Tagged: Discussion RSS

  • blauloretta 10:28 am on June 12, 2010 Permalink | Reply
    Tags: Discussion, ,   

    FIXER | Pameran Ruang Alternatif & Komunitas Seni Rupa di Indonesia | 19 – 28 Juni 2010 | North Art Space, Ancol – Jakarta 

    ancol

    FIXER | Pameran Ruang Alternatif & Komunitas Seni Rupa di Indonesia | North Art Space Jakarta, 19 – 28 Juni 2010

    Pameran ini menampilkan sejumlah organisasi seni yang dikelola oleh seniman, yang selama beberapa tahun terakhir berhasil bertahan dan berperan dalam perkembangan seni rupa kontemporer di Indonesia. Organisasi seniman dalam pameran ini setidaknya mempunyai dua kecenderungan praktik sekaligus. Pertama adalah kerja produksi artistik dimana organisasi/ komunitas tersebut memproduksi karya artistik secara bersama maupun individu sebagai sebuah pernyataan artistik, yang kedua adalah organisasi tersebut memiliki kesadaran publik dengan mengelola, baik secara mandiri maupun kolaborasi, kegiatan untuk publik luas seperti pameran, lokakarya, festival, diskusi, penerbitan, pemutaran film/ video, website, pengarsipan dan penelitian.

    Peserta
    Akademi Samali (Jakarta), Asbestos Art Space (Bandung), Atap Alis (Jakarta), BYAR Creative Industry (Semarang), Common Room Networks Foundation (Bandung), Forum Lenteng (Jakarta), Gardu Unik (Cirebon), House of Natural Fiber (Yogyakarta), Jatiwangi Art Factory (Jatiwangi), Kampung Segart (Jakarta), Malang Meeting Point (Malang), Maros Visual Culture Initiative (Jakarta), Performance Club (Yogyakarta), ruangrupa (Jakarta), Ruang Akal (Makassar), Ruang Mes56 (Yogyakarta), Sarueh (Padang Panjang), Serrum (Jakarta), Tembok Bomber (Jakarta), Urbanspace (Surabaya), & Video Lab (Bandung).

    Kurator
    Ade Darmawan & Rifky Effendi

    Pembukaan
    Jumat, 18 Juni 2010

    Dimeriahkan oleh
    Milinka Radisic, DJ Asung, White Shoes & the Couple Company, Jalan Surabaya etc.

    (More …)

     
  • blauloretta 11:00 am on May 27, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , , Discussion, , , ,   

    Mengurai Seni Kontemporer Asia via Seoul | Oleh Gustaff H. Iskandar* 

    Beberapa waktu yang lalu, sebuah kompetisi seni kontemporer bertajuk Asia Art Award (A3) diselenggarakan di kota Seoul, Korea Selatan. Perhelatan ini diselenggarakan oleh CJ Culture Foundation, Alternative Space LOOP, dan Korea Sports Promotion Foundation yang juga didukung oleh beberapa institusi budaya yang berasal dari beberapa negara Eropa dan Asia Pasifik. Sejak tanggal 9 April s/d 6 Juni 2010, kompetisi ini menampilkan karya dari 6 finalis yang dipamerkan di Soma Museum of Art yang terletak di kompleks Olimpiade Seoul. Mereka terdiri dari Apichatpong Weerasethakul (TH), Ashok Sukumaran (IN), ChimPom (JP), Jompet Kuswidananto (ID), Shi Jin Song (CN) dan Yangachi (KR). Tampil sebagai pemenang pertama yang berhak mendapatkan hadiah sebesar USD. 20.000,- adalah Apichatpong Weerasethakul yang menampilkan karya video dengan judul “Phantoms of Nabua” (2009).

