Tagged: Festival RSS

  • blauloretta 4:38 am on November 10, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , Festival, ,   

    [Pemberitahuan] Penyelenggaraan Bandung World Jazz Festival 2011 Diundur 

    Penyelenggaraan Bandung World Jazz Festival 2011 Diundur
    Pada hari Minggu, 13 November 2011, panitia penyelenggara Bandung World Jazz Festival 2011 (BWJF’11) menyelenggarakan konferensi pers di Common Room. BWJF’11 adalah festival musik jazz yang diselenggarakan setiap tahun oleh Jendela Ide, sebuah yayasan budaya untuk anak dan remaja yang berdiri pada tahun 1995 di kota Bandung. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2009, BWJF adalah festival musik jazz yang mengusung keberagaman dan mengangkat kekayaan tradisi, sekaligus kegiatan pendidikan dan pengembangan keterampilan bermusik bagi anak dan remaja.

    Seperti biasanya, penyelenggaraan festival tahun ini semula akan diisi dengan program pertunjukan, workshop, pameran, diskusi, kolaborasi, jam-session, dan artist-talk. Selain itu, mulanya BWJF’11 berencana menghadirkan 30 talent lokal dan internasional, yang diantaranya adalah Ayu Laksmi & Svara Semesta, Jen Shyu, Sound of Hanamangke, Tesla feat. Mahagotra ITB, Anand Biharilal Sriwastava & Rukmani Jaiswal, Ketut Riwin & Tropical Transit, ESQIEF, UNIMED, Blues Libre, BLP, White Shoes & The Couples Company, Mian Tiara, dll. Selain suguhan utama yang diisi oleh para musisi yang memiliki kecenderungan dan asal-usul yang beragam, festival tahun semula juga akan menyuguhkan Youth Concerts yang akan dimeriahkan oleh Bandung World Jazz Youth, Samba Sunda Junior, Half Whole Project – Lab Jazz Aru, Indonesian Youth Regeneration, Jazzy One, Storia, dll.

    Pada acara konferensi pers di Common Room, kelompok Bandung World Jazz Youth menyuguhkan dua komposisi ciptaan sendiri yang berjudul “Our Dream” dan “Morning Blue”, serta dua komposisi ciptaan almarhum Harry Roesli yang berjudul Peacock Dog dan Baratayudha. Menurut Jaelani selaku kurator dari BWJF’11, suguhan dari kelompok Bandung World Jazz Youth merupakan pencapaian tersendiri bagi perkembangan musik jazz di kota Bandung mengingat komposisi yang mereka mainkan memiliki tingkat kesulitan dan kekayaan komposisi yang luar biasa. Dalam kesempatan ini, Jaelani juga menuturkan bahwa penyelenggaraan BWJF’11 sebetulnya berupaya untuk mencerminkan berbagai kecenderungan baru dalam perkembangan musik jazz di tanah air. Namun karena berbagai hal tampaknya perkembangan ini baru dapat ditampilkan secara utuh tahun depan.

    Menurut Marintan Sirait, sejauh ini penyelenggaraan BWJF’11 telah menorehkan pencapaian tersendiri mengingat salah satu bobot dari penyelenggaraan festival ini adalah kegiatan pendidikan dan pengembangan keterampilan bermusik bagi kaum muda. Sejauh ini penyelenggaraan Bandung World Jazz Festival telah melahirkan banyak talenta muda, selain berbagai kecenderungan musikal yang baru dan beragam dari para musisi anak dan remaja. Oleh karena itu, Marintan berharap bahwa kegiatan BWJF’11 bisa terus diselenggarakan sebagai sebuah festival milik anak muda yang merayakan kreativitas dan kemampuan mereka secara total.

    Dalam kesempatan ini Andar Manik mengungkapkan bahwa selain keterbatasan dana, salah satu kendala yang dihadapi oleh BWJF’11 saat ini adalah sinergi antar pihak yang belum sempurna. Oleh karena itu, penyelenggaraan BWJF ke depan akan sangat membutuhkan dukungan dan partisipasi dari banyak pihak dan lembaga. BWJF adalah festival yang mengedepankan prinsip keberagaman, apresiasi pada kekayaan tradisi, serta proses pendidikan dan pengembangan potensi kreativitas bagi kaum muda. Oleh karena itu, penyelenggaraan festival perlu dukungan yang menyeluruh. Tidak hanya pada penyelenggaraan festival yang terjadi setiap tahun, tetapi juga pada proses yang berjalan dalam kurun waktu yang panjang.

    Meskipun mengalami pengunduran waktu penyelenggaraan, sebagian peserta dan penikmat BWJF tidak berkecil hati. Pada kegiatan konferensi pers ini, Man Jasad berujar bahwa BWJF harus dapat terus diselenggarakan agar para musisi muda dapat terus mengembangkan bakatnya. Selain itu, masyarakat juga pasti merindukan penyelenggaraan BWJF karena festival ini mampu menampilkan berbagai kecenderungan musikal yang beragam dan menjadi inspirasi bagi banyak orang. Beberapa personil Bandung World Jazz Youth sendiri merasa bahwa pengunduran jadwal kegiatan festival justru memberi mereka peluang untuk berlatih dengan giat dan menciptakan karya yang baru untuk festival tahun depan yang rencananya akan digelar pada tanggal 7 s/d 8 Juli 2012.

     
  • blauloretta 2:48 am on November 8, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , , , , , , Festival, , ,   

    Informasi Agenda Kegiatan Common Room | November 2011 

    [Musik Santai] Kahot Pasosore, Kamis, 10 November 2011, [Konferensi Press] Interaksi Hati #2: Kompilasi Musik dan Video Klip, Sabtu, 12 November 2011, [Konser dan Diskusi] Pra-Event Bandung World Jazz 2011 ( BWJF’11) oleh Jendela Ide Sabuga, Minggu, 13 November 2011, [Workshop] A Guide to Music Biz, Jumat, 18 November 2011, [Pameran Fotografi] Pause/Urban Decay oleh Sandi Jaya Saputra, Jumat, 18 November 2011, [Gathering] Forum Hijau Bandung, Senin, 21 November 2011, [Diskusi] Mitigasi Kebencanaan Kota Bandung, Sabtu, 26 November 2011

    [Kelas Belajar] Kelas Karinding oleh Hendra Attack setiap hari Rabu, mulai Pk. 17.00 – 19.00 WIB | Belajar Kwasi Laras Pelog dengan Sibelius Scores setiap hari Rabu, mulai Pk. 16.00 – 17.30 WIB | Pertemuan Mingguan Bandung Oral History setiap hari Kamis, mulai Pk. 17.00 WIB | Pertemuan Mingguan Workshop DJ Openlabs x Bandung Hiphop Community setiap hari Kamis, mulai Pk. 19.00 WIB.

    [Latihan Musik] Paper Back setiap hari Senin, Pk. 14.00 – 18.00 WIB | Karinding Attack setiap hari Selasa dan Jumat | TRAH setiap hari Rabu, Pk. 18.00 – 23.00 WIB | Flava Madrim setiap hari Kamis, Pk. 13.00 – 17.00 WIB | Karinding Riot setiap hari Kamis, Pk. 17.00 – 19.00 WIB | Laras setiap hari Jumat, Pk. 18.00 – 20.00 WIB.

    [Radio Online] Madness Monday / Sixteenloops setiap hari Senin Pk. 19.00 – 22.00 WIB | Gigsonsky setiap hari Selasa Pk. 19.00 – 22.00 WIB | Gigsonsky Playmix izmir escort setiap hari Selasa Pk. 22.00 – 23.00 WIB | Neng Ita setiap hari Rabu Pk. 16.00 – 18.00 WIB | Radiologia setiap hari Rabu Pk. 19.00 – 22.00 WIB | Kamis Tiris setiap hari Kamis Pk. 19.00 – 22.00 WIB | Gigsonsky Marimar setiap hari Kamis Pk. 22.00 – 00.00 WIB | Our Playlist / Live Streaming / 24 Hours Loop**
    **tentative hari Sabtu dan Minggu

    (More …)

     
  • blauloretta 1:27 am on July 21, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , , Festival, , , , , ,   

    cellsbutton#05 | Yogyakarta International Media Art Festival 2011 | 15 – 23 July 2011 

     
  • blauloretta 11:59 am on July 5, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , , , , , , Festival, , , , ,   

    Informasi Program | Nu:SubstanceFestival/2011/Polarities 

    Being digitally literate is not about using digital tools or technology. It’s about thinking.
    – Bill Thompson, 2011

    Perkembangan media digital dan teknologi informasi saat ini telah membuka cakrawala dunia yang baru. Sekarang kita telah hidup di era keterbukaan dan konektifitas yang memungkinkan lahirnya berbagai cara pandang (worldview) dan tata nilai baru yang termediasi oleh berbagai bentuk penggunaan teknologi media dan piranti elektronik. Persepsi akan kenyataan yang semula terbentuk melalui interaksi intensif antara manusia dengan lingkungan sekitar saat ini semakin dipengaruhi oleh kehadiran berbagai bentuk mesin yang keberadaannya semakin terintegrasi dengan kehidupan kita.

    Berkat perkembangan media digital dan teknologi, kini informasi dan pengetahuan semakin mudah diakses dan tersebar hampir ke seluruh pojok permukaan bumi. Selain itu, mekanisme produksi dan penyebarannya saat ini sudah semakin terbuka dan terdesentralisasi. Kecenderungan ini membuka peluang akses dan partisipasi, sehingga media digital dan teknologi informasi juga ikut mendorong terjadinya berbagai bentuk interaksi dan kerja kolaborasi. Secara umum proses penciptaan dan inovasi saat ini telah dapat dilakukan secara bersama sama oleh siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Tidaklah berlebihan apabila disebutkan bahwa di era ini kemampuan kita untuk terlibat dalam proses penciptaan tidak lagi ditentukan oleh jarak, tetapi talenta (Armein Langi, 2010).

    Namun begitu, kehadiran media digital dan teknologi informasi juga memiliki sisi gelap ketika menyingkap gambaran dunia yang antagonis. Aspek kemudahan dan kecepatan penyebaran informasi melalui media digital dan teknologi melahirkan banyak keraguan dan ambivalensi ketika nilai dan kebenaran semakin sulit diverivikasi. Sebagai contoh, kenyataan sehari-hari saat ini semakin mudah dikonstruksi sehingga dapat menghasilkan berbagai bentuk ilusi dan ruang simulasi. Selain itu, perkembangan media digital dan teknologi yang semakin terintegrasi dengan kehidupan kita juga dapat melahirkan ketergantungan yang cenderung membelenggu imajinasi dan kehendak bebas manusia. Seiring dengan hal ini, sekarang hampir bisa dipastikan bahwa setiap gerak-gerik perilaku manusia juga dapat diamati melalui penggunaan piranti elektronik yang kita gunakan setiap hari, sehingga hak untuk memiliki kehidupan privasi saat ini dapat dikatakan telah menjadi ilusi.

    Terkait dengan uraian di atas, penyelenggaraan Nu:SubstanceFestival/2011/Polarities akan mengajak khalayak untuk melihat berbagai aspek penggunaan teknologi media melalui cara pandang yang reflektif. Munculnya berbagai fenomena, nilai ataupun kutub (polar) baru yang muncul seiring dengan perkembangan media digital dan teknologi informasi setidaknya menuntut kita untuk memandang realitas secara lebih jernih dan kritis. Melalui serangkaian kegiatan workshop, pameran, diskusi, dan konser musik, festival ini juga akan memproyeksikan segenap lapisan yang terkait dengan penggunaan media dan teknologi dalam lingkup kehidupan sehari-hari. Selain itu, festival ini juga mengajak khalayak untuk terlibat dalam proses literasi digital yang tidak hanya memberi penekanan pada pemanfaatan teknologi, namun lebih jauh adalah proses berfikir dan berimajinasi.

     
  • blauloretta 5:36 am on July 1, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , Festival, , , , ,   

    Nu:SubstanceFestival/2011/Polarities | Pameran Seni Bebunyian: [Derau]* | Studio Rosid, 1 s/d 16 Juli 2011 

    Mencari Ilham dari Bunyi Derau
    Pameran Seni Bebunyian: [Derau] | Nu:SubstanceFestival/2011/Polarities
    Pembukaan: 1 Juli 2011, Pk. 19.00 – end.
    Pameran: 1 – 16 Juli 2011, 10.00 – 15.00 WIB

    Eksperimentasi seni bebunyian merupakan salah satu kegiatan yang paling sering dilakukan di Common Room pada sepanjang tahun 2007 – 2011. Beberapa diantara prosesnya ada yang dikembangkan secara terencana dan konseptual, selain juga ada proses yang intuitif atau bahkan spekulatif. Tidak mengherankan apabila kemudian upaya eksperimentasi ini merambah wilayah eksplorasi yang begitu luas; mulai dari eksplorasi penggunaan instrumen bambu yang dimainkan secara manual sehingga dapat menghasilkan karakter bunyi yang unik, sampai pada eksplorasi berbagai piranti dan sumber bebunyian akustik, elektronik, maupun digital.

    Proses eksperimentasi bebunyian yang berkembang di Common Room juga tidak dibatasi oleh cara maupun teknologi media yang digunakan. Hal ini sengaja diupayakan untuk menembus berbagai kemungkinan yang ada dalam ranah eksplorasi yang nyaris tak berujung dan bertepi. Sebagai hasilnya kita kemudian dapat melihat sebagian dari beberapa karya hasil eksperimen tersebut dalam pameran ini. Meski sayup-sayup, secara perlahan eksplorasi seni bebunyian ini mampu menjelma menjadi sebuah praksis seni alternatif yang sekaligus menjadi buah persilangan dari eksplorasi di bidang seni dan pemanfaatan teknologi media. Selain memiliki aspek audial yang sangat dominan, beberapa diantara karya yang dipamerkan juga memiliki elemen visual yang kuat.

    Secara garis besar, kumpulan karya dalam pameran ini dapat kita lihat sebagai proyeksi imajinasi kolektif serta agregasi ingatan dari setiap peserta yang memiliki latar belakang dan pendekatan kekaryaan yang bermacam-macam. Beberapa diantaranya ada yang mencoba untuk menelusuri teks serta mengabarkan narasi tentang kehidupan masyarakat urban, selain juga kritik terhadap kondisi lingkungan yang berkelindan dengan refleksi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Lebih jauh, pameran ini juga sekaligus dapat dilihat sebagai sebuah upaya untuk menalar kembali relevansi penggunaan teknologi media dalam kehidupan kita. Dalam konteks ini barangkali dapat kita tenggarai bahwa penggunaan teknologi media telah semakin melekat dengan keseharian kita, sehingga juga perlu dikembangkan untuk menjadi instrumen bagi proses kritik dan refleksi; selain juga wahana untuk berfikir dan berimajinasi.

    Kyai Gede Utama, 28 Juni 2011

    Peserta
    Adityo Pratomo | Anggung Suherman | Anto Arief | Audry Riski Prayoga | Benny Apriariska | Gustaff H. Iskandar | Ishaq Haris Yogaswara | Muhammad Akbar | Ranti Puji Agusti

    Peta Lokasi Studio Rosid

    *Kegiatan ini merupakan bagian sekaligus pembukaan Nu:SubstanceFestival/2011/Polarities

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel
porno ukash canta modelleri sabo terlik escort ankara escort ilan escort ankara ilan