<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Common Room Networks Foundation &#187; Festival</title>
	<atom:link href="http://commonroom.info/tag/festival/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://commonroom.info</link>
	<description>Open Platform for Art, Culture &#38; ICT/Media &#124;&#124; Bandung - Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 06:36:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Karinding Attack &#124; Sia Sia Asa Aing &#124; Live at Common Room</title>
		<link>http://commonroom.info/2012/karinding-attack-sia-sia-asa-aing/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2012/karinding-attack-sia-sia-asa-aing/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 May 2012 18:43:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Concert]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Localities]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2540</guid>
		<description><![CDATA[Penampilan Karinding Attack dengan lagu &#8216;Sia Sia Asa Aing&#8217;. Ditampilkan dalam kegiatan Nu-Substance Festival 2011 yang diselenggarakan pada hari Jumat, 15 Juli 2011. * Video oleh Alex Cuffe]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><iframe src="http://player.vimeo.com/video/27039009" width="640" height="360" frameborder="0" webkitAllowFullScreen mozallowfullscreen allowFullScreen></iframe></p>
<p>Penampilan Karinding Attack dengan lagu &#8216;Sia Sia Asa Aing&#8217;. Ditampilkan dalam kegiatan Nu-Substance Festival 2011 yang diselenggarakan pada hari Jumat, 15 Juli 2011.</p>
<p>* <em>Video oleh <a href="http://alexcuffe.com/" target="_blank">Alex Cuffe</a>  </em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2012/karinding-attack-sia-sia-asa-aing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Informasi Agenda Kegiatan Common Room &#124; April 2012</title>
		<link>http://commonroom.info/2012/informasi-agenda-kegiatan-common-room-april-2012/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2012/informasi-agenda-kegiatan-common-room-april-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Apr 2012 11:30:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Concert]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Gathering]]></category>
		<category><![CDATA[Media Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2518</guid>
		<description><![CDATA[[Workshop] Video Subtitling Bersama Engagmedia, Sabtu, 8 April 2012 [Pemutaran Film] Kita vs. Korupsi &#124; Pemutaran Film &#38; Diskusi Bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis, 12 April 2012 [Workshop] A Music Biz #2: How to Make Promotion Kit and Press Release, Sabtu, 14 April 2012 [Gathering] Persiapan Festival Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) Untuk Rakyat, Senin, 16 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><object width="640" height="360" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/niSz4XkYzyM?version=3&amp;hl=en_US&amp;rel=0" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed width="640" height="360" type="application/x-shockwave-flash" src="http://www.youtube.com/v/niSz4XkYzyM?version=3&amp;hl=en_US&amp;rel=0" allowFullScreen="true" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" /></object></p>
<p><strong>[Workshop]</strong> Video Subtitling Bersama Engagmedia, Sabtu, 8 April 2012 <strong>[Pemutaran Film]</strong> Kita vs. Korupsi | Pemutaran Film &amp; Diskusi Bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis, 12 April 2012 <strong>[Workshop]</strong> A Music Biz #2: How to Make Promotion Kit and Press Release, Sabtu, 14 April 2012 <strong>[Gathering]</strong> Persiapan Festival Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) Untuk Rakyat, Senin, 16 April 2012 <strong>[Festival]</strong> TIK untuk Rakyat: Wilujeng Surfing 2012 | Semua bisa jadi Relawan TIK | Gedung Politeknik Telkom, Sabtu dan Minggu, 28 &#8211; 29 April 2012</p>
<p><strong>[Kelas Belajar]</strong> Kelas Tari Tradisional oleh Teh Dewi setiap hari Senin dmulai pk. 14.00 – 16.00 WIB | Kelas Menggambar The Illuminator setiap hari Selasa mulai pk. 15.00 – 18.00 WIB | Kelas Karinding oleh Hendra Attack setiap hari Rabu mulai pk. 17.00 – 19.00 WIB dan Jumat pk. 17.00 – 19.00 WIB | Kelas Kacapi Suling oleh Iman Zimbot setiap hari Kamis mulai pk. 16.00 – 18.00 WIB | Pertemuan Mingguan Bandung Oral History setiap hari Kamis mulai pk. 17.00 WIB | Pertemuan Mingguan Workshop DJ Openlabs x Bandung Hiphop Community setiap hari Kamis mulai pk. 19.00 WIB</p>
<p><strong>[Latihan Musik]</strong> Karinding Attack setiap hari Senin dan Rabu mulai pk. 13.00 – 17.00 WIB | Paper Back setiap hari Selasa mulai pk. 20.00 – 22.00 WIB | Trah Project setiap hari Rabu mulai pk. 18.00 – 23.00 WIB | Flava Madrim setiap hari Kamis mulai pk. 13.00 – 17.00 WIB | Karinding Riot setiap hari Kamis pk. 17.00 – 19.00 WIB | Laras setiap hari Jumat mulai pk. 18.00 – 20.00 WIB</p>
<p><strong>[Siaran Radio Online]</strong> Madness Monday/Sixteenloops setiap hari Senin pk. 19.00 – 22.00 WIB | Gigsonsky setiap hari Selasa pk. 19.00 – 22.00 WIB | Gigsonsky Playmix Setiap hari Selasa pk. 22.00 – 23.00 WIB | Neng Ita setiap hari Rabu pk. 16.00 – 18.00 WIB | Radiologia setiap hari Rabu pk. 19.00 – 22.00 WIB | Kamis Tiris setiap hari Kamis pk. 19.00 – 22.00 WIB | Gigsonsky Marimar setiap hari Kamis pk. 22.00 – 00.00 WIB | Our Playlist / Live Streaming / 24 Hours Loop**<br />
<em>**tentative hari Sabtu dan Minggu</em></p>
<p><span id="more-2518"></span></p>
<p><strong>[Workshop] Video Subtitling Bersama <a href="http://www.engagemedia.org/" target="_blank">Engagmedia</a></strong><br />
Sabtu, 8 April 2012<br />
Pk. 10.00 &#8211; 17.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no.8, Bandung</p>
<p><strong>Deskripsi Kegiatan</strong><br />
Bulan April ini, EngageMedia akan berkunjung ke Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Selama dua minggu kami akan mengadakan pelatihan online subtitling video dan kami berharap anda semua turut berpartisipasi!</p>
<p>Dalam rangkaian pelatihan ini, kami memperkenalkan sebuah teknologi yang menarik. Untuk melakukan subtitling video secara online di wilayah ini kami menggunakan <a href="http://www.universalsubtitles.org/en/" target="_blank">Universal Subtitles</a>. Universal Subtitles adalah sebuah platform online yang mudah untuk membubuhkan keterangan dan menerjemahkan video di laman internet. Aplikasi ini telah banyak digunakan sejumlah organisasi &amp; berbagai lembaga seperti Al-Jazeera, TED dan PBS NewsHour.</p>
<p>Dengan bantuan Universal Subtitles, para pegiat kampanye bagi isu keadilan sosial dan lingkungan hidup dapat berkolaborasi, berbagi, serta mengunakan karya-karya video secara berbeda dari waktu-waktu sebelumnya. Contohnya anda semua bisa menyaksikan kehebatan sistem ini dalam video &#8216;<a href="http://www.engagemedia.org/blog/Members/papuanvoicesmerauke/videos/surat_sang_prada/view" target="_blank">Love Letter to the Solider</a>&#8216;, yang saat ini tersedia dalam 8 bahasa.</p>
<p>Dalam pelatihan ini kami akan mengantarkan anda melalui 3 proses subtitling dan memperkenalkan anda kepada komunitas subtitling di Asia Tenggara. Dengan berpartisipasi di dalam pelatihan ini, anda dapat membantu mengkomunikasikan isu-isu dan permasalahan yang penting kehadapan pemirsa yang jauh lebih besar, serta dapat pula membubuhkan terjemahan dan membagikan video anda secara lebih luas pula.</p>
<p>Pelatihan Universal Subtitles akan diselenggarakan di luar hari kerja dan dibatasi hanya untuk 15 partisipan. Bagi anda, pembuat video, penulis, aktivis, blogger, jurnalis, mahasiswa, penerjemah, penulis, dan mereka yang tertarik pada isu-isu keadilan sosial, HAM, dan lingkungan hidup silahkan bergabung.</p>
<p><em>*Pendaftaran gratis terbatas untuk 15 orang, melalui nomor 0222503404</em><br />
<em>**Peserta diharapkan membawa laptop</em></p>
<p>Acara ini merupakan kerjasama antara Engage Media dengan Common Room Networks Foundation</p>
<p><strong>[Pemutaran Film] Kita vs. Korupsi | Pemutaran Film &amp; Diskusi Bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)</strong><br />
Kamis, 12 April 2012,<br />
Pk. 16.00 &#8211; 20.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no.8, Bandung</p>
<p>Kegiatan ini akan dilanjutkan dengan diskusi dengan tema &#8216;Anatomi dan Studi Kasus Korupsi di Indonesia&#8217;, yang secara khusus akan memetakan berbagai kasus korupsi serta mencari peluang yang dimiliki warga sipil untuk terlibat dalam upaya perlawanan terhadap korupsi di Indonesia. Diskusi ini akan menghadirkan Prof. Dr. Dede Mariana M.Si. (Pakar Pemerintahan UNPAD) dan Yesmil Anwar, SH., MSi. (Pakar Kriminologi UNPAD)</p>
<p><strong>Resensi Film &#8216;Kita vs. Korupsi&#8217;</strong><br />
Korupsi selama ini hanya dipahami sebagai kegagalan pemerintahan (hukum, birokrasi, parlemen, sistem fiskal dan seterusnya), sehingga agenda reformasi selalu diarahkan kepada sisi pemerintahan. Padahal nilai-nilai korupsi juga terus diproduksi oleh masyarakat, baik melalui keluarga dan sekolah, termasuk gaya hidup hedonis di masyarakat.</p>
<p>Film Kita versus Korupsi (KvsK) ini tidak menyajikan kisah-kisah investigatif dari kasus-kasus mega korupsi di negeri ini. Tetapi ingin mengangkat kondisi sistem nilai yang hidup di kehidupan sehari-hari kita, di sekolah, dalam keluarga, di tempat kerja, yang membentuk masyarakat yang jujur atau sebaliknya.</p>
<p>Selama nilai-nilai keadilan, kejujuran, kesederhanaan dan rasa empati terhadap sesama mulai tersingkirkan dalam kehidupan masyarakat kita, berapapun besarnya program anti korupsi tidak akan banyak hasilnya .</p>
<p>Film ini merangkai 4 film pendek jadi satu (omnibus). Masing-masing film menyajikan cerita orang-orang biasa, saat berhadapan pada pilihan antara melakukan perbuatan korupsi atau menolaknya. Menjadi cermin jadi penonton untuk melihat potret diri sendiri, lalu mendiskusikannya secara kritis. Sehingga korupsi tidak lagi kita anggap sebagai perilaku yang bisa diterima dan koruptor bisa dimaafkan.</p>
<p>Film Pertama “Rumah Perkara”, dengan latar belakang suasana pinggiran kota, menggambarkan bahaya dari perbuatan pemimpin yang korup. Saat seorang lurah yang mestinya menjadi pelindung warga, malah jadi kaki tangan pengusaha yang menggusur rumah warga untuk sebuah proyek real estate. Pengkhianatan sang lurah telah menyengsarakan orang banyak. Selain itu, menyuburkan kebohongan dalam hubungan rumah tangga dan membuat anak kehilangan panutab.</p>
<p>Film Kedua “Aku Padamu”, menggelitik kita dengan sikap seorang gadis yang tidak bangga menjadi anak seorang koruptor. saat kontras dengen fenomena kini kala banyak kaum muda justru gemar memamerkan mobil atau gadget dari orang tua tanpa mengkritisi bagaimana itu diperoleh. Kehadiran figur guru yang sederhana dan jujur, namun sangat peduli dan dekat dengan murid-muridnya begitu membekas dihati sang gadis hingga dewasa. Suplai koruptor hanya mungkin dihambat jika masyarakat mulai berhenti mengidolakan koruptor, sekaligus mencari teladan-teladan disekitar mereka.</p>
<p>Film Ketiga “Selamat Siang Rissa”, menggetarkan kita dengan keteguhan keluarga yang menolak sogok, padhaal anak mereka sedang sakit keras. Dengan latar belakang tahun 70an yang kental, sang ayah yang dipercaya menjadi mandor gudang sebuah perusahaan pemerintahan, justru mempertanyakan sikap sang pedagang yang menimbun beras saat situasi rakyat sedang kelaparan. Film ini mengajak kita memikirkan sikap-sikap kita yang sering berusaha mengambil untung dalam situasi sulit. Apalagi yang dilakukan dengan menginjak-injak kepentingan orang banyak.</p>
<p>Film Keempat “Psstt&#8230; Jangan Bilang Siapa-siapa!”, mendidik potret buram pendidikan dan rumah tangga yang telah digerogoti sikap permisif (toleran) terhadap korupsi. Film ini diam-diam menyajikan realitas siswa-siswi yang menjadi korban kepala sekolah dan guru yang mencari untung melalui berjualan buku. Siapapun yang tidak membeli buku yang telah di-mark-up akan celaka. kebanyakan siswa tidak menyadari sementara orang tua juga tidak merasa terganggu. Dengan gaya hidup serba hedonis dan berorientasi materi, mereka sudah tidak ambil pusing. Namun tidak demikian dengan seorang siswi yang secara berani, namun santai, mencoba merekam keganjilan-keganjilan ini dan menyodorkan pertanyaan “Menurut kamu, siapa yang salah?”.</p>
<p>Acara ini merupakan kerjasama antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Common Room Networks Foundation.</p>
<p><strong>[Workshop] A Music Biz #2: How to Make Promotion Kit and Press Release</strong><br />
Sabtu, 14 April 2012<br />
Pk. 14.00 &#8211; 17.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no.8, Bandung</p>
<p><strong>Deskripsi Program</strong><br />
Dalam promosi musik/ band, biasanya manajemen membuat sebuah <em>promotion kit</em>. Tujuan dari pembuatan <em>promotion kit</em> adalah untuk menarik perhatian, membuat kesan dan menimbulkan minat agar klien menghubungi manajemen anda. Sebuah <em>promotion kit</em> biasanya berisi resume band yang di dalamnya terdapat kumpulan informasi yang umumnya terdiri dari biografi band, <em>sample</em> musik dan kartu nama.</p>
<p>Sebuah <em>promotion kit</em> juga dapat dibuat secara <em>online</em>, yang memungkinkan anda untuk mempresentasikan band dan musik jauh lebih baik daripada dengan menggunakan media fisik saja. Sebuah <em>promotion kit online</em> juga dapat menawarkan pengalaman multimedia, yang berisi bukan hanya foto, teks, dan gambar, tetapi juga musik dan video. Anda dapat membuat website atau mempergunakan layanan website yang dapat menjadi <em>host</em> bagi <em>press kit online</em> Anda.</p>
<p>Untuk mempersiapkan sebuah <em>promotion kit</em> yang baik, manajemen haruslah dilengkapi dengan berbagai kecakapan atau melibatkan orang lain yang memang memiliki kemampuan untuk dapat membuat <em>promotion kit</em> menjadi lebih menarik. Diantaranya misalkan penulis biografi band, fotografer, pembuat video ataupun desainer. Namun tugas <em>promotion kit</em> tidak berakhir disitu saja, penyebarannya juga memegang peranan yang penting. Dalam hal ini dibutuhkan kemampuan dan pengetahuan yang khusus agar <em>promotion kit</em> dapat dipergunakan secara maksimal untuk mempromosikan karya musik/ band.</p>
<p><em>Press release</em> adalah sebuah pernyataan tertulis kepada media. Yang tujuannya mengumumkan berbagai berita semisal jadwal pertunjukan, lagu atau video baru, dll. <em>Press release</em> juga penting untuk kegiatan promosi yang sekaligus berfungsi sebagai salah satu penghubung antara band, media dan publik. Musik/ band yang digarap secara mandiri terkadang mengalami kesulitan dalam membuat <em>promotion kit</em> dan <em>press release</em>, sehingga teknik pembuatan promotion kit dan penulisan press release penting untuk diketahui.</p>
<p>Acara A Music Biz: Promotion Kit and Press Release kali ini akan mengundang beberapa orang pembicara dengan berbagai kemampuan yang beragam, mulai dari manajemen band, jurnalis musik, pembuat video dan desainer yang memegang peran penting dalam menciptakan image dari suatu musik/ band dalam membuat promotion kit dan press release yang baik.</p>
<p>Pengisi Acara: Anto Arief, Idhar Resmadi, Rekti Yoewono, Ken Teror, Ori dan Nada Fiksi</p>
<p>Acara ini diselenggrakan oleh @ManajerBand, untuk info lebih lanjut hubungi Wawan Hernawan 081312331616.</p>
<p><strong>[Gathering] Festival Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) Untuk Rakyat</strong><br />
Senin, 16 April 2012<br />
Pk. 16.00 &#8211; 20.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no.8, Bandung</p>
<p><strong>Festival TIK untuk Rakyat: Wilujeng Surfing 2012 | Semua bisa jadi Relawan TIK</strong><br />
Sabtu dan Minggu, 28 &#8211; 29 April 2012<br />
Pk. 08.00 &#8211; 19.00 WIB<br />
Tempat: Gedung Politeknik Telkom, Jl. Telekomunikasi Terusan Buah Batu, Bandung</p>
<p><strong>Deskripsi Kegiatan</strong><br />
Kebijakan dan program untuk mengurangi kesenjangan dijital dan pengentasan kemiskinan, adalah dua topik utama pembangunan sektoral dalam pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Agenda ini merupakan wujud komitmen para Kepala Pemerintahan Negara dari berbagai penjuru dunia dalam Pertemuan Tingkat Tinggi Masyarakat Informasi sedunia (World Summit on Information Society) WSIS &#8211; Pertama di Jenewa 2003 dan WSIS &#8211; Kedua di Tunisia 2005. Perkembangan TIK di era globalisasi, menempati posisi penting sebagai salah satu pilar pembangunan. Dalam konteks ini TIK berperan sebagai katalisator (pemungkin) dan sekaligus peluang usaha.</p>
<p>Di Indonesia, TIK juga mengalami perkembangan yang cukup pesat. Menurut survey dari MarkPlus, di tahun 2011 jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 55 juta pengguna dan 29 juta diantaranya merupakan pengguna mobile internet. Internet sudah menjadi bagian dari aktivitas masyarakat, juga sebagai media untuk melakukan aktivitas sosial. Beragam komunitas telah memanfaatkan teknlogi ini sebagai media dalam menjalankan kegiatan sosialnya. Pertanyannya seberapa besar pengaruh TIK ini dalam pembangunan ekonomi masyarakat? Apakah yang telah dilakukan oleh pemerintah maupun pegiat TIK dalam mengembangkan pemanfaatan TIK di berbagai daerah dapat dirasakan oleh masyarakat banyak?</p>
<p>Relawan TIK Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bermaksud menyelenggarakan ”Festival TIK untuk Rakyat: Wilujeng Surfing 2012 | Semua bisa jadi RelawanTIK”, sebagai suatu acara yang mempertemukan kebutuhan masyarakat akan perlunya penerapan TIK dengan para <em>stake holder</em> lainnya seperti pemerintah, perguruan tinggi, pegiat TIK, komunitas dan perusahaan yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan TIK di Indonesia. Kegiatan ini merupakan himbauan dan ajakan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk membantu pemerintah mewujudkan masyarakat informatif melalui semangat berbagi sebagai Relawan TIK. Semua bisa jadi Relawan TIK.</p>
<p>Acara ini diselenggarakan oleh Relawan TIK, untuk info lebih lanjut hubungi Fajar Eri Dianto 02276820055.</p>
<p><strong>KEGIATAN RUTIN</strong></p>
<p><strong>[Kelas Belajar]</strong><br />
Kelas Tari Tradisional oleh Teh Dewi setiap hari Senin mulai pk. 14.00 – 16.00 WIB, informasi hubungi Common Room di nomor +62222503404</p>
<p>Kelas Menggambar The Illuminator setiap hari Selasa mulai pk. 15.00 – 18.00 WIB, informasi hubungi Dinan di nomor +6222 91252766</p>
<p>Kelas Karinding oleh Hendra Attack setiap hari Rabu mulai pk. 17.00 – 19.00 WIB dan Jumat pk. 17.00 – 19.00 WIB, informasi hubungi Hendra di nomor +62818639881</p>
<p>Kelas Kacapi Suling oleh Iman Zimbot setiap hari Kamis mulai pk. 16.00 – 18.00 WIB, informasi hubungi Zimbot di nomor +6281546573582</p>
<p>Pertemuan Mingguan Bandung Oral History setiap hari Kamis mulai pk. 17.00 WIB, informasi hubungi Zia di nomor +6222 92209221</p>
<p>Scratch The Day: Pertemuan Mingguan Workshop DJ Openlabs x Bandung Hiphop Community setiap hari Kamis mulai pk. 19.00 WIB, informasi hubungi Jay di nomor +681573788327</p>
<p><strong>[Latihan Musik]</strong><br />
Karinding Attack setiap hari Senin dan Rabu pk. 13.00 – 17.00 WIB, informasi hubungi Kimung / Man Jasad di nomor +6222 2503404</p>
<p>Paper Back setiap hari Selasa pk. 20.00 – 22.00 WIB, informasi hubungi Zemo di nomor +6222 2503404</p>
<p>Trah Project setiap hari Rabu dimulai pk. 18.00 – 23.00 WIB, informasi hubungi Ghera di nomor +6285624814597</p>
<p>Flava Madrim setiap hari Kamis pk. 13.00 – 17.00 WIB, informasi hubungi Kimung / Man Jasad di nomor +6222 2503404</p>
<p>Karinding Riot setiap hari Kamis pk. 17.00 – 19.00 WIB, informasi hubungi Hendra di nomor +62818639881</p>
<p>Laras setiap hari Jumat pk. 18.00 – 20.00 WIB, informasi hubungi Zia di nomor +6222 92209221</p>
<p><strong>[Siaran Radio Online]</strong><br />
Madness Monday / Sixteenloops setiap hari Senin mulai pk. 19.00 – 22.00 WIB<br />
Gigsonsky setiap hari Selasa mulai pk. 19.00 – 22.00 WIB<br />
Gigsonsky Playmix Setiap hari Selasa mulai pk. 22.00 – 23.00 WIB<br />
Neng Ita setiap hari Rabu mulai pk. 16.00 – 18.00 WIB<br />
Radiologia setiap hari Rabu mulai pk. 19.00 – 22.00 WIB<br />
Kamis Tiris setiap hari Kamis mulai pk. 19.00 – 22.00 WIB<br />
Gigsonsky Marimar setiap hari Kamis mulai pk. 22.00 – 00.00 WIB<br />
Our Playlist / Live Streaming / 24 Hours Loop**<br />
<em>**tentative hari Sabtu dan Minggu</em></p>
<p><em>Siaran dapat diakses melalui laman <a href="http://www.gigsonsky.com" rel="nofollow">http://www.gigsonsky.com</a> | <a href="http://www.commonroom.info" rel="nofollow">http://www.commonroom.info</a> atau follow akun twitter @CommonRoom_ID, @gigsonsky, @radiologia_bdg dan @kamistirisRADIO</em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2012/informasi-agenda-kegiatan-common-room-april-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Pemberitahuan] Penyelenggaraan Bandung World Jazz Festival 2011 Diundur</title>
		<link>http://commonroom.info/2011/bandung-world-jazz-festival-2011/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2011/bandung-world-jazz-festival-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Nov 2011 04:38:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Campaign]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Concert]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2333</guid>
		<description><![CDATA[Penyelenggaraan Bandung World Jazz Festival 2011 Diundur Pada hari Minggu, 13 November 2011, panitia penyelenggara Bandung World Jazz Festival 2011 (BWJF’11) menyelenggarakan konferensi pers di Common Room. BWJF’11 adalah festival musik jazz yang diselenggarakan setiap tahun oleh Jendela Ide, sebuah yayasan budaya untuk anak dan remaja yang berdiri pada tahun 1995 di kota Bandung. Sejak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-2354" title="pengunduranbwjf2011" src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2011/11/pengunduranbwjf2011.jpg" alt="" width="640" height="472" /></p>
<p><strong>Penyelenggaraan Bandung World Jazz Festival 2011 Diundur</strong><br />
Pada hari Minggu, 13 November 2011, panitia penyelenggara Bandung World Jazz Festival 2011 (BWJF’11) menyelenggarakan konferensi pers di Common Room. BWJF’11 adalah festival musik jazz yang diselenggarakan setiap tahun oleh Jendela Ide, sebuah yayasan budaya untuk anak dan remaja yang berdiri pada tahun 1995 di kota Bandung. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2009, BWJF adalah festival musik jazz yang mengusung keberagaman dan mengangkat kekayaan tradisi, sekaligus kegiatan pendidikan dan pengembangan keterampilan bermusik bagi anak dan remaja.</p>
<p>Seperti biasanya, penyelenggaraan festival tahun ini semula akan diisi dengan program pertunjukan, workshop, pameran, diskusi, kolaborasi, jam-session, dan artist-talk. Selain itu, mulanya BWJF’11 berencana menghadirkan 30 talent lokal dan internasional, yang diantaranya adalah Ayu Laksmi &amp; Svara Semesta, Jen Shyu, Sound of Hanamangke, Tesla feat. Mahagotra ITB, Anand Biharilal Sriwastava &amp; Rukmani Jaiswal, Ketut Riwin &amp; Tropical Transit, ESQIEF, UNIMED, Blues Libre, BLP, White Shoes &amp; The Couples Company, Mian Tiara, dll. Selain suguhan utama yang diisi oleh para musisi yang memiliki kecenderungan dan asal-usul yang beragam, festival tahun semula juga akan menyuguhkan Youth Concerts yang akan dimeriahkan oleh Bandung World Jazz Youth, Samba Sunda Junior, Half Whole Project – Lab Jazz Aru, Indonesian Youth Regeneration, Jazzy One, Storia, dll.</p>
<p>Pada acara konferensi pers di Common Room, kelompok Bandung World Jazz Youth menyuguhkan dua komposisi ciptaan sendiri yang berjudul &#8220;Our Dream&#8221; dan &#8220;Morning Blue&#8221;, serta dua komposisi ciptaan almarhum Harry Roesli yang berjudul Peacock Dog dan Baratayudha. Menurut Jaelani selaku kurator dari BWJF&#8217;11, suguhan dari kelompok Bandung World Jazz Youth merupakan pencapaian tersendiri bagi perkembangan musik jazz di kota Bandung mengingat komposisi yang mereka mainkan memiliki tingkat kesulitan dan kekayaan komposisi yang luar biasa. Dalam kesempatan ini, Jaelani juga menuturkan bahwa penyelenggaraan BWJF&#8217;11 sebetulnya berupaya untuk mencerminkan berbagai kecenderungan baru dalam perkembangan musik jazz di tanah air. Namun karena berbagai hal tampaknya perkembangan ini baru dapat ditampilkan secara utuh tahun depan.</p>
<p>Menurut Marintan Sirait, sejauh ini penyelenggaraan BWJF&#8217;11 telah menorehkan pencapaian tersendiri mengingat salah satu bobot dari penyelenggaraan festival ini adalah kegiatan pendidikan dan pengembangan keterampilan bermusik bagi kaum muda. Sejauh ini penyelenggaraan Bandung World Jazz Festival telah melahirkan banyak talenta muda, selain berbagai kecenderungan musikal yang baru dan beragam dari para musisi anak dan remaja. Oleh karena itu, Marintan berharap bahwa kegiatan BWJF&#8217;11 bisa terus diselenggarakan sebagai sebuah festival milik anak muda yang merayakan kreativitas dan kemampuan mereka secara total.</p>
<p>Dalam kesempatan ini Andar Manik mengungkapkan bahwa selain keterbatasan dana, salah satu kendala yang dihadapi  oleh BWJF&#8217;11 saat ini adalah sinergi antar pihak yang belum sempurna. Oleh karena itu, penyelenggaraan BWJF ke depan akan sangat membutuhkan dukungan dan partisipasi dari banyak pihak dan lembaga. BWJF adalah festival yang mengedepankan prinsip keberagaman, apresiasi pada kekayaan tradisi, serta proses pendidikan dan pengembangan potensi kreativitas bagi kaum muda. Oleh karena itu, penyelenggaraan festival perlu dukungan yang menyeluruh. Tidak hanya pada penyelenggaraan festival yang terjadi setiap tahun, tetapi juga pada proses yang berjalan dalam kurun waktu yang panjang.</p>
<p>Meskipun mengalami pengunduran waktu penyelenggaraan, sebagian peserta dan penikmat BWJF tidak berkecil hati. Pada kegiatan konferensi pers ini, Man Jasad berujar bahwa BWJF harus dapat terus diselenggarakan agar para musisi muda dapat terus mengembangkan bakatnya. Selain itu, masyarakat juga pasti merindukan penyelenggaraan BWJF karena festival ini mampu menampilkan berbagai kecenderungan musikal yang beragam dan menjadi inspirasi bagi banyak orang. Beberapa personil Bandung World Jazz Youth sendiri merasa bahwa pengunduran jadwal kegiatan festival justru memberi mereka peluang untuk berlatih dengan giat dan menciptakan karya yang baru untuk festival tahun depan yang rencananya akan digelar pada tanggal 7 s/d 8 Juli 2012.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2011/bandung-world-jazz-festival-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Informasi Agenda Kegiatan Common Room &#124; November 2011</title>
		<link>http://commonroom.info/2011/informasi-agenda-kegiatan-common-room-november-2011/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2011/informasi-agenda-kegiatan-common-room-november-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Nov 2011 02:48:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Campaign]]></category>
		<category><![CDATA[Concert]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Environment]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Forum]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2316</guid>
		<description><![CDATA[[Musik Santai] Kahot Pasosore, Kamis, 10 November 2011, [Konferensi Press] Interaksi Hati #2: Kompilasi Musik dan Video Klip, Sabtu, 12 November 2011, [Konser dan Diskusi] Pra-Event Bandung World Jazz 2011 ( BWJF&#8217;11) oleh Jendela Ide Sabuga, Minggu, 13 November 2011, [Workshop] A Guide to Music Biz, Jumat, 18 November 2011, [Pameran Fotografi] Pause/Urban Decay oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-2317" title="agenda_november_cr" src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2011/11/agenda_november_cr.png" alt="" width="640" height="453" /></p>
<p><strong>[Musik Santai]</strong> Kahot Pasosore, Kamis, 10 November 2011, <strong>[Konferensi Press]</strong> Interaksi Hati #2: Kompilasi Musik dan Video Klip, Sabtu, 12 November 2011, <strong>[Konser dan Diskusi]</strong> Pra-Event Bandung World Jazz 2011 ( BWJF&#8217;11) oleh Jendela Ide Sabuga, Minggu, 13 November 2011, <strong>[Workshop]</strong> A Guide to Music Biz, Jumat, 18 November 2011, <strong>[Pameran Fotografi]</strong> Pause/Urban Decay oleh Sandi Jaya Saputra, Jumat, 18 November 2011, <strong>[Gathering]</strong> Forum Hijau Bandung, Senin, 21 November 2011, <strong>[Diskusi]</strong> Mitigasi Kebencanaan Kota Bandung, Sabtu, 26 November 2011</p>
<p><strong>[Kelas Belajar]</strong> Kelas Karinding oleh Hendra Attack setiap hari Rabu, mulai Pk. 17.00 &#8211; 19.00 WIB | Belajar Kwasi Laras Pelog dengan Sibelius Scores setiap hari Rabu, mulai Pk. 16.00 &#8211; 17.30 WIB | Pertemuan Mingguan Bandung Oral History setiap hari Kamis, mulai Pk. 17.00 WIB | Pertemuan Mingguan Workshop DJ Openlabs x Bandung Hiphop Community setiap hari Kamis, mulai Pk. 19.00 WIB.</p>
<p><strong>[Latihan Musik]</strong> Paper Back setiap hari Senin, Pk. 14.00 – 18.00 WIB | Karinding Attack setiap hari Selasa dan Jumat | TRAH setiap hari Rabu, Pk. 18.00 – 23.00 WIB | Flava Madrim setiap hari Kamis, Pk. 13.00 – 17.00 WIB  | Karinding Riot setiap hari Kamis, Pk. 17.00 &#8211; 19.00 WIB | Laras setiap hari Jumat, Pk. 18.00 &#8211; 20.00 WIB.</p>
<p><strong>[Radio Online]</strong> Madness Monday / Sixteenloops setiap hari Senin Pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB | Gigsonsky setiap hari Selasa Pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB | Gigsonsky Playmix <a style="color:gray" href="http://www.izmirescortseren.com" title="izmir escort seren" target="_blank">izmir escort</a> setiap hari Selasa Pk. 22.00 &#8211; 23.00 WIB | Neng Ita setiap hari Rabu Pk. 16.00 &#8211; 18.00 WIB | Radiologia setiap hari Rabu Pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB | Kamis Tiris setiap hari Kamis Pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB | Gigsonsky Marimar setiap hari Kamis Pk. 22.00 &#8211; 00.00 WIB | Our Playlist / Live Streaming / 24 Hours Loop**<br />
<em>**tentative hari Sabtu dan Minggu</em></p>
<p><em><span id="more-2316"></span></em></p>
<p><strong>[Musik Santai] Kahot Pasosore</strong><br />
Kamis, 10 November 2011, Pk. 15.00 &#8211; 18.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p>Acara santai yang secara khusus dipersembahkan oleh Kahot Shop bagi para penggemar segala jenis musik. Diselenggarakan setiap sore hari pada minggu ke dua setiap bulan di pelataran Kahot Shop, kegiatan ini akan memperdengarkan berbagai genre musikal yang dimainkan oleh para DJ, musisi dan para penggemar musik dari kota Bandung dan sekitarnya. Bagi teman-teman yang tertarik untuk berkontribusi dipersilahkan.</p>
<p><strong>[Konferensi Press] Interaksi Hati #2: Kompilasi Musik dan Video Klip</strong><br />
Sabtu, 12 November 2011, Pk. 18.00 &#8211; 21.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p>Album ini bermula dari inisiatif untuk mengembangkan potensi di bidang musik sekaligus mendukung pergerakan indie yang bersifat gerilya dan  mandiri. Klab Ngobrol Interaksi Hati menggagas project musik pertama dalam bentuk kompilasi audio bertajuk Interaksi Hati #1 pada tahun 2009. Selanjutnya pada tahun 2010, Klab Ngobrol Interaksi Hati dipertemukan dengan sebuah komunitas yang menamakan diri mereka Pabrikide, yang pada akhirnya menggagas sebuah label company bernama Isi record.</p>
<p>Album kompilasi Interaksi Hati #2 menyertakan empat belas karya musik dari BlackStar, Cordivine, Ragaji Mesin, Navicula, Spot Djantoeng, Slug, Pain is Gone, Bujang Lapuk, Somnyfera, The Black and dangerous, 14th WinterMoon, Gak Penting, Taltaya, dan Nutshell. Dalam acara peluncuran akan disajikan delapan buah karya dari Rana, yang membuat video klip dari Selenoid, Moist, OnePercent%, Respito, Cupumanik, Toilet Room, Larger Than Disco, dan Can I back.</p>
<p>Pembicara: Chandra Hendrawan Johan (Penasehat ISI Record dan Vokalis Cupumanik) dan Gustaff H. Iskandar (Common Room) | Moderator: Idhar Resmadi (Penulis/Jurnalis Musik) | Menampilkan: WesWey (Universitas Pendidikan Indonesia), Taltaya (Bandung), Respito (Jakarta), dan Pain is Gone (Jakarta)</p>
<p><em>Untuk keterangan lebih lanjut mengenai Interaksi Hati-Hati #2 silahkan kunjungi laman <a href="http://www.isirecord.com" target="_blank">http://www.isirecord.com</a></em></p>
<p><strong>[Konser dan Diskusi] Pra-Event Bandung World Jazz 2011 ( BWJF&#8217;11) oleh Jendela Ide Sabuga</strong><br />
Minggu, 13 November 2011, Pk. 16.00 &#8211; 18.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p><em>&#8220;the essence of jazz is freedom or our longing of freedom itself&#8221;</em></p>
<p>Pra-Event BWJF&#8217;11 akan menampilkan Bandung World Jazz Youth, sebuah grup musik yang terdiri dari 20 orang personil berusia 14 &#8211; 21 tahun. Dalam kesempatan ini Bandung World Jazz Youth akan mempersembahkan 2 karya almarhum Harry Roesli dan karya cipta mereka sendiri. Selanjutnya kegiatan ini akan menyampaikan pemaparan kuratorial BWJF&#8217;11 bersama Jaelani (kurator BWJF).</p>
<p><strong>Bandung World Jazz Festival 2011 | Sasana Budaya Ganesha ITB (Sabuga ITB),  19 &#8211; 20 November 2011 | Pk. 12.00 &#8211; 24.00</strong><br />
BWJF&#8217;11 adalah festival musik jazz yang diselenggarakan setiap tahun oleh Jendela Ide. Sejak awal diselenggarakan, festival ini selalu mengusung keberagaman dan mengangkat kekayaan tradisi. Festival tahun ini akan diisi dengan program pertunjukan, workshop, pameran, diskusi, kolaborasi, <em>jam-session</em>, dan <em>artist-talk</em>. BWJF&#8217;11 menghadirkan 30 talent lokal dan internasional, yang diantaranya adalah Ayu Laksmi &#038; Svara Semesta, Jen Shyu, Sound of Hanamangke, Tesla feat. Mahagotra ITB, Anand Biharilal Sriwastava &#038; Rukmani Jaiswal, Ketut Riwin &#038; Tropical Transit, ESQIEF, UNIMED, Blues Libre, BLP, White Shoes &#038; The Couples Company, Mian Tiara, dll.</p>
<p>Selain suguhan utama, festival tahun ini juga akan diisi dengan Youth Concerts yang akan dimeriahkan oleh Bandung World Jazz Youth, SambaSunda Junior, Half Whole Project &#8211; LabJazzAru, Indonesian Youth Regeneration, Jazzy One, Storia, dll. Untuk keterangan lebih lanjut mengenai Bandung World Jazz dan Jendela Ide, silahkan kunjungi laman <a href="http://www.bandungworldjazz.com/" target="_blank">http://www.bandungworldjazz.com/</a> dan <a href="http://www.jendelaide.com" target="_blank">http://www.jendelaide.com</a></p>
<p><strong>[Workshop] A Guide to Music Biz</strong><br />
Jumat, 18 November 2011, Pk. 15.00 &#8211; 18.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p>Industri musik terus berkembang dan memberi tantangan bagi para pelaku industri musik saat ini. Untuk menjawab perkembangan ini dibutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang memadai diantara segenap pelaku industri musik yang ada. Selain penyelenggaraan konser, pengetahuan mengenai manajemen di bidang musik juga diperlukan untuk menyokong perkembangan yang ada. Diantara kegiatan manajemen musik diantaranya adalah promosi pertunjukan, mengatur jadwal, membuat kesepakatan dengan perusahaan rekaman, melakukan jejaring dengan lingkungan musik atau mencari tahu bagaimana cara mendistribusikan musik dengan baik.</p>
<p>Aspek lain diluar promosi dan pertunjukan seperti pekerjaan administrasi juga penting dalam mengembangkan aktifitas manajemen musik yang baik. Keterampilan komunikasi dan negosiasi juga merupakan hal penting yang dapat dipelajari melalui pengalaman para pelaku manajemen bisnis musik yang telah sukses membentuk pasarnya. Workshop ini akan mengulas manajemen musik dari segi perencanaan, produksi dan strategi yang diperlukan dalam memasarkan sebuah karya musik secara luas.</p>
<p>Pembicara: Marine Ramdhani (FFWD Records) dan Ridhan (Rocket Rockers Management) | Moderator: Idhar Resmadi (Jurnalis Musik) | Menampilkan: Teman Sebangku (Bandung) dan Paperback (Bandung)</p>
<p><img src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2011/11/Pause_ABC_Street.jpg" alt="" title="Pause_ABC_Street" width="640" height="425" class="alignnone size-full wp-image-2321" /></p>
<p><strong>[Pameran Fotografi] Pause/Urban Decay oleh Sandi Jaya Saputra</strong><br />
19 November s/d 4 Desember 2011, Pk. 10.00 &#8211; 17.00 WIB<br />
Pembukaan: Sabtu, 19 November 2011, Pk. 18.00 &#8211; 21.00 WIB<br />
Artist Talk: Jumat, 25 November 2011, Pk. 15.00 &#8211; 18.00 WIB | Moderator: Gustaff H. Iskandar<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p><strong>Pause/Urban Decay: Sebuah Jeda di Keramaian Kota</strong><br />
Oleh Gustaff H. Iskandar</p>
<p>Sandi Jaya Saputra adalah seorang fotografer yang dilahirkan di kota Garut pada tahun 1985. Pada tahun 2006 ia mengenyam pendidikan di jurusan periklanan Universitas Padjadjaran Bandung. Setelahnya ia melanjutkan studi di bidang jurnalisme pada universitas yang sama dan lulus pada tahun 2010. Karirnya dibidang fotografi dimulai ketika ia bekerja untuk majalah Greeners sejak tahun 2008 s/d 2010. Pada tahun 2009, ia mendapatkan beasiswa untuk belajar fotografi di Commune Illuminaty (Bandung) dan workshop fotografi di Angkor Wat (Kamboja) di bawah bimbingan Antoine D’Agata (Magnum Agency). Baru-baru ini ia mendapatkan beasiswa untuk mengambil program diploma jurnalisme fotografi di Ateneo de Manila University (Filipina). </p>
<p>Saat ini Sandi Jaya Saputra bekerja menjadi seorang fotografer lepasan sekaligus bekerja sebagai asisten laboratorium fotografi dan staff mata kuliah fotografi di almamaternya. Sehari-hari ia kerap mengambil berbagai foto tentang pemandangan kota. Beberapa ada yang dipamerkan, sementara yang lain disimpan sebagai dokumentasi yang merekam kehidupan pribadinya. Koleksi foto yang ia tampilkan di dalam pameran ini diambil tepat pada saat perayaan hari raya Idul Fitri di tahun 2009. Dalam kumpulan foto ini, ia seakan mengajak kita untuk melihat pemandangan kota Bandung yang lenggang dan sepi. Tidak ada aktifitas manusia dan hiruk-pikuk kesibukan kota di dalam foto-foto ini. Tidak ada suara bising dan kondisi kota yang semrawut. Tidak ada suasana kota yang selama ini kita kenal secara akrab, kecuali ruas jalan, gedung-gedung, serta pojokan ruang kota yang kosong melompong.  </p>
<p>Sejak secara resmi berdiri sekitar 200 tahun yang lalu, kota Bandung telah menjadi saksi dari berbagai peristiwa kehidupan manusia lengkap dengan segala detail persoalannya. Di masa keemasannya kota Bandung adalah sebuah permata yang memiliki segudang predikat menawan karena kesuburan serta keindahan pemandangan alamnya. Diantara sebutan yang paling populer adalah Bloemen van the Stad dan Parijs van Java. Pada catatan Haryoto Kunto, kota ini pertama kali dinobatkan menjadi kota terbuka pada 21 Februari 1906 oleh Gubernur Jendral J.B. van Heutz. Selanjutnya kota ini sempat disebut sebagai pusat dunia intelektual di wilayah Hindia Belanda, serta pernah diusulkan menjadi pusat koloni orang Eropa di tanah Jawa oleh seorang pemikir Belanda bernama Ir. R. van Hoevell. Atas dasar ini, kiranya tidaklah mengherankan apabila sejak dahulu kota Bandung dikenal sebagai pusat bagi aktifitas perkebunan, perdagangan, pendidikan dan pariwisata. Namun kini kita harus mafhum bahwa catatan ini barangkali hanya sebagian dari narasi yang mungkin tidak lagi menggambarkan kondisi kota Bandung secara utuh. Kota ini tengah meluruh dimakan waktu, ditengah obsesi untuk menjadi mesin ekonomi yang kian menderu.</p>
<p>Karya foto Sandy Jaya Saputra dapat dilihat sebagai sebuah jeda yang memungkinkan kita untuk berhenti sejenak dan memandang kota dalam keadaan diam. Karyanya sekaligus mengajak kita untuk menelusuri kembali jejak yang ditinggalkan oleh jutaan manusia yang hidup didalamnya. Pada foto-foto ini kita juga dapat menemukan cermin yang mengguratkan narasi dan spiritualitas kehidupan masyarakat kota yang sedemikian kompleks dan memiliki lapisan dimensi yang tak bertepi. Wajah kota yang terekam dalam kumpulan foto ini merupakan pemandangan yang berkelindan diantara kemegahan narasi masa lalu dan kompleksitas persoalan hari ini. Alhasil kita menemukan sebuah pemandangan kota yang ambivalen dan penuh dengan kontradiksi. Di sana ada keindahan sekaligus teror yang mengerikan. Di sana juga ada keintiman yang dapat menjelma menjadi sebuah keterasingan yang menyakitkan. Kiranya foto-foto ini adalah sebentuk puisi yang memungkinkan kita untuk mengambil jarak dari kenyataan yang kian hari semakin meringkus perasaan dan imajinasi. Selain itu, kumpulan foto ini barangkali adalah reaksi balik dari dunia pengalaman yang memproyeksikan kritik dan refleksi untuk merajut makna tentang kehidupan masyarakat kota di sini dan hari ini, <em>hic et nunc.</em> </p>
<p>Kyai Gede Utama, 4 November 2011</p>
<p><strong>[Gathering] Forum Hijau Bandung</strong><br />
Senin, 21 November 2011, Pk. 18.00 &#8211; 21.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p>Forum Hijau Bandung (FHB) adalah sebuah wadah silahturahmi yang bersifat terbuka untuk memfasilitasi berbagai upaya pelestarian lingkungan kota Bandung. Kegiatan FHB utamanya adalah penyebaran informasi, ide maupun program yang terkait dengan usaha pelestarian lingkungan dari segenap individu, komunitas dan lembaga yang ada di kota Bandung. Selain itu, FHB juga mengupayakan pengembangan jaringan dengan harapan terjadi kerjasama dalam usaha pelestarian lingkungan di kota Bandung dan sekitarnya. Untuk keterangan lebih lanjut mengenai Forum Hijau Bandung, silahkan hubungi e-mail: <a href="mailto:forumhijaubandung@gmail.com">forumhijaubandung@gmail.com</a></p>
<p><strong>[Diskusi] Mitigasi Kebencanaan Kota Bandung</strong><br />
Sabtu, 26 November 2011, Pk. 15.00 &#8211; 18.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p>Mitigasi kebencanaan adalah serangkaian upaya persiapan untuk menghadapi bencana. Selain mengundang para ahli dibidang geologi dan kebencanaan, diskusi kali ini juga akan melibatkan para pengguna media sosial sebagai salah satu upaya tanggap bencana melalui penyebaran informasi dan pengetahuan tentang mitigasi kebencanaan. Aktifitas ini diharapkan dapat membentuk kesadaran dan kesiapan masyarakat untuk mengantisipasi datangnya bencana, sekaligus mendorong pembentukan jaringan dan forum masyarakat yang tanggap pada proses mitigasi kebencanaan di kota Bandung. Pembicara: T. Bachtiar (Peneliti), Munasri (Peneliti) | Moderator: Man Jasad (Seniman)</p>
<p><strong>KEGIATAN RUTIN </strong></p>
<p><strong>KELAS BELAJAR</strong><br />
Kelas Karinding oleh Hendra Attack setiap hari Rabu, mulai Pk. 17.00 &#8211; 19.00 WIB dan Jumat Pk. 17.00 &#8211; 19.00 WIB. Informasi hubungi Hendra di nomor +62818639881 (kelas baru akan dimulai pada 2 November 2011 dan 4 November 2011)</p>
<p>Penggunaan Kwasi Laras Pelog pada Musik Metal dengan Sibelius Scores setiap hari Rabu, mulai Pk. 16.00 &#8211; 17.30 WIB. Informasi hubungi Robi (Disculture) di nomor +6285659828666</p>
<p>Pertemuan Mingguan Bandung Oral History setiap hari Kamis, mulai Pk. 17.00 WIB. Informasi hubungi Zia di nomor +622292209221</p>
<p>Pertemuan Mingguan Workshop DJ Openlabs x Bandung Hiphop Community setiap hari Kamis, mulai Pk. 19.00 WIB. Informasi hubungi Jay di nomor +681573788327</p>
<p><strong>LATIHAN MUSIK</strong><br />
Paper Back setiap hari Senin, Pk. 14.00 &#8211; 18.00 WIB. Informasi hubungi Zemo di nomor +62222503404</p>
<p>Karinding Attack setiap hari Selasa dan Jumat, Pk. 20.00 &#8211; 23.00 WIB. Informasi hubungi Kimung/ Man Jasad di nomor +62222503404</p>
<p>TRAH setiap hari Rabu, Pk. 18.00 &#8211; 23.00 WIB. Informasi hubungi Ghera di nomor +6285624814597</p>
<p>Flava Madrim setiap hari Kamis, Pk. 13.00 &#8211; 17.00 WIB. Informasi hubungi Kimung/ Man Jasad di nomor +62222503404</p>
<p>Karinding Riot setiap hari Kamis, Pk. 17.00 &#8211; 19.00 WIB. Informasi hubungi Hendra di nomor +62818639881</p>
<p>Laras setiap hari Jumat, Pk. 18.00 &#8211; 20.00 WIB. Informasi hubungi Zia di nomor +622292209221</p>
<p><strong>PROGRAM SIARAN RADIO ONLINE</strong><br />
Madness Monday / Sixteenloops setiap hari Senin Pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB<br />
Gigsonsky setiap hari Selasa Pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB<br />
Gigsonsky Playmix Setiap hari Selasa Pk. 22.00 &#8211; 23.00 WIB<br />
Neng Ita setiap hari Rabu Pk. 16.00 &#8211; 18.00 WIB<br />
Radiologia setiap hari Rabu Pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB<br />
Kamis Tiris setiap hari Kamis Pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB<br />
Gigsonsky Marimar setiap hari Kamis Pk. 22.00 &#8211; 00.00 WIB<br />
Our Playlist / Live Streaming / 24 Hours Loop**<br />
**tentative hari Sabtu dan Minggu</p>
<p>Siaran dapat diakses melalui laman <a href="http://www.gigsonsky.com" target="_blank">http://www.gigsonsky.com</a> atau <a href="http://www.commonroom.info" rel="nofollow">http://www.commonroom.info</a>. Untuk informasi follow akun twitter @gigsonsky atau @radiologia_bdg</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2011/informasi-agenda-kegiatan-common-room-november-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>cellsbutton#05 &#124; Yogyakarta International Media Art Festival 2011 &#124; 15 &#8211; 23 July 2011</title>
		<link>http://commonroom.info/2011/cellsbutton05-yogyakarta-international-media-art-festival-2011-15-23-july-2011/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2011/cellsbutton05-yogyakarta-international-media-art-festival-2011-15-23-july-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jul 2011 01:27:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Free Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Gathering]]></category>
		<category><![CDATA[Media Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2155</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" src="http://www.natural-fiber.com/cellsbutton/images/stories/poster-cellsbutton-05.jpg" alt="" width="640" height="904" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2011/cellsbutton05-yogyakarta-international-media-art-festival-2011-15-23-july-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Informasi Program &#124; Nu:SubstanceFestival/2011/Polarities</title>
		<link>http://commonroom.info/2011/nusubstancefestival2011/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2011/nusubstancefestival2011/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jul 2011 11:59:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Campaign]]></category>
		<category><![CDATA[Concert]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Environment]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Free Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Gathering]]></category>
		<category><![CDATA[Media Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2148</guid>
		<description><![CDATA[Being digitally literate is not about using digital tools or technology. It’s about thinking. &#8211; Bill Thompson, 2011 Perkembangan media digital dan teknologi informasi saat ini telah membuka cakrawala dunia yang baru. Sekarang kita telah hidup di era keterbukaan dan konektifitas yang memungkinkan lahirnya berbagai cara pandang (worldview) dan tata nilai baru yang termediasi oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-2147" title="eflyer_nus_2011" src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2011/07/eflyer_nus_2011.jpg" alt="" width="640" height="904" /></p>
<p style="text-align: right;"><em>Being digitally literate is not about using digital tools or technology. It’s about thinking.</em><br />
<strong> &#8211; Bill Thompson, 2011</strong></p>
<p>Perkembangan media digital dan teknologi informasi saat ini telah membuka cakrawala dunia yang baru. Sekarang kita telah hidup di era keterbukaan dan konektifitas yang memungkinkan lahirnya berbagai cara pandang (worldview) dan tata nilai baru yang termediasi oleh berbagai bentuk penggunaan teknologi media dan piranti elektronik. Persepsi akan kenyataan yang semula terbentuk melalui interaksi intensif antara manusia dengan lingkungan sekitar saat ini semakin dipengaruhi oleh kehadiran berbagai bentuk mesin  yang keberadaannya semakin terintegrasi dengan kehidupan kita. </p>
<p>Berkat perkembangan media digital dan teknologi, kini informasi dan pengetahuan semakin mudah diakses dan tersebar hampir ke seluruh pojok permukaan bumi. Selain itu, mekanisme produksi dan penyebarannya saat ini sudah semakin terbuka dan terdesentralisasi. Kecenderungan ini membuka peluang akses dan partisipasi, sehingga media digital dan teknologi informasi juga ikut mendorong terjadinya berbagai bentuk interaksi dan kerja kolaborasi. Secara umum proses penciptaan dan inovasi saat ini telah dapat dilakukan secara bersama sama oleh siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Tidaklah berlebihan apabila disebutkan bahwa di era ini kemampuan kita  untuk terlibat dalam proses penciptaan tidak lagi ditentukan oleh jarak, tetapi talenta (Armein Langi, 2010).</p>
<p>Namun begitu, kehadiran media digital dan teknologi informasi juga memiliki sisi gelap ketika menyingkap gambaran dunia yang antagonis. Aspek kemudahan dan kecepatan penyebaran informasi melalui media digital dan teknologi melahirkan banyak keraguan dan ambivalensi ketika nilai dan kebenaran semakin sulit diverivikasi. Sebagai contoh, kenyataan sehari-hari saat ini semakin mudah dikonstruksi sehingga dapat menghasilkan berbagai bentuk ilusi dan ruang simulasi. Selain itu, perkembangan media digital dan teknologi yang semakin terintegrasi dengan kehidupan kita juga dapat melahirkan ketergantungan yang cenderung membelenggu imajinasi dan kehendak bebas manusia. Seiring dengan hal ini, sekarang hampir bisa dipastikan bahwa setiap gerak-gerik perilaku manusia juga dapat diamati melalui penggunaan piranti elektronik yang kita gunakan setiap hari, sehingga hak untuk memiliki kehidupan privasi saat ini dapat dikatakan telah menjadi ilusi.</p>
<p>Terkait dengan uraian di atas, penyelenggaraan Nu:SubstanceFestival/2011/Polarities akan mengajak khalayak untuk melihat berbagai aspek penggunaan teknologi media melalui cara pandang yang reflektif. Munculnya berbagai fenomena, nilai ataupun kutub (polar) baru yang muncul seiring dengan perkembangan media digital dan teknologi informasi setidaknya menuntut kita untuk memandang realitas secara lebih jernih dan kritis. Melalui serangkaian kegiatan workshop, pameran, diskusi, dan konser musik, festival ini juga akan memproyeksikan segenap lapisan yang terkait dengan penggunaan media dan teknologi dalam lingkup kehidupan sehari-hari. Selain itu, festival ini juga mengajak khalayak untuk terlibat dalam proses literasi digital yang tidak hanya memberi penekanan pada pemanfaatan teknologi, namun lebih jauh adalah proses berfikir dan berimajinasi.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2011/nusubstancefestival2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nu:SubstanceFestival/2011/Polarities &#124; Pameran Seni Bebunyian: [Derau]* &#124; Studio Rosid, 1 s/d 16 Juli 2011</title>
		<link>http://commonroom.info/2011/pameran-seni-bebunyian-derau/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2011/pameran-seni-bebunyian-derau/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Jul 2011 05:36:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Gathering]]></category>
		<category><![CDATA[Media Arts]]></category>
		<category><![CDATA[Media Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2140</guid>
		<description><![CDATA[Mencari Ilham dari Bunyi Derau Pameran Seni Bebunyian: [Derau] &#124; Nu:SubstanceFestival/2011/Polarities Pembukaan: 1 Juli 2011, Pk. 19.00 &#8211; end. Pameran: 1 &#8211; 16 Juli 2011, 10.00 &#8211; 15.00 WIB Eksperimentasi seni bebunyian merupakan salah satu kegiatan yang paling sering dilakukan di Common Room pada sepanjang tahun 2007 &#8211; 2011. Beberapa diantara prosesnya ada yang dikembangkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-2139" title="eflyer_derau" src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2011/07/eflyer_derau.jpg" alt="" width="640" height="896" /></p>
<p><strong>Mencari Ilham dari Bunyi Derau</strong><br />
<em>Pameran Seni Bebunyian: [Derau] | Nu:SubstanceFestival/2011/Polarities</em><br />
Pembukaan: 1 Juli 2011, Pk. 19.00 &#8211; end.<br />
Pameran: 1 &#8211; 16 Juli 2011, 10.00 &#8211; 15.00 WIB</p>
<p>Eksperimentasi seni bebunyian merupakan salah satu kegiatan yang paling sering dilakukan di Common Room pada sepanjang tahun 2007 &#8211; 2011. Beberapa diantara prosesnya ada yang dikembangkan secara terencana dan konseptual, selain juga ada proses yang intuitif atau bahkan spekulatif. Tidak mengherankan apabila kemudian upaya eksperimentasi ini merambah wilayah eksplorasi yang begitu luas; mulai dari eksplorasi penggunaan instrumen bambu yang dimainkan secara manual sehingga dapat menghasilkan karakter bunyi yang unik, sampai pada eksplorasi berbagai piranti dan sumber bebunyian akustik, elektronik, maupun digital.</p>
<p>Proses eksperimentasi bebunyian yang berkembang di Common Room juga tidak dibatasi oleh cara maupun teknologi media yang digunakan. Hal ini sengaja diupayakan untuk menembus berbagai kemungkinan yang ada dalam ranah eksplorasi yang nyaris tak berujung dan bertepi. Sebagai hasilnya kita kemudian dapat melihat sebagian dari beberapa karya hasil eksperimen tersebut dalam pameran ini. Meski sayup-sayup, secara perlahan eksplorasi seni bebunyian ini mampu menjelma menjadi sebuah praksis seni alternatif yang sekaligus menjadi buah persilangan dari eksplorasi di bidang seni dan pemanfaatan teknologi media. Selain memiliki aspek audial yang sangat dominan, beberapa diantara karya yang dipamerkan juga memiliki elemen visual yang kuat.</p>
<p>Secara garis besar, kumpulan karya dalam pameran ini dapat kita lihat sebagai proyeksi imajinasi kolektif serta agregasi ingatan dari setiap peserta yang memiliki latar belakang dan pendekatan kekaryaan yang bermacam-macam. Beberapa diantaranya ada yang mencoba untuk menelusuri teks serta mengabarkan narasi tentang kehidupan masyarakat urban, selain juga kritik terhadap kondisi lingkungan yang berkelindan dengan refleksi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Lebih jauh, pameran ini juga sekaligus dapat dilihat sebagai sebuah upaya untuk menalar kembali relevansi penggunaan teknologi media dalam kehidupan kita. Dalam konteks ini barangkali dapat kita tenggarai bahwa penggunaan teknologi media telah semakin melekat dengan keseharian kita, sehingga  juga perlu dikembangkan untuk menjadi instrumen bagi proses kritik dan refleksi; selain juga wahana untuk berfikir dan berimajinasi.</p>
<p>Kyai Gede Utama, 28 Juni 2011</p>
<p><strong>Peserta</strong><br />
Adityo Pratomo | Anggung Suherman | Anto Arief | Audry Riski Prayoga | Benny Apriariska | Gustaff H. Iskandar | Ishaq Haris Yogaswara | Muhammad Akbar | Ranti Puji Agusti</p>
<p><strong>Peta Lokasi Studio Rosid</strong><br />
<img class="alignnone size-full wp-image-2153" title="peta_studio_rosid" src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2011/07/peta_studio_rosid_low.jpg" alt="" width="640" height="290" /></p>
<p><em>*Kegiatan ini merupakan bagian sekaligus pembukaan Nu:SubstanceFestival/2011/Polarities</em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2011/pameran-seni-bebunyian-derau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asyiknya, Merakit Synthesizer Secara Do It Yourself &#124; Oleh Idhar Resmadi</title>
		<link>http://commonroom.info/2010/asyiknya-merakit-synthesizer-secara-do-it-yourself-oleh-idhar-resmadi/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2010/asyiknya-merakit-synthesizer-secara-do-it-yourself-oleh-idhar-resmadi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Aug 2010 14:56:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Idharrez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Electronic Music]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Free Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=1405</guid>
		<description><![CDATA[Foto Oleh Addy Gembel Belasan anak muda tengah khusyuk menyolder satu per satu partikel dalam satu komponen untuk membuat sebuah synthesizer. Perkakas-perkakas elektronik mulai tercecer seperti PCI, PCB, solder, timah, gunting kabel, dan masih banyak lagi. Mereka bukan sedang mengikuti kuliah teknik elektronik. Akan tetapi, anak muda tersebut merupakan peserta workshop Merakit 8-Step Sequencer Synthesizer. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i929.photobucket.com/albums/ad133/idharrez/DSC_3567.jpg" border="0" alt="Photobucket" width="480" height="318" /><br />
<em>Foto Oleh Addy Gembel</em></p>
<p>Belasan anak muda tengah khusyuk menyolder satu per satu partikel dalam satu komponen untuk membuat sebuah synthesizer. Perkakas-perkakas elektronik mulai tercecer seperti PCI, PCB, solder, timah, gunting kabel, dan masih banyak lagi. Mereka bukan sedang mengikuti kuliah teknik elektronik. Akan tetapi, anak muda tersebut merupakan peserta workshop Merakit 8-Step Sequencer Synthesizer. Workshop ini merupakan rangkaian dalam kegiatan Nu-Substance Festival 2010: Floating Horizon.</p>
<p>Sejak pukul empat sore, para peserta tampak asyik merakit. Mereka dengan seksama memerhatikan instruksi dari mentor Evan (Storn). Evan sendiri dikenal sebagai perakit alat musik macam synthesizer, moog, efek gitar, dan sebagainya secara mandiri. Untuk kegiatan kali ini, Evan memberikan modul perakitan synthesizer secara sederhana. Piranti musik seperti sequencer synthesizer merupakan salah satu instrumen penting yang dapat menunjang para musisi elektronik untuk menciptakan musik sesuai dengan selera mereka. Alat ini sangat bermanfaat bagi para musisi dalam menciptakan tempo, nada dan harmoni. Selain kemampuan teknis dalam menggunakan sequencer, idealnya seorang musisi elektronik juga mengetahui seluk beluk dari piranti elektronik yang mereka gunakan.</p>
<p>Dalam workshop ini Evan memberikan panduan untuk merakit 8-Step Sequencer Synthesizer secara sederhana. Para peserta workshop akan diajak untuk menciptakan 8-Step Sequencer Synthesizer dengan beberapa fitur yang terdiri dari 1 knop tempo, 1 push button play/ stop, 1 knop tune, 8 step knop nada, 1 knop volume, 2 jack clock in/ clock out, dan 1 jack audio out.</p>
<p>Namun, Evan mengakui kerumitan dari workshop ini diluar bayangannya semula. Alhasil, dari sekian banyak peserta tak ada satupun yang berhasil membereskan synthesizer secara sempurna. Sementara, seperti yang diakui oleh salah seorang peserta, Reza Cahaya Pratama, mengaku bahwa persiapan teknis yang kurang siap serta temaramnya lampu menjadi salah satu alasan kenapa para peserta seolah gagap dalam menyelesaikan workshop.</p>
<p>Para peserta mengaku meski sulit dan rumit mengerjakan komponen tersebut, namun mereka mendapat pengalaman baru dan mengasyikkan seputar merakit alat musik. Menariknya, alat musik ciptaan mereka sendiri atau<em> do it yourself tools</em> tersebut bisa mereka miliki. Rencananya, setelah semua alat synthesizer milik peserta beres, akan diadakan sesi jamming menggunakan alat tersebut. Salah satu keunggulan 8-step sequencer synthesizer yaitu antara satu instrumen dengan instrument lainnya bisa dikombinasikan sehingga merangkai suara yang menarik. Asyiknya…</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2010/asyiknya-merakit-synthesizer-secara-do-it-yourself-oleh-idhar-resmadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Eksistensi Pentas Musik Elektronik &#124; Oleh Idhar Resmadi</title>
		<link>http://commonroom.info/2010/eksistensi-pentas-musik-elektronik-oleh-idhar-resmadi/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2010/eksistensi-pentas-musik-elektronik-oleh-idhar-resmadi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Aug 2010 13:26:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Idharrez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Electronic Music]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[OpenLabs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=1400</guid>
		<description><![CDATA[Foto Oleh Idhar Resmadi Tulisan “As long as you stay with me you’re safe” terpampang dalam instalasi sebuah kursi dan gitar yang berada di area penonton. Kursi itu dilengkapi dengan selongsong bambu, sebuah harmonika, dan beberapa sobekan kertas. Para penonton mengernyitkan dahi melihat instalasi tersebut. Instalasi itu ditempatkan tak beda layaknya penonton. Diam dan statis. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i929.photobucket.com/albums/ad133/idharrez/P1040069.jpg" border="0" alt="Photobucket" width="480" height="639" /><br />
<em>Foto Oleh Idhar Resmadi</em></p>
<p>Tulisan “As long as you stay with me you’re safe” terpampang dalam instalasi sebuah kursi dan gitar yang berada di area penonton. Kursi itu dilengkapi dengan selongsong bambu, sebuah harmonika, dan beberapa sobekan kertas. Para penonton mengernyitkan dahi melihat instalasi tersebut. Instalasi itu ditempatkan tak beda layaknya penonton. Diam dan statis. Jumlah penonton yang tak begitu banyak memadati ruang Auditorium CCF Bandung itu terheran oleh penampilan musisi asal Perancis, Benjamin Laurent Aman. Mungkin hal itu dilakukan Benjamin untuk “memancing” apresiasi penonton, karena musik seni-derau (art-noise) yang dimainkannya sangat susah untuk diapresiasi oleh masyarakat awam.</p>
<p>Dalam penampilannya, ia tak hanya menyajikan musik seni-derau (art-noise) kepada penonton. Setiap kali musik menyala lampu venue berubah terang, sebaliknya ketika satu lagu telah selesai lampu pun kembali padam. Hal ini kontras dengan apa yang ditampilkan para band-band sebelumnya. Konsep matang yang memadukan instalasi rupa, suara, dan cahaya menjadi satu konsep tertentu yang ingin disampaikan oleh Benjamin Aman. Ia bermain seolah berada pada ruang suara dan cahaya yang mengitari seantero ruangan Auditorium. Ia bermain di mana cahaya dan suara adalah satu bentuk utuh dari suatu irama.</p>
<p><span id="more-1400"></span></p>
<p><img src="http://i929.photobucket.com/albums/ad133/idharrez/ed.jpg" border="0" alt="Photobucket" width="480" height="279" /><br />
<em>Foto Oleh Idhar Resmadi</em></p>
<p>Penampilan Benjamin Laurent Aman di Bandung hadir untuk meramaikan konser Silent Zone in conjunction with The Ostend Emerge: an Openlabs Audio Compilation Launching Party. Sebelumnya musisi asal Perancis yang kerap berkarya di Jerman ini tampil pula dalam beberapa show-show kecil di Bandung seperti Pembukaan Pameran The Loss of the Real dan sebuah sesi kecil di Common Room Bandung.</p>
<p><img src="http://i929.photobucket.com/albums/ad133/idharrez/_MG_2821.jpg" border="0" alt="Photobucket" width="480" height="319" /><br />
<em>Foto Oleh Idhar Resmadi</em></p>
<p>Konser ini dirayakan untuk menyambut rilisnya album kompilasi Openlabs. Sekitar delapan band elektronik hadir meramaikan launching tersebut. Openlabs sendiri merupakan komunitas musik elektronik di Bandung yang telah eksis sejak tahun 2007. Band-band pengisi konser pun berasal dari komunitas tersebut yang diantaranya yaitu Asturiaz, Bottlesmoker, Do Ear, Europe in de Tropen, Slylab, Space and Missile, text/tuRE, dan #KRESS. Acara ini pun dikolaborasikan dengan visual dari VJ-VJ Open Labs seperti  Diskjim, Admiral, 19ate6, dan Isha Hening.</p>
<p>Konser yang dimulai pukul tujuh malam itu memberikan eksistensi berarti bagi pegiat musik elektronik. Rilisnya album kompilasi bergenre elektronik boleh dikatakan ‘milestone’ bagi komunitas ini untuk memperlihatkan karya musiknya kepada khalayak banyak. Notabene musik-musik elektronik yang dimainkan oleh komunitas Openlabs berada di wilayah yang segmented. Band-band yang tampil dalam konser ini memiliki ragam warna karakter musiknya. Ada musik-musik elektronik dengan sentuhan downtempo dan shoegaze seperti Asturiaz dan Slylab, atau warna post-rock instrumental dari Space and Missile, electropop-nya Bottlesmoker dan Europe in de Tropen, electroglitch dari text/tuRE, hingga drum n bass dari #KRESS dan Do Ear.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2010/eksistensi-pentas-musik-elektronik-oleh-idhar-resmadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kondisi Ekologi Bandung Penuh Paradoks &#124; Oleh Idhar Resmadi</title>
		<link>http://commonroom.info/2010/kondisi-ekologi-bandung-penuh-paradoks-oleh-idhar-resmadi/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2010/kondisi-ekologi-bandung-penuh-paradoks-oleh-idhar-resmadi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 09:58:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Idharrez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Environment]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=1369</guid>
		<description><![CDATA[Foto Oleh Addy Gembel Salah satu kegiatan penting dalam Expert Meeting kali ini yaitu site visit (studi observasi) untuk meninjau secara langsung kondisi ekologis di Kota Bandung pada Kamis (22/7). Program site visit kali ini ditujukan untuk melihat kondisi penambangan kapur di daerah Citatah, Padalarang sekaligus meninjau situs purbakala Gua Pawon yang dipandu oleh Budi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i929.photobucket.com/albums/ad133/idharrez/DSC_4392.jpg" border="0" alt="" width="480" height="318" /><br />
<em>Foto Oleh Addy Gembel</em></p>
<p>Salah satu kegiatan penting dalam Expert Meeting kali ini yaitu site visit (studi observasi) untuk meninjau secara langsung kondisi ekologis di Kota Bandung pada Kamis (22/7). Program site visit kali ini ditujukan untuk melihat kondisi penambangan kapur di daerah Citatah, Padalarang sekaligus meninjau situs purbakala Gua Pawon yang dipandu oleh Budi Brahmantyo dari Kelompok Riset Cekungan Bandung (KRCB). Selain meninjau daerah Bandung Barat, kegiatan site visit juga mengeksplorasi wilayah Bandung Utara untuk melihat dari dekat fenomena eksploitasi lingkungan dalam bentuk pembangunan perumahan dan villa yang merusak kualitas lingkungan sekitar daerah tersebut.</p>
<p>Site visit kali ini juga merupakan bagian dari program kajian environmental sustainability (lingkungan berkelanjutan) dalam kegiatan Nu-Substance Festival 2010: Floating Horizon. Setahun sebelumnya Nu-Substance Festival meninjau kondisi ruang perkampungan padat yang terletak di jantung kawasan urban kota Bandung, yaitu lingkungan Kampung Babakan Asih. Gambaran yang mengkhawatirkan ketika secara langsung mengunjungi wilayah Citatah yang terletak di daerah Padalarang adalah kegiatan eksploitasi berlebihan terhadap sumber daya alam yang sekaligus mengancam warisan situs purbakala yang letaknya berdampingan dengan wilayah penambangan batu kapur.</p>
<p><span id="more-1369"></span></p>
<p><img src="http://i929.photobucket.com/albums/ad133/idharrez/DSC_4356.jpg" border="0" alt="" width="480" height="318" /><br />
<em>Foto Oleh Addy Gembel</em></p>
<p>Dalam kunjungan kali ini bukan hanya eksploitasi terhadap sumber daya alam saja yang terungkap, tetapi juga kondisi para pekerja yang dibayar dengan harga yang sangat murah di tengah lingkungan kerja yang sangat buruk. Para peserta Expert Meeting sempat bertemu dan mewawancarai dua pekerja kasar yang usianya di atas 60 tahun. Keduanya hanya dibayar Rp. 10.000,- sehari untuk 100 karung kapur yang berhasil mereka kumpulkan setiap hari. Kebanyakan para pekerja yang ada juga diharuskan bekerja layaknya orang kantoran dari pagi hingga petang.</p>
<p>Eksploitasi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang berlebihan tampaknya merupakan cerminan dari lemahnya kebijakan yang dapat mewujudkan pola relasi yang ideal antara pemerintah, pengusaha, pekerja, dan sumber daya alam yang kita miliki. Hal ini menyebabkan munculnya berbagai persoalan lingkungan semisal polusi udara, krisis air bersih, hingga ancaman penyakit pernafasan di kalangan masyarakat. Belum munculnya kesadaran yang baik pada sebagian besar masyarakat kita merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi upaya untuk mewujudkan gagasan mengenai lingkungan yang berkelanjutan di Indonesia.</p>
<p><img src="http://i929.photobucket.com/albums/ad133/idharrez/DSC_4371.jpg" border="0" alt="" width="480" height="318" /><br />
<em>Foto Oleh Addy Gembel</em></p>
<p>Setelah melihat kondisi penambangan kapur, para peserta kemudian diajak untuk mengunjungi situs Purbakala di Gua Pawon yang letaknya tak jauh dari lokasi penambangan kapur. Sungguh ironis bagaimana situs purbakala yang semestinya dilestarikan saat ini kondisinya tengah terancam akibat adanya eksploitasi penambangan kapur yang dilakukan secara membabi buta.</p>
<p>Menginjak sore hari peserta diajak untuk meninjau kondisi lingkungan di wilayah Bandung Utara. Selama ini wilayah tersebut dikenal sebagai wilayah respirasi (resapan) air di Kota Bandung. Namun sedikit demi sedikit wilayah ini terancam dengan kehadiran rumah-rumah dan villa-villa yang menggerus kondisi lingkungan di wilayah tersebut. Hal ini dapat dikatakan telah menjadi salah satu penyebab krisis air bersih di kota Bandung. Kota Bandung dikenal sebagai wilayah yang memiliki curah hujan yang cukup tinggi sehingga seringkali mengakibatkan surplus air atau banjir di beberapa wilayah. Paradoksnya, saat ini beberapa wilayah di kota Bandung juga tengah mengalami krisis air bersih atau defisit air.</p>
<p>Selanjutnya peserta juga diajak menuju kawasan Gunung Tangkuban Parahu. Saat ini kawasan Gunung Tangkuban Parahu tengah menghadapi upaya komersialisasi dan privatisasi. Hal ini menjadi persoalan tersendiri dan mengancam aspek pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan ketika kawasan yang semula dikenal sebagai hutan lindung berubah fungsi menjadi kawasan komersial yang hanya menguntungkan kelompok tertentu saja.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2010/kondisi-ekologi-bandung-penuh-paradoks-oleh-idhar-resmadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

