Tagged: Media Arts RSS

  • blauloretta 5:37 am on July 9, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , , , , , , , , , Media Arts, , , , ,   

    Nu-Substance Festival 2010: Floating Horizon || Bandung, 9 July – 1 August 2010 

    Photobucket

    Nu-Substance Festival 2010: Floating Horizon
    Selama beberapa tahun terakhir, ada banyak sekali lompatan yang terjadi di dalam wilayah irisan yang mempertautkan perkembangan di bidang teknologi komunikasi, media baru dan praktik budaya dalam lingkup kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa perkembangan di bidang teknologi komunikasi dan media baru semakin mempengaruhi cara pandang kita dalam memahami kenyataan, sehingga ikut mengkonstrusi berbagai bentuk nilai dan etika yang kemudian beroperasi di tengah-tengah masyarakat.

    Di level tertentu, perkembangan ini dapat dikatakan sebagai bagian dari konstelasi baru yang berkembang melalui berbagai bentuk inovasi dan inisiatif yang menggejala di tingkat lokal maupun internasional. Bertumbuhnya akses, keterbukaan dan konektifitas yang dimungkinkan melalui penggunaan teknologi komunikasi dan media baru telah ikut membentuk wajah peradaban dunia secara global. Dalam perkembangannya, hal ini semakin meleburkan sekat teritori politik dan budaya melalui serangkaian pola interaksi sosial dan ekonomi yang baru.

    Meskipun hadir dengan sosok yang samar-samar, kemunculan kondisi baru yang berkembang saat ini setidaknya telah ikut mewarnai sebuah era yang ditandai dengan kehadiran berbagai bentuk situasi turbulensi yang melahirkan dinamika, tantangan dan riak perubahan di tengah-tengah masyarakat luas. Di satu sisi, hal ini kemudian mendorong lahirnya rasa ingin tahu dan antusiasme dalam menyambut berbagai prospek, aransemen dan spekulasi mengenai masa depan yang baru. Namun begitu, tampaknya pada saat yang bersamaan kondisi ini juga ikut menghadirkan berbagai bentuk kebingungan, keraguan dan skeptisisme yang mendalam di kalangan masyarakat luas.

    (More …)

     
  • blauloretta 9:08 am on June 3, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , Media Arts, , , ,   

    Experimentasi Media | Biosampler, 2001 

    Audio/visual experimentation by Biosampler back in 2001. Using overhead projectors (with various liquids and objects), video projectors, and slide projectors. As for Audio, we’re using pc’s running fruity loops and various tracker softwares, keyboard, bass, didgeridoos, and electric guitar. (CSB)

    For us, VJ-ing is more than projecting real time combined images on a screen. I’d like to look at it as an activity of creating an evolving visual experience/ universe. First, the gap between spectator/ performer, stage/ seat, premeditated/ spontaneous, mine/ yours etc; should be obliterated. To rebuild something we have to destroy/ deconstruct the initial form and limitations. Second, interaction and respond is imminent. By doing so, we have created a moebius loop where an idea shall move back and forth, left to right, passed from person to person, and it would evolve and change while being so. And that is Real Time Interaction. It’s like a complex game of “pong”.” (CSB)

    Biosampler
    The year 2000 was the early stage of collaborative meeting from a group of people with similar concern and interest in Muararajeun Kaler area. An intense gathering in a house that located in a dense suburban area in Bandung has emerging into a so-called ‘collective attitude’, which is regarded as an act of self-indulgent through a creative process. Each member of this collective often use computer technology, creating piles of works in analog and digital format of sounds, music, images, animations, films, etc. From personal activities, it then has expanded into a collective act to form artistic composition through the creating sensation of sounds, light, and space; which is done spontaneously and sometimes with diverse goal and objective. Some surprising results often happen from their freedom to act and create, as well as dialogues and intervention. What they did has been growing from a daily attitude into an art performance.

     
  • blauloretta 12:05 pm on March 22, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , , , Media Arts, ,   

    Meneropong Masa Depan Lewat transmediale.10: Futurity Now! 

    transmediale.10

    Oleh Gustaff H. Iskandar*

    Pertunjukan malam itu ditutup dengan sebuah dentuman besar yang membahana ke segala penjuru ruangan. Sejenak sekitar 1000 pemirsa yang hadir malam itu terkesiap senyap selama beberapa detik. Tak lama berselang, ruang auditorium House of World Culture (HKW) dipenuhi oleh riuh rendah tepuk tangan pemirsa yang mengiringi kepergian Ryoji Ikeda ke belakang panggung. Hadir dengan tajuk Pattern Recognition, acara malam itu menyuguhkan pertunjukan multimedia berjudul Materia Obscura milik Jurgen Reble & Thomas Koner (DE), serta Test Pattern yang ditampilkan oleh Ryoji Ikeda & Tomonaga Tokuyama (JP). Kedua pertunjukan ini menampilkan komposisi bebunyian yang berpadu sempurna dengan karya visual yang ditampilkan dalam format raksasa. Selama kurang lebih satu jam lamanya para pemirsa disuguhi pertunjukan bebunyian, dibalut citraan gambar bergerak yang membawa kita ke alam fantasi dan teror gelap masa depan.

    Acara di atas merupakan salah satu suguhan utama di hari ke-2 dalam rangkaian kegiatan transmediale.10, sebuah festival seni dan kultur digital yang berlangsung mulai tanggal 2 – 7 Februari 2010 di gedung HKW Berlin. Melalui tema Futurity Now!, festival transmediale.10 mengajak khalayak ramai membicarakan masa depan melalui serangkaian kegiatan pameran, konferensi, workshop, pertunjukan, pemutaran film & video. Selain itu, festival ini juga menampilkan beberapa program satelit dan konser musik yang menampilkan karya dan pemikiran dari para seniman, desainer, musisi, pemikir, kritikus, ahli teori, blogger, praktisi media dan peneliti dari berbagai belahan dunia. Beberapa diantara peserta yang terlibat diantaranya adalah Ryoji Ikeda (JP), Gabriella Giannachi (IT), Drew Hemment (UK), Regine Debatty (BE), Jem Finer (UK), Jan Edler (DE), Maja Kuzmanovic (HR/ BE), Joy Ayo Tang (TW), Jaromil (IT/ NL/ BE), Alice Miceli (BR), Tapio Makela (FI), Juliana Rotich (KE), dsb. Sejatinya festival ini membincangkan berbagai fenomena terkini dalam ranah eksplorasi di bidang seni dan teknologi, serta dampaknya secara sosial, politik, ekonomi dan kebudayaan secara luas.

    (More …)

     
  • Idharrez 9:20 am on March 12, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , , Media Arts, , ,   

    Review Workshop Visual for Live Performance 

    Photobucket

    Berikut merupakan dokumentasi dari kegiatan workshop yang diselenggarakan oleh Openlabs pada tanggal 11 Maret 2009.

    *Berita terkait baca di: http://www.tempointeraktif.com/hg/musik/2010/03/12/brk,20100312-232104,id.html

     
  • Idharrez 8:18 am on March 8, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , , Media Arts, ,   

    Workshop & Diskusi Aplikasi Video Untuk Live Performance | Common Room | 11 Maret 2010 

    biosampler

    For us, VJ-ing is more than projecting real time combined images on a screen. I’d like to look at it as an activity of creating an evolving visual experience/ universe. First, the gap between spectator/ performer, stage/ seat, premeditated/ spontaneous, mine/ yours etc; should be obliterated. To rebuild something we have to destroy/ deconstruct the initial form and limitations. Second, interaction and respond is imminent. By doing so, we have created a moebius loop where an idea shall move back and forth, left to right, passed from person to person, and it would evolve and change while being so. And that is Real Time Interaction. It’s like a complex game of “pong”.” (Chainsmokingbastard/ Biosampler)

    Date
    Thursday, March 11, 2010
    Time
    3:00 – 6:00 PM
    Location
    Common Room, Jl. Kyai Gede Utama No. 8

    Deskripsi Singkat
    Aplikasi medium video, seperti yang sudah lebih banyak dikenal terlebih dulu, dapat kita lihat pada iklan TV, film digital, maupun video klip. Dengan semakin berkembangnya teknologi video dan media digital, beberapa tahun belakangan video juga mulai dimanfaatkan untuk mendukung live performance. Pemanfaatan video dalam pertunjukan dapat menjadi pendukung dari sebuah pagelaran, selain dapat juga berdiri sendiri sebagai sebuah karya seni.

    Dalam program ini, akan membahas beberapa aspek penting pemanfaatan medium video untuk aktifitas live performance. Pendekatan untuk aplikasi ini sedikit berbeda dengan beberapa pemanfaatan video untuk kepentingan yang lain. Dalam sebuah live performance, sesuai dengan namanya, video dapat dimainkan secara langsung. Kemampuan untuk berfikir dan bertindak cepat dalam memainkan video menjadi sangat penting, karena di dalam sebuah pertunjukan dituntut kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan flow dan audience. Sangat berbeda dengan proses pembuatan video yang telah dikenal sebelumnya, dimana materi video dapat di edit sesuai dengan keinginan tanpa waktu yang terbatas.

    (More …)

     
  • blauloretta 5:45 am on February 23, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , , , , , , Media Arts, , ,   

    Critical Reflection & Speculative Review on Art, Culture, ICT/ Media in Bandung – Indonesia 

    This material was presented during the opening of 1st FOWAB gathering at Common Room, 18 February 2010. Read event review at ruangfreelance (by Dian Ara) and dailysocial (by Wiku Baskoro). FOWAB (Forum Web Anak Bandung) is being initiated by iCreativelabs, Chocaholic, Gagas Imaji, Rave Warrior, Galenic, and ThinkRooms.

     
  • blauloretta 5:15 am on November 25, 2008 Permalink | Reply
    Tags: Media Arts   

    Sedikit Catatan dari Kunjungan ke YCAM** 

    YCAM Building

    Selepas dari Kyoto, saya dan Yap Sau Bin melanjutkan perjalanan ke Fukuoka untuk menghadiri program The 4th Asian Museum Curator’s Conference. Namun sebelum langsung menuju Fukuoka, kami memutuskan untuk singgah di kota Yamaguchi dan mengunjungi Yamaguchi Center for Art and Media (YCAM). Lembaga ini didirikan pada tahun 2003 dan menjadi wadah bagi berbagai kegiatan pertunjukan, pameran, pemutaran film, kuliah umum, diskusi, serta riset dan pengembangan di bidang seni, teknologi dan media. Dirancang oleh Arata Isozaki, selain memiliki fasilitas galeri, ruang pertunjukan pertunjukan dan bioskop mini, gedung YCAM juga dilengkapi dengan perpustakaan umum yang memiliki koleksi buku, film, serta CD dengan topik yang bermacam-macam.

    Sergi Jordà, Martin Kaltenbrunner, Günter Geiger & Marcos Alonso (Music Technology Group, Universitat Pompeu Fabra, Barcelona, Spain)

    Ketika kami mengunjungi YCAM, lembaga ini tengah menyelenggarakan perayaan ulang tahun yang ke-5. Untuk kegiatan ini, YCAM menyelenggarakan sebuah pameran dengan judul “Minimum Interface“, yang menampilkan karya dari Sergi Jordà, Martin Kaltenbrunner, Günter Geiger, Marcos Alonso (Music Technology Group, Universitat Pompeu Fabra, Barcelona, Spain)/Akihiro Kubota /LEADING EDGE DESIGN/Zachary Lieberman, dan Theodore Watson/Daan Roosegaarde/SHINCHIKA/Chris Sugrue/Shunsuke Takawo. Salah satu karya yang ditampilkan dalam pameran ini adalah reacTable yang beberapa waktu kebelakang banyak menarik perhatian khalayak internasional sejak digunakan dalam tur konser Björk untuk album Volta.

    Selain melihat pameran dan meninjau beberapa fasilitas di YCAM, kami juga sempat berbincang-bincang dengan Kazuano Abe (Chief Curator) dan Miki Fukuda (InterLab Manager). Kazuano Abe mengungkapkan kebijakan kuratorial di YCAM yang berupaya untuk menampilkan karya-karya yang memanfaatkan perkembangan teknologi, eksperimentasi dan kolaborasi bagi berbagai bentuk ekspresi artistik dalam pengertian yang sangat luas dan beragam. Untuk beberapa proyek khusus, YCAM biasanya mengundang seniman untuk bekerja dan mengembangkan karya mereka di InterLab, salah satu fasilitas yang dimiliki oleh YCAM. Miki Fukuda menjelaskan keberadaan InterLab merupakan salah satu fasilitas yang penting di YCAM. Di laboratorium ini, para seniman yang terlibat dalam kegiatan YCAM dapat melakukan eksperimentasi dan kolaborasi yang ditunjang dengan fasilitas dan sumberdaya manusia yang memiliki keahlian yang sangat beragam.

    Program pendidikan untuk publik di YCAM

    Karena berbagai program dan kegiatan YCAM didukung sepenuhnya oleh pemerintah daerah Yamaguchi, maka pihak YCAM juga memiliki kewajiban untuk mengembangkan berbagai kegiatan yang dapat diakses oleh masyarakat di kota Yamaguchi. Oleh karena itu, salah satu kegiatan yang penting adalah program edukasi publik yang memungkinkan masyarakat setempat untuk mempelajari dan mengapresiasi berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh YCAM dari dekat. Salah satunya adalah kegiatan kunjungan rutin murid sekolah dasar agar dapat mengapresiasi perkembangan di bidang seni, pengetahuan dan teknologi secara langsung.

    Menurut Miki Fukuda, rencana untuk mendirikan YCAM di Yamaguchi sebetulnya sudah dikembangkan sejak 20 tahun yang lalu. Waktu itu, walikota Yamaguchi merasa perlu untuk mengembangkan sebuah kebijakan strategi kebudayaan kota Yamaguchi yang memanfaatkan perkembangan di bidang teknologi informasi. Selama 20 tahun, gagasan ini menjadi sumber perdebatan dan polemik, karena banyak pihak yang meragukan manfaat langsung dari kebijakan ini. Baru pada tahun 2003 rencana ini kemudian diimplementasikan ketika YCAM didirikan sebagai sebuah lembaga yang mengambil fokus pada kegiatan kebudayaan dan teknologi.

    Setelah 5 tahun berselang, saat ini banyak anggota masyarakat yang mulai melihat manfaat langsung dari YCAM. Melalui berbagai kegiatan yang dikembangkan oleh YCAM, kota Yamaguchi kemudian memiliki reputasi yang cemerlang di bidang perkembangan budaya kontemporer dan teknologi. Selain itu, kota ini juga berhasil meraih reputasi di level internasional yang membuat kota Yamaguchi memiliki daya tarik tersendiri. Kembali menurut Miki Fukuda, beberapa tahun kebelakang generasi muda kota Yamaguchi yang sebelumnya pindah ke kota lain mulai kembali dan mengembangkan berbagai kegiatan mereka di kota ini. Dalam hal ini, keberadaan YCAM tampaknya telah berhasil melahirkan kembali energi kreatifitas kota Yamaguchi.

    ** Untuk laporan lengkap dari kegiatan kunjungan ke Jepang, silahkan kunjungi blog dengan alamat http://visitingjapan.wordpress.com.

     
  • blauloretta 7:29 am on July 22, 2008 Permalink | Reply
    Tags: , , Media Arts, , ,   

    Nu-Substance Helar Festival 2008 | 28 Juli – 9 Agustus 2008 

    Photobucket

    Opening Ceremony
    28 July 2008. Start 5 PM
    Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8
    Bandung – Indonesia

    Experimental Music Instrument Exhibition
    28 July 2008 – 8 Agustus 2008. Everyday from 9 AM – 9 PM
    Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8
    Bandung – Indonesia

    featuring:
    Evan (Storn), Deena Dellyana (Homogenic)

    Public Lecture
    28 July 2008. Start 7 PM
    Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8
    Bandung – Indonesia
    featuring:
    Rob van Kranenburg (Head of program public domain at WAAG Society, Netherland)
    http://waag.org
    Theme: “Media & Creativity”

    Experimental Music Instrument Workshop
    29 July 2008 – 31 July 2008. Start 10 AM – 3 PM
    Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8
    Bandung – Indonesia
    Workshop by: Evan (Storn) and Deena Dellyana (Homogenic)

    Experimental Music Instrument Presentation
    31 July 2008. Start 7 PM – 9 PM
    Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8
    Bandung – Indonesia
    by: Evan (Storn) and Deena Dellyana (Homogenic)

    Blogging Discussion
    7 August 2008. Start 7 PM – 9 PM
    Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8
    Bandung – Indonesia
    by: Ryan Koesuma (deathrockstar.info), Salomo (detik.com), dan Komunitas Blogger Bandung

    Nu-Substance Helar Concert
    2 August 2008. Start 3 PM – over
    Galeri Kita, Jl. L.L.R.E. Martadinata (Jl. Riau) no. 209
    Bandung – Indonesia

    featuring:
    Electrofux feat. Adorable Assassins
    Elang Eby & Vocaphonic
    Souldelay
    Digitalove (Deena Homogenic’s solo project)
    These R Fake
    BottleSmoker
    Europe in de Tropen

    VJ:
    The Hairy Monster
    Caterpillar Boy
    Killafternoon
    Gluttonberg

    Software Presentation
    6 August 2008. Start 7 PM – 9 PM
    Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8
    Bandung – Indonesia
    by: Arry Aradaz (http://aradaz.blogspot.com/)

    Nu-Substance Helar Concert
    COSTUME PARTY CALLING !!!
    9 August 2008. start 10pm – till drop!
    Pure Lounge, Paris van Java Mall. Jl. Sukajadi Bandung Indonesia
    performers:
    Ademus vs Gerry (final scratch back2back),
    Agrikulture (deck & fx)
    DMZ (deck & fx)
    Dxxxt
    FUXX
    Monix Metronix

    **Wear your badass best costume, because there’s an limited present from LOVEAT!
    remember: your costume is your invitation, if you’re not wear your invitation your not invited!

    Further info:
    mail: theopenlabs@yahoo.com
    web: http://openlabs.commonroom.info
    phone : Kobe (081931475095)

     
    • Ihwan 7:53 am on August 8, 2008 Permalink

      Acara yang melelahkan pastinya bwt panitia, salut buat ide2 kretifnya…
      Go .bdg Go!

  • blauloretta 2:50 pm on February 17, 2008 Permalink | Reply
    Tags: , Media Arts, ,   

    Workshop One Minute Video | Kineruku – Common Room Networks Foundation – Videolab | 19 Feb – 2 March 2008 

    Photobucket

    Melanjutkan penyelenggaraan Ganesha Film Festival 2008, Liga Film Mahasiswa (LFM) bekerjasama dengan Kineruku, Common Room Networks Foundation dan Videolab bermaksud untuk menyelenggarakan workshop “One Minute Video” yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 19 Februari s/d 1 Maret 2008. One Minute Video adalah sebuah genre film dan video berdurasi singkat yang memberi penekanan pada keragaman eksplorasi bahasa artistik dan teknik produksinya. Ciri utama dari genre “One Minute” adalah durasi film dan video yang tepat 1 menit atau 60 detik (termasuk title).

    Agenda Program
    Program ini diharapkan dapat menyebarluaskan minat masyarakat untuk mengembangkan dan mengapresiasi perkembangan film dan video berdurasi pendek di kota Bandung. Selain itu, kegiatan ini juga ditujukan untuk mendorong perkembangan genre One Minute Video di kota Bandung, meliputi pengembangan eksplorasi bahasa artistik dan teknik produksi film dan video berdurasi pendek. Rencananya, hasil workshop ini akan dirangkum menjadi kompilasi Bandung One Minute Video Compilation 2008 dan akan diikutsertakan dalam ajang pemutaran One Minute Video Festival di acara Olimpiade Beijing bekerjasama dengan organisasi OneMinuteFoundation (Belanda).

    Peserta
    Rencananya kegiatan ini akan melibatkan komunitas masyarakat umum di kota Bandung, termasuk komunitas pelajar dan mahasiswa. Untuk sementara kegiatan ini akan dibatasi dengan melibatkan 30 peserta (individu dan kelompok) yang diharapkan dapat menghasilkan 30 karya film dan video berdurasi pendek. Untuk kegiatan workshop, panitia akan menetapkan biaya workshop sebesar Rp. 30.000,- untuk biaya sertifikat dan konsumsi peserta selama workshop berlangsung.

    * Informasi lengkap dan formulir pendaftaran bisa di dowload di halaman ini.

     
  • blauloretta 2:12 pm on August 7, 2007 Permalink | Reply
    Tags: , , Media Arts, ,   

    Roundup: Multimedia Blogging & Podcasting Workshop @ r-ICT / Portable.MediaLab 

    By Ryan Koesuma (http://www.deathrockstar.info)

    Just finishes the workshop this afternoon. It turned up to be a meaningful experience. What I thought was gonna be a simple and casual Q&A (based on what Gustaff described to me before) turned up to be a really really serious seminar in a meeting room. I was panicked as shit, since I didn’t really prepared any arranged materials. So I had to improvised and let the adrenaline and narcissism do the talking. On the other hand, beside the mumbling habit, I think I do fine.

    About 50 people or so showed up, the meeting room is quite full. The crowd varies, from highschool students to middle-aged citizens. I didn’t noticed that much. But there were no questions at all in sessions, only after that people started coming to me to ask for questions. I guess it’s a normal habit for the people here.

    Thanks to Gustaff, Reina, Mbak Nunung, Bram and the rest of the folks. I hope someday we could do something like this again.

    If you haven’t come to the conference, please come, there will be a screen print workshop by Luki, VJ workshop by Niang, and music-making workshop by Dina, also performances by Polyester Embassy and Rock N Roll Mafia this afternoon.

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel