<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Common Room Networks Foundation &#187; Campaign</title>
	<atom:link href="http://commonroom.info/tag/campaign/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://commonroom.info</link>
	<description>Open Platform for Art, Culture &#38; ICT/Media &#124;&#124; Bandung - Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 10:07:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kiri Hijau Kanan Merah (Watchdoc, 2009)</title>
		<link>http://commonroom.info/2010/kiri-hijau-kanan-merah-watchdoc-2009/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2010/kiri-hijau-kanan-merah-watchdoc-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Sep 2010 09:00:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Campaign]]></category>
		<category><![CDATA[Human Rights]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=1465</guid>
		<description><![CDATA[Video dokumenter tentang kehidupan Munir, seorang aktifis HAM Indonesia yang tewas dibunuh di dalam pesawat ketika dalam perjalanan menuju Belanda pada tanggal 7 September 2004. Sampai saat ini kasus pembunuhan Munir belum menemukan titik terang walaupun beberapa pelaku yang diduga terlibat telah dihukum penjara. Video ini diproduksi oleh Andhy Panca (Watchdoc) dan disutradarai oleh Dandhy [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><object width="480" height="361" id="_player-videoview" name="_player-videoview" data="http://www.engagemedia.org/%2B%2Bresource%2B%2Bplumi.skin.flowplayer/flowplayer-3.2.2.swf" type="application/x-shockwave-flash"><param name="movie" value="http://www.engagemedia.org/%2B%2Bresource%2B%2Bplumi.skin.flowplayer/flowplayer-3.2.2.swf" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="flashvars" value='config={"playlist":[{"url":"http://www.engagemedia.org/Members/yerry/videos/kiri_hijau_kanan_merah-1.mp4/thumbnailImage","type":"image"},{"url":"http://videos.engagemedia.org/transcoded/http/www.engagemedia.org/Members/yerry/videos/kiri_hijau_kanan_merah-1.mp4/download/video_file/kiri_hijau_kanan_merah-1.mp4/mp4/kiri_hijau_kanan_merah-1.mp4","autoPlay":false,"autoBuffering":false,"bufferLength":5}],"clip":{"url":"http://videos.engagemedia.org/transcoded/http/www.engagemedia.org/Members/yerry/videos/kiri_hijau_kanan_merah-1.mp4/download/video_file/kiri_hijau_kanan_merah-1.mp4/mp4/kiri_hijau_kanan_merah-1.mp4"}}' /></object></p>
<p>Video dokumenter tentang kehidupan Munir, seorang aktifis HAM Indonesia yang tewas dibunuh di dalam pesawat ketika dalam perjalanan menuju Belanda pada tanggal 7 September 2004. Sampai saat ini kasus pembunuhan Munir belum menemukan titik terang walaupun beberapa pelaku yang diduga terlibat telah dihukum penjara. Video ini diproduksi oleh Andhy Panca (Watchdoc) dan disutradarai oleh Dandhy Dwi Laksono.</p>
<p>Silahkan mengakses informasi lebih detail mengenai Munir di laman <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Munir_Said_Thalib" target="_blank">Wikipedia</a><br />
Silahkan unduh video di laman <a href="http://www.engagemedia.org/Members/yerry/videos/kiri_hijau_kanan_merah-1.mp4/@@download/video_file/kiri_hijau_kanan_merah-1.mp4" target="_blank">Engagemedia</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2010/kiri-hijau-kanan-merah-watchdoc-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
<enclosure url="http://videos.engagemedia.org/transcoded/http/www.engagemedia.org/Members/yerry/videos/kiri_hijau_kanan_merah-1.mp4/download/video_file/kiri_hijau_kanan_merah-1.mp4/mp4/kiri_hijau_kanan_merah-1.mp4" length="211385441" type="video/mp4" />
		</item>
		<item>
		<title>Analitik Menggelitik Penanggulangan HIV/AIDS dan Napza di Indonesia &#124; Oleh Ginan Koesmayadi (Rumah Cemara)*</title>
		<link>http://commonroom.info/2010/analitik-menggelitik-penanggulangan-hiv-aids-dan-napza-di-indonesia-oleh-ginan-koesmayadi-rumah-cemara/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2010/analitik-menggelitik-penanggulangan-hiv-aids-dan-napza-di-indonesia-oleh-ginan-koesmayadi-rumah-cemara/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jun 2010 09:22:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Campaign]]></category>
		<category><![CDATA[Critics]]></category>
		<category><![CDATA[Human Rights]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=1070</guid>
		<description><![CDATA[Sampai dengan 30 Juni 2009, laporan kasus HIV dan AIDS di Indonesia yang diterima oleh Ditjen PP &#38; PL Departemen Kesehatan RI ada sekitar 17.699 kasus. Semuanya tersebar di sekitar 32 provinsi dan 300 Kabupaten/ Kota. Sementara itu, berdasarkan informasi yang juga dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan RI, pengguna napza suntik yang rentan terhadap HIV/AIDS terestimasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="FOR LIFE Campaign &amp; Basic Health Service for General Population in Babakan Asih Neigborhood by Rumah Cemara (11 July 2010)" src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/rumah_cemara_babakan_asih.jpg" border="0" alt="Rumah Cemara,For Life,Babakan Asih,Common Room" width="480" height="319" /></p>
<p>Sampai dengan 30 Juni 2009, laporan kasus HIV dan AIDS di Indonesia yang diterima oleh Ditjen PP &amp; PL Departemen Kesehatan RI ada sekitar 17.699 kasus. Semuanya tersebar di sekitar 32 provinsi dan 300 Kabupaten/ Kota. Sementara itu, berdasarkan informasi yang juga dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan RI, pengguna napza suntik yang rentan terhadap HIV/AIDS terestimasi sebanyak 190.000 &#8211; 247.000 orang. Sebagai perbandingan, estimasi yang dikeluarkan oleh UNAIDS untuk kasus HIV/AIDS ada sekitar 270.000 kasus, dengan proyeksi estimasi pada tahun 2014 sebanyak 501.400 kasus. Terkait dengan hal ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) memproyeksikan estimasi pengguna Napza pada tahun 2009 adalah 1,9 % dari jumlah penduduk Indonesia atau sama dengan 4.750.000 orang.</p>
<p>Meskipun pemerintah dan  berbagai kelompok masyarakat telah melakukan berbagai langkah untuk mengatasi permasalahan Narkoba dan HIV/AIDS, namun sampai saat ini tampaknya inisiatif yang ada baru sampai pada tahap seremonial yang minim atensi yang maksimal. Kebanyakan program intervensi penanggulangan Narkoba dan HIV/AIDS masih berdasarkan pada pendekatan praktis dan pragmatis dalam menyelesaikan masalahnya. Apabila kita analisa lebih mendalam dengan menggunakan beberapa paradigma dan perspektif dari bermacam sudut pandang keilmuan, solusi bagi masalah Narkoba dan HIV/AIDS memerlukan beberapa tahapan intervensi yang dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan.</p>
<p><span id="more-1070"></span></p>
<p>Pendekatan praktis dan pragmatis selama ini sudah sering dilakukan oleh pemerintah dan para penggiat pekerjaan sosial. Tantangan ke depan adalah mengembangkan sebuah program intervensi yang secara sinergis dapat memadukan pendekatan praktis dan pragmatis dalam sebuah kerangka intervensi yang komprehensif dan berkelanjutan. Salah satu contoh pendekatan praktis dan pragmatis bagi pengguna Napza suntik agar tidak menularkan atau tertular HIV/AIDS dan penyakit yang disebabkan oleh pertukaran jarum suntik adalah program <em>Harm Reduction</em> atau pengurangan dampak buruk di kalangan pengguna Napza suntik (Penasun).</p>
<p>Apabila kita lihat secara sepintas, pendekatan di atas tampaknya dapat mengurangi penularan HIV/AIDS atau penyakit terkait di kalangan pengguna Napza suntik. Namun dalam perspektif pemberdayaan masyarakat, tampaknya program ini  cenderung menjadikan Penasun yang terlibat sekedar menjadi objek. Di level tertentu, hal ini kemudian menyebabkan ketergantungan terhadap keberadaan lembaga donor atau program bantuan internasional. Sangat disayangkan bahwa beberapa organisasi yang ada juga terkadang hanya sekedar memanfaatkan program <em>Harm Reduction</em> sebagai sarana untuk mengumpulkan data-data  dan informasi yang terkait dengan kalangan pengguna Napza untuk kepentingan mereka sendiri.</p>
<p>Sampai sejauh ini kualitas hidup yang menyangkut keadaan fisik, psikis, sosial, dan spiritual Penasun masih dalam taraf yang cukup rendah. Hal ini dapat dilihat dari kondisi beberapa staf pelaksana program, klien jangkauan atau dampingan lembaga swadaya masyarakat penggiat program <em>Harm Reduction</em>. Secara umum kondisi mereka memproyeksikan sebuah gambaran bahwa pengguna napza suntik tidak dapat mengembangkan dirinya secara maksimal. Kebanyakan diantara mereka masih disibukan dengan masalah yang sangat mendasar, yaitu kecanduan terhadap Napza. Dalam kasus ini, kita dapat melihat bagaimana pendekatan praktis dan pragmatis tidak mampu menjawab kebutuhan untuk meningkatkan kualitas hidup bagi para pengguna Napza secara berkelanjutan.</p>
<p>Selama ini tampaknya Negara juga hanya melihat penguna Napza sebagai penerima vonis untuk menjalani hukuman di penjara. Selanjutnya apa yang pengguna Napza dapatkan? Kebanyakan diantara mereka kemudian dipaksa untuk bertahan di tengah rimba penjara yang sangat keras. Tidak heran apabila kondisi di dalam penjara juga kerap membuat kecanduan pengguna Napza semakin parah, karena di dalam penjara kebanyakan pengguna juga masih bisa mendapatkan Narkoba. Hal semacam ini dapat dikatakan merupakan dampak dari kebijakan praktis dan pragmatis yang cenderung mengkriminalkan pengguna Napza dan sekedar ditujukan untuk membuat efek jera bagi sebagian kalangan pengguna Napza. Menjebloskan pengguna Napza ke dalam penjara sebagai solusi untuk membuat mereka pulih jelas merupakan pilihan yang sia-sia.</p>
<p>Kecanduan Napza adalah sebuah penyakit progresif yang berdampak secara fisik, psikis, sosial dan spiritual. Namun pada suatu titik tertentu, penyakit ini dapat disembuhkan melalui intervensi yang efektif. Hal ini misalkan diperkuat oleh argumentasi World Health Organization (WHO), yang menyebutkan bahwa ketergantungan Narkoba merupakan sebuah penyakit atau “<em>disease entitiy</em>”. Dalam International classification of diseases and health related problem-tenth revision, 1992 (ICD-10), kecanduan Napza digolongkan dalam “<em>Mental and Behavioral disorders due psychoactive substance abuse</em> ”.</p>
<p>Satu contoh lagi yang terkait dengan permasalahan Narkoba dan HIV-AIDS adalah Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Di Indonesia, saat ini ODHA telah mendapat kemudahan dalam mengakses layanan kesehatan. Beberapa waktu yang silam layanan kesehatan bagi ODHA adalah fasilitas yang cukup mahal, karena stigma dan diskriminasi yang cukup tinggi. Obat-obatan untuk HIV, yang salah satunya adalah obat Antiretroviral (ARV) saat ini juga dapat dibagikan secara gratis. Meskipun begitu, kita tidak pernah tahu bagaimana pemerintah mendapatkan anggaran untuk membuat ARV menjadi gratis.</p>
<p>Berdasarkan sebuah penelusuran, ternyata ARV gratis adalah salah satu program pemerintah Republik Indonesia yang dikembangkan oleh Departemen Kesehatan RI. Dari 60% keseluruhan anggaran untuk program ini (sekitar US$ 8.938.042,-), sumber dananya berasal dari negara-negara G-8 melalui program bantuan luar negeri yang bernama “Global Fund for AIDS, TB, and Malaria (GF-ATM/ Proposal Round 8, Republic Indonesia). Saat ini obat ARV tersedia diseluruh Rumah Sakit rujukan HIV/AIDS yang kurang lebih terdiri dari sekitar 148 Rumah Sakit yang tersebar di 22 provinsi. Dasar pemberian obat ARV adalah Keputusan Presiden no. 83/ tahun 2004 yang diperbaharui dengan Keputusan Presiden no. 6/ tahun 2007 tentang Palaksanaan Paten obat-obatan Antiretroviral oleh Pemerintah, serta Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia no. 1190/Menkes/SK/X/2004 tentang Pemberian Gratis obat Tuberkulosis dan Antiretroviral untuk HIV/AIDS. Dalam konteks ini, ketergantungan anggaran sebesar 60% terhadap sumber dana asing merupakan salah satu persoalan yang harus dicarikan jalan keluarnya.</p>
<p>Kembali pada wacana pendekatan praktis dan pragmatis yang dikembangkan oleh Negara dan penggiat pekerja sosial, dalam hal ini tampaknya kesadaran ODHA untuk memberdayakan dan meningkatkan kualitas hidup mereka telah terkooptasi oleh program-program yang dikembangkan secara instan. Kebanyakan dari program semacam ini tidak mampu menjawab permasalahan secara akurat dan tidak memiliki aspek keberlanjutan (<em>sustainability</em>). Kebutuhan untuk mencari solusi yang komprehensif merupakan sebuah pekerjaan rumah yang akan berlanjut entah sampai kapan. Dalam hal ini barangkali hanya waktu yang akan menjawab. Terapi ARV hanya langkah awal dari banyak agenda yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup ODHA.</p>
<p>Stigma dan diskriminasi bagi Orang Dengan HIV/AIDS tidak hanya dapat dihilangkan dengan program pembagian obat ARV secara gratis saja. Dalam hal ini, stigma dan diskriminasi juga menyangkut masalah psikis dan struktur sosial masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan ide atau program yang dapat memproyeksikan keselarasan pikiran yang logis serta hati nurani yang mencerminkan empati terhadap pemenuhan kebutuhan mendasar bagi ODHA. Dalam hal ini, persepsi terhadap Orang Dengan HIV-AIDS harus tampil secara manusiawi dan menghargai eksistensi ODHA sebagai salah satu bagian dari kelompok masyarakat yang ikut memberikan dampak bagi pola penanggulangan HIV-AIDS dan Napza.</p>
<p>Dengan tulisan ini, penulis bermaksud memberikan sebuah proyeksi dan refleksi penanggulangan Narkoba dan HIV-AIDS di Indonesia selama kurun waktu 10 tahun belakangan. Pendekatan praktis dan pragmatis yang selama ini dianggap sebagai alat yang “super ajaib” untuk memecahkan masalah HIV-AIDS dan Napza di Indonesia hanya menyelesaikan masalah di level permukaan saja tanpa dapat menyentuh akar dari persoalannya. Suatu saat pendekatan semacam ini akan menjadi bumerang bagi pihak-pihak terkait seperti Pemerintah, LSM, pengguna napza dan Orang Dengan HIV/AIDS. Dapat dikatakan bahwa kita telah mengalami masa “euphoria” dampak sesaat dari solusi praktis dan pragmatis yang telah dikembangkan selama ini. Sedikit demi sedikit efek bumerang yang ditakutkan saat ini mulai terlihat. Tanda-tandanya adalah penjara yang sudah melebihi kapasitas, ARV yang keberadaannya tidak jelas dan timbul tenggelam, selain kebingungan Pengguna napza suntik yang semakin merasa memiliki kesulitan untuk bertahan hidup di era yang penuh dengan persaingan yang cenderung menggila.</p>
<p>Dalam hal ini pihak terkait seperti pemerintah, ilmuwan, akademisi, pekerja sosial, serta semua komponen masyarakat yang terlibat langsung ataupun tidak langsung dalam penanggulangan Napza maupun HIV/AIDS  diharapkan dapat mengembangkan ide atau program intervensi untuk menyelesaikan masalah ini secara bersama-sama. Penanggulangan Napza maupun HIV/AIDS idealnya dilakukan agar dapat menyelesaikan masalah secara utuh dan mendalam, sehingga upaya peningkatan kualitas hidup bagi orang-orang yang terpinggirkan secara sosial dapat menjadi sebuah keniscayaan. Hal ini mungkin dapat terwujud apabila para pihak terkait dapat memainkan dan menyadari peran mereka secara maksimal. Selain itu, tampaknya kita juga membutuhkan integritas, kesadaran logis, serta hati nurani yang mencerminkan empati akan pemenuhan kebutuhan mendasar bagi ODHA. HIV/AIDS dan Napza bukan masalah sekelompok kecil masyarakat saja, tetapi masalah kita semua karena bukan tidak mungkin saat ini salah satu anggota keluarga kita telah menjadi korbannya.</p>
<p><em>* Ginan Koesmayadi adalah salah seorang pendiri Rumah Cemara, sebuah organisasi nirlaba yang aktif mengupayakan peningkatan kualitas hidup yang lebih baik bagi orang dengan HIV/AIDS dan pengguna narkoba di Indonesia. Informasi mengenai kegiatan Rumah Cemara dapat diakses di <a href="http://www.rumahcemara.org/" target="_blank">http://www.rumahcemara.org/</a>.</em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2010/analitik-menggelitik-penanggulangan-hiv-aids-dan-napza-di-indonesia-oleh-ginan-koesmayadi-rumah-cemara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Melawan Lupa: Mengenang 2 Tahun Insiden AACC &#124; Common Room &#124; 17 Februari 2010</title>
		<link>http://commonroom.info/2010/melawan-lupa-mengenang-2-tahun-malam-insiden-kelabu-aacc/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2010/melawan-lupa-mengenang-2-tahun-malam-insiden-kelabu-aacc/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 10:17:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Idharrez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Campaign]]></category>
		<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Human Rights]]></category>
		<category><![CDATA[Ujungberung Update]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=598</guid>
		<description><![CDATA[Kejadian Sabtu Kelabu yang terjadi pada tahun 2008 yang telah lalu masih membekas di benak orang-orang yang hadir dalam malam peringatan dua tahun Tragedi AACC. Insiden ini merupakan malam yang tidak akan dilupakan oleh sebagian orang, sehingga dirasa penting untuk berefleksi dan mengenang kejadiannya, selain mengenang momen kebersamaan, serta mengambil hikmah dari kejadian itu. Melawan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="Suasana acara pengajian peringatan 2 tahun tragedi AACC di Common Room" src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2010/02/Resize-of-IMG_0022.jpg" alt="" width="480" height="360" /></p>
<p>Kejadian Sabtu Kelabu yang terjadi pada tahun 2008 yang telah lalu masih membekas di benak orang-orang yang hadir dalam malam peringatan dua tahun Tragedi AACC. Insiden ini merupakan malam yang tidak akan dilupakan oleh sebagian orang, sehingga dirasa penting untuk berefleksi dan mengenang kejadiannya, selain mengenang momen kebersamaan, serta mengambil hikmah dari kejadian itu. Melawan Lupa, adalah momen krusial dan tagline penting dalam peringatan tahun ini. Berbeda dengan acara peringatan tahun lalu, agenda yang dilakukan tahun ini adalah mengaji dan berdoa untuk para korban dengan cara yang lebih sederhana. Malam peringatan pun dihadiri keluarga korban sebagai bentuk penghargaan kepada para korban yang telah menjadi bagian dari komunitas anak muda yang terlibat di dalam insiden ini.</p>
<p>Satu yang perlu disadari bahwa, insiden AACC bukanlah kesalahan satu pihak, namun kesalahan berbagai elemen terkait. Entah itu mulai dari pihak penyelenggara acara, penonton, pengelola gedung, polisi, pemerintah, media massa, hingga masyarakat. Banyak pihak yang sebetulnya berperan dalam insiden ini. Momen penting malam peringatan dua tahun tersebut merupakan pembelajaran untuk berbuat lebih nyata, mengambil hikmahnya, bersatu padu, dan menjadikan hari esok lebih baik dari hari ini. Dan kejadian malam tersebut, merupakan pelajaran untuk masa depan yang lebih baik, jika kita mampu menyikapinya dengan bijak. Selesai berdoa, acara ditutup dengan makan tumpeng bersama dan melanjutkannya dengan menabur bunga di pelataran Gedung AACC. <strong>(yk)</strong></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2010/melawan-lupa-mengenang-2-tahun-malam-insiden-kelabu-aacc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surili, Endangered Species in West Java, Indonesia</title>
		<link>http://commonroom.info/2008/surili-endangered-species-in-west-java-indonesia/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2008/surili-endangered-species-in-west-java-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Sep 2008 07:36:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Campaign]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/2008/surili-endangered-species-in-west-java-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[
Western Javan Surili (Presbytis comata comata) a.k.a Grizzled Leaf Monkey is the endemic monkey of West Java that are currently listed on the IUCN red list of endangered species because of habitat loss due to human activity. They are smart, agile, have a great sense of humour and likes to gather arround. They represent freedom, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">
<p><img class="size-full wp-image-100 alignleft" style="float: left;" title="surili" src="http://helarfest.com/wp-content/uploads/2008/07/surili.gif" alt="" width="480" height="213" /></p>
<p><em>Western Javan Surili (</em><em>Presbytis comata comata) a.k.a <strong>Grizzled Leaf Monkey</strong> is the endemic monkey of West Java that are currently listed on the <a href="http://www.iucnredlist.org/search/details.php/18125/all" target="_blank"><strong>IUCN</strong></a> red list of endangered species because of habitat loss due to human activity. They are smart, agile, have a great sense of humour and likes to gather arround. They represent freedom, and, more or less the character of the people here in <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bandung" target="_blank">Bandung.</a></em></p>
<p>(From: <a href="http://helarfest.com/welcome-our-official-mascot-surili.htm" target="_blank">http://helarfest.com/</a>)</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2008/surili-endangered-species-in-west-java-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Klarifikasi Pemberhentian Acara Bandung Youth Park Festival 2008</title>
		<link>http://commonroom.info/2008/klarifikasi-pemberhentian-acara-bandung-youth-park-festival-2008/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2008/klarifikasi-pemberhentian-acara-bandung-youth-park-festival-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 09:30:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Campaign]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/2008/klarifikasi-pemberhentian-acara-bandung-youth-park-festival-2008/</guid>
		<description><![CDATA[Terimakasih sekaligus maaf buat teman-teman yang telah datang ke acara Bandung Youth Park Festival 2008. Mudah-mudahan tulisan ini bisa menjadi klarifikasi buat teman-teman yang lain. Pertama-tama saya selaku perwakilan panitia Helar Festival 2008 menyampaikan permohonan maaf setinggi-tingginya kepada semua teman-teman terkait dengan penghentian kegiatan Bandung Youth Park Fest 2008 pada tanggal 30 Agustus 2008 karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terimakasih sekaligus maaf buat teman-teman yang telah datang ke acara <a href="http://helarfest.com/bandung-youth-park-fest.htm">Bandung Youth Park Festival 2008</a>. Mudah-mudahan tulisan ini bisa menjadi klarifikasi buat teman-teman yang lain. Pertama-tama saya selaku perwakilan panitia <a href="http://helarfest.com/">Helar Festival 2008</a> menyampaikan permohonan maaf setinggi-tingginya kepada semua teman-teman terkait dengan penghentian kegiatan Bandung Youth Park Fest 2008 pada tanggal 30 Agustus 2008 karena situasi di lapangan yang dianggap tidak kondusif.</p>
<p>Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Helar Festival 2008, keputusan untuk menghentikan kegiatan Bandung Youth Park Festival 2008 terus terang merupakan keputusan yang sangat berat bagi panitia. Saya yang kebetulan terlibat sejak awal sangat mengerti kalau hal ini juga melahirkan kekecewaan diantara teman-teman yang hadir pada saat itu, mengingat sejak acara ini dimulai pertunjukan berjalan lancar dan tidak ada insiden yang berarti selama kegiatan berlangsung.</p>
<p>Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Helar Festival 2008, persiapan dan pelaksanaan kegiatan Bandung Youth Park Festival 2008 dapat dikatakan berjalan lancar di tengah-tengah segala keterbatasan yang dimiliki oleh panitia. Salut kepada para penonton yang telah mendukung acara sehingga kegiatan ini bisa berjalan lancar dan berjalan tanpa insiden walaupun acara harus dihentikan sebelum selesai. Untuk itu sekali lagi saya harus menyampaikan permohonan maaf yang setinggi-tingginya apabila keputusan yang diambil oleh panitia dianggap mengecewakan teman-teman.</p>
<p>Untuk pengembalian tiket yang sudah terlanjur dibeli, panitia Bandung Youthpark Festival 2008 menyatakan kalau tiket yang belum disobek dapat ditukar kembali di Common Room, Jl. Kyai Gede Utama No. 8, sejak tanggal 3 &#8211; 7 September 2008, mulai pukul 10.00 s/d 17.00 WIB. Atas pengertiannya saya ucapkan terimakasih.</p>
<p>Salam,<br />
Gustaff H. Iskandar<br />
(Koordinator Program Helar Festival 2008)</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2008/klarifikasi-pemberhentian-acara-bandung-youth-park-festival-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia &#124; Community Gathering &#124; Diskusi &#124; Parade &#124; Botram &#124; 5 &amp; 8 Juni 2008</title>
		<link>http://commonroom.info/2008/peringatan-hari-lingkungan-hidup-sedunia-5-8-juni-2008/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2008/peringatan-hari-lingkungan-hidup-sedunia-5-8-juni-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2008 12:05:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Campaign]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/2008/peringatan-hari-lingkungan-hidup-sedunia-5-8-juni-2008/</guid>
		<description><![CDATA[(Mimpi) Hak Atas Lingkungan Hidup Yang Sehat
Hak atas lingkungan tidak diatur secara aksplisit dalam Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia (DUHAM). Namun, gerakan lingkungan hidup (environmental movement) belum sepenuhnya efektif dalam mencoba mendorong ekplisitas hukum sebagai hak dasar. Meski cukup banyak pengaturan lainnya menyangkut hak atas lingkungan dalam hukum internasional seperti yang tersebut di atas, hak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/webflyer_lingkungan2008-1.jpg" border="0" alt="Photobucket" /></p>
<p><strong>(Mimpi) Hak Atas Lingkungan Hidup Yang Sehat</strong></p>
<p>Hak atas lingkungan tidak diatur secara aksplisit dalam Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia (DUHAM). Namun, gerakan lingkungan hidup (<em>environmental movement</em>) belum sepenuhnya efektif dalam mencoba mendorong ekplisitas hukum sebagai hak dasar. Meski cukup banyak pengaturan lainnya menyangkut hak atas lingkungan dalam hukum internasional seperti yang tersebut di atas, hak atas lingkungan sebagai hak asasi manusia barulah mendapat pengakuan dalam bentuk kesimpulan oleh sidang Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia pada bulan April 2001 bahwa “Setiap orang memiliki hak hidup di dunia yang bebas dari polusi bahan-bahan beracun dan degradasi lingkungan hidup”.</p>
<p>Bagi Indonesia, pembangunan nasional yang diselenggarakan adalah mengikuti pola pembangunan yang berkelanjutan yang diakomodasi dalam Undang-undang Dasar 1945 pasal 33 ayat (3). Ketentuan tersebut memberikan dasar hukum bagi penyelenggaraan pengelolaan lingkungan hidup yang bertujuan melestarikan kemampuan lingkungan hidup agar dapat tetap menunjang kesejahteraan dan mutu hidup generasi lingkungan hidup.</p>
<p>Generasi lingkungan hidup akan terwujud ketika peran serta atau partisipasi masyarakat merupakan bagian yang lekat dalam proses politik, kebudayaan dan demokrasi. Salah satu prasyarat utama dalam mewujudkan partisipasi itu adalah adanya keterbukaan dan transparansi. Beberapa hal yang memungkinkan keterbukaan (<em>openness</em>) terjadi adalah:</p>
<ol>
<li>Hak untuk mengetahui (<em>right to know/ meeweten</em>) secara utuh, benar dan akurat.</li>
<li>Hak untuk memikirkan (<em>right to think/ meedenken</em>); terlibat dalam pemikiran, pengkajian dan penelitian tentang apa yang sikap yang baik dalam pengelolaan lingkungan hidup.</li>
<li>Hak untuk menyatakan pendapat (<em>right to speech/ meespreken</em>)</li>
<li>Hak untuk mempengaruhi pengambilan keputusan (<em>right to participate in decision making process/ meebeslissen</em>)</li>
<li>Hak untuk mengawasi pelaksanaan keputusan (<em>right to watch in implementing of the decision/ meetoezien</em>) kontrol masyarakat.</li>
</ol>
<p>Mungkinkah? Hukum sampai saat ini belum menunjukan sebagai suatu yang mendorong ajegnya suatu perlindungan akan hak. Sepertinya hukum dan hak adalah hal yang paralel. Kesadaran masyarakatnya sendiri yang harus mengambil posisi yang strategis sebagai fondasi <em>civil society</em>. Budaya sebagai sebuah hasil interaksi sosial akan mengambil peran yang sangat strategis dalam upaya mewujudkan kesadaran publik akan pentingnya lingkungan hidup yang sehat dan beradab.</p>
<p>Diskusi publik yang digagas akan mencoba menerobos batasan hukum dan budaya. Dan kemudian akan menjadikan sebuah tawaran yang mungkin akan lebih membumi, termanifestasi dan terintegrasi secara utuh dalam sikap. Untuk hidup dan kehidupan yang lebih baik. Alam yang lebih alami, hidup yang lebih manusiawi lebih hidup…</p>
<p>Berita terkait bisa diakses di halaman berikut:<br />
- <a href="http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=news.detail&amp;id=16569" target="_blank">SIB Kritik Pemerintah</a><br />
- <a href="http://newspaper.pikiran-rakyat.co.id/prprint.php?mib=beritadetail&amp;id=16970" target="_blank">Bandung Sarat Polusi Selama 55 Hari/ Tahun</a><br />
- <a href="http://newspaper.pikiran-rakyat.co.id/prprint.php?mib=beritadetail&amp;id=17363" target="_blank">Mencari Udara Bersih</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2008/peringatan-hari-lingkungan-hidup-sedunia-5-8-juni-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>LIBERTE!</title>
		<link>http://commonroom.info/2008/liberte/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2008/liberte/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 04:39:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Campaign]]></category>
		<category><![CDATA[Images]]></category>
		<category><![CDATA[Graphics]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/liberte.jpg" border="0" alt="Photobucket" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2008/liberte/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dialog Publik dan Malam Seribu Lilin &#124; Solidaritas Independen Bandung untuk Korban Insiden Sabtu Kelabu &#124; Sabtu, 16 Februari 2008</title>
		<link>http://commonroom.info/2008/solidaritas-independen-bandung-untuk-korban-insiden-sabtu-kelabu-aacc-bandung-9-februari-2008/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2008/solidaritas-independen-bandung-untuk-korban-insiden-sabtu-kelabu-aacc-bandung-9-februari-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Feb 2008 11:29:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Campaign]]></category>
		<category><![CDATA[Human Rights]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/2008/solidaritas-independen-bandung-untuk-korban-insiden-sabtu-kelabu-aacc-bandung-9-februari-2008/</guid>
		<description><![CDATA[Undangan terbuka Solidaritas Independen Bandung (SIB)* dalam rangka menyikapi insiden Sabtu Kelabu yang menelan 11 korban nyawa dalam konser launching album kelompok band BESIDE pada tanggal 9 Februari 2008 di gedung Asia Africa Cultural Center (AACC).
Acara ini diharapkan dapat menjadi forum rekonsiliasi yang membangun pemahaman baru akan kultur anak muda di kota Bandung. Selain itu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/UNDERGROUND_BERKABUNG-1.gif" border="0" alt="underground_berkabung" /></p>
<p>Undangan terbuka Solidaritas Independen Bandung (SIB)* dalam rangka menyikapi insiden Sabtu Kelabu yang menelan 11 korban nyawa dalam konser launching album kelompok band BESIDE pada tanggal 9 Februari 2008 di gedung Asia Africa Cultural Center (AACC).</p>
<p>Acara ini diharapkan dapat menjadi forum rekonsiliasi yang membangun pemahaman baru akan kultur anak muda di kota Bandung. Selain itu, acara ini diharapkan dapat menjadi momentum pembelajaran atas insiden yang terjadi.</p>
<p>Kegiatan ini akan melibatkan pihak-pihak terkait, terutama dari unsur komunitas masyarakat, akademisi, pemerintah dan kepolisian, diselingi dengan pertunjukan kesenian oleh komunitas seniman dan musisi Bandung. Selanjutnya acara ini akan dilanjutkan dengan kegiatan tabur bunga dan doa bersama di gedung Asia Africa Cultural Center.</p>
<p><strong>Waktu dan Tempat Kegiatan</strong><br />
Sabtu, 16 Februari 2008<br />
-    Dialog Publik: Gedung Teater Tertutup Dago Tea Huis, pukul 15.00 &#8211; 18.00 WIB<br />
-    Malam Seribu Lilin: Gedung Asia Africa Cultural Center: 19.00 &#8211; 21.00 WIB</p>
<p><strong>Pembicara</strong><br />
1.	Kimung (Ujung Berung Rebels)<br />
2.	Addy Handi (Forgotten/ Ujung Berung Rebels)<br />
3.	dr. Teddy Hidayat<br />
4.	Bapak Tisna Sanjaya<br />
5.	Disbudpar Provinsi Jawa Barat<br />
6.	Kapolda Jawa Barat<br />
7.	Bapak Yesmil Anwar</p>
<p><span style="font-weight: bold;">Penyelenggara</span><br style="font-weight: bold;" />Rumah Cemara<br />
LBH Bandung<br />
Sunda Underground<br />
Ujung Berung Rebels<br />
Common Room Networks Foundation<br />
Solidaritas Independen Bandung (SIB)<br />
Yayasan Adikaka<br />
Rumah Musik Harry Roesly (RMHR)</p>
<p>* <em>Solidaritas Independen Bandung (SIB) adalah forum ad hoc yang diinisiasi oleh beberapa komunitas, pelaku dan individu penggemar musik independen di kota Bandung.</em><br />
** <em>Informasi selengkapnya silahkan hubungi Man (Jasad) di nomor 08156211840 dan Iyo (Ripple/ Pure Saturday)  di nomor 0817221489 </em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2008/solidaritas-independen-bandung-untuk-korban-insiden-sabtu-kelabu-aacc-bandung-9-februari-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pers Rilis Insiden Sabtu Kelabu &#124; Gedung AACC Bandung, 9 Februari 2008</title>
		<link>http://commonroom.info/2008/pers-rilis-insiden-sabtu-kelabu-gedung-aacc-bandung-9-februari-2008/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2008/pers-rilis-insiden-sabtu-kelabu-gedung-aacc-bandung-9-februari-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Feb 2008 10:48:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Campaign]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/2008/pers-rilis-insiden-sabtu-kelabu-gedung-aacc-bandung-9-februari-2008/</guid>
		<description><![CDATA[Kami mewakili Solidaritas Independen Bandung (SIB)*  mengucapkan rasa belasungkawa sedalam-dalamnya atas insiden dalam konser Launching Album kelompok band BESIDE, yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 9 Februari 2008 dan bertempat di gedung Asia Africa Cultural Centre (AACC). Peristiwa yang terjadi dalam musibah tersebut merupakan insiden yang tidak diinginkan dan direncanakan oleh pihak manapun. Mudah-mudahan insiden [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><img src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/condolences.jpg" alt="Photobucket" border="0" /></p>
<p>Kami mewakili Solidaritas Independen Bandung (SIB)*  mengucapkan rasa belasungkawa sedalam-dalamnya atas insiden dalam konser Launching Album kelompok band BESIDE, yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 9 Februari 2008 dan bertempat di gedung Asia Africa Cultural Centre (AACC). Peristiwa yang terjadi dalam musibah tersebut merupakan insiden yang tidak diinginkan dan direncanakan oleh pihak manapun. Mudah-mudahan insiden tersebut merupakan peristiwa yang terakhir kalinya dan dapat kita jadikan sebagai pembelajaran bagi semua pihak. Kami juga mendoakan semoga para korban dapat diterima disisi-Nya dan keluarga korban dapat menghadapi musibah ini dengan lapang dada. Amin</p>
<p>Kami memandang kejadian ini sebagai musibah yang tidak hanya terkait dengan kegiatan komunitas tertentu saja. Musibah tersebut juga bukan hanya merupakan sebuah insiden dalam pertunjukan musik, tetapi juga terkait dengan infrastruktur dan prosedur penyelenggaraan acara yang melibatkan masyarakat luas. Dalam hal ini, insiden tersebut di atas sebaiknya dipandang sebagai tanggung jawab yang harus dipikul oleh banyak pihak, sehingga dapat dipandang sebagai pelajaran yang berharga bagi masyarakat umum maupun pemerintah.</p>
<p>Insiden yang memakan korban jiwa 10 orang tersebut menjadi pekerjaan rumah yang harus kita tanggapi secara objektif. AACC selama ini dikenal sebagai tempat bagi penyelenggaraan konser musik yang mewadahi luapan ekspresi anak muda di kota Bandung. Selama ini sudah banyak kelompok band yang menjadikan AACC sebagai gelanggangnya. Dari keterangan-keterangan yang terhimpun baik dari saksi maupun media, untuk sementara dapat disimpulkan bahwa rata-rata korban meninggal akibat kekurangan oksigen akibat luapan massa yang membludak. Hal ini setidaknya memperlihatkan bahwa energi kreatif yang dimiliki oleh komunitas musisi di kota Bandung sudah tidak dapat ditampung oleh gedung AACC. Oleh karena itu, kota Bandung sudah selayaknya memiliki fasilitas publik yang dapat mengakomodasi energi kreatif yang berkembang di kota ini secara aman.</p>
<p>* <em>Solidaritas Independen Bandung (SIB) adalah forum ad hoc yang diinisiasi oleh beberapa komunitas, pelaku dan individu penggemar musik independen di kota Bandung.  </em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2008/pers-rilis-insiden-sabtu-kelabu-gedung-aacc-bandung-9-februari-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ujungberung Update: …never let your friend fighting alone!</title>
		<link>http://commonroom.info/2008/ujung-berung-update-%e2%80%a6never-let-your-friend-fighting-alone/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2008/ujung-berung-update-%e2%80%a6never-let-your-friend-fighting-alone/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jan 2008 00:19:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Campaign]]></category>
		<category><![CDATA[Ujungberung Update]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/2008/ujung-berung-update-%e2%80%a6never-let-your-friend-fighting-alone/</guid>
		<description><![CDATA[Sore itu akhir tahun 1996. Sore yang cerah. Selesai latihan band di Studio Palapa saya langsung nongkrong dipinggir jalan. Ada Yayat Jasad, Iyang Bangke, Dinan, Ameng, Andris, Bebi, Ivan Scumbag dan beberapa teman yang lainnya. Lagi asik ngobrol ngalor ngidul, sebuah angkot berhenti tepat di depan kami. Andri Kadal  turun bersama seseorang yang tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/mbie_web.jpg" alt="mbie" border="0" /></p>
<p>Sore itu akhir tahun 1996. Sore yang cerah. Selesai latihan band di Studio Palapa saya langsung nongkrong dipinggir jalan. Ada Yayat Jasad, Iyang Bangke, Dinan, Ameng, Andris, Bebi, Ivan Scumbag dan beberapa teman yang lainnya. Lagi asik ngobrol ngalor ngidul, sebuah angkot berhenti tepat di depan kami. Andri Kadal  turun bersama seseorang yang tidak kami kenal. Menyapa kami semua lalu ikutan nongkrong. Berbagi miras dan rokok. Temannya hanya diam memperhatikan kami. Hanya merokok sambil sesekali tersenyum ketika diantara kami saling melemparkan banyolan.</p>
<p>“<em>Oh enya sori…kenalkeun ieu babaturan urang di komplek</em>”, Andri Kadal baru tersadar saking mabuknya. Teman Andri Kadal bangkit dari jongkok lalu dia menyalami kami satu persatu. “<em>Mbie!</em>”, tangan kanannya erat menjabat tangan saya. Sekilas saya melihat tato motif tribal dipergelangan tangannya. Mirip tato Max Cavalera vokalis Sepultura. Setelah itu dia jongkok di pinggir saya. “<em>Rokok &#8216;a ?&#8221;</em>, Mbie menawari saya rokok. Menyodorkan bungkus garfitnya yang tinggal satu batang. “<em>Oh nuhun, aya!</em>”, jawab saya sambil mengacungkan rokok yang masih menyala. Setelah itu dia kembali terdiam. Asik memperhatikan kami yang tertawa-tawa membahas berbagai hal. Hingga malam menjelang dan jumlah botol kosong di depan kami makin bertambah banyak.</p>
<p>Itulah awal saya kenal dengan Mbie. Seorang remaja tanggung dengan dandanan lusuh. Dia mengaku baru saja kabur dari sebuah pesantren di jawa timur. Berbekal baju yang melekat dibadan dan beberapa lembar rupiah disaku celananya dia memutuskan untuk cabut dari rumah. Atas jasa baik Yayat Jasad akhirnya Mbie ditampung di studio Palapa. Dari situlah awal Mbie tertarik dengan gitar. Oleh Yayat Jasad Mbie diajari beberapa tehnik dasar bermain gitar metal. Istilahnya grip gantung. Mbie juga serius belajar tentang teknik sound gitar.</p>
<p>Pada saat itu hampir semua band Ujungberung memakai jasa Mbie sebagai teknisi gitar. Disamping sebagai mata pencaharian menjadi teknisi gitar adalah ajang mencari ilmu. Tak segan Mbie menghabiskan waktu berhari-hari di rumah Ferli Jasad atau Toteng Forgotten. Dengan tekun Mbie mempelajari setiap tehnik baru yang didapatkan dari mereka. Sementara usaha sampingannya yang lain adalah berjualan merchandise dan produk rekaman band Ujungberung. Bersama saya Mbie kerap menghabiskan waktu berkeliling ke setiap tongkrongan di Bandung. Berdagang t-shirt, kaset, fanzine dan foto-foto band. Hingga malam menjelang dan kami kembali terdampar dijalan berbagi selimut kain spanduk.</p>
<p>Tahun 1998 akhirnya Mbie berhasil membuat band. Personilnya adalah Andi (vokal), Awan (gitar), Mbie (gitar), Rusli (drum) dan Dase (bass). Band pertama Mbie adalah Impure. Band death metal yang banyak terinspirasi dari Napalm Death, Malevolent Creation dan Suffocation. Bersama Impure Mbie banyak menimba pengalaman manggung. Suka duka bermain band kami lewati dengan sepenuh hati. Dalam keseharian itu saya makin kenal dengan sosok Mbie. Mbie yang sangat obsesif dan selalu mempunyai semangat yang menyala-nyala. Disisi lain Mbie adalah sosok yang sangat setia kawan dan mengerti betul makna dan arti sebuah pertemanan. Namun karir bermain band Mbie bersama Impure hanya berjalan beberapa tahun.</p>
<p>Selepas membubarkan band-nya, Mbie bergabung bersama Jeruji. Posisinya sebagai gitaris mendampingi Useng. Hingga akhirnya posisi Mbie beralih menjadi basist selepas Jeruji ditinggal basistnya. Bersama Jeruji, Mbie makin malang melintang di dunia musik underground. Bagi komunitas Ujungberung Rebels, Mbie adalah salah satu aset yang berharga. Atas jasa Mbie pagelaran Bandung Berisik 3 dapat digelar dengan sukses. Begitu juga dengan semua kegiatan dan rencana kerja Ujungberung rebels. Mbie selalu ikut serta dan memberikan kontribusi yang sangat besar. Pengaruh Mbie pada musikalitas Jeruji juga membawa dampak yang besar. Pasca Mbie masuk komposisi lagu-lagu Jeruji makin bertambah sangar. Bisa disimak pada album “Jeruji” dimana hampir semua komposisi lagu yang terdapat dalam album tersebut adalah garapan Mbie. Boleh dibilang pada album tersebut adalah idealisme-nya Mbie.</p>
<p>Keputusan Mbie masuk Jeruji sama mengagetkannya ketika dia memutuskan untuk keluar dari Jeruji. Semua orang berpendapat Mbie hengkang dari Jeruji dikarenakan kesibukan dia mengurus lahan bisnisnya. Ada juga yang menyatakan bahwa dia terlibat konflik dengan Themfuck dan personil lainnya. Saya melihatnya berbeda. Semua terlepas dari semua hal itu. Nampaknya Mbie sedang mempersiapkan sesuatu yang besar yang berhubungan dengan karir bermusiknya. Sama halnya ketika dia memutuskan untuk membubarkan band-nya dan masuk Jeruji yang secara teknis sangat jauh berbeda karakter dengan band Impure. Pribadi Mbie memang selalu penuh dengan kejutan.</p>
<p>Namun semua rencana besarnya harus tertunda ditengah jalan. Tanggal 1 Desember 2007, pukul 1 malam, Mbie ditemukan terkapar disekitar pelataran pinggir jalan Merdeka dalam kondisi mengenaskan. Kepalanya terluka parah hingga membuatnya koma selama hampir tiga minggu diruangan ICU. Pasca operasi besar dikepala untuk mengangkat serpihan tulang tengkoraknya, Mbie mengalami trauma hebat dikepalanya. Memori dalam otak Mbie terganggu sehingga mempengaruhi kinerja sensor motorik yang berhubungan dengan kordinasi gerakan anggota badannya.</p>
<p>Namun Mbie pantang menyerah. Seperti juga Indah istrinya yang selalu setia mendampingi Mbie. Seperti apapun kondisi Mbie dengan sabar Indah memberi motivasi dan harapan. Indah sangat mengerti dengan semua cita-cita Mbie. Indah juga sangat mengerti tentang makna pengorbanan dan kesetiaan. Seperti juga Mbie yang tidak pernah mengecewakan teman-temannya. Mbie yang selalu ada ketika kita membutuhkan pertolongan. Mbie yang rela berkorban demi semua impian dan harapan teman-temannya.</p>
<p>Kita semua mengenal Mbie dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Kita juga telah sama-sama mengerti tentang makna kesetiaan dan pengorbanan. Pemulihan Mbie pasca operasi membutuhkan biaya dan waktu yang tidak sedikit. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk untuk berbagi dan memberi. Sebagai “teman”…jangan biarkan Mbie berjuang sendirian! (Addy Gembel)</p>
<p><em>** Bagi teman-teman yang ingin ikut menyumbang untuk proses penyembuhan Mbie, silahkan mengirimkan bantuan ke nomer rekening BCA No. 3461732745, </em><em>atas sama Indah P.D</em><em>.</em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2008/ujung-berung-update-%e2%80%a6never-let-your-friend-fighting-alone/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
