Tagged: Campaign RSS

  • blauloretta 9:22 am on June 8, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , Campaign, ,   

    Analitik Menggelitik Penanggulangan HIV/AIDS dan Napza di Indonesia | Oleh Ginan Koesmayadi (Rumah Cemara)* 

    Rumah Cemara,For Life,Babakan Asih,Common Room

    Sampai dengan 30 Juni 2009, laporan kasus HIV dan AIDS di Indonesia yang diterima oleh Ditjen PP & PL Departemen Kesehatan RI ada sekitar 17.699 kasus. Semuanya tersebar di sekitar 32 provinsi dan 300 Kabupaten/ Kota. Sementara itu, berdasarkan informasi yang juga dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan RI, pengguna napza suntik yang rentan terhadap HIV/AIDS terestimasi sebanyak 190.000 – 247.000 orang. Sebagai perbandingan, estimasi yang dikeluarkan oleh UNAIDS untuk kasus HIV/AIDS ada sekitar 270.000 kasus, dengan proyeksi estimasi pada tahun 2014 sebanyak 501.400 kasus. Terkait dengan hal ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) memproyeksikan estimasi pengguna Napza pada tahun 2009 adalah 1,9 % dari jumlah penduduk Indonesia atau sama dengan 4.750.000 orang.

    Meskipun pemerintah dan berbagai kelompok masyarakat telah melakukan berbagai langkah untuk mengatasi permasalahan Narkoba dan HIV/AIDS, namun sampai saat ini tampaknya inisiatif yang ada baru sampai pada tahap seremonial yang minim atensi yang maksimal. Kebanyakan program intervensi penanggulangan Narkoba dan HIV/AIDS masih berdasarkan pada pendekatan praktis dan pragmatis dalam menyelesaikan masalahnya. Apabila kita analisa lebih mendalam dengan menggunakan beberapa paradigma dan perspektif dari bermacam sudut pandang keilmuan, solusi bagi masalah Narkoba dan HIV/AIDS memerlukan beberapa tahapan intervensi yang dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan.

    (More …)

     
  • Idharrez 10:17 am on February 22, 2010 Permalink | Reply
    Tags: Campaign, ,   

    Melawan Lupa: Mengenang 2 Tahun Insiden AACC | Common Room | 17 Februari 2010 

    Kejadian Sabtu Kelabu yang terjadi pada tahun 2008 yang telah lalu masih membekas di benak orang-orang yang hadir dalam malam peringatan dua tahun Tragedi AACC. Insiden ini merupakan malam yang tidak akan dilupakan oleh sebagian orang, sehingga dirasa penting untuk berefleksi dan mengenang kejadiannya, selain mengenang momen kebersamaan, serta mengambil hikmah dari kejadian itu. Melawan Lupa, adalah momen krusial dan tagline penting dalam peringatan tahun ini. Berbeda dengan acara peringatan tahun lalu, agenda yang dilakukan tahun ini adalah mengaji dan berdoa untuk para korban dengan cara yang lebih sederhana. Malam peringatan pun dihadiri keluarga korban sebagai bentuk penghargaan kepada para korban yang telah menjadi bagian dari komunitas anak muda yang terlibat di dalam insiden ini.

    Satu yang perlu disadari bahwa, insiden AACC bukanlah kesalahan satu pihak, namun kesalahan berbagai elemen terkait. Entah itu mulai dari pihak penyelenggara acara, penonton, pengelola gedung, polisi, pemerintah, media massa, hingga masyarakat. Banyak pihak yang sebetulnya berperan dalam insiden ini. Momen penting malam peringatan dua tahun tersebut merupakan pembelajaran untuk berbuat lebih nyata, mengambil hikmahnya, bersatu padu, dan menjadikan hari esok lebih baik dari hari ini. Dan kejadian malam tersebut, merupakan pelajaran untuk masa depan yang lebih baik, jika kita mampu menyikapinya dengan bijak. Selesai berdoa, acara ditutup dengan makan tumpeng bersama dan melanjutkannya dengan menabur bunga di pelataran Gedung AACC. (yk)

     
  • blauloretta 7:36 am on September 21, 2008 Permalink | Reply
    Tags: Campaign   

    Surili, Endangered Species in West Java, Indonesia 

    Western Javan Surili (Presbytis comata comata) a.k.a Grizzled Leaf Monkey is the endemic monkey of West Java that are currently listed on the IUCN red list of endangered species because of habitat loss due to human activity. They are smart, agile, have a great sense of humour and likes to gather arround. They represent freedom, and, more or less the character of the people here in Bandung.

    (From: http://helarfest.com/)

     
  • blauloretta 9:30 am on September 2, 2008 Permalink | Reply
    Tags: Campaign   

    Klarifikasi Pemberhentian Acara Bandung Youth Park Festival 2008 

    Terimakasih sekaligus maaf buat teman-teman yang telah datang ke acara Bandung Youth Park Festival 2008. Mudah-mudahan tulisan ini bisa menjadi klarifikasi buat teman-teman yang lain. Pertama-tama saya selaku perwakilan panitia Helar Festival 2008 menyampaikan permohonan maaf setinggi-tingginya kepada semua teman-teman terkait dengan penghentian kegiatan Bandung Youth Park Fest 2008 pada tanggal 30 Agustus 2008 karena situasi di lapangan yang dianggap tidak kondusif.

    Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Helar Festival 2008, keputusan untuk menghentikan kegiatan Bandung Youth Park Festival 2008 terus terang merupakan keputusan yang sangat berat bagi panitia. Saya yang kebetulan terlibat sejak awal sangat mengerti kalau hal ini juga melahirkan kekecewaan diantara teman-teman yang hadir pada saat itu, mengingat sejak acara ini dimulai pertunjukan berjalan lancar dan tidak ada insiden yang berarti selama kegiatan berlangsung.

    Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Helar Festival 2008, persiapan dan pelaksanaan kegiatan Bandung Youth Park Festival 2008 dapat dikatakan berjalan lancar di tengah-tengah segala keterbatasan yang dimiliki oleh panitia. Salut kepada para penonton yang telah mendukung acara sehingga kegiatan ini bisa berjalan lancar dan berjalan tanpa insiden walaupun acara harus dihentikan sebelum selesai. Untuk itu sekali lagi saya harus menyampaikan permohonan maaf yang setinggi-tingginya apabila keputusan yang diambil oleh panitia dianggap mengecewakan teman-teman.

    Untuk pengembalian tiket yang sudah terlanjur dibeli, panitia Bandung Youthpark Festival 2008 menyatakan kalau tiket yang belum disobek dapat ditukar kembali di Common Room, Jl. Kyai Gede Utama No. 8, sejak tanggal 3 – 7 September 2008, mulai pukul 10.00 s/d 17.00 WIB. Atas pengertiannya saya ucapkan terimakasih.

    Salam,
    Gustaff H. Iskandar
    (Koordinator Program Helar Festival 2008)

     
    • kimun666 5:22 am on September 3, 2008 Permalink

      hajar terus jalanan!!!!

  • blauloretta 12:05 pm on June 3, 2008 Permalink | Reply
    Tags: Campaign   

    Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia | Community Gathering | Diskusi | Parade | Botram | 5 & 8 Juni 2008 

    Photobucket

    (Mimpi) Hak Atas Lingkungan Hidup Yang Sehat

    Hak atas lingkungan tidak diatur secara aksplisit dalam Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia (DUHAM). Namun, gerakan lingkungan hidup (environmental movement) belum sepenuhnya efektif dalam mencoba mendorong ekplisitas hukum sebagai hak dasar. Meski cukup banyak pengaturan lainnya menyangkut hak atas lingkungan dalam hukum internasional seperti yang tersebut di atas, hak atas lingkungan sebagai hak asasi manusia barulah mendapat pengakuan dalam bentuk kesimpulan oleh sidang Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia pada bulan April 2001 bahwa “Setiap orang memiliki hak hidup di dunia yang bebas dari polusi bahan-bahan beracun dan degradasi lingkungan hidup”.

    Bagi Indonesia, pembangunan nasional yang diselenggarakan adalah mengikuti pola pembangunan yang berkelanjutan yang diakomodasi dalam Undang-undang Dasar 1945 pasal 33 ayat (3). Ketentuan tersebut memberikan dasar hukum bagi penyelenggaraan pengelolaan lingkungan hidup yang bertujuan melestarikan kemampuan lingkungan hidup agar dapat tetap menunjang kesejahteraan dan mutu hidup generasi lingkungan hidup.

    Generasi lingkungan hidup akan terwujud ketika peran serta atau partisipasi masyarakat merupakan bagian yang lekat dalam proses politik, kebudayaan dan demokrasi. Salah satu prasyarat utama dalam mewujudkan partisipasi itu adalah adanya keterbukaan dan transparansi. Beberapa hal yang memungkinkan keterbukaan (openness) terjadi adalah:

    1. Hak untuk mengetahui (right to know/ meeweten) secara utuh, benar dan akurat.
    2. Hak untuk memikirkan (right to think/ meedenken); terlibat dalam pemikiran, pengkajian dan penelitian tentang apa yang sikap yang baik dalam pengelolaan lingkungan hidup.
    3. Hak untuk menyatakan pendapat (right to speech/ meespreken)
    4. Hak untuk mempengaruhi pengambilan keputusan (right to participate in decision making process/ meebeslissen)
    5. Hak untuk mengawasi pelaksanaan keputusan (right to watch in implementing of the decision/ meetoezien) kontrol masyarakat.

    Mungkinkah? Hukum sampai saat ini belum menunjukan sebagai suatu yang mendorong ajegnya suatu perlindungan akan hak. Sepertinya hukum dan hak adalah hal yang paralel. Kesadaran masyarakatnya sendiri yang harus mengambil posisi yang strategis sebagai fondasi civil society. Budaya sebagai sebuah hasil interaksi sosial akan mengambil peran yang sangat strategis dalam upaya mewujudkan kesadaran publik akan pentingnya lingkungan hidup yang sehat dan beradab.

    Diskusi publik yang digagas akan mencoba menerobos batasan hukum dan budaya. Dan kemudian akan menjadikan sebuah tawaran yang mungkin akan lebih membumi, termanifestasi dan terintegrasi secara utuh dalam sikap. Untuk hidup dan kehidupan yang lebih baik. Alam yang lebih alami, hidup yang lebih manusiawi lebih hidup…

    Berita terkait bisa diakses di halaman berikut:
    - SIB Kritik Pemerintah
    - Bandung Sarat Polusi Selama 55 Hari/ Tahun
    - Mencari Udara Bersih

     
  • blauloretta 4:39 am on April 23, 2008 Permalink | Reply
    Tags: Campaign,   

    LIBERTE! 

    Photobucket

     
    • kimun666 9:14 am on February 7, 2009 Permalink

      naon ieu??? absurd hehehehe…

    • blauloretta 1:07 pm on February 25, 2009 Permalink

      Pokonamah bebaskeun weh!!!

  • blauloretta 11:29 am on February 15, 2008 Permalink | Reply
    Tags: Campaign,   

    Dialog Publik dan Malam Seribu Lilin | Solidaritas Independen Bandung untuk Korban Insiden Sabtu Kelabu | Sabtu, 16 Februari 2008 

    underground_berkabung

    Undangan terbuka Solidaritas Independen Bandung (SIB)* dalam rangka menyikapi insiden Sabtu Kelabu yang menelan 11 korban nyawa dalam konser launching album kelompok band BESIDE pada tanggal 9 Februari 2008 di gedung Asia Africa Cultural Center (AACC).

    Acara ini diharapkan dapat menjadi forum rekonsiliasi yang membangun pemahaman baru akan kultur anak muda di kota Bandung. Selain itu, acara ini diharapkan dapat menjadi momentum pembelajaran atas insiden yang terjadi.

    Kegiatan ini akan melibatkan pihak-pihak terkait, terutama dari unsur komunitas masyarakat, akademisi, pemerintah dan kepolisian, diselingi dengan pertunjukan kesenian oleh komunitas seniman dan musisi Bandung. Selanjutnya acara ini akan dilanjutkan dengan kegiatan tabur bunga dan doa bersama di gedung Asia Africa Cultural Center.

    Waktu dan Tempat Kegiatan
    Sabtu, 16 Februari 2008
    - Dialog Publik: Gedung Teater Tertutup Dago Tea Huis, pukul 15.00 – 18.00 WIB
    - Malam Seribu Lilin: Gedung Asia Africa Cultural Center: 19.00 – 21.00 WIB

    Pembicara
    1. Kimung (Ujung Berung Rebels)
    2. Addy Handi (Forgotten/ Ujung Berung Rebels)
    3. dr. Teddy Hidayat
    4. Bapak Tisna Sanjaya
    5. Disbudpar Provinsi Jawa Barat
    6. Kapolda Jawa Barat
    7. Bapak Yesmil Anwar

    Penyelenggara
    Rumah Cemara
    LBH Bandung
    Sunda Underground
    Ujung Berung Rebels
    Common Room Networks Foundation
    Solidaritas Independen Bandung (SIB)
    Yayasan Adikaka
    Rumah Musik Harry Roesly (RMHR)

    * Solidaritas Independen Bandung (SIB) adalah forum ad hoc yang diinisiasi oleh beberapa komunitas, pelaku dan individu penggemar musik independen di kota Bandung.
    ** Informasi selengkapnya silahkan hubungi Man (Jasad) di nomor 08156211840 dan Iyo (Ripple/ Pure Saturday) di nomor 0817221489

     
  • blauloretta 10:48 am on February 11, 2008 Permalink | Reply
    Tags: Campaign   

    Pers Rilis Insiden Sabtu Kelabu | Gedung AACC Bandung, 9 Februari 2008 

    Photobucket

    Kami mewakili Solidaritas Independen Bandung (SIB)* mengucapkan rasa belasungkawa sedalam-dalamnya atas insiden dalam konser Launching Album kelompok band BESIDE, yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 9 Februari 2008 dan bertempat di gedung Asia Africa Cultural Centre (AACC). Peristiwa yang terjadi dalam musibah tersebut merupakan insiden yang tidak diinginkan dan direncanakan oleh pihak manapun. Mudah-mudahan insiden tersebut merupakan peristiwa yang terakhir kalinya dan dapat kita jadikan sebagai pembelajaran bagi semua pihak. Kami juga mendoakan semoga para korban dapat diterima disisi-Nya dan keluarga korban dapat menghadapi musibah ini dengan lapang dada. Amin

    Kami memandang kejadian ini sebagai musibah yang tidak hanya terkait dengan kegiatan komunitas tertentu saja. Musibah tersebut juga bukan hanya merupakan sebuah insiden dalam pertunjukan musik, tetapi juga terkait dengan infrastruktur dan prosedur penyelenggaraan acara yang melibatkan masyarakat luas. Dalam hal ini, insiden tersebut di atas sebaiknya dipandang sebagai tanggung jawab yang harus dipikul oleh banyak pihak, sehingga dapat dipandang sebagai pelajaran yang berharga bagi masyarakat umum maupun pemerintah.

    Insiden yang memakan korban jiwa 10 orang tersebut menjadi pekerjaan rumah yang harus kita tanggapi secara objektif. AACC selama ini dikenal sebagai tempat bagi penyelenggaraan konser musik yang mewadahi luapan ekspresi anak muda di kota Bandung. Selama ini sudah banyak kelompok band yang menjadikan AACC sebagai gelanggangnya. Dari keterangan-keterangan yang terhimpun baik dari saksi maupun media, untuk sementara dapat disimpulkan bahwa rata-rata korban meninggal akibat kekurangan oksigen akibat luapan massa yang membludak. Hal ini setidaknya memperlihatkan bahwa energi kreatif yang dimiliki oleh komunitas musisi di kota Bandung sudah tidak dapat ditampung oleh gedung AACC. Oleh karena itu, kota Bandung sudah selayaknya memiliki fasilitas publik yang dapat mengakomodasi energi kreatif yang berkembang di kota ini secara aman.

    * Solidaritas Independen Bandung (SIB) adalah forum ad hoc yang diinisiasi oleh beberapa komunitas, pelaku dan individu penggemar musik independen di kota Bandung.

     
  • blauloretta 12:19 am on January 13, 2008 Permalink | Reply
    Tags: , Campaign,   

    Ujungberung Update: …never let your friend fighting alone! 

    mbie

    Sore itu akhir tahun 1996. Sore yang cerah. Selesai latihan band di Studio Palapa saya langsung nongkrong dipinggir jalan. Ada Yayat Jasad, Iyang Bangke, Dinan, Ameng, Andris, Bebi, Ivan Scumbag dan beberapa teman yang lainnya. Lagi asik ngobrol ngalor ngidul, sebuah angkot berhenti tepat di depan kami. Andri Kadal turun bersama seseorang yang tidak kami kenal. Menyapa kami semua lalu ikutan nongkrong. Berbagi miras dan rokok. Temannya hanya diam memperhatikan kami. Hanya merokok sambil sesekali tersenyum ketika diantara kami saling melemparkan banyolan.

    Oh enya sori…kenalkeun ieu babaturan urang di komplek”, Andri Kadal baru tersadar saking mabuknya. Teman Andri Kadal bangkit dari jongkok lalu dia menyalami kami satu persatu. “Mbie!”, tangan kanannya erat menjabat tangan saya. Sekilas saya melihat tato motif tribal dipergelangan tangannya. Mirip tato Max Cavalera vokalis Sepultura. Setelah itu dia jongkok di pinggir saya. “Rokok ‘a ?”, Mbie menawari saya rokok. Menyodorkan bungkus garfitnya yang tinggal satu batang. “Oh nuhun, aya!”, jawab saya sambil mengacungkan rokok yang masih menyala. Setelah itu dia kembali terdiam. Asik memperhatikan kami yang tertawa-tawa membahas berbagai hal. Hingga malam menjelang dan jumlah botol kosong di depan kami makin bertambah banyak.

    Itulah awal saya kenal dengan Mbie. Seorang remaja tanggung dengan dandanan lusuh. Dia mengaku baru saja kabur dari sebuah pesantren di jawa timur. Berbekal baju yang melekat dibadan dan beberapa lembar rupiah disaku celananya dia memutuskan untuk cabut dari rumah. Atas jasa baik Yayat Jasad akhirnya Mbie ditampung di studio Palapa. Dari situlah awal Mbie tertarik dengan gitar. Oleh Yayat Jasad Mbie diajari beberapa tehnik dasar bermain gitar metal. Istilahnya grip gantung. Mbie juga serius belajar tentang teknik sound gitar.

    Pada saat itu hampir semua band Ujungberung memakai jasa Mbie sebagai teknisi gitar. Disamping sebagai mata pencaharian menjadi teknisi gitar adalah ajang mencari ilmu. Tak segan Mbie menghabiskan waktu berhari-hari di rumah Ferli Jasad atau Toteng Forgotten. Dengan tekun Mbie mempelajari setiap tehnik baru yang didapatkan dari mereka. Sementara usaha sampingannya yang lain adalah berjualan merchandise dan produk rekaman band Ujungberung. Bersama saya Mbie kerap menghabiskan waktu berkeliling ke setiap tongkrongan di Bandung. Berdagang t-shirt, kaset, fanzine dan foto-foto band. Hingga malam menjelang dan kami kembali terdampar dijalan berbagi selimut kain spanduk.

    Tahun 1998 akhirnya Mbie berhasil membuat band. Personilnya adalah Andi (vokal), Awan (gitar), Mbie (gitar), Rusli (drum) dan Dase (bass). Band pertama Mbie adalah Impure. Band death metal yang banyak terinspirasi dari Napalm Death, Malevolent Creation dan Suffocation. Bersama Impure Mbie banyak menimba pengalaman manggung. Suka duka bermain band kami lewati dengan sepenuh hati. Dalam keseharian itu saya makin kenal dengan sosok Mbie. Mbie yang sangat obsesif dan selalu mempunyai semangat yang menyala-nyala. Disisi lain Mbie adalah sosok yang sangat setia kawan dan mengerti betul makna dan arti sebuah pertemanan. Namun karir bermain band Mbie bersama Impure hanya berjalan beberapa tahun.

    Selepas membubarkan band-nya, Mbie bergabung bersama Jeruji. Posisinya sebagai gitaris mendampingi Useng. Hingga akhirnya posisi Mbie beralih menjadi basist selepas Jeruji ditinggal basistnya. Bersama Jeruji, Mbie makin malang melintang di dunia musik underground. Bagi komunitas Ujungberung Rebels, Mbie adalah salah satu aset yang berharga. Atas jasa Mbie pagelaran Bandung Berisik 3 dapat digelar dengan sukses. Begitu juga dengan semua kegiatan dan rencana kerja Ujungberung rebels. Mbie selalu ikut serta dan memberikan kontribusi yang sangat besar. Pengaruh Mbie pada musikalitas Jeruji juga membawa dampak yang besar. Pasca Mbie masuk komposisi lagu-lagu Jeruji makin bertambah sangar. Bisa disimak pada album “Jeruji” dimana hampir semua komposisi lagu yang terdapat dalam album tersebut adalah garapan Mbie. Boleh dibilang pada album tersebut adalah idealisme-nya Mbie.

    Keputusan Mbie masuk Jeruji sama mengagetkannya ketika dia memutuskan untuk keluar dari Jeruji. Semua orang berpendapat Mbie hengkang dari Jeruji dikarenakan kesibukan dia mengurus lahan bisnisnya. Ada juga yang menyatakan bahwa dia terlibat konflik dengan Themfuck dan personil lainnya. Saya melihatnya berbeda. Semua terlepas dari semua hal itu. Nampaknya Mbie sedang mempersiapkan sesuatu yang besar yang berhubungan dengan karir bermusiknya. Sama halnya ketika dia memutuskan untuk membubarkan band-nya dan masuk Jeruji yang secara teknis sangat jauh berbeda karakter dengan band Impure. Pribadi Mbie memang selalu penuh dengan kejutan.

    Namun semua rencana besarnya harus tertunda ditengah jalan. Tanggal 1 Desember 2007, pukul 1 malam, Mbie ditemukan terkapar disekitar pelataran pinggir jalan Merdeka dalam kondisi mengenaskan. Kepalanya terluka parah hingga membuatnya koma selama hampir tiga minggu diruangan ICU. Pasca operasi besar dikepala untuk mengangkat serpihan tulang tengkoraknya, Mbie mengalami trauma hebat dikepalanya. Memori dalam otak Mbie terganggu sehingga mempengaruhi kinerja sensor motorik yang berhubungan dengan kordinasi gerakan anggota badannya.

    Namun Mbie pantang menyerah. Seperti juga Indah istrinya yang selalu setia mendampingi Mbie. Seperti apapun kondisi Mbie dengan sabar Indah memberi motivasi dan harapan. Indah sangat mengerti dengan semua cita-cita Mbie. Indah juga sangat mengerti tentang makna pengorbanan dan kesetiaan. Seperti juga Mbie yang tidak pernah mengecewakan teman-temannya. Mbie yang selalu ada ketika kita membutuhkan pertolongan. Mbie yang rela berkorban demi semua impian dan harapan teman-temannya.

    Kita semua mengenal Mbie dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Kita juga telah sama-sama mengerti tentang makna kesetiaan dan pengorbanan. Pemulihan Mbie pasca operasi membutuhkan biaya dan waktu yang tidak sedikit. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk untuk berbagi dan memberi. Sebagai “teman”…jangan biarkan Mbie berjuang sendirian! (Addy Gembel)

    ** Bagi teman-teman yang ingin ikut menyumbang untuk proses penyembuhan Mbie, silahkan mengirimkan bantuan ke nomer rekening BCA No. 3461732745, atas sama Indah P.D.

     
    • kimun666 5:01 am on January 13, 2008 Permalink

      koreksi…nu nulisna lain kimung tapi addy gembel…si eta pohoeun nuliskeun penulis hehehehehe….

    • kimun666 5:06 am on January 13, 2008 Permalink

      kl saya ketemu mbie pertama kali di tirtawening. dia masih sd dan baru belajar gitar. tp dia sudah jago! dia kalo ga salah belajar dari arken, salah satu musisi muda paling berbakat di cilengkrang. saat itu dia udah bisa mainin sweet child o mine t baik! kami biasanya nongkrong di tanjakan deket rumah aming. saya juga kenal mbie dari andry kadal.
      sy belum terlalu deket sama mbie waktu itu. sy salut sama bakat musik dia. kami dekat pas mbie sering nongkrong di ujungberung, studio palapa, dan jalanan.
      satu yg selalu saya ingat…setiap puasa hari terakhir…pas menjelang takbiran…langit di barat selalau berwarna jingga…ketika semua orang berkumpul dengan keluarga dan ujungberung sangat sepi…tinggal saya, mbie dan addy gembel yg menikmati saat2 terakhir ramadhan itu…

      AYO BANTU MBIE!!!!!!

    • blauloretta 4:16 am on January 17, 2008 Permalink

      Sip..geus di koreksi ku urang…

  • blauloretta 1:31 pm on November 21, 2007 Permalink | Reply
    Tags: Campaign   

    Hang The Middlemen* 

    Hang The Middleman

     
    • kimun666 9:30 am on February 7, 2009 Permalink

      hail, hail!!!!

c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel