Tagged: Forum RSS

  • blauloretta 2:48 am on November 8, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , , , , , , , Forum, ,   

    Informasi Agenda Kegiatan Common Room | November 2011 

    [Musik Santai] Kahot Pasosore, Kamis, 10 November 2011, [Konferensi Press] Interaksi Hati #2: Kompilasi Musik dan Video Klip, Sabtu, 12 November 2011, [Konser dan Diskusi] Pra-Event Bandung World Jazz 2011 ( BWJF’11) oleh Jendela Ide Sabuga, Minggu, 13 November 2011, [Workshop] A Guide to Music Biz, Jumat, 18 November 2011, [Pameran Fotografi] Pause/Urban Decay oleh Sandi Jaya Saputra, Jumat, 18 November 2011, [Gathering] Forum Hijau Bandung, Senin, 21 November 2011, [Diskusi] Mitigasi Kebencanaan Kota Bandung, Sabtu, 26 November 2011

    [Kelas Belajar] Kelas Karinding oleh Hendra Attack setiap hari Rabu, mulai Pk. 17.00 – 19.00 WIB | Belajar Kwasi Laras Pelog dengan Sibelius Scores setiap hari Rabu, mulai Pk. 16.00 – 17.30 WIB | Pertemuan Mingguan Bandung Oral History setiap hari Kamis, mulai Pk. 17.00 WIB | Pertemuan Mingguan Workshop DJ Openlabs x Bandung Hiphop Community setiap hari Kamis, mulai Pk. 19.00 WIB.

    [Latihan Musik] Paper Back setiap hari Senin, Pk. 14.00 – 18.00 WIB | Karinding Attack setiap hari Selasa dan Jumat | TRAH setiap hari Rabu, Pk. 18.00 – 23.00 WIB | Flava Madrim setiap hari Kamis, Pk. 13.00 – 17.00 WIB | Karinding Riot setiap hari Kamis, Pk. 17.00 – 19.00 WIB | Laras setiap hari Jumat, Pk. 18.00 – 20.00 WIB.

    [Radio Online] Madness Monday / Sixteenloops setiap hari Senin Pk. 19.00 – 22.00 WIB | Gigsonsky setiap hari Selasa Pk. 19.00 – 22.00 WIB | Gigsonsky Playmix izmir escort setiap hari Selasa Pk. 22.00 – 23.00 WIB | Neng Ita setiap hari Rabu Pk. 16.00 – 18.00 WIB | Radiologia setiap hari Rabu Pk. 19.00 – 22.00 WIB | Kamis Tiris setiap hari Kamis Pk. 19.00 – 22.00 WIB | Gigsonsky Marimar setiap hari Kamis Pk. 22.00 – 00.00 WIB | Our Playlist / Live Streaming / 24 Hours Loop**
    **tentative hari Sabtu dan Minggu

    (More …)

     
  • blauloretta 11:00 am on May 27, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , , , Forum, , ,   

    Mengurai Seni Kontemporer Asia via Seoul | Oleh Gustaff H. Iskandar* 

    Beberapa waktu yang lalu, sebuah kompetisi seni kontemporer bertajuk Asia Art Award (A3) diselenggarakan di kota Seoul, Korea Selatan. Perhelatan ini diselenggarakan oleh CJ Culture Foundation, Alternative Space LOOP, dan Korea Sports Promotion Foundation yang juga didukung oleh beberapa institusi budaya yang berasal dari beberapa negara Eropa dan Asia Pasifik. Sejak tanggal 9 April s/d 6 Juni 2010, kompetisi ini menampilkan karya dari 6 finalis yang dipamerkan di Soma Museum of Art yang terletak di kompleks Olimpiade Seoul. Mereka terdiri dari Apichatpong Weerasethakul (TH), Ashok Sukumaran (IN), ChimPom (JP), Jompet Kuswidananto (ID), Shi Jin Song (CN) dan Yangachi (KR). Tampil sebagai pemenang pertama yang berhak mendapatkan hadiah sebesar USD. 20.000,- adalah Apichatpong Weerasethakul yang menampilkan karya video dengan judul “Phantoms of Nabua” (2009).

