<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Common Room Networks Foundation &#187; Program</title>
	<atom:link href="http://commonroom.info/cat/program/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://commonroom.info</link>
	<description>Open Platform for Art, Culture &#38; ICT/Media &#124;&#124; Bandung - Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 18:54:38 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Nu-Substance Festival 2010: Floating Horizon &#124;&#124; Bandung, 9 July &#8211; 1 August 2010</title>
		<link>http://commonroom.info/2010/nu-substance-festival-2010-floating-horizon-9-july-1-august-2010/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2010/nu-substance-festival-2010-floating-horizon-9-july-1-august-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jul 2010 05:37:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Campaign]]></category>
		<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Concert]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Electronic Music]]></category>
		<category><![CDATA[Environment]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Gathering]]></category>
		<category><![CDATA[Human Rights]]></category>
		<category><![CDATA[Localities]]></category>
		<category><![CDATA[Media Arts]]></category>
		<category><![CDATA[Media Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Oral History]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Urbanism]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=1287</guid>
		<description><![CDATA[Nu-Substance Festival 2010: Floating Horizon
Selama beberapa tahun terakhir, ada banyak sekali lompatan yang terjadi di dalam wilayah irisan yang mempertautkan perkembangan di bidang teknologi komunikasi, media baru dan praktik budaya dalam lingkup kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa perkembangan di bidang teknologi komunikasi dan media baru semakin mempengaruhi cara pandang kita dalam memahami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/poster_leaflet_nusubs_low.jpg" border="0" alt="Photobucket" /></p>
<p><strong>Nu-Substance Festival 2010: Floating Horizon</strong><br />
Selama beberapa tahun terakhir, ada banyak sekali lompatan yang terjadi di dalam wilayah irisan yang mempertautkan perkembangan di bidang teknologi komunikasi, media baru dan praktik budaya dalam lingkup kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa perkembangan di bidang teknologi komunikasi dan media baru semakin mempengaruhi cara pandang kita dalam memahami kenyataan, sehingga ikut mengkonstrusi berbagai bentuk nilai dan etika yang kemudian beroperasi di tengah-tengah masyarakat.</p>
<p>Di level tertentu, perkembangan ini dapat dikatakan sebagai bagian dari konstelasi baru yang berkembang melalui berbagai bentuk inovasi dan inisiatif yang menggejala di tingkat lokal maupun internasional. Bertumbuhnya akses, keterbukaan dan konektifitas yang dimungkinkan melalui penggunaan teknologi komunikasi dan media baru telah ikut membentuk wajah peradaban dunia secara global. Dalam perkembangannya, hal ini semakin meleburkan sekat teritori politik dan budaya melalui serangkaian pola interaksi sosial dan ekonomi yang baru.</p>
<p>Meskipun hadir dengan sosok yang samar-samar, kemunculan kondisi baru yang berkembang saat ini setidaknya telah ikut mewarnai sebuah era yang ditandai dengan kehadiran berbagai bentuk situasi turbulensi yang melahirkan dinamika, tantangan dan riak perubahan di tengah-tengah masyarakat luas. Di satu sisi, hal ini kemudian mendorong lahirnya rasa ingin tahu dan antusiasme dalam menyambut berbagai prospek, aransemen dan spekulasi mengenai masa depan yang baru. Namun begitu, tampaknya pada saat yang bersamaan kondisi ini juga ikut menghadirkan berbagai bentuk kebingungan, keraguan dan skeptisisme yang mendalam di kalangan masyarakat luas.</p>
<p><span id="more-1287"></span></p>
<p>Dalam konteks ini dapat dikatakan bahwa kita telah menemukan cerminan semangat zaman yang dipenuhi dengan ambivalensi dan kontradiksi. Kondisi ini barangkali dapat digambarkan melalui sebentuk cakrawala yang mengambang (<em>floating horizon</em>), yang menyiratkan garis pertemuan dua titik ekstrim dari imajinasi kolektif yang saling tarik-menarik. Dualisme pandangan yang mewarnai persepsi dalam menghadapi kenyataan keseharian yang ada setidaknya telah melahirkan rasa gamang yang senantiasa menuntut kita untuk bersikap awas dan hati-hati. Hal ini terutama diperlukan untuk menyoroti berbagai bentuk kondisi yang secara langsung ikut menyentuh persoalan yang terkait dengan kehidupan masyarakat sipil dan persoalan lingkungan hidup yang saat ini tengah diwarnai oleh berbagai bentuk kesenjangan, disfungsi dan krisis yang sangat parah.</p>
<p>Seiring dengan uraian di atas, Nu-Substance Festival 2010: Floating Horizon mengajak khalayak ramai untuk mengambil jeda dan menelusuri kembali berbagai bentuk fenomena yang terkait dengan kehidupan masyarakat sipil dan kondisi lingkungan yang ada saat ini, khususnya dalam ranah yang terkait dengan perkembangan teknologi komunikasi dan media baru. Melalui beberapa kegiatan yang akan digelar, diharapkan masyarakat luas dapat mengambil jarak untuk melakukan dialog dan refleksi, serta bernegosiasi dengan berbagai bentuk perubahan situasi dan konstelasi perkembangan zaman yang baru. Dalam hal ini, penyelenggaraan Nu-Substance Festival 2010: Floating Horizon juga merupakan sebuah bentuk tawaran atau bahkan konfrontasi wacana dan praktik yang sekaligus merupakan upaya konsolidasi untuk menemukan taktik, strategi dan manuver untuk menyikapi berbagai bentuk perubahan dan situasi baru yang berkembang di sekeliling kita saat ini.</p>
<p><strong>Program &amp; Kegiatan<br />
Berhala Gugur | Pertunjukan Pantun Buhun Oleh Mang Ayi &amp; Wa Itok</strong><br />
Featuring: Tisna Sanjaya (Pusat Kebudayaan Cigondewah), Addy Gembel (Forgotten), Man (Jasad), &amp; Hawe Setiawan (<a href="http://sundanesecorner.org/" rel="nofollow">http://sundanesecorner.org/</a>). Opening by Karinding Attack.<br />
Hari: Jumat, 9 Juli 2010<br />
Jam: 19.00 &#8211; selesai<br />