    Kompetisi ini digadang-gadang sebagai babak baru perkembangan seni kontemporer di wilayah Asia. Suh Jinsuk, kurator dari Alternative Space LOOP yang bertindak sebagai direktur kompetisi ini menuliskan bahwa A3 merupakan titik balik bagi perkembangan seni rupa di Asia yang sebelumnya selalu mengekor perkembangan seni kontemporer barat. Tidak tanggung-tanggung, untuk menyelenggarakan kompetisi ini panitia melibatkan sekitar 42 ahli dari Korea Selatan, Jepang, Cina, India dan beberapa negara di wilayah Asia Tenggara, termasuk kurator Agung Hujatnikajennong yang mewakili Indonesia. Mereka secara khusus diundang untuk merekomendasikan sekitar 42 seniman yang kemudian diseleksi oleh 7 orang juri utama yang diminta untuk mengusulkan 6 finalis. Adapun dewan juri yang dilibatkan dalam kompetisi ini adalah Alexandra Munroe (US), Apinan Poshyananda (TH), Carolyn Christov-Bakargiev (US), Fumio Nanjo (JP), Jonathan Watkins (UK), Kim Honghee (KR) dan Wu Hung (CN).

    (More …)

     
  • blauloretta 11:37 am on April 28, 2010 Permalink | Reply
    Tags: Discussion,   

    Diskusi Bandung Oral History (BOH): Sharing Riset Sejarah Dalam Kreativitas | Kamis, 29 April 2010 

    oboh,commonroom

    Kelompok Studi Bandung Oral History (BOH) menggelar diskusi dengan tema riset sejarah dalam kreatifitas. Kegiatan ini merupakan bagian dari program workshop sejarah lisan 2010 dan akan menghadirkan beberapa narasumber, yaitu: Ariani Darmawan (Penggiat literasi & pembuat film), Susandi (Pembuat game online dan pengelola wacana nusantara), Deni Sugandi (Fotografer dan anggota Air Fotografi) dan Kimung (Penggiat literasi & penulis sejarah). Kegiatan ini akan dimoderasi oleh Addy Gembel (Musisi, vokalis Forgotten).

    Hari/ Tanggal: Kamis, 29 April 2010
    Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8

    Kegiatan ini gratis dan terbuka untuk umum. Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi Ibu Nunung di nomor 022-2503404 atau Zia di nomor 02292209221.

     
  • blauloretta 8:43 am on April 3, 2010 Permalink | Reply
    Tags: Discussion, , , , ,   


    Kelompok Studi Bandung Oral History (BOH): WORKSHOP SEJARAH LISAN 2010
    Bandung Oral History (BOH) adalah kelompok belajar sejarah lisan yang berdiri di Bandung tahun 2009. Selama beberapa waktu terakhir, kelompok ini secara fokus mengembangkan metode sejarah lisan dalam berbagai tema penelitian sejarah di berbagai ranah kreativitas. Untuk membangun kesadaran bersejarah dan mengembangkan metode sejarah lisan, sekaligus menerapkan metode ini di ranah kehidupan yang lebih ramah dan aplikatif, BOH akan menggelar workshop sejarah lisan yang rencananya akan digelar selama bulan April 2010.

    Jadwal
    8 April 2010, Kuliah Umum ”Sejarah dan Sejarah Lisan”, Game Simulasi Teknik dan Metode Sejarah Lisan oleh Kimun666.
    15 April 2010, Presentasi Latihan Riset Teknik Sejarah Lisan dan Pemutaran Film ”The US Vs John Lennon”
    22 April 2010, Obrolan Petang dengan Para Pelaku Sejarah Konferensi Asia Afrika
    29 April 2010, Ceramah Umum “Sejarah Lisan Hari Ini” oleh Drs. Reiza D. Dienaputra, M.Hum. dan sharing bersama penulis, fotografer, dan pembuat film mengenai aktivitas riset dalam berkarya.

    Mari bergabung!!!

    We want we all together reconstruct this scene in history!!! Our histroy!!!

    Untuk informasi dan pendaftaran hubungi Common Room Networks Foundation, Jl Kyai Gede Utama no. 8. No. Telp.: 022-2503404 atau 08568682557 (Mba Nunung) atau 02292209221(Zia). Imel bisa dikirimkan ke kimun666@ujungberung.com.

    EACH DAY IS A DRIVE THRU HISTORY!

    (More …)

     
  • Idharrez 8:18 am on March 8, 2010 Permalink | Reply
    Tags: Discussion, , , ,   

    Workshop & Diskusi Aplikasi Video Untuk Live Performance | Common Room | 11 Maret 2010 

    biosampler

    For us, VJ-ing is more than projecting real time combined images on a screen. I’d like to look at it as an activity of creating an evolving visual experience/ universe. First, the gap between spectator/ performer, stage/ seat, premeditated/ spontaneous, mine/ yours etc; should be obliterated. To rebuild something we have to destroy/ deconstruct the initial form and limitations. Second, interaction and respond is imminent. By doing so, we have created a moebius loop where an idea shall move back and forth, left to right, passed from person to person, and it would evolve and change while being so. And that is Real Time Interaction. It’s like a complex game of “pong”.” (Chainsmokingbastard/ Biosampler)

    Date
    Thursday, March 11, 2010
    Time
    3:00 – 6:00 PM
    Location
    Common Room, Jl. Kyai Gede Utama No. 8

    Deskripsi Singkat
    Aplikasi medium video, seperti yang sudah lebih banyak dikenal terlebih dulu, dapat kita lihat pada iklan TV, film digital, maupun video klip. Dengan semakin berkembangnya teknologi video dan media digital, beberapa tahun belakangan video juga mulai dimanfaatkan untuk mendukung live performance. Pemanfaatan video dalam pertunjukan dapat menjadi pendukung dari sebuah pagelaran, selain dapat juga berdiri sendiri sebagai sebuah karya seni.

    Dalam program ini, akan membahas beberapa aspek penting pemanfaatan medium video untuk aktifitas live performance. Pendekatan untuk aplikasi ini sedikit berbeda dengan beberapa pemanfaatan video untuk kepentingan yang lain. Dalam sebuah live performance, sesuai dengan namanya, video dapat dimainkan secara langsung. Kemampuan untuk berfikir dan bertindak cepat dalam memainkan video menjadi sangat penting, karena di dalam sebuah pertunjukan dituntut kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan flow dan audience. Sangat berbeda dengan proses pembuatan video yang telah dikenal sebelumnya, dimana materi video dapat di edit sesuai dengan keinginan tanpa waktu yang terbatas.

    (More …)

     
  • blauloretta 4:53 pm on December 15, 2009 Permalink | Reply
    Tags: Discussion, ,   

    UNDER ONE SKY | pemutaran film + diskusi: HAM dan Jurnalisme | Rabu, 16 Desember 2009 

    film

    Under One Sky adalah judul dari sebuah film dokumenter di bawah arahan dan suntingan Kiri Dalena, seorang seniman Phillipina yang saat ini tengah menjalani program residensi singkat di Common Room. Film produksi tahun 2009 dan berdurasi 30 menit ini dikerjakan secara bersama-sama dengan Patricia Evangelista. Keduanya berasal dari Phillipina.

    Film ini bercerita tentang sebuah insiden yang terjadi pada tanggal 23 November 2009, ketika sebuah pembantaian terjadi di wilayah Maguindanao dan kemudian dikenal dengan insiden Pembantaian Maguindanau. Dalam insiden ini, sekitar 57 laki-laki dan perempuan dibunuh secara brutal. Secara khusus, film ini berkisah mengenai orang-orang yang menjadi korban, termasuk keluarga yang ditinggalkan. Dalam insiden ini, juga tercatat kematian 31 orang wartawan yang ikut menjadi korban pembantaian yang dilakukan secara membabi buta.

    (More …)

     
  • blauloretta 9:32 am on November 24, 2009 Permalink | Reply
    Tags: Discussion,   

    Belajar Mendengar Guaran Kujang 

    common room

    Siang itu suasana agak mendung. Awan menggumpal pertanda sebentar lagi hujan deras akan turun. Sesekali terdengar suara petir di kejauhan. Namun begitu, kesibukan tetap terlihat di Common Room pada hari Jumat, 20 November 2009. Beberapa teman bahkan sudah terlihat sibuk sejak pagi hari. Pada sekitar jam 12 siang kesibukan bertambah ketika Budi Dalton datang bersama kawan-kawan dengan membawa beberapa wadah yang berisi Kujang. Seperti yang telah direncanakan selama beberapa waktu terakhir, hari ini Kelompok Kajian Ilmu Pengetahuan Kebudayaan Lokal yang dipimpin oleh Dadang “Utun” Hermawan akan menyelenggarakan program Guaran Kujang: Diskusi dan Presentasi Kujang yang menghadirkan Budi Setiawan Garda Pandawa aka Budi Dalton kelahiran Bandung, 16 Oktober 1971 sebagai narasumber utama.

    (More …)

     
    • cabul markipat 6:42 pm on December 4, 2009 Permalink

      Kang, jigana bakal leuwih manstap mun ditampilkeun berikut fotona, sebagai pencerahan keur kami2 nu teu bisa hadir harita…nuhun

    • blauloretta 7:07 am on December 5, 2009 Permalink

      Wah lamu kabeh foto Kujangna di upload asa loba pisan. Aya ratusan mang. Mudah2an Kang Budi tiasa nyumponan ngadamel pusat data Kujang secara online.

    • utun 9:39 am on January 3, 2010 Permalink

      Kaleum nantikan Guaran berikutnyah
      pokona mah 2010 bakal langkung ceuyah mang
      Do’a keun weh

    • Tohaan DjatiSoenda 3:58 am on January 21, 2010 Permalink

      Langkoeng sae oepami oenggal ‘type’ koedjang the disarengan gambar tjontona, supados tiasa dijantenkeun patokan ku balarea.
      Cag.

    • blauloretta 7:08 am on January 23, 2010 Permalink

      Siap. Nanti akan diusulkan kepada penyelenggaranya. Nuhun.

  • blauloretta 5:10 am on March 5, 2009 Permalink | Reply
    Tags: Discussion,   

    Diskusi Etnologi dan Budaya Masyarakat Sunda | Common Room | 5 Maret 2009 

    common room

    * Kegiatan ini merupakan bagian dari program pameran Etnologi dan Budaya Masyarakat Sunda yang diselenggarakan oleh Gimmick Creative Movement di Common Room sejak tanggal 21 Februari s/d 7 Maret 2009.

    Pembicara: Zaini Alif dan Abah Olot

    Catatan Diskusi:
    Membicarakan berbagai masalah yang terkait dengan kebudayaan masyarakat Sunda dalam beragam sudut pandang terkadang memerlukan strategi agar dapat melahirkan paradigma berfikir yang lugas dan menghasilkan watak sosial yang toleran. Masyarakat Sunda hari ini, lengkap dengan berbagai latar belakang narasi historis dan kondisi modernitas yang ada telah mendorong anak muda di Kota Bandung berada dalam situasi yang ambigu secara kultural. Namun begitu, situasi semacam ini setidaknya juga ikut mendorong lahirnya semangat pencarian struktur dasar kebudayaan masyarakat Sunda kontemporer yang disertai dengan spirit yang plural dan modern.

    (More …)

     
    • Mochamad Asep Hadian Adipradja 2:59 am on February 1, 2010 Permalink

      nuhun ki dulur,.. janten nambihan panalar

  • blauloretta 10:37 am on January 3, 2009 Permalink | Reply
    Tags: Discussion   

    Discussion with Masato Nakamura (JP) | Common Room | 3 Januari 2009 

    masato_nakamura (More …)

     
    • indy 10:56 am on June 7, 2009 Permalink

      keren nih… salut buat para researcher!

  • blauloretta 12:54 pm on December 19, 2008 Permalink | Reply
    Tags: Discussion, ,   

    Pemutaran dan Diskusi Film Freedom Writers (Richard LaGravenese, 2007) | Common Room | 19 Desember 2008 

    screening_web01

    More pictures at http://bandungoralhistory.org

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel