<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Common Room Networks Foundation</title>
	<atom:link href="http://commonroom.info/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://commonroom.info</link>
	<description>Open Platform for Art, Culture &#38; ICT/Media &#124;&#124; Bandung - Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 May 2013 07:28:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Pertunjukan Menyapa Semesta &#124; Padepokan Seni Mayang Sunda &#124; Jumat, 24 Mei 2013</title>
		<link>http://commonroom.info/2013/pertunjukan-menyapa-semesta/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2013/pertunjukan-menyapa-semesta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 May 2013 09:56:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Art Projects]]></category>
		<category><![CDATA[Concert]]></category>
		<category><![CDATA[Electronic Music]]></category>
		<category><![CDATA[Media Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2906</guid>
		<description><![CDATA[Pertunjukan Menyapa Semesta Penari: Ine Arini &#124; Rajah: Hermana HMT &#124; Musik/ Bebunyian Eksperimental: flukeminimix &#038; Gustaff H. Iskandar &#124; Visual: Killafternoon &#124; Pencahayaan: Achonk Waktu: Jumat, 24 Mei 2013; pk. 19.00 – 22.00 WIB Tempat: Padepokan Seni Mayang Sunda, Jalan Peta No. 209, Bandung Pengantar Menyapa Semesta adalah sebuah pagelaran eksperimentasi bebas yang memadukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2013/05/eflyer_menyapa_semesta1.jpg" alt="" title="eflyer_menyapa_semesta" width="640" height="850" class="alignnone size-full wp-image-2911" /></p>
<p><strong>Pertunjukan Menyapa Semesta</strong><br />
Penari:	Ine Arini | Rajah: Hermana HMT | Musik/ Bebunyian Eksperimental: flukeminimix &#038; Gustaff H. Iskandar | Visual: Killafternoon | Pencahayaan: Achonk<br />
Waktu: Jumat, 24 Mei 2013; pk. 19.00 – 22.00 WIB<br />
Tempat: Padepokan Seni Mayang Sunda, Jalan Peta No. 209, Bandung</p>
<p><strong>Pengantar</strong><br />
Menyapa Semesta adalah sebuah pagelaran eksperimentasi bebas yang memadukan seni dan ilmu pengetahuan. Pertunjukan ini mengolah gerak, suara, musik, serta visualisasi yang saling merespon antara satu dengan lainnya sehingga terjalin menjadi sebuah kesatuan utuh yang harmonis.</p>
<p>Pagelaran ini merupakan kelanjutan dari pagelaran Dedikasi 90 Tahun Observatorium Bosscha yang digelar di ruang Kherkhoven &#8211; Observatorium Bosscha, Lembang, pada 20 April 2013 lalu. Dalam kesempatan ini Flukeminimix, Gustaff H. Iskandar, dan Ine Arini akan menampilkan kembali komposisi musik dan tari kontemporer dalam bentuk eksperimentasi bebas yang berjudul “Pulsating Star”.</p>
<p>Pertunjukan Menyapa Semesta akan dibuka dengan komposisi bebunyian eksperimental yang mengiringi alunan Rajah Pamulang dari Hermana HMT. Pada komposisi ini rajah tradisional Sunda akan dipadukan dengan bebunyian yang dihasilkan dari gelombang radio bintik Matahari yang direkam oleh Observatorium Bosscha pada tahun 2012. Selanjutnya pertunjukan ini akan menampilkan tarian eksperimental dari Ine Arini yang diiringi paduan komposisi elektro-akustik serta bebunyian yang berasal dari gelombang radio Pulsating Star (Pulsar) PSR B0329+54. Pulsar ini memiliki periode rotasi mendekati 0.71452 rotasi/ detik. Pertunjukan ini akan ditutup dengan komposisi esperimentasi bebas dari flukeminimix dan Gustaff H. Iskandar.  </p>
<p><em>Pertunjukan ini merupakan buah kerjasama antara Padepokan Seni Mayang Sunda, Studio Pohaci, &#038; Common Room, serta merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Bulan Budaya Bernalar 2013. Gratis dan terbuka untuk umum.*</em></p>
<p><em>*Tempat terbatas untuk 200 pengunjung</em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2013/pertunjukan-menyapa-semesta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>STEAMFest2013 &#124; Museum Geologi &#124; Sabtu, 18 Mei 2013</title>
		<link>http://commonroom.info/2013/steamfest2013/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2013/steamfest2013/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 10:38:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Concert]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Free Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Gathering]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2898</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Bernalar: STEAM Festival 2013 &#124; Museum Geologi, Diponegoro 57, Bandung &#124; Sabtu, 18 Mei 2013, pk. 08:00-17.00 WIB Pengantar STEAM Fest adalah ajang yang baru dan unik dalam mengekpos masyarakat pada komponen-komponen kehidupan modern dengan cara menggugah nalar logis dan kehalusan serta ketajaman nurani. Kegiatan ini ditujukan untuk masyarakat umum, terutama untuk siswa dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2013/05/eflyer_steamfest.png" alt="" title="eflyer_steamfest" width="638" height="902" class="alignnone size-full wp-image-2899" /></p>
<p><strong>Bulan Bernalar: STEAM Festival 2013 | Museum Geologi, Diponegoro 57, Bandung | Sabtu, 18 Mei 2013, pk. 08:00-17.00 WIB</strong></p>
<p><strong>Pengantar</strong><br />
STEAM Fest adalah ajang yang baru dan unik dalam mengekpos masyarakat pada komponen-komponen kehidupan modern dengan cara menggugah nalar logis dan kehalusan serta ketajaman nurani. Kegiatan ini ditujukan untuk masyarakat umum, terutama untuk siswa dan guru. Acara ini bukan hanya sekedar pameran statis, namun pengunjung akan diundang untuk berkontribusi dalam kegiatan kolaboratif yang mengaktifkan nalar dan indera secara konstruktif. Bidang-bidang yang akan ditampilkan dalam festival tahun ini adalah sains fisis (seperti astronomi dan fisika), sains hayati (seperti kimia, biologi, kesehatan), teknologi (misalnya teknologi pembelajaran modern), matematika, rekayasa penerbangan, seni klasik maupun modern dan interaksinya dengan sains dan teknologi, serta pertunjukan tari dan musik. Kegiatan ini gratis dan terbuka untuk umum. </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2013/steamfest2013/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Diskusi MLI &#124; Revolusi Copernicus &#124; Prof. Bambang Hidayat &#124; Rabu, 15 Mei 2013</title>
		<link>http://commonroom.info/2013/diskusi-mli-revolusi-copernicus-prof-bambang-hidayat-rabu-15-mei-2013/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2013/diskusi-mli-revolusi-copernicus-prof-bambang-hidayat-rabu-15-mei-2013/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 May 2013 07:30:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2892</guid>
		<description><![CDATA[[Diskusi MLI] Revolusi Copernicus &#124; Prof. Bambang Hidayat &#124; Rabu, 15 Mei 2013 Diskusi Bersama Prof. Bambang Hidayat Rabu, 15 Mei 2013, pk. 14.00 – 17.00 WB Ruang Serbaguna UPT Perpustakaan ITB Jl. Ganesha No. 10 Gratis &#038; terbuka untuk umum. Pengantar Pada dasarnya Revolusi Kopernikus adalah pergeseran paradigma model alam semesta: dari system Ptolomeus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2013/05/copernicus_eflyer1.png" alt="" title="copernicus_eflyer" width="640" height="950" class="alignnone size-full wp-image-2893" /></p>
<p><strong>[Diskusi MLI] Revolusi Copernicus | Prof. Bambang Hidayat | Rabu, 15 Mei 2013</strong><br />
Diskusi Bersama Prof. Bambang Hidayat<br />
Rabu, 15 Mei 2013, pk. 14.00 – 17.00 WB<br />
Ruang Serbaguna UPT Perpustakaan ITB<br />
Jl. Ganesha No. 10<br />
Gratis &#038; terbuka untuk umum.</p>
<p><strong>Pengantar</strong><br />
Pada dasarnya Revolusi Kopernikus adalah pergeseran paradigma model alam semesta: dari system Ptolomeus yang mendudukan Bumi stationer sebagai pusat peredaran, ke Matahari sebagai pusat perputaran langit. Sebagai layaknya kelahiran sebuah revolusi itu sendiri dipicu oleh prolog ubahan peristiwa sosial: mulai dari asimilasi ilmu lama, dengan wawasan baru tentang alam semesta yakni ketidak mungkinan mempertahankan kedudukan Bumi stasioner tanpa gerak; ubahan tatanan ekonomi dan agraris sederhana menjadi lebih produktif dan merata. Bersamaan dengan itu Ordo Fransiskan pada abad ke-12 sudah mulai mencetuskan penalaran yang mengemban suasana diskursif, serta dorongan menumbuhkan ide yang kreatif. Kematangan masyarakat siap menantikan ubahan seperti seorang Ibu yang hamil tua.</p>
<p>Penemuan dunia baru diseberang Atlantik memberi impetus dan bobot keinginan merubah suasana. Interaksi dengan mediterania menambah luas wawasan Eropa sentral. Dalam banyak hal timbul pertanyaan apakah yang tejadi itu revolusi atau sebuah proses reformasi pemikiran. Apapun yang telah terjadi memperlihatkan perkembangan nalar yang bebas, yang ingin menjawab informasi dengan (istilah sekarang) bukti yang <em>evidence-based</em>. Baik reformasi apalagi, nyatanya, revolusi waktu itu adalah ubahan cepat alur pikiran yang dipicu oleh keperluan membuat tabel baru astronomi, atas dasar penelitian yang harus menghasilkan bukti. Kelahiran usaha cetak sangat membantu proses pengubahan tersebut dengan penerbitan “<em>de revolutionibus Orbium Prima</em>” yang bisa beredar cepat melampaui jangkauan kendali gereja dan kekuasaan.</p>
<p>Ilmu pengetahuan pasca Revolusi itu menikmati beberapa penerobosan jalan buntu. Alur riset yang hipotetiko-deduktionik berkembang. Kota-kota Universitas tempat pengecambahan keilmuan dengan semangat libetariani (seperti Padua, Florence) yang dinamik tumbuh sebagai pusat budaya baru. Gagasan bahwa eksperimen bernilai lebih besar daripada proses induktif menguasai nalar kemampuan untuk kebebasan menyuruki sifat alam sekitar mulai dari jasad renik sampai ukuran makro. Ilmu pengetahuan yang selalu mempertanyakan (dengan skeptisisme yang teroganisasi) menjadi supreme doktrime kala itu. Penalaran cepat berkembang biak ketika pada tahun 1471 dwitunggal mesin penyebaran aktif bekerja: bebas mimbar dan percetakan. Revolusi itu kemudian menemukan tokoh dan cantriknya seperti Darwin dengan Huxley, Halley dan Newton, merampungkan Revolusinya Copernikus menghantar dunia ke alam Lavoisier, dan lainnya. Homosentrisme ditinggalkan oleh Revolusi itu.</p>
<p>Prof. Bambang Hidayat</p>
<p><em>Kegiatan ini adalah buah dari kerjasama antara Moedomo Learning Initiative, UPT Perpustakaan Pusat ITB, dan Common Room.</em></p>
<p>*Sumber gambar: <a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Nicolaus_Copernicus" target="_blank">Wikipedia</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2013/diskusi-mli-revolusi-copernicus-prof-bambang-hidayat-rabu-15-mei-2013/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Undangan Terbuka Pameran Seni Fraktal &#124; STEAMFEST, 18 Mei 2013</title>
		<link>http://commonroom.info/2013/undangan-terbuka-pameran-seni-fraktal-steamfest-18-mei-2013/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2013/undangan-terbuka-pameran-seni-fraktal-steamfest-18-mei-2013/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Apr 2013 08:33:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Media Arts]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2877</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2013/04/eposter_seni_fraktal2.png" alt="" title="eposter_seni_fraktal" width="640" height="901" class="alignnone size-full wp-image-2882" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2013/undangan-terbuka-pameran-seni-fraktal-steamfest-18-mei-2013/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Diskusi MLI] Dari Balik Heningnya Guru Perempuan &#124; Ibu Henny Supolo (Yayasan Cahaya Guru) &#124; Rabu, 24 April 2013</title>
		<link>http://commonroom.info/2013/diskusi-guru-mli/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2013/diskusi-guru-mli/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Apr 2013 12:30:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2867</guid>
		<description><![CDATA[[Diskusi MLI] Dari Balik Heningnya Guru Perempuan Pembicara: Ibu Henny Supolo (Yayasan Cahaya Guru) Waktu: Rabu, 24 April 2013, pk. 14.00 &#8211; 17.00 WIB Tempat: Gedung Perpustakaan Pusat ITB, Jl. Ganeca no. 10 Pengantar Melalui pelatihan-pelatihan Yayasan Cahaya Guru, tertangkap kecenderungan suara guru perempuan tidak terdengar di ruang diskusi besar. Padahal, dalam pembicaraan pribadi, pendapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2013/04/guru_eposter.jpg" alt="" title="guru_eposter" width="640" height="901" class="alignnone size-full wp-image-2868" /></p>
<p><strong>[Diskusi MLI] Dari Balik Heningnya Guru Perempuan</strong><br />
Pembicara: Ibu Henny Supolo (<a href="http://cahayaguru.or.id/" target="_blank">Yayasan Cahaya Guru</a>)<br />
Waktu: Rabu, 24 April 2013, pk. 14.00 &#8211; 17.00 WIB<br />
Tempat: Gedung Perpustakaan Pusat ITB, Jl. Ganeca no. 10</p>
<p><strong>Pengantar</strong><br />
Melalui pelatihan-pelatihan Yayasan Cahaya Guru, tertangkap kecenderungan suara guru perempuan tidak terdengar di ruang diskusi besar. Padahal, dalam pembicaraan pribadi, pendapat mereka tajam dan penuh makna. Apakah yang sebetulnya terjadi di balik heningnya guru perempuan itu? Bagaimana cara mendorong partisipasi sesuai dengan kapasitas yang mereka miliki? Apakah hal sama terjadi juga di lingkungan komunitas lain saat ini? Hal ini yang diharapkan akan dibagi dan dibicarakan bersama dalam diskusi &#8220;Di Balik Heningnya Guru Perempuan&#8221;.</p>
<p><em>Acara ini diselenggarakan atas kerjasama Moedomo Learning Initiative (MLI), Common Room, dan UPT Perpustakaan ITB. Gratis dan terbuka untuk umum.</em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2013/diskusi-guru-mli/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Open House] 90 Tahun Observatorium Bosscha, Lembang &#124; Sabtu, 20 April 2012</title>
		<link>http://commonroom.info/2013/open-house-90-tahun-observatorium-bosscha-lembang-sabtu-20-april-2012/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2013/open-house-90-tahun-observatorium-bosscha-lembang-sabtu-20-april-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Apr 2013 13:11:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Concert]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2873</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2013/04/leaflet_oh_2013_eflyer.jpg" alt="" title="leaflet_oh_2013_eflyer" width="640" height="905" class="alignnone size-full wp-image-2874" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2013/open-house-90-tahun-observatorium-bosscha-lembang-sabtu-20-april-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bincang Buku: Melampaui Penglihatan &#124; Common Room, Rabu, 10 April 2013</title>
		<link>http://commonroom.info/2013/bincang-buku-melampaui-penglihatan-common-room-rabu-10-april-2013/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2013/bincang-buku-melampaui-penglihatan-common-room-rabu-10-april-2013/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Apr 2013 16:05:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Critics]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Media Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Theory]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2859</guid>
		<description><![CDATA[Bincang Buku: Melampaui Penglihatan; Kumpulan Esai Antropologi Visual tentang Media (Audio) Visual, Seni, dan Penonton Penulis: M. Zamzam Fauzanafi (penulis buku) Pembahas: Jejen Jaelani (Forum Studi Kebudayaan ITB) Tempat: Common Room, Jl. Muararajeun no. 15, Bandung Tanggal/pukul: 10 April 2013/19.00 s.d selesai Penglihatan dan Apa yang Melampauinya Buku ini merupakan kumpulan esai yang ditulis oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2013/04/eposter_melampaui_penglihatan.jpg" alt="" title="eposter_melampaui_penglihatan" width="640" height="960" class="alignnone size-full wp-image-2860" /></p>
<p><strong>Bincang Buku: Melampaui Penglihatan; Kumpulan Esai Antropologi Visual tentang Media (Audio) Visual, Seni, dan Penonton</strong><br />
Penulis: M. Zamzam Fauzanafi (penulis buku)<br />
Pembahas: Jejen Jaelani (Forum Studi Kebudayaan ITB)<br />
Tempat: Common Room, Jl. Muararajeun no. 15, Bandung<br />
Tanggal/pukul: 10 April 2013/19.00 s.d selesai</p>
<p><strong>Penglihatan dan Apa yang Melampauinya</strong><br />
Buku ini merupakan kumpulan esai yang ditulis oleh M. Zamzam Fauzanafi sebagai akademisi sekaligus pegiat yang mendalami kajian antropologi visual. Melampaui Penglihatan dimaksudkan sebagai suatu upaya penafsiran budaya sehari-hari melalui detail citra media tontonan sebagai hasil; kerja kamera, mata penglihatan, visualitas, caption dan perbincangan mengenai penglihatan, pun pemaknaan di luar penglihatan itu sendiri.</p>
<p>Kumpulan esai dalam buku ini mencakup uraian dan penjelasan tentang dua wilayah kerja antropologi visual. Pertama, penggunaan medium/materi visual dalam riset, terutama foto dan video. Kedua, analisis terhadap materi visual dan properti sistem visual mengenai bagaimana segala sesuatu dilihat, serta bagaimana penglihatan dipahami dalam berbagai ekspresi dan pengalaman sosial (melalui lukisan, mural, televisi, hingga puisi, pengalaman menonton film).</p>
<p>Esai-esai ini bukan semata-mata mengenai dunia visual atau penglihatan, melainkan sebuah usaha untuk menempatkan yang visual dalam relasi kultural, sosial, dan politik yang kompleks. Melalui esai-esai ini yang visual, sebagaimana diungkap oleh MacDougall (2006: 222), ditempatkan sebagai jalan bagi indra yang lain untuk mengalami kompleksitas proses sosial, kultural, dan politik. Jalan yang tidak hanya membutuhkan penglihatan dan penafsiran, tetapi melibatkan emosi dan pemahaman indrawi.</p>
<p>Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Rumah Sinema dan Common Room. Gratis dan terbuka untuk umum.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2013/bincang-buku-melampaui-penglihatan-common-room-rabu-10-april-2013/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>One Day Seminar: Encourage Your Creativity &#124; STISI Telkom Hall &#124; Rabu, 10 April 2013</title>
		<link>http://commonroom.info/2013/one-day-seminar-encourage-your-creativity-stisi-telkom-hall-rabu-10-april-2013/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2013/one-day-seminar-encourage-your-creativity-stisi-telkom-hall-rabu-10-april-2013/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Apr 2013 15:58:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2856</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2013/04/One_Day_Seminar_ePoster.jpg" alt="" title="One_Day_Seminar_ePoster" width="640" height="905" class="alignnone size-full wp-image-2857" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2013/one-day-seminar-encourage-your-creativity-stisi-telkom-hall-rabu-10-april-2013/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kuliah Jalanan Bersama Hikmat Darmawan: Aspek-Aspek Budaya Pop &#124; Sabtu, 23 Maret 2013</title>
		<link>http://commonroom.info/2013/kuliah-jalanan-bersama-hikmat-darmawan-aspek-aspek-budaya-pop-sabtu-23-maret-2013/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2013/kuliah-jalanan-bersama-hikmat-darmawan-aspek-aspek-budaya-pop-sabtu-23-maret-2013/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Mar 2013 11:43:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Critics]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2850</guid>
		<description><![CDATA[Kuliah Jalanan Bersama Hikmat Darmawan: Aspek-Aspek Budaya Pop Sabtu, 23 Maret 2013; pk. 10.00 &#8211; 12.00 WIB Common Room, Jl. Muararajeun no. 15 Pengantar Kuliah Jalanan adalah kegiatan yang digagas oleh Hikmat Darmawan, seorang pakar komik dan pengamat budaya populer yang juga dikenal sebagai seorang penulis lepas. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mendukung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-2851" title="kuliahjalanan_eposter" src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2013/03/kuliahjalanan_eposter.png" alt="" width="640" height="901" /></p>
<p><strong>Kuliah Jalanan Bersama Hikmat Darmawan: Aspek-Aspek Budaya Pop</strong><br />
Sabtu, 23 Maret 2013; pk. 10.00 &#8211; 12.00 WIB<br />
Common Room, Jl. Muararajeun no. 15</p>
<p><strong>Pengantar</strong><br />
Kuliah Jalanan adalah kegiatan yang digagas oleh Hikmat Darmawan, seorang pakar komik dan pengamat budaya populer yang juga dikenal sebagai seorang penulis lepas. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mendukung terjadinya proses produksi dan distribusi pengetahuan secara langsung di tengah-tengah khalayak luas. Bentuk dari kegiatan Kuliah Jalanan adalah kuliah umum dengan subjek spesifik yang berlangsung selama 1-2 jam. Narasumber akan memberikan ceramah dan memfasilitasi proses tanya jawab sebagaimana kegiatan perkuliahan pada umumnya. Kegiatan Kuliah Jalanan juga dapat berbentuk obrolan tentang subjek tertentu yang sangat khusus, selama 5-7 menit di ruang publik. Seluruh kegiatan Kuliah Jalanan terbuka luas untuk publik secara gratis.</p>
<p>Hikmat Darmawan sempat mengecap pendidikan di FISIP UI jurusan komunikasi dan bekerja sebagai penulis lepas untuk berbagai media massa. Ia juga dikenal sebagai sosok yang aktif dalam berbagai kegiatan budaya di Indonesia, serta ikut mengelola lembaga Musyawarah Burung dan Akademi Samali. Di sela-sela aktivitasnya ia bekerja sebagai editor untuk <a href="http://new.rumahfilm.org/" target="_blank">http://rumahfilm.org</a>. Pada periode 2010-2011 ia menerima Asian Public Intellectual (API) fellowship untuk melakukan penelitian identitas nasional pada gambar komik di 3 negara, yaitu Jepang, Thailand dan Indonesia.</p>
<p><span id="more-2850"></span></p>
<p><strong>Bahan Kuliah &amp; Diskusi: Aspek-Aspek Budaya Pop</strong><br />
Budaya Pop kini banyak didekati secara mendua oleh Studi Kebudayaan: di satu sisi, diterima sebagai kenyataan modern bahkan late-modern yang tak bisa dibantah; di sisi lain, dicaci oleh teori-teori kritis (lama) sebagai anak kandung Kapitalisme yang memberi kesadaran palsu bagi massa.</p>
<p>Dalam kesempatan ini Hikmat Darmawan akan melakukan semacam &#8220;kritik-positif&#8221; terhadap Budaya Pop. Kritik ini tak ingin sekadar jadi sebuah &#8220;penyingkapan ideologis&#8221; seperti kritik-kritik lawas terhadap Budaya Pop. Kritik ini juga tak ingin bersikap negatif dalam arti menampik Budaya Pop, atau bersikap menihilkan makna Budaya Pop bagi manusia modern.</p>
<p>&#8220;Kritik-Positif&#8221; terhadap Budaya Pop lebih merupakan pengembangan dari pembacaan John Fiske terhadap Budaya Pop. Fiske memandang Budaya Pop sebagai lakon penciptaan makna yang berperan sebagai gerilya perlawanan terhadap Kapitalisme yang telah melembaga dan meraksasa dalam dunia late-modernism kini. &#8220;Positif&#8221; di sini tak bermakna afirmatif (sekadar menyetujui atau mendukung kehadiran Budaya Pop), tapi lebih bermakna kehendak mencipta peluang perlawanan terhadap status-quo lewat Budaya Pop.</p>
<p>Pengembangan pembacaan Fiske itu dipecah menjadi empat pembacaan aspek-aspek Budaya Pop: Aspek Makna, Aspek Struktural, Aspek Media, dan Aspek Seksualisasi Budaya Pop. Pemahaman terhadap keempat aspek itu diharapkan akan membentuk sebuah gambaran yang lebih lengkap, utuh, dan mendekati kenyataan budaya saat ini.</p>
<p><strong>Aspek Makna</strong>. Salah satu salah kaprah umum dalam kajian kritis terhadap Budaya Pop adalah meremehkan kapasitas pemaknaan dalam konsumsi Budaya Pop. Para konsumen Budaya Pop dibayangkan sebagai massa yang tak punya individualitas dan takluk sepenuhnya pada kekuatan Kapital yang mencipta produk-produk budaya popular. Menurut Fiske, Budaya Pop adalah justru sebuah medan pemaknaan yang dinamis. Konsumen Budaya Pop tak sepenuhnya pasif, bahkan bisa dengan aktif memaknai ulang produk-produk budaya popular yang mereka konsumsi. Tapi, a-(p)-dakah tujuan (purpose) dari konsumsi dan pemaknaan itu?</p>
<p><strong>Aspek Struktural</strong>. Produk-produk budaya popular tak pernah lahir begitu saja. Konteks produk-produk seperti film, musik, mode, juga limpahan benda-benda pritilan yang mengisi hidup manusia modern (dan urban) selalu bermula dan berakar dari sejarah industrialisasi. Sejarah tersebut kini semakin kompleks, ketika modernisasi dan kapitalisme sudah mencapai tahap lanjut. Di dalam lakon konsumsi yang dinamis itu, salah satu yang sering luput dibicarakan, malah kadang dilupakan sepenuhnya, adalah the spectre of class struggle (siluman perjuangan kelas). Bagaimana &#8220;siluman&#8221; itu menjadi peluang dinamisasi Budaya Pop?</p>
<p><strong>Aspek Media</strong>. Dalam dinamika pemaknaan Budaya Pop, media berperan penting dalam merekonstruksi sebuah kenyataan tertentu di kalangan penikmat Budaya Pop. Media juga telah jadi Korporasi, yang kadang menjadi saingan Negara dalam berusaha mengendalikan atau menguasai konstruksi kenyataan para warga (citizen)/konsumen. Apakah perkembangan teknologi media terkini bisa membalik proses kekuasaan tersebut?</p>
<p><strong>Aspek Seksualisasi</strong>. Ketubuhan adalah sesuatu yang ada di mana-mana dalam medan pemaknaan Budaya Pop, tapi juga tak selalu dianggap ada. Padahal jelas terasa belaka, ketubuhan dalam bentuk seksualisasi (baik dalam pengertian pengelaminan, erotisasi, sampai ke pornografisasi) adalah bagian penting dalam produksi dan konsumsi Budaya Pop. Seksualisasi menerbitkan kepelikan moral dalam makna positif: seksualisasi jadi salah satu kritik paling modern terhadap rezim moral tradisional. Tapi, di samping kapasitas kritisnya, apakah seksualisasi dalam Budaya Pop juga telah menjadi rezim baru yang problematik?</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2013/kuliah-jalanan-bersama-hikmat-darmawan-aspek-aspek-budaya-pop-sabtu-23-maret-2013/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Diskusi] #HariPi &#124; Meninjau Ulang Kehidupan Sang Pi bersama Dr. Yudi Soeharyadi &#124; 14 Maret 2013</title>
		<link>http://commonroom.info/2013/diskusi-piday-meninjau-ulang-kehidupan-sang-pi-bersama-dr-yudi-soeharyadi-14-maret-2013/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2013/diskusi-piday-meninjau-ulang-kehidupan-sang-pi-bersama-dr-yudi-soeharyadi-14-maret-2013/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Mar 2013 09:04:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Gathering]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2845</guid>
		<description><![CDATA[Diskusi Meninjau Ulang Kehidupan Sang Pi bersama Dr. Yudi Soeharyadi Waktu: 3.14 (14 Maret 2013), pk. 1:59 (Siang) Tempat: Gedung Perpustakaan Pusat ITB, Jl. Ganesha no. 10 Pengantar Sejak era Yunani kuno, bilangan pi selalu menarik banyak orang. Bilangan yang kalau dikalikan diameter lingkaran akan diperoleh keliling lingkaran tersebut, mengundang banyak orang sejak ribuan tahun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2013/03/pi_eposter.png" alt="" title="pi_eposter" width="640" height="901" class="alignnone size-full wp-image-2846" /></p>
<p><strong>Diskusi Meninjau Ulang Kehidupan Sang Pi bersama Dr. Yudi Soeharyadi</strong><br />
Waktu: 3.14 (14 Maret 2013), pk. 1:59 (Siang)<br />
Tempat: Gedung Perpustakaan Pusat ITB, Jl. Ganesha no. 10</p>
<p><strong>Pengantar</strong><br />
Sejak era Yunani kuno, bilangan pi selalu menarik banyak orang. Bilangan yang kalau dikalikan diameter lingkaran akan diperoleh keliling lingkaran tersebut, mengundang banyak orang sejak ribuan tahun yang lalu untuk menyelidikinya. Karena bilangan ini irasional, bukan pecahan, maka sangat sulit disajikan dalam bentuk desimal. Lomba untuk menentukan bilangan desimal yang semakin mendekati pi ini masih hangat. Komputer diuji kecepatannya dengan seberapa cepat dia mampu menghitung nilai pi sampai ketelitian sekian. Dalam kegiatan diskusi ini, yang akan ditinjau justru budaya yang terekam dari bilangan pi, atau tepatnya pendekatannya. Gabungan pendidikan dan ciri masyarakat ternyata mempengaruhi bagaimana nilai pi ini dimaknai. Kegiatan diselenggarakan tepat pada bulan ke-3, hari ke-14, jam 1:59 siang. </p>
<p><em>Acara ini diselenggarakan atas kerjasama Moedomo Learning Initiative (MLI), Common Room, dan UPT Perpustakaan ITB. Gratis dan terbuka untuk umum. Happy Pi Day!</em>    </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2013/diskusi-piday-meninjau-ulang-kehidupan-sang-pi-bersama-dr-yudi-soeharyadi-14-maret-2013/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
