Tagged: Human Rights RSS

  • blauloretta 5:37 am on July 9, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , , , , , , , Human Rights, , , , , , ,   

    Nu-Substance Festival 2010: Floating Horizon || Bandung, 9 July – 1 August 2010 

    Photobucket

    Nu-Substance Festival 2010: Floating Horizon
    Selama beberapa tahun terakhir, ada banyak sekali lompatan yang terjadi di dalam wilayah irisan yang mempertautkan perkembangan di bidang teknologi komunikasi, media baru dan praktik budaya dalam lingkup kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa perkembangan di bidang teknologi komunikasi dan media baru semakin mempengaruhi cara pandang kita dalam memahami kenyataan, sehingga ikut mengkonstrusi berbagai bentuk nilai dan etika yang kemudian beroperasi di tengah-tengah masyarakat.

    Di level tertentu, perkembangan ini dapat dikatakan sebagai bagian dari konstelasi baru yang berkembang melalui berbagai bentuk inovasi dan inisiatif yang menggejala di tingkat lokal maupun internasional. Bertumbuhnya akses, keterbukaan dan konektifitas yang dimungkinkan melalui penggunaan teknologi komunikasi dan media baru telah ikut membentuk wajah peradaban dunia secara global. Dalam perkembangannya, hal ini semakin meleburkan sekat teritori politik dan budaya melalui serangkaian pola interaksi sosial dan ekonomi yang baru.

    Meskipun hadir dengan sosok yang samar-samar, kemunculan kondisi baru yang berkembang saat ini setidaknya telah ikut mewarnai sebuah era yang ditandai dengan kehadiran berbagai bentuk situasi turbulensi yang melahirkan dinamika, tantangan dan riak perubahan di tengah-tengah masyarakat luas. Di satu sisi, hal ini kemudian mendorong lahirnya rasa ingin tahu dan antusiasme dalam menyambut berbagai prospek, aransemen dan spekulasi mengenai masa depan yang baru. Namun begitu, tampaknya pada saat yang bersamaan kondisi ini juga ikut menghadirkan berbagai bentuk kebingungan, keraguan dan skeptisisme yang mendalam di kalangan masyarakat luas.

    (More …)

     
  • blauloretta 9:22 am on June 8, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , , , Human Rights   

    Analitik Menggelitik Penanggulangan HIV/AIDS dan Napza di Indonesia | Oleh Ginan Koesmayadi (Rumah Cemara)* 

    Rumah Cemara,For Life,Babakan Asih,Common Room

    Sampai dengan 30 Juni 2009, laporan kasus HIV dan AIDS di Indonesia yang diterima oleh Ditjen PP & PL Departemen Kesehatan RI ada sekitar 17.699 kasus. Semuanya tersebar di sekitar 32 provinsi dan 300 Kabupaten/ Kota. Sementara itu, berdasarkan informasi yang juga dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan RI, pengguna napza suntik yang rentan terhadap HIV/AIDS terestimasi sebanyak 190.000 – 247.000 orang. Sebagai perbandingan, estimasi yang dikeluarkan oleh UNAIDS untuk kasus HIV/AIDS ada sekitar 270.000 kasus, dengan proyeksi estimasi pada tahun 2014 sebanyak 501.400 kasus. Terkait dengan hal ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) memproyeksikan estimasi pengguna Napza pada tahun 2009 adalah 1,9 % dari jumlah penduduk Indonesia atau sama dengan 4.750.000 orang.

    Meskipun pemerintah dan berbagai kelompok masyarakat telah melakukan berbagai langkah untuk mengatasi permasalahan Narkoba dan HIV/AIDS, namun sampai saat ini tampaknya inisiatif yang ada baru sampai pada tahap seremonial yang minim atensi yang maksimal. Kebanyakan program intervensi penanggulangan Narkoba dan HIV/AIDS masih berdasarkan pada pendekatan praktis dan pragmatis dalam menyelesaikan masalahnya. Apabila kita analisa lebih mendalam dengan menggunakan beberapa paradigma dan perspektif dari bermacam sudut pandang keilmuan, solusi bagi masalah Narkoba dan HIV/AIDS memerlukan beberapa tahapan intervensi yang dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan.

    (More …)

     
  • blauloretta 6:53 am on April 8, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , Human Rights, ,   

    Workshop Jurnalisme Warga dan Jurnalisme Konvergen || Common Room, 23 s/d 25 April 2010 

    * Video di atas adalah materi yang disebarkan oleh http://wikileaks.org/ terkait dengan insiden penembakan wartawan Reuters yang bernama Namir Noor-Eldeen di Baghdad pada tahun 2007. Informasi lebih detail tentang peristiwa ini bisa dibaca di halaman berikut: http://bit.ly/9vdnvg

    Workshop Jurnalisme Warga dan Jurnalisme Konvergen

    Tempat: Common Room, Jalan Kyai Gede Utama no. 8, Bandung
    Tanggal: 23 s/d 25 April 2010
    Waktu: Pukul 15.00- selesai (jadwal kegiatan setiap hari terdiri dari beberapa sesi yang berbeda)
    Biaya: Umum Rp 50.000, Mahasiswa Rp. 30.000
    Fasilitas: Makalah, sertifikat dan snack
    Narasumber: Yasraf Amir Piliang, Santi Indra Astuti, Agus Rakasiwi dan Ikhlasul Amal

    (More …)

     
  • Idharrez 10:17 am on February 22, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , Human Rights,   

    Melawan Lupa: Mengenang 2 Tahun Insiden AACC | Common Room | 17 Februari 2010 

    Kejadian Sabtu Kelabu yang terjadi pada tahun 2008 yang telah lalu masih membekas di benak orang-orang yang hadir dalam malam peringatan dua tahun Tragedi AACC. Insiden ini merupakan malam yang tidak akan dilupakan oleh sebagian orang, sehingga dirasa penting untuk berefleksi dan mengenang kejadiannya, selain mengenang momen kebersamaan, serta mengambil hikmah dari kejadian itu. Melawan Lupa, adalah momen krusial dan tagline penting dalam peringatan tahun ini. Berbeda dengan acara peringatan tahun lalu, agenda yang dilakukan tahun ini adalah mengaji dan berdoa untuk para korban dengan cara yang lebih sederhana. Malam peringatan pun dihadiri keluarga korban sebagai bentuk penghargaan kepada para korban yang telah menjadi bagian dari komunitas anak muda yang terlibat di dalam insiden ini.

    Satu yang perlu disadari bahwa, insiden AACC bukanlah kesalahan satu pihak, namun kesalahan berbagai elemen terkait. Entah itu mulai dari pihak penyelenggara acara, penonton, pengelola gedung, polisi, pemerintah, media massa, hingga masyarakat. Banyak pihak yang sebetulnya berperan dalam insiden ini. Momen penting malam peringatan dua tahun tersebut merupakan pembelajaran untuk berbuat lebih nyata, mengambil hikmahnya, bersatu padu, dan menjadikan hari esok lebih baik dari hari ini. Dan kejadian malam tersebut, merupakan pelajaran untuk masa depan yang lebih baik, jika kita mampu menyikapinya dengan bijak. Selesai berdoa, acara ditutup dengan makan tumpeng bersama dan melanjutkannya dengan menabur bunga di pelataran Gedung AACC. (yk)

     
  • blauloretta 5:59 am on February 9, 2009 Permalink | Reply
    Tags: Human Rights,   

    Peringatan Satu Tahun Insiden Sabtu Kelabu | Gedung AACC | 9 Februari 2009 

    aacc09

    Insiden Sabtu Kelabu, Setelah Satu Tahun Berlalu
    Oleh Gustaff H. Iskandar**

    I

    “Setiap orang memiliki hak yang sama untuk ikut serta dalam berbagai kegiatan kebudayaan dan menikmati kesenian, selain turut serta dalam mengecap kemajuan dan manfaat dari ilmu pengetahuan.” (Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia, pasal 27, ayat 1. Diterima dan diumumkan oleh Majelis Umum PBB pada tanggal 10 Desember 1948 di Palais de Chailot – Paris, melalui resolusi 217 A (III).)

    Bagi sebagian komunitas anak muda di kota Bandung, penghujung tahun 2007 dapat dikatakan merupakan sebuah momen yang melahirkan semangat yang baru. Pada bulan November 2007, Minor Books merilis buku berjudul My Self: Scumbag Beyond Life and Death yang ditulis oleh Kimung. Buku ini menceritakan sepak terjang kehidupan Ivan Scumbag yang meninggal dunia pada tahun 2006. Ia adalah salah satu pendiri sekaligus vokalis dari BurgerKill yang berasal dari daerah Ujungberung. Saat itu acara peluncuran buku diselenggarakan di Common Room dengan suasana yang sangat sederhana dan mengharukan. Seakan-akan sosok Ivan Scumbag masih hidup dan hadir di tengah-tengah semua yang hadir pada saat itu.

    Pada bulan Januari 2008, Minor Books kemudian menyelenggarakan acara diskusi dan bedah buku, lengkap dengan pertunjukan musik akustik dari Burgerkill di Selasar Sunaryo Artspace. Selain dihadiri oleh sekitar 300 orang kerabat dekat Ivan, acara ini juga menghadirkan dr. Teddy Hidayat, SpKJ (Psikiater), Drs. Reiza D. Dienaputra, M.Hum (Ahli sejarah), Prof. Dr. Ignatius Bambang Sugiharto (Filsuf), Andy Fadly (Musisi) dan Kimung. Selama kurang lebih 3 jam lamanya, para peserta yang hadir diajak untuk membicarakan berbagai aspek hidup Ivan Scumbag. Secara panjang lebar Kimung bercerita mengenai perjuangan Ivan dan teman-temannya di Ujungberung dalam membangun komunitas yang selama ini memiliki akar dan kecintaan terhadap apa yang mereka tekuni secara sungguh-sungguh: musik metal.

    Rangkaian kegiatan ini rupa-rupanya melahirkan gairah baru di kalangan komunitas pecinta musik metal di kota Bandung. Peluncuran buku My Self: Scumbag Beyond Life and Death seakan menandai babak baru dari perkembangan musik ekstrim di kota Bandung yang telah berkembang selama lebih dari satu dekade. Setelah Ivan Scumbag meninggal dunia, semangat untuk mengembangkan komunitas penggemar musik metal di kota Bandung tidak lantas padam. Pengaruh perkembangan komunitas musik metal di Ujungberung selama ini dapat dikatakan telah memberikan warna tersendiri di kota Bandung. Dengan segala keterbatasan yang ada, komunitas Ujungberung menjadi salah satu elemen penting yang melahirkan banyak musisi, teknisi dan operator yang menjadi garda terdepan bagi perkembangan industri musik independen di kota Bandung.

    Namun selanjutnya kenyataan berbicara lain. Pada tanggal 9 Februari 2008 sebuah insiden terjadi di gedung Asia Africa Cultural Center (AACC). Saat itu ratusan anak muda penggemar musik metal kota Bandung bergerombol menghadiri konser kelompok Beside yang meluncurkan album pertama mereka yang berjudul Against Ourselves (Absolute Records/ Parapatan Rebel, 2008). Beberapa saat setelah konser selesai, kericuhan terjadi di pintu keluar. Kerumunan massa yang berdesak-desakan melahirkan sebuah bencana yang tidak pernah terbayangkan akan terjadi malam itu. 11 orang anak muda meninggal. Seketika suasana kota Bandung menjadi begitu kelam. Beberapa teman harus menginap di kantor Polisi, sementara yang lain tercerai berai tak tentu arah. (More …)

     
    • Maman Gantra 4:17 am on March 29, 2009 Permalink

      Sedap. Sebuah reportase yang informatif sekaligus bernas. Ditengah duka lantaran Musibah Situ Gintung, meski agak terlambat, saya juga tepekur untuk teman-teman yang syahid dalam Insiden Sabut Kelabu. Semoga arwah mereka diterima di sisiNya, menjadi api yang terus membara bagi kita semua.

      Salam,
      Maman Gantra

    • blauloretta 12:07 pm on March 31, 2009 Permalink

      Nuhun Kang Maman! Apa kabar? Jigana kudu loba tepekur karena banyak musibah. Mulai dari musibah alam, sampai musibah karena kebodohan kita sendiri. Sing eling jeung waspada, ameh salamet dunia akherat. Amin.

      Salam,
      - Gustaff

    • soerya adi s 2:39 am on April 2, 2009 Permalink

      maturnuwun mas!reportnya
      jujur jd merinding bacatulisanya+jd ingat jg kejadian 1 th lalu di aacc.yaah bandung memang inspiratif.
      mugi-mugi sedoyo nipun saget ambeto berkhah sakeng gusti pengeran murbeing dumadi kagem kito sedoyo…..amien
      rahayu…rahayu…rahayu!
      sakujasmerah

  • blauloretta 12:54 pm on December 19, 2008 Permalink | Reply
    Tags: , Human Rights,   

    Pemutaran dan Diskusi Film Freedom Writers (Richard LaGravenese, 2007) | Common Room | 19 Desember 2008 

    screening_web01

    More pictures at http://bandungoralhistory.org

     
  • blauloretta 12:35 pm on December 12, 2008 Permalink | Reply
    Tags: , Human Rights   

    Diskusi Kebebasan Berekspresi dan Toleransi di Indonesia | Common Room | 12 Desember 2008 

    diskusi_blog_04

    Guest speaker: Tisna Sanjaya (Artist) & Yesmil Anwar (Law Practitioner)
    Moderator: Reggi Kayong Munggaran
    More pictures at http://bandungoralhistory.org

     
  • blauloretta 11:29 am on February 15, 2008 Permalink | Reply
    Tags: , Human Rights   

    Dialog Publik dan Malam Seribu Lilin | Solidaritas Independen Bandung untuk Korban Insiden Sabtu Kelabu | Sabtu, 16 Februari 2008 

    underground_berkabung

    Undangan terbuka Solidaritas Independen Bandung (SIB)* dalam rangka menyikapi insiden Sabtu Kelabu yang menelan 11 korban nyawa dalam konser launching album kelompok band BESIDE pada tanggal 9 Februari 2008 di gedung Asia Africa Cultural Center (AACC).

    Acara ini diharapkan dapat menjadi forum rekonsiliasi yang membangun pemahaman baru akan kultur anak muda di kota Bandung. Selain itu, acara ini diharapkan dapat menjadi momentum pembelajaran atas insiden yang terjadi.

    Kegiatan ini akan melibatkan pihak-pihak terkait, terutama dari unsur komunitas masyarakat, akademisi, pemerintah dan kepolisian, diselingi dengan pertunjukan kesenian oleh komunitas seniman dan musisi Bandung. Selanjutnya acara ini akan dilanjutkan dengan kegiatan tabur bunga dan doa bersama di gedung Asia Africa Cultural Center.

    Waktu dan Tempat Kegiatan
    Sabtu, 16 Februari 2008
    - Dialog Publik: Gedung Teater Tertutup Dago Tea Huis, pukul 15.00 – 18.00 WIB
    - Malam Seribu Lilin: Gedung Asia Africa Cultural Center: 19.00 – 21.00 WIB

    Pembicara
    1. Kimung (Ujung Berung Rebels)
    2. Addy Handi (Forgotten/ Ujung Berung Rebels)
    3. dr. Teddy Hidayat
    4. Bapak Tisna Sanjaya
    5. Disbudpar Provinsi Jawa Barat
    6. Kapolda Jawa Barat
    7. Bapak Yesmil Anwar

    Penyelenggara
    Rumah Cemara
    LBH Bandung
    Sunda Underground
    Ujung Berung Rebels
    Common Room Networks Foundation
    Solidaritas Independen Bandung (SIB)
    Yayasan Adikaka
    Rumah Musik Harry Roesly (RMHR)

    * Solidaritas Independen Bandung (SIB) adalah forum ad hoc yang diinisiasi oleh beberapa komunitas, pelaku dan individu penggemar musik independen di kota Bandung.
    ** Informasi selengkapnya silahkan hubungi Man (Jasad) di nomor 08156211840 dan Iyo (Ripple/ Pure Saturday) di nomor 0817221489

     
  • blauloretta 10:23 am on January 20, 2007 Permalink | Reply
    Tags: , , Human Rights   

    Rumah Cemara Media Gathering at Common Room 

    Rumah Cemara Media Gathering at Common Room.

    As part of spreading information & public knowledge about drugs related problems, Rumah Cemara held a media gathering program in Common Room in 20 January 2007. Many friends shows up and share their own stories and personal experience. On this occasion, Rumah Cemara also invite Mr. Wirawan S.H., law practitioner who used to work for LBH Bandung (Bandung Law Aid Institue). He share his knowledge about state law & regulation, concerning on drugs issues and some of its implications in Indonesia.

    We invite Rumah Cemara to come to Common Room during our annual community gathering program. They were known as an organization for those who have problems with drugs & HIV. They were the first among few civic organization in Bandung who taking this issues seriously. During the gathering, we agree to work together with Rumah Cemara in order to help some of our friends & youngster in Bandung who have drugs & HIV related problems.

    During our discussion, most of participants agree that people who have drugs related problems are the victim who have the same right with other citizens. They also have the right to get access on good health care & education, besides having a job and earn a good living. As one of friend pronounce it: “we need no drugs if we have proper information & knowledge that can help us to earn a job and good living…”. Drugs is one of the complex problem in our society. Putting some people in jail will not solve the problem.

     
  • koesuma 10:49 am on December 29, 2006 Permalink | Reply
    Tags: , , Human Rights   

    Seminar Kecil Kekerasan Berbasis Gender: “Kekerasan dalam Pacaran” 

    Selasa 5 Desember 2006
    Pk. 15.00 – 17.00 WIB


    Seksualitas dan kekerasan dalam pacaran, “Pacar suka mukul, diapain yaa?”
    Narasumber: Popi / Susan

    Gratis, tanpa pendaftaran. Tempat terbatas.

    Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Jaringan Mitra Perempuan dan Common Room

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel