Tagged: Events RSS

  • blauloretta 11:09 am on February 9, 2008 Permalink | Reply
    Tags: , Events   

    Selepas Konser Cinta Melulu: Efek Rumah Kaca Harus Masuk Major Label? 

    Photobucket

    Cholil dengan suara pelan memberi tahu penonton bahwa lagu berikut adalah lagu terakhir. Penonton menyanggah. Mereka tidak ingin menemui akhir yang datang terlalu dini.

    Nggak ada lagunya lagi,” ujar Cholil.

    Tidak berapa lama, lewat serangkaian komunikasi pendek dengan Akbar, sang drummer, mereka memainkan lagu Efek Rumah Kaca. Lagu itu tidak ada di dalam rencana mereka malam itu.

    Menjelang lagu Cinta Melulu, lagu yang seharusnya menjadi lagu terakhir mereka malam itu, penonton berdiri. Semuanya ingin mendekat ke arah panggung kecil itu. Orang yang dapat posisi agak ke belakang, pasti terhalangi. Saya beruntung, saya ada di baris kedua dari depan. Jadi, masih bisa merapat. Saya sedang menjalani salah satu konser menyenangkan dalam hidup saya. Seperti biasa, mata saya sudah mengarah pada setlist milik Cholil yang ada di samping efek gitarnya. Saya akan mengambilnya, maka langsung mencari posisi enak untuk langsung menyeruak ke depan setelah konser selesai.

    Koor penonton semakin membahana pada lagu ini. Lagu ini memang cukup menyenangkan. Terlepas bahwa ini merupakan singel radio paling baru mereka. Dan terlepas pula bahwa ERK bersama panitia membagikan lembaran lirik kepada setiap penonton yang datang.

    Lagu itu pun selesai. Penonton tidak ingin beranjak. Mereka sudah ingin mengakhiri konser itu. Tapi tidak dengan penonton. Mereka meminta encore. Saya termasuk orang yang berteriak meminta lagu tambahan.

    Duh, udah semua dimainin, gimana dong?” kata Cholil, lagi-lagi pelan.

    Ulang aja, ulang,” teriak banyak penonton, termasuk saya.

    Tidak perlu waktu lama, mereka memutuskan untuk mengulang lagu Di Udara.

    Ok, diulang. Cuma nyanyi bareng ya,” pinta Cholil. Penonton menurut, termasuk saya. Kata pertama sudah menjadi santapan bersama.

    Dan lagu itu membahana berulang-ulang. Keluar dari pakem standar mereka ketika bermain. Bahkan ada satu bagian di mana para personil ERK bingung harus menyanyikan apa. “Lupa gue,” ujar Cholil sembari terkekeh dan melanjutkan suara gitarnya.

    Entah berapa kali bagian reffrain lagu itu dimainkan. Entah berapa kuat suara penonton malam itu menganggu tetangga sekitar. Tapi, tidak perlu peduli terlalu banyak.

    Intimasi konser itu menemui ekspektasinya. Hampir semua orang di situ bernyanyi. Ruang pertunjukan pun terasa sesak, karena memang jadinya terlalu kecil untuk jumlah orang yang datang malam itu.

    Konser berakhir, band itu langsung diserbu banyak orang. Ada yang ingin berfoto bersama, ada yang ingin meminta tanda tangan. Mata saya langsung mengontak mata Cholil, karena ia sudah menyadari kesadaran saya di deretan penonton. Saya langsung memberi kode bahwa saya menginginkan setlist miliknya. Ia langsung mengamankan setlist itu, bahkan tanpa diminta pun langsung meminjam spidol seorang yang ingin meminta tanda tangan kepadanya dan menorehkan tulisan “To Felix” sebelum tanda tangannya.

    Saya mengambil setlist itu dan menyalaminya, “Terima kasih untuk konser yang menyenangkan, Lil,” ujar saya kalau tidak salah. Pekerjaan saya, menunggu dua orang lainnya menandatangani setlist itu. Saya harus mendapatkan tanda tangan mereka malam itu, kalau keluar dari malam itu rasa dan sensasinya pasti berbeda.

    Ini adalah lagu yang mereka mainkan di konser itu:

    INTRO
    DEBU-DEBU BETERBANGAN
    INSOMNIA
    BUKAN LAWAN JENIS
    DI UDARA
    DESEMBER
    HUJAN JANGAN MARAH
    JALANG
    JATUH CINTA ITU BIASA SAJA
    BELANJA TERUS SAMPAI MATI
    MELANKOLIA
    SEBELAH MATA
    EFEK RUMAH KACA
    CINTA MELULU
    ========
    DI UDARA

    Total ada lima belas lagu.

    Selepas menunggu mereka diwawancara oleh dua buah televisi, saya meminta tanda tangan kepada Akbar dan Adrian. Mereka tampak canggung memberikan tanda tangan.

    Malam itu saya baru saja menyaksikan sebuah konser calon band penuh talenta untuk pasar besar musik Indonesia. Sehabis konser itu, saya percaya bahwa band ini akan mengawali karir major label mereka satu hari nanti.

    Teman saya, Dimas Ario, meninggalkan sebuah komentar singkat, “Gila, Lix. Terakhir kali gue nonton konser diulang lagunya itu Indra Lesmana. Yang diulang lagu Selamat Tinggal.” Konser itu berlangsung tahun 90an. Sudah cukup lama untuknya.

    Terima ERK, untuk konser yang sangat sulit untuk dilupakan. (pelukislangit)

    *) Rumah Bandung, sebelum bekerja. 4 Februari 2008. Didedikasikan kepada Boit yang tidak bisa menyaksikan konser ini sampai selesai dan Satria Ramadhan yang urung mengabadikan ERK di konser ini karena alasan kesehatan. Kalian pasti menyesal!

    **) Artikel ini merupakan potongan review yang ditulis oleh pelukislangit. Simak review lengkap di http://pelukislangit.multiply.com

    ***) Foto oleh Dame Christina

     
  • blauloretta 6:06 am on December 28, 2007 Permalink | Reply
    Tags: , Events   

    Gathering bersama Telefon Tel Aviv di Common Room 

    Photo by Yasmin Kartikasari

    Pada tanggal 21 Desember 2007, Common Room menyelenggarakan acara gathering musisi lokal bersama Joshua Eustis dan Charles Cooper yang tergabung dalam duo band elektronik Telefon Tel Aviv. Kebetulan mereka manggung di Bandung pada tanggal 22 Desember 2007 di The Venue, Eldorado. Beberapa teman yang menghadiri acara ini antara lain adalah Adam & Doni (Koil), Gigi & Indra (Soul Delay), Eben (Burgerkill), Dina Dellyana (Homogenic), Helvi & Didit (FFWD Records), Andar Manik (Jendela Ide), DYMZ (Junglizta), Elang EBY (Polyester Embassy), dll. Pada kesempatan ini Jimbot dan kawan-kawan bermain menampilkan musik kacapi suling dan memainkan beberapa lagu Sunda klasik, selain juga membawakan satu lagu eksperimental ciptaan mereka. Kumpulan foto-foto gathering bisa dilihat di halaman berikut ini.

     
  • blauloretta 3:11 am on November 1, 2007 Permalink | Reply
    Tags: Events, , ,   

    Reportase Bandung Creative Showcase 2007 

    Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

    Pada tanggal 29-31 September 2007, Common Room menyelenggarakan pameran kecil berbarengan dengan pelaksanaan kegiatan International Education & Employability – Developing the Creative Industries yang diselenggarakan oleh British Council Indonesia. Selain pameran, bersama-sama dengan tim Bandung Experience Project, kegiatan ini juga dilengkapi dengan program kunjungan ke beberapa komunitas kreatif dan entrepreneur di kota Bandung. Adapun beberapa tempat yang dikunjungi adalah Urbane Indonesia, Airplabe Systm, MonikCeltic dan FFWD Records.

    Selain itu, kegiatan ini juga menampilkan sesi presentasi yang menghadirkan Yusrila Kerlooza (Ketua Divisi Robotika UNIKOM). Kebetulan pada saat yang hampir bersamaan, Common Room tengah bekerjasama dengan Divisi Robotika Unikom untuk melakukan program kunjungan ke beberapa SMU di kota Bandung dalam rangka memperkenalkan perkembangan dan aplikasi teknologi robot. Ada sekitar 3 SMU yang kita kunjungi, yaitu SMUN 5, SMUN 24 dan SMUN 2. Kegiatan ini merupakan rangkaian program Common Room Fun Education Program yang rencananya akan diselenggarakan secara rutin setiap tahun.

    Terkait dengan kegiatan Bandung Creative Showcase 2007, kita diminta untuk mempresentasikan beberapa kegiatan Common Room dan materi riset pengembangan ekonomi kreatif kota Bandung yang selama beberapa tahun ini dikembangkan bersama-sama oleh tim peneliti Common Room bekerjasama dengan beberapa teman dan komunitas kreatif yang ada di kota Bandung. Beberapa pengunjung memperlihatkan antusiasme mereka selama presentasi berlangsung, sebelum kemudian berkenalan dengan para seniman, desainer, peneliti dan teman-teman yang kerap aktif berkegiatan di Common Room.

    Terimakasih kepada British Council Jakarta yang telah memberikan kesempatan untuk terlibat di dalam program ini. Selain itu, terimakasih juga buat teman-teman yang ikut terlibat dalam persiapan dan pelaksanaan Bandung Creative Showcase 2007. Mudah-mudahan di masa yang akan datang kegiatan-kegiatan serupa bisa lebih sering kita laksanakan sama-sama. Liputan kegiatan terkait dapat dibaca di: Kompas, Pikiran Rakyat dan The Jakarta Post. Foto dokumetasi kegiatan dapat dilihat di Heterologia.

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel
escort ankara escort ilan escort ankara ilan