<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Common Room Networks Foundation &#187; Human Rights</title>
	<atom:link href="http://commonroom.info/tag/human-rights/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://commonroom.info</link>
	<description>Open Platform for Art, Culture &#38; ICT/Media &#124;&#124; Bandung - Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 20:27:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Pernyataan Keperihatinan atas Konflik Antar Agama dan Perbedaan Keyakinan di Indonesia</title>
		<link>http://commonroom.info/2011/keperihatinan-konflik-antar-agama/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2011/keperihatinan-konflik-antar-agama/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Feb 2011 16:14:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Campaign]]></category>
		<category><![CDATA[Human Rights]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=1827</guid>
		<description><![CDATA[Pada tanggal 6 Februari 2011, sebuah insiden kekerasan atas nama agama kembali terjadi di Bumi Pertiwi. Tiga korban tewas dan enam orang terluka parah dalam sebuah peristiwa penyerangan terhadap warga Ahmadiyah di daerah Cikeusik, Pandeglang &#8211; Banten. Dua hari setelah insiden ini, kekerasan kembali terjadi di daerah Temanggung – Jawa Tengah. Terjadi kericuhan massa pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada tanggal 6 Februari 2011, sebuah insiden kekerasan atas nama agama kembali terjadi di Bumi Pertiwi. Tiga korban tewas dan enam orang terluka parah dalam sebuah peristiwa penyerangan terhadap warga Ahmadiyah di daerah Cikeusik, Pandeglang &#8211; Banten. Dua hari setelah insiden ini, kekerasan kembali terjadi di daerah Temanggung – Jawa Tengah. Terjadi kericuhan massa pada sidang pengadilan kasus penistaan agama di Pengadilan Negeri Temanggung. Tiga bangunan gereja dan satu sekolah dibakar dalam peristiwa ini. Kedua insiden ini menambah deretan berbagai kasus kericuhan dan kekerasan atas nama agama dan perbedaan keyakinan di Indonesia.</p>
<p>Insiden ini memberikan cerminan bahwa kerukunan antar umat beragama dan kebebasan untuk memeluk agama dan keyakinan yang berbeda masih menjadi persoalan bagi sebagian warga negara yang memiliki prinsip Bhineka Tunggal Ika. Selain itu, insiden ini juga menjadi gambaran bahwa upaya untuk penegakan prinsip Hak Asasi Manusia (HAM), khususnya hak sipil dan politik bagi warga negara sebagaimana tercantum dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia serta Kovenan Internasional Tentang Hak-Hak Sipil dan Politik yang telah diratifikasi oleh pemerintah Indonesia belum terjamin sepenuhnya.</p>
<p>Terkait dengan berbagai kericuhan dan tindak kekerasan atas nama agama dan keyakinan yang berbeda di Indonesia, kami menyatakan duka dan keprihatinan yang mendalam. Untuk itu, dalam kesempatan ini kami juga menyampaikan pernyataan sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Mendukung pemerintah untuk melakukan penyidikan dan menghukum tegas pelaku kerusuhan dan kekerasan atas nama perbedaan agama serta keyakinan di Republik Indonesia.</li>
<li>Mendorong pemerintah untuk merehabilitasi korban kerusuhan dan kekerasan atas nama perbedaan agama serta keyakinan di Republik Indonesia.</li>
<li>Mendorong pemerintah untuk mencabut berbagai produk kebijakan dan undang-undang diskriminatif yang ikut memicu kericuhan, serta mencederai prinsip kebebasan untuk memeluk agama dan keyakinan yang berbeda di Republik Indonesia.</li>
<li>Mendorong pemerintah untuk menjamin kebebasan warga negara dalam memeluk agama dan keyakinan yang berbeda di Republik Indonesia.</li>
<li>Mengutuk siapapun yang menciptakan konflik, kericuhan, serta melakukan tindak kekerasan atas dasar perbedaan agama serta keyakinan untuk kepentingan politik tertentu.</li>
<li>Mengajak seluruh warga masyarakat sipil untuk menjunjung tinggi prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia; termasuk nilai-nilai toleransi, kesetaraan dan kebebasan untuk memeluk agama, keyakinan, serta keberagaman budaya di Republik Indonesia.</li>
</ol>
<p>Demikian pernyataan keperihatinan ini kami sampaikan sebagai manifestasi kesadaran warga masyarakat sipil yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas yang adil dan beradab.</p>
<p>Bandung, 12 Februari 2011*<br />
Common Room Networks Foundation<br />
Jl. Kyai Gede Utama no. 8<br />
Bandung 40132<br />
URL: <a href="http://commonroom.info" rel="nofollow">http://commonroom.info</a></p>
<p><em>* Dibacakan pada pembukaan pertunjukan Sarupaning Beja yang diinisiasi oleh kelompok Trah Project di CCF Bandung pada tanggal yang sama.</em></p>
<p>Dukung Petisi Perlindungan Kebebasan Memeluk Kepercayaan dan Beribadah Sesuai Kepercayaannya melalui laman berikut ini: <a href="http://www.petitiononline.com/agamaind/petition.html" target="_blank">http://www.petitiononline.com/agamaind/petition.html</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2011/keperihatinan-konflik-antar-agama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pertunjukan Teater “WUJUDKAN MIMPIMU” &#124; 10 Februari 2011, Pk. 19.00 WIB – selesai</title>
		<link>http://commonroom.info/2011/wujudkan-mimpimu-februari-2011/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2011/wujudkan-mimpimu-februari-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Feb 2011 10:00:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Human Rights]]></category>
		<category><![CDATA[Performance]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=1723</guid>
		<description><![CDATA[Cerita tentang kehidupan yang keras di jalanan dan bagaimana mimpi-mimpi bisa menjadi kenyataan. Saat ini lebih dari 5000 anak jalanan di Bandung tidak memiliki kesempatan untuk menemukan bakatnya. Kreatifitas mereka tidak tersalurkan karena mereka harus bertahan hidup di jalanan. KHA pasal 31 menyatakan setiap anak, tak terkecuali anak jalanan, mempunyai hak untuk menikmati seni, budaya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-1729" title="Wujudkan Mimpimu" src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2011/02/poster.jpg" alt="" width="640" height="1183" /></p>
<p>Cerita tentang kehidupan yang keras di jalanan dan bagaimana mimpi-mimpi bisa menjadi kenyataan. Saat ini lebih dari 5000 anak jalanan di Bandung tidak memiliki kesempatan untuk menemukan bakatnya. Kreatifitas mereka tidak tersalurkan karena mereka harus bertahan hidup di jalanan. KHA pasal 31 menyatakan setiap anak, tak terkecuali anak jalanan, mempunyai hak untuk menikmati seni, budaya, waktu luang, istirahat dan rekreasi. Melalui kegiatan seni dan budaya, anak jalanan mempunyai peluang untuk mengembangkan bakat, kepribadian, keterampilan sosial dan personal.</p>
<p>Dalam mendukung anak-anak tersebut menemukan jati dirinya, maka Ubuntu Theatre Organisation, mainteater dan Yayasan Bahtera Bandung melakukan kerjasama dalam bidang seni budaya berupa pelatihan teater, seni tari, seni suara dan seni gambar. Para peserta dipicu untuk berpikir kreatif, yang hasilnya kemudian diproses menjadi sebuah bentuk ekspresi untuk memperjuangkan hak-hak mereka dan mengekspresikan kisah jalanan yang menyentuh kepada masyarakat umum.</p>
