Tagged: Campaign RSS

  • blauloretta 4:13 am on August 10, 2011 Permalink | Reply
    Tags: Campaign, , , , , , , ,   

    Informasi Agenda Kegiatan Common Room | Agustus 2011 

    [Workshop] PURE DATA, Kamis, 11 Agustus 2011, Pk. 15.00 – 18.00 WIB | [Gathering] Ngaritwit: Ngariung Twitterian Bandung, Jumat, 12 Agustus 2011, Pk. 15.00 – 18.00 WIB | [Gathering] Menyambut Lebaran Hijau: Buka bersama YPBB, Minggu, 14 Agustus 2011, Pk. 15.00 – 20.00 WIB | [Pameran] Let’s Die Together in 2012, Selasa, 16 Agustus 2011, Pk. 17.00 – 20.00 WIB | [SOFT LAUNCH] KAHOT.STORE, Selasa, 16 Agustus 2011, Pk. 19.00 WIB | KEGIATAN REGULER: Pertemuan Mingguan Bandung Oral History, Pertemuan Mingguan OpenLabs, Pertemuan Mungguan Kelas Karinding (KEKAR), Latihan Mingguan Flava Madrim, Latihan Mingguan PAPERBACK | PROGRAM SIARAN RADIO ONLINE: Madness Monday (Senin, Pk. 19.00 – 22.00), Gigsonsky (Selasa, Pk. 19.00 – 22.00), Perempuan Pisan (Rabu, Pk. 16.00 – 18.00), Radiologia (Rabu, Pk. 19.00 – 22.00), Kamis Tiris (Kamis, Pk. 19.00 – 22.00) dan Our Playlist / Live Streaming / 24 Hours Loop ( Jumat, Sabtu dan Minggu *tentative).

    (More …)

     
  • blauloretta 11:59 am on July 5, 2011 Permalink | Reply
    Tags: Campaign, , , , , , , , , , ,   

    Informasi Program | Nu:SubstanceFestival/2011/Polarities 

    Being digitally literate is not about using digital tools or technology. It’s about thinking.
    – Bill Thompson, 2011

    Perkembangan media digital dan teknologi informasi saat ini telah membuka cakrawala dunia yang baru. Sekarang kita telah hidup di era keterbukaan dan konektifitas yang memungkinkan lahirnya berbagai cara pandang (worldview) dan tata nilai baru yang termediasi oleh berbagai bentuk penggunaan teknologi media dan piranti elektronik. Persepsi akan kenyataan yang semula terbentuk melalui interaksi intensif antara manusia dengan lingkungan sekitar saat ini semakin dipengaruhi oleh kehadiran berbagai bentuk mesin yang keberadaannya semakin terintegrasi dengan kehidupan kita.

    Berkat perkembangan media digital dan teknologi, kini informasi dan pengetahuan semakin mudah diakses dan tersebar hampir ke seluruh pojok permukaan bumi. Selain itu, mekanisme produksi dan penyebarannya saat ini sudah semakin terbuka dan terdesentralisasi. Kecenderungan ini membuka peluang akses dan partisipasi, sehingga media digital dan teknologi informasi juga ikut mendorong terjadinya berbagai bentuk interaksi dan kerja kolaborasi. Secara umum proses penciptaan dan inovasi saat ini telah dapat dilakukan secara bersama sama oleh siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Tidaklah berlebihan apabila disebutkan bahwa di era ini kemampuan kita untuk terlibat dalam proses penciptaan tidak lagi ditentukan oleh jarak, tetapi talenta (Armein Langi, 2010).

    Namun begitu, kehadiran media digital dan teknologi informasi juga memiliki sisi gelap ketika menyingkap gambaran dunia yang antagonis. Aspek kemudahan dan kecepatan penyebaran informasi melalui media digital dan teknologi melahirkan banyak keraguan dan ambivalensi ketika nilai dan kebenaran semakin sulit diverivikasi. Sebagai contoh, kenyataan sehari-hari saat ini semakin mudah dikonstruksi sehingga dapat menghasilkan berbagai bentuk ilusi dan ruang simulasi. Selain itu, perkembangan media digital dan teknologi yang semakin terintegrasi dengan kehidupan kita juga dapat melahirkan ketergantungan yang cenderung membelenggu imajinasi dan kehendak bebas manusia. Seiring dengan hal ini, sekarang hampir bisa dipastikan bahwa setiap gerak-gerik perilaku manusia juga dapat diamati melalui penggunaan piranti elektronik yang kita gunakan setiap hari, sehingga hak untuk memiliki kehidupan privasi saat ini dapat dikatakan telah menjadi ilusi.

    Terkait dengan uraian di atas, penyelenggaraan Nu:SubstanceFestival/2011/Polarities akan mengajak khalayak untuk melihat berbagai aspek penggunaan teknologi media melalui cara pandang yang reflektif. Munculnya berbagai fenomena, nilai ataupun kutub (polar) baru yang muncul seiring dengan perkembangan media digital dan teknologi informasi setidaknya menuntut kita untuk memandang realitas secara lebih jernih dan kritis. Melalui serangkaian kegiatan workshop, pameran, diskusi, dan konser musik, festival ini juga akan memproyeksikan segenap lapisan yang terkait dengan penggunaan media dan teknologi dalam lingkup kehidupan sehari-hari. Selain itu, festival ini juga mengajak khalayak untuk terlibat dalam proses literasi digital yang tidak hanya memberi penekanan pada pemanfaatan teknologi, namun lebih jauh adalah proses berfikir dan berimajinasi.

     
  • blauloretta 3:52 am on May 12, 2011 Permalink | Reply
    Tags: Campaign   

    [Repost] 13 Tahun Peringatan Peristiwa Mei 1998 

    Ode untuk almarhum Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, Hendriawan Sie, serta seluruh korban kerusuhan Mei 1998. Doa untuk untuk para korban dan mereka yang telah dikorbankan. We shall overcome someday.

    *Gambar ini berasal dari potongan poster demonstrasi mahasiswa tahun 1998. Dirancang oleh M. Yahya, mahasiswa desain produk ITB angkatan 1993 yang pada saat itu adalah anggota dari Satgas KM ITB.

     
  • blauloretta 2:00 am on March 16, 2011 Permalink | Reply
    Tags: Campaign,   

    Bantuan Dana Kemanusiaan | Bencana Gempa Lepas Pantai Pasifik di wilayah Tohoku, Jepang 

    Menyusul informasi melalui siaran pers dari Kedutaan Besar Jepang di Indonesia pada tanggal 14 Maret 2011, bersama dengan ini kami menginformasikan bahwa Palang Merah Jepang mulai menerima bantuan dana kemanusiaan bagi korban gempa lepas pantai pasifik di wilayah Tohoku, Jepang. Adapun penyaluran bantuan dana kemanusiaan dapat dikirimkan melalui beberapa rekening berikut ini:

    Bantuan dana kemanusiaan bagi korban bencana:
    Nama Bank: Mitsui Sumitomo Bank (Cabang Ginza)
    No. Rek.: 8047670
    Kode SWIFT: SMBC JP JT
    Atas nama: The Japanese Red Cross Society
    Alamat: 1-1-3 Shiba-Daimon Minato-ku, Tokyo JAPAN

    *Dana bantuan bagi para korban bencana akan dikirimkan kepada Komite Distribusi Dana Bantuan Bencana di Pemerintah Daerah setempat yang terkena bencana ini, melalui Palang Merah Jepang, dan akan dibagikan langsung kepada para korban bencana melalui komite tersebut.

    Bantuan dana kemanusiaan melalui organisasi Palang Merah Jepang:
    Nama Bank: Mitsui Sumitomo Bank (Cabang Ginza)
    No. Rek.: 8047705
    Kode SWIFT: SMBC JP JT
    Atas nama: The Japanese Red Cross Society
    Alamat: 1-1-3 Shiba-Daimon Minato-ku, Tokyo JAPAN

    Bantuan dana kemanusiaan melalui organisasi Palang Merah Indonesia:
    Nama Bank: Bank Mandiri
    No. Rek.: 070-00-0480433-7
    Atas nama: Palang Merah Indonesia-Jepang

    Informasi bantuan dana melalui Palang Merah Indonesia dapat menghubungi:
    Mohammad Toriq
    Kepala Divisi Sumber Daya dan Kerjasama PMI Indonesia
    Jl. Jendral Gatot Subroto Kav. 96
    Jakarta 12790
    Telp. 021-799 5188

    Informasi lebih rinci dapat menghubungi The Japan Foundation Jakarta dengan alamat sebagai berikut:
    The Japan Foundation, Jakarta
    Summitmas I lantai 2-3, Jl. Jend.Sudirman – Jakarta Selatan
    Telp. 021-520-1266 | Fax. 021-525-5159 | http://www.jpf.or.id

    The Japan Foundation, Jakarta merupakan lembaga administrasi independen yang didirikan tahun 1974 dengan nama Pusat Kebudayaan Jepang untuk mempromosikan kegiatan pertukaran budaya antara Jepang-Indonesia.

     
  • blauloretta 4:14 pm on February 12, 2011 Permalink | Reply
    Tags: Campaign,   

    Pernyataan Keperihatinan atas Konflik Antar Agama dan Perbedaan Keyakinan di Indonesia 

    Pada tanggal 6 Februari 2011, sebuah insiden kekerasan atas nama agama kembali terjadi di Bumi Pertiwi. Tiga korban tewas dan enam orang terluka parah dalam sebuah peristiwa penyerangan terhadap warga Ahmadiyah di daerah Cikeusik, Pandeglang – Banten. Dua hari setelah insiden ini, kekerasan kembali terjadi di daerah Temanggung – Jawa Tengah. Terjadi kericuhan massa pada sidang pengadilan kasus penistaan agama di Pengadilan Negeri Temanggung. Tiga bangunan gereja dan satu sekolah dibakar dalam peristiwa ini. Kedua insiden ini menambah deretan berbagai kasus kericuhan dan kekerasan atas nama agama dan perbedaan keyakinan di Indonesia.

    Insiden ini memberikan cerminan bahwa kerukunan antar umat beragama dan kebebasan untuk memeluk agama dan keyakinan yang berbeda masih menjadi persoalan bagi sebagian warga negara yang memiliki prinsip Bhineka Tunggal Ika. Selain itu, insiden ini juga menjadi gambaran bahwa upaya untuk penegakan prinsip Hak Asasi Manusia (HAM), khususnya hak sipil dan politik bagi warga negara sebagaimana tercantum dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia serta Kovenan Internasional Tentang Hak-Hak Sipil dan Politik yang telah diratifikasi oleh pemerintah Indonesia belum terjamin sepenuhnya.

    Terkait dengan berbagai kericuhan dan tindak kekerasan atas nama agama dan keyakinan yang berbeda di Indonesia, kami menyatakan duka dan keprihatinan yang mendalam. Untuk itu, dalam kesempatan ini kami juga menyampaikan pernyataan sebagai berikut:

    1. Mendukung pemerintah untuk melakukan penyidikan dan menghukum tegas pelaku kerusuhan dan kekerasan atas nama perbedaan agama serta keyakinan di Republik Indonesia.
    2. Mendorong pemerintah untuk merehabilitasi korban kerusuhan dan kekerasan atas nama perbedaan agama serta keyakinan di Republik Indonesia.
    3. Mendorong pemerintah untuk mencabut berbagai produk kebijakan dan undang-undang diskriminatif yang ikut memicu kericuhan, serta mencederai prinsip kebebasan untuk memeluk agama dan keyakinan yang berbeda di Republik Indonesia.
    4. Mendorong pemerintah untuk menjamin kebebasan warga negara dalam memeluk agama dan keyakinan yang berbeda di Republik Indonesia.
    5. Mengutuk siapapun yang menciptakan konflik, kericuhan, serta melakukan tindak kekerasan atas dasar perbedaan agama serta keyakinan untuk kepentingan politik tertentu.
    6. Mengajak seluruh warga masyarakat sipil untuk menjunjung tinggi prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia; termasuk nilai-nilai toleransi, kesetaraan dan kebebasan untuk memeluk agama, keyakinan, serta keberagaman budaya di Republik Indonesia.

    Demikian pernyataan keperihatinan ini kami sampaikan sebagai manifestasi kesadaran warga masyarakat sipil yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas yang adil dan beradab.

    Bandung, 12 Februari 2011*
    Common Room Networks Foundation
    Jl. Kyai Gede Utama no. 8
    Bandung 40132
    URL: http://commonroom.info

    * Dibacakan pada pembukaan pertunjukan Sarupaning Beja yang diinisiasi oleh kelompok Trah Project di CCF Bandung pada tanggal yang sama.

    Dukung Petisi Perlindungan Kebebasan Memeluk Kepercayaan dan Beribadah Sesuai Kepercayaannya melalui laman berikut ini: http://www.petitiononline.com/agamaind/petition.html

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel
escort ankara escort ilan escort ankara ilan