Bottlesmoker Smiles to Singapore, 2 – 7 November 2011

Dates
4 Nov – IDENTITE 4.5 at Home Club
5 Nov – Foreign 3-Way at Pigeonhole Café
6 Nov – Ignite Inc.
Visit http://bottlesmoker.asia/ for further info or follow @bottlesmoker for further info.

| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Jan | ||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
| 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
| 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 |
| 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 |
| 27 | 28 | 29 | ||||

| Mohammad Anjoyo on Belajar Pencak Silat bersama K… | |
| widi ramdani saputra on Diskusi Etnologi dan Budaya Ma… | |
| blauloretta on Belajar Pencak Silat bersama K… | |
| Anjar on Belajar Pencak Silat bersama K… | |
| chat on Sepeda Santai dan Lomba Fotogr… |

Dates
4 Nov – IDENTITE 4.5 at Home Club
5 Nov – Foreign 3-Way at Pigeonhole Café
6 Nov – Ignite Inc.
Visit http://bottlesmoker.asia/ for further info or follow @bottlesmoker for further info.

[Workshop & Gathering] ON|OFF CHAT 2011: “Media Sosial untuk Perubahan”, Kamis, 1 Oktober 2011 | [Konser] DUB COLLECTIVE | Ngobrol Santai dan Pertunjukan Musik, Rabu, 5 Oktober 2011 | [Workshop] PELATIHAN RELAWAN ZERO WASTE, Sabtu s/d Minggu, 8 – 9 Oktober 2011 | [Konser] ARRINGTON DE DIYONISO’s MALAIKAT DAN SINGA PROJECT, Senin, 10 Oktober 2011 | [Kelas Belajar Musik] Belajar Laras Pelog Bersama Robi (Disculture), Rabu, 19 Oktober 2011 | [Diskusi] Musik dan Ideologi, Kamis, 27 Oktober 2011 | [Konser] HURAHURA DI UDARA #1, Sabtu, 29 Oktober 2011 | [KEGIATAN RUTIN] Belajar Laras Pelog Bersama Robi (Disculture), Pertemuan Mingguan Bandung Oral History, Workshop Mingguan DJ Openlabs x Bandung Hiphop Community, Latihan Mingguan Paper Back, Karinding Attack, TRAH, Flava Madrim, dan Karinding Riot | [SIARAN RADIO ONLINE] Madness Monday/ Sixteenloops (setiap Senin, Pk. 19.00 – 22.00 WIB), Gigsonsky (setiap Selasa, Pk. 19.00 – 22.00 WIB), Gigsonsky Playmix (setiap Selasa, Pk. 22.00 – 23.00 WIB), Neng Ita (setiap Rabu, Pk. 16.00 – 18.00 WIB), Radiologia (setiap Rabu, Pk. 19.00 – 22.00 WIB), Kamis Tiris (setiap Kamis, Pk. 19.00 – 22.00 WIB), Gigsonsky Marimar (setiap Kamis, Pk. 22.00 – 00.00 WIB), Our Playlist / Live Streaming / 24 Hours Loop (tentative setiap Sabtu dan Minggu)

Waktu & Tempat
Rabu, 5 Oktober 2011 | Pk. 16.00 s/d 20.00 WIB
Common Room
Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung
Kehadiran musik dub reggae konon berawal dari ide untuk membuat lantai dansa yang beratapkan langit, lengkap dengan setumpuk speaker subwoofer untuk menghantam seantero ruangan dengan irama bass yang berdentam. Kemudian ada seorang shaman bebunyian yang membangun dasar musik dub reggae dengan dentingan yang diberi sentuhan delay khas Jamaika, bersama seorang MC’s yang memprogandakan semangat dub, roots, reggae, rastafari ataupun kisah-kisah lainnya.
Salah seorang pioneer dub reggae adalah King Tubby, ahli tata suara yang juga seorang insinyur listrik. Ia mengolah suara drum reggae dengan menggunakan alat rekaman 8 jalur melalui papan mixer miliknya, serta membumbui suara drum itu dengan efek echoes dan reverb dengan jumlah yang sangat banyak sehingga bunyinya terdengar sangat absurd. Belakangan racikan ini diketahui secara sengaja disiapkan untuk menemukan momentum harmoni bebunyian yang dapat memanjakan gendang telinga dengan cara yang khas.
Gema musik dub reggae saat ini sudah bergaung di dunia secara luas. Saat ini ada banyak orang yang mulai menikmati genre musik yang juga dikenal dengan suara efek echoes yang berputar tanpa henti. Cabang musik dub reggae saat ini juga telah berkembang pesat dan berbaur dengan berbagai jenis dan genre musik dari seluruh dunia, mulai dari pop, elektronik, punk, drum and bass, dsb. Di Indonesia, skena musik dub reggae belumlah berkembang sepopuler musik reggae, akar musik dub yang lahir dari ritual para shaman di Jamaika.
Sejauh ini skena musik dub reggae di Indonesia juga masih belum banyak terjamah oleh khalayak ramai walaupun sebagian penikmat musik di sini telah dapat menyaksikan film dokumenter “Dub Echoes” (Bruno Natal, 2007). Namun begitu, kelangsungan genre musik ini di Indonesia adalah fenomena yang langka dan manis untuk disimak. Terkait dengan hal ini, Dub Collective adalah kegiatan non-profit yang secara khusus diselenggarakan untuk memperkenalkan genre musik dub reggae kepada para penggemar musik di Indonesia. Selain itu, suguhan kali ini juga dipersembahkan kepada siapapun yang menyukai musik reggae ataupun bermacam variasi musik sejenisnya.
Line-up: Kusnikasdut (Bandung) | Sub Fever (Jakarta/ Bandung) | Perompak Soundsystem (Bandung) | Money Honey (Bandung) | Kegiatan ini terselenggara melalui kerjasama antara Common Room, osixtysix dan Openlabs | Gratis dan terbuka untuk umum.
Aries Rachmandy is discussing. Toggle Comments

[FundRising] Solidaritas untuk Addy Gembel (Forgotten) | BLOOD LINE 4 LIFE: Benefit gig for Addy Gembel, 8 September 2011, Pk. 18.00 – 21.00 WIB | Garage Sale & T-shirt Project, 15 & 16 September 2011, 15.00 – 18.00 WIB | [Performance] Move Forward & Slow Down The Traffic by Danielle Lemaire (NL), 11 September 2011, 19.00 – 21.00 WIB | [Festival] De Syukron: Syukuran Pesta Rakyat, 17 September 2011, 09.00 – 19.00 WIB | [Presentation] Art and Social Change: an American Perspective, 23 September 2011, 15.00 – 18.00 WIB | [Gathering] GIGSONSKY: Online Radio Gathering, 24 September 2011, 15.00 – 18.00 WIB | [Program Reguler] Pertemuan Mingguan Bandung Oral History, Pertemuan Mingguan OpenLabs, Pertemuan Mingguan Kelas Karinding (KEKAR), Latihan Mingguan Flava Madrim, Latihan Mingguan PAPERBACK | [Radio Online] Madness Monday (Senin, Pk. 19.00 – 22.00 WIB), Gigsonsky (Selasa, Pk. 19.00 – 22.00 WIB), Teh Ita (Rabu, Pk. 16.00 – 18.00 WIB), Radiologia (Rabu, Pk. 19.00 – 22.00 WIB), Kamis Tiris (Kamis, Pk. 19.00 – 22.00 WIB), Our Playlist / Live Streaming / 24 Hours Loop*
* Tentative hari Jumat, Sabtu dan Minggu

Danielle Lemaire adalah seorang seniman multimedia. Danielle menciptakan musik yang menarasikan kisah personalnya tentang bagaimana dia melihat dunia. Dalam setiap pertunjukan penampilannya tidak pernah sama. Pertunjukan kali ini akan menyuguhkan sebuah orkestra solo perempuan yang menuntun dirinya untuk menggunaan alat musik dari Asia, alat musik mainan, music box, flute, musik electronik, serta sumber bebunyian akustik dan suaranya sendiri.
Minggu, 11 September 2011 | Pk. 19.00 – 21.00 WIB
Tempat: Common Room
Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung
Pengisi acara: Danielle Lemaire, Adscum, Elang Eby, Botfvck | Visual: Danielle Lemaire, Kill Afternoon | HTM: Free.
Proudly powered by WordPress. Theme: P2 by Automattic.
Aries Rachmandy 3:33 am on October 7, 2011 Permalink
Berita foto “DUB COLLECTIVE”
http://bandungnewsphoto.com/?content=seni-budaya&op=view&id=052693058