Tagged: Gathering RSS

  • blauloretta 5:37 am on July 9, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , , , , , , Gathering, , , , , , , ,   

    Nu-Substance Festival 2010: Floating Horizon || Bandung, 9 July – 1 August 2010 

    Photobucket

    Nu-Substance Festival 2010: Floating Horizon
    Selama beberapa tahun terakhir, ada banyak sekali lompatan yang terjadi di dalam wilayah irisan yang mempertautkan perkembangan di bidang teknologi komunikasi, media baru dan praktik budaya dalam lingkup kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa perkembangan di bidang teknologi komunikasi dan media baru semakin mempengaruhi cara pandang kita dalam memahami kenyataan, sehingga ikut mengkonstrusi berbagai bentuk nilai dan etika yang kemudian beroperasi di tengah-tengah masyarakat.

    Di level tertentu, perkembangan ini dapat dikatakan sebagai bagian dari konstelasi baru yang berkembang melalui berbagai bentuk inovasi dan inisiatif yang menggejala di tingkat lokal maupun internasional. Bertumbuhnya akses, keterbukaan dan konektifitas yang dimungkinkan melalui penggunaan teknologi komunikasi dan media baru telah ikut membentuk wajah peradaban dunia secara global. Dalam perkembangannya, hal ini semakin meleburkan sekat teritori politik dan budaya melalui serangkaian pola interaksi sosial dan ekonomi yang baru.

    Meskipun hadir dengan sosok yang samar-samar, kemunculan kondisi baru yang berkembang saat ini setidaknya telah ikut mewarnai sebuah era yang ditandai dengan kehadiran berbagai bentuk situasi turbulensi yang melahirkan dinamika, tantangan dan riak perubahan di tengah-tengah masyarakat luas. Di satu sisi, hal ini kemudian mendorong lahirnya rasa ingin tahu dan antusiasme dalam menyambut berbagai prospek, aransemen dan spekulasi mengenai masa depan yang baru. Namun begitu, tampaknya pada saat yang bersamaan kondisi ini juga ikut menghadirkan berbagai bentuk kebingungan, keraguan dan skeptisisme yang mendalam di kalangan masyarakat luas.

    (More …)

     
  • blauloretta 6:24 am on March 18, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , , Gathering, , , , ,   

    Pertunjukan Pantun Buhun Mang Ayi dan Wa Itok (Subang) | Common Room, 19 Maret 2010 

    Pantun Buhun Ayi Itokt

    Tanggal: 19 Maret 2010
    Jam: 19.00 – 21.00 WIB
    Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung

    Deskripsi Singkat
    Mang Ayi dan Wa Itok adalah duo seniman tradisional yang mempelajari seni pantun buhun secara alami. Keduanya selama ini dikenal sebagai seniman tradisi yang berasal dari daerah Subang, Jawa Barat. Pada kesempatan ini, Mang Ayi dan Wa Itok akan membawakan cerita dengan judul yang masih mereka rahasiakan. Selain menampilkan seni pantun, selama ini Mang Ayi dan Wa Itok juga kerap aktif menampilkan berbagai bentuk seni tradisi Sunda semisal bajidoran, sisingaan, terbang, gembyung, dsb. Program ini merupakan bagian dari kegiatan yang dikembangkan oleh kelompok TRAH yang diinisiasi oleh Gigi Priadji, Indra Nugraha dan Iman Zimbot sejak tahun 2007. Selain aktif mengembangkan eksplorasi yang memadukan ranah perkembangan musik elektronik dengan kesenian masyarakat Sunda, kelompok ini juga kerap berkolaborasi dengan seniman dan musisi yang berasal dari latar belakang yang beragam.

    (More …)

     
  • blauloretta 5:45 am on February 23, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , , , , Gathering, , , , ,   

    Critical Reflection & Speculative Review on Art, Culture, ICT/ Media in Bandung – Indonesia 

    This material was presented during the opening of 1st FOWAB gathering at Common Room, 18 February 2010. Read event review at ruangfreelance (by Dian Ara) and dailysocial (by Wiku Baskoro). FOWAB (Forum Web Anak Bandung) is being initiated by iCreativelabs, Chocaholic, Gagas Imaji, Rave Warrior, Galenic, and ThinkRooms.

     
  • blauloretta 3:53 pm on September 18, 2008 Permalink | Reply
    Tags: , Gathering   

    Buka Puasa Barengan di Common Room 

    View SlideShare presentation or Upload your own. (tags: gathering commonroom)

    Acara gathering rutin Common Room setiap bulan puasa. Meskipun nggak semua orang yang datang pada puasa, biasanya acara ini yang paling ditunggu-tunggu karena banyak makanan gratis.

     
  • blauloretta 12:41 pm on June 5, 2008 Permalink | Reply
    Tags: , , Gathering   

    Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia | Community Gathering | Diskusi | Parade | Botram | 5 & 8 Juni 2008 

    Photobucket

    (Mimpi) Hak Atas Lingkungan Hidup Yang Sehat

    Hak atas lingkungan tidak diatur secara aksplisit dalam Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia (DUHAM). Namun, gerakan lingkungan hidup (environmental movement) belum sepenuhnya efektif dalam mencoba mendorong ekplisitas hukum sebagai hak dasar. Meski cukup banyak pengaturan lainnya menyangkut hak atas lingkungan dalam hukum internasional seperti yang tersebut di atas, hak atas lingkungan sebagai hak asasi manusia barulah mendapat pengakuan dalam bentuk kesimpulan oleh sidang Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia pada bulan April 2001 bahwa “Setiap orang memiliki hak hidup di dunia yang bebas dari polusi bahan-bahan beracun dan degradasi lingkungan hidup”.

    Bagi Indonesia, pembangunan nasional yang diselenggarakan adalah mengikuti pola pembangunan yang berkelanjutan yang diakomodasi dalam Undang-undang Dasar 1945 pasal 33 ayat (3). Ketentuan tersebut memberikan dasar hukum bagi penyelenggaraan pengelolaan lingkungan hidup yang bertujuan melestarikan kemampuan lingkungan hidup agar dapat tetap menunjang kesejahteraan dan mutu hidup generasi lingkungan hidup.

    Generasi lingkungan hidup akan terwujud ketika peran serta atau partisipasi masyarakat merupakan bagian yang lekat dalam proses politik, kebudayaan dan demokrasi. Salah satu prasyarat utama dalam mewujudkan partisipasi itu adalah adanya keterbukaan dan transparansi. Beberapa hal yang memungkinkan keterbukaan (openness) terjadi adalah:

    1. Hak untuk mengetahui (right to know/ meeweten) secara utuh, benar dan akurat.
    2. Hak untuk memikirkan (right to think/ meedenken); terlibat dalam pemikiran, pengkajian dan penelitian tentang apa yang sikap yang baik dalam pemgelolaan lingkungan hidup.
    3. Hak untuk menyatakan pendapat (right to speech/ meespreken)
    4. Hak untuk mempengaruhi pengambilan keputusan (right to participate in decision making process/ meebeslissen)
    5. Hak untuk mengawasi pelaksanaan keputusan (right to watch in implementing of the decision/ meetoezien) kontrol masyarakat.

    Mungkinkah? Hukum sampai saat ini belum menunjukan sebagai suatu yang mendorong ajegnya suatu perlindungan akan hak. Sepertinya hukum dan hak adalah hal yang paralel. Kesadaran masyarakatnya sendiri yang harus mengambil posisi yang strategis sebagai fondasi civil society. Budaya sebagai sebuah hasil interaksi sosial akan mengambil peran yang sangat strategis dalam upaya mewujudkan kesadaran publik akan pentingnya lingkungan hidup yang sehat dan beradab.

    Diskusi publik yang digagas akan mencoba menerobos batasan hukum dan budaya. Dan kemudian akan menjadikan sebuah tawaran yang mungkin akan lebih membumi, termanifestasi dan terintegrasi secara utuh dalam sikap. Untuk hidup dan kehidupan yang lebih baik. Alam yang lebih alami, hidup yang lebih manusiawi lebih hidup…

    Berita terkait bisa diakses di halaman berikut:
    SIB Kritik Pemerintah

     
  • koesuma 12:00 am on February 24, 2007 Permalink | Reply
    Tags: , Gathering   

    Sepuluh Tahun Forum Lingkar Pena 

    LIBRARY @ SENAYAN & FORUM LINGKAR PENA, dalam rangka “Sepuluh Tahun Forum Lingkar Pena” mempersembahkan acara-acara menarik selama sehari penuh, pada hari Sabtu, 24 Februari 2007, bertempat di: Library @ Senayan, Komplek Departemen Pendidikan Nasional, Jl. Jend Sudirman, Senayan, Jakarta.

    DISKUSI “Puisi Populer dan Mempopulerkan Puisi”
    Pembicara: Kurnia Effendi, Gratia Gusti Chanaya Rompas , Epri Tsaqib , Dino. F. Umahuk.
    Waktu: 10.00 -12.00 WIB

    PELUNCURAN 10 BUKU dari 10 PENULIS:
    Ketika Cinta Bertasbih (Habiburrahman el Shirazy), Pitaloka (Tasaro), Beautiful Days (Bella), The Lost Prince (Sinta Yudisia), Iori (Lian Kagura), Kutemukan Engkau dalam Setiap Tahajudku (Desi Puspitasari) , Dreams ( Leyla Imtichanah), Perjalanan yang Bulan (M. Irfan Hidayatullah) , The Way of Love (Haekal Siregar), Moderan Nggak Mesti Kayak Bule (Jonru)
    Pembahas buku: Yudhistira M. Massardi, Agus R. Sarjono, Joni Ariadinata, Fahri Asiza, Pipiet Senja, Heery Nurdi. Moderator: Boim Lebon & Ali Muakhir
    Waktu: 13.00 – 18.00 WIB

    DISKUSI SASTRA “Sepuluh Forum Lingkar Pena dalam Sastra Indonesia” dengan pembicara: Maman S Mahayana (Kritikus, Dosen Fakultas Ilmu Budaya UI), Ahmadun Yosi Herfanda (Redaktur Budaya Harian Republika), Prof. Melani Budianta, PhD (Guru Besar Tetap Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia), Muhammad Irfan Hidayatullah (Ketua Umum FLP)
    Moderator: Asma Nadia
    Pidato 10 Tahun FLP oleh Helvy Tiana Rosa.
    Waktu: 19.00 -21.30 WIB

    Tempat: Graha Utama Gedung C, Lantai 3, Komplek Depdiknas

    Dramatic Reading oleh Asma Nadia & Birulaut
    Waktu: 10.00 – 10.30 WIB

    Plus bazaar buku dan pameran kegiatan FLP (Kamis-Sabtu, 22-24 Februari 2007 di Library @ Senayan).

    CP: Dee (0813-82828440) , Jonru (0852-17014194) , Epri (0816-1123323)

    Oh ya, acara ini gratis lho…

    So.. jangan lewatkan!

     
  • koesuma 12:00 am on February 24, 2007 Permalink | Reply
    Tags: Gathering   

    Imlek di Bandoeng Tempo Doeloe 

    Mahanagari bekerjasama dengan Kota Baru Parahyangan mempersembahkan acara:
    “Imlek di Bandoeng Tempo Doeloe”
    yang bertempat di Bale Pare, Kota Baru Parahyangan
    Sabtu dan Minggu, 24 – 25 Februari 2007
    Pukul 10.00 – 22.00 wib

    free of charge alias gratis

    akan menampilkan:
    - Chinese Music, Barongsay, Liong, Dragon Percussion, dll
    - Pameran Foto Bandung Tempo Dulu
    (Supported by Paguyuban Bandung Heritage dan Bandung Trails)
    - Pameran Buku Koleksi mengenai Bandung
    (Supported by Lawang Buku Distributor)
    - Pemutaran Film dan Talkshow mengenai Bandung Tempo Dulu
    - Pertunjukan dan Workshop Mainan Anak Sunda
    (Supported by Hong-Kelompok Mainan Anak Sunda)
    - Studio Foto Tempo Dulu (Anda bisa berpotret ala tahun 20-an)
    - Pertunjukan Musik Keroncong (Klinik Keroncong), Manik (La Luna)
    dan Gege, Kabaret Tempo Dulu, dll
    - Jajanan Bandung Tempo Dulu
    (Supported by Maison Bogerijen alias Braga Permai)

    ditunggu ya kehadirannya. ..

     
  • koesuma 12:00 am on February 23, 2007 Permalink | Reply
    Tags: , Gathering,   

    Listening Session: Endah N Rhesa 

    ~Endah: guitar, vocal~Rhesa: bass~

    JUMAT, 23 FEBRUARI 2007
    PK. 15.00
    Tempat: Common Room
    Jl. Kyai Gede Utama 8 Bandung

    Featuring Musicians
    Yandri Kristanto Trombone
    Benito Trumpet
    Andre Harihandoyo Electric Guitar

    Gratis dan terbuka untuk umum
    Informasi hubungi 022 2503404

    Endah n’ Rhesa adalah duo gitar vokal dan bass dengan konsep akustik minimalis modern yang terbentuk tahun 2004.Karakter musiknya mewakili karakter natural, jujur dan tidak pernah habis termakan tren yang berlaku. Dikemas sebagai musik yang cooling down, casual elegant, personal & intimate, lirik-liriknya bercerita tentang cinta, ekspresi dan perasaan hati, kehidupan serta pemikiran dari hasil perenungan yang mendalam. Banyak musisi yang mempengaruhinya, diantaranya: Dave Matthews Band, King of Konvinience, Jack Johnson, James Taylor, John Mayer dll. Duo Endah n’ Rhesa ini akan tampil pada acara Java Jazz 2007 mendatang. Lebih lanjut tentang Endah n’ Rhesa klik:
    http://www.myspace. com/endahnrhesa

    Tentang Listening Session
    Listening Session adalah bagian dari kegiatan Klab Musik Common Room Networks, dimana forum ini menjadi tempat berinteraksi, berbagi pengalaman proses kreatif antara musisi dan pendengarnya. Informasi lebih lanjut tentang Listening Session, silahkan hubungi: Nunung di Common Room, setiap hari kerja di 022 70800620

     
  • koesuma 12:00 am on February 22, 2007 Permalink | Reply
    Tags: Gathering   

    Web Design: Sebagai Usaha Mandiri yang Potensial 

    Workshop:

    WEB DESIGN

    Sebagai Alternatif Usaha Mandiri yang Potensial

    DOOR PRIZE:

    5 buah Voucher belajar dari Digital Studio College-School Of Visual Communication

    Masing-masing senilai Rp 1.000.000.

    3 buah Voucher Virtual Office dari JDC Business Center

    Masing-masing senilai Rp 605.000.

    ———— ——— ——— ——— ——— ——— ——— –

    Mau mulai buka usaha sendiri? Gak perlu bisnis gede-gedean, asal kamu

    nggak takut dan ragu-ragu. Usaha web design ini lagi potensial lho,

    untuk usaha mandiri. Perusahaan-perusaha an di luar sana boleh jadi

    sedang membutuhkan tenaga muda yang kompeten dan profesional untuk

    pekerjaan ini. Salah satunya adalah Anda. Makanya ikuti workshop ini,

    yang akan membahas cara terampil mendisain dan mengelola sebuah website,

    plus kiat sukses berwiraswasta sebagai web designer.

    Untuk yang belum mahir atau baru mulai coba-coba mendesain web,

    jangan khawatir, karena ada cukup materi teknis di workshop ini.

    Nih…keterangannya :

    Waktu:

    Kamis, 22 Februari 2007

    Shift 1: Pukul 09.00-12.00 atau

    Shift 2: Pukul 13.00-16.00

    Tempat:

    Ruang AJB Bumiputera,

    Gedung F Lantai 2, FISIP UI, Depok

    Materi & Pembicara:

    “Terampil Mendisain dan Mengelola Website” – Coky Fauzi Alfi, SE

    (Staf Pengajar Mata Kuliah “Aplikasi Komputer Untuk Humas”,

    FISIP, Universitas Indonesia)

    “Kiat Sukses Berwiraswasta Sebagai Web Designer” – Ir. Prima Haris Nuryawan, MBA

    (JDC Business Center)

    HTM:

    Hanya Rp 25.000

    Termasuk handout materi workshop, snack box dan sertifikat.

    Gak mahal, kan? Dapet keterampilan teknis mendisain web,

    sekaligus kiat berwiraswasta.

    Pembayaran dapat ditransfer ke:

    BCA Cabang Menara Bidakara

    a/c no. 450.3078123

    a/n C&G Pratama

    Tunggu apalagi, segera daftarkan diri kamu!

    Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi:

    JDC Business Center

    Marketing Office

    Graha Mustika Ratu Lt. 6

    Jl. Jend. Gatot Soebroto Kav. 74-75

    Telepon: (021) 8298802, 8298803

    Fax: (021) 8298880

    e-mail: cgcomm@cbn.net.id

    Contact Person:

    Alfonso Harrison

    HP: 081317990505

     
  • koesuma 12:00 am on February 19, 2007 Permalink | Reply
    Tags: Gathering,   

    festivaldesfestival s, 19 > 24 Feb 2007 @ kineforum 

    19 > 24 Februari 2007
    @ kineforum* Studio 1 TIM 21
    Jl. Cikini Raya n°73 Jakarta Pusat
    tél. 316 27 80 • info@kineforum. com

    Bekerja sama dengan Dewan Kesenian Jakarta, CCF Jakarta mempersembahkan sebuah koleksi dari 9 film yang mewakili berbagai festival film dokumenter di Prancis tahun 2005 dengan berbagai bentuk mereka yang telah menoreh sejarah. Berbagai dokumenter yang menunjukan vitalitas di berbagai jalur yang digali dari produksi terbaru : dokumenter layar lebar, produksi televisi yang menakjubkan, film penelitian maupun essai, termasuk kronika serta film-film antarbatas genre, rekaman dan juga adaptasi pertunjukan.

    *kineforum adalah ruang pemutaran film pertama di Jakarta yang menawarkan berbagai program film Indonesia klasik dan kontemporer. Di ruang ini kita menyaksikan film-film karya pembuat film terbaik dunia, film panjang maupun film pendek – yang berasal dari arus utama sampai eksperimental. Diputar di layar lebar dengan dukungan tata suara yang sesuai, di kineforum berlangsung juga diskusi dan pertemuan dengan banyak pembuat film. Penonton diharap memberi sumbangan untuk mendukung kegiatan kineforum.

    L’Affaire Valérie
    karya François Caillat
    2004, 75 min., versi orisinil teks inggris, FIDMarseille 2004
    Senin 19 Feb. 2007 – 19 :30
    Kamis 22 Feb. 2007 – 17 :00

    Seorang sineas berkelana ke desa-desa di pegunungan Alpen, menyusuri sungai-sungai, untuk mencari tahu penyebab hilangnya Valérie duapuluh tahun yang lalu. Wanita ini dituduh membunuh seorang turis asal Kanada sebelum ia menghilang tanpa jejak. Begitulah kisah sang narator yang sedang lewat di lokasi ketika peristiwa itu berlangsung. Seiring dengan beberapa wawancara yang dilakukan, Valérie seolah menghilang untuk kedua kalinya, terbawa oleh pemandangan indah alpin yang direkam oleh François Caillat. Pemandangan yang megah penuh misteri dimana tebing dan jurang menjadi metafora tokoh-tokoh fiktif yang diubah kamera menjadi sebuah dokumenter. Sebuah film berbentuk essai dimana sang sutradara memusatkan kerjanya pada ingatan dalam tingkat abstraksi yang tinggi.

    Les Mauvais garçons, chronique de la violence ordinaire
    karya David Carr-Broown, Pierre Bourgeois, Patricia Bodet
    2004, 90 min., versi orisinil teks inggris, FIPA 2005
    Selasa 20 Feb. 2007 – 14 :15
    Sabtu 24 Feb. 2007 – 19 :30

    Atau bagaimana sebuah kompleks perumahan kelas menengah bernama Commanderie di daerah Creil berubah menjadi ghetto dalam kurun waktu 40 tahun. Waktu yang cukup bagi dua generasi yang mulai kehilangan kepekaan mereka lantaran kekerasan sehari-hari. Bagian ketiga dari serial (Kronika kekerasan sehari-hari) produksi France 2 mengenai kehidupan daerah pinggiran, Les Mauvais garçons menawarkan sebuah kritik mengenai imigrasi serta kebijakan tata ruang dekade terakhir ini. Selama dua tahun sang sutradara menyusuri perumahan ini. Hasilnya adalah sebuah potret intim dari kota kecil dengan segala kompleksitasnya, bersama Eric, I-B, Zac dan kawan-kawan mereka.

    Mur
    karya Simone Bitton
    2004, 100 min., versi orisinil teks inggris
    Grand Prix du FIDMarseille 2004, Quinzaine des réalisateurs – Festival de Cannes 2004
    Senin 19 Feb. 2007 – 14 :15
    Kamis 22 Feb. 2007 – 19 :30

    Menyusuri jejak batas pemisah Israel yang menjadi bagian dari sejarah, Simone Bitton mengumpulkan kata-kata, lirik dan reaksi dalam bahasa Yahudi dan Arab dari berbagai kalangan yang dipisahkan oleh « Tembok » : anak-anak, pekerja, militer… Sebuah meditasi sinematografis pribadi, disajikan oleh sang sutradara yang menghilangkan kebencian dan memproklamirkan warisan budaya gandanya, Yahudi serta Arab : « Tembok yang kurekam ini merupakan bagian dari diri saya sendiri layaknya sebuah cakrawala pikiran dan manusiawi dalam tokoh-tokoh saya (…). Mur adalah sebuah film politik tanpa berbicara tentang politik. Film ini berbicara tentang saya, tentang kita ». Terpilih dalam berbagai seleksi mancanegara, film ini memperoleh Grand Prix dari Fidmarseille dan masuk di bioskop di Prancis tahun 2004.

    Odessa… Odessa !
    karya Michale Boganim
    2004, 100 min., versi orisinil teks inggris
    Prix L. Marcorellles (M.A.E.) du Cinéma du Réel 2005
    Selasa 20 Feb. 2007 – 17 :00
    Jumat 23 Feb. 2007 – 17 :00

    “Odessa adalah salah satu tempat dengan nama yang mistis, kota legenda yang pernah menjadi pusat kebudayaan Yiddish, salah satu lokasi yang selalu ada di hati Anda sebelum Anda mengunjunginya” . Michale Boganim, sutradara muda berdarah Prancis dan Israel, menapak tilas perjalanan masyarakat Yahudi yang bermigrasi ke Israel dan Amerika Serikat serta menawarkan sebuah triprik nostalgis dari tiga kota dalam tiga warna : Odessa biru dengan keindahan yang pudar dari kota tua; Little Odessa, daerah kantong Rusia di New York dengan warna bata, dan Ashdod, kota berwarna putih berkilauan bagai jamur yang mekar di padang pasir Israel. Diseleksi dalam berbagai festival dokumenter mancanegara, film ini masuk di bioskop Prancis pada tahun 2005.

    Paradis
    karya Marie-Hélène Rebois
    2004, 52 min., tanpa komentar, FIPA 2005
    Rabu 21 Feb. 2007 – 19 :30
    Jumat 23 Feb. 2007 – 14 :15

    Marie-Hélène Rebois, terkenal berkat hasil kerjanya tentang grup tari Compagnie Bagouet (yang berjudul Histoire d’une transmission dan Ribatz, Ribatz ! Ou le grain du temps, yang memperoleh penghargaan dalam kompetisi dokumenter Fidmarseille tahun 2003), melanjutkan eksplorasinya dalam tari kontemporer dengan karya emas dari José Montalvo, koreografer Prancis asal Spanyol. Rekaman pementasan Paradis yang diciptakan pada tahun 1997 di la Maison de la danse de Lyon, menceritakan kebahagiaan sebuah penciptaan, humor serta energi yang menjadi ciri khas grup tari Montalvo/Hervieu. Sebuah pementasan indah yang mencampur segala genre dan budaya tari (hip-hop, ballet klasik, tari Afrika) dan video dimana para penari beserta gambar mereka diproyeksikan ke layar lebar.

    Paul dans sa vie
    karya Rémi Mauger
    2004, 100 min., v versi orisinil teks inggris
    Fipa d’argent 2005 (Section Documentaires de création)
    Selasa 20 Feb. 2007 – 19 :30
    Kamis 22 Feb. 2007 – 14 :15

    Paul, petani, nelayan, dan bujangan, akan menginjak usia 75 tahun. Ia hidup dengan dua saudara perempuannya yang juga belum menikah, dan mulai menjajaki hari-hari pensiun setelah bekerja dan tinggal di Cotentin. Inilah saat yang penting bagi Rémi Mauger yang memilih untuk mendekatkan diri kepada pria yang ia kenal baik ini, simbol dari dunia yang jauh dari modernitas dan mulai memudar. Sebuah potret yang indah dimana sang sutradara berusaha memberi jarak yang tepat, dibantu oleh sang tokoh, yang mengalir mempesona : « Kamu mau buat apa ? Film ? Tidak akan mudah buat kamu. Kamu sama saja seperti yang lain. Kamu akan mengganggap saya terlalu folklorik. Tapi saya tidak ada dalam folklor. Saya berada dalam hidup saya. »

    La Peau trouée
    karya Julien Samani
    2004, 56 min., tanpa komentar
    Prix Jean Vigo du Court-Métrage 2005, États généraux du Documentaire de Lussas 2004
    Rabu 21 Feb. 2007 – 17 :00
    Sabtu 24 Feb. 2007 – 14 :15

    Lima nelayan di tepi Mirador, pergi menuju perairan Irlandia yang luas mencari seekor ikan monster : hiu-tupai. Mulailah sebuah perjalanan panjang menuju lautan tak bertepi ditemani suara bising baling-baling motor : penantian, monoton, kata-kata pendek para pelaut… Sampai tiba-tiba irama film berubah menjadi ledakan keras. Terumpan, menjerit dan melengking di permukaan, hiu-hiu itu melakukan lompatan terakhir hidup mereka di laut berlumur darah. Keluarbiasaan dan kesederhanaan berbaur dalam sebuah komposisi yang lihai dimana para tokoh mencapai sebuah dimensi setengah mistis. Sebuah film essai yang sukses bagi seorang sutradara muda yang menandai film pertamanya, dianugerahi Prix Jean Vigo 2005 dan hadir di bioskop Prancis pada tahun yang sama.

    Le Rossignol
    karya Christian Chaudet
    2004, 50 min., versi orisinil teks inggris
    FIPA d’or 2005 (Section Musique et spectacles)
    Rabu 21 Feb. 2007 – 14 :15
    Sabtu 24 Feb. 2007 – 17 :00

    Karya lirik pertama dari komposer Igor Stravinsky, diadaptasi dari dongeng Andersen, Le Rossignol membawa penonton ke dunia magis kekaisaran Cina. Diadaptasi oleh Christian Chaudet untuk disiarkan di layar kaca, film ini menggunakan berbagai teknik animasi digital untuk menciptakan sebuah dunia peri yang modern, antara Cina dan dunia virtual. Lewat sudut pandang seorang pemuda Cina yang melihat balet fantastik dengan benda-benda seni, alat-alat musik, telepon genggam dan webcam, penonton dibawa menuju keajaiban sebuah pertunjukan. Peranan Nathalie Dessay sebagai tokoh utama dalam Orchestre National de Paris pimpinan James Conlon menambah keberhasilan film yang dimahkotai FIPA d’Or tahun 2005 ini.

    Salvador Allende
    karya Patricio Guzman
    2004, 100 min., versi orisinil teks inggris
    Sélection officielle Festival de Cannes 2004 (hors compétition), États généraux du Documentaire de Lussas 2004
    Senin 19 Feb. 2007 – 17 :00
    Jumat 23 Feb. 2007 – 19 :30

    11 September 1973. Sebuah kudeta militer memukul revolusi pasifik di Chili setelah presiden terpilih Salvador Allende dilengser. Patricio Guzmán membangkitkan sang presiden yang kalah perang, figur karismatik yang bunuh diri dimana diktator berusaha menghapus kenangannya. Seperti ungkapan di menit awal film, bahwa « tidak ada yang tersisa, atau hampir tersisa dari Salvador Allende ». Hanya sepotong kacamata pecah dan beberapa lembar kertas ditemukan di tubuhnya yang tak bernyawa. Dalam sebuah potret yang menyentuh, Guzmán menjadikan tokoh ini sebagai mercu suar abad ke-20, sebuah penghormatan yang personal sekaligus berjarak sembari menawarkan sebuah refleksi yang jujur mengenai seorang politikus ideal. Film ini masuk seleksi di berbagai festival mancanegara dan muncul di bioskop Prancis tahun 2004.

    Informasi selengkapnya, kunjungi :
    http://www.ccfjakarta. or.id
    http://www.diplomatie. gouv.fr
    http://www.fipa.tm. fr
    http://www.fidmarseille. org
    http://www.bpi.fr
    http://www.lussasdoc. com

    Atau hubungi :

    Yosef Indra
    yosef.indra@ ccfjakarta. or.id

    Responsable de l’audiovisuel / graphisme
    Centre Culturel Français / Pusat Kebudayaan Prancis / CCF Jakarta
    Jalan Salemba Raya 25 Jakarta 10440
    INDONESIA
    tél. 00 62 21 390 85 80, 390 85 85
    fax. 00 62 21 390 85 86
    http://www.ccfjakarta. or.id

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel