<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Common Room Networks Foundation &#187; Events</title>
	<atom:link href="http://commonroom.info/tag/events/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://commonroom.info</link>
	<description>Open Platform for Art, Culture &#38; ICT/Media &#124;&#124; Bandung - Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 06:36:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Pertunjukan Pantun Buhun Mang Ayi dan Wa Itok (Subang) &#124; Common Room, 19 Maret 2010</title>
		<link>http://commonroom.info/2010/pertunjukan-pantun-buhun-mang-ayi-dan-wa-itok-subang-common-room-19-maret-2010/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2010/pertunjukan-pantun-buhun-mang-ayi-dan-wa-itok-subang-common-room-19-maret-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 06:24:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Gathering]]></category>
		<category><![CDATA[Localities]]></category>
		<category><![CDATA[Media Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Oral History]]></category>
		<category><![CDATA[Performance]]></category>
		<category><![CDATA[Poetry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=703</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal: 19 Maret 2010 Jam: 19.00 &#8211; 21.00 WIB Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung Deskripsi Singkat Mang Ayi dan Wa Itok adalah duo seniman tradisional yang mempelajari seni pantun buhun secara alami. Keduanya selama ini dikenal sebagai seniman tradisi yang berasal dari daerah Subang, Jawa Barat. Pada kesempatan ini, Mang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/image_ayi_itok.jpg" border="0" alt="Pantun Buhun Ayi Itokt" /></p>
<p>Tanggal: 19 Maret 2010<br />
Jam: 19.00 &#8211; 21.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p><strong>Deskripsi Singkat<br />
</strong>Mang Ayi dan Wa Itok adalah duo seniman tradisional yang mempelajari seni pantun buhun secara alami. Keduanya selama ini dikenal sebagai seniman tradisi yang berasal dari daerah Subang, Jawa Barat. Pada kesempatan ini, Mang Ayi dan Wa Itok akan membawakan cerita dengan judul yang masih mereka rahasiakan. Selain menampilkan seni pantun, selama ini Mang Ayi dan Wa Itok juga kerap aktif menampilkan berbagai bentuk seni tradisi Sunda semisal <em>bajidoran, sisingaan, terbang, gembyung,</em> dsb. Program ini merupakan bagian dari kegiatan yang dikembangkan oleh kelompok <a href="http://trahproject.co.nr/" target="_blank">TRAH</a> yang diinisiasi oleh Gigi Priadji, Indra Nugraha dan Iman Zimbot sejak tahun 2007. Selain aktif mengembangkan eksplorasi yang memadukan ranah perkembangan musik elektronik dengan kesenian masyarakat Sunda, kelompok ini juga kerap berkolaborasi dengan seniman dan musisi yang berasal dari latar belakang yang beragam.</p>
<p><span id="more-703"></span></p>
<p>Pertunjukan pantun buhun merupakan salah satu bentuk pertunjukan tradisional yang berkembang di daerah Jawa Barat secara turun temurun. Kesenian ini juga tersebar di beberapa daerah di Nusantara dalam wujud dan bentuk yang beragam, serta dikenal secara populer di kalangan masyarakat Melayu. Beberapa komunitas masyarakat tradisional di Indonesia juga mengenal seni pantun walaupun dengan nama dan istilah yang berbeda. Selain dikenal dengan nama pantun, kesenian ini juga kerap disebut dengan nama <em>parikan</em> (Jawa) atau <em>paparikan</em> (Sunda). Dalam hal ini, seni pantun dapat juga disebut sebagai salah satu jenis sastra lisan yang berkembang di kalangan masyarakat tradisi.</p>
<p>Berbeda dengan kesenian pantun yang selama ini biasa kita kenal, kesenian pantun buhun biasanya disampaikan dalam format cerita dongeng (<em>story telling</em>). Dalam hal ini, pertunjukan pantun buhun biasanya juga dibuka dengan <em>rajah</em> (doa) yang menyisipkan <em>kawih</em> atau nyanyian tradisional. Biasanya pertunjukan pantun buhun juga dilengkapi dengan ungkapan atau nyanyian modern yang merefleksikan kondisi kekinian. Selain memiliki fungsi hiburan, pertunjukan pantun buhun juga memiliki fungsi <em>mepeling</em> (mengingatkan) khalayak untuk mencermati berbagai kondisi atau situasi yang tengah terjadi di sekeliling mereka. Bagi sebagian masyarakat tradisi, seni pantun juga kerap dimaafaatkan sebagai sarana untuk menyebarkan pengetahuan ataupun nilai-nilai tertentu kepada masyarakat luas. Kesenian ini juga sering ditampilkan pada beberapa acara khusus seperti selamatan kelahiran anak, ruwatan rumah, muludan, atau acara perayaan tradisional lainnya.</p>
<p><em>Pertunjukan ini gratis dan terbuka untuk umum, khususnya bagi para seniman, desainer, musisi, sastrawan, peneliti, akademisi, ahli sejarah, pejabat, polisi, ibu rumah tangga, pegawai negeri, pembantu, tukang parkir, mantri, dokter, arsitek, pengusaha, tukang baso, dsb. Meskipun gratis, para pemirsa yang hadir diwajibkan membawa uang secukupnya untuk SAWERAN! Pelaksanaan kegiatan ini juga didukung oleh Common Room Networks Foundation (Common Room) dan Hivos.</em></p>
<p><em>Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi Ibu Nunung di nomor 0222503404 atau Gigi Priadji di nomor 0818637512.</em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2010/pertunjukan-pantun-buhun-mang-ayi-dan-wa-itok-subang-common-room-19-maret-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Critical Reflection &amp; Speculative Review on Art, Culture, ICT/ Media in Bandung &#8211; Indonesia</title>
		<link>http://commonroom.info/2010/critical-reflection-speculative-review-on-art-culture-ict-media-in-bandung-indonesia/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2010/critical-reflection-speculative-review-on-art-culture-ict-media-in-bandung-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 05:45:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Critics]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Forum]]></category>
		<category><![CDATA[Gathering]]></category>
		<category><![CDATA[Knowledge Economy]]></category>
		<category><![CDATA[Media Arts]]></category>
		<category><![CDATA[Media Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Urbanism]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=637</guid>
		<description><![CDATA[This material was presented during the opening of 1st FOWAB gathering at Common Room, 18 February 2010. Read event review at ruangfreelance (by Dian Ara) and dailysocial (by Wiku Baskoro). FOWAB (Forum Web Anak Bandung) is being initiated by iCreativelabs, Chocaholic, Gagas Imaji, Rave Warrior, Galenic, and ThinkRooms.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><object style="margin: 0px;" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="355" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="src" value="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=usersharrimaniskandardocumentsgustaffworkscommonroomkegiatan2010programpresentasifowabpresentasifowab2010-100222230443-phpapp02&amp;stripped_title=critical-reflection-speculative-review-on-art-culture-ict-media-in-bandung-indonesia" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed style="margin: 0px;" type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="355" src="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=usersharrimaniskandardocumentsgustaffworkscommonroomkegiatan2010programpresentasifowabpresentasifowab2010-100222230443-phpapp02&amp;stripped_title=critical-reflection-speculative-review-on-art-culture-ict-media-in-bandung-indonesia" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>This material was presented during the opening of 1st <a href="http://fowab.tumblr.com/" target="_blank">FOWAB</a> gathering at Common Room, 18 February 2010. Read event review at <a href="http://www.ruangfreelance.com/2010/02/20/fowab-kuak-kiprah-kreatif-it/" target="_blank">ruangfreelance</a> (by <a href="http://cerebrumdianara.blogspot.com/" target="_blank">Dian Ara</a>) and <a href="http://dailysocial.net/2010/02/19/event-review-fowab-forum-web-anak-bandung/" target="_blank">dailysocial</a> (by <a href="http://wikupedia.multiply.com/" target="_blank">Wiku Baskoro</a>). <strong>FOWAB (Forum Web Anak Bandung)</strong> is being initiated by <a onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outgoing/portfolio.icreativelabs.com/category/blog/');" href="http://portfolio.icreativelabs.com/category/blog/" target="_blank">iCreativelabs</a>, <a onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outgoing/madebychocaholic.com/');" href="http://madebychocaholic.com/" target="_blank">Chocaholic</a>, <a onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outgoing/gagasimaji.com/');" href="http://gagasimaji.com/" target="_blank">Gagas Imaji</a>, <a onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outgoing/ravewarrior.com/');" href="http://ravewarrior.com/" target="_blank">Rave Warrior</a>, <a onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outgoing/galenic.web.id/');" href="http://galenic.web.id/" target="_blank">Galenic</a>, and <a onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outgoing/thinkrooms.com/');" href="http://thinkrooms.com/" target="_blank">ThinkRooms</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2010/critical-reflection-speculative-review-on-art-culture-ict-media-in-bandung-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buka Puasa Barengan di Common Room</title>
		<link>http://commonroom.info/2008/buka-puasa-barengan-di-common-room/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2008/buka-puasa-barengan-di-common-room/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 15:53:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Gathering]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/2008/buka-puasa-barengan-di-common-room/</guid>
		<description><![CDATA[View SlideShare presentation or Upload your own. (tags: gathering commonroom) Acara gathering rutin Common Room setiap bulan puasa. Meskipun nggak semua orang yang datang pada puasa, biasanya acara ini yang paling ditunggu-tunggu karena banyak makanan gratis.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="355" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="src" value="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=bukabersama2008-1221751975115058-9&amp;stripped_title=buka-bersama-2008-presentation" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="355" src="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=bukabersama2008-1221751975115058-9&amp;stripped_title=buka-bersama-2008-presentation" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<div style="font-size:11px;font-family:tahoma,arial;height:26px;padding-top:2px;">View SlideShare <a style="text-decoration:underline;" title="View Buka Bersama 2008 on SlideShare" href="http://www.slideshare.net/gustaffharriman/buka-bersama-2008-presentation?type=powerpoint">presentation</a> or <a style="text-decoration:underline;" href="http://www.slideshare.net/upload?type=powerpoint">Upload</a> your own. (tags: <a style="text-decoration:underline;" href="http://slideshare.net/tag/gathering">gathering</a> <a style="text-decoration:underline;" href="http://slideshare.net/tag/commonroom">commonroom</a>)</div>
<p><span class="black_small_text">Acara gathering rutin Common Room setiap bulan puasa. Meskipun nggak semua orang yang datang pada puasa, biasanya acara ini yang paling ditunggu-tunggu karena banyak makanan gratis.</span></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2008/buka-puasa-barengan-di-common-room/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>GILDA &#124; shop &#124; Weekend Craft &amp; Exhibition &#124; Common Room &#124; 13 &#8211; 14 September 2008</title>
		<link>http://commonroom.info/2008/gilda-shop-weekend-craft-exhibition-13-14-september-2008/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2008/gilda-shop-weekend-craft-exhibition-13-14-september-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 13:36:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/2008/gilda-shop-weekend-craft-exhibition-13-14-september-2008/</guid>
		<description><![CDATA[GILDA &#124; shop &#124; Weekend Craft &#38; Exhibition akan menampilkan beragam karya kerajinan, tas rajut, aksesoris, produk daur ulang, batik dengan pewarna alami, keramik, sabun natural, tanaman hias, serta berbagai karya unik lainnya. Dalam kegiatan ini juga akan dijual kue-kue, tajil, serta makanan untuk berbuka puasa dan Hari Raya Idul Fitri. Pameran akan berlangsung sampai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/gilda_web_02_revisi.jpg" border="0" alt="Photobucket" /></p>
<p>GILDA | shop | Weekend Craft &amp; Exhibition akan menampilkan beragam karya kerajinan, tas rajut, aksesoris, produk daur ulang, batik dengan pewarna alami, keramik, sabun natural, tanaman hias, serta berbagai karya unik lainnya. Dalam kegiatan ini juga akan dijual kue-kue, tajil, serta makanan untuk berbuka puasa dan Hari Raya Idul Fitri. Pameran akan berlangsung sampai dengan tanggal 5 Oktober 2008. Untuk info lebih lengkap silahkan hubungi Ibu Nunung di +62.22.2503404.</p>
<p><strong>Alamat:</strong><br />
Jl. Kyai Gede Utama No. 8<br />
Bandung 40132<br />
West Java &#8211; Indonesia<br />
Telp./Fax: +62.22.250340<br />
URL: <a href="http://gilda.commonroom.info/" target="_blank">http://gilda.commonroom.info/</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2008/gilda-shop-weekend-craft-exhibition-13-14-september-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Workshop One Minute Video &#124; Kineruku &#8211; Common Room Networks Foundation &#8211; Videolab &#124; 19 Feb &#8211; 2 March 2008</title>
		<link>http://commonroom.info/2008/workshop-%e2%80%9cone-minute-video%e2%80%9d-kineruku-common-room-networks-foundation-videolab/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2008/workshop-%e2%80%9cone-minute-video%e2%80%9d-kineruku-common-room-networks-foundation-videolab/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Feb 2008 14:50:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Media Arts]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/2008/workshop-%e2%80%9cone-minute-video%e2%80%9d-kineruku-common-room-networks-foundation-videolab/</guid>
		<description><![CDATA[Melanjutkan penyelenggaraan Ganesha Film Festival 2008, Liga Film Mahasiswa (LFM) bekerjasama dengan Kineruku, Common Room Networks Foundation dan Videolab bermaksud untuk menyelenggarakan workshop &#8220;One Minute Video&#8221; yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 19 Februari s/d 1 Maret 2008. One Minute Video adalah sebuah genre film dan video berdurasi singkat yang memberi penekanan pada keragaman eksplorasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/oneminutevideoposter.jpg" alt="Photobucket" border="0" height="339" width="480" /></p>
<p>Melanjutkan penyelenggaraan Ganesha Film Festival 2008, Liga Film Mahasiswa (LFM) bekerjasama dengan Kineruku, Common Room Networks Foundation dan Videolab bermaksud untuk menyelenggarakan workshop &#8220;One Minute Video&#8221; yang rencananya akan diselenggarakan pada  tanggal 19  Februari s/d 1 Maret 2008. One Minute Video adalah sebuah genre film dan video berdurasi singkat yang memberi penekanan pada keragaman eksplorasi bahasa artistik dan teknik produksinya. Ciri utama dari genre &#8220;One Minute&#8221; adalah durasi film dan video yang tepat 1 menit atau 60 detik (termasuk title).</p>
<p><strong>Agenda Program</strong><br />
Program ini diharapkan dapat menyebarluaskan minat masyarakat untuk mengembangkan dan mengapresiasi perkembangan film dan video berdurasi pendek di kota Bandung. Selain itu, kegiatan ini juga ditujukan untuk mendorong perkembangan  genre One Minute Video di kota Bandung, meliputi pengembangan eksplorasi bahasa artistik dan teknik produksi film dan video berdurasi pendek. Rencananya, hasil workshop ini akan dirangkum menjadi kompilasi Bandung One Minute Video Compilation 2008 dan akan diikutsertakan dalam ajang pemutaran One Minute Video Festival di acara Olimpiade Beijing bekerjasama dengan organisasi OneMinuteFoundation (Belanda).</p>
<p><strong>Peserta</strong><br />
Rencananya kegiatan ini akan melibatkan komunitas masyarakat umum di kota Bandung, termasuk komunitas pelajar dan mahasiswa. Untuk sementara kegiatan ini akan dibatasi dengan melibatkan 30 peserta (individu dan kelompok) yang diharapkan dapat menghasilkan 30 karya film dan video berdurasi pendek. Untuk kegiatan workshop, panitia akan menetapkan biaya workshop sebesar Rp. 30.000,- untuk biaya sertifikat dan konsumsi peserta selama workshop berlangsung.</p>
<p><em>* Informasi lengkap dan formulir pendaftaran bisa di dowload di halaman <strong><a href="http://www.lfm.itb.ac.id/oneminutevideo/files/formulir_ONE_MINUTE_VIDEO.pdf" target="_blank">ini</a></strong>.</em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2008/workshop-%e2%80%9cone-minute-video%e2%80%9d-kineruku-common-room-networks-foundation-videolab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selepas Konser Cinta Melulu: Efek Rumah Kaca Harus Masuk Major Label?</title>
		<link>http://commonroom.info/2008/selepas-konser-cinta-melulu-efek-rumah-kaca-harus-masuk-major-label/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2008/selepas-konser-cinta-melulu-efek-rumah-kaca-harus-masuk-major-label/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Feb 2008 11:09:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Concert]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/2008/selepas-konser-cinta-melulu-efek-rumah-kaca-harus-masuk-major-label/</guid>
		<description><![CDATA[Cholil dengan suara pelan memberi tahu penonton bahwa lagu berikut adalah lagu terakhir. Penonton menyanggah. Mereka tidak ingin menemui akhir yang datang terlalu dini. “Nggak ada lagunya lagi,” ujar Cholil. Tidak berapa lama, lewat serangkaian komunikasi pendek dengan Akbar, sang drummer, mereka memainkan lagu Efek Rumah Kaca. Lagu itu tidak ada di dalam rencana mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/erk_web.jpg" alt="Photobucket" border="0" /></p>
<p>Cholil dengan suara pelan memberi tahu penonton bahwa lagu berikut adalah lagu terakhir. Penonton menyanggah. Mereka tidak ingin menemui akhir yang datang terlalu dini.</p>
<p>“<em>Nggak ada lagunya lagi,</em>” ujar Cholil.</p>
<p>Tidak berapa lama, lewat serangkaian komunikasi pendek dengan Akbar, sang drummer, mereka memainkan lagu Efek Rumah Kaca. Lagu itu tidak ada di dalam rencana mereka malam itu.</p>
<p>Menjelang lagu Cinta Melulu, lagu yang seharusnya menjadi lagu terakhir mereka malam itu, penonton berdiri. Semuanya ingin mendekat ke arah panggung kecil itu. Orang yang dapat posisi agak ke belakang, pasti terhalangi. Saya beruntung, saya ada di baris kedua dari depan. Jadi, masih bisa merapat. Saya sedang menjalani salah satu konser menyenangkan dalam hidup saya. Seperti biasa, mata saya sudah mengarah pada setlist milik Cholil yang ada di samping efek gitarnya. Saya akan mengambilnya, maka langsung mencari posisi enak untuk langsung menyeruak ke depan setelah konser selesai.</p>
<p>Koor penonton semakin membahana pada lagu ini. Lagu ini memang cukup menyenangkan. Terlepas bahwa ini merupakan singel radio paling baru mereka. Dan terlepas pula bahwa ERK bersama panitia membagikan lembaran lirik kepada setiap penonton yang datang.</p>
<p>Lagu itu pun selesai. Penonton tidak ingin beranjak. Mereka sudah ingin mengakhiri konser itu. Tapi tidak dengan penonton. Mereka meminta encore. Saya termasuk orang yang berteriak meminta lagu tambahan.</p>
<p>“<em>Duh, udah semua dimainin, gimana dong?</em>” kata Cholil, lagi-lagi pelan.</p>
<p>“<em>Ulang aja, ulang,</em>” teriak banyak penonton, termasuk saya.</p>
<p>Tidak perlu waktu lama, mereka memutuskan untuk mengulang lagu Di Udara.</p>
<p>“<em>Ok, diulang. Cuma nyanyi bareng ya,</em>” pinta Cholil. Penonton menurut, termasuk saya. Kata pertama sudah menjadi santapan bersama.</p>
<p>Dan lagu itu membahana berulang-ulang. Keluar dari pakem standar mereka ketika bermain. Bahkan ada satu bagian di mana para personil ERK bingung harus menyanyikan apa. “<em>Lupa gue,</em>” ujar Cholil sembari terkekeh dan melanjutkan suara gitarnya.</p>
<p>Entah berapa kali bagian reffrain lagu itu dimainkan. Entah berapa kuat suara penonton malam itu menganggu tetangga sekitar. Tapi, tidak perlu peduli terlalu banyak.</p>
<p>Intimasi konser itu menemui ekspektasinya. Hampir semua orang di situ bernyanyi. Ruang pertunjukan pun terasa sesak, karena memang jadinya terlalu kecil untuk jumlah orang yang datang malam itu.</p>
<p>Konser berakhir, band itu langsung diserbu banyak orang. Ada yang ingin berfoto bersama, ada yang ingin meminta tanda tangan. Mata saya langsung mengontak mata Cholil, karena ia sudah menyadari kesadaran saya di deretan penonton. Saya langsung memberi kode bahwa saya menginginkan setlist miliknya. Ia langsung mengamankan setlist itu, bahkan tanpa diminta pun langsung meminjam spidol seorang yang ingin meminta tanda tangan kepadanya dan menorehkan tulisan “To Felix” sebelum tanda tangannya.</p>
<p>Saya mengambil setlist itu dan menyalaminya, “<em>Terima kasih untuk konser yang menyenangkan, Lil,</em>” ujar saya kalau tidak salah. Pekerjaan saya, menunggu dua orang lainnya menandatangani setlist itu. Saya harus mendapatkan tanda tangan mereka malam itu, kalau keluar dari malam itu rasa dan sensasinya pasti berbeda.</p>
<p>Ini adalah lagu yang mereka mainkan di konser itu:</p>
<p>INTRO<br />
DEBU-DEBU BETERBANGAN<br />
INSOMNIA<br />
BUKAN LAWAN JENIS<br />
DI UDARA<br />
DESEMBER<br />
HUJAN JANGAN MARAH<br />
JALANG<br />
JATUH CINTA ITU BIASA SAJA<br />
BELANJA TERUS SAMPAI MATI<br />
MELANKOLIA<br />
SEBELAH MATA<br />
EFEK RUMAH KACA<br />
CINTA MELULU<br />
========<br />
DI UDARA</p>
<p>Total ada lima belas lagu.</p>
<p>Selepas menunggu mereka diwawancara oleh dua buah televisi, saya meminta tanda tangan kepada Akbar dan Adrian. Mereka tampak canggung memberikan tanda tangan.</p>
<p>Malam itu saya baru saja menyaksikan sebuah konser calon band penuh talenta untuk pasar besar musik Indonesia. Sehabis konser itu, saya percaya bahwa band ini akan mengawali karir major label mereka satu hari nanti.</p>
<p>Teman saya, Dimas Ario, meninggalkan sebuah komentar singkat, “<em>Gila, Lix. Terakhir kali gue nonton konser diulang lagunya itu Indra Lesmana. Yang diulang lagu Selamat Tinggal.</em>” Konser itu berlangsung tahun 90an. Sudah cukup lama untuknya.</p>
<p>Terima ERK, untuk konser yang sangat sulit untuk dilupakan. (<a href="http://pelukislangit.multiply.com/" target="_blank">pelukislangit</a>)</p>
<p>*) <em>Rumah Bandung, sebelum bekerja. 4 Februari 2008. Didedikasikan kepada Boit yang tidak bisa menyaksikan konser ini sampai selesai dan Satria Ramadhan yang urung mengabadikan ERK di konser ini karena alasan kesehatan. Kalian pasti menyesal!</em></p>
<p>**) <em>Artikel ini merupakan potongan review yang ditulis oleh pelukislangit. Simak review lengkap di <a href="http://pelukislangit.multiply.com/journal/item/834/Selepas_Konser_Cinta_Melulu_Efek_Rumah_Kaca_Harus_Masuk_Major_Label?replies_read=100" target="_blank">http://pelukislangit.multiply.com</a> </em></p>
<p>***) <em>Foto oleh <a href="http://www.flickr.com/photos/serend1pity" target="_blank">Dame Christina</a></em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2008/selepas-konser-cinta-melulu-efek-rumah-kaca-harus-masuk-major-label/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gathering bersama Telefon Tel Aviv di Common Room</title>
		<link>http://commonroom.info/2007/gathering-bersama-telefon-tel-aviv-di-common-room/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2007/gathering-bersama-telefon-tel-aviv-di-common-room/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Dec 2007 06:06:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Electronic Music]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/2007/gathering-bersama-telefon-tel-aviv-di-common-room/</guid>
		<description><![CDATA[Pada tanggal 21 Desember 2007, Common Room menyelenggarakan acara gathering musisi lokal bersama Joshua Eustis dan Charles Cooper yang tergabung dalam duo band elektronik Telefon Tel Aviv. Kebetulan mereka manggung di Bandung pada tanggal 22 Desember 2007 di The Venue, Eldorado. Beberapa teman yang menghadiri acara ini antara lain adalah Adam &#38; Doni (Koil), Gigi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/ami_03.jpg" alt="Photo by Yasmin Kartikasari" border="0" /></p>
<p>Pada tanggal 21 Desember 2007, Common Room menyelenggarakan acara gathering musisi lokal bersama Joshua Eustis dan Charles Cooper yang tergabung dalam duo band elektronik <a href="http://myspace.com/fuckoffyounonce" target="_blank">Telefon Tel Aviv</a>. Kebetulan mereka manggung di Bandung pada tanggal 22 Desember 2007 di The Venue, Eldorado. Beberapa teman yang menghadiri acara ini antara lain adalah Adam &amp; Doni (Koil), Gigi &amp; Indra (Soul Delay), Eben (Burgerkill), Dina Dellyana (Homogenic), Helvi &amp; Didit (FFWD Records), Andar Manik (Jendela Ide), DYMZ (Junglizta), Elang EBY (Polyester Embassy), dll. Pada kesempatan ini <a href="http://ykme.multiply.com/photos/photo/27/2" target="_blank">Jimbot</a> dan kawan-kawan bermain menampilkan musik kacapi suling dan memainkan beberapa lagu Sunda klasik, selain juga membawakan satu lagu eksperimental ciptaan mereka. Kumpulan foto-foto gathering bisa dilihat di halaman berikut <a href="http://ykme.multiply.com/photos/album/27/Gathering_Tel_Aviv_di_Common_Room" target="_blank">ini</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2007/gathering-bersama-telefon-tel-aviv-di-common-room/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Reportase Bandung Creative Showcase 2007</title>
		<link>http://commonroom.info/2007/reportase-bandung-creative-showcase-2007/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2007/reportase-bandung-creative-showcase-2007/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Nov 2007 03:11:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[Knowledge Economy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/2007/reportase-bandung-creative-showcase-2007/</guid>
		<description><![CDATA[Pada tanggal 29-31 September 2007, Common Room menyelenggarakan pameran kecil berbarengan dengan pelaksanaan kegiatan International Education &#38; Employability – Developing the Creative Industries yang diselenggarakan oleh British Council Indonesia. Selain pameran, bersama-sama dengan tim Bandung Experience Project, kegiatan ini juga dilengkapi dengan program kunjungan ke beberapa komunitas kreatif dan entrepreneur di kota Bandung. Adapun beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/creative_showcase_14.jpg" alt="Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket" border="0" /></p>
<p>Pada tanggal 29-31 September 2007, Common Room menyelenggarakan pameran kecil berbarengan dengan pelaksanaan kegiatan International Education &amp; Employability – Developing the Creative Industries yang diselenggarakan oleh British Council Indonesia. Selain pameran, bersama-sama dengan tim Bandung Experience Project, kegiatan ini juga dilengkapi dengan program kunjungan ke beberapa komunitas kreatif dan entrepreneur di kota Bandung. Adapun beberapa tempat yang dikunjungi adalah <a href="http://www.urbane.co.id" target="_blank">Urbane Indonesia</a>, <a href="http://www.airplanesystm.com/" target="_blank">Airplabe Systm</a>, <a href="http://www.monikceltic.com" target="_blank">MonikCeltic</a> dan <a href="http://www.ffwdrecords.com/" target="_blank">FFWD Records</a>.</p>
<p>Selain itu, kegiatan ini juga menampilkan sesi presentasi yang menghadirkan Yusrila Kerlooza (Ketua Divisi Robotika UNIKOM). Kebetulan pada saat yang hampir bersamaan, Common Room tengah bekerjasama dengan Divisi Robotika Unikom untuk melakukan program kunjungan ke beberapa SMU di kota Bandung dalam rangka memperkenalkan perkembangan dan aplikasi teknologi robot. Ada sekitar 3 SMU yang kita kunjungi, yaitu SMUN 5, SMUN 24 dan SMUN 2. Kegiatan ini merupakan rangkaian program Common Room Fun Education Program yang rencananya akan diselenggarakan secara rutin setiap tahun.</p>
<p>Terkait dengan kegiatan Bandung Creative Showcase 2007, kita diminta untuk mempresentasikan beberapa kegiatan Common Room dan materi riset pengembangan ekonomi kreatif kota Bandung yang selama beberapa tahun ini dikembangkan bersama-sama oleh tim peneliti Common Room bekerjasama dengan beberapa teman dan komunitas kreatif yang ada di kota Bandung. Beberapa pengunjung memperlihatkan antusiasme mereka selama presentasi berlangsung, sebelum kemudian berkenalan dengan para seniman, desainer, peneliti dan teman-teman yang kerap aktif berkegiatan di Common Room.</p>
<p>Terimakasih kepada British Council Jakarta yang telah memberikan kesempatan untuk terlibat di dalam program ini. Selain itu, terimakasih juga buat teman-teman yang ikut terlibat dalam persiapan dan pelaksanaan Bandung Creative Showcase 2007. Mudah-mudahan di masa yang akan datang kegiatan-kegiatan serupa bisa lebih sering kita laksanakan sama-sama. Liputan kegiatan terkait dapat dibaca di: <a href="http://kompas.com/kompas-cetak/0710/31/humaniora/3964611.htm" target="_blank">Kompas</a>,  <a href="http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/102007/30/0601.htm" target="_blank">Pikiran Rakyat</a> dan <a href="http://www.thejakartapost.com/detailfeatures.asp?fileid=20071106.T02&amp;irec=1" target="_blank">The Jakarta Post</a>. Foto dokumetasi kegiatan dapat dilihat di <a href="http://heterologia.multiply.com/photos/album/48" target="_blank">Heterologia</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2007/reportase-bandung-creative-showcase-2007/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

