Tagged: Custom Toys RSS

  • blauloretta 5:00 am on March 16, 2011 Permalink | Reply
    Tags: Custom Toys, , ,   

    Goji The Dino | Launching Party & Mini Show by The Yellow Dino | Lou Belle Shop, 26 Maret 2011 

     
  • blauloretta 5:32 am on July 10, 2008 Permalink | Reply
    Tags: Custom Toys,   

    Olee – Sebuah Karya Kolaborasi Lintas Benua 

    Photobucket
    * Olee (Customized by Jimmy Foo)

    Sejak CAPO exhibition tahun lalu, demam urban toys melanda para pekerja kreatif di Bandung. Sebenarnya sejak dulu mereka sudah menjadi kolektor urban toys, tetapi eksibisi CAPO mendorong sekelompok orang untuk mulai menghasilkan mainan mereka sendiri. Sebut saja Marine, pemilik toko clothing Monik. Akhir-akhir ini dia sering terlihat berkutat di dapur rumahnya, menekuni karakter yang ia bangun bersama-sama teamnya.

    Baru-baru ini Marine mempublikasikan karakter baru yang diberi sentuhan personal oleh salah seorang ‘customizer’ handal di dunia urban toys bernama Jimmy Foo, yang saat ini berdomisili di Inggris. Gambar dua dimensi Olee sendiri dibuat oleh designer grafis dari Australia, Francz Varga, yang membuat desain dua dimensi Olee setelah bentuk prototype ada di tangannya. Yang lebih unik lagi, kedua orang inilah yang menawarkan diri untuk mengerjakan hal-hal tersebut setelah melihat foto-foto Olee yang diterbitkan di forum-forum urban toys. Perkenalan ketiga orang penggemar urban toys ini pun terjadi lewat forum di dunia maya.

    Proses pembuatan Olee sendiri tergolong unik. Awalnya Marine sedang ditengah-tengah proses pembuatan karakternya bernama Jouwe, seekor badak bercula satu. Setelah berminggu-minggu proses pembuatan prototype Jouwe, kebosanan melanda Marine dan Dira, pematung yang membantu Marine dalam proses ini. Mereka ingin mengerjakan sesuatu yang berbeda untuk menyegarkan pikiran. Di satu siang yang terik, tukang kebun di halaman rumah Marine yang bernama Mang Ulee, iseng-iseng membuat patung-patungan. Bentuknya: bulat dengan dua kuping. Melihat potensi bentuk geometrik yang dihasilkan Mang Ulee, Marine dan Dira memutuskan untuk mengembangkan bentuk ini lebih lanjut.

    Gue dan Dira mengolah bentuk kuping Olee dan memberi sepasang kaki buat Olee. Olee adalah hasil kerja team; Ulee, Dira, gue dan Francz Varga”, tutur Marine. Akhirnya jadilah sebuah Olee, yang namanya diambil dari nama Mang Ulee. Sebuah hasil karya yang dibuat secara spontan tanpa desain dua dimensi terlebih dahulu. Francz Varga pertama kali tertarik membuat desain dua dimensi Olee karena ia menyukai bentuk dan sentuhan Olee. Ia melihat bentuk yang sangat spesial dalam diri Olee dibandingkan mainan-mainan platform yang ada di pasar urban toys (ket: mainan platform biasanya dijual dalam keadaan kosong, belum terolah; sebutan lain mainan platform: mainan DoItYourself).

    Alasan serupa dikemukakan oleh Jimmy Foo saat ia ditanya apa yang membuatnya tertarik untuk meng-custom Olee, “It has an odd mix of animal features and a simple geometric shape. This is the first time I’ve seen this combination done so successfully”. Terlebih lagi, menurut Jimmy Foo, keindahan dari bentuk figure seperti ini memungkinkan ruang yang luas bagi para artist untuk mengubah-ubah sesuai keinginan personal si seniman. Marine tidak mencoba memaksakan sebuah karakter yang siap jadi, melainkan ia memberi bidang bagi sebuah proses penciptaan yang berawal dari ide para seniman.
    Ada banyak figur yang diciptakan secara khusus untuk diubah secara personal dan figur-figur tersebut dinamakan figur ‘DIY’ (Do It Yourself). Tetapi, dari pengalaman Jimmy Foo, ia seringkali menemukan figur-figur semacam itu terlalu kosong atau kalau tidak, mereka sebenarnya hanyalah sebuah bentuk berwarna putih dari figur yang telah ada. Berbeda dengan Olee yang menawarkan sebuah rasa kolaborasi antara customizer dengan para seniman pencipta karakter.

    Konsep kolaborasi yang ditawarkan Olee adalah refleksi dari penciptanya. Marine percaya bahwa sebuah hasil karya seni seharusnya melibatkan sebuah team. Sebuah candi bisa dapat berdiri tegak berkat kerja banyak orang. “Di Indonesia tenaga kerja murah, banyak orang butuh kerjaan sedangkan tawaran kerja terbatas. Jadi, kenapa tidak menjalankan proyek-proyek yang melibatkan beberapa orang?” tegasnya.

    Saat ini telah 20 buah Olee diubah oleh Yunis Kartikasari, seorang seniman yang juga berdomisili di Bandung. Selain Jimmy Foo dan Yunis, ada beberapa seniman yang menunggu untuk memberi sentuhan personal mereka atas Olee. Francz Varga sendiri tidak berhenti di gambar dua dimensi untuk Olee. Saat ini ia sedang menyiapkan kemasan bagi Olee. Kerjasama yang unik antara team Olee di Bandung dengan para seniman di belahan dunia lain ini bisa terjadi berkat teknologi internet yang telah menjadi makanan rutin bagi Marine. Figur mainan urban, Olee, telah memberi angin segar bagi dunia kreatif di Bandung. Proses pembuatan maupun faktor-faktor pendukung marketing Olee sangat memanfaatkan teknologi komunikasi yang berkembang saat ini.

    Dame Christina

    ** Silahkan kunjungi http://www.mytummytoys.com untuk informasi update mengenai Olee.

     
  • blauloretta 8:00 am on January 21, 2008 Permalink | Reply
    Tags: , Custom Toys, ,   

    Capo Exhibition | Galeri LIP Yogyakarta | 15 – 25 November 2008 

    Capo_yk

    Setelah dipamerkan di Common Room pada tanggal 2 November 2007, NLS/AEWORX bekerjasama dengan Common Room Networks Foundation, LIP Yogyakarta dan IVAA kembali memamerkan Capo di Galeri LIP Yogyakarta mulai tanggal 15 s/d 25 Januari 2008. Kali ini koleksi Capo yang dipamerkan bertambah menjadi 64 buah, yang terdiri dari 49 karya Capo dari seri pameran pertama, 11 Capo karya para peserta workshop yang diselenggarakan di Common Room pada tanggal 18 November 2007, dan Capo tambahan karya 4 seniman Yogyakarta; yaitu Arie Dyanto, Roli aka LoveHateLove, Pras aka Pixeliips-YORC dan Riono a.k.a Tatsoy.

    Beberapa saat sebelum pameran dibuka, panitia pameran di Yogyakarta menyelenggarakan diskusi mengenai Capo dan custom toy yang dihadiri oleh para mahasiswa desain produk tk. 2, Universitas Kristen Duta Wacana. Dalam kesempatan ini, Aji, Dini dan Ryoichi dari NLS/AEWORX memberikan penjelasan panjang lebar mengenai proses pembuatan Capo. Beberapa hal yang dibicarakan di dalam diskusi ini antara lain adalah proses brain storming, pembuatan sketsa, membentuk model dan prototype, sampai pada proses produksi yang dilakukan dalam jumlah yang terbatas.

    Menurut Aji, secara keseluruhan proses pembuatan Capo yang dibuat dari bahan resin ini memakan waktu selama kurang lebih 1 tahun lebih. Setelah itu, masing-masing peserta pameran membutuhkan waktu sekitar 1 bulan untuk memodifikasi Capo sesuai dengan keinginan mereka. Untuk kegiatan ini, NLS/AEWORX melibatkan peserta pameran yang memiliki latar belakang yang beragam. Sebagian diantaranya adalah seniman, desainer, musisi, mahasiswa dan pelajar SD dari Jakarta, Bandung dan Yogyakarta.

    Kembali menurut Aji, kendala yang paling besar pada saat memproduksi Capo adalah menemukan bentuk dan bahan yang paling cocok dengan karakter Capo. Dalam diskusi ini juga diungkapkan kalau seri Capo yang dipamerkan sebetulnya masih dalam proses uji coba. Sebagai sebuah prototype, Capo seri ini masih memiliki banyak kemungkinan untuk dikembangkan lebih jauh. Hal ini misalkan tercermin dari beraneka ragam desain Capo yang dihasilkan oleh para peserta pameran, sehingga sebagai sebuah custom toy, Capo juga dinilai telah berhasil merangsang kreatifitas yang mencerminkan keragaman ekspresi para pembuatnya, baik dari sisi teknis maupun bentukan ekspresi yang ada.

    Beberapa peserta pameran sepertinya memanfaatkan Capo sebagai wahana untuk mengekspresikan identitas pribadi, sementara ada juga beberapa peserta yang mencurahkan pandangan personal yang terkait dengan berbagai persoalan yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Lewat karya mereka, para peserta pameran memang diperkenankan untuk melakukan berbagai bentuk ekplorasi artistik dalam memodifikasi Capo, sesuai dengan aspirasi personal dan pendekatan teknis yang mereka kuasai. Melalui proyek mereka dapat dikatakan NLS/AEWORX telah berhasil memberikan warna bagi perkembangan custom toy di Indonesia.

    * Bagi teman-teman yang tertarik untuk menyaksikan pameran Capo di Yogyakarta silahkan mengunjungi LIP Yogyakarta di Jalan Sagan No. 3. Pameran akan berlangsung sampai tanggal 25 Januari 2008.

     
  • blauloretta 12:54 pm on January 9, 2008 Permalink | Reply
    Tags: Custom Toys   

    Capo T-3000 | Gustaff H. Iskandar 

    capot3000

    ** View this page for more Capo.

     
  • blauloretta 10:00 am on November 20, 2007 Permalink | Reply
    Tags: Custom Toys, , , ,   

    Workshop Capo di Common Room 

    Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

    Gilang Anom M. Manik (9 tahun), sedang memodifikasi Capo sambil ditemani oleh teman-teman dari AEWORX. Pada hari Minggu tanggal 18 November 2007, tim desain AEWORX dari NLS menyelenggarakan workshop Capo yang diikuti oleh kurang lebih 14 orang peserta di Common Room. Workshop dimulai sejak jam 11 siang dan berakhir pada pukul 18.00 sore. Meskipun ada beberapa peserta yang terlambat datang, secara keseluruhan workshop berjalan secara menyenangkan.

    Acara diawali dengan presentasi dari tim AEWORX dan beberapa peserta pameran Capo semisal Radi Arwinda, Dewi Aditya, Marina Tasya, Ryoichi Adiwaluyo, Cindaga, dsb. Masing-masing peserta pameran saling berbagi pengalaman dan informasi mengenai teknik memodifikasi Capo sambil berbincang secara langsung dengan para peserta workshop. Setelah selesai melakukan sesi tanya jawab, para peserta workshop kemudian mulai merancang Capo sesuai dengan keinginan dan minat mereka masing-masing. Selanjutnya para peserta workshop mulai memodifikasi Capo sambil dipandu oleh teman-teman dari AEWORX.

    Beberapa peserta yang terlibat di dalam kegiatan ini antara lain adalah Andi, Gilang, Gorky, Lucy, Dika, Evan D., Atinna, Yudi, Aditya, Kadek, Deri, Asep Wahyu, Fuad dan Rami. Rencananya karya-karya hasil workshop ini akan ikut dipamerkan dalam seri pameran Capo selanjutnya. Terimakasih untuk teman-teman yang telah terlibat dan ikut membantu pelaksanaan kegiatan ini. Foto-foto suasana workshop bisa dilihat di capotoys.multiply.com.

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel
escort ankara escort ilan escort ankara ilan
xvideos porn xhamster dn porn ei porn welcome to extremeporn cools video centerextreme pornextreme tube new hd porn sites xvideos porn