Tagged: Books RSS

  • blauloretta 8:18 am on April 16, 2011 Permalink | Reply
    Tags: Books, , ,   

    BEDAH BUKU JAKARTABEAT: Jurnalisme Musik dan Media Kritik Sosial | Radiologia Live Streaming Archive 

    More video streaming archive visit this link.

     
  • blauloretta 5:00 am on April 14, 2011 Permalink | Reply
    Tags: Books, ,   

    BEDAH BUKU JAKARTABEAT: Jurnalisme Musik dan Media Kritik Sosial 

    Waktu : 16 April 2011, pukul 13.30 – 16.00 WIB
    Tempat : Common Room, Jl. Kyai Gede Utama No. 8, Bandung

    “Like This: Kumpulan Tulisan Pilihan Jakartabeat 2009-2010”, memuat sekitar 50 esai pilihan yang selama ini hadir di website http://www.jakartabeat.net. Situs ini diluncurkan pada Januari 2009 dan dimaksudkan untuk menjadi media dengan tulisan mengenai musik, buku, film, politik, serta esai-esai humaniora. Jakartabeat bermula dari sebuah blog tentang kisah-kisah perburuan piringan hitam (http://berburuvinyl.wordpress.com) yang berjalan sejak tahun 2008.

    Bedah buku ini akan membahas persoalan jurnalisme musik dan relevansinya sebagai media kritik sosial. Sebagai salah satu media yang peduli akan perkembangan jurnalisme musik di Indonesia, Jakartabeat sangat peduli tentang hubungan yang relevan dan signifikan dengan konteks sosial masyarakat. Para kontributor dalam antologi buku ini antara lain adalah Ucok Homicide, Arian 13, Philips Vermonte, Nova Riyanti Yusuf, Roby Muhammad, M. Taufiqurrahman, Harlan Boer, Dewi Lestari, Laksmi Pamuntjak, Ulil Abshar Abdalla dan masih banyak lagi.

    Pembicara: M. Taufiqurrahman (Jakartabeat) & Herry “Ucok Homicide” Sutresna (eks-Homicide & kontributor Jakartabeat) | Moderator: Idhar Resmadi (Common Room) | Hiburan oleh: Antruefunk

     
  • blauloretta 6:03 am on January 22, 2008 Permalink | Reply
    Tags: , Books, , ,   

    Review Acara Bedah Buku Myself: Scumbag, Beyond Life and Death | Selasar Sunaryo Artspace | 19 Januari 2008 

    Burgerkill

    Setelah tertunda selama kurang lebih satu bulan, akhirnya acara bedah buku ‘Myself: Scumbag, Beyond Life and Death’ jadi diselenggarakan di Selasar Sunaryo Artspace pada tanggal 19 Januari 2008. Sesuai rencana semula, acara ini menghadirkan beberapa pembicara dari berbagai kalangan, yang terdiri dari dr. Teddy Hidayat, SpKJ (Psikiater), Drs. Reiza D. Dienaputra, M.Hum (Ahli sejarah), Prof. Dr. Ignatius Bambang Sugiharto (Filsuf), Andy Fadly (Musisi) dan Kimung (Penulis buku Myself: Scumbag, Beyond Life and Death). Selain itu, acara ini juga menampilkan pertunjukan musik akustik dari Burgerkill yang malam itu memainkan musik mereka dalam format akustik.

    Diantara para penggemar mereka, Burgerkill dikenal sebagai band cadas asal Ujungberung yang didirikan oleh Eben, Kimung, Ivan Scumbag (alm.) dan Toto pada tahun 1995. Sementara itu, buku ‘Myself: Scumbag, Beyond Life and Death’ merupakan biografi kehidupan Ivan Scumbag, vokalis Burgerkill yang meninggal karena penyakit radang selaput otak pada tahun 2006. Saat ini posisi Ivan digantikan oleh Vicki yang sebelumnya pernah bergabung dengan Balcony dan Heaven Fall. Selain dihadiri oleh kerabat dan teman-teman dekat Ivan, acara ini juga dihadiri oleh ratusan Begundal/ BHC yang merupakan fans setia dari kelompok Burgerkill. Dimulai pada pukul 19.30, acara dibuka oleh Burgerkill yang membawakan lagu Angkuh (Beyond Coma and Despair, Revolt! Records, 2006) yang berhasil menghangatkan suasana malam yang cerah di amphitheater Selasar Sunaryo Artspace.

    Acara dilanjutkan dengan paparan dari dr. Teddy Hidayat yang memberikan pandangan tentang kondisi psikologis Ivan berdasarkan informasi yang ia dapatkan dari buku yang ditulis oleh Kimung. Dokter Teddy menjelaskan secara panjang lebar bagaimana selama mengembangkan karirnya sebagai musisi, Ivan mengalami tekanan batin yang sangat mendalam. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Kimung yang merupakan sahabat dekat dari Ivan Scumbag. Seperti yang diungkapkan oleh Kimung dan Dokter Teddy, tekanan psikologis yang dialami oleh Ivan terutama karena pertentangan nilai-nilai yang ditanamkan oleh keluarga dengan situasi lingkungan yang beresiko tinggi dalam penggunaan obat-obatan dan zat psikotropika, seperti misalnya kebiasaan dalam mengkonsumsi alkohol, putaw, ganja, dsb. (NAPZA).

    Lebih jauh Dokter Teddy memaparkan bahwa masalah seperti ini memang lazim terjadi dalam dunia remaja. Hal ini setidaknya membuat dunia anak muda menjadi rentan bagi penyebaran penyakit HIV/AIDS, yang biasanya juga tersebar melalui penggunaan jarum suntik. Oleh karena itu, persoalan seperti ini harus ditangani secara hati-hati. Idealnya persoalan semacam ini tidak dilihat sebagai persoalan kriminal, tetapi harus dilihat sebagai persoalan masyarakat yang bisa ditangani secara medis. Salah satu solusi yang barangkali dapat dilakukan untuk mengantisipasi resiko penggunaan NAPZA di kalangan anak muda adalah dengan menyalurkan bakat dan kreatifitas yang mereka miliki. Hal ini setidaknya juga tercermin dari apa yang terjadi pada diri Ivan. Ketika masih hidup, Ivan menyalurkan berbagai kegelisahan yang ia alami melalui karya-karyanya bersama Burgerkill. Kembali menurut Dokter Teddy, adalah tugas bagi para orang tua dan guru untuk menemukan bakat anak muda sehingga mereka dapat mengembangkan potensi mereka secara maksimal dan terhindar dari resiko penggunaan NAPZA dan terjangkit HIV/AIDS.

    Diskusi

    Sebelum melanjutkan diskusi, Burgerkill kembali tampil dengan mempersembahkan lagu We Will Bleed (Beyond Coma and Despair, Revolt! Records, 2006) dan Something in the Way milik Nirvana yang telah diaransemen ulang. Setelah itu Drs. Reiza D. Dienaputra melanjutkan diskusi dengan menyoroti persoalan sejarah kecil (micro narratives) yang berhasil diungkap secara panjang lebar melalui buku ini. Saat ini, perbincangan mengenai sejarah kecil menjadi semakin relevan karena sejarah kemudian dilihat sebagai sumber pengetahuan yang secara langsung dapat merefleksikan persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini jauh berbeda dengan persoalan sejarah besar (grand narratives) yang biasanya membicarakan persoalan-persoalan yang berjarak dengan kenyataan hidup masyarakat kebanyakan. Dalam buku Myself: Scumbag, Beyond Life and Death, Drs. Reiza D. Dienaputra mendapati berbagai persoalan keseharian yang begitu intim, namun penuh dengan persoalan kemanusiaan, lengkap dengan berbagai kekonyolan dan tragedi yang menyertai kehidupan Ivan dan para sahabatnya di Ujungberung.

    Dalam diskusi ini Prof. Dr. Ignatius Bambang Sugiharto menyoroti wacana perlawanan yang selama ini kerap didengungkan oleh komunitas underground. Sebagai sebuah kritik, wacana perlawanan terhadap kapitalisme global bisa jadi merupakan persoalan yang absurd karena bagaimanapun paham kapitalisme juga dianggap telah berhasil menyulap semangat perlawanan menjadi komoditas. Disadari atau tidak, bagaimanapun harus diakui kalau berbagai ekspresi musik dan tanda-tanda yang terkait dengan ideologi perlawanan di Indonesia bisa jadi hanya sekedar imitasi yang memiliki konteks tersendiri dan dipahami secara berbeda dengan apa yang terjadi di negara asalnya. Oleh karena itu, Prof. Dr. Ignatius Bambang Sugiharto lebih melihat berbagai ekspresi yang diungkap oleh komunitas underground sebagai sebuah fenomena keragaman pandangan politik pribadi dan ekspresi artistik yang juga layak untuk terus diapresiasi keberadaannya.

    Selepas diskusi, acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan puisi oleh Alex yang secara khusus didedikasikan untuk Ivan. Selanjutnya acara ditutup dengan doa bersama yang dipersembahkan untuk mendiang Ivan Scumbag. Semua pihak sepakat bahwa walaupun Ivan sudah meninggal, sebagai sebuah spirit semangatnya masih tetap ada. Untuk itu, Kimung sangat berharap kalau apa yang telah dibangun oleh Ivan dapat terus dikembangkan oleh mereka yang banyak terlibat dalam perkembangan musik underground di Indonesia. Sebagai penutup, Burgerkill kembali tampil membawakan lagu Tiga Titik Hitam (Berkarat, Sony Music, 2003), yang dibawakan bersama-sama dengan Andi Fadly. Sebelumnya Fadly sempat menceritakan sedikit pengalamannya ketika berkolaborasi dengan Ivan dalam lagu Tiga Titik Hitam. Acara ini merupakan bagian dari kampanye budaya toleransi dan kebebasan berekspresi di Indonesia yang diselenggarakan bersama oleh Minor Books, Common Room Networks Foundation, Rumah Cemara, Selasar Sunaryo Artspace dan Ujungberung Rebels. (Gustaff/CRNF)

     
    • ahmad bunda mulia school 7:39 am on July 29, 2008 Permalink

      wah bagus bgt tuch kapan kpan blh donk ke sekolah saya untuk bedah buku…..saya tunggu e mailnya

      Regards,

      Ahmad/ Librarian

  • blauloretta 9:39 am on January 18, 2008 Permalink | Reply
    Tags: Books,   

    Bedah Buku Myself: Scumbag, Beyond Life and Death | Selasar Sunaryo Artspace | 19 Januari 2008 

    Photobucket

    Dalam rangka kampanye budaya toleransi dan kebebasan berekspresi di Indonesia
    Minor Books bekerjasama dengan Common Room Networks Foundation, Rumah Cemara dan Selasar Sunaryo Art Space menyelenggarakan program bedah buku dan konser musik akustik, “My Self : Scumbag, Beyond Life and Death”. Sebagai bagian dari kampanye budaya toleransi dan kebebasan berekspresi di Indonesia, acara bedah buku ini juga akan menghadirkan beberapa pembicara yang berasal dari latar belakang yang beragam. Selain diskusi dan bedah buku, acara ini juga akan menampilkan Burgerkill, band cadas asal Ujungberung yang akan memainkan musik mereka dalam format akustik dan berkolaborasi dengan Fadly (Padi).

    Pembicara
    1. dr. Teddy Hidayat, SpKJ (Psikiater)
    2. Drs. Reiza D. Dienaputra, M.Hum (Ahli sejarah)
    3. Prof. Dr. Ignatius Bambang Sugiharto (Filsuf)
    4. Andy Fadly (Musisi)
    5. Kimung (Penulis)

    Waktu dan Tempat
    Hari/tanggal: Sabtu/19 Januari 2008
    Waktu: Pk.18.30 – 21.30 WIB
    Tempat: Amphitheataer – Selasar Sunaryo Art Space,
    Jl. Bukit Pakar Timur no.100
    Bandung

    Tempat Pengambilan Undangan
    Cronic Rock
    Jalan Kalimantan No. 11 (Sebelah SMA 3)

    Common Room
    Jl. Kyai Gede Utama No. 8
    Telp. +62.22.250.3404
    http://commonroom.info/

    Selasar Sunaryo Artspace
    Jl. Bukit Pakar Timur no.100
    Telp. +62.22.2507939
    http://www.selasarsunaryo.com/

     
    • kimun666 5:21 am on January 20, 2008 Permalink

      ceuyah anjissssssssssssss!

      maju terus commonroom!!!!!!!!!!!hajar jalanan!

  • blauloretta 12:41 pm on November 12, 2007 Permalink | Reply
    Tags: Books, ,   

    Review Launching Buku My Self: Scumbag Beyond Life and Death by Kimung (Minorbooks, 2007) 

    Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

    Akhirnya buku My Self: Scumbag Beyond Life and Death dirilis! Peristiwa penting ini disaksikan oleh para kerabat dekat Ivan Scumbag, gerombolan Ujungberung Rebels/ Homelesss Crew dan para Begundal Burgerkill di Common Room pada tanggal 11 November 2007. Setelah bekerja keras selama kurang lebih satu setengah tahun, Kimung berhasil menyelesaikan buku yang menceritakan kisah hidup Ivan sahabatnya. Sama-sama besar di jalanan Ujungberung, duet maut Kimung-Ivan selama ini dikenal sebagai pendiri yang ikut membesarkan Burgerkill, sebuah band cadas legendaris dari Ujungberung. Kolaborasi mereka berdua sempat terhenti ketika Kimung keluar dari Burgerkill pada tahun 2000.

    Persahabatan mereka terus berjalan seiring dengan waktu. Kedua sahabat ini menjalankan hidup mereka bersama-sama sampai akhirnya Ivan meninggal dunia karena sakit parah. Dikelilingi oleh para sahabat dekatnya, Ivan meninggalkan Kimung dan kawanan Ujungberung Rebels/ Homelesss Crew, termasuk kelompok musik Burgerkill pada pertengahan tahun 2006. Melalui buku yang ditulis Kimung, kisah hidup Ivan dicurahkan ke dalam kisah yang begitu intim. Kisah yang begitu dekat dengan keseharian kita. Terutama bagi mereka yang lahir dan besar di pinggiran kota besar, khususnya Ujungberung – Bandung. Ada banyak kisah yang begitu lugu dan jujur, diantara banyak tekanan, konflik dan kegembiraan yang berujung pada kegetiran hidup seorang Ivan.

    Dipandu oleh Une sebagai MC, acara peluncuran buku dihadiri oleh ratusan sahabat dekat Kimung dan Ivan. Selain para personil Burgerkill, terlihat para Begundal dan gerombolan Ujungberung Rebels/ Homelesss Crew. Dalam acara tersebut, secara bergantian Kimung, Ojel dan Papap menjelaskan secara panjang lebar proses penulisan buku, mulai dari proses penelitian, penulisan, penyuntingan sampai dengan cetak. Beberapa rekan Ivan dari Ujungberung ikut berbagi cerita mengenai Ivan. Beberapa diantaranya adalah Adi Gembel (Forgotten), para personil Burgerkill, Dadan Ketu, Irvine, Jimbo, dll. Diantara jeda acara, Burgerkill membawakan lagu Tiga Titik Hitam dan Angkuh dalam format akustik. Sore itu semua terasa hampir sempurna. Sayang Ivan sudah tidak ada.

    ** Berita terkait bisa dibaca di lembar Kampus Pikiran Rakyat. Foto dokumentasi kegiatan bisa dilihat di deniborin.multiply.com dan Heterologia. Review terbaru bisa dibaca di http://www.deathrockstar.info.

     
    • DANaarrrr 1:11 pm on November 12, 2007 Permalink

      aNjiiNNkkkk Siahh Krennn BgT KmareNnnn ,,, Bner2 Bru Pertam kalEe Gw Liat BurgerKill akustikaN biasaNya Life performNya..
      Common room Bkin acRaaa Paan Lg MakLuN Gw nax Bru d BdG ,, asal dr solo IktUtan Milis gmana??? ada GaK???

    • Gustaff 10:27 am on November 13, 2007 Permalink

      Hallo Danar. Terimakasih ya udah dateng ke acaranya. Kita belom punya milis, tapi rencananya bakal kita bikin dalam waktu dekat. Nanti kalo udah ada kita kasih tau. Acara yang paling deket kayaknya workshop bikin Capo bareng. Rencananya kita mau bikin hari Minggu, tanggal 18 November. Jam 11 siang sampe jam 5 sore.

      Salam,
      -Gustaff

    • juliuz 9:07 pm on November 14, 2007 Permalink

      Salut bwt Kimung..Salut bwt Om Gustaff..Salut bwt Homeless Crew..

    • miLa 11:28 am on November 30, 2007 Permalink

      haLo kimung..
      anjinkk…
      saLut bwat Kimung yang udah ngeberesin buku
      “My Self SCUMBAG”

      maJu teruslah bwat BK
      moga aja selalu Jaya!!!!!!!

    • dean_lunathic 3:08 am on December 5, 2007 Permalink

      kimung,,,,salut euy…urang hayang ceurik maca buku na…….menyentuh pisan…loba inspirasi jang otak urang…

      nuhun pisan…terus berkarya di jalur cadazz mung…..

      BK ulah bubar….maju terus,,,terus kaluarkeun album…hahahaha………..

    • kimung 2:20 pm on December 13, 2007 Permalink

      hatur nuhun ka sadayana!!!

      jangan lupa terus pantau http://www.commonroom.info untuk informasi bedah buku, rencananya tgl 18-01-08 (tanggal kiu-kiu ceuk si eben mah!), roadshow myself : scumbag beyond life and death jakarta-yogyakarta-malang-denpasar, dan acara2 keren kerjasama minorbooks-ujungberung rebels-commonroom!!!cheers!

      hajar terus jalanan!!!

    • qyw 4:27 am on December 16, 2007 Permalink

      edann la!
      buku ny kerenn.
      pas launchinggny juga edan.
      kpan lgii ngeliatt bk akustikan.
      kpan lgi dudukj d blakangny adi copet.
      kpan lgi duduk blakangnya themfuck.
      hahahaha!!!

      two thumbs up!!

    • kimung 8:48 am on December 18, 2007 Permalink

      ehhhh si princess hehehehe…

      pantau terus http://www.commonroom.info dan http://multiply.kimun666.com untuk info buku-buku yang akan membakar 2008!!!

    • kimung 8:52 am on December 18, 2007 Permalink

      weh salah!!! nu bener http://kimun666.multiply.com hehehehe..harap dimakleum…

      kangge commonroom sareng sadaya nu lebet ka box itu, sim kuring katut rengrengan minor books seja ngahaturkeun “Wilujeng Pabaru Sunda” kartika 1944 Cak Sunda! mugi urang sararea salawasna aya dina rohmat Gusti…amiin!

    • kimung 9:28 am on December 18, 2007 Permalink

      Sim kuring katut rengrengan minorbacaankecil katut minor books seja ngahaturkeun “Wilujeng Pabaru Sunda” kartika 1944 Caka Sunda! mugi urang sararea salawasna aya dina rohmat Gusti…amiin!

    • viki 9:22 am on January 5, 2008 Permalink

      buku My Self Scumbag???

      PAP(Pol Anjing Pol) banjir air mata dimana-mana.

      sory eui comment na telat…

      mung maju terus buku berikutna,, sayah siap danus lagih. demi mimpi alm.ivan dan tentunya setiap metalhead, demi apa yang kita percaya..

    • Robin 5:04 pm on January 13, 2008 Permalink

      Ieu Robin. Hade mung. Urang fans berat si Scumbag. Mun ncan aya, buku ieu ku urang di pangjieunkeun websitena. Domain, hosting dsb dibayarkeun ku urang, maneh nggeus tinggal ngeusi materi. Mun daek, contact urang a.s.a.p. Nuhun.

    • idonk 1:38 pm on April 19, 2008 Permalink

      hell yeah bRoda’

      kEep r0ck’iN dUde….

      bE mA g0d dAme fUckiN9 sOuL 4 eve’…

    • aje_ade 2:33 pm on June 3, 2008 Permalink

      kanggo pak kims..aysmers.sayank,dulu tdk mlibatkan diri dalam proses produksi buku ieu…mun hanteu ngiring bingah pisan oge
      tapi, anjing kita semua…

    • Ivan guevara 2:08 pm on July 30, 2008 Permalink

      Saluuuutee…
      Meski aku belum baca buku ini,namun Buku ini cocok untuk didedikasikan bagi gerakan kaum bawah tanah yang kehabisan gagasan dan kekeringan imajinasi. Jangan cuma bergerak di atas panggung aja, tp tunjukkan kalau kita anak muda yang mampu berekspresi dalam berkarya. Ayo…kawan-kawan jangan pernah ragu dalam mengambil sikap dan keyakina..tetap bergerak! Mung…mana bukunya????

    • Ryan 4:02 pm on July 30, 2008 Permalink

      Dua jempol dah bwt KimunK
      …atas kerja kerasnya…
      Usahanya…..
      Gw yakin Scumbag Bangga ma loe mUnk….

      Keep Rockin Bwt KimunK
      Sukses bwt Be…ka…..
      aaaaaaaaagggggggghhhhhhhh…….

    • kimung 7:52 am on August 11, 2008 Permalink

      hatur nuhun ka sadayana!

      tunggu desember 2008, buku “Panceg Dina Galur, Ujungberung Rebels”, buku kedua setelah “Myself : Scumbag…” dalam rangkaian trilogi buku bawahtanah Bandung.

      y’all rule!
      hellyeah!

    • baox of sorrow 1:23 am on September 8, 2008 Permalink

      desember sakeudeung deui eung ..
      teu sabar aing hayang ngajalajah tentang bawah tanah
      engke mah foto na cig rea pisan jeung berwarna

    • baox of sorrow 1:26 am on September 8, 2008 Permalink

      eh. poho hiji deui.
      bwat kang kimung telah rela berkorban tuk memajukan komunitas bawah tanah di bandung

      .nuhun.

      terus lah ber karya kimung

    • kimun666 6:34 am on September 10, 2008 Permalink

      nuhun ox!

      dijabanan ku sim kuring tah!

      desember dagoan Panceg Dina Galur, Ujungberung Rebels! kuring keur turun deui ka jalan wawancara 150 nara sumber. kaleum, rencanana aya sekitar 50 gambar warna dan 100an hitam putih di jero eusi, kabehna 700 halaman.
      wani teu?

      edanin yuuuuuu…!

    • Ganjar 2:21 pm on October 5, 2008 Permalink

      Kimun666 Aku siap membantu dan di bantu

      Ajebbbbbb pokonamah

    • hana 9:47 pm on January 16, 2009 Permalink

      hai mas kimung..! pa kabar..?
      aku mau tanya, kapan sekuel buku my self scumbag rilis..?soalnya kemarin pas buku pertama aku kehabisan mas, trus untuk ngedapetin buku itu, aku sama temanku, dari jogja berangkat ke bandung, langsung datang ke common room..nah pas nyampe, ternyata bukunya tinggal dua juga..pas banget..untung mas..itu buku terakhir.. tolong dibales ya mas..soalnya aku rencana mo ke bandung lagi..pengen main ke common room, sekalian nyari sekuel buku mas kimung..

    • hana HC(Homeless Crew) 9:56 pm on January 16, 2009 Permalink

      mas aku minta bocoran event yang mau diadain sama komunitas ujungberung,commonroom,atau mas kimung sendirilah…okeh…!makasih…

    • hana HC(Homeless Crew) 10:04 pm on January 16, 2009 Permalink

      mas kapan sekuel my self scumbag riis..?
      soalnya dulu aku hampir kehabisan mas…
      kebetulan di jogja udah abis..
      trus aku sama temenku, dari jogja berangkat ke bandung,langsung menuju commonroom, buat ngedapetin buku ini..eh untung di common room masih ada,tinggal dua buah buku aja,dan itu stok terakhir..nggak sia-sia aku jauh-jauh ke bandung buat nyari buku ini…akhirnya dapat juga.. tolong dibales ya mas kimung.. trima kasih…

    • kimun666 12:46 am on January 31, 2009 Permalink

      hi hana!
      sekuel scumbag judulnya Panceg Dina Galur, Ujungberung Rebels. rencananya rilis desember 2008, tp karena begitu banyak yg hrs dikerjakan jadi tertunda. sekarang masih dlm proses penulisan. semoga juni bisa rilis. ntar pasti dikabari. pantau aja terus website commonroom, atau kamu juga bisa pantau facebook dan friendster sy. juga cek http://www.bandungoralhistory.org dan http://www.ujungberung.com

      acara2 yg sy dkk adain paling diposting di web2 di atas.

      oks, TQ hana! kalo ke bandung, kabari aku ya!

    • ferdy syahwara 6:50 am on February 6, 2009 Permalink

      mas kpn sekuel mylelf scumbag d”rilissss….
      ferdy.s HRDCORE-METAL

  • blauloretta 8:03 am on November 11, 2007 Permalink | Reply
    Tags: Books, ,   

    Book Launching | My Self: Scumbag, Beyond Life and Death by Kimung | Minor Books, 2007 

    Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

    kukencani malaikat maut
    dalam penjara batin

    biar kupendam semua benci
    dan dendam

    hilang identitas diri tanpa disadari
    terasing dalam kumpulanku
    terhanyutku dalam lamunan

    basa-basi
    bahasa jadi basi

    tak pernah kusangka
    luka semakin menganga

    cengkram mulut dan asaku
    tanpa harapanku

    beri aku
    ruang gerak

    Ivan Scumbag, 2000

    Ivan, Scumbag Begundal Hardcore Ugal-ugalan adalah pionir generasi pendobrak Ujungberung Rebels. Bersama bandnya Burgerkill, ia membuat terobosan besar yang semakin mengangkat dinamika musik independen ke tataran yang lebih tinggi dan fenomenal. Yang kemudian menjadi sangat personal, dengan segala pencapaiannya, Ivan tak lantas berubah menjadi sosok lain. Ia tetap dengan segala kerendahan hatinya, membumi bersama mereka yang mengusungnya.

    Buku ini mengisahkan Ivan dengan segala kompleksitasnya. Kisah hidupnya, Ivan sang musisi, rockstar, cita-cita, harapan dan kekecewaan, totalitas bermusik yang lalu mengantarnya menjadi besar, semakin besar, semakin besar, bahkan lebih besar dari hidupnya, serta segala ironi yang mengintip dengan kejam di balik kebesaran itu, mencuri jiwanya diam-diam…

    (Review oleh boit.multiply.com)

    Book Launching

    Minggu, 11 November 2007
    Pukul 15.00 – 18.00 WIB
    At Commonroom,
    Jl. Kyai Gede Utama No.8
    Bandung
    West Java – Indonesia

    Acara peluncuran buku akan diisi dengan pemutaran film dokumenter, pameran kecil yang menampilkan beberapa karya Ivan Scumbag, diskusi bersama kawan-kawan dekan Ivan dan pertunjukan musik akustik oleh Burgerkill. Informasi lebih rinci silahkan hubungi Mbak Nunung di +62.22.70800620.

     
    • vandals 3:27 am on December 10, 2008 Permalink

      wah…..q malah baru tau skrng yah….ktnggalan berita ikh…..
      q kagum ma musik2 burger kill terutama ama syair2 bang ivan scumbag…..pengen tanya nie, buku BEYOND LIFE AND DEATH dijual umum apa hanya untuk kalangan terbatas saja??????????? tebal bukunya?????? q pngen beli nie>>>>>>>>……….

  • blauloretta 11:29 pm on September 4, 2007 Permalink | Reply
    Tags: , Books, ,   

    Toko Buku Independen, Siapa Bilang Gampang? 

    By Iit Sukmiati (Omuniuum)

    Dari awal sampai pertengahan tahun 2005, dikabarkan banyak bermunculan toko buku independen dibandung, yang disebut toko buku independen disini adalah toko buku yang tidak bermodal besar, biasanya berbasis komunitas, tidak seperti gramedia atau gunung agung atau toga mas yang belakangan muncul juga di bandung, biasanya didirikan oleh komunitas atau individu yang mencintai buku dan berusaha perduli dengan kelangsungan minat baca di masyarakat.

    Menurut peta literer yang disusun oleh Tobucil dan Dipan Senja, pada medio september 2005, di bandung ada sekitar 40 tempat berlangsungnya kegiatan literasi atau perbukuan termasuk palasari yang sudah lama dikenal publik bandung sebagai komplek pasar buku dan dan mizan learning center yang dimiliki oleh kelompok mizan group. Artinya diluar kedua tempat tersebut, ada 38 tempat yang menamakan dirinya independen berupa komunitas pecinta buku, toko buku, taman bacaan, distibutor, kelompok penulis, penerbit independen dan lainnya. Dari 38 nama tersebut ada yang kemudian selain berbasis komunitas atau perpustakaan juga berusaha menghidupi dirinya dengan berjualan buku, antara lain, Tobucil, Omuniuum, Ultimus, Rumah Malka, If Venue, toko buku Nalar, toko buku Taman Bunga, toko buku Cahaya Media, Beur-read, Senyum Selalu, Taboo, Litera, Eat & Read/er, Das Mutterland, toko buku Bamboe, toko buku Awi Apus, Zoe bookstore dan lainnya.

    Tahun itu juga media berlomba-lomba meliput maraknya pendirian toko buku ini, mulai dari liputan tentang keistimewaan masing-masing toko buku independen, kegiatan yang berlangsung ditempat tersebut, berusaha mengetahui semangat apa yang ada dibalik pendirian toko buku-toko buku ini. Penerbit atau distributor juga merasa senang karena kemudian banyak tempat bisa menjadi titik-titik penyaluran buku karena rata-rata toko buku independen itu memperoleh buku dari sistem konsinyasi yang ditawarkan penerbit atau distributor untuk kemudian perakhir bulan mereka memberikan laporan penjualan berdasarkan transaksi yang terjadi di tokonya.

    Medio 2006, pertama kali dikejutkan oleh penutupan If Venue yang dikenal sebagai tempat berlangsungnya kegiatan-kegiatan anak muda selain di bidang literasi juga di bidang kegiatan seni budaya. Lalu tak lama kemudian muncul berita simpang siur yang biasanya diterima lewat sms yang mengabarkan kalau toko buku ini tutup, toko buku itu
    tutup, yang punya entah kemana atau lainnya. Keadaan ini sempat direspon oleh dipan senja yang mengadakan workshop untuk para pemilik toko buku, untuk kemudian mereka bisa lebih belajar lagi tentang manajemen toko buku. Berhasil?

    Mungkin, tapi pada kenyataannya, pada saat ini, pertengahan tahun 2007, selain perpindahan tempat beberapa toko buku independen yang berusaha survive, diantaranya Tobucil dan Omuniuum yang berpindah tempat, beberapa tempat seperti Das Mutterland, Rumah Malka, toko buku Taman Bunga, Eat & Read/er dikabarkan sudah tidak aktif lagi, bahkan menurut bocoran salah seorang teman distributor, dikabarkan salah satu tempat yang baru saja tutup masih menunggak pada penerbit atau distributor.

    Mengamati perkembangan itu, kemudian dari beberapa diskusi yang terjadi setelah penutupan toko buku independen itu, memang ada perkiraan kalau mereka para pendiri atau pengelola toko buku ini kemudian memang tidak siap dengan apa yang terjadi. Ketika mereka membuka toko buku dengan bayangan bahwa modal yang diperlukan tidak perlu terlalu besar, hanya butuh tempat dan kontak penerbit atau distributor untuk konsinyasi buku, lalu toko buku akan berjalan
    sendirinya dan membuat pengelolanya makmur.

    Padahal tidak semudah itu. Toko buku juga butuh pengelolaan atau manajemen yang sama dengan semua bidang usaha. Butuh pengolahan data, butuh manajemen operasional, butuh pengelolaan dana yang ketat dan butuh pengetahuan juga kemauan mengetahui perkembangan secara terus menerus dibidang buku itu sendiri. Jangan dikira setelah toko dibuka,
    buku dipajang, lantas semua datang dengan sendirinya.

    Salah satu contoh, jika harga buku misalnya Rp. 45.000,- lalu sebagai toko buku mendapat diskon 30 %, sebesar Rp. 13.500,- kemudian kita memberi diskon 10 % pada konsumen, berarti Rp. 13.500,- dipotong Rp. 4.500,- berarti keuntungan dari satu buku adalah Rp. 9.000,- padahal untuk operasional satu bulan, selain membayar sewa dan lain-lainnya termasuk didalamnya listrik, keamanan, pegawai, dan lainnya misalnya sekitar Rp. 2.000.000,- berarti dari Rp. 9.000,- itu, kita harus bisa menjual dalam satu bulan buku sebanyak 222 eksemplar baru bisa memenuhi biaya
    operasional saja, belum untuk hidup dan kebutuhan sehari-hari.

    Tidak bermaksud untuk menurunkan semangat independen atau juga menutup kemungkinan bahwa hitung-hitungan diatas adalah hitungan kasar karena di banyak tempat kita juga bisa menemui tempat-tempat yang dibangun dengan semangat bersama dan mengusahakan segala cara agar tempat yang kita cintai itu bisa berjalan tanpa harus mengeluarkan biaya operasional yang terlalu tinggi tapi justru ini adalah satu hal yang harus kita pikirkan bersama sebelum memulai segala sesuatu, bahwa idealisme sebesar apapun, ada hal-hal yang harus dipikirkan resikonya dan sangat disayangkan jika kita sudah memulai sesuatu kemudian hal itu berhenti dan kita tidak bisa memenuhi kewajiban kita pada yang berhak atas itu. Ini harapan bahwa untuk teman-teman yang lain, yang juga punya toko buku atau berniat membuka toko buku, sebelumnya berpikiran lebih panjang dengan menghitung semua untung dan rugi, daripada kemudian hari kita mendengar kabar bahwa ada toko buku tutup dengan meninggalkan hutang kepada penerbit atau distributornya, kemudian pengelolanya juga lari entah kemana.

    Yang susah siapa ? selain distributor, ya teman-teman kita juga, yang kemungkinan besar tidak akan dipercaya lagi oleh para distributor atau penerbit untuk menjual buku-bukunya. Karena nila setitik rusak susu sebelanga.

    Iit Sukmiati
    Pengelola Omuniuum

    Dimuat di Media Parahyangan
    Edisi 1/Agustus/2007

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel
cialis geciktirici online film izle bedava film izle chat