BDG – NO FUTURE | Picture taken by Tita Larasati

BDG – NO FUTURE
Picture taken by Tita Larasati
2011



BDG – NO FUTURE
Picture taken by Tita Larasati
2011

Sampai dengan 30 Juni 2009, laporan kasus HIV dan AIDS di Indonesia yang diterima oleh Ditjen PP & PL Departemen Kesehatan RI ada sekitar 17.699 kasus. Semuanya tersebar di sekitar 32 provinsi dan 300 Kabupaten/ Kota. Sementara itu, berdasarkan informasi yang juga dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan RI, pengguna napza suntik yang rentan terhadap HIV/AIDS terestimasi sebanyak 190.000 – 247.000 orang. Sebagai perbandingan, estimasi yang dikeluarkan oleh UNAIDS untuk kasus HIV/AIDS ada sekitar 270.000 kasus, dengan proyeksi estimasi pada tahun 2014 sebanyak 501.400 kasus. Terkait dengan hal ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) memproyeksikan estimasi pengguna Napza pada tahun 2009 adalah 1,9 % dari jumlah penduduk Indonesia atau sama dengan 4.750.000 orang.
Meskipun pemerintah dan berbagai kelompok masyarakat telah melakukan berbagai langkah untuk mengatasi permasalahan Narkoba dan HIV/AIDS, namun sampai saat ini tampaknya inisiatif yang ada baru sampai pada tahap seremonial yang minim atensi yang maksimal. Kebanyakan program intervensi penanggulangan Narkoba dan HIV/AIDS masih berdasarkan pada pendekatan praktis dan pragmatis dalam menyelesaikan masalahnya. Apabila kita analisa lebih mendalam dengan menggunakan beberapa paradigma dan perspektif dari bermacam sudut pandang keilmuan, solusi bagi masalah Narkoba dan HIV/AIDS memerlukan beberapa tahapan intervensi yang dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan.
Bench Saw ·, and
Headboard Light are discussing. Toggle Comments

Beberapa waktu yang lalu, sebuah kompetisi seni kontemporer bertajuk Asia Art Award (A3) diselenggarakan di kota Seoul, Korea Selatan. Perhelatan ini diselenggarakan oleh CJ Culture Foundation, Alternative Space LOOP, dan Korea Sports Promotion Foundation yang juga didukung oleh beberapa institusi budaya yang berasal dari beberapa negara Eropa dan Asia Pasifik. Sejak tanggal 9 April s/d 6 Juni 2010, kompetisi ini menampilkan karya dari 6 finalis yang dipamerkan di Soma Museum of Art yang terletak di kompleks Olimpiade Seoul. Mereka terdiri dari Apichatpong Weerasethakul (TH), Ashok Sukumaran (IN), ChimPom (JP), Jompet Kuswidananto (ID), Shi Jin Song (CN) dan Yangachi (KR). Tampil sebagai pemenang pertama yang berhak mendapatkan hadiah sebesar USD. 20.000,- adalah Apichatpong Weerasethakul yang menampilkan karya video dengan judul “Phantoms of Nabua” (2009).
Kompetisi ini digadang-gadang sebagai babak baru perkembangan seni kontemporer di wilayah Asia. Suh Jinsuk, kurator dari Alternative Space LOOP yang bertindak sebagai direktur kompetisi ini menuliskan bahwa A3 merupakan titik balik bagi perkembangan seni rupa di Asia yang sebelumnya selalu mengekor perkembangan seni kontemporer barat. Tidak tanggung-tanggung, untuk menyelenggarakan kompetisi ini panitia melibatkan sekitar 42 ahli dari Korea Selatan, Jepang, Cina, India dan beberapa negara di wilayah Asia Tenggara, termasuk kurator Agung Hujatnikajennong yang mewakili Indonesia. Mereka secara khusus diundang untuk merekomendasikan sekitar 42 seniman yang kemudian diseleksi oleh 7 orang juri utama yang diminta untuk mengusulkan 6 finalis. Adapun dewan juri yang dilibatkan dalam kompetisi ini adalah Alexandra Munroe (US), Apinan Poshyananda (TH), Carolyn Christov-Bakargiev (US), Fumio Nanjo (JP), Jonathan Watkins (UK), Kim Honghee (KR) dan Wu Hung (CN).

Oleh Gustaff H. Iskandar*
Pertunjukan malam itu ditutup dengan sebuah dentuman besar yang membahana ke segala penjuru ruangan. Sejenak sekitar 1000 pemirsa yang hadir malam itu terkesiap senyap selama beberapa detik. Tak lama berselang, ruang auditorium House of World Culture (HKW) dipenuhi oleh riuh rendah tepuk tangan pemirsa yang mengiringi kepergian Ryoji Ikeda ke belakang panggung. Hadir dengan tajuk Pattern Recognition, acara malam itu menyuguhkan pertunjukan multimedia berjudul Materia Obscura milik Jurgen Reble & Thomas Koner (DE), serta Test Pattern yang ditampilkan oleh Ryoji Ikeda & Tomonaga Tokuyama (JP). Kedua pertunjukan ini menampilkan komposisi bebunyian yang berpadu sempurna dengan karya visual yang ditampilkan dalam format raksasa. Selama kurang lebih satu jam lamanya para pemirsa disuguhi pertunjukan bebunyian, dibalut citraan gambar bergerak yang membawa kita ke alam fantasi dan teror gelap masa depan.
Acara di atas merupakan salah satu suguhan utama di hari ke-2 dalam rangkaian kegiatan transmediale.10, sebuah festival seni dan kultur digital yang berlangsung mulai tanggal 2 – 7 Februari 2010 di gedung HKW Berlin. Melalui tema Futurity Now!, festival transmediale.10 mengajak khalayak ramai membicarakan masa depan melalui serangkaian kegiatan pameran, konferensi, workshop, pertunjukan, pemutaran film & video. Selain itu, festival ini juga menampilkan beberapa program satelit dan konser musik yang menampilkan karya dan pemikiran dari para seniman, desainer, musisi, pemikir, kritikus, ahli teori, blogger, praktisi media dan peneliti dari berbagai belahan dunia. Beberapa diantara peserta yang terlibat diantaranya adalah Ryoji Ikeda (JP), Gabriella Giannachi (IT), Drew Hemment (UK), Regine Debatty (BE), Jem Finer (UK), Jan Edler (DE), Maja Kuzmanovic (HR/ BE), Joy Ayo Tang (TW), Jaromil (IT/ NL/ BE), Alice Miceli (BR), Tapio Makela (FI), Juliana Rotich (KE), dsb. Sejatinya festival ini membincangkan berbagai fenomena terkini dalam ranah eksplorasi di bidang seni dan teknologi, serta dampaknya secara sosial, politik, ekonomi dan kebudayaan secara luas.
This material was presented during the opening of 1st FOWAB gathering at Common Room, 18 February 2010. Read event review at ruangfreelance (by Dian Ara) and dailysocial (by Wiku Baskoro). FOWAB (Forum Web Anak Bandung) is being initiated by iCreativelabs, Chocaholic, Gagas Imaji, Rave Warrior, Galenic, and ThinkRooms.
Proudly powered by WordPress. Theme: P2 by Automattic.
Headboard Light 7:03 pm on August 15, 2010 Permalink
it is a very sad fact that until now, we still do not have the cure for HIV”-,
Bench Saw · 1:38 am on November 9, 2010 Permalink
i think that it would still take us a long time before we can even find a cure for HIV ..