<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Common Room Networks Foundation &#187; Program</title>
	<atom:link href="http://commonroom.info/cat/program/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://commonroom.info</link>
	<description>Open Platform for Art, Culture &#38; ICT/Media &#124;&#124; Bandung - Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 05:07:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>#ScratchTheDay &#124; 1ON1 BBOY BATTLE &#124; Weekly every Thursday, started at 19.00 – end</title>
		<link>http://commonroom.info/2012/scratchtheday-1on1-bboy-battle/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2012/scratchtheday-1on1-bboy-battle/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jan 2012 09:07:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Gathering]]></category>
		<category><![CDATA[Performance]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2453</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-2454" title="cr_03" src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2012/01/cr_03.jpg" alt="" width="640" height="827" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2012/scratchtheday-1on1-bboy-battle/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>52 Wednesdays &#124; Pameran Foto oleh Lioni Beatrik &#124; 14 – 21 Januari 2012</title>
		<link>http://commonroom.info/2012/52-wednesday-oleh-lioni/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2012/52-wednesday-oleh-lioni/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 07:26:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Art Projects]]></category>
		<category><![CDATA[Concert]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Performance]]></category>
		<category><![CDATA[Photography]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2428</guid>
		<description><![CDATA[52 Wednesdays &#124; Pameran Foto oleh Lioni Beatrik &#124; 14 &#8211; 21 Januari 2012 Pembukaan: Sabtu, 14 Januari 2012. 17.00 &#8211; end Common Room Jl. Kyai Gede Utama no 8 Bandung Featuring Stand up Tragedy &#38; Live Music bersama Rayhan Sudrajat, Raquel, Pepengtea, Deluciva, Ajie and Alex Lioni Beatrik Lioni, perempuan kelahiran 1980 ini sangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-2429" title="lioni_eflyer_web" src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2012/01/lioni_eflyer_web.jpg" alt="" width="640" height="407" /></p>
<p><strong>52 Wednesdays | Pameran Foto oleh Lioni Beatrik | 14 &#8211; 21 Januari 2012</strong><br />
Pembukaan: Sabtu, 14 Januari 2012. 17.00 &#8211; end<br />
Common Room<br />
Jl. Kyai Gede Utama no 8 Bandung</p>
<p><em>Featuring Stand up Tragedy &amp; Live Music bersama Rayhan Sudrajat, Raquel, Pepengtea, Deluciva, Ajie and Alex</em></p>
<p><strong>Lioni Beatrik</strong><br />
Lioni, perempuan kelahiran 1980 ini sangat bergairah akan hidup dan kehidupan—bidang yang membawanya ke bidang humanitarian. Ia adalah lulusan Jurusan Jurnalistik Fikom Unpad, dan sempat pula belajar di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara. Selain humanisme, Lioni juga memiliki minat tinggi terhadap seni rupa. Ia pernah bekerja di sebuah galeri seni rupa di Jakarta. Sebelum 52 Wednesdays, ia juga pernah membuat beberapa proyek seni yang diantaranya adalah My Funeral, Funeral of Caste, Theater of the Oppressed, Playback Theater dan Kappaletta the singing telegram. Proyek fotografi ini merupakan proyek seni Lioni yang berlangsung paling lama, satu tahun dan kemungkinan akan terus berjalan.</p>
<p><span id="more-2428"></span></p>
<p><strong>[Pengantar]</strong></p>
<p><strong>Awalnya, Hanya Rabu untuk Alex</strong><br />
Satu tahun yang lalu, Lioni Beatrik jatuh cinta dan dibuat patah hati oleh seorang pemuda. Dalam adukan berbagai macam perasaan; sedih, bingung, penasaran, dan rindu, Lioni membuat satu foto dan mengirimkannya kepada sang pemuda lewat surat elektronik. Fotonya sederhana: Rex, tokoh terkenal dari film Toys Story, “berpose” dengan selembar post-it yang bertuliskan “I miss you” yang tertempel di dadanya.</p>
<p>Foto pertama itu ia kirimkan pada hari Rabu—yang setelah ditelusuri ulang, merupakan hari yang sama ketika Lioni menyatakan cintanya. Ternyata memotret Rex dan mengirimkan foto itu bisa menanggulangi rindu. Sekejap, Lioni tersembuhkan dari rasa sedih. Maka memotret dan mengirimkan satu foto Rex tiap Rabu menjadi hal yang rutin ia lakukan—sampai Rabu ke 52.</p>
<p><strong>Jejak Visual dan Sarana Terapi</strong><br />
Berekspresi menggunakan fotografi bukanlah barang baru. Kamera sudah jamak digunakan sebagian besar orang, dan fotografi pun telah menjalankan beragam fungsinya di masyarakat selama lebih dari dua abad. Begitu pula ketika fotografi digunakan sebagai medium ekspresi dan terapi. Sesungguhnya, pada tahun-tahun belakangan, banyak terapis yang telah menggunakan fotografi sebagai alat untuk memahami hubungan patologis dan untuk memfasilitasi proses mengekspresikan perasaan. Persentuhan dengan sisi kreatif dianggap dapat membuat seseorang berelasi erat dengan perasaan dan pemikiran yang berada di alam bawah sadar—dan ketika mempraktikkannya, ia dianggap dapat mencapai titik yang mendekati tingkat meditatif sehingga level stres pun dapat direduksi.</p>
<p>Begitu pula dengan praktik fotografi. Logikanya mungkin sesederhana ini: memikirkan foto seperti apa yang akan dikirimkan tiap pekan bisa membuat ia sebentar saja memikirkan hal lain selain perasaannya yang tak berbalas itu. Lioni memang masih memikirkan sang pemuda, hanya saja bukan dengan cara yang bisa semakin melukai perasaannya. Tiap hari, ada saja beberapa jam yang ia habiskan untuk merancang kelanjutan “cerita” Rex.</p>
<p>Rangkaian foto ini ditutup dengan foto yang menampakkan Rex—agak membelakangi kamera, dan di tubuhnya tertempel selembar post-it yang bertuliskan, “Have you been receiving my emails?”. Karena pada akhirnya, memang hanya pertanyaan itu yang ingin Lioni utarakan untuk memberi “akhir” pada tahun dan perasaan yang membuatnya berpikir banyak tentang konsep hubungan romantis dan perasaan yang mengikuti. Foto dengan pertanyaan polos khas Rex ini juga menjadi karya penutup yang jenaka dari seluruh rangkaian foto—dengan visual yang menyerupai foto yang pertama Lioni buat.</p>
<p><strong>Di Balik Gambar</strong><br />
Oleh karena itu, perjalanan Rex yang kita jumpai, adalah juga perjalanan Lioni—baik secara fisik maupun mental yang memperlihatkan perkembangan dan perubahan rasanya terhadap seseorang. Melalui proyek fotografi ini, Lioni melakukan terapi kepada dirinya sendiri dalam menghadapi patah hati: ada pemikiran, diskusi dan “penyadaran” yang muncul selama ia menjalani proyek ini. Ada kalanya ia bersemangat memotret. Ada kalanya pula ia benci seluruh kegiatan ini. Ia merasa telah menteror si pemuda dengan kiriman foto setiap Rabu: menjadi pihak yang menyalahgunakan perasaan dan bertindak sangat egois. Kemudian seiring dengan perjalanannya, Lioni sadar bahwa memotret Rex bukan lagi demi menyapanya, tapi untuk mengobati rindu; bukan lagi untuk menjalin hubungan dengan sang pemuda, tapi telah menjadi upaya untuk melupakannya.</p>
<p>Prosesi jatuh cinta dan patah hati yang dialami dirinya—dan setiap orang lainnya, bisa dilihat sebagai cara berkenalan kembali dengan diri sendiri; menyadari bahwa kita masih merasa, mencari tahu apa yang memicu rasa-rasa tertentu dan mempelajari cara-cara yang paling masuk akal untuk berhadapan dengan rasa itu. Dan bagi Lioni, membuat rangkaian foto adalah solusi dalam menghadapi persoalan rasa-merasa tersebut.</p>
<p>Memamerkan seluruh rangkaian foto yang ia buat selama setahun kemudian juga menjadi salah satu fase yang harus dilalui Lioni dalam menggunakan fotografi sebagai medium ekspresi dan terapi—seperti membuat akhir pada keadaannya yang terkatung-katung, menjadikan pameran ini sebagai pameran tentang perasaan—yang tak akan bisa didefinisikan. Manusia tidak punya cukup kosakata untuk membuat orang lain turut memahami sesungguhnya apa yang kita rasakan. Semoga bahasa visual yang lebih mampu menerjemahkan prosesi jatuh cinta dan patah hati—menerjemahkan rasa.</p>
<p><strong>Irma Chantily | Kurator Pameran</strong></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2012/52-wednesday-oleh-lioni/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Orasi Budaya] Pidato Kebudayaan Awal Tahun 2012: Katastrofe Kebudayaan &#124; Sabtu, 7 Januari 2012</title>
		<link>http://commonroom.info/2012/pidato-kebudayaan-awal-tahun-2012/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2012/pidato-kebudayaan-awal-tahun-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 09:03:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Critics]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Free Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Gathering]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2417</guid>
		<description><![CDATA[Pidato Kebudayaan Awal Tahun 2012: Katastrofe Kebudayaan Sabtu, 7 Januari 2012 Pk. 09.00 &#8211; 16.30 WIB Common Room Jl. Kyai Gede Utama no. 8 Bandung &#8211; 40132 Pengantar Kurang lebih delapan puluh tahun lalu, Sutan Takdir Alisyahbana telah sering menyampaikan kegelisahannya mengenai kebudayaan Indonesia. “Kebudayaan dalam krisis”, demikian kegelisahan STA tersebut jika kita rumuskan dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2012/01/eflyer_katastrof1.png" alt="" title="eflyer_katastrof" width="640" height="905" class="alignnone size-full wp-image-2426" /></p>
<p><strong>Pidato Kebudayaan Awal Tahun 2012: Katastrofe Kebudayaan</strong><br />
Sabtu, 7 Januari 2012<br />
Pk. 09.00 &#8211; 16.30 WIB<br />
Common Room<br />
Jl. Kyai Gede Utama no. 8<br />
Bandung &#8211; 40132</p>
<p><strong>Pengantar</strong><br />
Kurang lebih delapan puluh tahun lalu, Sutan Takdir Alisyahbana telah sering menyampaikan kegelisahannya mengenai kebudayaan Indonesia. “Kebudayaan dalam krisis”, demikian kegelisahan STA tersebut jika kita rumuskan dalam satu frase. Polemik kebudayaan pun terjadi. Polemik ini merupakan gumpalan kegelisahan STA dan para cerdik-cendikia saat itu: kegelisahan untuk merumuskan kebudayaan khususnya dan pada umumnya peradaban bangsa Indonesia di masa depan, yang dalam istilah STA disebut sebagai manusia baru Indonesia. Untuk menuju masa depan Indonesia, “kita harus meninggalkan tasik yang tenang dan menuju laut yang bergelora, dinamik”, demikian kurang lebih STA.</p>
<p>Kini, 80 tahun kemudian, sebuah pertanyaan reflektif kiranya perlu dilontarkan: apakah kebudayaan dan manusia baru yang dinamis, yang bergelora seperti ombak lautan itu telah terwujud? Sebenarnya tidak mudah menjawab pertanyaan ini. Indonesia, hingga hari ini, masih tetap hidup dalam 21 abad sekaligus. Di sebuah dusun di pedalaman sebuah pulau, kita masih menemukan masyarakat yang masih hidup dalam ketertinggalan di berbagai bidang kehidupan. Mereka hidup di dalam ruang pengetahuan yang sangat terbatas. Sementara di belahan pulau lain, di kota-kota besar, sebagian masyarakat telah meloncat tinggi ke atas tangga posmodernitas, bahkan sedang bergerak ke wilayah-wilayah yang takterbayangkan oleh sebagian besar masyarakat.</p>
<p>Tapi, pun begitu, di lapis permukaan, secara general bisa disaksikan bagaimana kebudayaan tengah bergerak ke arah “ketakseimbangan” nilai. Pada titik tertentu, persoalan kebudayaan bahkan bisa dibilang sebagai sesuatu yang terpisah dari nilai. Kebudayaan menjadi semacam artikulasi perilaku keseharian yang digerakkan oleh isu-isu yang diusung teknologi informasi, terutama televisi dan komputer. Di situ, segala batas menjadi lebur. Jika segala batas lebur, bagaimana kita bisa merumuskan sebuah nilai?</p>
<p>Di samping itu, dihubungkan dengan ruang, dalam hal ini alam (nature), perkembangan kebudayaan (culture) juga memperlihatkan ketakseimbangan lain. Culture yang telah “tanpa nilai” itu secara terus-menerus tampak mensubversi alam (nature). Akibatnya, kian hari alam kian kewalahan memenuhi hasrat manusia yang digerakkan oleh imaji-imaji budaya tanpa nilai tersebut. Akibatnya, terjadilah apa yang kami sebut sebagai “Katastrofe Kebudayaan”.</p>
<p>Forum Studi Kebudayaan ITB (FSK-ITB) dan Common Room Networks Foundation sebagai institusi yang secara intens memperhatikan hal itu, terpanggil untuk coba mencatat, merumuskan, dan memberikan sumbangan-sumbangan pemikiran yang diharapkan dapat menjadi pencerahan bagi para intelektual dan penentu kebijakan khusunya dan masyarakat secara umum. Kali ini, konstribusi itu diwujudkan dalam bentuk pelaksanaan kegiatan orasi kebudayaan dari beberapa orang yang dianggap kompeten untuk tema terkait.</p>
<p>Pidato kebudayaan ini terbagi menjadi tiga sesi, yaitu:</p>
<p>Sesi I<br />
Tema: Kompleksitas, Perubahan dan Spekulasi<br />
Pemateri: Joscev Audifax, Harifa Ali Albar Siregar, Ranti Puji Agusti, Ruly Darmawan</p>
<p>Sesi II<br />
Tema: Realitas diantara Persepsi, Mitos dan Fantasi<br />
Pemateri: Idhar Resmadi, Jejen Jaelani, Kimung, Alfathri Adlin</p>
<p>Sesi III<br />
Tema: Katastrofe Kebudayaan<br />
Pemateri: Hawe Setiawan, Gustaff H. Iskandar, Yasraf Amir Piliang, Acep Iwan Saidi, dan Tisna Sanjaya.</p>
<p>Acara terbuka untuk umum dan tidak dipungut bayaran.</p>
<p>Informasi lebih detail hubungi Zamzami Almakki (085795111981)</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2012/pidato-kebudayaan-awal-tahun-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Refleksi Kebudayaan Akhir Tahun 2011 &#124; Babakan Siliwangi, 17 &#8211; 22 Desember 2011</title>
		<link>http://commonroom.info/2011/refleksi-kebudayaan-akhir-tahun-2011/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2011/refleksi-kebudayaan-akhir-tahun-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Dec 2011 07:36:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Environment]]></category>
		<category><![CDATA[Gathering]]></category>
		<category><![CDATA[Localities]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Performance]]></category>
		<category><![CDATA[Poetry]]></category>
		<category><![CDATA[Urbanism]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2398</guid>
		<description><![CDATA[Pengantar Di titik pergantian tahun, sebagaimana lazimnya, kita merasa perlu keluar sejenak dari rutinitas. Kita merenungi pengalaman di tahun yang segera berakhir seraya menerawang jalan kita di tahun yang segera datang. Akhir tahun adalah juga awal tahun, dan kita berupaya memaknai titik peralihan ini dengan meninjau lagi diri kita sendiri beserta keadaan di sekeliling kita. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-2399" title="babakansiliwangi" src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2011/12/babakansiliwangi.png" alt="" width="640" height="367" /></p>
<p><strong>Pengantar</strong><br />
Di titik pergantian tahun, sebagaimana lazimnya, kita merasa perlu keluar sejenak dari rutinitas. Kita merenungi pengalaman di tahun yang segera berakhir seraya menerawang jalan kita di tahun yang segera datang. Akhir tahun adalah juga awal tahun, dan kita berupaya memaknai titik peralihan ini dengan meninjau lagi diri kita sendiri beserta keadaan di sekeliling kita. Kita menyambut tahun baru dengan menyalakan lagi harapan, menumbuhkan lagi cita-cita, dan merumuskan lagi agenda.</p>
<p>Jejaring kerja budaya yang terdiri dari kumpulan warga Kota Bandung hendak menyambut tahun 2012 bersama rekan-rekan dari kalangan seni, budaya, dan komunitas warga Bandung lainnya. Dengan memilih tempat di Babakan Siliwangi, satu di antara sedikit ruang terbuka hijau yang masih tersisa di kota ini, kegiatan yang dimaksudkan sebagai refleksi akhir tahun ini akan berlangsung selama lebih kurang sepekan, dari 17 s/d 22 Desember 2011. Salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mewadahi sebanyak mungkin kegiatan dan aspirasi dari berbagai kalangan dalam semangat kebersamaan warga kota untuk merealisasikan kepentingan bersama.</p>
<p><em>* Kegiatan ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut bayaran</em></p>
<p><strong>Jadwal/ Rangkaian Kegiatan</strong></p>
<p><strong>17 Desember 2011</strong><br />
Doa Bersama | Batu Satangtung, Babakan Siliwangi | pk. 09.30 &#8211; 10.00 WIB<br />
Pertunjukan | Mantram Gayatri oleh Trie Utami &amp; Dewa Bujana | pk. 10.00 &#8211; 12.00 WIB<br />
Diskusi/ Presentasi | Kala Sunda oleh Ibu Miranda &amp; Bapak Dr. Suhardja | pk. 14.00 &#8211; 16.00 WIB<br />
Diskusi/ Presentasi | Kosmologi Sunda: Tata Salira Panca oleh Bapak Juhana | pk. 19.00 &#8211; 21.00 WIB</p>
<p><strong>18 Desember 2011</strong><br />
Diskusi/ Presentasi | Lokalitas Dalam Kekinian bersama Hawe Setiawan &amp; Setiaji Purnasatmoko | pk. 10.00 &#8211; 12.00 WIB<br />
Diskusi/ Presentasi | Lingga Yoni Dalam Perspektif Sunda Wiwitan bersama Bapak Jacob Soemardjo &amp; Bapak D.S. Ira Ujang | pk. 14.00 &#8211; 16.00 WIB<br />
Diskusi/ Presentasi | Komunitas Warga bersama Kang Aben &amp; Man Jasad | pk. 16.00 &#8211; 18.00 WIB<br />
Diskusi/ Presentasi | In Memoriam Lecture: Harry Roesly bersama Herri Dim &amp; Rully Handiman | pk. 19.00 &#8211; 21.00 WIB<br />
Pertunjukan | Eye Feel Six, Karinding Attack dan Mang Ayi (Pantun Buhun) | pk. 21.00 &#8211; 23.00 WIB</p>
<p><strong>19 Desember 2011</strong><br />
Diskusi/ Presentasi | Ngaguar Sasajen, Tumpeng dan Kujang bersama Kang Uci | pk. 10.00 &#8211; 12.00 WIB<br />
Diskusi/ Presentasi | Ngaguar Iket dan Kaulinan Budak bersama Kang Asep &amp; Kang Zaini Alif | pk. 14.00 &#8211; 16.00 WIB<br />
Diskusi/ Presentasi | Ngaguar Gunung Lalakon bersama Kang Dani (Turangga Seta) | pk. 16.00 &#8211; 18.00 WIB<br />
Diskusi/ Presentasi | Ngaguar Tata Negara Buhun dan Presentasi Nirlaga bersama Kang Uci &amp; Kang Iwan | pk. 19.00 &#8211; 21.00 WIB<br />
Pertunjukan | Kelompok Kesenian Tarling Universitas Pasundan | pk. 21.00 &#8211; 23.00 WIB</p>
<p><strong>20 Desember 2011</strong><br />
Kerja Bakti | Bebersih Cikapundung | 08.00 &#8211; 10.00 WIB <em>(Peserta dipersilahkan membawa perlengkapan masing-masing)</em><br />
Presentasi/ Diskusi | Urban Farming oleh Ayi Vivananda | pk. 11.00 &#8211; 12.30 WIB<br />
Diskusi/ Presentasi | For Better Life bersama Kang Wahyu, Layala Roesly &amp; Angga Wardhana | pk. 13.00 &#8211; 15.00 WIB</p>
<p><strong>21 Desember 2011</strong><br />
Ritual Tradisi | Ngawinkeun Batu Satangtung (Baris Kolot) | pk. 10.00 &#8211; 12.00 WIB<br />
Orasi Kebudayaan | Lingkungan Tatar Sunda oleh Solihin G.P. | pk. 13.00 &#8211; 15.00 WIB<br />
Diskusi/ Presentasi | Apresiasi Tarawangsa bersama Bapak Abun | pk. 19.00 WIB &#8211; selesai</p>
<p><strong>22 Desember 2011</strong><br />
Ritual Tradisi | Mendak Taun: Diseka-ngaseka Lingga Yoni | pk. 05.00 WIB (pagi) &#8211; selesai</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2011/refleksi-kebudayaan-akhir-tahun-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Pameran Fotografi] Pause/ Urban Decay oleh Sandi Jaya Saputra &#124; 19 November s/d 4 Desember 2011</title>
		<link>http://commonroom.info/2011/pameran-fotografi-pause-urban-decay-2011/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2011/pameran-fotografi-pause-urban-decay-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 07:26:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[Photography]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2372</guid>
		<description><![CDATA[[Pameran Fotografi] Pause/Urban Decay oleh Sandi Jaya Saputra 19 November s/d 4 Desember 2011, Pk. 10.00 – 17.00 WIB Pembukaan: Sabtu, 19 November 2011, Pk. 18.00 – 21.00 WIB Artist Talk: Jumat, 25 November 2011, Pk. 15.00 – 18.00 WIB &#124; Moderator: Gustaff H. Iskandar Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-2373" title="Poster_Pause_eflyer" src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2011/11/Poster_Pause_eflyer.jpg" alt="" width="640" height="900" /></p>
<p><strong>[Pameran Fotografi] Pause/Urban Decay oleh Sandi Jaya Saputra</strong><br />
19 November s/d 4 Desember 2011, Pk. 10.00 – 17.00 WIB<br />
Pembukaan: Sabtu, 19 November 2011, Pk. 18.00 – 21.00 WIB<br />
Artist Talk: Jumat, 25 November 2011, Pk. 15.00 – 18.00 WIB | Moderator: Gustaff H. Iskandar<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p><span id="more-2372"></span></p>
<p><strong>Pause/Urban Decay: Sebuah Jeda di Keramaian Kota</strong><br />
Oleh Gustaff H. Iskandar</p>
<p>Sandi Jaya Saputra adalah seorang fotografer yang dilahirkan di kota Garut pada tahun 1985. Pada tahun 2006 ia mengenyam pendidikan di jurusan periklanan Universitas Padjadjaran Bandung. Setelahnya ia melanjutkan studi di bidang jurnalisme pada universitas yang sama dan lulus pada tahun 2010. Karirnya dibidang fotografi dimulai ketika ia bekerja untuk majalah Greeners sejak tahun 2008 s/d 2010. Pada tahun 2009, ia mendapatkan beasiswa untuk belajar fotografi di Commune Illuminaty (Bandung) dan workshop fotografi di Angkor Wat (Kamboja) di bawah bimbingan Antoine D’Agata (Magnum Agency). Baru-baru ini ia mendapatkan beasiswa untuk mengambil program diploma jurnalisme fotografi di Ateneo de Manila University (Filipina).</p>
<p>Saat ini Sandi Jaya Saputra bekerja menjadi seorang fotografer lepasan sekaligus bekerja sebagai asisten laboratorium fotografi dan staff mata kuliah fotografi di almamaternya. Sehari-hari ia kerap mengambil berbagai foto tentang pemandangan kota. Beberapa ada yang dipamerkan, sementara yang lain disimpan sebagai dokumentasi yang merekam kehidupan pribadinya. Koleksi foto yang ia tampilkan di dalam pameran ini diambil tepat pada saat perayaan hari raya Idul Fitri di tahun 2009. Dalam kumpulan foto ini, ia seakan mengajak kita untuk melihat pemandangan kota Bandung yang lenggang dan sepi. Tidak ada aktifitas manusia dan hiruk-pikuk kesibukan kota di dalam foto-foto ini. Tidak ada suara bising dan kondisi kota yang semrawut. Tidak ada suasana kota yang selama ini kita kenal secara akrab, kecuali ruas jalan, gedung-gedung, serta pojokan ruang kota yang kosong melompong.</p>
<p>Sejak secara resmi berdiri sekitar 200 tahun yang lalu, kota Bandung telah menjadi saksi dari berbagai peristiwa kehidupan manusia lengkap dengan segala detail persoalannya. Di masa keemasannya kota Bandung adalah sebuah permata yang memiliki segudang predikat menawan karena kesuburan serta keindahan pemandangan alamnya. Diantara sebutan yang paling populer adalah Bloemen van the Stad dan Parijs van Java. Dalam catatan Haryoto Kunto, kota ini pertama kali dinobatkan menjadi kota terbuka pada 21 Februari 1906 oleh Gubernur Jendral J.B. van Heutz. Selanjutnya kota ini sempat disebut sebagai pusat dunia intelektual di wilayah Hindia Belanda, serta pernah diusulkan menjadi pusat koloni orang Eropa di tanah Jawa oleh seorang pemikir Belanda bernama Ir. R. van Hoevell. Atas dasar ini, kiranya tidaklah mengherankan apabila sejak dahulu kota Bandung dikenal sebagai pusat bagi aktifitas perkebunan, perdagangan, pendidikan dan pariwisata. Namun kini kita harus mafhum bahwa catatan ini barangkali hanya sebagian dari narasi yang mungkin tidak lagi menggambarkan kondisi kota Bandung secara utuh. Kota ini tengah meluruh dimakan waktu, ditengah obsesi untuk menjadi mesin ekonomi yang kian menderu.</p>
<p>Karya foto Sandy Jaya Saputra dapat dilihat sebagai sebuah jeda yang memungkinkan kita untuk berhenti sejenak dan memandang kota dalam keadaan diam. Karyanya sekaligus mengajak kita untuk menelusuri kembali jejak yang ditinggalkan oleh jutaan manusia yang hidup didalamnya. Pada foto-foto ini kita juga dapat menemukan cermin yang mengguratkan narasi dan spiritualitas kehidupan masyarakat kota yang sedemikian kompleks dan memiliki lapisan dimensi yang tak bertepi. Wajah kota yang terekam dalam kumpulan foto ini merupakan pemandangan yang berkelindan diantara kemegahan narasi masa lalu dan kompleksitas persoalan hari ini. Alhasil kita menemukan sebuah pemandangan kota yang ambivalen dan penuh dengan kontradiksi. Di sana ada keindahan sekaligus teror yang mengerikan. Di sana juga ada keintiman yang dapat menjelma menjadi sebuah keterasingan yang menyakitkan. Kiranya foto-foto ini adalah sebentuk puisi yang memungkinkan kita untuk mengambil jarak dari kenyataan yang kian hari semakin meringkus perasaan dan imajinasi. Selain itu, kumpulan foto ini barangkali adalah reaksi balik dari dunia pengalaman yang memproyeksikan kritik dan refleksi untuk merajut makna tentang kehidupan masyarakat kota di sini dan hari ini, hic et nunc.</p>
<p>Kyai Gede Utama, 4 November 2011</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2011/pameran-fotografi-pause-urban-decay-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Workshop] A Guide to Music Biz &#124; Jumat, 18 November 2011</title>
		<link>http://commonroom.info/2011/workshop-a-guide-to-music-biz-2011/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2011/workshop-a-guide-to-music-biz-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Nov 2011 13:20:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2366</guid>
		<description><![CDATA[[Workshop] A Guide to Music Biz Jumat, 18 November 2011, Pk. 15.00 – 18.00 WIB Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung Industri musik terus berkembang dan memberi tantangan bagi para pelaku industri musik saat ini. Untuk menjawab perkembangan ini dibutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang memadai diantara segenap pelaku industri musik yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2011/11/guide-to-music-bizz-eflyer.jpg" alt="" title="guide-to-music-bizz-eflyer" width="640" height="1006" class="alignnone size-full wp-image-2367" /></p>
<p><strong>[Workshop] A Guide to Music Biz</strong><br />
Jumat, 18 November 2011, Pk. 15.00 – 18.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p>Industri musik terus berkembang dan memberi tantangan bagi para pelaku industri musik saat ini. Untuk menjawab perkembangan ini dibutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang memadai diantara segenap pelaku industri musik yang ada. Selain penyelenggaraan konser, pengetahuan mengenai manajemen di bidang musik juga diperlukan untuk menyokong perkembangan yang ada. Diantara kegiatan manajemen musik diantaranya adalah promosi pertunjukan, mengatur jadwal, membuat kesepakatan dengan perusahaan rekaman, melakukan jejaring dengan lingkungan musik atau mencari tahu bagaimana cara mendistribusikan musik dengan baik.</p>
<p>Aspek lain diluar promosi dan pertunjukan seperti pekerjaan administrasi juga penting dalam mengembangkan aktifitas manajemen musik yang baik. Keterampilan komunikasi dan negosiasi juga merupakan hal penting yang dapat dipelajari melalui pengalaman para pelaku manajemen bisnis musik yang telah sukses membentuk pasarnya. Workshop ini akan mengulas manajemen musik dari segi perencanaan, produksi dan strategi yang diperlukan dalam memasarkan sebuah karya musik secara luas.</p>
<p>Pembicara: Marine Ramdhani (FFWD Records) dan Ridhan (Rocket Rockers Management) | Moderator: Idhar Resmadi (Jurnalis Musik) | Menampilkan: Teman Sebangku (Bandung) dan Paperback (Bandung)</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2011/workshop-a-guide-to-music-biz-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Informasi Agenda Kegiatan Common Room &#124; November 2011</title>
		<link>http://commonroom.info/2011/informasi-agenda-kegiatan-common-room-november-2011/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2011/informasi-agenda-kegiatan-common-room-november-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Nov 2011 02:48:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Campaign]]></category>
		<category><![CDATA[Concert]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Environment]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Forum]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2316</guid>
		<description><![CDATA[[Musik Santai] Kahot Pasosore, Kamis, 10 November 2011, [Konferensi Press] Interaksi Hati #2: Kompilasi Musik dan Video Klip, Sabtu, 12 November 2011, [Konser dan Diskusi] Pra-Event Bandung World Jazz 2011 ( BWJF&#8217;11) oleh Jendela Ide Sabuga, Minggu, 13 November 2011, [Workshop] A Guide to Music Biz, Jumat, 18 November 2011, [Pameran Fotografi] Pause/Urban Decay oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-2317" title="agenda_november_cr" src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2011/11/agenda_november_cr.png" alt="" width="640" height="453" /></p>
<p><strong>[Musik Santai]</strong> Kahot Pasosore, Kamis, 10 November 2011, <strong>[Konferensi Press]</strong> Interaksi Hati #2: Kompilasi Musik dan Video Klip, Sabtu, 12 November 2011, <strong>[Konser dan Diskusi]</strong> Pra-Event Bandung World Jazz 2011 ( BWJF&#8217;11) oleh Jendela Ide Sabuga, Minggu, 13 November 2011, <strong>[Workshop]</strong> A Guide to Music Biz, Jumat, 18 November 2011, <strong>[Pameran Fotografi]</strong> Pause/Urban Decay oleh Sandi Jaya Saputra, Jumat, 18 November 2011, <strong>[Gathering]</strong> Forum Hijau Bandung, Senin, 21 November 2011, <strong>[Diskusi]</strong> Mitigasi Kebencanaan Kota Bandung, Sabtu, 26 November 2011</p>
<p><strong>[Kelas Belajar]</strong> Kelas Karinding oleh Hendra Attack setiap hari Rabu, mulai Pk. 17.00 &#8211; 19.00 WIB | Belajar Kwasi Laras Pelog dengan Sibelius Scores setiap hari Rabu, mulai Pk. 16.00 &#8211; 17.30 WIB | Pertemuan Mingguan Bandung Oral History setiap hari Kamis, mulai Pk. 17.00 WIB | Pertemuan Mingguan Workshop DJ Openlabs x Bandung Hiphop Community setiap hari Kamis, mulai Pk. 19.00 WIB.</p>
<p><strong>[Latihan Musik]</strong> Paper Back setiap hari Senin, Pk. 14.00 – 18.00 WIB | Karinding Attack setiap hari Selasa dan Jumat | TRAH setiap hari Rabu, Pk. 18.00 – 23.00 WIB | Flava Madrim setiap hari Kamis, Pk. 13.00 – 17.00 WIB  | Karinding Riot setiap hari Kamis, Pk. 17.00 &#8211; 19.00 WIB | Laras setiap hari Jumat, Pk. 18.00 &#8211; 20.00 WIB.</p>
<p><strong>[Radio Online]</strong> Madness Monday / Sixteenloops setiap hari Senin Pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB | Gigsonsky setiap hari Selasa Pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB | Gigsonsky Playmix <a style="color:gray" href="http://www.izmirescortseren.com" title="izmir escort seren" target="_blank">izmir escort</a> setiap hari Selasa Pk. 22.00 &#8211; 23.00 WIB | Neng Ita setiap hari Rabu Pk. 16.00 &#8211; 18.00 WIB | Radiologia setiap hari Rabu Pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB | Kamis Tiris setiap hari Kamis Pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB | Gigsonsky Marimar setiap hari Kamis Pk. 22.00 &#8211; 00.00 WIB | Our Playlist / Live Streaming / 24 Hours Loop**<br />
<em>**tentative hari Sabtu dan Minggu</em></p>
<p><em><span id="more-2316"></span></em></p>
<p><strong>[Musik Santai] Kahot Pasosore</strong><br />
Kamis, 10 November 2011, Pk. 15.00 &#8211; 18.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p>Acara santai yang secara khusus dipersembahkan oleh Kahot Shop bagi para penggemar segala jenis musik. Diselenggarakan setiap sore hari pada minggu ke dua setiap bulan di pelataran Kahot Shop, kegiatan ini akan memperdengarkan berbagai genre musikal yang dimainkan oleh para DJ, musisi dan para penggemar musik dari kota Bandung dan sekitarnya. Bagi teman-teman yang tertarik untuk berkontribusi dipersilahkan.</p>
<p><strong>[Konferensi Press] Interaksi Hati #2: Kompilasi Musik dan Video Klip</strong><br />
Sabtu, 12 November 2011, Pk. 18.00 &#8211; 21.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p>Album ini bermula dari inisiatif untuk mengembangkan potensi di bidang musik sekaligus mendukung pergerakan indie yang bersifat gerilya dan  mandiri. Klab Ngobrol Interaksi Hati menggagas project musik pertama dalam bentuk kompilasi audio bertajuk Interaksi Hati #1 pada tahun 2009. Selanjutnya pada tahun 2010, Klab Ngobrol Interaksi Hati dipertemukan dengan sebuah komunitas yang menamakan diri mereka Pabrikide, yang pada akhirnya menggagas sebuah label company bernama Isi record.</p>
<p>Album kompilasi Interaksi Hati #2 menyertakan empat belas karya musik dari BlackStar, Cordivine, Ragaji Mesin, Navicula, Spot Djantoeng, Slug, Pain is Gone, Bujang Lapuk, Somnyfera, The Black and dangerous, 14th WinterMoon, Gak Penting, Taltaya, dan Nutshell. Dalam acara peluncuran akan disajikan delapan buah karya dari Rana, yang membuat video klip dari Selenoid, Moist, OnePercent%, Respito, Cupumanik, Toilet Room, Larger Than Disco, dan Can I back.</p>
<p>Pembicara: Chandra Hendrawan Johan (Penasehat ISI Record dan Vokalis Cupumanik) dan Gustaff H. Iskandar (Common Room) | Moderator: Idhar Resmadi (Penulis/Jurnalis Musik) | Menampilkan: WesWey (Universitas Pendidikan Indonesia), Taltaya (Bandung), Respito (Jakarta), dan Pain is Gone (Jakarta)</p>
<p><em>Untuk keterangan lebih lanjut mengenai Interaksi Hati-Hati #2 silahkan kunjungi laman <a href="http://www.isirecord.com" target="_blank">http://www.isirecord.com</a></em></p>
<p><strong>[Konser dan Diskusi] Pra-Event Bandung World Jazz 2011 ( BWJF&#8217;11) oleh Jendela Ide Sabuga</strong><br />
Minggu, 13 November 2011, Pk. 16.00 &#8211; 18.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p><em>&#8220;the essence of jazz is freedom or our longing of freedom itself&#8221;</em></p>
<p>Pra-Event BWJF&#8217;11 akan menampilkan Bandung World Jazz Youth, sebuah grup musik yang terdiri dari 20 orang personil berusia 14 &#8211; 21 tahun. Dalam kesempatan ini Bandung World Jazz Youth akan mempersembahkan 2 karya almarhum Harry Roesli dan karya cipta mereka sendiri. Selanjutnya kegiatan ini akan menyampaikan pemaparan kuratorial BWJF&#8217;11 bersama Jaelani (kurator BWJF).</p>
<p><strong>Bandung World Jazz Festival 2011 | Sasana Budaya Ganesha ITB (Sabuga ITB),  19 &#8211; 20 November 2011 | Pk. 12.00 &#8211; 24.00</strong><br />
BWJF&#8217;11 adalah festival musik jazz yang diselenggarakan setiap tahun oleh Jendela Ide. Sejak awal diselenggarakan, festival ini selalu mengusung keberagaman dan mengangkat kekayaan tradisi. Festival tahun ini akan diisi dengan program pertunjukan, workshop, pameran, diskusi, kolaborasi, <em>jam-session</em>, dan <em>artist-talk</em>. BWJF&#8217;11 menghadirkan 30 talent lokal dan internasional, yang diantaranya adalah Ayu Laksmi &#038; Svara Semesta, Jen Shyu, Sound of Hanamangke, Tesla feat. Mahagotra ITB, Anand Biharilal Sriwastava &#038; Rukmani Jaiswal, Ketut Riwin &#038; Tropical Transit, ESQIEF, UNIMED, Blues Libre, BLP, White Shoes &#038; The Couples Company, Mian Tiara, dll.</p>
<p>Selain suguhan utama, festival tahun ini juga akan diisi dengan Youth Concerts yang akan dimeriahkan oleh Bandung World Jazz Youth, SambaSunda Junior, Half Whole Project &#8211; LabJazzAru, Indonesian Youth Regeneration, Jazzy One, Storia, dll. Untuk keterangan lebih lanjut mengenai Bandung World Jazz dan Jendela Ide, silahkan kunjungi laman <a href="http://www.bandungworldjazz.com/" target="_blank">http://www.bandungworldjazz.com/</a> dan <a href="http://www.jendelaide.com" target="_blank">http://www.jendelaide.com</a></p>
<p><strong>[Workshop] A Guide to Music Biz</strong><br />
Jumat, 18 November 2011, Pk. 15.00 &#8211; 18.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p>Industri musik terus berkembang dan memberi tantangan bagi para pelaku industri musik saat ini. Untuk menjawab perkembangan ini dibutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang memadai diantara segenap pelaku industri musik yang ada. Selain penyelenggaraan konser, pengetahuan mengenai manajemen di bidang musik juga diperlukan untuk menyokong perkembangan yang ada. Diantara kegiatan manajemen musik diantaranya adalah promosi pertunjukan, mengatur jadwal, membuat kesepakatan dengan perusahaan rekaman, melakukan jejaring dengan lingkungan musik atau mencari tahu bagaimana cara mendistribusikan musik dengan baik.</p>
<p>Aspek lain diluar promosi dan pertunjukan seperti pekerjaan administrasi juga penting dalam mengembangkan aktifitas manajemen musik yang baik. Keterampilan komunikasi dan negosiasi juga merupakan hal penting yang dapat dipelajari melalui pengalaman para pelaku manajemen bisnis musik yang telah sukses membentuk pasarnya. Workshop ini akan mengulas manajemen musik dari segi perencanaan, produksi dan strategi yang diperlukan dalam memasarkan sebuah karya musik secara luas.</p>
<p>Pembicara: Marine Ramdhani (FFWD Records) dan Ridhan (Rocket Rockers Management) | Moderator: Idhar Resmadi (Jurnalis Musik) | Menampilkan: Teman Sebangku (Bandung) dan Paperback (Bandung)</p>
<p><img src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2011/11/Pause_ABC_Street.jpg" alt="" title="Pause_ABC_Street" width="640" height="425" class="alignnone size-full wp-image-2321" /></p>
<p><strong>[Pameran Fotografi] Pause/Urban Decay oleh Sandi Jaya Saputra</strong><br />
19 November s/d 4 Desember 2011, Pk. 10.00 &#8211; 17.00 WIB<br />
Pembukaan: Sabtu, 19 November 2011, Pk. 18.00 &#8211; 21.00 WIB<br />
Artist Talk: Jumat, 25 November 2011, Pk. 15.00 &#8211; 18.00 WIB | Moderator: Gustaff H. Iskandar<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p><strong>Pause/Urban Decay: Sebuah Jeda di Keramaian Kota</strong><br />
Oleh Gustaff H. Iskandar</p>
<p>Sandi Jaya Saputra adalah seorang fotografer yang dilahirkan di kota Garut pada tahun 1985. Pada tahun 2006 ia mengenyam pendidikan di jurusan periklanan Universitas Padjadjaran Bandung. Setelahnya ia melanjutkan studi di bidang jurnalisme pada universitas yang sama dan lulus pada tahun 2010. Karirnya dibidang fotografi dimulai ketika ia bekerja untuk majalah Greeners sejak tahun 2008 s/d 2010. Pada tahun 2009, ia mendapatkan beasiswa untuk belajar fotografi di Commune Illuminaty (Bandung) dan workshop fotografi di Angkor Wat (Kamboja) di bawah bimbingan Antoine D’Agata (Magnum Agency). Baru-baru ini ia mendapatkan beasiswa untuk mengambil program diploma jurnalisme fotografi di Ateneo de Manila University (Filipina). </p>
<p>Saat ini Sandi Jaya Saputra bekerja menjadi seorang fotografer lepasan sekaligus bekerja sebagai asisten laboratorium fotografi dan staff mata kuliah fotografi di almamaternya. Sehari-hari ia kerap mengambil berbagai foto tentang pemandangan kota. Beberapa ada yang dipamerkan, sementara yang lain disimpan sebagai dokumentasi yang merekam kehidupan pribadinya. Koleksi foto yang ia tampilkan di dalam pameran ini diambil tepat pada saat perayaan hari raya Idul Fitri di tahun 2009. Dalam kumpulan foto ini, ia seakan mengajak kita untuk melihat pemandangan kota Bandung yang lenggang dan sepi. Tidak ada aktifitas manusia dan hiruk-pikuk kesibukan kota di dalam foto-foto ini. Tidak ada suara bising dan kondisi kota yang semrawut. Tidak ada suasana kota yang selama ini kita kenal secara akrab, kecuali ruas jalan, gedung-gedung, serta pojokan ruang kota yang kosong melompong.  </p>
<p>Sejak secara resmi berdiri sekitar 200 tahun yang lalu, kota Bandung telah menjadi saksi dari berbagai peristiwa kehidupan manusia lengkap dengan segala detail persoalannya. Di masa keemasannya kota Bandung adalah sebuah permata yang memiliki segudang predikat menawan karena kesuburan serta keindahan pemandangan alamnya. Diantara sebutan yang paling populer adalah Bloemen van the Stad dan Parijs van Java. Pada catatan Haryoto Kunto, kota ini pertama kali dinobatkan menjadi kota terbuka pada 21 Februari 1906 oleh Gubernur Jendral J.B. van Heutz. Selanjutnya kota ini sempat disebut sebagai pusat dunia intelektual di wilayah Hindia Belanda, serta pernah diusulkan menjadi pusat koloni orang Eropa di tanah Jawa oleh seorang pemikir Belanda bernama Ir. R. van Hoevell. Atas dasar ini, kiranya tidaklah mengherankan apabila sejak dahulu kota Bandung dikenal sebagai pusat bagi aktifitas perkebunan, perdagangan, pendidikan dan pariwisata. Namun kini kita harus mafhum bahwa catatan ini barangkali hanya sebagian dari narasi yang mungkin tidak lagi menggambarkan kondisi kota Bandung secara utuh. Kota ini tengah meluruh dimakan waktu, ditengah obsesi untuk menjadi mesin ekonomi yang kian menderu.</p>
<p>Karya foto Sandy Jaya Saputra dapat dilihat sebagai sebuah jeda yang memungkinkan kita untuk berhenti sejenak dan memandang kota dalam keadaan diam. Karyanya sekaligus mengajak kita untuk menelusuri kembali jejak yang ditinggalkan oleh jutaan manusia yang hidup didalamnya. Pada foto-foto ini kita juga dapat menemukan cermin yang mengguratkan narasi dan spiritualitas kehidupan masyarakat kota yang sedemikian kompleks dan memiliki lapisan dimensi yang tak bertepi. Wajah kota yang terekam dalam kumpulan foto ini merupakan pemandangan yang berkelindan diantara kemegahan narasi masa lalu dan kompleksitas persoalan hari ini. Alhasil kita menemukan sebuah pemandangan kota yang ambivalen dan penuh dengan kontradiksi. Di sana ada keindahan sekaligus teror yang mengerikan. Di sana juga ada keintiman yang dapat menjelma menjadi sebuah keterasingan yang menyakitkan. Kiranya foto-foto ini adalah sebentuk puisi yang memungkinkan kita untuk mengambil jarak dari kenyataan yang kian hari semakin meringkus perasaan dan imajinasi. Selain itu, kumpulan foto ini barangkali adalah reaksi balik dari dunia pengalaman yang memproyeksikan kritik dan refleksi untuk merajut makna tentang kehidupan masyarakat kota di sini dan hari ini, <em>hic et nunc.</em> </p>
<p>Kyai Gede Utama, 4 November 2011</p>
<p><strong>[Gathering] Forum Hijau Bandung</strong><br />
Senin, 21 November 2011, Pk. 18.00 &#8211; 21.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p>Forum Hijau Bandung (FHB) adalah sebuah wadah silahturahmi yang bersifat terbuka untuk memfasilitasi berbagai upaya pelestarian lingkungan kota Bandung. Kegiatan FHB utamanya adalah penyebaran informasi, ide maupun program yang terkait dengan usaha pelestarian lingkungan dari segenap individu, komunitas dan lembaga yang ada di kota Bandung. Selain itu, FHB juga mengupayakan pengembangan jaringan dengan harapan terjadi kerjasama dalam usaha pelestarian lingkungan di kota Bandung dan sekitarnya. Untuk keterangan lebih lanjut mengenai Forum Hijau Bandung, silahkan hubungi e-mail: <a href="mailto:forumhijaubandung@gmail.com">forumhijaubandung@gmail.com</a></p>
<p><strong>[Diskusi] Mitigasi Kebencanaan Kota Bandung</strong><br />
Sabtu, 26 November 2011, Pk. 15.00 &#8211; 18.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p>Mitigasi kebencanaan adalah serangkaian upaya persiapan untuk menghadapi bencana. Selain mengundang para ahli dibidang geologi dan kebencanaan, diskusi kali ini juga akan melibatkan para pengguna media sosial sebagai salah satu upaya tanggap bencana melalui penyebaran informasi dan pengetahuan tentang mitigasi kebencanaan. Aktifitas ini diharapkan dapat membentuk kesadaran dan kesiapan masyarakat untuk mengantisipasi datangnya bencana, sekaligus mendorong pembentukan jaringan dan forum masyarakat yang tanggap pada proses mitigasi kebencanaan di kota Bandung. Pembicara: T. Bachtiar (Peneliti), Munasri (Peneliti) | Moderator: Man Jasad (Seniman)</p>
<p><strong>KEGIATAN RUTIN </strong></p>
<p><strong>KELAS BELAJAR</strong><br />
Kelas Karinding oleh Hendra Attack setiap hari Rabu, mulai Pk. 17.00 &#8211; 19.00 WIB dan Jumat Pk. 17.00 &#8211; 19.00 WIB. Informasi hubungi Hendra di nomor +62818639881 (kelas baru akan dimulai pada 2 November 2011 dan 4 November 2011)</p>
<p>Penggunaan Kwasi Laras Pelog pada Musik Metal dengan Sibelius Scores setiap hari Rabu, mulai Pk. 16.00 &#8211; 17.30 WIB. Informasi hubungi Robi (Disculture) di nomor +6285659828666</p>
<p>Pertemuan Mingguan Bandung Oral History setiap hari Kamis, mulai Pk. 17.00 WIB. Informasi hubungi Zia di nomor +622292209221</p>
<p>Pertemuan Mingguan Workshop DJ Openlabs x Bandung Hiphop Community setiap hari Kamis, mulai Pk. 19.00 WIB. Informasi hubungi Jay di nomor +681573788327</p>
<p><strong>LATIHAN MUSIK</strong><br />
Paper Back setiap hari Senin, Pk. 14.00 &#8211; 18.00 WIB. Informasi hubungi Zemo di nomor +62222503404</p>
<p>Karinding Attack setiap hari Selasa dan Jumat, Pk. 20.00 &#8211; 23.00 WIB. Informasi hubungi Kimung/ Man Jasad di nomor +62222503404</p>
<p>TRAH setiap hari Rabu, Pk. 18.00 &#8211; 23.00 WIB. Informasi hubungi Ghera di nomor +6285624814597</p>
<p>Flava Madrim setiap hari Kamis, Pk. 13.00 &#8211; 17.00 WIB. Informasi hubungi Kimung/ Man Jasad di nomor +62222503404</p>
<p>Karinding Riot setiap hari Kamis, Pk. 17.00 &#8211; 19.00 WIB. Informasi hubungi Hendra di nomor +62818639881</p>
<p>Laras setiap hari Jumat, Pk. 18.00 &#8211; 20.00 WIB. Informasi hubungi Zia di nomor +622292209221</p>
<p><strong>PROGRAM SIARAN RADIO ONLINE</strong><br />
Madness Monday / Sixteenloops setiap hari Senin Pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB<br />
Gigsonsky setiap hari Selasa Pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB<br />
Gigsonsky Playmix Setiap hari Selasa Pk. 22.00 &#8211; 23.00 WIB<br />
Neng Ita setiap hari Rabu Pk. 16.00 &#8211; 18.00 WIB<br />
Radiologia setiap hari Rabu Pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB<br />
Kamis Tiris setiap hari Kamis Pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB<br />
Gigsonsky Marimar setiap hari Kamis Pk. 22.00 &#8211; 00.00 WIB<br />
Our Playlist / Live Streaming / 24 Hours Loop**<br />
**tentative hari Sabtu dan Minggu</p>
<p>Siaran dapat diakses melalui laman <a href="http://www.gigsonsky.com" target="_blank">http://www.gigsonsky.com</a> atau <a href="http://www.commonroom.info" rel="nofollow">http://www.commonroom.info</a>. Untuk informasi follow akun twitter @gigsonsky atau @radiologia_bdg</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2011/informasi-agenda-kegiatan-common-room-november-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Informasi Agenda Kegiatan Common Room &#124; Oktober 2011</title>
		<link>http://commonroom.info/2011/informasi-agenda-kegiatan-common-room-oktober-2011/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2011/informasi-agenda-kegiatan-common-room-oktober-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Oct 2011 08:11:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Concert]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Electronic Music]]></category>
		<category><![CDATA[Environment]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2273</guid>
		<description><![CDATA[[Workshop &#38; Gathering] ON&#124;OFF CHAT 2011: &#8220;Media Sosial untuk Perubahan&#8221;, Kamis, 1 Oktober 2011 &#124; [Konser] DUB COLLECTIVE &#124; Ngobrol Santai dan Pertunjukan Musik, Rabu, 5 Oktober 2011 &#124; [Workshop] PELATIHAN RELAWAN ZERO WASTE, Sabtu s/d Minggu, 8 &#8211; 9 Oktober 2011 &#124; [Konser] ARRINGTON DE DIYONISO’s MALAIKAT DAN SINGA PROJECT, Senin, 10 Oktober 2011 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-2274" title="agenda_oktober" src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2011/10/agenda_oktober.jpg" alt="" width="640" height="905" /></p>
<p><strong>[Workshop &amp; Gathering]</strong> ON|OFF CHAT 2011: &#8220;Media Sosial untuk Perubahan&#8221;, Kamis, 1 Oktober 2011 | <strong>[Konser]</strong> DUB COLLECTIVE | Ngobrol Santai dan Pertunjukan Musik, Rabu, 5 Oktober 2011 | <strong>[Workshop]</strong> PELATIHAN RELAWAN ZERO WASTE, Sabtu s/d Minggu, 8 &#8211; 9 Oktober 2011 | <strong>[Konser]</strong> ARRINGTON DE DIYONISO’s MALAIKAT DAN SINGA PROJECT, Senin, 10 Oktober 2011 | <strong>[Kelas Belajar Musik]</strong> Belajar Laras Pelog Bersama Robi (Disculture), Rabu, 19 Oktober 2011 | <strong>[Diskusi]</strong> Musik dan Ideologi, Kamis, 27 Oktober 2011 | <strong>[Konser]</strong> HURAHURA DI UDARA #1, Sabtu, 29 Oktober 2011 | <strong>[KEGIATAN RUTIN]</strong> Belajar Laras Pelog Bersama Robi (Disculture),  Pertemuan Mingguan Bandung Oral History, Workshop Mingguan DJ Openlabs x Bandung Hiphop Community, Latihan Mingguan Paper Back, Karinding Attack, TRAH, Flava Madrim, dan Karinding Riot | <strong>[SIARAN RADIO ONLINE]</strong> Madness Monday/ Sixteenloops (setiap Senin, Pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB), Gigsonsky (setiap Selasa, Pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB), Gigsonsky Playmix (setiap Selasa, Pk. 22.00 &#8211; 23.00 WIB), Neng Ita (setiap Rabu, Pk. 16.00 &#8211; 18.00 WIB), Radiologia (setiap Rabu, Pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB), Kamis Tiris (setiap Kamis, Pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB), Gigsonsky Marimar (setiap Kamis, Pk. 22.00 &#8211; 00.00 WIB), Our Playlist / Live Streaming / 24 Hours Loop (<em>tentative setiap Sabtu dan Minggu</em>)</p>
<p><span id="more-2273"></span></p>
<p><strong>[Workshop &amp; Gathering] ON|OFF CHAT 2011: &#8220;Media Sosial untuk Perubahan&#8221;</strong><br />
Waktu: Kamis, 1 Oktober 2011<br />
Jadwal: Pk. 09.00-15.00 WIB (Workshop) | Pk. 15.00 &#8211; 18.00 WIB (Kopi Darat)<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p>Kegiatan sharing dan diskusi tentang penggunaan media sosial sebagai instrumen pendorong perubahan. Kegiatan ini diselenggarakan atas inisiatif @onoffid, Maverick, Kedutaan Amerika Serikat yang bekerja sama dengan @GigsOnSky dan Common Room sebagai bagian dari rangkaian persiapan penyelenggaraan ON|OFF 2011.</p>
<p>Pembicara: Nila Tanzil, @nilatanzil (founder <a href="http://tamanbacaanpelangi.com" target="_blank">http://tamanbacaanpelangi.com</a>, @pelangibooks) | Wicaksono, @ndorokakung (chairman Pesta Blogger 2008/ advisor ON|OFF 2011) | Moderator: Ranti Puji Agusti, @rantipujiagusti (Manajer Program Common Room)</p>
<p><em>Pendaftaran dibuka gratis untuk 50 orang dengan mengirimkan nama lengkap, alamat dan nomor handphone melalui email ke alamat <a href="mailto:onoff.bdg@gmail.com">onoff.bdg@gmail.com</a>. Info lebih lanjut silahkan kunjungi laman <a href="http://onoffid.org">http://onoffid.org</a> | Live streaming via <a href="http://commonroom.info" rel="nofollow">http://commonroom.info</a> atau follow @radiologia_bdg dan @gigsplay.</em></p>
<p><strong>[Konser] DUB COLLECTIVE | Ngobrol Santai dan Pertunjukan Musik</strong><br />
Waktu: Rabu, 5 Oktober 2011 | Pk. 16.00 &#8211; 20.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p>Kehadiran musik <em>dub reggae</em> konon berawal dari ide untuk membuat lantai dansa yang beratapkan langit, lengkap dengan setumpuk speaker <em>subwoofer</em> untuk menghantam seantero ruangan dengan irama bass yang mendentam. Kemudian ada seorang <em>shaman</em> bebunyian yang membangun dasar musik <em>dub reggae</em> dengan dentingan yang diberi sentuhan <em>delay</em> khas Jamaika, bersama seorang MC’s yang memprogandakan semangat dub, roots, reggae, rastafari ataupun kisah-kisah lainnya.</p>
<p>Salah seorang pionir <em>dub reggae</em> adalah King Tubby, ahli tata suara yang juga seorang insinyur listrik. Ia mengolah suara drum reggae dengan menggunakan alat rekaman 8 jalur melalui papan mixer miliknya. Setelah itu ia membumbui suara drum tersebut dengan efek <em>echoes</em> dan <em>reverb</em> dengan jumlah yang sangat banyak sehingga bunyinya terdengar sangat absurd. Belakangan racikan ini diketahui secara sengaja disiapkan untuk menemukan momentum harmoni bebunyian yang dapat memanjakan gendang telinga dengan cara yang khas.</p>
<p>Gema musik <em>dub reggae</em> saat ini sudah bergaung di dunia secara luas. Saat ini ada banyak orang yang mulai menikmati genre musik yang juga dikenal dengan suara efek echoes yang berputar tanpa henti. Cabang musik <em>dub reggae</em> saat ini juga telah berkembang pesat dan berbaur dengan berbagai jenis dan genre musik dari seluruh dunia, mulai dari pop, elektronik, punk, drum and bass, dsb. Di Indonesia, skena musik <em>dub reggae</em> belumlah berkembang sepopuler musik reggae, akar musik dub yang lahir dari ritual para shaman di Jamaika.</p>
<p>Sejauh ini skena musik dub reggae di Indonesia juga masih belum banyak terjamah oleh khalayak ramai walaupun sebagian penikmat musik di sini telah dapat menyaksikan film dokumenter “<a href="http://www.youtube.com/watch?v=wPz6lAa4y-I" target="_blank">Dub Echoes</a>” (Bruno Natal, 2007). Namun begitu, kelangsungan genre musik ini di Indonesia adalah fenomena yang langka dan manis untuk disimak.</p>
<p>Terkait dengan hal ini, Dub Collective adalah kegiatan non-profit yang secara khusus diselenggarakan untuk memperkenalkan genre musik dub reggae kepada para penggemar musik di Indonesia. Selain itu, suguhan kali ini juga dipersembahkan kepada siapapun yang menyukai musik reggae ataupun bermacam variasi musik sejenisnya.</p>
<p><em>Mempersembahkan: Kusnikasdut (Bandung) | Sub Fever (Jakarta/ Bandung) | Perompak Soundsystem (Bandung) | Money Honey (Bandung) | Kegiatan ini terselenggara melalui kerjasama antara Common Room, osixtysix dan Openlabs | Gratis dan terbuka untuk umum.</em></p>
<p><strong>[Workshop] PELATIHAN RELAWAN ZERO WASTE</strong><br />
Waktu: Sabtu s/d Minggu, 8 &#8211; 9 Oktober 2011 | Pk. 08.30 &#8211; 17.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p>Upaya mewujudkan visi tentang lingkungan hidup yang baik harus dilakukan dengan melibatkan masyarakat luas. Pelatihan merupakan salah satu strategi dalam upaya penyebaran kampanye dan cara yang paling memungkinkan agar semakin banyak  orang yang terlibat. Kegiatan ini diharapkan dapat menampung minat masyarakat yang memiliki kemampuan untuk menjadi agen kampanye pola hidup organis.</p>
<p><em>Acara ini merupakan program kerja sama antara Yayasan Pengembangan Biosains &amp; Bioteknologi (YPBB) dan Common Room.</em> Info tentang YPBB silahkan akses laman <a href="http://ypbbblog.blogspot.com/" target="_blank">http://ypbbblog.blogspot.com/</a></p>
<p><strong>[Konser] ARRINGTON DE DIYONISO&#8217;s MALAIKAT DAN SINGA PROJECT</strong><br />
Waktu: Senin, 10 Oktober 2011 | Pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p>Malaikat dan Singa adalah proyek musik yang diinisiasi oleh Arrington de Dionyso (US) yang berkunjung ke Indonesia untuk pertama kalinya atas undangan <a href="http://yesnoklub.yesnowave.com/" target="_blank">Yes No Klub</a>. Terinspirasi oleh musik etnis Indonesia seperti Kuda Lumping, Reog, Jaipong dan Dolala, Malaikat dan Singa memainkan musik dengan lirik lagu yang ditulis dan dinyanyikan dalam bahasa Indonesia. Sebagian besar merupakan rangkaian penggalan kata yang diambil dari berbagai sumber seperti karya literatur Zohar dan William Blake, yang kemudian diterjemahkan secara bebas ke dalam bahasa Indonesia.</p>
<p><em>Menampilkan: Malaikat dan Singa, Anjing Balada, Karinding Attack, dan Terbujur Kaku. Acara ini merupakan program kerja sama antara Yes No Klub, Common Room dan Anti Social Party Club. Gratis dan terbuka untuk umum.</em></p>
<p><strong>[Kelas Teori dan Praktik Musik] Belajar Laras Pelog Bersama Robi (Disculture)</strong><br />
Waktu: Rabu, 19 Oktober 2011 | Pk. 16.00 &#8211; 17.30 WIB<br />
Jadwal: Setiap hari Rabu, Pk. 16.00 &#8211; 17.30 WIB.<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8 Bandung</p>
<p>Program ini dibuka untuk mendukung perkembangan sanggar musik tradisional dan pendidikan musik Karawitan. Selain mempelajari Laras Pelog (tangga nada dari Karawitan Sunda), Robi juga akan mengajak peserta untuk mengeksplorasi penggunaan Laras Pelog untuk menciptakan komposisi musik Metal yang saat ini merupakan genre musik yang sedang tumbuh subur di Kota Bandung.</p>
<p><em>Acara pembukaan kegiatan akan menampilkan konser kecil berupa pentas penggunaan kwasi Laras Pelog pada Musik Metal dengan menggunakan Sibelius Scores. Gratis dan terbuka untuk umum.</em></p>
<p><strong>[Diskusi] Musik dan Ideologi</strong><br />
Waktu: Kamis, 27 Oktober 2011 | Pk. 15.00 – 18.00 WIB<br />
Pembicara: Marine Ramdhani (FFWD Records), Kimung (penulis), Acep Iwan Saidi (Ketua Forum Studi Kebudayaan ITB)</p>
<p>Musik dan ideologi sejauh ini merupakan dua wilayah yang terkadang beririsan antar satu dengan yang lain. Di era 1960-an yang dianggap sebagai periode generasi emas “baby boomers”, musik merupakan media populer yang ikut menyebarkan ideologi tentang cinta dan perdamaian. Dalam perkembangan musik punk dan hardcore misalkan, kita juga dapat menemukan berbagai bentuk cerminan ideologi semisal gagasan tentang sosialisme, environmentalisme, kesetaraan gender, dsb.</p>
<p>Contoh lain dalam perkembangan musik Barat, kita juga telah memperhatikan bagaimana Radiohead ataupun Rage Against The Machine secara lantang menyebarkan ideologi tertentu di dalam karya musik mereka. Walaupun tidak selalu tampil secara utuh, dunia musik merupakan media yang kerap digunakan untuk menyampaikan gagasan ataupun ideologi para penciptanya. Diskusi ini akan mengkaji persoalan ideologi dalam konteks perkembangan musik di tanah air, selain melacak jejak ideologi dalam perkembangan dunia musik di skena musik lokal, serta irisannya dengan budaya populer.</p>
<p><em>Kegiatan ini merupakan bagian dari program kajian musik yang diinisiasi oleh Common Room. Gratis dan terbuka untuk umum.</em></p>
<p><strong>[Konser] HURAHURA DI UDARA #1</strong><br />
Waktu: Sabtu, 29 Oktober 2011 | Pk. 19.00 &#8211; 21.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p>Hurahura di Udara #1 merupakan offline project dari Gigsonsky Online Radio. Acara ini akan menampilkan musisi yang sebelumnya pernah mengisi sesi interview dalam salah satu program radio Gigsonsky. Kali ini konser Hurahura di Udara akan menampilkan sesi akustik dari The Panic, The Saturday Guy, dan The Black and Dangerous.</p>
<p><em>Konser ini merupakan program kerja sama antara Gigsonsky, Gigsplay dan Common Room. Gratis dan terbuka untuk umum.</em></p>
<p>Ayo kita berhura-hura di udara!!!</p>
<p><strong>KEGIATAN RUTIN</strong></p>
<p><strong>KELAS BELAJAR</strong><br />
Penggunaan Kwasi Laras Pelog pada Musik Metal dengan menggunakan Sibelius Scores  | Setiap hari Rabu dimulai Pk. 16.00 &#8211; 17.30 WIB. Informasi hubungi Robi (Disculture) di nomor +6285659828666 (Kelas baru akan dimulai pada 19 Oktober 2011)</p>
<p>Pertemuan Mingguan Bandung Oral History | Setiap hari Kamis dimulai Pk. 17.00 WIB. Informasi hubungi Zia di nomor +6222 92209221</p>
<p>Workshop Mingguan DJ Openlabs x Bandung Hiphop Community  | Setiap hari Kamis dimulai Pk. 19.00 WIB. Informasi hubungi Jay di nomor +681573788327</p>
<p><strong>LATIHAN MUSIK</strong></p>
<ul>
<li>Paper Back setiap hari Senin Pk. 14.00 &#8211; 18.00 WIB, informasi hubungi Zemo di nomor +6222 2503404</li>
<li>Karinding Attack setiap hari Selasa dan Jumat Pk. 20.00 &#8211; 23.00 WIB, informasi hubungi Kimung / Man Jasad di nomor +6222 2503404</li>
<li>TRAH setiap hari Rabu dimulai Pk. 18.00 &#8211; 23.00 WIB, informasi hubungi Ghera di nomor +6285624814597</li>
<li>Flava Madrim setiap hari Kamis Pk. 13.00 &#8211; 17.00 WIB, informasi hubungi Kimung / Man Jasad di nomor +6222 2503404</li>
<li>Karinding Riot setiap hari Kamis Pk. 17.00 &#8211; 19.00 WIB, informasi hubungi Hendra di nomor +62818639881</li>
</ul>
<p><strong>SIARAN RADIO ONLINE</strong><br />
Madness Monday / Sixteenloops setiap hari Senin Pk.. 19.00 &#8211; 22.00 WIB<br />
Gigsonsky setiap hari Selasa Pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB<br />
Gigsonsky Playmix  setiap hari Selasa Pk. 22.00 &#8211; 23.00 WIB<br />
Neng Ita setiap hari Rabu Pk. 16.00 &#8211; 18.00 WIB<br />
Radiologia setiap hari Rabu Pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB<br />
Kamis Tiris setiap hari Kamis Pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB<br />
Gigsonsky Marimar setiap hari Kamis Pk. 22.00 &#8211; 00.00 WIB<br />
Our Playlist / Live Streaming / 24 Hours Loop**<br />
<em> **tentative Sabtu dan Minggu</em></p>
<p><em>Siaran dapat diakses melalui laman <a href="http://gigsonsky.com" rel="nofollow">http://gigsonsky.com</a> | <a href="http://commonroom.info" rel="nofollow">http://commonroom.info</a> atau follow akun twitter @CommonRoom_ID, @radiologia_bdg dan @gigsonsky.</em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2011/informasi-agenda-kegiatan-common-room-oktober-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[FundRising] Solidaritas untuk Addy Gemb&#8230;</title>
		<link>http://commonroom.info/2011/agenda-september-2011/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2011/agenda-september-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Sep 2011 14:06:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Campaign]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Concert]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Electronic Music]]></category>
		<category><![CDATA[Gathering]]></category>
		<category><![CDATA[Media Culture]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2228</guid>
		<description><![CDATA[[FundRising] Solidaritas untuk Addy Gembel (Forgotten) &#124; BLOOD LINE 4 LIFE: Benefit gig for Addy Gembel, 8 September 2011, Pk. 18.00 – 21.00 WIB &#124; Garage Sale &#38; T-shirt Project, 15 &#38; 16 September 2011, 15.00 – 18.00 WIB &#124; [Performance] Move Forward &#38; Slow Down The Traffic by Danielle Lemaire (NL), 11 September 2011, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-2229" title="agenda_SEPTEMBER" src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2011/09/agenda_SEPTEMBER.jpg" alt="" width="640" height="450" /></p>
<p><strong>[FundRising]</strong> Solidaritas untuk Addy Gembel (Forgotten) | BLOOD LINE 4 LIFE: Benefit gig for Addy Gembel, 8 September 2011, Pk. 18.00 – 21.00 WIB | Garage Sale &amp; T-shirt Project, 15 &amp; 16 September 2011, 15.00 – 18.00 WIB | <strong>[Performance]</strong> Move Forward &amp; Slow Down The Traffic by Danielle Lemaire (NL), 11 September 2011, 19.00 – 21.00 WIB | <strong>[Festival]</strong> De Syukron: Syukuran Pesta Rakyat, 17 September 2011, 09.00 – 19.00 WIB | <strong>[Presentation]</strong> Art and Social Change: an American Perspective, 23 September 2011, 15.00 – 18.00 WIB | <strong>[Gathering]</strong> GIGSONSKY: Online Radio Gathering, 24 September 2011, 15.00 – 18.00 WIB | <strong>[Program Reguler]</strong> Pertemuan Mingguan Bandung Oral History, Pertemuan Mingguan OpenLabs, Pertemuan Mingguan Kelas Karinding (KEKAR), Latihan Mingguan Flava Madrim, Latihan Mingguan PAPERBACK | <strong>[Radio Online]</strong> Madness Monday (Senin, Pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB), Gigsonsky (Selasa, Pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB), Teh Ita (Rabu, Pk. 16.00 &#8211; 18.00 WIB), Radiologia (Rabu, Pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB), Kamis Tiris (Kamis, Pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB), Our Playlist / Live Streaming / 24 Hours Loop*</p>
<p><em>* Tentative hari Jumat, Sabtu dan Minggu</em></p>
<p><em><span id="more-2228"></span></em></p>
<p><strong>SOLIDARITAS INDEPENDENT BANDUNG (SIB)</strong>: Solidaritas untuk Addy Gembel (Forgotten)<br />
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai insiatif penggalangan dana untuk membantu biaya operasi Addy Gembel, vokalis band Forgotten yang divonis kanker prostat. Karena penyakitnya ia harus segera menjalankan tindakan operasi dan perawatan intensif. Selain dikenal sebagai seorang musisi, Addy Gembel juga dikenal sebagai seorang aktifis sosial dan budaya di kota Bandung. Melalui karyanya, Addy Gembel aktif menyuarakan berbagai hal yang terkait dengan upaya penegakan prinsip kebebasan berekspresi, sekaligus nilai-nilai kesetaraan dan pembelaan bagi mereka yang selama ini terpinggirkan secara sosial, politik dan ekonomi.</p>
<p><strong>BLOOD LINE 4 LIFE</strong> | Benefit gig for Addy Gembel<br />
Konser kolaborasi bebas yang akan menampilkan Live PA dan DJ asal Kota Bandung yang sekaligus akan diisi dengan kegiatan lelang merchandise band beberapa band dari kota kembang. Hasil dari donasi tiket dan lelang seluruhnya akan disalurkan untuk biaya operasi Addy Gembel. Pengisi acara: Eyefeelsix, D&#8217;Army, Cronik, Sugarah, One Blood, Prombeyonz, Ruffnek dan Dj E-one, Jay Beat Hustler.</p>
<p>Kamis, 8 September 2011 | Pk. 18.00 &#8211; 21.00 WIB<br />
Tempat: Common Room Networks Foundation<br />
Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p><strong>GARAGE SALE &amp; T-SHIRT PROJECT</strong><br />
T-Shirt Project adalah program donasi dimana 1 orang sebagai donatur menutupi biaya produksi pembuatan 2 T-Shirt. 1 T-Shirt akan diberikan kepada donatur dan 1 T-Shirt lainnya akan dijual kepada umum. Hasil dari Garage Sale &amp; T-Shirt Project seluruhnya akan disalurkan untuk biaya operasi Addy Gembel.</p>
<p>Kamis dan Jumat, 15 &amp; 16 September 2011 | Pk. 15.00 &#8211; 18.00 WIB<br />
Tempat: Common Room Networks Foundation<br />
Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p><strong>Move Forward &amp; Slow Down The Traffic by Danielle Lemaire (NL)</strong><br />
Danielle Lemaire adalah seorang seniman multimedia. Danielle menciptakan musik yang menarasikan kisah personalnya tentang bagaimana dia melihat dunia. Dalam setiap pertunjukan penampilannya tidak pernah sama. Pertunjukan kali ini akan menyuguhkan sebuah orkestra solo perempuan yang menuntun dirinya untuk menggunaan alat musik dari Asia, alat musik mainan, music box, flute, musik electronik, serta sumber bebunyian akustik dan suaranya sendiri. Penampilan Danielle yang meditatif diharapkan dapat membuat penonton terhanyut dan medapat kesan yang mendalam. Menampilkan: Danielle Lemaire, Adscum, Elang Eby, Botfvck | Visual: Danielle Lemaire dan Kill Afternoon</p>
<p>Minggu, 11 September 2011 | Pk. 19.00 &#8211; 21.00 WIB<br />
Tempat: Common Room Networks Foundation<br />
Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p><strong>De Syukron | Syukuran Pesta Rakyat</strong><br />
Pemerintah Jawa Barat melalui Badan Koordinasi Promosi dan Penanaman Modal Daerah menyelenggarakan momen syukuran dalam Semarak Pesta Rakyat Jawa Barat untuk mendorong dan mengangkat nilai-nilai kebangkitan masyarakat Jawa Barat dan instrumen pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. Dalam kesempatan ini Common Room diundang untuk menjadi peserta pameran karena perannya sebagai wadah dari berbagai aktifitas yang terbuka untuk kegiatan seni, budaya dan pemanfaatan ICT/Media. Untuk kegiatan ini Common Room bekerja sama dengan Kahot Store akan menjual merchandise dan produk dari beberapa band kota Bandung. Selain itu Common Room bersama Gigs on Sky juga akan mengembangkan program live streaming berupa siaran radio online selama kegiatan berlangsung.</p>
<p>Sabtu, 17 September 2011 | Pk. 09.00 &#8211; 19.00 WIB<br />
Tempat: Gedung Sate dan sekitarnya, Jalan Diponegoro &#8211; Bandung</p>
<p><strong>PRESENTASI PROGRAM | Art and Social Change: an American Perspective</strong><br />
Acara ini merupakan sharing pengalaman Gustaff H. Iskandar, yang selama hampir satu bulan penuh mengikuti program International Visitor Leadership Program: Promoting Social Change Through Arts pada 19 Agustus-12 September 2011 di beberapa kota Amerika Serikat. Dalam sharing ini akan dipaparkan pengalaman Gustaff mengenai pentingnya kegiatan seni dan budaya sebagai wahana yang menjadi ikatan dan instrumen bagi upaya pelestarian keanekaragaman budaya di Amerika. Dalam konteks ini, kegiatan seni dan budaya yang berorientasi pada proses edukasi dan pengembangan ekspresi artistik yang memberi inspirasi bagi proses perubahan sosial dapat menjadi sarana untuk merayakan kekayaan budaya. Diskusi ini akan mengkaji bagaimana keberagaman wilayah geografis, kelompok etnis, dan agama yang berbeda-beda di Amerika Serikat justru menjadi komponen yang membuat ranah seni dan budaya semakin kaya dan efektif untuk mempromosikan perdamaian dan toleransi lengkap dengan segala persoalan serta kompleksitasnya.</p>
<p>Jumat, 23 September 2011 | Pk. 15.00 &#8211; 18.00 WIB<br />
Tempat: Common Room Networks Foundation<br />
Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p><strong>GIGSONSKY | Online Radio Gathering</strong><br />
Launching &#038; Gathering: GigsOnSky Online Radio<br />
Sabtu, 24 September 2011<br />
18.00 &#8211; 21.00 WIB<br />
Tempat : Common Room Networks Foundation<br />
Jl. Kyai Gede Utama No. 8 Bandung</p>
<p><a href="http://twitter.com/gigsonsky" target="_blank">@GigsOnSky</a> adalah media radio online yang merupakan bagian dari Webzine GigsPlay yang memuat informasi seputar gigs dan musik. Kali ini gathering @GisgsOnSky akan membicarakan fenomena radio online sebagai wahana penyiaran yang akhir-akhir ini telah berkembang pesat. Dari segi produksi dan penyebaran materi, radio online juga merupakan salah satu media alternatif yang efektif bagi sebuah organisasi, komunitas atau perusahaan penyiaran untuk menyebarkan berita atau karya audio. Gathering ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi yang diperlukan untuk mengembangkan proses produksi dan konsumsi informasi yang sehat. Selain kegiatan gathering, @GigsOnSky juga akan mengadakan acara sukuran sekaligus launching resmi program @GigsOnSky sebagai sebuah media radio online. Siaran gigsonsky dapat diakses melalui laman <a href="http://gigsonsky.com" target="_blank">http://gigsonsky.com</a> dan <a href="http://commonroom.info" target="_blank">http://commonroom.info</a>. Pembicara: Gustaff H Iskandar (Common Room), Igoy dan Wansky (@GigsOnSky) | Live performance: Diantra (Hollywood Nobody), Galant, &#038; Chamberlain</p>
<p>Sabtu, 24 September 2011 | Pk. 18.00 &#8211; 21.00 WIB<br />
Tempat: Common Room Networks Foundation<br />
Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p><strong>KEGIATAN REGULER</strong></p>
<ul>
<li>Pertemuan Mingguan Bandung Oral History setiap hari Kamis dimulai Pkl. 17.00 WIB, informasi hubungi Zia di nomor +6222 92209221</li>
<li>Pertemuan Mingguan Openlabs setiap hari Kamis dimulai Pkl. 19.00 WIB, informasi hubungi Botak di nomor +628562064358</li>
<li>Kelas Karinding oleh Hendra Attack setiap hari Rabu dimulai Pkl 15. 00 WIB dan Jumat Pkl 15.00 WIB, informasi hubungi Hendra di nomor +62818639881</li>
<li>Flava Madrim setiap hari Selasa Pkl. 13.00 &#8211; 16.00 WIB, informasi hubungi Kimung / Man Jasad di nomor +6222 2503404</li>
<li>Paper Back setiap hari Senin Pkl 14.00 &#8211; 19.00 WIB, informasi hubungi Zemo di nomor +6222 2503404</li>
</ul>
<p><strong>RADIO ONLINE</strong></p>
<ul>
<li>Madness Monday setiap hari Senin Pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB</li>
<li>Gigsonsky setiap hari Selasa Pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB</li>
<li>Teh Ita setiap hari Rabu Pk. 16.00 &#8211; 18.00 WIB</li>
<li>Radiologia setiap hari Rabu Pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB</li>
<li>Kamis Tiris setiap hari Kamis Pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB</li>
<li>Our Playlist / Live Streaming / 24 Hours Loop (Tentative hari Jumat, Sabtu dan Minggu)</li>
</ul>
<p><em>Siaran dapat diakses melalui laman <a href="http://www.gigsonsky.com" rel="nofollow">http://www.gigsonsky.com</a> dan <a href="http://www.commonroom.info" rel="nofollow">http://www.commonroom.info</a> atau ikuti akun twitter @gigsonsky dan @radiologia_bdg</em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2011/agenda-september-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Pameran] Let’s Die Together in 2012 &#124; Bottlesmoker dkk. &#124; 16 s/d 28 Agustus 2011</title>
		<link>http://commonroom.info/2011/lets-die-together-in-2012-bottlesmoker-dkk/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2011/lets-die-together-in-2012-bottlesmoker-dkk/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Aug 2011 07:56:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Electronic Music]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[Media Arts]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Visual Arts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2195</guid>
		<description><![CDATA[Pengantar Pameran Merayakan Kehancuran Total via Let&#8217;s Die Together in 2012 Pameran ini secara khusus diinisiasi oleh Bottlesmoker, duo musisi elektronik yang dimotori oleh Angkuy dan Nobie. Dalam rangka peluncuran album ketiga mereka yang berjudul &#8220;Let&#8217;s Die Together in 2012&#8243;, Bottlesmoker mengajak beberapa seniman kota Bandung untuk bersama-sama menginterpretasi album ini ke dalam bentuk karya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2011/08/letsdietogetherin2012_eflyer.jpg" alt="" width="640" height="896" /></p>
<p><em>Pengantar Pameran</em><br />
<strong>Merayakan Kehancuran Total via Let&#8217;s Die Together in 2012</strong></p>
<p>Pameran ini secara khusus diinisiasi oleh <a href="http://bottlesmoker.asia/" target="_blank">Bottlesmoker</a>, duo musisi elektronik yang dimotori oleh Angkuy dan Nobie. Dalam rangka peluncuran album ketiga mereka yang berjudul &#8220;Let&#8217;s Die Together in 2012&#8243;, Bottlesmoker mengajak beberapa seniman kota Bandung untuk bersama-sama menginterpretasi album ini ke dalam bentuk karya seni visual dengan media yang beragam. Pemilihan para seniman yang datang dari berbagai genre dan generasi ini dilakukan secara intuitif oleh Bottlesmoker yang mengandalkan jaringan pertemanan mereka di ranah offline dan online.</p>
<p>Bottlesmoker mendapat inspirasi judul album dan pameran ini ketika tengah melaksanakan Bottlesmoker Asian Tour pada bulan Februari s/d Maret 2011. Pada saat itu mereka mengunjungi 5 negara yang terdiri dari Malaysia, Brunei, China, Hong Kong, dan terakhir Indonesia dengan sebuah konser yang dihelar di kota Medan. Semua dilaksanakan dalam rentang waktu 19 hari. Ketika mereka melawat ke China dan Hong Kong, beberapa rekan yang ditemui dalam perjalanan begitu meyakini ramalan kehancuran total yang akan terjadi pada tahun 2012. Hal ini kemudian menjadi sumber perbincangan yang begitu hangat diantara para kerabat Bottlesmoker sampai kemudian duo Angkuy dan Nobie merasa bahwa apabila proses kehancuran total itu akan terjadi,  mereka akan menyambutnya dengan penuh suka cita.</p>
<p>Teori tentang kehancuran total di tahun 2012 salah satunya dipicu oleh ramalan yang diprediksi oleh bangsa Maya melalui perhitungan kalender mereka. Alih-alih memandang kehancuran sebagai sesuatu yang mengerikan, Bottlesmoker justru memandang peristiwa ini sebagai sebuah hal yang ringan dan menyenangkan. Sepulang dari perjalanan  Bottlesmoker Asian Tour 2011, duo Bottlesmoker seakan  telah melakukan perjalanan spiritual dan mendapatkan energi artistik yang baru. Lepas dari materi album yang terkesan lebih berat dan gelap, secara konseptual mereka justru berharap bahwa teks &#8220;Let&#8217;s Die Together in 2012&#8243; juga dapat dimaknai sebagai sebuah upaya untuk memanfaatkan sisa waktu dengan menikmati keindahan, kedamaian dan kebahagiaan.</p>
<p>Pada prosesnya album &#8220;Let&#8217;s Die Together in 2012&#8243; memanfaatkan berbagai materi lama yang telah digarap dan disimpan di dalam hardisk mereka sejak tahun 2005 s/d 2007. Setelah melakukan serangkaian modifikasi dan berbagai penambahan materi, alhasil mereka dapat merilis sekira 12 lagu yang mencerminkan sisi lain dari Bottlesmoker yang selama ini dikenal sebagai duo musisi yang selalu menciptakan musik yang serba ringan. Ketika mempersiapkan penyelenggaraan pameran yang sekaligus menjadi momen peluncuran album, ada banyak diskusi menarik yang terjadi diantara personil Bottlesmoker serta para seniman yang terlibat di dalam proyek ini. Dapat dikatakan bahwa intuisi mereka telah berhasil mempertemukan para seniman yang memiliki latar belakang kekaryaan serta gagasan artistik yang menarik dan sangat sangat beragam.</p>
<p>Satu hal yang barangkali perlu dicatat adalah semangat kebebasan yang dimiliki oleh Bottlesmoker yang begitu besar, sehingga mereka dengan sungguh-sungguh mendengarkan dan mencoba untuk merealisasikan setiap ide yang dimiliki oleh para seniman yang terlibat. Alhasil pada sepanjang prosesnya para seniman yang terlibat tampak begitu antusias untuk menciptakan karya yang memanfaatkan media dan format yang bermacam-macam. Beberapa seniman yang terlibat di dalam pameran ini antara lain adalah: Deden Sambas, Gustaff H. Iskandar, Sir Dandy Harrington, Evan Driyananda &amp; Attina Nuraini (Recycle Experience), Muhammad Akbar, Sundea (Salamatahari), Doly Harahap, Heickel Alkatiri, Mufti Priyanka a.k.a Amenk, Ageng Purna Galih, Taufik Akbar a.k.a Fikart, Ken Terror, Ykha Amelz dan Marina Tasha Avianty. Melalui karya mereka, barangkali kita dapat sama-sama melihat bahwa ide tentang kehancuran juga dapat bermutasi menjadi gagasan yang mendorong terjadinya proses penciptaan yang menawarkan keberagaman perspektif baru yang reflektif dan menyenangkan.</p>
<p>Kyai Gede Utama, 11 Agustus 2011</p>
<p>Info seniman: <a href="http://letsdietogetherin2012.tumblr.com/profileartist" target="_blank">http://letsdietogetherin2012.tumblr.com/</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2011/lets-die-together-in-2012-bottlesmoker-dkk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

