<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8622871</id><updated>2007-01-29T13:37:36.667+07:00</updated><title type='text'>News - Common Room Networks Foundation</title><link rel='alternate' type='text/html' href='http://commonroom.info/news/index.html'></link><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'></link><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default'></link><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://commonroom.info/feed/atom.xml'></link><author><name>commonroom.info</name></author><generator version='7.00' uri='http://www2.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>50</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8622871.post-6137102709501142520</id><published>2007-01-29T13:34:00.000+07:00</published><updated>2007-01-29T13:37:36.950+07:00</updated><title type='text'>Sub Rosa Poems with Kuburan</title><content type='html'>Pernah dengar lagu-lagu Band Kuburan? Atau beruntung menyaksikan stage performance mereka yang giat bekerja melantunkan tembang dengan aksi yang mengocok perut Anda? Oke, kalau begitu coba bayangkan bagaimana mereka membacakan puisi-puisi dalam buku Sub Rosa, karangan Aurelia Tiara, yang dikategorikan puisi romantis (baca : serius tentunya!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kacau? Hancur? Wah, dugaan Anda tentu meleset layaknya anak panah yang diluncukan oleh Robin Hood mabuk. Jawaban yang tepat dari kompilasi kedua ion tersebut, adalah MELENGKAPI!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi memang sayang sekali kalau Anda melewatkan acara yang diadakan di Tobucil – Common Room, Jl Kyai Gede Utama 8, Bandung tanggal 21 Januari 2007 kemarin. Petang hari itu, launching buku dan pembacaan puisi Sub Rosa karya Aurelia Tiara berjalan sangat meriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba temukan satu jeda menit per menit dimana ada suasana beku. Pasti Anda hanya membuang waktu. Karena tawa membahana…dan itupun tidak merusak esensi seni yang dibawakan secara sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimoderatori oleh Vina Andrea (penyiar radio dan pecinta puisi), acara yang dimulai pukul 15.00 tersebut berjalan lancar, dengan susunan acara :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Perkenalan buku Sub Rosa dan Aurelia Tiara&lt;br /&gt;2. Pembacaan Puisi oleh Raka (Band Kuburan)&lt;br /&gt;3. Pembacaan Puisi oleh Rully (Band Kuburan)&lt;br /&gt;4. Sharing Pengalaman Menulis Sub Rosa&lt;br /&gt;5. Musikalisasi Puisi oleh Betsi (pemain teater)&lt;br /&gt;6. Pembacaan Puisi oleh Uri (Band Kuburan)&lt;br /&gt;7. Persembahan musik dari Klab Klassik&lt;br /&gt;8. Kolaborasi Pembacaan Puisi oleh Ima Rochmawati dan Holis (pemain teater)&lt;br /&gt;9. Pembacaan Puisi oleh Dino (Band Kuburan)&lt;br /&gt;10. Pembacaan Puisi oleh Iqbal (Band Kuburan)&lt;br /&gt;11. Penutup: Sesi Foto dan Tanda Tangan bersama Tiara&lt;br /&gt;Inilah acara dimana waktu melesat begitu saja. Terasa tidak waktu dua jam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk Anda yang telah melewatkannya begitu saja, berikut foto-foto acara tersebut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;       &lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/2938/4066/1600/56905/390613830l.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" alt="" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/2938/4066/320/239844/390613830l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/2938/4066/1600/452719/709369436l.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" alt="" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/2938/4066/320/237289/709369436l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/2938/4066/1600/184969/681675899l.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" alt="" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/2938/4066/320/353097/681675899l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dan siapa sangka mereka yang jagoan tertawa tidak punya jiwa yang sensitif? Hal ini sungguh dibuktikan terbalik oleh personil Band Kuburan, yang memilih puisi Perempuan Senja, Malaikat dalam Frame, Aroma dan Rasa, serta judul lainnya dalam buku Sub Rosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So….don’t you ever dare to judge the ‘book’ from it’s cover! =)</content><link rel='alternate' type='text/html' href='http://commonroom.info/news/2007/01/sub-rosa-poems-with-kuburan.html'></link><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/6137102709501142520'></link><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/6137102709501142520'></link><author><name>commonroom.info</name></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8622871.post-115855156514790898</id><published>2006-09-18T10:26:00.000+07:00</published><updated>2006-09-18T10:52:45.163+07:00</updated><title type='text'>Bandung Video Musik Festival</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://commonroom.info/news/uploaded_images/robotgedeg-748854.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://commonroom.info/news/uploaded_images/robotgedeg-747146.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bandung Video Musik Festival&lt;br /&gt;Soft Lauching 16-17 September  2006&lt;br /&gt;AACC &amp; sekitar kawasan Braga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prolog&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan teknologi yang kian cepat berdampak pada perubahan sikap dan perilaku manusia, begitupun pada proses kreatifitas. Dengan kemajuan teknologi tersebut tentunya  banyak hal menjadi mudah. Salah satunya adalah pembuatan film. Sebelum era digital menjadi booming, sedikit orang yang bisa menyalurkan proses kreatifitas dengan medium film. Sebab film dulu secara terminology adalah bentuk rekaman audio visual di atas pita seluloid. Biaya yang sangat mahal dalam pembuatan film ini hanya bisa dikonsumsi oleh orang-orang mapan, hingga nyaris orang biasa secara ekonomi nyaris tidak dapat menyalurkan kreatifitasnya.&lt;br /&gt;Kini dengan kemajuan teknologi, masyarakat sungguh beruntung dengan adanya produk digital. Biaya pembuatan film yang awalnya sungguh teramat mahal bisa dibantah karena proses perekaman audio visual tidak hanya sebatas menggunakan pita seluloid. Alhasil banyak para penggiat film dari berbagai kalangan mencoba menyalurkan kreatifitasnya dengan bentuk audio visual. Begitu mudahnya mengoperasikan kamera sehingga kitapun dikagetkan dengan beredarnya rekaman film adegan ranjang para mahasiswa bahkan pelajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tengok kembali perkembangan film di akhir tahun 80-an dimana Indonesia mengalami kelesuan di bidang film. Di tengah-tengah kelesuan industri film –ditambah dengan kemajuan teknologi yang membuat semakin murahnya untuk berkarya– muncullah para pembuat film indie. Mereka menapakkan diri sebagai anak-anak muda yang mempunyai daya kreatifitas yang tinggi dann semangat untuk berkarya. Dari semangat film indie inilah banyak karya anak bangsa Indonesia yang memenangkan ajang festival film di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas kondisi inilah yang menjadi semangat Forum Dokumentasi Budaya Jawa Barat untuk terus turut memfasilitasi para penggiat film di jalur independent salah satunya dengan coba menggelar Bandung Video Musik Festival. Hal ini dilakukan karena sangat sedikit ruang ekpresi untuk para penggiat film indie. Adapun ruang-ruang yang ada belum cukup untuk menampung karya-karya para penggiat film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bandung Video Musik Festival&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bandung Video Musik Festival merupakan format lain kegiatan dari Festival Film Pendek Bandung yang merupakan acara rutin tahunan. Acara ini adalah kali ketiga diselenggarakan di Bandung. Forum Dokumentasi Budaya sebagai penggagas kegiatan menganggap bahwa festival ini adalah ruang pesta ekspresi dan kreatifitas para  film makers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan penyelenggaraan Festival Film Pendek sebelumnya dengan asumsi penyelenggaraannya sebagai ajang mempererat hubungan komunikasi para film makers dan membangun  image yang dilaksanakan di satu tempat. Maka pada tahun ini akan dicoba pelaksanaan pemutarannya diperluas di berbagai tempat dengan mengajak peran serta komunitas-komunitas dan tempat-tempat yang selalu memutar film seperti Culture Centre Perancis, Common Room, Goete Institute, Cerahati, kampus, dan lain-lain. Dengan penyebaran pemutaran film diharapkan Festival Film Pendek Bandung ini menjadi sebuah Festival yang menjadi brand image dan dimiliki oleh masyarakat Kota Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan kompetisi pada jenis video klip karena perkembangannya begitu pesat seiring dengan tumbuhnya dunia musik dan televisi swasta di Indonesia baik nasional maupun di daerah. Tema acara yang diangkat adalah “Metro spiritual dan hetero konseptual” dengan melibatkan beragam partisipan mulai dari filmakers, dokumentator, kritikus, dan praktisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan Bandung Video Musik Festival dilakukan dengan beberapa tahapan. Tahapan awal berupa Soft Lauching tangga 16-17 September  2006 dilaksanakan di Asia Afrika Culture Center (AACC) dan sekitar Kawasan Braga. Kegiatan pembuka ini akan dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan Bandung Art Festival. Soft Launching tersebut sekalian mengawali Pendaftaran Gelombang I 17-28 September 2006 dengan waktu penanyangan karya 1-28 Oktober 2006. selanjutnya Pendaftaran Gelombang II 16-28 Oktober 2006 dengan waktu penanyangan karya 1-28 November 2006. Tayangan Menuju Final, tanggal 15-20 Desember 2006. Hasil karya film akan ditayangan di IMTV setiap hari jam 15.00-16.00 WIB dan jam 19.00-20.00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu untuk lebih memfasilitasi para sineas muda serta mereka yang tertarik menjadi film maker, maka diadakan  Workshop Video Maker. Acara ini akan dilaksanakan sekitar bulan Oktober 2006 dengan mendatangi Kampus dan Sekolah SMU yang ada di    Bandung. Penanyangan hasil karya peserta workshop akan dilakukan pada bulan November. Acara Bandung Video Musik Festival akan ditutup dengan Malam Penganugrahan yakni pada tanggal 31 Desember 2006 di gedung Asia Afrika Culture Center (AACC).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kontens  kali ini adalah, berupaya melahirkan eksplorasi lain yang berbasis pada metro spiritulitas itu, yang kemudian mewujud dalam gagasan estetik dari hetero konspetual. Segalanya menjadi mungkin ketika setiap manusia, khususon para videoklipmaker memang sebagai pemilik syah kebudayaan dunia selain itu juga pelaksanaan Bandung Video Musik Festival ini dapat turut serta mendorong pertumbuhan industri film negeri kita yang kembali menggeliat. Selain bisa mempererat hubungan individu dan komunitas film baik di dalam negeri maupun luar negeri, sebagai ajang tukar pengalaman, saling melihat peluang akan perkembangan dunia film Secara Global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Persyaratan Peserta :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Peserta pembuat video klip adalah :&lt;br /&gt;a. Warga Negara Indonesia.&lt;br /&gt;b. Terbuka untuk umum perorangan/kelompok&lt;br /&gt;2. Penerimaan karya Video klip.&lt;br /&gt;Pendaftaran Gelombang I&lt;br /&gt;Tanggal    : 17-28 September 2006&lt;br /&gt;Tayangan    : 1-28 Oktober 2006, di tayangankan langsung di IMTV setiap hari jam 15.00-16.00 WIB dan jam 19.00-20.00.&lt;br /&gt;Pendaftaran Gelombang II&lt;br /&gt;Tanggal    : 16-28 Oktober 2006&lt;br /&gt;Tayangan    : 1-28 November 2006, ditayangkan langsung di IMTV setiap hari jam 15.00-16.00 WIB dan jam 19.00-20.00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pembutan video klip dibuat dengan standar video klip independent, bermutu, mengandung nilai spiritualitas Metropolitan dan dengan pendekatan konsep (isi) yang beragam (Hetero konseptual)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Isi Video klip berdurasi minimum 3 menit maximum 5 menit, dicopy 5 buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sertakan data karya, seperti judul, lirik lagu, karya, ide, tema, teknis/proses pembuatan, crew, durasi, dan biografi pembuat karya dan atau kelompok musik yang disertakan. Data dibuat dalam bentuk CD/DVD serta hasil print out.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Video klip yang disertakan adalah karya asli yang belum dipublikasikan atau diproduksi masal dan tidak sedang disertakan dalam kompetisi lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Membuat print out cover lagu ukuran A3 sebanyak 2 lembar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Jika terjadi tuntutan dari pihak lain atas keaslian karya, akan menjadi tanggung jawab peserta bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Para peserta bersedia dipanggil jika diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Panitia tidak diperkenankan mengikuti lomba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Karya dikirim ke  Galerikita Jl. Marthadinata 209 Bandung Jawa Barat Telp. 022 70846182. Untuk Informasi : Tubagus Adhi (081573710910/02270421510), Pri IMTV (085220308030).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 100.000,- dibayarkan melalui rekening Bank Mandiri an: Tubagus Adhi no rek. 131-00-0479771-0.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Hadiah pemenang berupa trophy dari Gubernur Jawa Barat, trophy dari Kadisbudpar JABAR, trophy dari Forum Dokumentasi Budaya Jawa Barat dan Hadiah dari sponsor.</content><link rel='alternate' type='text/html' href='http://commonroom.info/news/2006/09/bandung-video-musik-festival.html'></link><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/115855156514790898'></link><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/115855156514790898'></link><author><name>commonroom.info</name></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8622871.post-115751803165602580</id><published>2006-09-06T11:46:00.000+07:00</published><updated>2006-09-13T18:02:09.560+07:00</updated><title type='text'>Salam Matahari - Pembacaan Cerita &amp; lovely Afternoon Accoustic</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://commonroom.info/news/uploaded_images/salam-711608.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://commonroom.info/news/uploaded_images/salam-708821.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kumpulan Cerita-cerita Sundea&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Salam Matahari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Launching Salam Matahari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;di Common Room - Tobucil&lt;br /&gt;Jl. Kyai Gede Utama 8 Bandung&lt;br /&gt;Sabtu, 16 September 2006&lt;br /&gt;Pk. 15.00 - 18.00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Featuring:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jendela Ide Kids Percussion, Gustaff H. Iskandar, Bambang Sugiharto, Rahmat Jabaril &amp; Komunitas Tabu, Akustik Klab Klasik, No Id, Addy Gembel, Tiara Putri, Syiffra Annisa, Manik Purwakrisna (laluna), Pecandu Pagi, Ucok Homicide, Iit Omuniuum, Sundea&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengantar:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini buku abnormal. Ketika banyak orang menulis tentang hal-hal besar dan penting, buku ini bicaraa tentang hal-hal kecil dan tak penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika orang bicara tentang gagasan-gagasan mendalam, buku ini bicara tentang kesan di permukaan. Ketika di sekolah-sekolah, ibu guru ngotot mengajarkan bahasa Indonesia yang baik dan benar buku ini bicara dengan bahasa santai pergaulan. Ketika bagi orang dewasa cerita anak-anak adalah sesuatu yang kedaluarsa, buku ini seperti bersikukuh mengatakan: persepsi kanak-kanak tak mengenal masa. Ketika banyak peristiwa sepele berlarian lewat tanpa kesan, buku ini menangkapinya dengan penuh perhatian. Ketika orang kebanyakan memandang segala sesuatu dengan inteligensi buku ini mengamati segala hal dengan mata hati dan imajinasi. Ketika orang gemar memasti-mastikan genre atawa kategori suatu karya, bahkan lantas merasa sangat kuasa menentukan kualitas dengan angka, buku ini mengaburkan semuanya. Tak jelas ini buku apa, kudu dinilai bagaimana dan mesti dibaca siapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini buku abnormal. Tapi bukankah "normal" kadang berarti sangat stereotip atawa steril, dan karenanya miskin dan kreatif? betapa kerap kita terpenjara bahkan teraniaya oleh "kenormalan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini buku tak penting. Tapi bukankah banyak hal yang kita kira penting sebenarnya tak sungguh penting? Betapa kerap kita terkecoh ihwal apa yang sesungguhnya penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini ganjil, seperti membuka mata hati terhadap kesatuan asasi dalam hal kecil sehari-hari: suatu insting ruhani purba, yang selalu tergoda melihat segala sesuatu sebagai suci dan bernyawa. Sesuatu yang telah lama kita lupa. Kelupaan yang sebenarnya telah melahirkan banyak luka dan bencana.  (I. Bambang Sugiharto, Filsuf)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Quotes:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hal sederhana dari keseharian dapat kita hayati dengan indah melalui Salamatahari yang kaya akan imajinasi, ketulusan, dan kemesraan relasi dea dengan alam benda dan semesta.. sebuah bacaan inspiratif bagi tua maupun muda.&lt;/span&gt; (Marintan Sirait - Jendela Ide, Lembaga Budaya Anak dan Remaja)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tidak pernah terbersit di benak saya untuk menuangkan pikiran-pikiran kecil dari sudut-sudut kepala saya ke dalam cerita mini seperti dea, sehingga dapat dibagi dengan banyak orang. Senang mengetahui anak kecil dalam diri dea masih terus dibebaskan bermain.&lt;/span&gt; (Olivia Kristina Sinaga- Penulis Raiu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sekilas Penulis: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sundea, nama aslinya Ardea Rhema Sikhar lahir 10 Juni 1981. Dea Berkarya sejak masih cilik. Tahun 1986 pas TK, Dea sudah doyan bikin komik. Sekitar 1988, Dea sering menerima orderan temen-temen SDnya yang numpang dibuatin cerpen-cerpen. Beberapa cerpen Dea kirim ke media dan sempet dimuat di Arena Kecil Majalah Bobo. Pas SD Dea juga sempet meredaksi Majalah Junior di sekolahnya, SD St. Vincentius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk SMP Dea makin demen nulis. Dea Kembali meredaksi redaksi majalah sekolahnya, Majalah Vincent. Di SMUnya, Dea juga dipercaya mengurus majalah dinding, Buletin persekutuan Doa SMUK Yahya. Karyanya beberapa kali dimuat dalam majalah kawanku pada era itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk kuliah di sastra Indonesia Universitas Padjajaran tahun 2001 minatnya pada menulis semakin menjadi saja. Tulisan-tulisannya sempet dimuat di Drive Thru Magz dan Joni Gubhrag. Sejak 2003 Dea secara rutin cerita-cerita buat pembaca Minor Bacaan Kecil dalam rubrik Teras Kita. Cerita-ceritanya selalu mini dan simpel. Namun disitulah kekuatan tulisan Sundea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Acara ini terselenggara berkat sinergi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Minor Books, Tobucil, Pecandu Pagi, Common Room Networks, The Surigid, Minor, BP, Jendela Ide</content><link rel='alternate' type='text/html' href='http://commonroom.info/news/2006/09/salam-matahari-pembacaan-cerita-lovely.html'></link><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/115751803165602580'></link><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/115751803165602580'></link><author><name>commonroom.info</name></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8622871.post-115751749699349723</id><published>2006-09-06T11:37:00.000+07:00</published><updated>2006-09-12T18:16:33.320+07:00</updated><title type='text'>Workshop Jurnalisme Lingkungan</title><content type='html'>tulisan ini juga dimuat di blog: &lt;a href="www.kabarbandung.blogspot.com"&gt;www.kabarbandung.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandung&lt;br /&gt;Common Room Networks, Bandung 2 September 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta: Tarlen, Mahdi, Mulyani, Agus Rakasiwi, Yunus, Daus, Ari,  Asep, Rani (ICEL), Dhanny (Hivos), Riri (Walhi Jawa Barat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara kali ini akhirnya benar-benar menjadi sarana berbagi pandangan mengenai jurnalisme lingkungan, baik konsep maupun praktek. Kemudian muncul beberapa hal masalah utama reportase lingkungan. Mulai dari posisi jurnalis yang hanya memaparkan fakta dengan prosedur kerja jurnalistik saja atau harus terus mengadvokasinya. Kemudian masalah pengetahuan, narasumber serta strategi agar dapat ruang di halaman media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hutan Kemasyarakatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Ekosistem hutan menyediakan sistem pendukung kehidupan bagi manusia, satwa, dan tanaman. Masyarakat setempat menjadi pemeran utama untuk menciptakan sinergi di antara manusia dengan lingkungan alaminya. Pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat, para profesional, serta swasta  memahami keperluan yang mendesak untuk melindungi hutan yang masih  tersisa dan mengelolanya dengan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutan kemasyarakatan merupakan suatu sistem pengelolaan hutan secara komprehensif oleh masyarakat setempat guna meningkatkan kesejahteraannya dengan sekaligus melestarikan hutan pada jangka panjang. Tujuannya adalah meningkatkan keekonomian masyarakat setempat serta mempercepat pemulihan hutan. Strateginya melalui pengelolaan dan usaha hutan secara komprehensif, serta menciptakan lembaga kerjasama  di antara masyarakat, swasta, dan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutan Indonesia mengahadapi masalah yang rumit, terutama sejak krisis  ekonomi tahun 1997/1998. Selama reformasi politik dan kebijakan,  peraturan yang ada dan penegakan hukum belum cukup untuk mampu menangani masalah perhutanan serta masalah sosial lainnya. Sektor kehutanan telah terkena dampak yang buruk, karena aset hutan di lapangan dianggap oleh pihak tertentu sebagai aset yang dapat diakses dengan leluasa. Pemerintah telah mengumumkan jangka waktu selama 10 hingga 20 tahun untuk pemulihan hutan dan masa konservasi. Semua upaya tersebut dimaksudkan untuk mengurangi penyalahgunaan  sumber daya hutan, dengan tetap memperhatikan tujuan bersama  pembangunan sosial, penciptaan penghasilan, dan pelayanan lingkungan hidup. Upaya tersebut harus bermanfaat bagi pihak yang bergantung pada  sumber daya hutan, termasuk masyarakat setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fokus hutan kemasyarakatan adalah masyarakat yang bergantung pada  hutan, yang tinggal pada atau berdekatan dengan hutan. Hutan bukan sekadar tegakan kayu, melainkan suatu sistem pengelolaan  kawasan yang terdiri dari berbagai elemen, diantaranya hutan alam,  hutan sekunder, sungai, danau, kebun, ladang, permukiman, hutan  keramat, dan banyak lagi yang tergantung komunitas dan sistem ekologinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prinsip-prinsip hutan kemasyarakatan antaralain:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Masyarakat sebagai pengelolanya&lt;br /&gt;- Terdapat lahan yang memiliki kepastian hukum.&lt;br /&gt;- Aspek ekonomi, sosial dan ekologi menjadi perhatian utama Hutan kemasyarakatan tidak mengarah hanya pada kayu, namun lebih  mengutamakan pengembangan hasil hutan non kayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Reportase lingkungan bukan sekadar melaporkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sesi pembahasan posisi jurnalis yang melaporkan topik lingkungan muncul satu pertanyaan besar. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Apakah jurnalis harus ikut mengadvokasi?&lt;/span&gt; Pertanyaan itu muncul setelah membahas perlu perjuangan keras dalam membuat reportase lingkungan. Mulai dari menguasai masalah teknis, kebijakan, menyajikannya menjadi sebuah reportase memikat serta harus berguna. Muncul dua pandangan, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pertama&lt;/span&gt; jurnalis hanya sebatas mengungkapkan fakta. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, jurnalis ikut mengawal paparan  reportasenya hingga dapat berguna secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarlen mengungkapkan masalah pemisahan sampah rumah tangga di Bandung. Walikota Bandung pernah membuat instruksi kepada warganya untuk memisahkan sampah basah dengan sampah kering. Setelah beberapa hari menjalankan perintah tersebut, warga kembali kepada perilaku sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan warga, karena mereka kecewa dengan pemerintah kota Bandung yang tidak memikirkan instruksi itu dengan benar. Truk yang mengangkut sampah itu ternyata menggabungkan sampah yang sudah dipisahkan oleh warga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarlen mempunyai ide setiap rumah kembali memisahkan sampah. Pembagiannya, untuk petugas kebersihan dan untuk pemulung. Ini ide cerdas dan menarik. Tentu saja selain menulis itu, jurnalis dapat melaksanakan dan mengajak orang lain untuk melakukannya. Dan instruksi walikota itu kita dukung dengan memberi solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan hal besar, seperti masalah tambang atau konflik? Ari yang biasa meliput di Kabupaten Bandung menemukan sebuah penambangan di Gunung Wayang. Secara teknis yang dilakukan penambang tersebut tidak ramah lingkungan. Tapi perusahan tersebut berbagai izinnya telah lengkap. Jika ia membuat laporan hanya memaparkan fakta saja, hasilnya penambangan terus berjalan lingkungan rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui pembahasan berbagai kasus, sebagian peserta merasa harus menjadi jurnalis yang bukan sekadar melaporkan isu lingkungan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menulis Topik Lingkungan yang Memikat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapkan dengan sederhana, langsung. Ingat siapa pembaca kita. Jangan menggunakan istilah teknis atau istilah yang hanya dikenal kalangan pegiat lingkungan. Lukislah hal-hal yang akrab bagi pembaca, sehingga mereka membayangkan bisa melihat, menengar, merasa dan menyentuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakailah bahasa sederhana. Ganti:&lt;br /&gt;"kompensasi" dengan "imbalan"; "implementasi"  dengan "aksi". Jangan menutup-nutupi. Jangan pakai kata berbunga. Langsung dan spesifik saja. Bukan "disukabumikan" tapi "dibunuh". Harga "naik" bukan "disesuaikan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunakan kata dan kalimat aktif. "Tidak ingat" ganti dengan "lupa". "Membunuh" untuk mengganti "dibunuh". kalimat pasif menghilangkan aktor dari aksi dan membuat tidak menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Memberi ruh pada tulisan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan anggap pembaca bodoh. Jangan pikul pembaca dengan kesimpula di awal tulisan. Mulailah dengan apa yang menarik buat mereka, lalau berilah pembaca bukti agar mereka mempercayai apa yang ingin Anda sampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pakai istilah teknis. Terjemahkan bahasa para ahli ke bahasa sederhana. Jangan menulis dengan gaya seorang ahli. Selalu berpikir dua kali sebelu memakai istilah teknis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buatlah paragraf seringkas mungkin, kalimat seringkas mungkin, untuk mencegah pembaca terengah-engah. Jangan mengulang-ulang kata. Cobalah beri variasi tanpa merusak maknanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kebutuhan jurnalis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam membuat berita lingkungan, terutama aktivitas warga jurnalis jarang mendapat informasi. Begitu juga dengan penguasaan masalah lingkungam baik topik kehutanan, pencemaran udara maupun limbah sebagain besar jurnalis awam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi itu, ICEL dan Walhi Jawa Barat hendak terus berbagi. Nyatanya banyak aktivitas pegiat lingkungan yang sangat menarik dan jelas manfaatnya untuk lingkungan. Selain itu, AJI Bandung hendak mengumpulkan daftar narasumber terkait topik lingkungan baik dari aspek kehutanan, kebijakan, ekonomi serta aspek lainnya. Begitu juga dengan berbagai pustaka dan situs internet untuk memudahkan riset.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kini ruang media untuk topik lingkungan sangat terbatas. Untuk itu, topik-topik lingkungan akan dibuat dengan mengambil sudut pandang ekonomi, hukum, sosial, perkotaan serta rubrik-rubrik lain yang ada di media masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Agenda Berikutnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua peserta akan membuat proposal reportase yang akan dibahas melalui satu blog untuk ditanggapi peserta lainnya. Tahap berikutnya peserta membuat reportase sesuai topik pilihannya masing-masing. (asf)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bahan bacaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.penaindonesia.com/media/index.php?id=236&amp;category=33"&gt;Berjihad Melawan Akronim&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.penaindonesia.com/media/index.php?id=260&amp;amp;category=33"&gt;Dari Narasi hingga Persuasi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://javlec.org/index.php"&gt;Info Jawa&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;</content><link rel='alternate' type='text/html' href='http://commonroom.info/news/2006/09/workshop-jurnalisme-lingkungan.html'></link><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/115751749699349723'></link><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/115751749699349723'></link><author><name>commonroom.info</name></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8622871.post-115804029902498367</id><published>2006-09-12T12:43:00.000+07:00</published><updated>2006-09-12T18:10:40.686+07:00</updated><title type='text'>Seni Bandung Masa Kini 2006</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://qinkqonk.com/personal/photos/images/100_0246.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px;" src="http://qinkqonk.com/personal/photos/images/100_0246.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;***Pameran akan berlangsung mulai tanggal: 10 s/d 30 September 2006&lt;br /&gt;Tempat: Common Room/TOBUCIL, Jl. Kyai Gede Utama No. 8, Bandung&lt;br /&gt;Jam buka: 10.00 pagi s/d 4 sore&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pameran Seni Bandung Masa Kini 2006 menampilkan beberapa karya para seniman dan ilmuwan Bandung dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, selain juga menampilkan karya-karya dari para seniman manca negara. Selain memamerkan seri karya boneka Barbie milik Tiarma Sirait, pameran ini juga menampilkan beberapa karya gambar, seni lukis, benda-benda, fotografi, video, cetak digital dan robot cerdas yang secara sepintas akan menampilkan kecenderungan perkembangan praktik seni terkini di kota Bandung, maupun beberapa tempat di belahan dunia yang lain. Selain itu, pameran ini juga menampilkan karya robot dari Kelompok Studi Robot Cerdas -UNIKOM, juga karya origami dan kerajinan yang merupakan buah tangan dari aktifitas Klab Origami dan Klab Hobi di Common Room.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya-karya yang ditampilkan merupakan karya pilihan yang sedikit banyak merefleksikan aura nostalgia, sekaligus mimpi absurd mengenai masa depan. Beberapa dari karya yang ada juga mencerminkan berbagai pandangan mengenai persoalan ruang urban yang tersaturisasi oleh pengaruh globalisasi di bidang politik dan ekonomi, selain juga terpengaruh oleh perkembangan di bidang teknologi dan budaya media. Beberapa seniman Indonesia yang terlibat dalam pameran ini merupakan figur-figur yang selama ini juga dikenal aktif berkarya dan berpameran di luar negeri. Malahan, beberapa diantaranya telah mengganti status kewarganegaraan mereka karena selama ini merasa terancam secara ekonomi dan politik, selain beberapa diantaranya juga tengah dikejar oleh kasus hutang-piutang yang gawat di Indonesia maupun di beberapa negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://qinkqonk.com/personal/photos/images/100_0243.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px;" src="http://qinkqonk.com/personal/photos/images/100_0243.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa seniman eksil yang karyanya ditampilkan di dalam pameran ini antara lain adalah: Tiarma Sirait (Amerika Serikat), R.E. Hartanto (Afrika Selatan), Dewi Aditia (Canada), OQ (Republik Mali), Gustaff H. Iskandar (Zambia), Roumy Handayani Pesona (Tajikistan), Andar Manik (Korea Utara) dan Sir Dandy Original (Pantai Gading). Sementara itu, karya seni video yang ditampilkan dalam pameran ini merupakan karya para seniman yang berasal dari New Zealand, Austria, Denmark, Malaysia, India dan Indonesia. Karya mereka akan diputar secara bergiliran selama pameran berlangsung. Adapun beberapa seniman video yang karyanya ikut ditampilkan adalah: VideoBabes (Indonesia), Cerahati (Indonesia), Muhammad Akbar (Indonesia), Nanna Debois Buhl (Denmark), Tamar Guimares (Denmark), Klaus Ohad Said Auderer (Austria), Nilanjan Bhattacharya (India), Daniel Malone, Sriwhana Spong, Kah Bee Chow, Catherine Garet, Janet Lilo, Stella Brennan, Kirsty Cameron, Nova Paul (New Zealand), Prilla Tania (Indonesia) dan ruangrupa (Indonesia). Selain itu, juga akan diputar kompilasi video `Recurring Spaces' (dari Displacement Project Bandung- Singapore 2006), yang menampilkan karya dari Banung Grahita; (IKAL) Chairine Stevanny, Fitriani K.D., Annisa S., Fini Kania; Erik M. Pauhrizi; Gembi &amp; Ageng (Pemuda Elektrik); Muhammad Reggie Aquara; OQ Adiredja; Rizaldi Fakhruddin; Tisa Granicia &amp; Budi Adi Nugroho; dan Yusuf Ismail. (&lt;a href="http://heterologia.multiply.com"&gt;gustaff&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;* Untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap mengenai pameran ini silahkan menghubungi Tobucil (+62.22.2503404) / Ibu Nunung (+62.22.7080620) .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;** Program penelitian dan pengembangan untuk pelaksanaan pameran ini didukung sepenuhnya oleh Tobucil, Bandung Center for New Media Arts dan Common Room Networks Foundation.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='alternate' type='text/html' href='http://commonroom.info/news/2006/09/seni-bandung-masa-kini-2006.html'></link><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/115804029902498367'></link><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/115804029902498367'></link><author><name>commonroom.info</name></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8622871.post-115293750977796872</id><published>2006-07-15T11:10:00.000+07:00</published><updated>2006-09-03T15:30:00.396+07:00</updated><title type='text'>Charity Afternoon</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://commonroom.info/news/uploaded_images/IMGP2163-712954.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://commonroom.info/news/uploaded_images/IMGP2163-708671.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Review from Charity Afternoon&lt;br /&gt;June 26th, 2006&lt;br /&gt;by Gustaff, review ini bisa dilihat juga di&lt;br /&gt;&lt;a href="http://heterologia.multiply.com/reviews/item/5"&gt;http://heterologia.multiply.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hoy, buat para pengunjung dan band pendukung. Thx. udah maen di acara Charity Afternoon. Untuk ukuran kegiatan di Common Room, acara ini tergolong sukses. Apalagi setelah kita berhasil ngumpulin sejumlah uang untuk teman-teman yang menjadi korban gempa di kota Yogyakarta (gua belom tau pasti kita dapetnya berapa, laporan menyusul boss!). Rencananya nanti, uang hasil acara ini akan kita salurkan melalui teman2 studio biru (www.studiobiru.info).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokoknya terimakasih banyak buat band pendukung: Anak2 KLABKLASSIK (Syarif dkk.), KLAB JAZZ (Niman dkk.), 4 A.M, Brother's Beat, La Luna, The S.I.G.I.T, Jeruji, Jaeger Boy's Transistor (Ni'ang dkk) dan Adi Gembel (Forgotten), yang bertindak sebagai MC. Selain itu terimakasih juga buat para pendukung acara yang lain dan para volunter yang ikut membantu lancarnya acara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acaranya seru banget. Dibuka sama Syarif dkk. yang memainkan musik klasik. selanjutnya teman-teman dari Klab Jazz juga ikut unjuk gigi (4 A.M. &amp; Brother's Beat), maenin musik jazz dengan keterampilan memainkan alat musik yang ok. Pertunjukan dilanjutkan oleh La Luna yang berhasil menyulap suasana sore di Common Room jadi rada "waas". Setelah itu, The S.I.G.I.T ambil bagian, minus pemain drum. Jadinya lagu rock garasi yang nyantai tapi garang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jeruji membawakan beberapa karya lawas plus lagu "Do the Fight" yang sukses membuat para penonton terhibur. Jarang-jarang liat Jeruji memainkan musik mereka dengan instrumen akustik. Semua penonton menjadi saksi hidup sambil sesekali tertawa dan bertepuk tangan. Apalagi waktu mendengar lagu "Semua Akan Mati" yang diselingi dengan anthem ala Dedi Stanzah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pure Saturday yang kebetulan juga jadi saksi hidup gempa Yogyakarta menyapa penonton dengan berbagi pengalaman ketika mereka mengalami gempa. Kita semua memang harus bersyukur kalau sampai sekarang masih bisa menghirup napas secara leluasa. Setelah membawakan beberapa lagu sebagai pemanasan, Iyo memanggil Manik (La Luna) untuk nyanyi bareng. Sumpah! Jadi tambah waas! Pertunjukan terakhir diisi oleh Jaeger Boy's Transistor yang menhadirkan Hendy si manusia lampu. Dengan beat yang energik, Hendy mengimbangi performance Jaeger Boy's dengan meledak-ledak seperti orang yang lagi kesurupan…Cageur euy!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;-Gustaff&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ps: Salut buat teman2 Yogyakarta yang mampu bertahan dan kembali bangkit setelah dilanda bencana gempa. Semoga arwah para korban diterima di sisi yang maha esa, dan mereka yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks to:&lt;br /&gt;1. Common Room Network Foundation&lt;br /&gt;2. studio biru&lt;br /&gt;3.  347/ EAT Boardrider &amp;amp; co&lt;br /&gt;4. Theodore Clothing Company&lt;br /&gt;5. Artis pendukung acara: Jeruji, Pure Saturday, La Luna, The SIGIT, 4 am Quartet, Jaeger Boys Transistor, Brothers' Beat, Klab Klassik&lt;br /&gt;6. Charissa  Delima, Muhammad Akbar, Heru Hikayat, Adi "Ghembels"&lt;br /&gt;7. Seluruh awak Common Room Network Foundation&lt;br /&gt;8. Sound System by David and the Gang&lt;br /&gt;9. Seluruh donatur yang telah menyumbang&lt;br /&gt;10. Tetangga-tetangga di jalan Kyai Gede Utama&lt;br /&gt;11. Polsek Coblong</content><link rel='alternate' type='text/html' href='http://commonroom.info/news/2006/07/charity-afternoon.html'></link><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/115293750977796872'></link><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/115293750977796872'></link><author><name>commonroom.info</name></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8622871.post-115699762595616710</id><published>2006-08-31T10:57:00.000+07:00</published><updated>2006-08-31T11:13:45.983+07:00</updated><title type='text'>Bandung Historical Walk</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://commonroom.info/news/uploaded_images/Poster_BHW-706862.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://commonroom.info/news/uploaded_images/Poster_BHW-791360.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 14.4pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: navy; font-family: 'Albertus Medium';" lang="IN"&gt;Bandung Trails&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: 'Albertus Medium';" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: 'Albertus Medium';" lang="IN"&gt;mempersembahkan,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: 'Albertus Medium';" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 30pt; color: rgb(102, 51, 0); font-family: 'Albertus Medium';" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 14.4pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 30pt; color: rgb(102, 51, 0); font-family: 'Albertus Medium';" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 14.4pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 30pt; color: rgb(102, 51, 0); font-family: 'Albertus Medium';" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Bandung Historical Walk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; color: rgb(153, 204, 0); font-family: 'Albertus Medium';" lang="PT-BR"&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 14.4pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; color: rgb(153, 204, 0); font-family: 'Albertus Medium';" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;walking   tour   kilas   balik   parijs  van  java&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; color: rgb(102, 51, 0); font-family: 'Albertus Medium';" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;                  sabtu, 9 september 2006&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 14.4pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: 'Albertus   Medium';" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(102, 153, 0); font-family: 'Albertus Medium';" lang="IN"&gt;Starting point:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(255, 153, 0); font-family: 'Albertus Medium';" lang="IN"&gt;                                              &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(102, 153, 0); font-family: 'Albertus Medium';" lang="SV"&gt;Ending point:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(255, 153, 0); font-family: 'Albertus Medium';" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(153, 102, 51); font-family: 'Albertus Medium';" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Grand Hotel Preanger                                    Gedung Sate&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(153, 102, 51); font-family: 'Albertus Medium';" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(153, 102, 51); font-family: 'Albertus Medium';" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Jalan Asia-Afrika 81&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(153, 102, 51); font-family: 'Albertus Medium';" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(153, 102, 51); font-family: 'Albertus Medium';" lang="SV"&gt;Pukul 07.00 wib*)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 14.4pt; text-align: center;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(102, 153, 0); font-family: 'Albertus Medium';" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(102, 153, 0); font-family: 'Albertus Medium';" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Tiket:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(153, 102, 51); font-family: 'Albertus Medium';" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Rp 45.000 /orang**)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(153, 102, 51); font-family: 'Albertus   Medium';" lang="SV"&gt;(discount 10% untuk anggota Beeters, anggota Bandung Heritage,&lt;br /&gt;anak &lt;12&gt;50 tahun)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 14.4pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(102, 153, 0); font-family: 'Albertus Medium';" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Tiket termasuk:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(153, 102, 51); font-family: 'Albertus Medium';" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;- kunjungan ke Pendopo, sel penjara Soekarno, makam pendiri &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(153, 102, 51); font-family: 'Albertus Medium';" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(153, 102, 51); font-family: 'Albertus Medium';" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;  Bandung, Braga Permai, menara Gedung Sate, dll.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(153, 102, 51); font-family: 'Albertus Medium';" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(153, 102, 51); font-family: 'Albertus Medium';" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;- goodie bag dan hands-out&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(153, 102, 51); font-family: 'Albertus Medium';" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(153, 102, 51); font-family: 'Albertus Medium';" lang="SV"&gt;- air mineral, snack, dan makan siang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 14.4pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 14.4pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(153, 102, 51); font-family: 'Albertus   Medium';" lang="SV"&gt;dapatkan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(102, 153, 0); font-family: 'Albertus   Medium';" lang="SV"&gt;DOORPRIZE&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(153, 102, 51); font-family: 'Albertus   Medium';" lang="SV"&gt; di akhir acara!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 14.4pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(153, 102, 51); font-family: 'Albertus Medium';" lang="SV"&gt;MC : Aang Bandung Teaa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 14.4pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: 'Albertus Medium';" lang="IN"&gt;                                    ---------- &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 14.4pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(102, 153, 0); font-family: 'Albertus Medium';" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Pembayaran dapat dilakukan melalui transfer ke: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: 'Albertus Medium';" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;BCA no. Rekening 008 – 1624495 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: 'Albertus Medium';" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: 'Albertus Medium';" lang="SV"&gt;a/n Susi Dwiyanti (0812.2111.929)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 14.4pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(102, 153, 0); font-family: 'Albertus Medium';" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Untuk keterangan lebih lanjut hubungi : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: 'Albertus Medium';" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Ulu    (0813.214.25650)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: 'Albertus Medium';" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: 'Albertus Medium';" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Linda (0812.149.2502)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: 'Albertus Medium';" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: 'Albertus Medium';" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: 'Albertus Medium';" lang="IN"&gt;* Mohon datang 20 menit sebelum tur dimulai&lt;br /&gt;** Peserta terbatas, ayo daftar secepatnya!&lt;br /&gt;Tips: bawalah payung/jas hujan, topi, obat-obatan, dan perlengkapan pribadi lainnya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 14.4pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 14.4pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(102, 153, 0); font-family: 'Albertus Medium';" lang="SV"&gt;Sponsored by : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: 'Albertus Medium';" lang="SV"&gt;Grand Hotel Preanger, bandungmagazine.com,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: 'Albertus Medium';" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: 'Albertus Medium';" lang="SV"&gt;                    Tidar Art Supplies,  Zora FM, Pikiran Rakyat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 14.4pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: 'Albertus Medium';" lang="SV"&gt;                    Common Room, Lawang Buku, Mahanagari,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: 'Albertus Medium';" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;                                 Ultimus, STV, Bandung Teaa &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='alternate' type='text/html' href='http://commonroom.info/news/2006/08/bandung-historical-walk.html'></link><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/115699762595616710'></link><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/115699762595616710'></link><author><name>commonroom.info</name></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8622871.post-115346791360220815</id><published>2006-07-21T14:43:00.000+07:00</published><updated>2006-07-21T15:47:41.670+07:00</updated><title type='text'>Workshop &amp; Screening Video After School 2006</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://commonroom.info/news/uploaded_images/logo_VAS06-736828.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://commonroom.info/news/uploaded_images/logo_VAS06-734223.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskripsi Video After School&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Satu rangkaian aktivitas, melibatkan sekumpulan anak muda kreatif dengan skill dan wawasan yang bagus, mengerjakan sebuah proyek (workshop) dengan output produk kreatif, dalam bentuk audio-visual/multi-media - lebih spesifik lagi - videoklip&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini, Cerahati artwork akan kembali menggelar program VIDEO AFTER SCHOOL 2006, dan mengajak kepada berbagai pihak untuk ikut terlibat dan berpartisipasi dalam program workshop produksi videoklip&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Peserta workshop :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;10 kelompok video-grafer muda berbakat,&lt;br /&gt;yang diseleksi dan dicari. Mereka akan diajak terlibat dalam program ini, untuk mengerjakan videoklip dari 10 lagu karya 10 musisi terbaik Indonesia, seperti :&lt;br /&gt;Slank (in confirmation), Koil, Sova, Rock'n Roll Mafia, S.I.D, Naif (in confirmation), Club 80's, Marcell, Samsons, /rif&lt;br /&gt;Note: Pilihan dan komposisi musisi dapat berubah sesuai kesepakatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kegiatan Workshop&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pre Program&lt;br /&gt;Road Show Kampus &amp; Sekolah&lt;br /&gt;Penyebaran promosi dan publikasi&lt;br /&gt;Pendaftaran &amp;amp; Penyaringan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Program&lt;br /&gt;Persiapan &amp; pembentukan kelompok peserta&lt;br /&gt;Penyusunan Konsep (diskusi, brainstorming, presentasi, dll)&lt;br /&gt;Produksi video music&lt;br /&gt;Pasca produksi video music&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Post Program&lt;br /&gt;Produksi Program TV &amp;amp; DVD Packaging&lt;br /&gt;Penayangan Program TV&lt;br /&gt;Road Show pemutaran VIDEO AFTER SCHOOL (post-event)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Waktu Kegiatan Workshop&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Waktu : 7 Agustus - 16 September 2006&lt;br /&gt;Pukul : 10.00 - selesai setiap pertemuan&lt;br /&gt;Tempat : Makin Production&lt;br /&gt;Viky Sanipar Music Centre&lt;br /&gt;Kegiatan : 14-19 Agustus 2006 Pertemuan peserta workshop dengan artis label (brainstorming)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22 Agustus - 2 September 2006 shooting videoklip (masing-masing kelompok 1 hari/1 videoklip dengan waktu yang telah ditentukan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Diskripsi Screening Video After School&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Screening Video After School yaitu pemutaran videoklip hasil dari peserta workshop video After School vol.1 yang telah berlangsung pada bulan maret 2006 lalu, di Kota Bandung. Kegiatan ini telah melibatkan 40 anak muda berbakat, dan menghasilkan videoklip dari 10 artis seperti : Netral, Seurieus, Ten2Five, Project Pop, The Upstairs, The Rain, REA, Dan Band, Nugie dan Seringai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan screening ini sekaligus sebagai pembuka dari Video After School berikutnya, yang akan diadakan di Jakarta sekaligus sebagai tempat berlangsungnya kegiatan workshop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kegiatan Screening&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hari : Jumat&lt;br /&gt;Tanggal : 28 Juli 2006&lt;br /&gt;Pukul : 19.00- Selesai&lt;br /&gt;Tempat : Viky Sianipar Music Center&lt;br /&gt;Jl. Minangkabau Timur 43&lt;br /&gt;Jakarta Selatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Acara :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Pemutaran Videoklip Workshop Video After School vol.1&lt;br /&gt;(Netral, Seurieus, Ten2Five, Project Pop, REA, The Upstairs, REA, The Rain, Dan Band, Nugie, Seringai)&lt;br /&gt;2. Pers Conference Video After School&lt;br /&gt;3. Pembukaan pendaftaran workshop Video After School 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keterangan lebih lanjut hubungi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Erline (0813 2201 2826)&lt;br /&gt;elineketjil@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cerahati Artwork&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jl. Sukasenang III no. 4 Bandung&lt;br /&gt;ph/fax : 022-7230449</content><link rel='alternate' type='text/html' href='http://commonroom.info/news/2006/07/workshop-screening-video-after-school_21.html'></link><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/115346791360220815'></link><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/115346791360220815'></link><author><name>commonroom.info</name></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8622871.post-113997154933321658</id><published>2006-02-15T09:40:00.000+07:00</published><updated>2006-02-15T09:45:49.343+07:00</updated><title type='text'>Talk Show Psiko-Pop Common Room</title><content type='html'>Klab Psiko-Pop Common Room mengadakan Talk Show dengan tema :&lt;br /&gt;“he love me?”&lt;br /&gt;Membahas mengenai seluk beluk cinta, ciri-ciri orang yang sedang jatuh cinta, respon yang mereka munculkan baik sadar maupun tidak sadar, serta sinyal-sinyal seperti apa yang biasanya dimunculkan untuk menunjukan ketertarikannya terhadap lawan jenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talk Show tersebut akan diadakan pada :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari/ Tanggal        : Sabtu, 18 Februari 2006&lt;br /&gt;Pukul                     : 19.00 – 21.00 WIB&lt;br /&gt;Tempat                  : Resto Resep Moyang&lt;br /&gt;                                Jl. Pahlawan No.73 Bandung&lt;br /&gt;Pembawa Acara      : Hary Setyowibowo (Trainer dan Psikolog)&lt;br /&gt;Bintang Tamu         : 1. Indah Dian Novita, Juara II MLL (Menuju Layar     &lt;br /&gt;      Liputan 6 SCTV) dan presenter freelance&lt;br /&gt;      TVRI Bandung.&lt;br /&gt;                               2. Temi (Penyiar Radio SKY FM)&lt;br /&gt;                               3. Munir (Penyiar Radio PARAMUDA FM)&lt;br /&gt;                               4. Penyiar Radio OZ FM.&lt;br /&gt;Live Music             :  Ucas dan Ulil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan tersebut atas kerja sama dari Leap Institute, Common Room, OZ FM, Belia Pikiran Rakyat, Paper InC, dan Resto Resep Moyang. Gratis ko.. dan terbuka untuk umum, kami juga menyediakan Voucher  untuk makan dan minum bagi peserta yang beruntung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tunggu kehadirannya..&lt;br /&gt;Terima kasih.. J&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Project Manager Psiko-Pop Common Room&lt;br /&gt;Sari Aneta 02270288515/ 081572001989</content><link rel='alternate' type='text/html' href='http://commonroom.info/news/2006/02/talk-show-psiko-pop-common-room.html'></link><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/113997154933321658'></link><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/113997154933321658'></link><author><name>commonroom.info</name></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8622871.post-113991469996088530</id><published>2006-02-14T17:33:00.000+07:00</published><updated>2006-02-14T17:58:22.383+07:00</updated><title type='text'>Pengenalan Jurnalisme Sastrawi</title><content type='html'>&lt;strong&gt;18 - 19 Februari 2006&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bertempat di Common Room&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jl. Kyai Gede Utama 8 Bandung&lt;br /&gt;Telp. 022 2503404&lt;br /&gt;Acara Terbuka Untuk Umum dan Gratis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sabtu, 18 Februari 2006&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pk. 09.30 - 10.15&lt;br /&gt;Sejarah Perkembangan Jurnalisme Sastrawi: Tokoh dan Karya-karyanya.&lt;br /&gt;Narasumber: Yusi (Banana Publisher)&lt;br /&gt;10.15 - 10.30 coffe break&lt;br /&gt;10.30 - 11.15&lt;br /&gt;Bagaimana peristiwa keseharian bisa dibuat narasi non fiksi tanpa harus membuat cerita fiktif. Narasumber: A.S. Laksana (mantan wartawan Detik)&lt;br /&gt;11.15 - 12.00 Latihan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Minggu, 19 Februari 2006&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;10.00 - 10.45&lt;br /&gt;Bagaimana menyajikan fakta2 menjadi bahan bacaan yang enak dibaca seperti karya sastra. Narasumber: Rana Akbari Fitriawan (Cerpenis dan Wartawan Tempo)&lt;br /&gt;10.45 - 11.00 break&lt;br /&gt;11.00 - 12.00 latihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara ini terselenggara berkat kerjasama Common Room, Tobucil dan Banana Publisher</content><link rel='alternate' type='text/html' href='http://commonroom.info/news/2006/02/pengenalan-jurnalisme-sastrawi.html'></link><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/113991469996088530'></link><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/113991469996088530'></link><author><name>commonroom.info</name></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8622871.post-113573787980477610</id><published>2005-12-28T09:42:00.000+07:00</published><updated>2005-12-28T09:44:39.816+07:00</updated><title type='text'>JUMPA PENULIS BLOGFAM</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" class="postbody"&gt;&lt;a href="http://www.blogfam.com/" target="_blank"&gt; Blogfam dot com&lt;/a&gt; bekerja sama dengan &lt;a href="http://commonroom.info/" target="_blank" class="postlink"&gt;Common Room&lt;/a&gt; Bandung akan menggelar acara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"JUMPA PENULIS BLOGFAM"&lt;/span&gt; dengan tema: "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Start Writing Online&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis2 Blogfam akan mengupas dan berdiskusi proses kreatif dalam menerbitkan buku2 mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.syafrina-siregar.blogspot.com/" target="_blank" class="postlink"&gt;Syafrina "Nana" Siregar&lt;/a&gt; --Life Begins at Fatty (grasindo)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://v3a.blogspot.com/" target="_blank" class="postlink"&gt;Tria "v3a" Barmawi&lt;/a&gt; --Lost in teleporter (gpu)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://vervain.blogspot.com/" target="_blank" class="postlink"&gt;Primadonna "tenshi" Angela&lt;/a&gt; --Quarter Life fear, Belanglicious-- (gpu)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://the-fool-found-a.blogspot.com/" target="_blank" class="postlink"&gt;Isman "the fool" H Suryaman&lt;/a&gt;--Bertanya atau mati! (gpu)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://serambirumahkita.blogspot.com/" target="_blank" class="postlink"&gt;Labibah "maknyak " Zain&lt;/a&gt; (mengirimkan tulisan untuk dibacakan ) : Addicted to Weblog ( Pustaka Populer OBOr)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moderator : &lt;a href="http://iwok.blogspot.com/" target="_blank" class="postlink"&gt;Iwok&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catat Tempat dan Waktu Pelaksanaannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hari/ Tanggal : Sabtu, 14 januari 2006&lt;br /&gt;Tempat : Common Room&lt;br /&gt;jl. Kyai Gede utama 8 &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;BANDUNG&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;tlp / fax 022 2503404&lt;br /&gt;Waktu : Pkl. 15.00 wib - selesai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkan door prize dan discount buku2 mereka!! &lt;/span&gt;</content><link rel='alternate' type='text/html' href='http://commonroom.info/news/2005/12/jumpa-penulis-blogfam.html'></link><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/113573787980477610'></link><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/113573787980477610'></link><author><name>commonroom.info</name></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8622871.post-113534732290206166</id><published>2005-12-23T21:11:00.000+07:00</published><updated>2005-12-23T21:15:22.913+07:00</updated><title type='text'>selamat natal dan tahun baru</title><content type='html'>&lt;a href="http://commonroom.info/news/uploaded_images/KArtu-natal-05-764736.gif"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://commonroom.info/news/uploaded_images/KArtu-natal-05-760306.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat hari natal&lt;br /&gt;dan tahun baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;artwork by eric sulaiman</content><link rel='alternate' type='text/html' href='http://commonroom.info/news/2005/12/selamat-natal-dan-tahun-baru.html'></link><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/113534732290206166'></link><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/113534732290206166'></link><author><name>commonroom.info</name></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8622871.post-113513785459121812</id><published>2005-12-21T10:58:00.000+07:00</published><updated>2005-12-21T15:27:13.790+07:00</updated><title type='text'>Liputan Workshop Jurnalistik di Belia Pikiran Rakyat</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.pikiran-rakyat.co.id/cetak/belia/201205/08aksi.htm"&gt;http://www.pikiran-rakyat.co.id/cetak/belia/201205/08aksi.htm&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Workshop Jurnalistik Common Room-HMJ&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Langkah Awal Jadi Jurnalis!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suka merhatiin enggak, novel-novel yang dipajang di toko buku waktu Belia jalan-jalan ke sana? Selain banyak banget buku yang ditulis para penulis senior, saat ini juga banyak novel bikinan remaja seumuran Belia yang dipajang di sana. Lengkap banget, deh, dari novel islami sampai teenlit, semua tersedia di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya, bukan hal yang aneh, kalo kita intip biografi sang penulis, ternyata dia masih sekolah di SMP atau SMA. Bahkan di antaranya, ada juga, lho, yang dijadiin film atau sinetron!&lt;br /&gt;Redaksi belia juga mengalami hal yang sama, tiap harinya nerima banyak banget tulisan yang dikirim sama Belia, lho. Sampe suka pusying mau milih yang mana, hehehe.... At least, hal itu nunjukin kalo sekarang ini di Indonesia, minat menulis di kalangan remaja meningkat pesat dibanding sebelumnya. Bukan enggak mungkin, lho, dari sekadar iseng coba-coba ngirim artikel, nantinya Belia malah jadi penulis terkenal. Contohnya, Fira Basuki. Penulis novel ini mengawali karier menulisnya dengan iseng-iseng mengirim cerpen ke majalah. Taunya, cerpennya dimuat, sampe akhirnya dia ketagihan buat nulis dan nulis terus sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar minat menulis ini enggak mati gitu aja, makanya sejak awal mesti dipupuk biar lebih berkembang lagi. Enggak heran, dong, kalo sekarang banyak banget diadain pelatihan atau kelab menulis di Bandung. Salah satunya, digelar Common Room dan Himpunan Mahasiswa Jurnalistik (HMJ) Fikom Unpad lewat gelaran Workshop Jurnalistik. Workshop yang digelar dari tanggal 17-19 Desember 2005 ini khusus diadain buat anak SMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini, setiap peserta dapet sharing seluk-beluk menulis ala jurnalis, kayak straight news, artikel, dan feature. Namanya juga workshop, tentu lengkap dengan praktika, yang langsung dilakuin saat itu juga. Pembicara yang diundang pun adalah para praktisi yang emang udah berpengalaman di dunia jurnalistik dan berasal dari media cetak ternama di Indonesia.&lt;br /&gt;Waktu belia nyambangin venue workshop yang diadain di garasi Common Room, Sabtu (17/12), materi yang lagi digelar saat itu adalah soal penulisan artikel. Ngomong-ngomong, pembicaranya Roby Nugraha--salah satu reporter belia--hehehe.... Di sini peserta dapet share secara lengkap soal artikel. Dari mulai apa itu artikel, bentuk artikel, dan tentunya bagaimana menulis artikel yang menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah materi beres diobrolin, peserta dikasih waktu selama sepuluh menit buat nulis artikel soal majalah dinding. Tiga artikel terbaik dipilih untuk dikomentari dan dibahas. Mungkin karena baru hari pertama, peserta banyak yang masih tegang dan malu-malu, hehehe....&lt;br /&gt;Sesi selanjutnya, ngebahas soal proses kreatif menulis dan dasar-dasar penulisan oleh Tarlen Handayani--empunya Tobucil. Ngaku, deh, di antara Belia semua pasti sering banget stuck pas udah mau mulai nulis? Padahal di otak, udah banyak banget yang pengen ditulis. Iya, kan?&lt;br /&gt;Nah, di sini peserta dikasih tahu soal bagaimana menuangkan ide sampai terbentuk menjadi tulisan, langkah-langkah yang bisa dilakuin kalo udah mulai stuck nulis juga dibeberin secara lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pembicara ngasih semua materi, sekarang giliran peserta unjuk gigi dengan bikin tulisan mengenai hobi mereka. Dan nantinya beberapa dari mereka bakal ditunjuk buat bacain langsung tulisannya di depan peserta lain. Ternyata, cara ini ampuh banget buat bikin suasana lebih santai. Terbukti, pas salah satu peserta bacain tulisannya mengenai hobinya naik angkot, semua peserta langsung ketawa-ketiwi. Dari sini aja, kelihatan banget kalo ide yang dimiliki oleh anak SMA emang orisinal dan enggak bisa diremehin gitu aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tulisan mereka cukup asyik. Dalam artian mereka punya dasar pengalaman menulis yang bagus," kata Tarlen, pembicara sekaligus koordinator Workshop Jurnalistik ini.&lt;br /&gt;Materi terakhir untuk hari itu adalah mengenai straight news di media massa cetak. Sekedar info, straight news adalah berita langsung yang banyak Belia temuin di koran-koran. Pembicara yang didatengin adalah wartawan tulis Pikiran Rakyat, Zaky Yamani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini peserta dikasih tau pentingnya unsur who, what, when, why, where, dan how (5W+1H) dalam berita, susunan berita dan bahasa berita. Walaupun workshop berakhir di sore hari, tapi ini enggak bikin semangat peserta pada turun, lho! "Justru seneng banget ikutan workshop ini. Kita jadi tahu banyak soal dunia jurnalistik," kata Lury, Belia kelas 2 SMAN 12.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kedua, peserta diberi materi mengenai feature. Yang ngebedain workshop hari ini dengan hari sebelumnya adalah, peserta diharuskan turun langsung mencari berita di sekitar Dipati Ukur, Gasibu dan Tobucil. Sebelumnya, seluruh peserta workshop dibagi menjadi empat desk yaitu sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing desk beranggotakan empat orang peserta dan diberi waktu dua jam untuk mencari berita yang nantinya bakal dibikin straight news dan feature. Hmm... seru juga, tuh. Nah, kira-kira gimana, ya, petualangan masing-masing desk waktu cari berita?&lt;br /&gt;"Susah banget cari pemulung yang mau diwawancara. Malahan saya sempet diusir, terus sekalinya dapet, eh, saya malah disangka dari 'Uang Kaget', hehehe... si bapaknya sampe nangis-nangis," kata Franky, Belia kelas 2 SMAN 6. Waduh! Ada-ada aja, ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di Common Room, selama satu jam semua desk langsung bikin tulisan sesuai jenis berita masing-masing. Di sini dibahas abis-abisan mengenai feature media cetak. Pemberian materi pun lebih mirip dengan diskusi, tapi itu semua justru bikin semua peserta lebih mengerti gimana caranya bikin feature yang menarik. Malahan peserta bebas mengajukan pendapat dan kritik, pas peserta lain bacain feature dan straight news yang mereka bikin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gara-gara turun langsung ke lapangan ini, semua peserta pada enggak sabar buat sekolah lagi dan bagi-bagi ilmu sama teman-temannya soal ilmu yang mereka dapetin dari sini. "Kalo dulu ngisi mading cuma browsing dari internet, sekarang kita mau beneran cari berita. Biar bisa nambah artikel dan madingnya tambah keren," jelas Pradita, Belia kelas 2 SMAN 5.&lt;br /&gt;Nantinya, semua tulisan yang dibuat oleh peserta bakalan dipajang di website Common Room, lho. "Daripada nanti tulisan yang mereka bikin kebuang gitu aja, mendingan dipublish di internet. Justru lewat internet, semua orang di manapun mereka berada, pasti bisa baca tulisan mereka. Salah satu caranya adalah lewat blog," jelas Tarlen lagi. Makanya, di hari terakhir, peserta juga diberi materi mengenai blog alias website pribadi di internet. Penasaran pengen tau tulisan-tulisan hasil workshop ini? Klik aja www.commonroom.info.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astrid&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:citospace@yahoo.com"&gt;citospace@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.dotphoto.com/Go.asp?l=commonroom&amp;P=537D&amp;amp;AID=3123608&amp;amp;Show=Y"&gt;foto-foto workshop &lt;/a&gt;</content><link rel='alternate' type='text/html' href='http://commonroom.info/news/2005/12/liputan-workshop-jurnalistik-di-belia.html'></link><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/113513785459121812'></link><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/113513785459121812'></link><author><name>commonroom.info</name></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8622871.post-113513677698604583</id><published>2005-12-21T10:42:00.000+07:00</published><updated>2005-12-21T10:46:17.000+07:00</updated><title type='text'>Common Room's English Club</title><content type='html'>English Club in Common RoomReleased for the trial period during December 2005,&lt;br /&gt;on Wednesday 21st at 5pm. Find the fascinating media for all of you to share your experiences, discussions, books and movie appreciation, all will be well packaged to brush up your English skill freely here. Nothing to worry about, nothing to be ashamed, this club is open for everyone.Join Us here in this trial period!Wait for your participation.Cheers!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Common Room's English Club</content><link rel='alternate' type='text/html' href='http://commonroom.info/news/2005/12/common-rooms-english-club.html'></link><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/113513677698604583'></link><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/113513677698604583'></link><author><name>commonroom.info</name></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8622871.post-113462803997280401</id><published>2005-12-15T12:51:00.000+07:00</published><updated>2005-12-17T18:08:28.913+07:00</updated><title type='text'>Pelangi di Hari Hujan</title><content type='html'>&lt;a href="http://img228.imageshack.us/img228/1060/foto42lz.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 231px; HEIGHT: 348px" height="373" alt="" src="http://img228.imageshack.us/img228/1060/foto42lz.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;yesterday was perfect dear, the weather was a disaster but the event was nice as it's expected, thanks a lot.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sms yang andrea kirim pada saya tentang acara Sharing Pengalaman Menulis Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata di Common Room, Jumat, 9 Desember 2005. Sayang sekali saya tak bisa menghadiri acara ini karena tak di Bandung. Acara ini terselenggara berkat kerjasama dengan Bentang Pustaka dan dipandu oleh Gangsar Sukrisno dari Bentang. Pengunjung kebanyakan dari mahasiswa Fikom Unisba yang dapat tugas dari dosen untuk mereview kegiatan ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski hari hujan dan acara berlangsung tidak terlalu lama, namun para pengunjung menurut teman saya yang mengikuti jalannya acara ini, cukup menikmatinya. Andrea cukup terbuka membagi pengalamannya pada banyak orang itulah kesan salah satu pengunjung juga kemudian saya baca di salah satu milis perbukuan yang saya ikuti. (t)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengen tahu lebih jauh tentang andrea kunjungi:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://andreahirata.multiply.com/"&gt;andrea hirata multiply&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.dotphoto.com/Go.asp?l=commonroom&amp;P=537D&amp;amp;AID=3108802&amp;amp;Show=Y"&gt;album foto laskar pelangi&lt;/a&gt;</content><link rel='alternate' type='text/html' href='http://commonroom.info/news/2005/12/pelangi-di-hari-hujan.html'></link><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/113462803997280401'></link><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/113462803997280401'></link><author><name>commonroom.info</name></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8622871.post-113463232702775519</id><published>2005-12-15T13:54:00.000+07:00</published><updated>2005-12-15T14:41:05.493+07:00</updated><title type='text'>A Tribute to Madam Chiang</title><content type='html'>&lt;a href="http://img211.imageshack.us/img211/2285/foto104ew.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://img211.imageshack.us/img211/2285/foto104ew.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;A Tribute to Madam Chiang merupakan judul yang disepakati sebagai sebuah penghargaan pada Madam Chiang Yu Tie, saat ini hampir mencapai usia 90 tahun, seorang guru yang tak lelah membagi kemampuan unik dalam menulis kaligrafi, melukis &amp; membuat puisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pameran ini tampil karya seorang Master dan Guru Chinese Painting di Indoneseia karya Ibu Teng Moe Yin, putri Madam Chiang, seorang pelukit yang lebih senang menyebut dirinya pengajar, serta karya studi dua orang murid Ibu Teng Moe Yin: Bintang Manira Manik yang telah menekuni Chinese Painting selama dua tahun dan ibu Retno Hardjoko yang baru satu tahun bergabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Chiang Yu Tie&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lahir sekitar tahun 1917 di kabupaten Fuyang propinsi Zhejiang, Tiongkok. Berkarya sejak usia sekolah dan mulai berpameran tahun 1942. Tahun 1945 lulus Akademi Seni Lukis Negeri Xinxi, Chongqing. Pada masa awal melukis figur perempuan dengan inspirasi dari novel klasik 'Impian di Rumah Merah' atau 'Hou Lou Meng', selanjutnya pemandangan dengan flora&amp;amp; fauna menjadi fokus karya-karyanya. Salah satu ciri yang menandai karya-karya Madame Chiang adalah pembubuhan puisi atau epigram pada sisi kiri atau kanan yang sesuai dengan lukisannya. Tahun 1948 bersama suaminya merantau dan menetap di Bandung. Selain berkarya, kemudian memilih bergerak dalam pendidikan informal. Berbagai penghargaan lokal maupun internasional diterimanya, diantaranya tahun 1995 Golden Award untuk lomba seni Lukis dan kaligrafi sejagad 'Jun-Long Cup'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Teng Moe Yin&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lahir di Bandung 1952. Berguru kepada ibunya dan kemudian belajar melukis pada bapak Barli Sasmitawinata. Memperdalam bakat seni di Art Department of Che Chiang, Cina dan melakukan penelitian seni lukis dinding Dun Huang di Tiongkok. Anggota Persatuan Pelukis Cat Air Indonesia serta mengikuti berbagai pameran di dalam maupun di luar negeri. Puluhan tahun menjadi guru Chinese Painting, salah satu diantaranya di Jendela Ide.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Retno Hadjoko&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lahir 62 tahun yang lalu &amp; berprofesi sebagai dokter. Belajar melukis cat minyak pada bapak Barli Sasmitawinata. Sejak 2004 belajar Chinese Painting di Jendela Ide dengan objek favoritnya pemandangan dan bunga. Pameran pertama tahun 2005 dalam event Jendela Oriental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bintang Manira Manik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Berusia 13 tahun. Sejak kecil mencintai dunia seni rupa, teater dan musik, berawal dari rumah dan kemudian disalurkan di Jendela Ide. Mendapat penghargaan dalam beberapa kompetisi seni lukis sejak usia Taman Kanak-kanak. Berpartisipasi dalam pertunjukan &amp;amp; Pameran sejak 1998. Belajar Chinese Painting sejak tahun 2002 di Jendela Ide pada ibu Teng Moe Yin dengan binatang seabgai objek yang paling disukai. Mengikuti pameran Chinese Painting 'Jendela Ide Oriental' tahun 2005. Di samping Chinese Painting, Bintang bermain perkusi dengan jendela Ide Kids Percussion. Saat ini duduk di kelas I SMP Providentia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Acara ini terselenggara berkat kerjasama Common Room dan Jendela Ide&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;gambar karya Bintang Manira Manik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.dotphoto.com/Go.asp?l=commonroom&amp;P=537D&amp;amp;amp;AID=3108850&amp;amp;Show=Y"&gt;foto-foto pembukaan pameran&lt;/a&gt;</content><link rel='alternate' type='text/html' href='http://commonroom.info/news/2005/12/tribute-to-madam-chiang.html'></link><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/113463232702775519'></link><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/113463232702775519'></link><author><name>commonroom.info</name></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8622871.post-113461921080577094</id><published>2005-12-15T08:59:00.000+07:00</published><updated>2005-12-15T12:47:07.723+07:00</updated><title type='text'>Raui di Sabtu Sore yang Cerah</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;a href="http://img477.imageshack.us/img477/1382/picture0825na.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://img477.imageshack.us/img477/1382/picture0825na.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Foto1:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penonton nampak khusyu menyimak puisi yang sedang di bacakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang seru di sabtu sore, 3 desember 2005 lalu. Banyak orang datang ke Common Room untuk menghadiri acara pembacaan Kumpulan Puisi karya Olivia Kristinasinaga, 'RAIU'. Tak kurang dari Aji The Milo, Ucok Homicide, Barus Godless Symtoms, Adi Gembel Forgotten, Kimung Minor, Neng Ima CCL, Daniel Kremlin, Syarif Klab Klasik dan Josh kawan dari Australi yang didaulat untuk membaca salah satu puisi buncil panggilan akrab olive.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://img374.imageshack.us/img374/5323/picture0032ey.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://img374.imageshack.us/img374/5323/picture0032ey.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Foto2: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gaya Aji The Milo membacakan salah satu puisinya Olivia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore yang cerah dan para pengunjung tampak menikmati suasana saat itu. Menariknya lagi, wajah baru yang sebelumnya jarang terlihat di aktivitas common room. Dan pembacaan puisinya pun terasa lain, karena dibacakan oleh para musisi dari scene indie pop, hardcore, punk dan hiphop. Sempat ada protes dari pihak yang tak terbiasa dengan pendekatan yang berbeda dari pembacaan puisi yang ada. 'Kenapa sih pembacaan puisi tapi yang baca musisi?' tanya yang protes pada salah satu dari kami di common room. Hey, baca puisi adalah hak setiap orang bukan. Ga ada salahnya kan kalo sekali-kali puisi di apresiasi oleh para musisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://img232.imageshack.us/img232/7079/picture0807zw.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://img232.imageshack.us/img232/7079/picture0807zw.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Foto 3:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gaya Ucok Homicide membacakan puisi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya emang lumayan seru, setiap orang punya gaya pembacaan yang beda banget. Ucok Homicide misalnya, gaya dia baca puisi kaya raper. Sementara Neng Ima yang aktris teater itu berpuisi seperti berteater. Sementara Aji, Daniel, Kimung, Josh membacakannya dengan santai. Syarif gegedug klab klasik common room, ikut berpartisipasi dengan mengiringi beberapa pembacaan dengan memainkan beberapa nomor klasik dengan gitar akustik. Para pembaca memilih puisi yang paling mereka suka dan yang menarik mereka sebelumnya ga kenal sama yang namanya Olivia Kristinasinaga yang mereka kenal lebih dulu adalah karya olivia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://img375.imageshack.us/img375/7686/picture0736kj.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 267px; CURSOR: hand; HEIGHT: 215px" height="236" alt="" src="http://img375.imageshack.us/img375/7686/picture0736kj.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Foto3: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Syarif dari Klab Klasik sedang beraksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomong-ngomong seksi sibuk yang ngontak orang-orang untuk berpartisipasi di acara ini tak lain dan tak bukan adalah lioni dan teman-temannya termasuk ngurusin soundsystem, snack dan ngundang orang-orang. tob lah pokonya!! Acara berakhir menjelang magrib dan ditutup oleh musikalisasi puisi oleh berapa anak fikom unpad yang juga temen-temennya olivia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;foto-foto kegiatan silahkan liat di &lt;a href="http://www.dotphoto.com/Go.asp?l=commonroom&amp;P=537D&amp;amp;AID=3108733&amp;amp;Show=Y"&gt;album foto&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Thanx a million buat semua pihak yang sudah membantu terselenggarannya acara ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;********&lt;/div&gt;</content><link rel='alternate' type='text/html' href='http://commonroom.info/news/2005/12/raui-di-sabtu-sore-yang-cerah.html'></link><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/113461921080577094'></link><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/113461921080577094'></link><author><name>commonroom.info</name></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8622871.post-112902978097359596</id><published>2005-10-11T17:14:00.000+07:00</published><updated>2005-11-26T22:16:15.213+07:00</updated><title type='text'>Seminar &amp; Workshop Video After School vol 1</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Seminar dan Talkshow Video after School&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kamis, 8 Desember 2005&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Pk. 11.00 - selesai&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Universitas Widyatama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jl. Cikutra 204 A Bandung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pembicara :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dimas Djayadiningrat (clipmaker), Ratu Shanty 'Sony BMG' (Industri musik), Bapak Rick Soerafani 'MTV Indonesia' (media), Sulasmoro (Cerahati), Gustaff H. Iskandar (Common Room), Emil "Naif" (musisi), Rudi Tanudarma(Vitesse/Pinnacle), Rudy Farid (Widyatama). Moderator: Santi Indra Astuti (Dosen Fikom UNISBA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Seminar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bagian dari kegiatan workshop, seminar menitikberatkan pada perspektif yang berbeda-beda akan perkembangan video musik di Indonesia, dikaji dari berbagai disiplin ilmu yang bersinggungan, mulai dari aspek kreatif, bisnis hingga media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Talkshow&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Selain materi yang akan diberikan oleh para pembicara, sesi tanya jawab akan dikemas dalam bentuk talkshow yang akan membahas berbagai aspek yang muncul dalam dunia video musik di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Biaya pendaftaran:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Umum Rp. 150.000&lt;br /&gt;Pelajar Rp. 100.000&lt;br /&gt;biaya pendaftaran termasuk: seminar kit, sertifikat, makan siang &amp; coffe/snacks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;untuk seminar: setiap pendaftaran 10 orang sekaligus, gratis 1.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Workshop Video After School&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Video After School V#1&lt;/strong&gt; adalah praktik langsung memproduksi video musik based on project, dengan tahapan dan peralatan (kamera, lampu dan lab. komputer) yang lengkap, dan hasil akhir berupa video musik siap tayang. Workshop akan bekerjasama dengan 10 artis dan label untuk diproduksi video musiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KEGIATAN &lt;/strong&gt;berupa pelatihan pembuatan video musik, intensif selama 3 bulan yang dibagi dalam 3 tahap.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Teori dan Konsep&lt;/strong&gt;, dimana para peserta akan mendapat teori tentang shooting maupun editing. Di tahap ini juga akan dibahas mengenai proses kreatif pengembagnan ide untuk proyek yang dikerjakan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Praktikum&lt;/strong&gt; kamera, tata cahaya dan proses pengambilan gambar.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Post production&lt;/strong&gt;, mencakup proses editing dan presentasi videoklip kepada klien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh video hasil akhir akan dikemas menjadi dvd kompilasi (not for sale), disebar dan diputar diberbagai media dan event susulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PENDAFTARAN&lt;/strong&gt; terbuka untuk umum yang akan disaring ke dalam 2 pendaftaran, yaitu seminar dan workshop. Pendaftaran seminar terbuka bagi 500 orang peserta sedangkan untuk workshop v#1 kali ini, pendaftar terbatas hanya untuk 40 orang yang akan dibagi ke dalam 10 kelompok (4 orang tiap kelompok)&lt;br /&gt;Akan mempermudah bila pendaftar sudah dalam formasi kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PERSYARATAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menyertakan portofolio (perorangan/kelompok)&lt;br /&gt;Menyertakan latar belakagn pendidikan, skill komputer dan kamera.&lt;br /&gt;Biaya pendaftaran:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rp. 2.250.000,-&lt;/strong&gt; (perorangan)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rp. 2.000.000&lt;/strong&gt;/ per orang jika mendaftar sekaligus satu kelompok&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;note: biaya dapat diangsur selama mengikuti workshop&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;WAKTU DAN TEMPAT&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tempat : Kampus Universitas Widyatama, Bandung&lt;br /&gt;Tanggal : Setelah tanggal 8 Desember selama 3 Bulan&lt;br /&gt;Waktu: seminggu 2x, 4 jam sehari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;klien artis yang akan terlibat&lt;/strong&gt; : Netral, Seurieus, Naif, Mocca, Ten 2 Five, Club 80's, The Upstairs, Explosive Records, Malta Records, Prosound Records, Sony BMG Ent. Ind, Warner Music Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Harga formulir pendaftaran:&lt;/strong&gt; Rp. 5000&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tanggal Terakhir pengembalian formulir:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Workshop: 3 Desember2005&lt;br /&gt;Seminar: 5 Desember 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Formulir pendaftaran dapat diambil di:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ALM Shop Rumah Musik Hari Roesli&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jl. Supratman 57 Bandung&lt;br /&gt;Telp. 022 7205527&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cerahati Artwork&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jl. Saninten 22 Bandung&lt;br /&gt;Telp/fax. 022 7273841 (soni)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Common Room - Tobucil&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jl. Kyai Gede Utama 8 Bandung&lt;br /&gt;Telp. 022 2503404&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Universitas Widyatama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Fakultas DKV &amp;amp; Multimedia&lt;br /&gt;Jl. Cikutra 204 A Bandung&lt;br /&gt;c/p Vike 02291111632&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Formulir dapat diperoleh pula di Circle K&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Acara ini terselenggara berkat kerjasama:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Universitas Widyatama, Cerahati, Mahasiswa Desain Komunikasi Visual Universitas Widyatama dan Common Room Foundation&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Media Partners:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sky FM, 102.3 Rase FM, OZ 103.1 FM, Paramuda Bandung 93,7 FM, Female &amp;amp; Delta FM, PR Kampus dan PR Belia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Artis dan Label pendukung:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Malta Music Indonesia, Serieus, Kancut Record, Explosive Records, Warner Music Indonesia</content><link rel='alternate' type='text/html' href='http://commonroom.info/news/2005/10/seminar-workshop-video-after-school.html'></link><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/112902978097359596'></link><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/112902978097359596'></link><author><name>commonroom.info</name></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8622871.post-111752344450568012</id><published>2005-05-31T14:01:00.000+07:00</published><updated>2005-05-31T14:10:44.520+07:00</updated><title type='text'>Jumpa Lagi di Bulan Juni</title><content type='html'>Fuuiihh... !&lt;br /&gt;Setelah terhenti selama sebulan (selama bulan mei), kami mulai mengupdate kembali informasi kegiatan dan menerbitkan jadwal. Bukan apologia, jika kami meminta maaf selama bulan mei lalu kami sibuk dengan banyak hal di dalam maupun di luar common room terutama pembenahan intern. Tapi bukan berarti sebulan kemarin, blasss ga ada kegiatan. Kelas origami tetap semangat untuk mengadakan pameran origami di common room. Pameran ini rencananya akan dibawa ke Jakarta juga karena banyak teman-teman di Jakarta yang tertarik dengan kegiatan origami ini. Jadi selamat bertemu kembali di common room.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam</content><link rel='alternate' type='text/html' href='http://commonroom.info/news/2005/05/jumpa-lagi-di-bulan-juni.html'></link><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/111752344450568012'></link><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/111752344450568012'></link><author><name>commonroom.info</name></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8622871.post-111246197653487623</id><published>2005-04-02T23:04:00.000+07:00</published><updated>2005-04-11T21:57:45.410+07:00</updated><title type='text'>Book's Days Out #3</title><content type='html'>Tak terasa, Book's Days Out (BDO) # 3 segera tiba. Dan sekarang tiba giliran Omuniuum itu berarti lengkap satu putaran BDO. Semua sudah kebagian giliran dan putaran kedua kembali berlangsung. Kembali ke Rumah Buku, kembali ke Tobucil, kembali lagi ke Omuniuum. heheheh biar lebih jelas liat websitenya omuniuum. Boit cukup rajin menuliskan review book's days out pertama sampai yang kedua.. dengan foto-fotonya juga... jadi silakan buka: &lt;a href="http://www.omuniuum.blogspot.com"&gt;omuniuum&lt;/a&gt;</content><link rel='alternate' type='text/html' href='http://commonroom.info/news/2005/04/books-days-out-3.html'></link><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/111246197653487623'></link><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/111246197653487623'></link><author><name>commonroom.info</name></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8622871.post-111245783620349195</id><published>2005-04-02T22:59:00.000+07:00</published><updated>2005-04-02T23:03:56.206+07:00</updated><title type='text'>Hari Bumi</title><content type='html'>GO RECYCLE, REUSE, REPAIR, REDUCE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari bumi yang jatuh setiap tanggal 22 April, mulai dirayakan jutaan orang di seluruh dunia sejak 1970. Merayakan hari bumi, berarti memikirkan kelangsungan hidupnya, memikirkan bagaimana sumber daya bumi yang terbatas ini bisa menjamin kelangsungan hidup manusia. Sebelum kita berpikir hal-hal besar untuk menjaga kelangsungan hidup bumi, kita bisa memulainya dari hal kecil dan sederhana. Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan untuk sehari-hari yang besar artinya untuk keberlangsungan hidup bumi sebagai tempat tinggal kita. &lt;br /&gt;• Ketika berbelanja gunakan seminimal mungkin kantong plastik sebagai tempat belanjaan kita. Lebih baik jika kita membawa kantong plastik atau kantong belanja sendiri dari rumah. Dengan mengurangi penggunaan plastik, berarti kita juga mengurangi sampah kemasan yang kita hasilkan.&lt;br /&gt;• Untuk tempat yang mudah terjangkau, lebih sehat dan lebih baik jika kita menempuhnya dengan berjalan kaki. Selain tidak membutuhkan biaya dan menyehatkan badan, kebiasaan berjalan kaki juga membantu mengurangi penggunaan bahan bakar yang menyebabkan polusi udara dan eksploitasi sumber daya alam yang merusak lingkungan. &lt;br /&gt;• Pisahkan sampah botol plastik bekas kemasan, kertas, botol kaca dalam kantong yang terpisah. Hal ini akan memudahkan pemulung mengambil sampah yang kita buang untuk di daur ulang. &lt;br /&gt;• Gunakan dua sisi kertas/bolak-balik ketika mengeprint atau foto copy document. Dengan demikian, kita melakukan penghematan kertas yang berarti juga menghemat pohon yang harus di tebang untuk bahan baku kertas. &lt;br /&gt;• Kertas yang sudah terisi dua sisinya, jangan buru-buru dibuang. Jika kamu tidak membutuhkannya lagi, kamu bisa menyerahkannya pada tobucil jl. Kyai gede utama 8 bandung, yang selama ini menggunakan kertas bekas sebagai kantong buku dan bahan baku untuk kelas origami.&lt;br /&gt;Kirimkan tips yang kamu punya dan berikan komentar mengenai apa yang bisa kamu lakukan untuk menjaga kelangsungan hidup bumi.</content><link rel='alternate' type='text/html' href='http://commonroom.info/news/2005/04/hari-bumi.html'></link><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/111245783620349195'></link><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/111245783620349195'></link><author><name>commonroom.info</name></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8622871.post-111245775682463272</id><published>2005-04-02T22:59:00.000+07:00</published><updated>2005-04-02T23:02:36.826+07:00</updated><title type='text'>Hari Bumi, 22 April 2005</title><content type='html'>GO RECYCLE, REUSE, REPAIR, REDUCE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari bumi yang jatuh setiap tanggal 22 April, mulai dirayakan jutaan orang di seluruh dunia sejak 1970. Merayakan hari bumi, berarti memikirkan kelangsungan hidupnya, memikirkan bagaimana sumber daya bumi yang terbatas ini bisa menjamin kelangsungan hidup manusia. Sebelum kita berpikir hal-hal besar untuk menjaga kelangsungan hidup bumi, kita bisa memulainya dari hal kecil dan sederhana. Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan untuk sehari-hari yang besar artinya untuk keberlangsungan hidup bumi sebagai tempat tinggal kita. &lt;br /&gt;• Ketika berbelanja gunakan seminimal mungkin kantong plastik sebagai tempat belanjaan kita. Lebih baik jika kita membawa kantong plastik atau kantong belanja sendiri dari rumah. Dengan mengurangi penggunaan plastik, berarti kita juga mengurangi sampah kemasan yang kita hasilkan.&lt;br /&gt;• Untuk tempat yang mudah terjangkau, lebih sehat dan lebih baik jika kita menempuhnya dengan berjalan kaki. Selain tidak membutuhkan biaya dan menyehatkan badan, kebiasaan berjalan kaki juga membantu mengurangi penggunaan bahan bakar yang menyebabkan polusi udara dan eksploitasi sumber daya alam yang merusak lingkungan. &lt;br /&gt;• Pisahkan sampah botol plastik bekas kemasan, kertas, botol kaca dalam kantong yang terpisah. Hal ini akan memudahkan pemulung mengambil sampah yang kita buang untuk di daur ulang. &lt;br /&gt;• Gunakan dua sisi kertas/bolak-balik ketika mengeprint atau foto copy document. Dengan demikian, kita melakukan penghematan kertas yang berarti juga menghemat pohon yang harus di tebang untuk bahan baku kertas. &lt;br /&gt;• Kertas yang sudah terisi dua sisinya, jangan buru-buru dibuang. Jika kamu tidak membutuhkannya lagi, kamu bisa menyerahkannya pada tobucil jl. Kyai gede utama 8 bandung, yang selama ini menggunakan kertas bekas sebagai kantong buku dan bahan baku untuk kelas origami.&lt;br /&gt;Kirimkan tips yang kamu punya dan berikan komentar mengenai apa yang bisa kamu lakukan untuk menjaga kelangsungan hidup bumi.</content><link rel='alternate' type='text/html' href='http://commonroom.info/news/2005/04/hari-bumi-22-april-2005.html'></link><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/111245775682463272'></link><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/111245775682463272'></link><author><name>commonroom.info</name></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8622871.post-111158455423935927</id><published>2005-03-23T20:06:00.000+07:00</published><updated>2005-03-23T23:44:58.176+07:00</updated><title type='text'>Diskusi Da Vinci Code - Dan Brown</title><content type='html'>Buku yang penuh dengan kontroversi ini memang belum terasa gaungnya di Indonesia. Kebanyakan hanya tahu jika buku ini memang bagus. Memukau nalar dan mengguncang iman. sebuah jargon yang dipasang di sampul buku ini jelas membuat kita penasaran apa sebenarnya yang Dan Brown tulis.&lt;br /&gt;Tidak sedikit umat Kristen di dunia ini meraa tercengang dengan 'fakta-fakta' yang ditulis oleh Brown dalam Da Vinci Code. Entah itu cerita ternyata Yesus menikahi Maria Magdalena dan bahkan memiliki keturunan atau cerita tentang biarawan sion, Knights of Templar dan lain lain. Banyak bagian dari buku ini membuat tercengang orang yang membacanya tetapi ada yang menganggap hal ini biasa saja..hanya sebuah buku, hanya sebuah cerita.&lt;br /&gt;Terlepas semua itu, diskusi buku Da Vinci Code yang diadakan Minggu sore kemaren (20/3) membuka sudut pandang baru tentang buku ini. Ada beberapa yang tertarik tentang buku ini karena memang "pengen" tahu tentang kristen itu sendiri, ada yang membaca buku ini karena disuruh temannya, bahkan ada yang membaca buku ini hanya karena tebal.&lt;br /&gt;Tidak sulit untuk mengakui jika anda berpendapat cerita dalam buku ini sangat mengalir dan enak dibaca. Bahkan seperti kisah petualangan mencari sebuah misteri, anda selalu ingin tahu dan ingin cepat selesai membacanya. Belum lagi di dalam buku ini begitu banyak trivia-trivia yang mungkin tidak pernah anda tahu atau peduli sebelumnya. Katakan saja tentang deret fibonacci, kita jadi tahu dasar dari alam ini adalah geometri. &lt;em&gt;Its all about geometry!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Di sini pun anda bisa mengetahui bahwa pengetahuan yang diturunkan dari nenek moyang kita, dari sejak dulu kala selalu menggunakan simbol. Betapa simbol sangat memenuhi kehidupan kita. Ini tidak terlepas dari kebudayaan mesir kuno yang menggunakan &lt;em&gt;hieroglyph&lt;/em&gt; sebagai tulisan pertama.&lt;br /&gt;Dan Brown mungkin bisa jadi orang yang memang beruntung, dimana ia mengetahui begitu banyak trivia dan dengan kemampuannya, ia bisa menjalinnya semua ke dalam sebuah cerita yang menarik untuk dibaca dan dinikmati.&lt;br /&gt;Jika memang banyak pihak merasa "terganggu" dengan buku ini, tidakkah kita tidak bisa melihat bahwa ini hanya sebuah &lt;em&gt;other perspective about one thing&lt;/em&gt;.. dan itu terserah si penulis ingin menyampaikan apa kepada pembaca..&lt;br /&gt;&lt;em&gt;I disapprove of what you say, but I will defend to &lt;strong&gt;death&lt;/strong&gt; your right to say it &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;-voltaire-&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;</content><link rel='alternate' type='text/html' href='http://commonroom.info/news/2005/03/diskusi-da-vinci-code-dan-brown.html'></link><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/111158455423935927'></link><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/111158455423935927'></link><author><name>commonroom.info</name></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8622871.post-110749664017879362</id><published>2005-02-04T13:27:00.000+07:00</published><updated>2005-03-22T00:27:13.826+07:00</updated><title type='text'>JAZZ AID: Konser untuk Korban Tsunami</title><content type='html'>&lt;p&gt;Minggu pagi 26, Desember 2004 ... 8.7 Skala Richter ... gelombang pasang dashyat Tsunami ... Nanggroe Aceh Darussalam, Kepulauan Nias, Sumatra Utara ... +/- 150.000 korban jiwa... DUnia terpana, Indonesia menganga ... Maha Besar kekuatan alam-Mu Ya Allah, Maha Besar kekuasaanMu Ya Allah ... Bencana dashyat kemanusiaan terbesar sepanjang sejarah kehidupan umat manusia di masa kini pun menciptakan 'ladang amal' terbesar yang pernah diberikan oleh Yang Maha kuasa pada umat-Nya, dan mungkin akan menjadi 'ladang amal' terpanjang yang pernah terjadi, mengingat usaha pemulihan yang tengah dilakukan di daerah-daerah bencana oleh begitu banyak pihak juga merupakan usaha pemulihan "peradaban yang nyaris hilang"...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;KlabJazz sebagai sebuah komunitas para peminat dan penggiat musik jazz yang notabenenya beranggotakan sekelompok kecil anggota masyarakat Indonesia ini pun terpanggil untuk berpartisipasi menggunakan 'ladang amal' yang tercipta akibat bencana dashyat tersebut,dengan cara yang paling sesuai dengan jati diri para anggotanya; Konser amal pertunjukan musik jazz untuk para korban tsunami.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang sebelumnya hanya sebuah gagasan spontan, penggagas sejenis dari ibukota menyentil komunitas jazz di kota Bandung untuk merealisasikan gagasan tersebut. Dan ternyata gagasan yang sama pun dicoba untuk direalisasikan di kotakota lain sesuai dengan kemampuan masing-masing komunitasnya. Jakarta, 22 Januari 2005 di TIM, Batam 25 Januari, Medan 26 Januari, Surabaya 29 Januari, dan Bali 6 Februari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk Bandung setelah dua minggu KlabJazz intensif melobi sana-sini; para pemilik gedung pertunjukan, musisi, mitra, dan para donatur pun menyanggupi untuk mendukung sepenuhnya gagasan Konser Amal Jazz untuk Korban Tsunami ini. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;JAZZAID Konser untuk Korban Tsunami akan digelar pada &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tanggal 4 Februari 2005&lt;br /&gt;Pukul 19.00 - 23.00 WIB&lt;br /&gt;di Auditorium Pusat Kebudayaan Perancis - CCF&lt;br /&gt;Jl. Purnawarman, Bandung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Donasi awal: Rp. 20.000,-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(tanda terima digunakan sebagai tanda masuk)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dapat disalurkan melalui:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;KlabJazz@COMMONROOM&lt;br /&gt;Jl. Kyai Gede Utama 8 Bandung&lt;br /&gt;Tlp. 022-2503404&lt;/p&gt;&lt;p&gt;atau&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pusat Kebudayaan Perancis - CCF&lt;br /&gt;Jl. Purnawarman 32 Bandung&lt;br /&gt;Tlp. 022-4212417 / 8&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menampilkan kawan-kawan:&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;ADJIERAO &lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;AMIR ISHAK &lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;BANDUNG STRING TRIO &lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;F.A.K.T.A &lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;4-ON-6 JAZZ TRIO &lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;IMAM PRAS QUARTET&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;IMEL ROSALIN QUARTET&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;KLABKLASSIK&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;KRISHNAN MOHAMAD PROJECT&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;METTA LEGITA&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;MICHELLE EFFERIN QUARTET&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;PERKUSI ANAK JENDELA IDE&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;QORNAL MANAZIL&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;QUARTET RUMAH KOPI&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;THE STATEMENT&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;TIWI SHAKUHACHI&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;VOKAL GRUP MA 2&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;WHISPER NOT&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Acara ini terselenggara berkat kerjasama dengan&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;CCF Bandung&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Studio Musik Melodia&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Common Room&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.wartajazz.com"&gt;WartaJazz.com&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;B-Radio 95.6 FM Bandung&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mara Ghita 106.7 FM&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Trijaya FM - Bandung 91.30 FM&lt;/li&gt;&lt;li&gt;KLCBS - Bandung 100. FM&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;</content><link rel='alternate' type='text/html' href='http://commonroom.info/news/2005/02/jazz-aid-konser-untuk-korban-tsunami.html'></link><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/110749664017879362'></link><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/110749664017879362'></link><author><name>commonroom.info</name></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8622871.post-111011072897563366</id><published>2005-03-06T19:03:00.000+07:00</published><updated>2005-03-06T19:05:28.976+07:00</updated><title type='text'>Class Of 95</title><content type='html'>Class of ‘95 – Local Youth Culture Exhibition&lt;br /&gt;Common Room, 12 – 27 Maret 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Perkembangan komunitas anak muda di Indonesia, terutama di beberapa kota besar semisal Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya, sampai saat ini selalu menunjukan pola pertumbuhan yang menarik. Dari mulai generasi Ngak-Ngik-Ngok (1960), Aktuil (1970), Lupus dan Catatan si Boy (1980), sampai pada kemunculan subkultur underground yang sempat mewarnai kehidupan anak muda Indonesia di era 1990-an, terutama di beberapa kota semisal Medan, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, sampai Makasar.&lt;br /&gt;          Berbagai macam struktur kode dan bentuk ekspresi yang spesifik ikut muncul dan mempengaruhi perkembangan anak muda di Indonesia dari waktu ke waktu. Terutama ditunjang oleh keberadaan industri musik, film, media massa dan teknologi informasi, perkembangan ini juga mendapatkan pengaruh yang kuat dari barat (Eropa &amp; Amerika). Dalam hal ini, berbagai macam pola imitasi dan apropriasi budaya (barat) dapat kita lihat kemunculannya secara mudah melalui berbagai materi dokumentasi, arsip, artefak, sampai pada memorabilia anak muda dari berbagai belahan waktu yang spesifik.&lt;br /&gt;          Sebagai sebuah judul pameran, “Class of ‘95” sengaja diambil untuk menandai perkembangan segelintir komunitas anak muda di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya pada kurun waktu tertentu. Selain itu, pameran ini juga akan mencermati kemunculan tanda-tanda dan bentuk ekspresi yang sempat muncul bersama kehadiran mereka sejak sekitar tahun 1995 sampai saat ini (2005). Melalui medium yang beragam, pameran ini akan menampilkan berbagai materi dokumentasi, artefak, dan bermacam memorabilia dari kurun waktu 10 tahun terakhir, terutama yang berasal dari para penggemar attitude dan spirit indipop. Sebuah istilah yang digunakan untuk menandai patahan (rupture) dari kultur musik pop mainstream yang berkembang pada tahun 1986-an di daratan Eropa, yang diwakili oleh beberapa band seperti Joy Division, New Order, Depeche Mode, Duran-Duran, dll.&lt;br /&gt;          Pameran ini akan menampilkan berbagai materi dokumentasi yang merekam aktifitas anak muda era 1995-an di beberapa kota semisal Jakarta, Bandung, Yogyakarta &amp; Surabaya. Adapun beberapa materi yang akan ditampilkan diantaranya adalah foto, flyer, poster, video (video klip &amp;amp; live concert), cover kaset, kliping majalah/koran, memorabilia, dll.&lt;br /&gt;Pembukaan Pameran Class Of 95 ini akan diadakan hari Sabtu, 12 Maret 2005 di Common Room Jalan Kyai Gede Utama 8 Bandung mulai pk. 17.00. Pembukaan ini juga akan menampilka pertunjukan musik akustik yang akan dimainkan oleh beberapa band yang berasal dari Bandung &amp;amp; Jakarta. Diantaranya adalah &lt;em&gt;Ballads Of The Cliché, Olive Tree, Cherry Bombshell, Homogenic, Everybody Love Irene, White Shoes And The Couple Company, Zeke and The Popo, Batman and poptastic&lt;/em&gt;. Selain itu ada music gathering, yang akan menampilkan beberapa DJ yang secara khusus akan memutarkan lagu-lagu yang populer di kalangan komunitas anak muda penggemar musik indipop pada kurun waktu 1995 s/d sekarang.</content><link rel='alternate' type='text/html' href='http://commonroom.info/news/2005/03/class-of-95.html'></link><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/111011072897563366'></link><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8622871/posts/default/111011072897563366'></link><author><name>commonroom.info</name></author></entry></feed>