Posts Mentioning RSS Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Idharrez 8:18 am on March 8, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , , , ,   

    Workshop & Diskusi Aplikasi Video Untuk Live Performance | Common Room | 11 Maret 2010 

    biosampler

    For us, VJ-ing is more than projecting real time combined images on a screen. I’d like to look at it as an activity of creating an evolving visual experience/ universe. First, the gap between spectator/ performer, stage/ seat, premeditated/ spontaneous, mine/ yours etc; should be obliterated. To rebuild something we have to destroy/ deconstruct the initial form and limitations. Second, interaction and respond is imminent. By doing so, we have created a moebius loop where an idea shall move back and forth, left to right, passed from person to person, and it would evolve and change while being so. And that is Real Time Interaction. It’s like a complex game of “pong”.” (Chainsmokingbastard/ Biosampler)

    Date
    Thursday, March 11, 2010
    Time
    3:00 – 6:00 PM
    Location
    Common Room, Jl. Kyai Gede Utama No. 8

    Deskripsi Singkat
    Aplikasi medium video, seperti yang sudah lebih banyak dikenal terlebih dulu, dapat kita lihat pada iklan TV, film digital, maupun video klip. Dengan semakin berkembangnya teknologi video dan media digital, beberapa tahun belakangan video juga mulai dimanfaatkan untuk mendukung live performance. Pemanfaatan video dalam pertunjukan dapat menjadi pendukung dari sebuah pagelaran, selain dapat juga berdiri sendiri sebagai sebuah karya seni.

    Dalam program ini, akan membahas beberapa aspek penting pemanfaatan medium video untuk aktifitas live performance. Pendekatan untuk aplikasi ini sedikit berbeda dengan beberapa pemanfaatan video untuk kepentingan yang lain. Dalam sebuah live performance, sesuai dengan namanya, video dapat dimainkan secara langsung. Kemampuan untuk berfikir dan bertindak cepat dalam memainkan video menjadi sangat penting, karena di dalam sebuah pertunjukan dituntut kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan flow dan audience. Sangat berbeda dengan proses pembuatan video yang telah dikenal sebelumnya, dimana materi video dapat di edit sesuai dengan keinginan tanpa waktu yang terbatas.

    (More …)

     
  • blauloretta 2:03 am on January 31, 2010 Permalink | Reply
    Tags: ,   

    Engko by Mang Ayi (Subang) | Trah Project, 2010 

    Engko is a very old Sundanese folk song. Recorded by Gigi in early 2010 as part of Trah Project. This song is performed by Mang Ayi, a renowed native artist from Subang. Engko is the song about the light of God. Engko, in general term means “later”, while Ya Nur Yallah means the light of God.

     
  • blauloretta 6:38 am on January 9, 2009 Permalink | Reply
    Tags:   

    Pictures from The Ostend # 2 | CCF de Bandung | Jumat, 9 Januari 2009 

    ostend_03 (More …)

     
  • blauloretta 11:23 am on April 30, 2008 Permalink | Reply
    Tags:   

    Living Square | Iqro Firdausy, Kartika C. Nurmala & Tri P. Handayani | 2008 

     
  • blauloretta 9:19 am on February 13, 2008 Permalink | Reply
    Tags: , ,   

    Review One Minute Video Screening di Ganesha Film Festival | LFM – ITB | 31 Januari 2008 

    Photobucket

    Dalam rangka pelaksanaan Ganesha Film Festival 2008, LFM – ITB bekerjasama dengan Common Room Networks Foundation menyelenggarakan pemutaran kompilasi One Minute Video pada tanggal 31 Januari yang telah lalu. Acara ini menampilkan karya kompilasi video dari para pemenang One MinuteVideo Festival 2006 yang diselenggarakan oleh The One Minutes Foundation. Selain pemutaran, kegiatan ini juga disertai dengan diskusi mengenai perkembangan genre video berdurasi singkat yang berkembang pesat di beberapa negara selama beberapa waktu terakhir ini. Dapat dikatakan bahwa saat ini perkembangan karya film dan video berdurasi pendek telah memiliki tempat tersendiri diantara para penikmat karya audio-visual.

    Program pemutaran One Minute Video dalam acara ini menampilkan sekitar 30 karya film dan video berdurasi pendek yang mencerminkan beragam kecenderungan, baik dari segi teknis maupun cerita. Sebagian besar karya yang ditampilkan juga memperlihatkan beragam gaya dan teknik produksi semisal found footage, stop motion, still camera, animasi, dsb. Tampaknya perkembangan teknologi digital memiliki peran yang begitu besar dalam mendorong perkembangan genre film dan video berdurasi pendek. Hal ini misalkan tercermin melalui aspek produksi, penyebaran, maupun beragam kecenderungan bahasa visual yang tercermin dari setiap karya yang ada.

    Salah satu karya yang menarik untuk disimak barangkali adalah karya animasi yang berjudul “Pa-No-Rama” (Diego Zucchi/ IT), yang menceritakan pengalaman konyol seorang kakek tua yang tengah bepergian dengan kereta api. Karena kurang beruntung, sang kakek harus kehilangan kesempatan untuk menikmati pemandangan yang indah selama di perjalanan. Selain itu, ada juga karya politis berjudul “Statement” (Stina Östberg/ SE), yang secara sengaja menampilkan rekaman perilaku penonton sepak bola yang dimanfaatkan sebagai media propaganda oleh seorang aktifis feminis sehingga menjadi tontonan yang kocak.

    Melalui karya-karya yang ditampilkan, terlihat bagaimana genre film dan video berdurasi singkat mampu mencerminkan refleksi subyektif tentang realitas kehidupan sehari-hari, selain berbagai pandangan yang bersifat puitis dan bahkan politis. Selain itu, ada juga beberapa karya yang hanya sekedar menonjolkan aspek eksplorasi bahasa artistik dan sensasi visual tertentu. Meskipun memiliki durasi yang sangat singkat, terbukti genre film dan video masih dapat dinikmati dan memberikan kesan tersendiri bagi para penikmatnya. Rencananya LFM – ITB bekerjasama dengan Common Room Networks Foundation, Kineruku dan VideoLab akan menyelenggarakan workshop “One Minute Video” dalam waktu dekat untuk ikut mendorong perkembangan genre film dan video berdurasi pendek di kota Bandung.

    Ganesha Film Festival 2008 merupakan festival film pertama yang diselenggarakan oleh LFM – ITB. Selain pemutaran film, festival ini juga menyelenggarakan kompetisi film independen yang melibatkan karya para sineas muda dari beberapa kota di Indonesia. Untuk festival kali ini, ada sekitar 98 karya film dan 4 video art yang diperlombakan. Kegiatan ini diawali dengan kegiatan pre screening di Common Room pada tanggal 28 Januari 2008. Sementara itu, puncak dari kegiatan festival yang sekaligus menjadi ajang penyerahan penghargaan kompetisi diselenggarakan di Campus Center ITB pada tanggal 2 Februari 2008.

    Untuk informasi lebih lengkap mengenai Ganesha Film Festival 2008 silahkan mengunjungi halaman berikut ini:

     
  • blauloretta 7:59 am on January 17, 2008 Permalink | Reply
    Tags: ,   

    Terlilit Asa | Burgerkill (Cerahati, 2004) 

    Terlilit Asa oleh Burgerkill (Sony Music, Berkarat, 2004)
    Videoklip oleh Cerahati

     
    • fauzi 8:30 am on January 15, 2009 Permalink

      hay gua uzie…
      gyua tu sukaaaa banxet ma LaGun tErliliT asa

  • blauloretta 9:02 am on January 2, 2008 Permalink | Reply
    Tags: , ,   

    Common Room Fun Education Program 2007 | Video Documentation 

     
  • blauloretta 8:00 am on January 2, 2008 Permalink | Reply
    Tags: , , , ,   

    Nu-Substance Festival 2007 | Documentation Video | Part. 3 

    This is video documentation of Nu-Substance Festival 2007: Final Round, The First Bandung International Festival for Electronic Arts and Media Culture. We organized the last series of Nu-Substance Festival 2007 in 30th of Aug – 2nd of September. The first session of Nu-Substance Festival was being initiated in February 2007, while the second was in June 2007. Nu-Substance Festival is being initiated by Bandung Center for New Media Arts/ Common Room Networks Foundation in collaboration with FFWD Records and supported by Arts Network Asia (http://www.artsnetworkasia.org). Enjoy the video!

     
  • blauloretta 4:08 am on January 2, 2008 Permalink | Reply
    Tags: , , , ,   

    Nu-Substance Festival 2007 | Documentation Video | Part. 2 

     
  • blauloretta 6:04 am on December 28, 2007 Permalink | Reply
    Tags: , , ,   

    Nu-Substance Festival 2007 | Documentation Video | Part. 1 

    Please enjoy the video documentation of the first Nu-Substance Festival 2007. This festival is the first regular program that is dedicated to cultivate the development of electronic arts and media culture in Bandung – Indonesia. We organized various programs and activities that involving artists, musician, computer programmer and local audience in Bandung.

    From 23 – 25 February 2007, we initiated the first series of Nu-Substance Festival 2007 with programs and activities that is consist of instrumental instrument exhibition, DIY music workshop and electronic music concert. Visit this archive for related information about the first series of Nu-Substance Festival 2007

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel