Tagged: Articles RSS

  • blauloretta 3:10 pm on April 30, 2010 Permalink | Reply
    Tags: Articles,   

    Yang Lian: Puisi adalah Kampung Halaman Saya | Oleh Luky Setyarini* 

    Ketika Revolusi Budaya dilancarkan di Cina antara 1966-1976, ada sekelompok penyair yang karena gaya puisinya yang sulit dipahami, seperti berkabut, disebut sebagai Misty Poets. Salah satu dari para penyair kritis yang aktif menulis di majalah Jintian (Today) itu adalah Yang Lian.

    Lahir di Swiss pada 1955, ayah Yang seorang diplomat. Ketika keluarganya pulang kampung, Yang muda dikirim ke pedesaan Changping dekat Beijing, untuk mengikuti program reedukasi. Seorang putra diplomat yang berpendidikan tinggi memang diwajibkan belajar dari petani. Metode ini digunakan di masa Mao Zedong pada akhir 1960-an hingga awal 1970-an. Selama tinggal di pedesaan, Yang mulai menulis puisi.

    Sekembalinya ke Beijing, Yang bekerja di stasiun pemancar radio pemerintah. Pada 1979, Yang bergabung dengan kelompok penyair yang menulis untuk Jintian. Gaya puisi pria berusia 54 tahun ini berubah menjadi modern, eksperimental, yang jamak dipraktekkan para penyair Misty Poets. Pada 1983, karyanya berjudul Norlang (nama suatu air terjun di Tibet) membuat gusar pemerintah Cina. Surat penangkapan untuk Yang dikeluarkan, namun Yang berhasil lolos.

    (More …)

     
  • blauloretta 12:05 pm on March 22, 2010 Permalink | Reply
    Tags: Articles, , , , ,   

    Meneropong Masa Depan Lewat transmediale.10: Futurity Now! 

    transmediale.10

    Oleh Gustaff H. Iskandar*

    Pertunjukan malam itu ditutup dengan sebuah dentuman besar yang membahana ke segala penjuru ruangan. Sejenak sekitar 1000 pemirsa yang hadir malam itu terkesiap senyap selama beberapa detik. Tak lama berselang, ruang auditorium House of World Culture (HKW) dipenuhi oleh riuh rendah tepuk tangan pemirsa yang mengiringi kepergian Ryoji Ikeda ke belakang panggung. Hadir dengan tajuk Pattern Recognition, acara malam itu menyuguhkan pertunjukan multimedia berjudul Materia Obscura milik Jurgen Reble & Thomas Koner (DE), serta Test Pattern yang ditampilkan oleh Ryoji Ikeda & Tomonaga Tokuyama (JP). Kedua pertunjukan ini menampilkan komposisi bebunyian yang berpadu sempurna dengan karya visual yang ditampilkan dalam format raksasa. Selama kurang lebih satu jam lamanya para pemirsa disuguhi pertunjukan bebunyian, dibalut citraan gambar bergerak yang membawa kita ke alam fantasi dan teror gelap masa depan.

    Acara di atas merupakan salah satu suguhan utama di hari ke-2 dalam rangkaian kegiatan transmediale.10, sebuah festival seni dan kultur digital yang berlangsung mulai tanggal 2 – 7 Februari 2010 di gedung HKW Berlin. Melalui tema Futurity Now!, festival transmediale.10 mengajak khalayak ramai membicarakan masa depan melalui serangkaian kegiatan pameran, konferensi, workshop, pertunjukan, pemutaran film & video. Selain itu, festival ini juga menampilkan beberapa program satelit dan konser musik yang menampilkan karya dan pemikiran dari para seniman, desainer, musisi, pemikir, kritikus, ahli teori, blogger, praktisi media dan peneliti dari berbagai belahan dunia. Beberapa diantara peserta yang terlibat diantaranya adalah Ryoji Ikeda (JP), Gabriella Giannachi (IT), Drew Hemment (UK), Regine Debatty (BE), Jem Finer (UK), Jan Edler (DE), Maja Kuzmanovic (HR/ BE), Joy Ayo Tang (TW), Jaromil (IT/ NL/ BE), Alice Miceli (BR), Tapio Makela (FI), Juliana Rotich (KE), dsb. Sejatinya festival ini membincangkan berbagai fenomena terkini dalam ranah eksplorasi di bidang seni dan teknologi, serta dampaknya secara sosial, politik, ekonomi dan kebudayaan secara luas.

    (More …)

     
  • blauloretta 3:22 am on May 14, 2008 Permalink | Reply
    Tags: Articles   

    Common Room Update | Mei 2008 

    Pada tanggal 27 – 28 April 2008, Common Room menerima kunjungan Ita Amahorseija dari Anna Frank Foundation (NL). Rencananya Common Room akan menjalin program kerjasama dengan Anna Frank Foundation di sepanjang tahun 2008 – 2009. Beberapa kegiatan yang direncanakan adalah penyelenggaraan pameran mengenai kehidupan Anna Frank, pemutaran film Freedom Writers, workshop sejarah oral, dan penelitian mengenai situasi perang dunia ke-2 di kota Bandung. Perwakilaan dari Common Room bersama Bandung Creative City Forum kemudian diundang untuk menghadiri pertemuan di Auditorium Rosada yang bertempat di Balai Kota Bandung pada tanggal 2 Mei 2008.

    Acara ini diselenggarakan oleh sekertaris daerah (Sekda) pemerintah kota Bandung dan dihadiri oleh Walikota Bandung beserta jajaran pegawai pemerintahan, beberapa perwakilan dari institusi non pemerintah, wartawan dan pelaku dunia usaha di kota Bandung. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari beberapa pertemuan yang melibatkan Bappeda Kota Bandung dengan Bandung Creative City Forum selama beberapa waktu terakhir. Dalam kesempatan ini Ir. H. Ridwan Kamil, M. Ur. D. (URBANE/ Bandung Creative City Forum) pemaparan beberapa uraian mengenai perkembangan ekonomi kreatif dan kaitannya dengan pengembangan kebijakan dan pembangunan infrastruktur kota.

    Teman-teman Ujungberung Rebels menyelenggarakan konser dangdut electone yang menampilkan duo Hana & Kang Dani yang berkolaborasi dengan Jimbot pada tanggal 4 Mei 2008. Dalam kesempatan ini selain pertunjukan yang heboh dari Hana, Jimbot juga ikut menyemarakan suasana melalui permainan kendang yang sangat mantap. Klub Linux Bandung bekerjasama dengan Common Room menyelenggarakan Ubuntu Hardy Heron Release Party pada hari Sabtu, tanggal 10 Mei 2008. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan untuk memperkenalkan penggunaan software open source di kalangan masyarakat luas, khususnya para pengguna Ubuntu.

    Selain memperkenalkan sekaligus menyebarkan CD Ubuntu 8.04 (Hardy Heron), kegiatan ini juga diisi dengan acara diskusi yang membahas agenda pemberdayaan teknologi informasi untuk mendukung berbagai sektor kehidupan masyarakat di kota Bandung. Diskusi ini dipandu oleh Agung Prasetyo dari Pusat Pemberdayaan Open Source Software ITB (POSS – ITB) dan melibatkan Gustaff H. Iskandar selaku perwakilan dari Common Room, Rendy Maulana selaku perwakilan dari pengusaha muda di bidang IT dan Ikhlasul Amal yang selama ini dikenal sebagai blogger, praktisi IT, sekaligus aktivis komunitas open source.

    Beberapa artikel terkait:
    KLuB Bagi-bagi CD Linux Gratis
    Mahasiswi Bandung Mulai Lirik Linux

     
    • yasmin 8:56 am on May 20, 2008 Permalink

      hwaaaaaaaaa!!! menyesal melewatkan acara yang keren2 ini. huhuhuhuhuhuhuhuhu..

      maaf ya, belum balik lagi ke CR. hiks hiks.

      -yk-

    • ajeng 3:40 am on June 12, 2008 Permalink

      WADUUUHHH ada pmutaran freedom writers?? hwaaaa.. ga tauu nih.. huuu.. padahal pengen banget nonton itu.. penasaran.. baru baca bukunya separo.. niatnya mau lanjut ntn filmnya begitu sampe di indo.. tnyata ga nyampe2 juga yaaa… huuuu.. sial terlewatkaaan…

  • blauloretta 7:11 am on May 9, 2008 Permalink | Reply
    Tags: Articles   

    Common Room Update | April 2008 

    Photobucket

    Pada tanggal 9 s/d 14 April 2008, Common Room bekerjasama dengan Japan Foundation menyelenggarakan workshop video Pika Pika yang diinisiasi oleh Tochka, duo seniman Jepang yang terdiri dari Takeshi Nagata dan Kazue Monno. Selama kurang lebih 2 minggu, kedua seniman ini bekerjasama dengan warga kota Bandung untuk membuat video Pika Pika versi lokal yang juga memanfaatkan karya musik dari para musisi tradisional Sunda seperti Agus (Bonang), Mang Ayi (Trompet) dan Jimbot (Kendang). Informasi mengenai proyek ini bisa dibaca di halaman Jakarta Post.

    Karya video animasi dari kegiatan ini diputar pada tanggal 21 April 2008 di Selasar Sunaryo Artspace. Program ini merupakan rangkaian dari Proyek Kita!!, yang merupakan bagian dari perayaan 50 tahun hubungan diplomatik antara Jepang dan Indonesia. Selain melakukan serangkaian kegiatan workshop dan pameran di Bandung, program ini juga diselenggarakan secara serempak di kota Jakarta dan Yogyakarta.

    Pada saat yang hampir bersamaan, Common Room juga kedatangan 2 orang personil DFuse (UK), yaitu Barney dan Mike yang datang untuk melakukan riset di kota Bandung sejak tanggal 7 s/d 14 April 2008 atas dukungan dari British Council Indonesia. Beberapa tempat yang mereka kunjungi selama berada di kota Bandung adalah Common Room, Pabrik C-59, Pabrik Kopi Aroma dan beberapa lokasi di daerah Lembang, Gunung Manglayang dan Ujungberung. Beberapa foto hasil riset ini dapat dilihat di halaman flickr milik Barney di link berikut.

    Selama berada di kota Bandung, kedua seniman ini merekam dan mengumpulkan berbagai informasi mengenai kota Bandung dengan menggunakan kamera video dan foto digital. Rencananya materi yang dihasilkan melalui riset ini akan ditampilkan dalam pertunjukan DFuse (Surface/ Re-emagining The City) yang akan diselenggarakan berbarengan dengan kegiatan Helar Festival di bulan Agustus 2008. Setelah melakukan penjajakan dengan beberapa seniman dari kota Bandung, DFuse juga berencana untuk berkolaborasi dengan beberapa seniman lokal dalam pertunjukan mereka yang mendatang.

    Awal tahun ini Common Room juga bekerjasama dengan teman-teman OpenLab yang menyelenggarakan kegiatan rutin untuk bereksplorasi sekaligus mewadahi perkembangan komunitas dan musisi elektronik di kota Bandung. Setelah menyelenggarakan beberapa kegiatan rutin di Common Room, mereka menggelar konser The Ostend pada tanggal 27 April 2008 dan menampilkan beberapa vj dan musisi elektronik lokal seperti DaMiNaTiLaDa, Killafternoon, Musik Elektrik, These R Fake, Bersekutu Dengan Disko dan Souldelay. Konser The Ostend didukung oleh EAT sebagai sponsor utama dari kegiatan ini. OpenLab akan kembali terlibat dalam pelaksanaan kegiatan Nu-Substance Creative Media 2008 yang rencananya akan diselenggarakan pada akhir bulan Juli 2008 sampai awal bulan Agustus 2008.

     
  • blauloretta 7:09 am on May 9, 2008 Permalink | Reply
    Tags: Articles   

    Common Room Update | Maret 2008 

    Photobucket

    Disela-sela beberapa kegiatan yang ada, Common Room bekerjasama dengan LFM – ITB, Kineruku dan VideoLab menyelenggarakan workshop One Minute Video pada tanggal 19 Februari s/d 1 Maret 2008. Setelah melakukan eksplorasi bersama selama kurang lebih 2 Minggu, 32 karya video diputar di Rumah Buku pada tanggal 1 Maret 2008. Karya hasil workshop saat ini telah dirangkum ke dalam kompilasi DVD dan rencananya akan diikutsertakan dalam kompetisi One Minute Video 2008 di kota Amsterdam pada bulan November 2008.

    Setelah melakukan pemutaran karya One minute Video, Begundal Burgerkill kemudian menyelenggarakan acara pemutaran film berjudul Metal: A Headbanger Journey (Sam Dunn & Scot McFadyen, 2005) yang dilanjutkan dengan kegiatan diskusi dengan para Begundal di Common Room pada tanggal 2 Maret 2008. Selain dihadiri oleh para Begundal, kegiatan ini juga dihadiri oleh para personil Burgerkill dan komunitas Ujungberung Rebels.

    Pada tanggal 17 s/d 18 Maret 2008, British Council bekerjasama dengan pemerintah Australia dan Australia Council for the Arts menyelenggarakan sebuah seminar bertajuk Making Creative Cities: The Value of Cultural Diversity in the Arts yang diselenggarakan di kota Melbourne. Dalam kesempatan ini, perwakilan dari Common Room ikut menghadiri seminar bersama-sama dengan Ir. Tamsil Tahir, MSP (Bappeda Kotamadya Bandung), Dr. Himasari Hanan (Prodi Arsitektur – ITB) dan Endro Catur (British Council Indonesia).

    Selama dua hari berturut-turut, diskusi mengenai pengembangan kota kreatif dalam perspektif keberagaman budaya menjadi tema sentral yang memancing perdebatan dan diskusi diantara para peserta seminar yang melibatkan para seniman, akademisi, praktisi bisnis, perwakilan pemerintah dan komentator yang berasal dari Inggris, Australia, New Zealand, Indonesia dan Taiwan.

    Selanjutnya di akhir bulan Maret, Hardy Mendrofa menyelenggarakan pameran Tano Niha (Peoples Land) di Common Room pada tanggal 28 Maret 2008. Kegiatan pameran ini sekaligus menjadi acara peringatan 3 tahun terjadinya peristiwa gempa yang terjadi di pulau Nias pada tahun 2005 yang telah lalu. Selain pameran, acara ini juga diisi dengan pemutaran slide dan video yang menampilkan situasi di pulau Nias pada saat sebelum dan sesudah gempa terjadi.

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel
escort ankara escort ilan escort ankara ilan