Tagged: Exhibition RSS

  • blauloretta 2:48 am on November 8, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , , , , , Exhibition, , , ,   

    Informasi Agenda Kegiatan Common Room | November 2011 

    [Musik Santai] Kahot Pasosore, Kamis, 10 November 2011, [Konferensi Press] Interaksi Hati #2: Kompilasi Musik dan Video Klip, Sabtu, 12 November 2011, [Konser dan Diskusi] Pra-Event Bandung World Jazz 2011 ( BWJF’11) oleh Jendela Ide Sabuga, Minggu, 13 November 2011, [Workshop] A Guide to Music Biz, Jumat, 18 November 2011, [Pameran Fotografi] Pause/Urban Decay oleh Sandi Jaya Saputra, Jumat, 18 November 2011, [Gathering] Forum Hijau Bandung, Senin, 21 November 2011, [Diskusi] Mitigasi Kebencanaan Kota Bandung, Sabtu, 26 November 2011

    [Kelas Belajar] Kelas Karinding oleh Hendra Attack setiap hari Rabu, mulai Pk. 17.00 – 19.00 WIB | Belajar Kwasi Laras Pelog dengan Sibelius Scores setiap hari Rabu, mulai Pk. 16.00 – 17.30 WIB | Pertemuan Mingguan Bandung Oral History setiap hari Kamis, mulai Pk. 17.00 WIB | Pertemuan Mingguan Workshop DJ Openlabs x Bandung Hiphop Community setiap hari Kamis, mulai Pk. 19.00 WIB.

    [Latihan Musik] Paper Back setiap hari Senin, Pk. 14.00 – 18.00 WIB | Karinding Attack setiap hari Selasa dan Jumat | TRAH setiap hari Rabu, Pk. 18.00 – 23.00 WIB | Flava Madrim setiap hari Kamis, Pk. 13.00 – 17.00 WIB | Karinding Riot setiap hari Kamis, Pk. 17.00 – 19.00 WIB | Laras setiap hari Jumat, Pk. 18.00 – 20.00 WIB.

    [Radio Online] Madness Monday / Sixteenloops setiap hari Senin Pk. 19.00 – 22.00 WIB | Gigsonsky setiap hari Selasa Pk. 19.00 – 22.00 WIB | Gigsonsky Playmix izmir escort setiap hari Selasa Pk. 22.00 – 23.00 WIB | Neng Ita setiap hari Rabu Pk. 16.00 – 18.00 WIB | Radiologia setiap hari Rabu Pk. 19.00 – 22.00 WIB | Kamis Tiris setiap hari Kamis Pk. 19.00 – 22.00 WIB | Gigsonsky Marimar setiap hari Kamis Pk. 22.00 – 00.00 WIB | Our Playlist / Live Streaming / 24 Hours Loop**
    **tentative hari Sabtu dan Minggu

    (More …)

     
  • blauloretta 7:56 am on August 15, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , , Exhibition, , ,   

    [Pameran] Let’s Die Together in 2012 | Bottlesmoker dkk. | 16 s/d 28 Agustus 2011 

    Pengantar Pameran
    Merayakan Kehancuran Total via Let’s Die Together in 2012

    Pameran ini secara khusus diinisiasi oleh Bottlesmoker, duo musisi elektronik yang dimotori oleh Angkuy dan Nobie. Dalam rangka peluncuran album ketiga mereka yang berjudul “Let’s Die Together in 2012″, Bottlesmoker mengajak beberapa seniman kota Bandung untuk bersama-sama menginterpretasi album ini ke dalam bentuk karya seni visual dengan media yang beragam. Pemilihan para seniman yang datang dari berbagai genre dan generasi ini dilakukan secara intuitif oleh Bottlesmoker yang mengandalkan jaringan pertemanan mereka di ranah offline dan online.

    Bottlesmoker mendapat inspirasi judul album dan pameran ini ketika tengah melaksanakan Bottlesmoker Asian Tour pada bulan Februari s/d Maret 2011. Pada saat itu mereka mengunjungi 5 negara yang terdiri dari Malaysia, Brunei, China, Hong Kong, dan terakhir Indonesia dengan sebuah konser yang dihelar di kota Medan. Semua dilaksanakan dalam rentang waktu 19 hari. Ketika mereka melawat ke China dan Hong Kong, beberapa rekan yang ditemui dalam perjalanan begitu meyakini ramalan kehancuran total yang akan terjadi pada tahun 2012. Hal ini kemudian menjadi sumber perbincangan yang begitu hangat diantara para kerabat Bottlesmoker sampai kemudian duo Angkuy dan Nobie merasa bahwa apabila proses kehancuran total itu akan terjadi, mereka akan menyambutnya dengan penuh suka cita.

    Teori tentang kehancuran total di tahun 2012 salah satunya dipicu oleh ramalan yang diprediksi oleh bangsa Maya melalui perhitungan kalender mereka. Alih-alih memandang kehancuran sebagai sesuatu yang mengerikan, Bottlesmoker justru memandang peristiwa ini sebagai sebuah hal yang ringan dan menyenangkan. Sepulang dari perjalanan Bottlesmoker Asian Tour 2011, duo Bottlesmoker seakan telah melakukan perjalanan spiritual dan mendapatkan energi artistik yang baru. Lepas dari materi album yang terkesan lebih berat dan gelap, secara konseptual mereka justru berharap bahwa teks “Let’s Die Together in 2012″ juga dapat dimaknai sebagai sebuah upaya untuk memanfaatkan sisa waktu dengan menikmati keindahan, kedamaian dan kebahagiaan.

    Pada prosesnya album “Let’s Die Together in 2012″ memanfaatkan berbagai materi lama yang telah digarap dan disimpan di dalam hardisk mereka sejak tahun 2005 s/d 2007. Setelah melakukan serangkaian modifikasi dan berbagai penambahan materi, alhasil mereka dapat merilis sekira 12 lagu yang mencerminkan sisi lain dari Bottlesmoker yang selama ini dikenal sebagai duo musisi yang selalu menciptakan musik yang serba ringan. Ketika mempersiapkan penyelenggaraan pameran yang sekaligus menjadi momen peluncuran album, ada banyak diskusi menarik yang terjadi diantara personil Bottlesmoker serta para seniman yang terlibat di dalam proyek ini. Dapat dikatakan bahwa intuisi mereka telah berhasil mempertemukan para seniman yang memiliki latar belakang kekaryaan serta gagasan artistik yang menarik dan sangat sangat beragam.

    Satu hal yang barangkali perlu dicatat adalah semangat kebebasan yang dimiliki oleh Bottlesmoker yang begitu besar, sehingga mereka dengan sungguh-sungguh mendengarkan dan mencoba untuk merealisasikan setiap ide yang dimiliki oleh para seniman yang terlibat. Alhasil pada sepanjang prosesnya para seniman yang terlibat tampak begitu antusias untuk menciptakan karya yang memanfaatkan media dan format yang bermacam-macam. Beberapa seniman yang terlibat di dalam pameran ini antara lain adalah: Deden Sambas, Gustaff H. Iskandar, Sir Dandy Harrington, Evan Driyananda & Attina Nuraini (Recycle Experience), Muhammad Akbar, Sundea (Salamatahari), Doly Harahap, Heickel Alkatiri, Mufti Priyanka a.k.a Amenk, Ageng Purna Galih, Taufik Akbar a.k.a Fikart, Ken Terror, Ykha Amelz dan Marina Tasha Avianty. Melalui karya mereka, barangkali kita dapat sama-sama melihat bahwa ide tentang kehancuran juga dapat bermutasi menjadi gagasan yang mendorong terjadinya proses penciptaan yang menawarkan keberagaman perspektif baru yang reflektif dan menyenangkan.

    Kyai Gede Utama, 11 Agustus 2011

    Info seniman: http://letsdietogetherin2012.tumblr.com/

     
  • blauloretta 4:13 am on August 10, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , , , Exhibition, , , , ,   

    Informasi Agenda Kegiatan Common Room | Agustus 2011 

    [Workshop] PURE DATA, Kamis, 11 Agustus 2011, Pk. 15.00 – 18.00 WIB | [Gathering] Ngaritwit: Ngariung Twitterian Bandung, Jumat, 12 Agustus 2011, Pk. 15.00 – 18.00 WIB | [Gathering] Menyambut Lebaran Hijau: Buka bersama YPBB, Minggu, 14 Agustus 2011, Pk. 15.00 – 20.00 WIB | [Pameran] Let’s Die Together in 2012, Selasa, 16 Agustus 2011, Pk. 17.00 – 20.00 WIB | [SOFT LAUNCH] KAHOT.STORE, Selasa, 16 Agustus 2011, Pk. 19.00 WIB | KEGIATAN REGULER: Pertemuan Mingguan Bandung Oral History, Pertemuan Mingguan OpenLabs, Pertemuan Mungguan Kelas Karinding (KEKAR), Latihan Mingguan Flava Madrim, Latihan Mingguan PAPERBACK | PROGRAM SIARAN RADIO ONLINE: Madness Monday (Senin, Pk. 19.00 – 22.00), Gigsonsky (Selasa, Pk. 19.00 – 22.00), Perempuan Pisan (Rabu, Pk. 16.00 – 18.00), Radiologia (Rabu, Pk. 19.00 – 22.00), Kamis Tiris (Kamis, Pk. 19.00 – 22.00) dan Our Playlist / Live Streaming / 24 Hours Loop ( Jumat, Sabtu dan Minggu *tentative).

    (More …)

     
  • blauloretta 11:59 am on July 5, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , , , , , Exhibition, , , , , ,   

    Informasi Program | Nu:SubstanceFestival/2011/Polarities 

    Being digitally literate is not about using digital tools or technology. It’s about thinking.
    – Bill Thompson, 2011

    Perkembangan media digital dan teknologi informasi saat ini telah membuka cakrawala dunia yang baru. Sekarang kita telah hidup di era keterbukaan dan konektifitas yang memungkinkan lahirnya berbagai cara pandang (worldview) dan tata nilai baru yang termediasi oleh berbagai bentuk penggunaan teknologi media dan piranti elektronik. Persepsi akan kenyataan yang semula terbentuk melalui interaksi intensif antara manusia dengan lingkungan sekitar saat ini semakin dipengaruhi oleh kehadiran berbagai bentuk mesin yang keberadaannya semakin terintegrasi dengan kehidupan kita.

    Berkat perkembangan media digital dan teknologi, kini informasi dan pengetahuan semakin mudah diakses dan tersebar hampir ke seluruh pojok permukaan bumi. Selain itu, mekanisme produksi dan penyebarannya saat ini sudah semakin terbuka dan terdesentralisasi. Kecenderungan ini membuka peluang akses dan partisipasi, sehingga media digital dan teknologi informasi juga ikut mendorong terjadinya berbagai bentuk interaksi dan kerja kolaborasi. Secara umum proses penciptaan dan inovasi saat ini telah dapat dilakukan secara bersama sama oleh siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Tidaklah berlebihan apabila disebutkan bahwa di era ini kemampuan kita untuk terlibat dalam proses penciptaan tidak lagi ditentukan oleh jarak, tetapi talenta (Armein Langi, 2010).

    Namun begitu, kehadiran media digital dan teknologi informasi juga memiliki sisi gelap ketika menyingkap gambaran dunia yang antagonis. Aspek kemudahan dan kecepatan penyebaran informasi melalui media digital dan teknologi melahirkan banyak keraguan dan ambivalensi ketika nilai dan kebenaran semakin sulit diverivikasi. Sebagai contoh, kenyataan sehari-hari saat ini semakin mudah dikonstruksi sehingga dapat menghasilkan berbagai bentuk ilusi dan ruang simulasi. Selain itu, perkembangan media digital dan teknologi yang semakin terintegrasi dengan kehidupan kita juga dapat melahirkan ketergantungan yang cenderung membelenggu imajinasi dan kehendak bebas manusia. Seiring dengan hal ini, sekarang hampir bisa dipastikan bahwa setiap gerak-gerik perilaku manusia juga dapat diamati melalui penggunaan piranti elektronik yang kita gunakan setiap hari, sehingga hak untuk memiliki kehidupan privasi saat ini dapat dikatakan telah menjadi ilusi.

    Terkait dengan uraian di atas, penyelenggaraan Nu:SubstanceFestival/2011/Polarities akan mengajak khalayak untuk melihat berbagai aspek penggunaan teknologi media melalui cara pandang yang reflektif. Munculnya berbagai fenomena, nilai ataupun kutub (polar) baru yang muncul seiring dengan perkembangan media digital dan teknologi informasi setidaknya menuntut kita untuk memandang realitas secara lebih jernih dan kritis. Melalui serangkaian kegiatan workshop, pameran, diskusi, dan konser musik, festival ini juga akan memproyeksikan segenap lapisan yang terkait dengan penggunaan media dan teknologi dalam lingkup kehidupan sehari-hari. Selain itu, festival ini juga mengajak khalayak untuk terlibat dalam proses literasi digital yang tidak hanya memberi penekanan pada pemanfaatan teknologi, namun lebih jauh adalah proses berfikir dan berimajinasi.

     
  • blauloretta 5:36 am on July 1, 2011 Permalink | Reply
    Tags: Exhibition, , , , , ,   

    Nu:SubstanceFestival/2011/Polarities | Pameran Seni Bebunyian: [Derau]* | Studio Rosid, 1 s/d 16 Juli 2011 

    Mencari Ilham dari Bunyi Derau
    Pameran Seni Bebunyian: [Derau] | Nu:SubstanceFestival/2011/Polarities
    Pembukaan: 1 Juli 2011, Pk. 19.00 – end.
    Pameran: 1 – 16 Juli 2011, 10.00 – 15.00 WIB

    Eksperimentasi seni bebunyian merupakan salah satu kegiatan yang paling sering dilakukan di Common Room pada sepanjang tahun 2007 – 2011. Beberapa diantara prosesnya ada yang dikembangkan secara terencana dan konseptual, selain juga ada proses yang intuitif atau bahkan spekulatif. Tidak mengherankan apabila kemudian upaya eksperimentasi ini merambah wilayah eksplorasi yang begitu luas; mulai dari eksplorasi penggunaan instrumen bambu yang dimainkan secara manual sehingga dapat menghasilkan karakter bunyi yang unik, sampai pada eksplorasi berbagai piranti dan sumber bebunyian akustik, elektronik, maupun digital.

    Proses eksperimentasi bebunyian yang berkembang di Common Room juga tidak dibatasi oleh cara maupun teknologi media yang digunakan. Hal ini sengaja diupayakan untuk menembus berbagai kemungkinan yang ada dalam ranah eksplorasi yang nyaris tak berujung dan bertepi. Sebagai hasilnya kita kemudian dapat melihat sebagian dari beberapa karya hasil eksperimen tersebut dalam pameran ini. Meski sayup-sayup, secara perlahan eksplorasi seni bebunyian ini mampu menjelma menjadi sebuah praksis seni alternatif yang sekaligus menjadi buah persilangan dari eksplorasi di bidang seni dan pemanfaatan teknologi media. Selain memiliki aspek audial yang sangat dominan, beberapa diantara karya yang dipamerkan juga memiliki elemen visual yang kuat.

    Secara garis besar, kumpulan karya dalam pameran ini dapat kita lihat sebagai proyeksi imajinasi kolektif serta agregasi ingatan dari setiap peserta yang memiliki latar belakang dan pendekatan kekaryaan yang bermacam-macam. Beberapa diantaranya ada yang mencoba untuk menelusuri teks serta mengabarkan narasi tentang kehidupan masyarakat urban, selain juga kritik terhadap kondisi lingkungan yang berkelindan dengan refleksi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Lebih jauh, pameran ini juga sekaligus dapat dilihat sebagai sebuah upaya untuk menalar kembali relevansi penggunaan teknologi media dalam kehidupan kita. Dalam konteks ini barangkali dapat kita tenggarai bahwa penggunaan teknologi media telah semakin melekat dengan keseharian kita, sehingga juga perlu dikembangkan untuk menjadi instrumen bagi proses kritik dan refleksi; selain juga wahana untuk berfikir dan berimajinasi.

    Kyai Gede Utama, 28 Juni 2011

    Peserta
    Adityo Pratomo | Anggung Suherman | Anto Arief | Audry Riski Prayoga | Benny Apriariska | Gustaff H. Iskandar | Ishaq Haris Yogaswara | Muhammad Akbar | Ranti Puji Agusti

    Peta Lokasi Studio Rosid

    *Kegiatan ini merupakan bagian sekaligus pembukaan Nu:SubstanceFestival/2011/Polarities

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel
escort ankara escort ilan escort ankara ilan