penyelenggaraan BWJF ke depan akan sangat membutuhkan dukungan dan partisipasi dari banyak pihak dan lembaga. BWJF adalah festival yang mengedepankan prinsip keberagaman, apresiasi pada kekayaan tradisi, serta proses pendidikan dan pengembangan potensi kreativitas bagi kaum muda. Oleh karena itu, penyelenggaraan festival perlu dukungan yang menyeluruh. Tidak hanya pada penyelenggaraan festival yang terjadi setiap tahun, tetapi juga pada proses yang berjalan dalam kurun waktu yang panjang.

    Meskipun mengalami pengunduran waktu penyelenggaraan, sebagian peserta dan penikmat BWJF tidak berkecil hati. Pada kegiatan konferensi pers ini, Man Jasad berujar bahwa BWJF harus dapat terus diselenggarakan agar para musisi muda dapat terus mengembangkan bakatnya. Selain itu, masyarakat juga pasti merindukan penyelenggaraan BWJF karena festival ini mampu menampilkan berbagai kecenderungan musikal yang beragam dan menjadi inspirasi bagi banyak orang. Beberapa personil Bandung World Jazz Youth sendiri merasa bahwa pengunduran jadwal kegiatan festival justru memberi mereka peluang untuk berlatih dengan giat dan menciptakan karya yang baru untuk festival tahun depan yang rencananya akan digelar pada tanggal 7 s/d 8 Juli 2012.

     
  • blauloretta 11:51 am on November 9, 2011 Permalink | Reply
    Tags: Concert, ,   

    [Konferensi Pers] Peluncuran Album Kompilasi Interaksi Hati #2 | Sabtu, 12 November 2011 

    [Konferensi Press] Interaksi Hati #2: Kompilasi Musik dan Video Klip
    Sabtu, 12 November 2011
    Pk. 18.00 – 21.00 WIB
    Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung

    Album ini bermula dari inisiatif untuk mengembangkan potensi di bidang musik sekaligus mendukung pergerakan indie yang bersifat gerilya dan mandiri. Klab Ngobrol Interaksi Hati menggagas proyek musik pertama dalam bentuk kompilasi audio bertajuk Interaksi Hati #1 pada tahun 2009. Selanjutnya pada tahun 2010, Klab Ngobrol Interaksi Hati dipertemukan dengan sebuah komunitas yang menamakan diri mereka Pabrikide, yang pada akhirnya menggagas sebuah label company bernama Isi Record.

    Album kompilasi Interaksi Hati #2 menyertakan empat belas karya musik dari BlackStar, Cordivine, Ragaji Mesin, Navicula, Spot Djantoeng, Slug, Pain is Gone, Bujang Lapuk, Somnyfera, The Black and dangerous, 14th WinterMoon, Gak Penting, Taltaya, dan Nutshell. Dalam acara peluncuran akan disajikan delapan buah karya dari Rana, yang membuat video klip dari Selenoid, Moist, OnePercent%, Respito, Cupumanik, Toilet Room, Larger Than Disco, dan Can I back.

    Pembicara: Chandra Hendrawan Johan (Penasehat ISI Record dan Vokalis Cupumanik) dan Gustaff H. Iskandar (Common Room) | Moderator: Idhar Resmadi (Penulis/Jurnalis Musik) | Menampilkan: WesWey (Universitas Pendidikan Indonesia), Taltaya (Bandung), Respito (Jakarta), dan Pain is Gone (Jakarta)

    Untuk keterangan lebih lanjut mengenai Interaksi Hati-Hati #2 silahkan kunjungi laman http://www.isirecord.com

     
  • blauloretta 2:48 am on November 8, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , Concert, , , , , , , ,   

    Informasi Agenda Kegiatan Common Room | November 2011 

    [Musik Santai] Kahot Pasosore, Kamis, 10 November 2011, [Konferensi Press] Interaksi Hati #2: Kompilasi Musik dan Video Klip, Sabtu, 12 November 2011, [Konser dan Diskusi] Pra-Event Bandung World Jazz 2011 ( BWJF’11) oleh Jendela Ide Sabuga, Minggu, 13 November 2011, [Workshop] A Guide to Music Biz, Jumat, 18 November 2011, [Pameran Fotografi] Pause/Urban Decay oleh Sandi Jaya Saputra, Jumat, 18 November 2011, [Gathering] Forum Hijau Bandung, Senin, 21 November 2011, [Diskusi] Mitigasi Kebencanaan Kota Bandung, Sabtu, 26 November 2011

    [Kelas Belajar] Kelas Karinding oleh Hendra Attack setiap hari Rabu, mulai Pk. 17.00 – 19.00 WIB | Belajar Kwasi Laras Pelog dengan Sibelius Scores setiap hari Rabu, mulai Pk. 16.00 – 17.30 WIB | Pertemuan Mingguan Bandung Oral History setiap hari Kamis, mulai Pk. 17.00 WIB | Pertemuan Mingguan Workshop DJ Openlabs x Bandung Hiphop Community setiap hari Kamis, mulai Pk. 19.00 WIB.

    [Latihan Musik] Paper Back setiap hari Senin, Pk. 14.00 – 18.00 WIB | Karinding Attack setiap hari Selasa dan Jumat | TRAH setiap hari Rabu, Pk. 18.00 – 23.00 WIB | Flava Madrim setiap hari Kamis, Pk. 13.00 – 17.00 WIB | Karinding Riot setiap hari Kamis, Pk. 17.00 – 19.00 WIB | Laras setiap hari Jumat, Pk. 18.00 – 20.00 WIB.

    [Radio Online] Madness Monday / Sixteenloops setiap hari Senin Pk. 19.00 – 22.00 WIB | Gigsonsky setiap hari Selasa Pk. 19.00 – 22.00 WIB | Gigsonsky Playmix izmir escort setiap hari Selasa Pk. 22.00 – 23.00 WIB | Neng Ita setiap hari Rabu Pk. 16.00 – 18.00 WIB | Radiologia setiap hari Rabu Pk. 19.00 – 22.00 WIB | Kamis Tiris setiap hari Kamis Pk. 19.00 – 22.00 WIB | Gigsonsky Marimar setiap hari Kamis Pk. 22.00 – 00.00 WIB | Our Playlist / Live Streaming / 24 Hours Loop**
    **tentative hari Sabtu dan Minggu

    (More …)

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel
porno ukash canta modelleri sabo terlik escort ankara escort ilan escort ankara ilan