    Kompetisi ini digadang-gadang sebagai babak baru perkembangan seni kontemporer di wilayah Asia. Suh Jinsuk, kurator dari Alternative Space LOOP yang bertindak sebagai direktur kompetisi ini menuliskan bahwa A3 merupakan titik balik bagi perkembangan seni rupa di Asia yang sebelumnya selalu mengekor perkembangan seni kontemporer barat. Tidak tanggung-tanggung, untuk menyelenggarakan kompetisi ini panitia melibatkan sekitar 42 ahli dari Korea Selatan, Jepang, Cina, India dan beberapa negara di wilayah Asia Tenggara, termasuk kurator Agung Hujatnikajennong yang mewakili Indonesia. Mereka secara khusus diundang untuk merekomendasikan sekitar 42 seniman yang kemudian diseleksi oleh 7 orang juri utama yang diminta untuk mengusulkan 6 finalis. Adapun dewan juri yang dilibatkan dalam kompetisi ini adalah Alexandra Munroe (US), Apinan Poshyananda (TH), Carolyn Christov-Bakargiev (US), Fumio Nanjo (JP), Jonathan Watkins (UK), Kim Honghee (KR) dan Wu Hung (CN).

    (More …)

     
  • blauloretta 8:43 am on April 3, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , , Forum, , ,   


    Kelompok Studi Bandung Oral History (BOH): WORKSHOP SEJARAH LISAN 2010
    Bandung Oral History (BOH) adalah kelompok belajar sejarah lisan yang berdiri di Bandung tahun 2009. Selama beberapa waktu terakhir, kelompok ini secara fokus mengembangkan metode sejarah lisan dalam berbagai tema penelitian sejarah di berbagai ranah kreativitas. Untuk membangun kesadaran bersejarah dan mengembangkan metode sejarah lisan, sekaligus menerapkan metode ini di ranah kehidupan yang lebih ramah dan aplikatif, BOH akan menggelar workshop sejarah lisan yang rencananya akan digelar selama bulan April 2010.

    Jadwal
    8 April 2010, Kuliah Umum ”Sejarah dan Sejarah Lisan”, Game Simulasi Teknik dan Metode Sejarah Lisan oleh Kimun666.
    15 April 2010, Presentasi Latihan Riset Teknik Sejarah Lisan dan Pemutaran Film ”The US Vs John Lennon”
    22 April 2010, Obrolan Petang dengan Para Pelaku Sejarah Konferensi Asia Afrika
    29 April 2010, Ceramah Umum “Sejarah Lisan Hari Ini” oleh Drs. Reiza D. Dienaputra, M.Hum. dan sharing bersama penulis, fotografer, dan pembuat film mengenai aktivitas riset dalam berkarya.

    Mari bergabung!!!

    We want we all together reconstruct this scene in history!!! Our histroy!!!

    Untuk informasi dan pendaftaran hubungi Common Room Networks Foundation, Jl Kyai Gede Utama no. 8. No. Telp.: 022-2503404 atau 08568682557 (Mba Nunung) atau 02292209221(Zia). Imel bisa dikirimkan ke kimun666@ujungberung.com.

    EACH DAY IS A DRIVE THRU HISTORY!

    (More …)

     
  • blauloretta 5:45 am on February 23, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , , , Forum, , , , , ,   

    Critical Reflection & Speculative Review on Art, Culture, ICT/ Media in Bandung – Indonesia 

    This material was presented during the opening of 1st FOWAB gathering at Common Room, 18 February 2010. Read event review at ruangfreelance (by Dian Ara) and dailysocial (by Wiku Baskoro). FOWAB (Forum Web Anak Bandung) is being initiated by iCreativelabs, Chocaholic, Gagas Imaji, Rave Warrior, Galenic, and ThinkRooms.

     
  • blauloretta 7:22 am on January 8, 2008 Permalink | Reply
    Tags: Forum   

    Pertemuan Bandung Creative City Forum | Common Room | 7 Januari 2008 

    Papan Tulis

    Melanjutkan pertemuan sebelumnya, working group Bandung Creative City Forum kembali melakukan pertemuan di Common Room pada tanggal 7 Januari 2008. Seperti yang telah disepakati, kali ini pertemuan hanya diikuti oleh anggota working group yang terdiri dari perwakilan beberapa komunitas dan organisasi yang terlibat dalam beberapa pertemuan sebelumnya. Adapun anggota working group yang hadir di dalam pertemuan ini adalah Addy Gembel (Ujungberung Rebels), Gustaff H. Iskandar (Common Room), Utun (GPSP/ Sunda Underground), Iit (Omuniuum), Tata Soemardi (Artepolis/ PSUD), Agus Rakasiwi (Aliansi Jurnalis Independen/ AJI) , Fiki Satari (KICK) & Ridwan Kamil (URBANE). Selain itu, pertemuan ini juga dihadiri oleh Endin (Artepolis/ PSUD) & Trie (Omuniuum).

    Agenda yang dibicarakan di dalam pertemuan ini adalah koordinasi kerja working group Bandung Creative City Forum dan penyusunan rencana program kegiatan di sepanjang tahun 2008. Untuk susunan tim working group yang dibicarakan adalah sebagai berikut:

    1. Koordinator Program: Gustaff H. Iskandar
    2. Kesekertariatan: URBANE
    3. Government Relation: Fiki Satari & Utun
    4. Bendahara: Woerjantari Soedarsono
    5. Koordinator Dana Usaha & External Relation: Ridwan Kamil
    6. Koordinator Media: Agus Rakasiwi, Dewi Lestari, Adi Gembel & Iit

    Untuk program kegiatan tahun 2008, forum ini sepakat untuk menggunakan nama HELAR FESTIVAL 2008 sebagai nama untuk rangkaian kegiatan yang direncanakan. Adapun beberapa kegiatan yang diusulkan antara lain adalah:

    1. Sunda Festival (Festival budaya tradisional masyarakat Sunda)
    2. Artepolis (Seminar urban planning & budaya kreatif)
    3. KickFest (Festival industri clothing independen)
    4. Public Art Project (Proyek seni ruang publik)
    5. Bandung Deathfest (Konser musik death metal)
    6. Bandung Creative Writing Festival (Festival sastra dan penulisan kreatif)
    7. Architecture Biennalle (Pameran arsitektur)
    8. Bandung New Emergence (Pameran seni visual)
    9. Riset Komunitas Ujungberung Rebels (Riset komunitas kreatif)
    10. Freedom Jazz Festival (Konser musik jazz)
    11. Street Soccer Fest. (Kompetisi olah raga)
    12. Bandung Creative Community Competition
    13. Saparua Project (Revitalisasi gedung konser Saparua)
    14. Penerbitan buku Bandung Creative City Forum

    Selain beberapa kegiatan di atas, ada beberapa kegiatan lain yang diusulkan dan akan dikonfirmasi oleh working group pada pertemuan selanjutnya. Dalam waktu dekat, working group akan melakukan pendataan, perancangan & penjadwalan program dalam rangka persiapan pelaksanaan kegiatan di sepanjang tahun 2008. Rencananya, rangkaian kegiatan Helar Festival 2008 akan dilaksanakan di sepanjang bulan Agustus dan September 2008. Terkait dengan persiapan pelaksanaan program, forum juga mendiskusikan logo kegiatan yang diperlukan sebagai sarana komunikasi dan publikasi bagi seluruh kegiatan Bandung Creative City Forum. M. Yahya dari Image Nation telah memberikan masukan dan agenda ini akan dibahas oleh forum pada pertemuan selanjutnya.

    Dalam pertemuan ini, forum juga menyepakati kalau sebaiknya Bandung Creative City Forum juga bisa membicarakan beberapa hal yang lebih strategis dan tidak hanya berorientasi pada penyelenggaraan kegiatan bersama. Hal ini terutama ditujukan agar Bandung Creative City Forum dan pembicaraan mengenai pengembangan platform ekonomi kreatif di kota Bandung dapat menyentuh berbagai persoalan yang lebih esensial dan berdampak bagi masyarakat luas. Untuk itu forum sepakat kalau tahun 2008b diharapkan dapat menjadi momentum bagi pengembangan platform ekonomi kreatif yang berkelanjutan di Kota Bandung.

     
    • kimung 4:35 pm on January 9, 2008 Permalink

      prung ah!!!

    • Ganjar 1:47 am on July 1, 2008 Permalink

      Diantos,,ya Helaranana,,,,
      cag geura miang barudak,,,,,,,

    • andi yudha 8:25 am on July 1, 2008 Permalink

      meski begitu, sangat setuju, hidup bandung!! hidup kreatif !!

    • donny 8:38 am on July 17, 2008 Permalink

      kami tunggu acaranya, tks

    • viajyanto 2:42 am on July 19, 2008 Permalink

      saya teman dekat fiki chikara semasa sma&kuliah,tp saya kehilangan kontak.dgn forum ini mudah2han sy bs bersilaturahmi lg.fiki tlg email sy yaaa thx…

    • Mahenk 2:26 am on August 23, 2008 Permalink

      didukung terus lah.. geboy!!

    • selly 7:30 am on December 3, 2008 Permalink

      mo tanya,apakah industri kreatif di BDG ada kebijakan/Perda yg khusus mengaturnya??
      Thx

    • rob santas 12:53 pm on January 27, 2009 Permalink

      tahun 1986 sampai 1990 saya berjuang sendirian diCihamplas,waktu permulaannya diCihamplas hanya ada 3 toko fashionjeans,
      saya memberi turbo untuk zona itu,memperoleh
      banyak uang,girls,party,car.Tahun 1990 saya
      harus meninggalkan Bandung,kini saya menemuk
      an CRNF,maju dan berkembang untuk CRNF,
      hingga menjangkau internasional.my support,
      robsantas@hotmail.com

  • blauloretta 7:08 am on December 28, 2007 Permalink | Reply
    Tags: Forum, ,   

    Pertemuan Bandung Creative City Forum | 25 Desember 2007 

    bccf

    Pada tanggal 25 Desember yang lalu, Common Room memfasilitasi pertemuan Bandung Creative City Forum yang kedua. Beranjak dari pertemuan sebelumnya, kali ini forum membicarakan pembentukan working group yang terdiri dari perwakilan individu, komunitas dan organisasi yang bergelut di bidang kreatifitas di kota Bandung. Beberapa teman yang hadir dalam pertemuan ini adalah Ridwan Kamil (URBANE), Tata Ahmad Soemardi (PSUD – ITB), Helvi (FFWD Records), Fiki (KICK/ Airplane Systm), Dxxxt (FFWD Records), Dina Delyana (Homogenic), Man (Jasad/ Ujungberung Rebels), Agus Rakasiwi (AJI/ Pikiran Rakyat), Trie & Iit (Omuniuum), Themfuck (Jeruji), Utun (GPSP), OQ (ButonKultur21), Araji (Fabric Magz), Ginan (Rumah Cemara), Amanda Mita (Prambors Radio), Anggia Tresna (Sekasar Sunaryo Artspace), dll.

    Melanjutkan pertemuan sebelumnya yang diselenggarakan pada tanggal 6 Desember 2007, forum kali ini mengukuhkan pembentukan working group yang terdiri dari perwakilan dari masing-masing komunitas dan organisasi. Melalui working group ini, diharapkan ada beberapa program kegiatan yang bisa dirancang dan dilakukan bersama-sama di sepanjang tahun 2008. Adapun anggota dari working group yang telah dibentuk oleh forum adalah sebagai berikut ini:

    1. Ridwan Kamil (URBANE)
    2. Gustaff H. Iskandar (Common Room Networks Foundation)
    3. Fiki Satari (Kick)
    4. Agus Rakasiwi (AJI/ Pikiran Rakyat)
    5. Utun (GPSP)
    6. Hendy Hertiasa (DKV – ITB)
    7. Addy Gembel (Ujungberung Rebels/ Homeless Crew)
    8. Helvy Sjarifudin (FFWD Records)
    9. Iit (Omuniuum)
    10. Woerjantari Soedarsono (PSUD – ITB)

    Pertemuan forum kali ini juga mendiskusikan pentingnya menyusun program dengan skala dan prioritas yang beragam, tetapi tetap fokus pada upaya pengembangan platform dan jaringan pelaku ekonomi kreatif baik di tingkat lokal, regional maupun internasional. Selain itu, para peserta pertemuan sepakat kalau forum ini sebaiknya tetap dapat menjadi forum yang cair sehingga memungkinkan siapa saja untuk bisa ikut bergabung. Para peserta pertemuan juga mengharapkan agar forum tidak dibentuk menjadi organisasi yang hirarkis dan elitis. Adapun agenda selanjutnya dari working group yang telah dibentuk adalah merancang program kegiatan untuk tahun 2008. Untuk itu, rencananya Bandung Creative City Forum akan kembali melakukan pertemuan di awal tahun 2008. Berita terkait dengan pertemuan ini bisa dibaca di halaman berikut ini.

     
    • andi boi boi boi 2:47 am on December 29, 2007 Permalink

      edan udah kaya justice league…. smangats pa….this is the very gulden chance indeed.

    • kimbrong 4:50 pm on January 2, 2008 Permalink

      paenkeun jang…

    • Amelie Griffiths 5:52 pm on August 12, 2010 Permalink

      being a computer programmer myself makes me very proud of my job.`-

  • blauloretta 4:19 am on December 7, 2007 Permalink | Reply
    Tags: Forum,   

    Common Room Community Gathering 2007: Bandung Creative City Forum 

    Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

    Pada tanggal 6 Desember 2007, Common Room menyelenggarakan kegiatan community gathering yang dihadiri oleh beberapa teman dan komunitas yang berasal dari latar belakang yang beragam. Acara ini merupakan kegiatan rutin yang ditujukan untuk menjalin komunikasi dan jaringan lintas disiplin, selain juga sebagai upaya untuk terus mencermati perkembangan dan wacana diantara para pekerja kreatif di kota Bandung. Beberapa agenda yang dibahas di dalam pertemuan ini antara lain adalah wacana mengenai perkembangan ekonomi kreatif dan rencana pembentukan Bandung Creative City Forum. Selain itu, juga dibahas beberapa kemungkinan membentuk program kerjasama yang ditujukan untuk mendorong perkembangan industri kreatif di kota Bandung dan Jawa Barat.

    Diantara banyak teman yang saat itu hadir adalah Andar Manik (Seniman, pengelola Jendela Ide), Dewi “Dee” Lestari (Penulis dan musisi), Fiki Satari (Pengusaha, ketua KICK), Helvi Sjarifuddin (Produser musik, pendiri FFWD Records), Marin Ramdhani (Pemilik MonikCeltic/ FFWD Records), Dini Cindaga (Pemilik NoLabelStuff/ NLS), Charly (Pemilik toko Hobbies/ Pendiri Indonesian Skateboard Association), Yayat (Ahli tata suara, komunitas Ujungberung Rebels/ Homeless Crew), Kimung (Penulis, komunitas Ujungberung Rebels/ Homeless Crew), Eben (Gitaris Burgekill, komunitas Ujungberung Rebels/ Homeless Crew), Man (Komunitas Ujungberung Rebels/ Homeless Crew), Addy Gembel (Vokalis Forgotten, komunitas Ujungberung Rebels/ Homeless Crew), Sat N.B (Pemred majalah Ripple & vokalis Pure Saturday), Agus Rakasiwi (Wartawan harian PR & koordinator Forum Diskusi Wartawan Bandung), dsb.

    Dalam acara ini, Dewi Lestari menekankan bahwa forum ini sangat diperlukan mengingat potensi yang dimiliki oleh warga kota Bandung. Menurut Dewi selama dua dasawarsa terakhir kota Bandung seperti tengah kehilangan arah karena potensi ini kurang mendapat perhatian yang cukup dari banyak pihak, selain juga karena para pelaku dunia kreatif di kota Bandung sepertinya bergerak sendiri-sendiri. Sementara itu, Fiki Satari menyatakan kalau forum ini akan berguna untuk meningkatkan posisi tawar untuk bernegosiasi dengan banyak pihak agar pengembangan ekonomi yang berbasis kreatifitas di kota Bandung mendapatkan dukungan yang semestinya. Dalam diskusi ini, Yayat dari komunitas Ujungberung Rebels/ Homeless Crew berpendapat kalau pemerintah sebaiknya tidak terlalu banyak dilibatkan di dalam forum, namun diharapkan posisi pemerintah dapat mendukung keberadaan forum ini.

    Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

    Lebih jauh lagi, beberapa peserta gathering juga menekankan perlunya forum yang bersifat inklusif, sehingga wacana mengenai pentingnya mengembangkan ekonomi kreatif tidak hanya menjadi diskusi yang elitis dan dapat mengakomodasi kepentingan para stake holder yang beragam. Hal ini terutama ditujukan agar wacana mengenai ekonomi kreatif dapat berdampak bagi masyarakat, terutama dari sisi penciptaan lapangan kerja dan kesempatan ekonomi bagi masyarakat secara lebih luas; tidak hanya di kota Bandung tetapi juga di daerah-daerah lain. Dalam acara ini juga dibicarakan beberapa kendala pengembangan ekonomi kreatif, terutama beberapa hal yang terkait dengan minimnya fasilitas publik dan kebijakan pemerintah yang cenderung terlalu birokratis dan rawan akan korupsi. Menanggapi hal ini, para peserta gathering sangat berharap bahwa forum ini dapat menjadi wahana mediasi kepentingan bagi para pelaku ataupun stake holder dengan pemerintah ataupun pihak-pihak lain yang memiliki kepentingan yang sama.

    Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

    Selain itu, seperti yang dipaparkan oleh Marin Ramdhani dari MonikCeltic/ FFWD Records, bahwa kota Bandung sudah punya segudang seniman dan musisi namun masih sedikit orang yang tertarik untuk mengurus masalah manajemen dan pengelolaan kegiatan. Hal ini sedikit banyak berdampak pada kualitas dan pengelolaan acara, sehingga kegiatan kreatif di kota Bandung menjadi sulit untuk berkembang lebih jauh. Selain minimnya perhatian di bidang manajemen dan organisasi, Eben dari Burgerkill (komunitas Ujungberung Rebels/ Homeless Crew) juga menyatakan kesulitan untuk mengembangkan ekonomi kreatif juga salah satunya adalah karena ada semacam gap diantara para pelaku dan komunitas yang ada. Untuk itu, idealnya pembentukan Bandung Creative City Forum dapat menjadi wahana untuk menjembatani kesenjangan komunikasi dan mendorong kerjasama bagi para stake holder yang memiliki latar belakang beragam.

    Agus Rakasiwi dari Forum Diskusi Wartawan Bandung menyarankan kalau para pelaku dan komunitas kreatif di kota Bandung sebaiknya memiliki media sendiri yang dapat digunakan untuk menyebarluaskan sekaligus menjalin komunikasi dengan masyarakat luas. Idealnya media yang digunakan dapat dengan mudah diakses dan harus murah, sehingga masyarakat umum juga bisa ikut dilibatkan untuk membicarakan wacana dan perkembangan di bidang ekonomi kreatif. Di dalam pemberitaan media (mainstream), berbagai kegiatan kreatif di kota Bandung relatif masih kurang mendapatkan perhatian media nasional karena Jakarta sampai saat ini masih dilihat sebagai pusat. Namun hal ini dapat disiasati dengan menjalin hubungan kerjasama dengan teman-teman wartawan media mainstream, selain juga bekerjasama dengan para pekerja media yang lebih spesifik, semisal media lokal maupun jaringan blogger.

    Salah satu kesimpulan yang diambil dari pertemuan ini adalah kesepakatan untuk membentuk Bandung Creative City Forum yang terdiri dari para pelaku dan komunitas yang beragam dan bersifat terbuka. Selanjutnya dipandang perlu untuk menyiapkan working group yang terdiri dari perwakilan para stake holder untuk membicarakan rencana dan program secara lebih rinci. Untuk hal ini, para peserta gathering meminta Common Room untuk memfasilitasi kegiatan Bandung Creative City Forum, sekaligus menyebarluaskan informasi mengenai pertemuan ini kepada masyarakat luas. Para peserta pertemuan ini sepakat bahwa forum ini harus inklusif dan terbuka bagi siapapun yang memiliki kepentingan dan keperdulian untuk mendorong perkembangan industri kreatif di Indonesia, khususnya kota Bandung dan Jawa Barat.

     
    • byg 6:33 am on December 7, 2007 Permalink

      sukses ya om…berharap suatu saat pulang ke bandung dan bisa ikut serta ke dalamnya…

    • Gustaff Harriman 10:58 am on December 7, 2007 Permalink

      Eeeehhhh…Ooomm Buuyyyuuuunnggg…thx euy supportnyah. Iraha atuh ulin ka Bandung? Hehehhe..

    • vitex 12:40 pm on December 9, 2007 Permalink

      sukses taff
      mungkin kurang dari sisi pelaku industri kecil yg sering aku temani beberapa tahun ini

      tabik

    • andi hakim 12:43 am on December 10, 2007 Permalink

      …keren Bandung punya forum kreatif.
      Gw sendiri baru cari-cari tau kreatif forum

      Gustaff Harimau top.
      Sakses mang

      andihakim SR93

    • blauloretta 3:18 am on December 10, 2007 Permalink

      Buat Vitex, gua setuju banget…Forum ini gua pikir mustinya jadi forumnya pelaku industri kecil juga..terutama bagi mereka-mereka yang memanfaatkan kreatifitas sebagai core bisnisnya. Ayo dong ikutan…Biar forum ini ada gunanya dan nggak hanya sekedar acara kumpul-kumpul…

      Buat Andi…thx yah supportnya..lu sekarang dimana aja sih?

    • Deni Andriana 5:35 am on December 11, 2007 Permalink

      gagasan yang keren dan kreatif…. sebelum Bandung Creative City Forum nya lahir juga, forum menggasnya sudah lebih dulu kreatif…

    • kimung 2:24 pm on December 13, 2007 Permalink

      hajar terus jalanan lur!!!!

    • novan 3:36 pm on May 19, 2008 Permalink

      org awam seni n ga kreatif ajak atuh, alias publikasinya di gas lg

  • koesuma 12:00 am on February 24, 2007 Permalink | Reply
    Tags: Forum,   

    Sepuluh Tahun Forum Lingkar Pena 

    LIBRARY @ SENAYAN & FORUM LINGKAR PENA, dalam rangka “Sepuluh Tahun Forum Lingkar Pena” mempersembahkan acara-acara menarik selama sehari penuh, pada hari Sabtu, 24 Februari 2007, bertempat di: Library @ Senayan, Komplek Departemen Pendidikan Nasional, Jl. Jend Sudirman, Senayan, Jakarta.

    DISKUSI “Puisi Populer dan Mempopulerkan Puisi”
    Pembicara: Kurnia Effendi, Gratia Gusti Chanaya Rompas , Epri Tsaqib , Dino. F. Umahuk.
    Waktu: 10.00 -12.00 WIB

    PELUNCURAN 10 BUKU dari 10 PENULIS:
    Ketika Cinta Bertasbih (Habiburrahman el Shirazy), Pitaloka (Tasaro), Beautiful Days (Bella), The Lost Prince (Sinta Yudisia), Iori (Lian Kagura), Kutemukan Engkau dalam Setiap Tahajudku (Desi Puspitasari) , Dreams ( Leyla Imtichanah), Perjalanan yang Bulan (M. Irfan Hidayatullah) , The Way of Love (Haekal Siregar), Moderan Nggak Mesti Kayak Bule (Jonru)
    Pembahas buku: Yudhistira M. Massardi, Agus R. Sarjono, Joni Ariadinata, Fahri Asiza, Pipiet Senja, Heery Nurdi. Moderator: Boim Lebon & Ali Muakhir
    Waktu: 13.00 – 18.00 WIB

    DISKUSI SASTRA “Sepuluh Forum Lingkar Pena dalam Sastra Indonesia” dengan pembicara: Maman S Mahayana (Kritikus, Dosen Fakultas Ilmu Budaya UI), Ahmadun Yosi Herfanda (Redaktur Budaya Harian Republika), Prof. Melani Budianta, PhD (Guru Besar Tetap Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia), Muhammad Irfan Hidayatullah (Ketua Umum FLP)
    Moderator: Asma Nadia
    Pidato 10 Tahun FLP oleh Helvy Tiana Rosa.
    Waktu: 19.00 -21.30 WIB

    Tempat: Graha Utama Gedung C, Lantai 3, Komplek Depdiknas

    Dramatic Reading oleh Asma Nadia & Birulaut
    Waktu: 10.00 – 10.30 WIB

    Plus bazaar buku dan pameran kegiatan FLP (Kamis-Sabtu, 22-24 Februari 2007 di Library @ Senayan).

    CP: Dee (0813-82828440) , Jonru (0852-17014194) , Epri (0816-1123323)

    Oh ya, acara ini gratis lho…

    So.. jangan lewatkan!

     
  • blauloretta 10:23 am on January 20, 2007 Permalink | Reply
    Tags: Forum, ,   

    Rumah Cemara Media Gathering at Common Room 

    Rumah Cemara Media Gathering at Common Room.

    As part of spreading information & public knowledge about drugs related problems, Rumah Cemara held a media gathering program in Common Room in 20 January 2007. Many friends shows up and share their own stories and personal experience. On this occasion, Rumah Cemara also invite Mr. Wirawan S.H., law practitioner who used to work for LBH Bandung (Bandung Law Aid Institue). He share his knowledge about state law & regulation, concerning on drugs issues and some of its implications in Indonesia.

    We invite Rumah Cemara to come to Common Room during our annual community gathering program. They were known as an organization for those who have problems with drugs & HIV. They were the first among few civic organization in Bandung who taking this issues seriously. During the gathering, we agree to work together with Rumah Cemara in order to help some of our friends & youngster in Bandung who have drugs & HIV related problems.

    During our discussion, most of participants agree that people who have drugs related problems are the victim who have the same right with other citizens. They also have the right to get access on good health care & education, besides having a job and earn a good living. As one of friend pronounce it: “we need no drugs if we have proper information & knowledge that can help us to earn a job and good living…”. Drugs is one of the complex problem in our society. Putting some people in jail will not solve the problem.

     
  • koesuma 10:49 am on December 29, 2006 Permalink | Reply
    Tags: Forum, ,   

    Seminar Kecil Kekerasan Berbasis Gender: “Kekerasan dalam Pacaran” 

    Selasa 5 Desember 2006
    Pk. 15.00 – 17.00 WIB


    Seksualitas dan kekerasan dalam pacaran, “Pacar suka mukul, diapain yaa?”
    Narasumber: Popi / Susan

    Gratis, tanpa pendaftaran. Tempat terbatas.

    Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Jaringan Mitra Perempuan dan Common Room

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel
cialis geciktirici online film izle bedava film izle chat