Venue: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung.</p>
<p><strong>Workshop Merakit 8-Step Sequencer Synthesizer</strong><br />
Hari: Kamis, 15 Juli 2010<br />
Jam: 15.00 &#8211; 19.00 WIB<br />
Venue: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung.<br />
Kontak &amp; Informasi: Diza (081802094310), Egga (085623300445)</p>
<p><strong>Pemutaran Film Dokumenter Musik</strong><br />
Menampilkan: Generasi Menolak Tua, Inside Your Shoes, Superman is Dead Australian Tour, Ras Muhammad Next Chapter Documentary, &amp; Release the Bats (2007 &#8211; 2010)/ A Documentary About Experimental &amp; Improvised Music from Europe.<br />
Hari: Jumat &amp; Sabtu, 16 &#8211; 17 Juli 2010<br />
Jam: 15.00 &#8211; 18.00<br />
Venue: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung.</p>
<p><strong>Pameran Seni &#8220;The Loss of the Real&#8221;</strong><br />
Peserta: Benjamin Laurent Aman (FR), Romain Osi (FR), Daito Manabe (JP), Takao Minami (JP), Amar Mahboob (PK), Forum Lenteng (ID), Jompet (ID), House of Natural Fiber (ID), Bandung Oral History (ID), Widianto Nugroho (ID), Deden H. Durrachman (ID), Agan Harahap (ID), Dimas Arif Nugroho (ID), &amp; Prilla Tania (ID).</p>
<p>Pembukaan: Minggu, 18 Juli 2010<br />
Artist Talk: Selasa, 20 Juli 2010<br />
Workshop &amp; Demo by Daito Manabe (JP): Rabu, 21 Juli 2010<br />
Pameran: 19 Juli &#8211; 1 Agustus 2010<br />
Venue: Selasar Sunaryo Artspace, Jl. Bukit Pakar Timur no. 100, Bandung.</p>
<p><strong>Expert Meeting for New Media, Civil Society, &amp; Environmental Sustainability</strong><br />
Peserta: Stephen Kovats (transmediale, DE), Victoria Sinclair (ArcSpace Manchester/ Bricolabs, UK), Atteqa Malik (Mauj Media Collective, PK), Lorenzo Marsili (European Alternatives, IT), Catherine Candano (Tunza South East Asia Youth Environment Network, PH/ SG), Arthit Suriyawongkul (Thai Netizen Network &amp; Creative Commons Thailand, TH), Venzha Christiawan (House of Natural Fiber, ID), Gustaff H. Iskandar (Common Room, ID), etc.</p>
<p>Pertemuan: 19 &#8211; 24 Juli 2010<br />
Venue: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung &amp; Selasar Sunaryo Artspace, Jl. Bukit Pakar Timur no. 100, Bandung.<br />
Presetasi Publik: 20 &amp; 22 July 2010, CCF Bandung, Jl. Purnawarman no. 32.</p>
<p><strong>FOSS Community Gathering: Otuz Graphic Novel Presentation by Monty Aji (Screamous, ID)</strong><br />
Hari: Jumat, 30 Juli 2010<br />
Jam: 15.00 &#8211; 18.00 WIB<br />
Venue: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung.</p>
<p><strong>Silent Zone | Konser Musik/ Launching OpenLabs Electronic Music Compilation</strong><br />
Menampilkan: Benjamin Laurent Aman (FR), Bottlesmoker (ID), DO EAR yes (ID), #KRESS (ID), Asturiaz (ID), Europe in de Tropen (ID), Fix Future (ID), m.u.s.i.k [elektrik] (ID), Slylab (ID), Space and Missile (ID), &amp; text.tuRE (ID).<br />
Hari: Sabtu, 31 Juli 2010<br />
Jam: 18.00 WIB &#8211; selesai<br />
Venue: CCF Bandung, Jl. Purnawarman no. 32<br />
HTM: IDR. 10.000,-</p>
<p><strong>Botram dan Kampanye Publik: Save Manglayang Mountain</strong><br />
Hari: Minggu, 1 Agustus 2010<br />
Jam: 07.00 &#8211; 15.00 WIB<br />
Venue: Hutan Raya Gunung Manglayang<br />
Kontak dan informasi: Addy Gembel (02270025295)</p>
<p>More info: <a href="http://nusubstance.commonroom.info/" target="_blank">http://nusubstance.commonroom.info</a></p>
<p><em>Pelaksanaan kegian Nu-Substance Festival 2010: Floating Horizon didukung oleh Asia Europe Foundation, Goethe-Institut, Japan Foundation, HIVOS, CCF Bandung, Selasar Sunaryo Artspace, dan Pemerintah Kotamadya Bandung. Partner media: STV, Prambors Bandung, KAMPUS &#8211; Pikiran Rakyat, SUAVE &amp; PROVOKE!</em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2010/nu-substance-festival-2010-floating-horizon-9-july-1-august-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Social Entrepreneureship &#124; Oleh Mira Kusumarini (Ashoka Indonesia)</title>
		<link>http://commonroom.info/2010/social-entrepreneureship-oleh-mira-kusumarini-ashoka-indonesia/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2010/social-entrepreneureship-oleh-mira-kusumarini-ashoka-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 May 2010 11:47:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=930</guid>
		<description><![CDATA[Download Presentation
* Materi ini dipresentasikan dalam workshop YES Club Bandung di Common Room pada tanggal 8 Mei 2010.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="__ss_4025072" style="width: 425px;"><object id="__sse4025072" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="480" height="402" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="src" value="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=ashokase-itb-100509063410-phpapp01&amp;stripped_title=social-entrepreneureship-oleh-mira-kusumarini-ashoka-indonesia" /><param name="name" value="__sse4025072" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed id="__sse4025072" type="application/x-shockwave-flash" width="480" height="402" src="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=ashokase-itb-100509063410-phpapp01&amp;stripped_title=social-entrepreneureship-oleh-mira-kusumarini-ashoka-indonesia" name="__sse4025072" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></div>
<p><a href="http://www.slideshare.net/gustaffharriman/social-entrepreneureship-oleh-mira-kusumarini-ashoka-indonesia/download" target="_blank">Download Presentation</a></p>
<p><em>* Materi ini dipresentasikan dalam workshop YES Club Bandung di Common Room pada tanggal 8 Mei 2010.</em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2010/social-entrepreneureship-oleh-mira-kusumarini-ashoka-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Diskusi Bandung Oral History (BOH): Sharing Riset Sejarah Dalam Kreativitas &#124; Kamis, 29 April 2010</title>
		<link>http://commonroom.info/2010/diskusi-bandung-oral-history-boh-sharing-riset-sejarah-dalam-kreativitas-kamis-29-april-2010/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2010/diskusi-bandung-oral-history-boh-sharing-riset-sejarah-dalam-kreativitas-kamis-29-april-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Apr 2010 11:37:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Oral History]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=906</guid>
		<description><![CDATA[Kelompok Studi Bandung Oral History (BOH) menggelar diskusi dengan tema riset sejarah dalam kreatifitas. Kegiatan ini merupakan bagian dari program workshop sejarah lisan 2010 dan akan menghadirkan beberapa narasumber, yaitu: Ariani Darmawan (Penggiat literasi &#38; pembuat film), Susandi (Pembuat game online dan pengelola wacana nusantara), Deni Sugandi (Fotografer dan anggota Air Fotografi) dan Kimung (Penggiat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/poster_workshop_boh_low.jpg" border="0" alt="oboh,commonroom" width="480" height="677" /></p>
<p>Kelompok Studi Bandung Oral History (BOH) menggelar diskusi dengan tema riset sejarah dalam kreatifitas. Kegiatan ini merupakan bagian dari program workshop sejarah lisan 2010 dan akan menghadirkan beberapa narasumber, yaitu: Ariani Darmawan (Penggiat literasi &amp; pembuat film), Susandi (Pembuat game online dan pengelola wacana nusantara), Deni Sugandi (Fotografer dan anggota Air Fotografi) dan Kimung (Penggiat literasi &amp; penulis sejarah). Kegiatan ini akan dimoderasi oleh Addy Gembel (Musisi, vokalis Forgotten).</p>
<p>Hari/ Tanggal: Kamis, 29 April 2010<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8</p>
<p>Kegiatan ini gratis dan terbuka untuk umum. Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi Ibu Nunung di nomor 022-2503404 atau Zia di nomor 02292209221.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2010/diskusi-bandung-oral-history-boh-sharing-riset-sejarah-dalam-kreativitas-kamis-29-april-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Workshop Jurnalisme Warga dan Jurnalisme Konvergen &#124;&#124; Common Room, 23 s/d 25 April 2010</title>
		<link>http://commonroom.info/2010/workshop-penulisan-jurnalisme-warga-dan-jurnalisme-konvergen-common-room-23-sd-25-april-2010/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2010/workshop-penulisan-jurnalisme-warga-dan-jurnalisme-konvergen-common-room-23-sd-25-april-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2010 06:53:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Human Rights]]></category>
		<category><![CDATA[Media Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=793</guid>
		<description><![CDATA[* Video di atas adalah materi yang disebarkan oleh http://wikileaks.org/ terkait dengan insiden penembakan wartawan Reuters yang bernama Namir Noor-Eldeen di Baghdad pada tahun 2007. Informasi lebih detail tentang peristiwa ini bisa dibaca di halaman berikut: http://bit.ly/9vdnvg
Workshop Jurnalisme Warga dan Jurnalisme Konvergen
Tempat: Common Room, Jalan Kyai Gede Utama no. 8, Bandung
Tanggal: 23 s/d 25 April 2010
Waktu: Pukul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="480" height="385" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/5rXPrfnU3G0&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="480" height="385" src="http://www.youtube.com/v/5rXPrfnU3G0&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p><em>* Video di atas adalah materi yang disebarkan oleh <a href="http://wikileaks.org/" rel="nofollow">http://wikileaks.org/</a> terkait dengan insiden penembakan wartawan Reuters yang bernama Namir Noor-Eldeen di Baghdad pada tahun 2007. Informasi lebih detail tentang peristiwa ini bisa dibaca di halaman berikut: <a rel="nofollow" href="http://bit.ly/9vdnvg" target="_blank">http://bit.ly/9vdnvg</a></em></p>
<h3><span style="color: #000000;">Workshop Jurnalisme Warga dan Jurnalisme Konvergen</span></h3>
<p>Tempat: Common Room, Jalan Kyai Gede Utama no. 8, Bandung<br />
Tanggal: 23 s/d 25 April 2010<br />
Waktu: Pukul 15.00- selesai (jadwal kegiatan setiap hari terdiri dari beberapa sesi yang berbeda)<br />
Biaya: Umum Rp 50.000, Mahasiswa Rp. 30.000<br />
Fasilitas: Makalah, sertifikat dan snack<br />
Narasumber: Yasraf Amir Piliang, Santi Indra Astuti, Agus Rakasiwi dan Ikhlasul Amal</p>
<p><span id="more-793"></span></p>
<p><strong>Latar Belakang </strong><br />
Perkembangan teknologi media dan instrumen komunikasi saat ini telah mengubah wajah dunia jurnalistik sehingga berkembang sedemikian pesat. Sebagai buktinya, dari tahun ke tahun jumlah pengguna internet dan blogger di Indonesia terus meningkat secara tajam. Salah satu dampak yang signifikan dari fenomena ini adalah berkembangnya praktik jurnalisme warga (<em>citizen journalism</em>) dan new media journalism; atau bisa juga disebut sebagai jurnalisme konvergen (<em>convergent journalism</em>).</p>
<p>Dalam hal ini, teknologi internet sebagai sebuah media baru (<em>new media</em>) telah menghadirkan pelbagai bentuk praktik jurnalisme yang tidak kita kenal sebelumnya. Kemunculan fenomena web 2.0, situs jejaring sosial dan praktik jurnalisme warga telah mendorong perkembangan komunitas virtual yang kemudian menjadi paradigma baru di abad teknologi komunikasi. Hal ini setidaknya telah berhasil melahirkan gairah tersendiri dalam aktifitas menyebarkan informasi dan pengetahuan di kalangan masyarakat luas.</p>
<p>Perkembangan di bidang teknologi komunikasi yang beririsan dengan praktik jurnalisme juga telah memungkinkan para pengguna internet untuk menciptakan media secara mandiri. Saat ini masyarakat kebanyakan juga dapat melakukan semua fungsi jurnalistik secara otonom, mulai dari merencanakan dan melakukan liputan, menuliskan hasil liputan, mengedit dan menerbitkan liputan di pelbagai situs atau weblog yang tersedia secara gratis. Dalam konteks ini, dapat dikatakan bahwa semua orang yang memiliki akses terhadap internet sebenarnya bisa menjadi “jurnalis dadakan”, meski tentu saja kualitasnya dapat kita perdebatkan.</p>
<p>Saat ini dapat dikatakan bahwa internet dan media digital merupakan bagian dari proses revolusi di bidang teknologi komunikasi. Kegiatan pemberitaan yang beralih ke tangan orang biasa telah memungkinkan berlangsungnya pertukaran pandangan dan pengetahuan secara lebih cair, spontan dan partisipatif, sehingga memiliki dimensi yang lebih luas dari media konvensional. Dalam ranah jurnalisme warga, seluruh anggota masyarakat dapat menjadi obyek sekaligus subyek berita. Setiap orang bisa berperan sebagai penulis sekaligus penerbit, bahkan dapat menginisiasi komunikasi interaktif antara penulis dengan pembacanya.</p>
<p>Terkait dengan uraian di atas, Common Room Networks Foundation (Common Room) berencana untuk menyelenggarakan workshop intensif di bidang teknologi media dan komunikasi, khususnya dalam ranah jurnalisme warga dan jurnalisme konvergen secara lebih dekat. Selain akan mengurai berbagai aspek yang terkait dengan teori media dalam konteks perkembangan teknologi komunikasi, workshop ini juga akan mengelaborasi berbagai aspek yang terkait dengan metode dan perangkat yang dapat digunakan untuk mengembangkan praktik jurnalisme warga dan jurnalisme konvergen di kalangan masyarakat secara luas.</p>
<p><strong>Materi Workshop</strong></p>
<p><strong>1. Teori Dasar (Yasraf Amir Piliang &amp; Santi Indra Astuti) </strong></p>
<ul>
<li>Pengantar demokratisasi informasi kritis melalui internet dan media digital</li>
<li>Perkembangan media dan teknologi di era post-modern</li>
<li>Mengenal pengertian dasar jurnalistik</li>
<li>Mengenal pengertian jenis-jenis jurnalistik</li>
<li>Mengenal pengertian <em>citizen journalism</em> dan <em>convergent Journalism</em></li>
<li>Latar belakang kemunculan <em>citizen journalism</em> dan <em>convergent journalism</em> di Indonesia</li>
<li>Mengenal perangkat multimedia untuk kinerja jurnalistik</li>
</ul>
<p><strong>2. Metodologi Jurnalistik (Agus Rakasiwi/ AJI Bandung) </strong></p>
<ul>
<li>Mengenal metode-metode penulisan <em>straight news</em>,<em> feature</em>, dan opini (<em>views</em>)</li>
<li>Mengenal metode peliputan untuk <em>citizen journalism</em> &amp; <em>convergent journalism</em></li>
<li>Menulis untuk web</li>
</ul>
<p><strong>3. Media Tools (Ikhlasul Amal) </strong></p>
<ul>
<li>Mengenal aplikasi web 2.0 dan piranti lunak bebas</li>
<li>Memulai blog jurnalistik</li>
<li>Etika dalam memanfaatkan internet dalam memperoleh informasi dan pengetahuan</li>
<li>Cara membuat blog, e-Paper, atau e-Book</li>
</ul>
<p><em>Peserta kegiatan dibatasi sebanyak 30 orang saja. Apabila ada yang berminat silahkan secepatnya mendaftar melalui Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8. Untuk informasi lebih detail silahkan menghubungi Ibu Nunung di nomor 022-2503404 (jam kerja) atau Idhar Resmadi di nomor 081320160789. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Common Room Networks Foundation (Common Room) dan bekerjasama dengan Aliansi Jurnalis Independen Bandung (AJI Bandung), Forum Studi Kebudayaan ITB (FSK &#8211; ITB), serta didukung oleh HIVOS.</em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2010/workshop-penulisan-jurnalisme-warga-dan-jurnalisme-konvergen-common-room-23-sd-25-april-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kelompok Studi Bandung Oral History (BOH): WORKSHOP SEJARAH LISAN 2010</title>
		<link>http://commonroom.info/2010/kelompok-studi-bandung-oral-history-boh-workshop-sejarah-lisan-2010/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2010/kelompok-studi-bandung-oral-history-boh-workshop-sejarah-lisan-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Apr 2010 08:43:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Forum]]></category>
		<category><![CDATA[Oral History]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=777</guid>
		<description><![CDATA[
Kelompok Studi Bandung Oral History (BOH): WORKSHOP SEJARAH LISAN 2010 
Bandung Oral History (BOH) adalah kelompok belajar sejarah lisan yang berdiri di Bandung tahun 2009. Selama beberapa waktu terakhir, kelompok ini secara fokus mengembangkan metode sejarah lisan dalam berbagai tema penelitian sejarah di berbagai ranah kreativitas. Untuk membangun kesadaran bersejarah dan mengembangkan metode sejarah lisan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2010/04/boh_eflyer.jpg" alt="" width="480" height="679" /><br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Kelompok Studi Bandung Oral History (BOH): WORKSHOP SEJARAH LISAN 2010 </strong><br />
Bandung Oral History (BOH) adalah kelompok belajar sejarah lisan yang berdiri di Bandung tahun 2009. Selama beberapa waktu terakhir, kelompok ini secara fokus mengembangkan metode sejarah lisan dalam berbagai tema penelitian sejarah di berbagai ranah kreativitas. Untuk membangun kesadaran bersejarah dan mengembangkan metode sejarah lisan, sekaligus menerapkan metode ini di ranah kehidupan yang lebih ramah dan aplikatif, BOH akan menggelar workshop sejarah lisan yang rencananya akan digelar selama bulan April 2010.</p>
<p><strong>Jadwal</strong><br />
8 April 2010, Kuliah Umum ”Sejarah dan Sejarah Lisan”, Game Simulasi Teknik dan Metode Sejarah Lisan oleh Kimun666.<br />
15 April 2010, Presentasi Latihan Riset Teknik Sejarah Lisan dan Pemutaran Film ”The US Vs John Lennon”<br />
22 April 2010, Obrolan Petang dengan Para Pelaku Sejarah Konferensi Asia Afrika<br />
29 April 2010,  Ceramah Umum &#8220;Sejarah Lisan Hari Ini&#8221; oleh Drs. Reiza D. Dienaputra, M.Hum. dan sharing bersama penulis, fotografer, dan pembuat film mengenai aktivitas riset dalam berkarya.</p>
<p>Mari bergabung!!!</p>
<p>We want we all together reconstruct this scene in history!!! Our histroy!!!</p>
<p>Untuk informasi dan pendaftaran hubungi Common Room Networks Foundation, Jl Kyai Gede Utama no. 8. No. Telp.: 022-2503404 atau 08568682557 (Mba Nunung) atau 02292209221(Zia). Imel bisa dikirimkan ke <a href="mailto:kimun666@ujungberung.com">kimun666@ujungberung.com</a>.</p>
<p>EACH DAY IS A DRIVE THRU HISTORY!</p>
<p><span id="more-777"></span></p>
<p>Keberadaan sejarah sebagai kisah tentang masa lampau manusia secara eksplisit memperlihatkan peran penting sejarah sebagai ilmu yang memberi penjelasan tentang peran manusia dalam kehidupan. Selanjutnya, berpijak pada realitas bahwa manusia sebagai<em> zoon politicon</em> maka peran itu juga menyertakan keberadaan manusia-manusia lainnya yang hidup secara bersama-sama, baik itu dalam bentuk komunitas keluarga, kerabat, suku bangsa, hingga bangsa.</p>
<p>Dalam pemahaman itu, sejarah pada akhirnya tidak sekedar mampu memberi penjelasan tentang peran manusia secara individu tetapi juga memberi penjelasan tentang peran manusia secara kolektif, dari tingkat keluarga, kerabat, suku bangsa, hingga bangsa. Kesadaran tentang perjalanan hidup di kelampauan itulah yang pada akhirnya akan mampu memetakan identitas atau jatidiri manusia secara individual maupun manusia sebagai anggota suatu komunitas.</p>
<p>Salah satu metode paling penting dalam melakukan rekonstruksi sejarah adalah metode sejarah lisan. Metode sejarah lisan dilakukan dengan cara wawancara sejarah yang kemudian ditranskripsi menjadi dokumen tertulis yang valid sebagai sumber penelitian sejarah.</p>
<p>Metode ini juga sangat sederhana dan menarik karena melibatkan interaksi langsung antara penulis sejarah dengan sumber sejarah, metode sejarah lisan pada gilirannya mampu melibatkan siapa saja di dalamnya, sekaligus memberikan pengalaman yang mendalam di keterlibatan penulis sejarah dengan obyek penelitiannya. Inklusivitas ini pada gilirannya mampu menggugah kesadaran bahwa sejarah adalah milik semua orang dan karenanya maka setiap dari mereka berhak dan bisa menuliskan sejarahnya sendiri-sendiri.</p>
<p>Workshop Sejarah Lisan 2010 akan terbagi ke dalam empat termin pertemuan, yaitu:</p>
<p><strong>8 April 2010, dari pukul 16.00 – 19.00 WIB</strong><br />
Bertempat di Common Room, Jl Kyai Gede Utama 8, dengan agenda kuliah umum dari Kimung dengan tema “Sejarah dan Sejarah Lisan” dan simulasi metode sejarah lisan.</p>
<p><strong>15 April 2010, dari pukul 16.00 – 19.00 WIB</strong><br />
Bertempat di Common Room, Jl Kyai Gede Utama 8, presentasi judul-judul riset sejarah lisan dan pemutaran film dokumenter “The Us vs John Lennon.”</p>
<p><strong>22 April 2010, dari pukul 16.00 – 19.00 WIB</strong><br />
Bertempat di Museum Asia Afrika, peserta workshop akan bergabung dalam acara obrolan santai para pelaku sejarah Konferensi Asia Afrika yang digelar oleh Museum Asia Afrika bekerja sama dengan BOH dengan tajuk “Obrolan Petang 55 Tahun Konferensi Asia Afrika.”</p>
<p><strong>29 April 2010, dari pukul 16.00 – 19.00. WIB</strong><br />
Bertempat di Common  Room, Jl Kyai Gede Utama 8, dengan agenda ceramah umum dari Drs. Reiza D. Dienaputra, M.Hum dengan tema “Sejarah Lisan Hari ini” dan sharing bersama penulis, fotografer, dan movie maker berkaitan dengan aktivitas riset di ranah kreativitas.</p>
<p>Mari bergabung!!!</p>
<p>We want we all together reconstruct this scene in history!!! Our histroy!!!</p>
<p>Untuk informasi dan pendaftaran hubungi Common Room Networks Foundation, Jl Kyai Gede Utama no. 8. No. Telp.: 022-2503404 atau 08568682557 (Mba Nunung) atau 022-92209221(Zia). Imel bisa dikirimkan ke <a href="mailto:kimun666@ujungberung.com">kimun666@ujungberung.com</a>.</p>
<p>EACH DAY IS A DRIVE THRU HISTORY!</p>
<p><em>Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Kelompok Studi Bandung Oral History (BOH), serta di dukung oleh Common Room Networks Foundation dan Hivos.</em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2010/kelompok-studi-bandung-oral-history-boh-workshop-sejarah-lisan-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pertunjukan Pantun Buhun Mang Ayi dan Wa Itok (Subang) &#124; Common Room, 19 Maret 2010</title>
		<link>http://commonroom.info/2010/pertunjukan-pantun-buhun-mang-ayi-dan-wa-itok-subang-common-room-19-maret-2010/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2010/pertunjukan-pantun-buhun-mang-ayi-dan-wa-itok-subang-common-room-19-maret-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 06:24:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Gathering]]></category>
		<category><![CDATA[Localities]]></category>
		<category><![CDATA[Media Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Oral History]]></category>
		<category><![CDATA[Performance]]></category>
		<category><![CDATA[Poetry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=703</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal: 19 Maret 2010
Jam: 19.00 &#8211; 21.00 WIB
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung
Deskripsi Singkat
Mang Ayi dan Wa Itok adalah duo seniman tradisional yang mempelajari seni pantun buhun secara alami. Keduanya selama ini dikenal sebagai seniman tradisi yang berasal dari daerah Subang, Jawa Barat. Pada kesempatan ini, Mang Ayi dan Wa Itok [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/image_ayi_itok.jpg" border="0" alt="Pantun Buhun Ayi Itokt" /></p>
<p>Tanggal: 19 Maret 2010<br />
Jam: 19.00 &#8211; 21.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p><strong>Deskripsi Singkat<br />
</strong>Mang Ayi dan Wa Itok adalah duo seniman tradisional yang mempelajari seni pantun buhun secara alami. Keduanya selama ini dikenal sebagai seniman tradisi yang berasal dari daerah Subang, Jawa Barat. Pada kesempatan ini, Mang Ayi dan Wa Itok akan membawakan cerita dengan judul yang masih mereka rahasiakan. Selain menampilkan seni pantun, selama ini Mang Ayi dan Wa Itok juga kerap aktif menampilkan berbagai bentuk seni tradisi Sunda semisal <em>bajidoran, sisingaan, terbang, gembyung,</em> dsb. Program ini merupakan bagian dari kegiatan yang dikembangkan oleh kelompok <a href="http://trahproject.co.nr/" target="_blank">TRAH</a> yang diinisiasi oleh Gigi Priadji, Indra Nugraha dan Iman Zimbot sejak tahun 2007. Selain aktif mengembangkan eksplorasi yang memadukan ranah perkembangan musik elektronik dengan kesenian masyarakat Sunda, kelompok ini juga kerap berkolaborasi dengan seniman dan musisi yang berasal dari latar belakang yang beragam.</p>
<p><span id="more-703"></span></p>
<p>Pertunjukan pantun buhun merupakan salah satu bentuk pertunjukan tradisional yang berkembang di daerah Jawa Barat secara turun temurun. Kesenian ini juga tersebar di beberapa daerah di Nusantara dalam wujud dan bentuk yang beragam, serta dikenal secara populer di kalangan masyarakat Melayu. Beberapa komunitas masyarakat tradisional di Indonesia juga mengenal seni pantun walaupun dengan nama dan istilah yang berbeda. Selain dikenal dengan nama pantun, kesenian ini juga kerap disebut dengan nama <em>parikan</em> (Jawa) atau <em>paparikan</em> (Sunda). Dalam hal ini, seni pantun dapat juga disebut sebagai salah satu jenis sastra lisan yang berkembang di kalangan masyarakat tradisi.</p>
<p>Berbeda dengan kesenian pantun yang selama ini biasa kita kenal, kesenian pantun buhun biasanya disampaikan dalam format cerita dongeng (<em>story telling</em>). Dalam hal ini, pertunjukan pantun buhun biasanya juga dibuka dengan <em>rajah</em> (doa) yang menyisipkan <em>kawih</em> atau nyanyian tradisional. Biasanya pertunjukan pantun buhun juga dilengkapi dengan ungkapan atau nyanyian modern yang merefleksikan kondisi kekinian. Selain memiliki fungsi hiburan, pertunjukan pantun buhun juga memiliki fungsi <em>mepeling</em> (mengingatkan) khalayak untuk mencermati berbagai kondisi atau situasi yang tengah terjadi di sekeliling mereka. Bagi sebagian masyarakat tradisi, seni pantun juga kerap dimaafaatkan sebagai sarana untuk menyebarkan pengetahuan ataupun nilai-nilai tertentu kepada masyarakat luas. Kesenian ini juga sering ditampilkan pada beberapa acara khusus seperti selamatan kelahiran anak, ruwatan rumah, muludan, atau acara perayaan tradisional lainnya.</p>
<p><em>Pertunjukan ini gratis dan terbuka untuk umum, khususnya bagi para seniman, desainer, musisi, sastrawan, peneliti, akademisi, ahli sejarah, pejabat, polisi, ibu rumah tangga, pegawai negeri, pembantu, tukang parkir, mantri, dokter, arsitek, pengusaha, tukang baso, dsb. Meskipun gratis, para pemirsa yang hadir diwajibkan membawa uang secukupnya untuk SAWERAN! Pelaksanaan kegiatan ini juga didukung oleh Common Room Networks Foundation (Common Room) dan Hivos.</em></p>
<p><em>Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi Ibu Nunung di nomor 0222503404 atau Gigi Priadji di nomor 0818637512.</em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2010/pertunjukan-pantun-buhun-mang-ayi-dan-wa-itok-subang-common-room-19-maret-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Workshop &amp; Diskusi Aplikasi Video Untuk Live Performance &#124; Common Room &#124; 11 Maret 2010</title>
		<link>http://commonroom.info/2010/workshopdiskusi-mengenai-aplikasi-video-sebagai-live-performance/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2010/workshopdiskusi-mengenai-aplikasi-video-sebagai-live-performance/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 08:18:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Idharrez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Media Arts]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=645</guid>
		<description><![CDATA[“For us, VJ-ing is more than projecting real time combined images on a screen. I’d like to look at it as an activity of creating an evolving visual experience/ universe. First, the gap between spectator/ performer, stage/ seat, premeditated/ spontaneous, mine/ yours etc; should be obliterated. To rebuild something we have to destroy/ deconstruct the [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/niang_biosampler.jpg" border="0" alt="biosampler" /></p>
<p>“<em>For us, VJ-ing is more than projecting real time combined images on a screen. I’d like to look at it as an activity of creating an evolving visual experience/ universe. First, the gap between spectator/ performer, stage/ seat, premeditated/ spontaneous, mine/ yours etc; should be obliterated. To rebuild something we have to destroy/ deconstruct the initial form and limitations. Second, interaction and respond is imminent. By doing so, we have created a moebius loop where an idea shall move back and forth, left to right, passed from person to person, and it would evolve and change while being so. And that is Real Time Interaction. It’s like a complex game of “pong”.</em>” (<a href="http://www.vjtheory.net/what_is_it/biosampler_what_is.htm" target="_blank">Chainsmokingbastard/ Biosampler</a>)</p>
<p><strong>Date</strong><br />
Thursday, March 11, 2010<br />
<strong>Time</strong><br />
3:00 &#8211; 6:00 PM<br />
<strong>Location</strong><br />
Common Room, Jl. Kyai Gede Utama No. 8</p>
<p><strong>Deskripsi Singkat</strong><br />
Aplikasi medium video, seperti yang sudah lebih banyak dikenal terlebih dulu, dapat kita lihat pada iklan TV, film digital, maupun video klip. Dengan semakin berkembangnya teknologi video dan media digital, beberapa tahun belakangan video juga mulai dimanfaatkan untuk mendukung <em>live performance</em>. Pemanfaatan video dalam pertunjukan dapat menjadi pendukung dari sebuah pagelaran, selain dapat juga berdiri sendiri sebagai sebuah karya seni.</p>
<p>Dalam program ini, akan membahas beberapa aspek penting pemanfaatan medium video untuk aktifitas <em>live performance</em>. Pendekatan untuk aplikasi ini sedikit berbeda dengan beberapa pemanfaatan video untuk kepentingan yang lain. Dalam sebuah <em>live performance</em>, sesuai dengan namanya, video dapat dimainkan secara langsung. Kemampuan untuk berfikir dan bertindak cepat dalam memainkan video menjadi sangat penting, karena di dalam sebuah pertunjukan dituntut kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan <em>flow</em> dan <em>audience</em>. Sangat berbeda dengan proses pembuatan video yang telah dikenal sebelumnya, dimana materi video dapat di edit sesuai dengan keinginan tanpa waktu yang terbatas.</p>
<p><span id="more-645"></span></p>
<p>Di kota Bandung pada khususnya, semakin sering terlihat dimana <em>visual live performance</em> sudah menjadi elemen yang sangat penting dalam sebuah pertunjukan. Video tidak hanya diputar secara otomatis sebagai pengiring dari sebuah band, namun melalui <em>visual live performance</em>, video dapat menjadi media untuk membangun emosi dari sebuah pertunjukan seperti halnya musik. Walaupun masih banyak pandangan yang menilai para VJ (visual jockey) dengan sebelah mata karena terlihat seperti hanya memasang video secara bergantian sesuka hati, ada beberapa persiapan penting yang perlu dilakukan seorang VJ sebelum bermain dalam sebuah pertunjukan. Hal ini tidak lebih mudah daripada persiapan seorang musisi dalam menghadapi sebuah pertunjukan.</p>
<p>Berikut beberapa materi yang akan dibahas dalam program ini:</p>
<ul>
<li>Introduksi mengenai video</li>
<li><em>Live Performance</em> sebagai salah satu aplikasi dari video</li>
<li>Pengenalan jenis <em>Visual Live Performance</em> dan beberapa tekniknya</li>
<li>Penerjemahan musik ke dalam bentuk visual</li>
<li><em>Pre-Production</em> dan <em>Post-Production</em> visual/ footage</li>
<li>Pengenalan beberapa software pendukung</li>
<li>Contoh Visual Live Performance</li>
<li>Diskusi</li>
</ul>
<p><em>Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin OpenLabs yang didukung oleh Common Room dan Hivos.</em> <em>Terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi Ibu Nunung di nomor +62222503404 atau Ranti di nomor +628120189953.</em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2010/workshopdiskusi-mengenai-aplikasi-video-sebagai-live-performance/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penelitian dan Pengembangan dalam Usaha Kecil</title>
		<link>http://commonroom.info/2010/rd-dalam-usaha/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2010/rd-dalam-usaha/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 12:05:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Idharrez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[Knowledge Economy]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=662</guid>
		<description><![CDATA[Workshop YES Club &#124; 6 Maret 2010 &#124; Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8. Bandung
“Salah besar jika segala sesuatu (selalu) dikonversikan dengan uang, (terkadang) kita perlu berinvestasi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik&#8230;”
(Tegep Octaviansyah, owner of TEGEP BOOTS)
Inovasi menjadi kata kunci utama dalam membangun dan membina usaha. Dengan kata lain, inovasilah yang menjadikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/ws_yesclub6_01.jpg" border="0" alt="Common Room" /></p>
<p>Workshop YES Club | 6 Maret 2010 | Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8. Bandung</p>
<p style="text-align: right;"><em>“Salah besar jika segala sesuatu (selalu) dikonversikan dengan uang, (terkadang) kita perlu berinvestasi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik&#8230;”</em></p>
<p style="text-align: right;">(Tegep Octaviansyah, owner of <a href="http://www.tegepboots.com/01_thestore.html" target="_blank">TEGEP BOOTS</a>)</p>
<p>Inovasi menjadi kata kunci utama dalam membangun dan membina usaha. Dengan kata lain, inovasilah yang menjadikan sebuah produk selalu baru, segar, unik, dan berbeda. Namun, ini sering kali dilupakan oleh sebagian besar pengusaha kecil di Indonesia, yang terlalu memberi fokus pada nilai ekonomi: meraih laba sebesar mungkin dan menyingkirkan nilai inovasi. Tidak mengherankan apabila kita kerap menjumpai produk tertentu dengan desain yang telah berumur 10-15 tahun, namun masih tetap dikembangkan dengan cara yang sama dan dijual tanpa pengembangan yang berarti. Hal ini pulalah yang sering dijumpai pada usaha kerajinan dan usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia.</p>
<p>Karena kurangnya inovasi, tampaknya kebanyakan dari anggota masyarakat kemudian cenderung menjadi <em>follower</em> dan <em>consumer </em>saja<em>. </em>Banyak diantaranya<em> </em>yang hanya bisa mengikuti <em>trend</em> dan menggunakan barang-barang tanpa mau mempelajari dan mencerna produk yang mereka gunakan terlebih dahulu. Barangkali karena permasalahan ini jugalah kita kemudian menemukan kesulitan untuk menjumpai pribadi yang memiliki idealisme dan prinsip yang ajeg. Namun walaupun sedikit, dapat dikatakan bahwa saat ini keberadaan orang-orang yang memiliki idealisme sangat diperlukan untuk mendorong terjadinya perubahan dan inovasi. Barangkali salah satu dari sedikit pelaku yang telah banyak melakukan pembaharuan adalah Tegep Octaviansyah, pemilik TEGEP BOOTS.</p>
<p><span id="more-662"></span></p>
<p><img src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/ws_yesclub6_04.jpg" border="0" alt="Common Room" /></p>
<p>Inovasi menjadi landasan utama bagi Tegep dalam menjalankan usahanya. Mulai dari desain, teknologi, sistem, manajemen, hingga distribusi. Inovasi selalu dilakukan dengan tujuan menemukan cara yang lebih baik dari cara yang sebelumnya. Hal ini mencakup pada berbagai pendekatan yang lebih baik dalam mengembangkan desain yang baru, segar dan berbeda, namun dengan tetap menomorsatukan kualitas. Tampaknya karena hal ini jugalah TEGEP BOOTS sampai saat ini selalu memiliki konsumen yang loyal terhadap produknya. Selain itu, dengan mengembangkan inovasi TEGEP BOOTS selalu berhasil menemukan konsumen baru yang kemudian menjadi pelanggan setia mereka.</p>
<p>Jika sebagian besar pengusaha di Indonesia dan bahkan pemerintah selalu mengutamakan eksport, tidak demikian dengan TEGEP BOOTS. Tegep yakin, pasar dalam negeri pun merupakan lahan yang sangat besar untuk dimanfaatkan dengan baik. Dalam hal ini ekspor produk hanya merupakan bonus dan bukan tujuan utama. Hal ini yang sering dipahami secara salah oleh sebagian besar usahawan, masyarakat, dan pemerintah di Indonesia. Kebanyakan diantara mereka beranggapan bahwa dengan melakukan eksport, sebuah usaha dapat meningkatkan nilai dan harga produk di mata masyarakat dan dunia. Sampai saat ini, dapat dikatakan bahwa ekspor produk menjadi salah satu tujuan utama bagi pemerintah dan dunia usaha di Indonesia dalam menjaga persaingan di era globalisasi, walaupun pada kenyataannya pasar dalam negeri merupakan potensi yang belum banyak dikelola secara maksimal.</p>
<p>Menurut Tegep yang memulai karir sejak tahun 1997, “<em>pengalaman merupakan pembelajaran yang baik untuk kita</em>”. Hal ini menuntut para pengusaha untuk berpikir terbuka dan fleksibel dalam menjalankan usaha mereka. Dalam upaya untuk mengembangkan usaha, ia berujar bahwa kita tidak boleh ragu untuk merubah visi perusahaan atau sudut pandang kita dalam menghadapi dunia yang dinamis. Dalam konteks ini, dapat dikatakan bahwa <em>uniqueness (product), segmented (market), and new vision</em> menjadi strategi dalam menjalankan usaha yang penuh dengan tantangan dan inovasi. <strong>(yk)</strong></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2010/rd-dalam-usaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Melawan Lupa: Mengenang 2 Tahun Insiden AACC &#124; Common Room &#124; 17 Februari 2010</title>
		<link>http://commonroom.info/2010/melawan-lupa-mengenang-2-tahun-malam-insiden-kelabu-aacc/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2010/melawan-lupa-mengenang-2-tahun-malam-insiden-kelabu-aacc/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 10:17:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Idharrez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Campaign]]></category>
		<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Human Rights]]></category>
		<category><![CDATA[Ujungberung Update]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=598</guid>
		<description><![CDATA[Kejadian Sabtu Kelabu yang terjadi pada tahun 2008 yang telah lalu masih membekas di benak orang-orang yang hadir dalam malam peringatan dua tahun Tragedi AACC. Insiden ini merupakan malam yang tidak akan dilupakan oleh sebagian orang, sehingga dirasa penting untuk berefleksi dan mengenang kejadiannya, selain mengenang momen kebersamaan, serta mengambil hikmah dari kejadian itu. Melawan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="Suasana acara pengajian peringatan 2 tahun tragedi AACC di Common Room" src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2010/02/Resize-of-IMG_0022.jpg" alt="" width="480" height="360" /></p>
<p>Kejadian Sabtu Kelabu yang terjadi pada tahun 2008 yang telah lalu masih membekas di benak orang-orang yang hadir dalam malam peringatan dua tahun Tragedi AACC. Insiden ini merupakan malam yang tidak akan dilupakan oleh sebagian orang, sehingga dirasa penting untuk berefleksi dan mengenang kejadiannya, selain mengenang momen kebersamaan, serta mengambil hikmah dari kejadian itu. Melawan Lupa, adalah momen krusial dan tagline penting dalam peringatan tahun ini. Berbeda dengan acara peringatan tahun lalu, agenda yang dilakukan tahun ini adalah mengaji dan berdoa untuk para korban dengan cara yang lebih sederhana. Malam peringatan pun dihadiri keluarga korban sebagai bentuk penghargaan kepada para korban yang telah menjadi bagian dari komunitas anak muda yang terlibat di dalam insiden ini.</p>
<p>Satu yang perlu disadari bahwa, insiden AACC bukanlah kesalahan satu pihak, namun kesalahan berbagai elemen terkait. Entah itu mulai dari pihak penyelenggara acara, penonton, pengelola gedung, polisi, pemerintah, media massa, hingga masyarakat. Banyak pihak yang sebetulnya berperan dalam insiden ini. Momen penting malam peringatan dua tahun tersebut merupakan pembelajaran untuk berbuat lebih nyata, mengambil hikmahnya, bersatu padu, dan menjadikan hari esok lebih baik dari hari ini. Dan kejadian malam tersebut, merupakan pelajaran untuk masa depan yang lebih baik, jika kita mampu menyikapinya dengan bijak. Selesai berdoa, acara ditutup dengan makan tumpeng bersama dan melanjutkannya dengan menabur bunga di pelataran Gedung AACC. <strong>(yk)</strong></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2010/melawan-lupa-mengenang-2-tahun-malam-insiden-kelabu-aacc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Review Workshop Radio Crystal &#124; Common Room &#124; 13 Februari 2010</title>
		<link>http://commonroom.info/2010/workshop-radio-common-room-13-februari-2010/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2010/workshop-radio-common-room-13-februari-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 09:58:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Idharrez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Projects]]></category>
		<category><![CDATA[Media Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=580</guid>
		<description><![CDATA[Membuat radio ternyata tidaklah serumit yang kita bayangkan. Cukup dengan perangkat-perangkat sederhana, yaitu selongsong tisu gulung bekas, kawat enamel, diode germanium 1N60, Crystal Earphone 2,000k Ohm, dan antena, kita dapat membuat sebuah radio rakitan sederhana dan digunakan tanpa menggunakan tenaga listrik atau batu baterai. Radio ini bernama Radio Kristal. Prinsip kerja Radio Kristal adalah menangkap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2010/02/11.jpg" alt="" width="480" height="360" /></p>
<p>Membuat radio ternyata tidaklah serumit yang kita bayangkan. Cukup dengan perangkat-perangkat sederhana, yaitu selongsong tisu gulung bekas, kawat enamel, diode germanium 1N60, Crystal Earphone 2,000k Ohm, dan antena, kita dapat membuat sebuah radio rakitan sederhana dan digunakan tanpa menggunakan tenaga listrik atau batu baterai. Radio ini bernama Radio Kristal. Prinsip kerja Radio Kristal adalah menangkap gelombang radio AM di udara.</p>
<p><span id="more-580"></span></p>
<p><img src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2010/02/2.jpg" alt="" width="480" height="360" /></p>
<p>Walaupun sederhana, namun tidak mudah dilakukan untuk sebagian besar anak-anak, terutama ketika menggulung kawat enamel pada selongsong tisu gulung bekas sebanyak 76 kali. Gulungan kawat perlu disusun rapi berulang kali secara hati-hati dan jangan sampai ada kawat yang terhimpit atau menimpa kawat lainnya. Dengan bantuan beberapa orang dewasa (termasuk orang tua dan pemateri), anak-anak mampu melewati tahapan ini.</p>
<p><img src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2010/02/3.jpg" alt="" width="480" height="360" /></p>
<p>Setelah kawat terlilit rapi, bersama dengan perangkat-perangkat lain, semua komponen disusun di atas balok kayu yang sudah disediakan. Setelah rangkaian radio tersusun sesuai dengan skema dan antena telah terpasang dengan baik,  radio siap untuk mencari gelombang. Tinggal pasang earphone ke telinga, putar varco untuk mencari sinyal, maka radio siap dipakai! <strong>(yk)</strong></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2010/workshop-radio-common-room-13-februari-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