<p><strong>Jadwal Pementasan</strong><br />
Rabu, 2 Februari 2011<br />
19.00 WIB &#8211; selesai | SDN Sukaraja, Jl. Terusan Pasteur, Bandung</p>
<p>Jumat, 4 Februari 2011<br />
19.00 WIB &#8211; selesai | Studio Rosid, Jl. Cigadung Raya Tengah no. 42/2, Babakan Jami &#8211; Bandung</p>
<p>Senin, 7 Februari 2011<br />
19.00 WIB &#8211; selesai | Gedung Indonesia Menggugat, Jl. Perintis Kemerdekaan no. 5, Bandung</p>
<p>Kamis, 10 Februari 2011<br />
19.00 WIB &#8211; selesai | Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p><span id="more-1723"></span></p>
<p><strong>Tim Kerja</strong><br />
Sutradara Heliana Sinaga, Renske Hofman | Konsultan Adi Prasetyo, Yayasan Bahtera | Dramaturg Wawan Sofwan | Produser Linda Eijssen, Pradetya Novitri, Rully Hendarsyah | Koreografer Icha Nuraeni, Deden Syarief | Penata Musik Enry Johan Jaohari, Luky M. Hidayat | Penata Artistik Maja Markovic, Rizkika Lukman Hakim, Mohammad Aditya | Videografer Maritta Versnel | Stage Manager Karlinda Sebastian | Desain Grafis Nopan Riefianto | Fotografer Agus Bebeng, Septianjar Muharam S. | Penerjemah Permata Andhika Rahardja, Fitri Derisyandi, Frinandi, Pusta Herry Kurnia, Riobie Thitano Navayo | Penjaga Sekolah Pak Amuy | Juga dibantu oleh: Orang tua anak-anak komunitas Tol Pasteur, Bapak A. Hadi Utomo, Bapak Tamami Zain, Faisal Cakra Buana, Maman Suparman, Marieke Janna de Lange, Lina Moeis, staff Yayasan Bahtera, ensemble mainteater, teman Ubuntu.</p>
<p><strong>Profil Organisasi</strong><br />
<strong>Ubuntu Theatre Organisation</strong> berjuang sekuat tenaga agar anak-anak jalanan merasa diterima. Bekerja sama dengan organisasi-organisasi lokal di seluruh dunia, kami memastikan anak jalanan dapat bersinar melalui pementasan teater yang dibuat oleh mereka sendiri! Ubuntu didirikan di Belanda sejak tahun 2006.</p>
<p><strong>Yayasan Bahtera Bandung</strong> adalah sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang Perlindungan Anak serta isu Trafficking. Pada tahun 2010, Akta Pendirian Yayasan Bahtera – Bandung diperbaharui dan telah mendapatkan pengesahan dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: AHU – 1244.AH.01.04. tahun 2010 tentang Pengesahan Yayasan.</p>
<p><strong>mainteater</strong> dibentuk pada tahun 1994 oleh beberapa teaterawan dari Indonesia dan Australia. Tujuan pembentukannya adalah untuk membina pertukaran kebudayaan antarbangsa melalui pertunjukan teater serta pengkajian seni budaya pada umumnya.</p>
<p><strong>Informasi lebih lanjut:</strong><br />
Pradetya Novitri: 08562057993 | <a href="mailto:pradetya.novitri@gmail.com">pradetya.novitri@gmail.com</a><br />
Linda Eijssen: 085811307365 | <a href="mailto:linda@ubuntutheatre.org">linda@ubuntutheatre.org</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2011/wujudkan-mimpimu-februari-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peringatan 3 Tahun Insiden AACC &#124; Pengajian &amp; Rilis Buku Memoar Melawan Lupa &#124; Common Room, 9 Februari 2011</title>
		<link>http://commonroom.info/2011/memoar-melawan-lupa/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2011/memoar-melawan-lupa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Feb 2011 13:50:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Campaign]]></category>
		<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Human Rights]]></category>
		<category><![CDATA[Ujungberung Update]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=1769</guid>
		<description><![CDATA[Waktu &#38; Tempat: 9 Februari 2011 &#124; Pk. 18.00 &#8211; selesai &#124; Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung &#124; Penyelenggara: Solidaritas Independen Bandung (SIB) (Acara akan ditutup dengan kegiatan tabur bunga di Gedung AACC/ New Majestic Bandung) Pengantar oleh Addy Gembel (Forgotten) 9 Februari 2008 adalah peristiwa paling kelam yang menghantam ranah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2011/02/melawan_lupa.jpg" alt="" /></p>
<p>Waktu &amp; Tempat: 9 Februari 2011 | Pk. 18.00 &#8211; selesai | Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung | Penyelenggara: Solidaritas Independen Bandung (SIB)<br />
<em>(Acara akan ditutup dengan kegiatan tabur bunga di Gedung AACC/ New Majestic Bandung)</em></p>
<p><strong>Pengantar oleh Addy Gembel (Forgotten)</strong><br />
9 Februari 2008 adalah peristiwa paling kelam yang menghantam ranah dunia musik independen di kota Bandung dan Indonesia pada umumnya. 11 anak muda meninggal dunia dengan cara yang sangat mengenaskan diluar arena gedung pertunjukan musik AACC. Akibat setelahnya adalah stigmatisasi komunitas musik metal oleh masyarakat luas. Masyarakat awam menghujat, sementara pihak aparat dan birokrat melakukan kontrol ketat serta pembatasan perizinan bagi pertunjukan musik metal di kota Bandung.</p>
<p>9 Februari 2011. Genap sudah 3 tahun peristiwa itu berlalu. Dikalangan komunitas musik telah terjadi banyak perubahan kearah yang lebih baik. Mereka mau belajar dan mampu melakukan introspeksi ke dalam internal komunitas. Selain itu mereka juga melakukan pembenahan jaringan yang telah terbentuk sebagai bentuk penyikapan konkret paska insiden.</p>
<p>Lain halnya dengan sikap aparat keamanan dan jajaran birokrasi. Mereka seolah terus dihantui oleh ketakutan dan malah menjadikan musik metal underground sebagai sesuatu yang harus dilarang. Mereka hanya bisa menjanjikan banyak hal terkait dengan fasilitas yang memang seharusnya menjadi hak anak muda di kota Bandung, agar dapat menyalurkan ekspresi secara aman dan beradab. Janji itu hingga kini tak pernah terealisasi.</p>
<p>Ada banyak hal yang terjadi selama 3 tahun terakhir terkait dengan paska tragedi 9 Februari 2011. Semua fakta tersebut berhasil dirangkum oleh Kimung dalam bentuk kumpulan jurnal dan artikel yang diberi judul “Memoar Melawan Lupa”. Buku ini dirilis dalam rangka memperingati 3 tahun paska insiden AACC dan dipersembahkan khusus kepada para korban, serta keluarga almarhum. Buku ini juga dipersembahkan untuk komunitas musik metal underground pada umumnya.</p>
<p>Peringatan 3 tahun AACC adalah bagian dari manifestasi kami sebagai individu dan komunitas masyarakat untuk melawan lupa. Melawan lupa adalah cara terbaik untuk menjadikan diri kita lebih beradab dan bisa belajar untuk peradaban yang lebih baik. Kematian hanyalah suatu media untuk melahirkan kehidupan yang baru sebagai sebuah dialektika alam. Melawan Lupa adalah cara untuk memanusiakan manusia. Sejarah selalu dibangun dengan darah, sementara kalian membangunnya dengan cinta.</p>
<p><em>*Teruntuk: Novi Febriani, Diki Jaelani Sidik, Agung Fauzi, M. Yusuf Ferdian, Ahmad Wahyu, Ahmad Furqon Ramdhani, Novan, Yudi Kurniadi, Kristianto, Dodi dan Entis.</em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2011/memoar-melawan-lupa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pernyataan Sikap Solidaritas Independen Bandung (SIB) Untuk Perkara Video Nazriel Irham (Ariel)</title>
		<link>http://commonroom.info/2011/pernyataan-sikap-solidaritas-independen-bandung-sib-untuk-perkara-video-nazriel-irham-ariel/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2011/pernyataan-sikap-solidaritas-independen-bandung-sib-untuk-perkara-video-nazriel-irham-ariel/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Jan 2011 04:31:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Campaign]]></category>
		<category><![CDATA[Free Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Human Rights]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=1704</guid>
		<description><![CDATA[Solidaritas Independen Bandung (SIB), adalah kelompok kerja yang terdiri dari beberapa orang pelaku kultur independen yang secara praksis berfungsi sebagai Crisis Center. Ide pembentukan SIB pertama kali digagas oleh beberapa kawan pada bulan Desember 2007, untuk mewadahi aktifitas penggiat kultur independen yang peka terhadap situasi dan lingkungan sosial yang ada. Selain itu, SIB juga dibentuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Solidaritas Independen Bandung (SIB), adalah kelompok kerja yang terdiri dari beberapa orang pelaku kultur independen yang secara praksis berfungsi sebagai Crisis Center. Ide pembentukan SIB pertama kali digagas oleh beberapa kawan pada bulan Desember 2007, untuk mewadahi aktifitas penggiat kultur independen yang peka terhadap situasi dan lingkungan sosial yang ada. Selain itu, SIB juga dibentuk sebagai respon atas berbagai bentuk krisis yang terjadi melalui beberapa cara yang kami pikir dapat menjadi bagian dari upaya untuk membentuk gerakan solidaritas yang sejati.</p>
<p>Secara garis besar SIB adalah wahana yang dibentuk untuk menyikapi berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan para penggiat kultur independen. SIB juga merupakan wahana interaksi sosial antar penggiat kutur independen, serta wahana interaksi antar individu, kelompok atau organisasi manapun sebagai suatu manifestasi sosial yang paling nyata demi terwujudnya proses demokratisasi di tingkat akar rumput.</p>
<p>SIB memandang bahwa kehidupan yang demokratis akan terwujud ketika partisipasi masyarakat dapat lekat dengan proses politik, hukum dan kebudayaan. Salah satu prasyarat utama dalam mewujudkan partisipasi itu adalah melalui prinsip keterbukaan dan transparansi. Beberapa hal yang memungkinkan tegaknya prinsip keterbukaan adalah:</p>
<ol>
<li>Hak untuk mengetahui (<em>right to know/ meeweten</em>) secara utuh, benar dan akurat.</li>
<li>Hak untuk memikirkan (<em>right to think/ meedenken</em>); terlibat dalam pemikiran, pengkajian dan penelitian tentang sikap yang baik dalam menjalani kehidupan sosial.</li>
<li>Hak untuk menyatakan pendapat (<em>right to speech/ meespreken</em>)</li>
<li>Hak untuk mempengaruhi pengambilan keputusan (<em>right to participate in decision making process/ meebeslissen</em>)</li>
<li>Hak untuk mengawasi pelaksanaan keputusan (<em>right to watch in implementing the decision/ meetoezien</em>) kontrol masyarakat.</li>
</ol>
<p>Terkait dengan apa yang menimpa saudara kami Ariel, maka dengan ini kami menyatakan pernyataan sikap sebagai berikut:</p>
<ol>
<li> Kami nyatakan bahwa Ariel adalah korban dari penyalahgunaan dokumen pribadi yang disebarkan melalui media internet oleh orang yang tidak bertanggung jawab, sehingga kami mendorong agar proses mengambil putusan sidang memandang persoalan ini secara proporsional (berimbang).</li>
<li>Menolak bentuk kriminalisasi korban dengan cara memasung hak kebebasan berekspresi di wilayah kesenian dalam bentuk pencekalan dan pelarangan konser dimuka umum yang berakibat pada dilanggarnya hak ekonomi Ariel sebagai seorang musisi.</li>
<li>Menolak segala bentuk teror, intimidasi dan intervensi selama proses persidangan yang dilakukan oleh golongan atau kelompok yang mengatasnamakan agama.</li>
<li>Menolak politisasi kasus yang menimpa Ariel sebagai bagian dari strategi pengalihan isu yang kerap membiaskan pandangan masyarakat atas berbagai persoalan yang sedang menimpa bangsa ini.</li>
<li>Turut mendukung terjadinya proses pengadilan yang adil, independen dan transparan sebagai bagian dari pemenuhan rasa keadilan.</li>
</ol>
<p>Demikian pernyataan sikap ini dibuat. Hal ini kami sampaikan karena kami menilai hukum sejauh ini belum menjadi institusi yang dapat mendorong ajegnya perlindungan akan hak individu. Upaya penegakan hukum dan perlindungan hak adalah prinsip yang bekerja secara paralel. Kesadaran masyarakat memiliki posisi yang strategis sebagai fondasi masyarakat madani (<em>civil society</em>). Budaya sebagai manifestiasi dari proses interaksi sosial akan mengambil peran yang sangat strategis dalam upaya mewujudkan kesadaran publik akan pentingnya supremasi hukum yang berlandaskan pada hak asasi manusia.</p>
<p>Bandung, 26 Januari 2011</p>
<p><strong>Solidaritas Independen Bandung (SIB)</strong></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2011/pernyataan-sikap-solidaritas-independen-bandung-sib-untuk-perkara-video-nazriel-irham-ariel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rumah Cemara: Support Team Indonesia for Homeless World Cup 2011</title>
		<link>http://commonroom.info/2011/rumah-cemara-for-homeless-world-cup-2011/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2011/rumah-cemara-for-homeless-world-cup-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Jan 2011 07:49:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Campaign]]></category>
		<category><![CDATA[Human Rights]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=1623</guid>
		<description><![CDATA[Please support Rumah Cemara for Team Indonesia in their effort to travel to Paris and participate in the Homeless World Cup 2011. Simply visit this link and click the &#8220;ChipIn&#8221; button to the right to contribute.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/rumahcemara.jpg" border="0" alt="Rumah Cemara" width="480" height="360" /></p>
<p>Please support <a href="http://www.rumahcemara.org/" target="_blank">Rumah Cemara</a> for Team Indonesia in their effort to travel to Paris and participate in the <a href="http://www.homelessworldcup.org/" target="_blank">Homeless World Cup</a> 2011.  Simply <a href="http://rumahcemara.chipin.com/team-indonesia-2011" target="_blank">visit this link</a> and click the &#8220;ChipIn&#8221; button to the right to contribute.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2011/rumah-cemara-for-homeless-world-cup-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kiri Hijau Kanan Merah (Watchdoc, 2009)</title>
		<link>http://commonroom.info/2010/kiri-hijau-kanan-merah-watchdoc-2009/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2010/kiri-hijau-kanan-merah-watchdoc-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Sep 2010 09:00:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Campaign]]></category>
		<category><![CDATA[Human Rights]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=1465</guid>
		<description><![CDATA[Video dokumenter tentang kehidupan Munir, seorang aktifis HAM Indonesia yang tewas dibunuh di pesawat dalam perjalanan menuju Belanda pada tanggal 7 September 2004. Sampai saat ini kasus pembunuhan Munir belum menemukan titik terang walaupun beberapa pelaku yang diduga terlibat telah dihukum penjara. Video ini diproduksi oleh Andhy Panca (Watchdoc) dan disutradarai oleh Dandhy Dwi Laksono. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><object width="480" height="361" id="_player-videoview" name="_player-videoview" data="http://www.engagemedia.org/%2B%2Bresource%2B%2Bplumi.skin.flowplayer/flowplayer-3.2.2.swf" type="application/x-shockwave-flash"><param name="movie" value="http://www.engagemedia.org/%2B%2Bresource%2B%2Bplumi.skin.flowplayer/flowplayer-3.2.2.swf" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="flashvars" value='config={"playlist":[{"url":"http://www.engagemedia.org/Members/yerry/videos/kiri_hijau_kanan_merah-1.mp4/thumbnailImage","type":"image"},{"url":"http://videos.engagemedia.org/transcoded/http/www.engagemedia.org/Members/yerry/videos/kiri_hijau_kanan_merah-1.mp4/download/video_file/kiri_hijau_kanan_merah-1.mp4/mp4/kiri_hijau_kanan_merah-1.mp4","autoPlay":false,"autoBuffering":false,"bufferLength":5}],"clip":{"url":"http://videos.engagemedia.org/transcoded/http/www.engagemedia.org/Members/yerry/videos/kiri_hijau_kanan_merah-1.mp4/download/video_file/kiri_hijau_kanan_merah-1.mp4/mp4/kiri_hijau_kanan_merah-1.mp4"}}' /></object></p>
<p>Video dokumenter tentang kehidupan Munir, seorang aktifis HAM Indonesia yang tewas dibunuh di pesawat dalam perjalanan menuju Belanda pada tanggal 7 September 2004. Sampai saat ini kasus pembunuhan Munir belum menemukan titik terang walaupun beberapa pelaku yang diduga terlibat telah dihukum penjara. Video ini diproduksi oleh Andhy Panca (Watchdoc) dan disutradarai oleh Dandhy Dwi Laksono.</p>
<p>Silahkan mengakses informasi lebih detail mengenai Munir di laman <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Munir_Said_Thalib" target="_blank">Wikipedia</a><br />
Silahkan unduh video di laman <a href="http://www.engagemedia.org/Members/yerry/videos/kiri_hijau_kanan_merah-1.mp4/@@download/video_file/kiri_hijau_kanan_merah-1.mp4" target="_blank">Engagemedia</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2010/kiri-hijau-kanan-merah-watchdoc-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
<enclosure url="http://videos.engagemedia.org/transcoded/http/www.engagemedia.org/Members/yerry/videos/kiri_hijau_kanan_merah-1.mp4/download/video_file/kiri_hijau_kanan_merah-1.mp4/mp4/kiri_hijau_kanan_merah-1.mp4" length="211385441" type="video/mp4" />
		</item>
		<item>
		<title>Nu-Substance Festival 2010: Floating Horizon &#124;&#124; Bandung, 9 July &#8211; 1 August 2010</title>
		<link>http://commonroom.info/2010/nu-substance-festival-2010-floating-horizon-9-july-1-august-2010/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2010/nu-substance-festival-2010-floating-horizon-9-july-1-august-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jul 2010 05:37:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Campaign]]></category>
		<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Concert]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Electronic Music]]></category>
		<category><![CDATA[Environment]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[FOSS]]></category>
		<category><![CDATA[Gathering]]></category>
		<category><![CDATA[Human Rights]]></category>
		<category><![CDATA[Localities]]></category>
		<category><![CDATA[Media Arts]]></category>
		<category><![CDATA[Media Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Oral History]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Urbanism]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=1287</guid>
		<description><![CDATA[Nu-Substance Festival 2010: Floating Horizon Selama beberapa tahun terakhir, ada banyak sekali lompatan yang terjadi di dalam wilayah irisan yang mempertautkan perkembangan di bidang teknologi komunikasi, media baru dan praktik budaya dalam lingkup kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa perkembangan di bidang teknologi komunikasi dan media baru semakin mempengaruhi cara pandang kita dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/poster_leaflet_nusubs_low.jpg" border="0" alt="Photobucket" /></p>
<p><strong>Nu-Substance Festival 2010: Floating Horizon</strong><br />
Selama beberapa tahun terakhir, ada banyak sekali lompatan yang terjadi di dalam wilayah irisan yang mempertautkan perkembangan di bidang teknologi komunikasi, media baru dan praktik budaya dalam lingkup kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa perkembangan di bidang teknologi komunikasi dan media baru semakin mempengaruhi cara pandang kita dalam memahami kenyataan, sehingga ikut mengkonstrusi berbagai bentuk nilai dan etika yang kemudian beroperasi di tengah-tengah masyarakat.</p>
<p>Di level tertentu, perkembangan ini dapat dikatakan sebagai bagian dari konstelasi baru yang berkembang melalui berbagai bentuk inovasi dan inisiatif yang menggejala di tingkat lokal maupun internasional. Bertumbuhnya akses, keterbukaan dan konektifitas yang dimungkinkan melalui penggunaan teknologi komunikasi dan media baru telah ikut membentuk wajah peradaban dunia secara global. Dalam perkembangannya, hal ini semakin meleburkan sekat teritori politik dan budaya melalui serangkaian pola interaksi sosial dan ekonomi yang baru.</p>
<p>Meskipun hadir dengan sosok yang samar-samar, kemunculan kondisi baru yang berkembang saat ini setidaknya telah ikut mewarnai sebuah era yang ditandai dengan kehadiran berbagai bentuk situasi turbulensi yang melahirkan dinamika, tantangan dan riak perubahan di tengah-tengah masyarakat luas. Di satu sisi, hal ini kemudian mendorong lahirnya rasa ingin tahu dan antusiasme dalam menyambut berbagai prospek, aransemen dan spekulasi mengenai masa depan yang baru. Namun begitu, tampaknya pada saat yang bersamaan kondisi ini juga ikut menghadirkan berbagai bentuk kebingungan, keraguan dan skeptisisme yang mendalam di kalangan masyarakat luas.</p>
<p><span id="more-1287"></span></p>
<p>Dalam konteks ini dapat dikatakan bahwa kita telah menemukan cerminan semangat zaman yang dipenuhi dengan ambivalensi dan kontradiksi. Kondisi ini barangkali dapat digambarkan melalui sebentuk cakrawala yang mengambang (<em>floating horizon</em>), yang menyiratkan garis pertemuan dua titik ekstrim dari imajinasi kolektif yang saling tarik-menarik. Dualisme pandangan yang mewarnai persepsi dalam menghadapi kenyataan keseharian yang ada setidaknya telah melahirkan rasa gamang yang senantiasa menuntut kita untuk bersikap awas dan hati-hati. Hal ini terutama diperlukan untuk menyoroti berbagai bentuk kondisi yang secara langsung ikut menyentuh persoalan yang terkait dengan kehidupan masyarakat sipil dan persoalan lingkungan hidup yang saat ini tengah diwarnai oleh berbagai bentuk kesenjangan, disfungsi dan krisis yang sangat parah.</p>
<p>Seiring dengan uraian di atas, Nu-Substance Festival 2010: Floating Horizon mengajak khalayak ramai untuk mengambil jeda dan menelusuri kembali berbagai bentuk fenomena yang terkait dengan kehidupan masyarakat sipil dan kondisi lingkungan yang ada saat ini, khususnya dalam ranah yang terkait dengan perkembangan teknologi komunikasi dan media baru. Melalui beberapa kegiatan yang akan digelar, diharapkan masyarakat luas dapat mengambil jarak untuk melakukan dialog dan refleksi, serta bernegosiasi dengan berbagai bentuk perubahan situasi dan konstelasi perkembangan zaman yang baru. Dalam hal ini, penyelenggaraan Nu-Substance Festival 2010: Floating Horizon juga merupakan sebuah bentuk tawaran atau bahkan konfrontasi wacana dan praktik yang sekaligus merupakan upaya konsolidasi untuk menemukan taktik, strategi dan manuver untuk menyikapi berbagai bentuk perubahan dan situasi baru yang berkembang di sekeliling kita saat ini.</p>
<p><strong>Program &amp; Kegiatan<br />
Berhala Gugur | Pertunjukan Pantun Buhun Oleh Mang Ayi &amp; Wa Itok</strong><br />
Featuring: Tisna Sanjaya (Pusat Kebudayaan Cigondewah), Addy Gembel (Forgotten), Man (Jasad), &amp; Hawe Setiawan (<a href="http://sundanesecorner.org/" rel="nofollow">http://sundanesecorner.org/</a>). Opening by Karinding Attack.<br />
Hari: Jumat, 9 Juli 2010<br />
Jam: 19.00 &#8211; selesai<br />
Venue: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung.</p>
<p><strong>Workshop Merakit 8-Step Sequencer Synthesizer</strong><br />
Hari: Kamis, 15 Juli 2010<br />
Jam: 15.00 &#8211; 19.00 WIB<br />
Venue: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung.<br />
Kontak &amp; Informasi: Diza (081802094310), Egga (085623300445)</p>
<p><strong>Pemutaran Film Dokumenter Musik</strong><br />
Menampilkan: Generasi Menolak Tua, Inside Your Shoes, Superman is Dead Australian Tour, Ras Muhammad Next Chapter Documentary, &amp; Release the Bats (2007 &#8211; 2010)/ A Documentary About Experimental &amp; Improvised Music from Europe.<br />
Hari: Jumat &amp; Sabtu, 16 &#8211; 17 Juli 2010<br />
Jam: 15.00 &#8211; 18.00<br />
Venue: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung.</p>
<p><strong>Pameran Seni &#8220;The Loss of the Real&#8221;</strong><br />
Peserta: Benjamin Laurent Aman (FR), Romain Osi (FR), Daito Manabe (JP), Takao Minami (JP), Amar Mahboob (PK), Forum Lenteng (ID), Jompet (ID), House of Natural Fiber (ID), Bandung Oral History (ID), Widianto Nugroho (ID), Deden H. Durrachman (ID), Agan Harahap (ID), Dimas Arif Nugroho (ID), &amp; Prilla Tania (ID).</p>
<p>Pembukaan: Minggu, 18 Juli 2010<br />
Artist Talk: Selasa, 20 Juli 2010<br />
Workshop &amp; Demo by Daito Manabe (JP): Rabu, 21 Juli 2010<br />
Pameran: 19 Juli &#8211; 1 Agustus 2010<br />
Venue: Selasar Sunaryo Artspace, Jl. Bukit Pakar Timur no. 100, Bandung.</p>
<p><strong>Expert Meeting for New Media, Civil Society, &amp; Environmental Sustainability</strong><br />
Peserta: Stephen Kovats (transmediale, DE), Victoria Sinclair (ArcSpace Manchester/ Bricolabs, UK), Atteqa Malik (Mauj Media Collective, PK), Lorenzo Marsili (European Alternatives, IT), Catherine Candano (Tunza South East Asia Youth Environment Network, PH/ SG), Arthit Suriyawongkul (Thai Netizen Network &amp; Creative Commons Thailand, TH), Venzha Christiawan (House of Natural Fiber, ID), Gustaff H. Iskandar (Common Room, ID), etc.</p>
<p>Pertemuan: 19 &#8211; 24 Juli 2010<br />
Venue: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung &amp; Selasar Sunaryo Artspace, Jl. Bukit Pakar Timur no. 100, Bandung.<br />
Presetasi Publik: 20 &amp; 22 July 2010, CCF Bandung, Jl. Purnawarman no. 32.</p>
<p><strong>FOSS Community Gathering: Otuz Graphic Novel Presentation by Monty Aji (Screamous, ID)</strong><br />
Hari: Jumat, 30 Juli 2010<br />
Jam: 15.00 &#8211; 18.00 WIB<br />
Venue: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung.</p>
<p><strong>Silent Zone | Konser Musik/ Launching OpenLabs Electronic Music Compilation</strong><br />
Menampilkan: Benjamin Laurent Aman (FR), Bottlesmoker (ID), DO EAR yes (ID), #KRESS (ID), Asturiaz (ID), Europe in de Tropen (ID), Fix Future (ID), m.u.s.i.k [elektrik] (ID), Slylab (ID), Space and Missile (ID), &amp; text.tuRE (ID).<br />
Hari: Sabtu, 31 Juli 2010<br />
Jam: 18.00 WIB &#8211; selesai<br />
Venue: CCF Bandung, Jl. Purnawarman no. 32<br />
HTM: IDR. 10.000,-</p>
<p><strong>Botram dan Kampanye Publik: Save Manglayang Mountain</strong><br />
Hari: Minggu, 1 Agustus 2010<br />
Jam: 07.00 &#8211; 15.00 WIB<br />
Venue: Hutan Raya Gunung Manglayang<br />
Kontak dan informasi: Addy Gembel (02270025295)</p>
<p>More info: <a href="http://nusubstance.commonroom.info/" target="_blank">http://nusubstance.commonroom.info</a></p>
<p><em>Pelaksanaan kegian Nu-Substance Festival 2010: Floating Horizon didukung oleh Asia Europe Foundation, Goethe-Institut, Japan Foundation, HIVOS, CCF Bandung, Selasar Sunaryo Artspace, dan Pemerintah Kotamadya Bandung. Partner media: STV, Prambors Bandung, KAMPUS &#8211; Pikiran Rakyat, SUAVE &amp; PROVOKE!</em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2010/nu-substance-festival-2010-floating-horizon-9-july-1-august-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Analitik Menggelitik Penanggulangan HIV/AIDS dan Napza di Indonesia &#124; Oleh Ginan Koesmayadi (Rumah Cemara)*</title>
		<link>http://commonroom.info/2010/analitik-menggelitik-penanggulangan-hiv-aids-dan-napza-di-indonesia-oleh-ginan-koesmayadi-rumah-cemara/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2010/analitik-menggelitik-penanggulangan-hiv-aids-dan-napza-di-indonesia-oleh-ginan-koesmayadi-rumah-cemara/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jun 2010 09:22:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Campaign]]></category>
		<category><![CDATA[Critics]]></category>
		<category><![CDATA[Human Rights]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=1070</guid>
		<description><![CDATA[Sampai dengan 30 Juni 2009, laporan kasus HIV dan AIDS di Indonesia yang diterima oleh Ditjen PP &#38; PL Departemen Kesehatan RI ada sekitar 17.699 kasus. Semuanya tersebar di sekitar 32 provinsi dan 300 Kabupaten/ Kota. Sementara itu, berdasarkan informasi yang juga dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan RI, pengguna napza suntik yang rentan terhadap HIV/AIDS terestimasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="FOR LIFE Campaign &amp; Basic Health Service for General Population in Babakan Asih Neigborhood by Rumah Cemara (11 July 2010)" src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/rumah_cemara_babakan_asih.jpg" border="0" alt="Rumah Cemara,For Life,Babakan Asih,Common Room" width="480" height="319" /></p>
<p>Sampai dengan 30 Juni 2009, laporan kasus HIV dan AIDS di Indonesia yang diterima oleh Ditjen PP &amp; PL Departemen Kesehatan RI ada sekitar 17.699 kasus. Semuanya tersebar di sekitar 32 provinsi dan 300 Kabupaten/ Kota. Sementara itu, berdasarkan informasi yang juga dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan RI, pengguna napza suntik yang rentan terhadap HIV/AIDS terestimasi sebanyak 190.000 &#8211; 247.000 orang. Sebagai perbandingan, estimasi yang dikeluarkan oleh UNAIDS untuk kasus HIV/AIDS ada sekitar 270.000 kasus, dengan proyeksi estimasi pada tahun 2014 sebanyak 501.400 kasus. Terkait dengan hal ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) memproyeksikan estimasi pengguna Napza pada tahun 2009 adalah 1,9 % dari jumlah penduduk Indonesia atau sama dengan 4.750.000 orang.</p>
<p>Meskipun pemerintah dan  berbagai kelompok masyarakat telah melakukan berbagai langkah untuk mengatasi permasalahan Narkoba dan HIV/AIDS, namun sampai saat ini tampaknya inisiatif yang ada baru sampai pada tahap seremonial yang minim atensi yang maksimal. Kebanyakan program intervensi penanggulangan Narkoba dan HIV/AIDS masih berdasarkan pada pendekatan praktis dan pragmatis dalam menyelesaikan masalahnya. Apabila kita analisa lebih mendalam dengan menggunakan beberapa paradigma dan perspektif dari bermacam sudut pandang keilmuan, solusi bagi masalah Narkoba dan HIV/AIDS memerlukan beberapa tahapan intervensi yang dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan.</p>
<p><span id="more-1070"></span></p>
<p>Pendekatan praktis dan pragmatis selama ini sudah sering dilakukan oleh pemerintah dan para penggiat pekerjaan sosial. Tantangan ke depan adalah mengembangkan sebuah program intervensi yang secara sinergis dapat memadukan pendekatan praktis dan pragmatis dalam sebuah kerangka intervensi yang komprehensif dan berkelanjutan. Salah satu contoh pendekatan praktis dan pragmatis bagi pengguna Napza suntik agar tidak menularkan atau tertular HIV/AIDS dan penyakit yang disebabkan oleh pertukaran jarum suntik adalah program <em>Harm Reduction</em> atau pengurangan dampak buruk di kalangan pengguna Napza suntik (Penasun).</p>
<p>Apabila kita lihat secara sepintas, pendekatan di atas tampaknya dapat mengurangi penularan HIV/AIDS atau penyakit terkait di kalangan pengguna Napza suntik. Namun dalam perspektif pemberdayaan masyarakat, tampaknya program ini  cenderung menjadikan Penasun yang terlibat sekedar menjadi objek. Di level tertentu, hal ini kemudian menyebabkan ketergantungan terhadap keberadaan lembaga donor atau program bantuan internasional. Sangat disayangkan bahwa beberapa organisasi yang ada juga terkadang hanya sekedar memanfaatkan program <em>Harm Reduction</em> sebagai sarana untuk mengumpulkan data-data  dan informasi yang terkait dengan kalangan pengguna Napza untuk kepentingan mereka sendiri.</p>
<p>Sampai sejauh ini kualitas hidup yang menyangkut keadaan fisik, psikis, sosial, dan spiritual Penasun masih dalam taraf yang cukup rendah. Hal ini dapat dilihat dari kondisi beberapa staf pelaksana program, klien jangkauan atau dampingan lembaga swadaya masyarakat penggiat program <em>Harm Reduction</em>. Secara umum kondisi mereka memproyeksikan sebuah gambaran bahwa pengguna napza suntik tidak dapat mengembangkan dirinya secara maksimal. Kebanyakan diantara mereka masih disibukan dengan masalah yang sangat mendasar, yaitu kecanduan terhadap Napza. Dalam kasus ini, kita dapat melihat bagaimana pendekatan praktis dan pragmatis tidak mampu menjawab kebutuhan untuk meningkatkan kualitas hidup bagi para pengguna Napza secara berkelanjutan.</p>
<p>Selama ini tampaknya Negara juga hanya melihat penguna Napza sebagai penerima vonis untuk menjalani hukuman di penjara. Selanjutnya apa yang pengguna Napza dapatkan? Kebanyakan diantara mereka kemudian dipaksa untuk bertahan di tengah rimba penjara yang sangat keras. Tidak heran apabila kondisi di dalam penjara juga kerap membuat kecanduan pengguna Napza semakin parah, karena di dalam penjara kebanyakan pengguna juga masih bisa mendapatkan Narkoba. Hal semacam ini dapat dikatakan merupakan dampak dari kebijakan praktis dan pragmatis yang cenderung mengkriminalkan pengguna Napza dan sekedar ditujukan untuk membuat efek jera bagi sebagian kalangan pengguna Napza. Menjebloskan pengguna Napza ke dalam penjara sebagai solusi untuk membuat mereka pulih jelas merupakan pilihan yang sia-sia.</p>
<p>Kecanduan Napza adalah sebuah penyakit progresif yang berdampak secara fisik, psikis, sosial dan spiritual. Namun pada suatu titik tertentu, penyakit ini dapat disembuhkan melalui intervensi yang efektif. Hal ini misalkan diperkuat oleh argumentasi World Health Organization (WHO), yang menyebutkan bahwa ketergantungan Narkoba merupakan sebuah penyakit atau “<em>disease entitiy</em>”. Dalam International classification of diseases and health related problem-tenth revision, 1992 (ICD-10), kecanduan Napza digolongkan dalam “<em>Mental and Behavioral disorders due psychoactive substance abuse</em> ”.</p>
<p>Satu contoh lagi yang terkait dengan permasalahan Narkoba dan HIV-AIDS adalah Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Di Indonesia, saat ini ODHA telah mendapat kemudahan dalam mengakses layanan kesehatan. Beberapa waktu yang silam layanan kesehatan bagi ODHA adalah fasilitas yang cukup mahal, karena stigma dan diskriminasi yang cukup tinggi. Obat-obatan untuk HIV, yang salah satunya adalah obat Antiretroviral (ARV) saat ini juga dapat dibagikan secara gratis. Meskipun begitu, kita tidak pernah tahu bagaimana pemerintah mendapatkan anggaran untuk membuat ARV menjadi gratis.</p>
<p>Berdasarkan sebuah penelusuran, ternyata ARV gratis adalah salah satu program pemerintah Republik Indonesia yang dikembangkan oleh Departemen Kesehatan RI. Dari 60% keseluruhan anggaran untuk program ini (sekitar US$ 8.938.042,-), sumber dananya berasal dari negara-negara G-8 melalui program bantuan luar negeri yang bernama “Global Fund for AIDS, TB, and Malaria (GF-ATM/ Proposal Round 8, Republic Indonesia). Saat ini obat ARV tersedia diseluruh Rumah Sakit rujukan HIV/AIDS yang kurang lebih terdiri dari sekitar 148 Rumah Sakit yang tersebar di 22 provinsi. Dasar pemberian obat ARV adalah Keputusan Presiden no. 83/ tahun 2004 yang diperbaharui dengan Keputusan Presiden no. 6/ tahun 2007 tentang Palaksanaan Paten obat-obatan Antiretroviral oleh Pemerintah, serta Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia no. 1190/Menkes/SK/X/2004 tentang Pemberian Gratis obat Tuberkulosis dan Antiretroviral untuk HIV/AIDS. Dalam konteks ini, ketergantungan anggaran sebesar 60% terhadap sumber dana asing merupakan salah satu persoalan yang harus dicarikan jalan keluarnya.</p>
<p>Kembali pada wacana pendekatan praktis dan pragmatis yang dikembangkan oleh Negara dan penggiat pekerja sosial, dalam hal ini tampaknya kesadaran ODHA untuk memberdayakan dan meningkatkan kualitas hidup mereka telah terkooptasi oleh program-program yang dikembangkan secara instan. Kebanyakan dari program semacam ini tidak mampu menjawab permasalahan secara akurat dan tidak memiliki aspek keberlanjutan (<em>sustainability</em>). Kebutuhan untuk mencari solusi yang komprehensif merupakan sebuah pekerjaan rumah yang akan berlanjut entah sampai kapan. Dalam hal ini barangkali hanya waktu yang akan menjawab. Terapi ARV hanya langkah awal dari banyak agenda yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup ODHA.</p>
<p>Stigma dan diskriminasi bagi Orang Dengan HIV/AIDS tidak hanya dapat dihilangkan dengan program pembagian obat ARV secara gratis saja. Dalam hal ini, stigma dan diskriminasi juga menyangkut masalah psikis dan struktur sosial masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan ide atau program yang dapat memproyeksikan keselarasan pikiran yang logis serta hati nurani yang mencerminkan empati terhadap pemenuhan kebutuhan mendasar bagi ODHA. Dalam hal ini, persepsi terhadap Orang Dengan HIV-AIDS harus tampil secara manusiawi dan menghargai eksistensi ODHA sebagai salah satu bagian dari kelompok masyarakat yang ikut memberikan dampak bagi pola penanggulangan HIV-AIDS dan Napza.</p>
<p>Dengan tulisan ini, penulis bermaksud memberikan sebuah proyeksi dan refleksi penanggulangan Narkoba dan HIV-AIDS di Indonesia selama kurun waktu 10 tahun belakangan. Pendekatan praktis dan pragmatis yang selama ini dianggap sebagai alat yang “super ajaib” untuk memecahkan masalah HIV-AIDS dan Napza di Indonesia hanya menyelesaikan masalah di level permukaan saja tanpa dapat menyentuh akar dari persoalannya. Suatu saat pendekatan semacam ini akan menjadi bumerang bagi pihak-pihak terkait seperti Pemerintah, LSM, pengguna napza dan Orang Dengan HIV/AIDS. Dapat dikatakan bahwa kita telah mengalami masa “euphoria” dampak sesaat dari solusi praktis dan pragmatis yang telah dikembangkan selama ini. Sedikit demi sedikit efek bumerang yang ditakutkan saat ini mulai terlihat. Tanda-tandanya adalah penjara yang sudah melebihi kapasitas, ARV yang keberadaannya tidak jelas dan timbul tenggelam, selain kebingungan Pengguna napza suntik yang semakin merasa memiliki kesulitan untuk bertahan hidup di era yang penuh dengan persaingan yang cenderung menggila.</p>
<p>Dalam hal ini pihak terkait seperti pemerintah, ilmuwan, akademisi, pekerja sosial, serta semua komponen masyarakat yang terlibat langsung ataupun tidak langsung dalam penanggulangan Napza maupun HIV/AIDS  diharapkan dapat mengembangkan ide atau program intervensi untuk menyelesaikan masalah ini secara bersama-sama. Penanggulangan Napza maupun HIV/AIDS idealnya dilakukan agar dapat menyelesaikan masalah secara utuh dan mendalam, sehingga upaya peningkatan kualitas hidup bagi orang-orang yang terpinggirkan secara sosial dapat menjadi sebuah keniscayaan. Hal ini mungkin dapat terwujud apabila para pihak terkait dapat memainkan dan menyadari peran mereka secara maksimal. Selain itu, tampaknya kita juga membutuhkan integritas, kesadaran logis, serta hati nurani yang mencerminkan empati akan pemenuhan kebutuhan mendasar bagi ODHA. HIV/AIDS dan Napza bukan masalah sekelompok kecil masyarakat saja, tetapi masalah kita semua karena bukan tidak mungkin saat ini salah satu anggota keluarga kita telah menjadi korbannya.</p>
<p><em>* Ginan Koesmayadi adalah salah seorang pendiri Rumah Cemara, sebuah organisasi nirlaba yang aktif mengupayakan peningkatan kualitas hidup yang lebih baik bagi orang dengan HIV/AIDS dan pengguna narkoba di Indonesia. Informasi mengenai kegiatan Rumah Cemara dapat diakses di <a href="http://www.rumahcemara.org/" target="_blank">http://www.rumahcemara.org/</a>.</em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2010/analitik-menggelitik-penanggulangan-hiv-aids-dan-napza-di-indonesia-oleh-ginan-koesmayadi-rumah-cemara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Workshop Jurnalisme Warga dan Jurnalisme Konvergen &#124;&#124; Common Room, 23 s/d 25 April 2010</title>
		<link>http://commonroom.info/2010/workshop-penulisan-jurnalisme-warga-dan-jurnalisme-konvergen-common-room-23-sd-25-april-2010/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2010/workshop-penulisan-jurnalisme-warga-dan-jurnalisme-konvergen-common-room-23-sd-25-april-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2010 06:53:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Human Rights]]></category>
		<category><![CDATA[Media Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=793</guid>
		<description><![CDATA[* Video di atas adalah materi yang disebarkan oleh http://wikileaks.org/ terkait dengan insiden penembakan wartawan Reuters yang bernama Namir Noor-Eldeen di Baghdad pada tahun 2007. Informasi lebih detail tentang peristiwa ini bisa dibaca di halaman berikut: http://bit.ly/9vdnvg Workshop Jurnalisme Warga dan Jurnalisme Konvergen Tempat: Common Room, Jalan Kyai Gede Utama no. 8, Bandung Tanggal: 23 s/d 25 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="480" height="385" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/5rXPrfnU3G0&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="480" height="385" src="http://www.youtube.com/v/5rXPrfnU3G0&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p><em>* Video di atas adalah materi yang disebarkan oleh <a href="http://wikileaks.org/" rel="nofollow">http://wikileaks.org/</a> terkait dengan insiden penembakan wartawan Reuters yang bernama Namir Noor-Eldeen di Baghdad pada tahun 2007. Informasi lebih detail tentang peristiwa ini bisa dibaca di halaman berikut: <a rel="nofollow" href="http://bit.ly/9vdnvg" target="_blank">http://bit.ly/9vdnvg</a></em></p>
<h3><span style="color: #000000;">Workshop Jurnalisme Warga dan Jurnalisme Konvergen</span></h3>
<p>Tempat: Common Room, Jalan Kyai Gede Utama no. 8, Bandung<br />
Tanggal: 23 s/d 25 April 2010<br />
Waktu: Pukul 15.00- selesai (jadwal kegiatan setiap hari terdiri dari beberapa sesi yang berbeda)<br />
Biaya: Umum Rp 50.000, Mahasiswa Rp. 30.000<br />
Fasilitas: Makalah, sertifikat dan snack<br />
Narasumber: Yasraf Amir Piliang, Santi Indra Astuti, Agus Rakasiwi dan Ikhlasul Amal</p>
<p><span id="more-793"></span></p>
<p><strong>Latar Belakang </strong><br />
Perkembangan teknologi media dan instrumen komunikasi saat ini telah mengubah wajah dunia jurnalistik sehingga berkembang sedemikian pesat. Sebagai buktinya, dari tahun ke tahun jumlah pengguna internet dan blogger di Indonesia terus meningkat secara tajam. Salah satu dampak yang signifikan dari fenomena ini adalah berkembangnya praktik jurnalisme warga (<em>citizen journalism</em>) dan new media journalism; atau bisa juga disebut sebagai jurnalisme konvergen (<em>convergent journalism</em>).</p>
<p>Dalam hal ini, teknologi internet sebagai sebuah media baru (<em>new media</em>) telah menghadirkan pelbagai bentuk praktik jurnalisme yang tidak kita kenal sebelumnya. Kemunculan fenomena web 2.0, situs jejaring sosial dan praktik jurnalisme warga telah mendorong perkembangan komunitas virtual yang kemudian menjadi paradigma baru di abad teknologi komunikasi. Hal ini setidaknya telah berhasil melahirkan gairah tersendiri dalam aktifitas menyebarkan informasi dan pengetahuan di kalangan masyarakat luas.</p>
<p>Perkembangan di bidang teknologi komunikasi yang beririsan dengan praktik jurnalisme juga telah memungkinkan para pengguna internet untuk menciptakan media secara mandiri. Saat ini masyarakat kebanyakan juga dapat melakukan semua fungsi jurnalistik secara otonom, mulai dari merencanakan dan melakukan liputan, menuliskan hasil liputan, mengedit dan menerbitkan liputan di pelbagai situs atau weblog yang tersedia secara gratis. Dalam konteks ini, dapat dikatakan bahwa semua orang yang memiliki akses terhadap internet sebenarnya bisa menjadi “jurnalis dadakan”, meski tentu saja kualitasnya dapat kita perdebatkan.</p>
<p>Saat ini dapat dikatakan bahwa internet dan media digital merupakan bagian dari proses revolusi di bidang teknologi komunikasi. Kegiatan pemberitaan yang beralih ke tangan orang biasa telah memungkinkan berlangsungnya pertukaran pandangan dan pengetahuan secara lebih cair, spontan dan partisipatif, sehingga memiliki dimensi yang lebih luas dari media konvensional. Dalam ranah jurnalisme warga, seluruh anggota masyarakat dapat menjadi obyek sekaligus subyek berita. Setiap orang bisa berperan sebagai penulis sekaligus penerbit, bahkan dapat menginisiasi komunikasi interaktif antara penulis dengan pembacanya.</p>
<p>Terkait dengan uraian di atas, Common Room Networks Foundation (Common Room) berencana untuk menyelenggarakan workshop intensif di bidang teknologi media dan komunikasi, khususnya dalam ranah jurnalisme warga dan jurnalisme konvergen secara lebih dekat. Selain akan mengurai berbagai aspek yang terkait dengan teori media dalam konteks perkembangan teknologi komunikasi, workshop ini juga akan mengelaborasi berbagai aspek yang terkait dengan metode dan perangkat yang dapat digunakan untuk mengembangkan praktik jurnalisme warga dan jurnalisme konvergen di kalangan masyarakat secara luas.</p>
<p><strong>Materi Workshop</strong></p>
<p><strong>1. Teori Dasar (Yasraf Amir Piliang &amp; Santi Indra Astuti) </strong></p>
<ul>
<li>Pengantar demokratisasi informasi kritis melalui internet dan media digital</li>
<li>Perkembangan media dan teknologi di era post-modern</li>
<li>Mengenal pengertian dasar jurnalistik</li>
<li>Mengenal pengertian jenis-jenis jurnalistik</li>
<li>Mengenal pengertian <em>citizen journalism</em> dan <em>convergent Journalism</em></li>
<li>Latar belakang kemunculan <em>citizen journalism</em> dan <em>convergent journalism</em> di Indonesia</li>
<li>Mengenal perangkat multimedia untuk kinerja jurnalistik</li>
</ul>
<p><strong>2. Metodologi Jurnalistik (Agus Rakasiwi/ AJI Bandung) </strong></p>
<ul>
<li>Mengenal metode-metode penulisan <em>straight news</em>,<em> feature</em>, dan opini (<em>views</em>)</li>
<li>Mengenal metode peliputan untuk <em>citizen journalism</em> &amp; <em>convergent journalism</em></li>
<li>Menulis untuk web</li>
</ul>
<p><strong>3. Media Tools (Ikhlasul Amal) </strong></p>
<ul>
<li>Mengenal aplikasi web 2.0 dan piranti lunak bebas</li>
<li>Memulai blog jurnalistik</li>
<li>Etika dalam memanfaatkan internet dalam memperoleh informasi dan pengetahuan</li>
<li>Cara membuat blog, e-Paper, atau e-Book</li>
</ul>
<p><em>Peserta kegiatan dibatasi sebanyak 30 orang saja. Apabila ada yang berminat silahkan secepatnya mendaftar melalui Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8. Untuk informasi lebih detail silahkan menghubungi Ibu Nunung di nomor 022-2503404 (jam kerja) atau Idhar Resmadi di nomor 081320160789. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Common Room Networks Foundation (Common Room) dan bekerjasama dengan Aliansi Jurnalis Independen Bandung (AJI Bandung), Forum Studi Kebudayaan ITB (FSK &#8211; ITB), serta didukung oleh HIVOS.</em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2010/workshop-penulisan-jurnalisme-warga-dan-jurnalisme-konvergen-common-room-23-sd-25-april-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Melawan Lupa: Mengenang 2 Tahun Insiden AACC &#124; Common Room &#124; 17 Februari 2010</title>
		<link>http://commonroom.info/2010/melawan-lupa-mengenang-2-tahun-malam-insiden-kelabu-aacc/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2010/melawan-lupa-mengenang-2-tahun-malam-insiden-kelabu-aacc/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 10:17:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Idharrez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Campaign]]></category>
		<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Human Rights]]></category>
		<category><![CDATA[Ujungberung Update]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=598</guid>
		<description><![CDATA[Kejadian Sabtu Kelabu yang terjadi pada tahun 2008 yang telah lalu masih membekas di benak orang-orang yang hadir dalam malam peringatan dua tahun Tragedi AACC. Insiden ini merupakan malam yang tidak akan dilupakan oleh sebagian orang, sehingga dirasa penting untuk berefleksi dan mengenang kejadiannya, selain mengenang momen kebersamaan, serta mengambil hikmah dari kejadian itu. Melawan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="Suasana acara pengajian peringatan 2 tahun tragedi AACC di Common Room" src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2010/02/Resize-of-IMG_0022.jpg" alt="" width="480" height="360" /></p>
<p>Kejadian Sabtu Kelabu yang terjadi pada tahun 2008 yang telah lalu masih membekas di benak orang-orang yang hadir dalam malam peringatan dua tahun Tragedi AACC. Insiden ini merupakan malam yang tidak akan dilupakan oleh sebagian orang, sehingga dirasa penting untuk berefleksi dan mengenang kejadiannya, selain mengenang momen kebersamaan, serta mengambil hikmah dari kejadian itu. Melawan Lupa, adalah momen krusial dan tagline penting dalam peringatan tahun ini. Berbeda dengan acara peringatan tahun lalu, agenda yang dilakukan tahun ini adalah mengaji dan berdoa untuk para korban dengan cara yang lebih sederhana. Malam peringatan pun dihadiri keluarga korban sebagai bentuk penghargaan kepada para korban yang telah menjadi bagian dari komunitas anak muda yang terlibat di dalam insiden ini.</p>
<p>Satu yang perlu disadari bahwa, insiden AACC bukanlah kesalahan satu pihak, namun kesalahan berbagai elemen terkait. Entah itu mulai dari pihak penyelenggara acara, penonton, pengelola gedung, polisi, pemerintah, media massa, hingga masyarakat. Banyak pihak yang sebetulnya berperan dalam insiden ini. Momen penting malam peringatan dua tahun tersebut merupakan pembelajaran untuk berbuat lebih nyata, mengambil hikmahnya, bersatu padu, dan menjadikan hari esok lebih baik dari hari ini. Dan kejadian malam tersebut, merupakan pelajaran untuk masa depan yang lebih baik, jika kita mampu menyikapinya dengan bijak. Selesai berdoa, acara ditutup dengan makan tumpeng bersama dan melanjutkannya dengan menabur bunga di pelataran Gedung AACC. <strong>(yk)</strong></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2010/melawan-lupa-mengenang-2-tahun-malam-insiden-kelabu-aacc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

