<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Common Room Networks Foundation &#187; Program</title>
	<atom:link href="http://commonroom.info/cat/program/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://commonroom.info</link>
	<description>Open Platform for Art, Culture &#38; ICT/Media &#124;&#124; Bandung - Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 06:36:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Ocean of Sounds: Diskusi, Workshop &amp; Pertunjukan &#124; 25 s/d 26 Mei 2012</title>
		<link>http://commonroom.info/2012/ocean-of-sounds-25-sd-26-mei-2012/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2012/ocean-of-sounds-25-sd-26-mei-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 May 2012 06:04:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Concert]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2573</guid>
		<description><![CDATA[Ocean Of Sounds adalah sebuah rangkaian acara yang didasari oleh semangat eksperimentasi dan eksplorasi di bidang musik terutama di kalangan anak muda. Rangkaian acara ini bertujuan untuk mengumpulkan, memperkenalkan dan mengajak anak muda untuk belajar bersama-sama mengenai teori laras 17 nada sekaligus memperlihatkan pemanfaatannya dalam musik secara utuh. Teori laras 17 nada tersebut pertama kali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2012/05/ocean_of_sounds1.png" alt="" title="ocean_of_sounds" width="640" height="427" class="alignnone size-full wp-image-2575" /></p>
<p>Ocean Of Sounds adalah sebuah rangkaian acara yang didasari oleh semangat eksperimentasi dan eksplorasi di bidang musik terutama di kalangan anak muda. Rangkaian acara ini bertujuan untuk mengumpulkan, memperkenalkan dan mengajak anak muda untuk belajar bersama-sama mengenai teori laras 17 nada sekaligus memperlihatkan pemanfaatannya dalam musik secara utuh. </p>
<p>Teori laras 17 nada tersebut pertama kali dikembangkan oleh seorang seniman musik dari tatar Sunda yang bernama Rd. Machjar Angga Koesoemadinata (1902-1979). Teori tersebut merupakan teori yang dapat menggabungkan dua jenis tangga nada yang kita kenal saat ini, yaitu tangga nada karawitan dan diatonis (musik barat). Yang semula kedua teori tersebut dianggap berbeda dan sama sekali tidak berhubungan. Teori laras 17 nada tersebut kemudian diterapkan ke dalam sebuah instrumen musik yang dikenal dengan nama Gitar Ermak 17.</p>
<p><strong>Diskusi &#038; Workshop</strong><br />
Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8<br />
Jumat, 25 Mei 2012, pk. 15.00 WIB &#8211; selesai<br />
Pemateri: Ibrahim Adi Surya, Agus Rukmana &#038; Erwin<br />
Moderator: Herry Dim</p>
<p><strong>Konser</strong><br />
Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8<br />
Sabtu, 26 Mei 2012, pk. 18.00 WIB &#8211; selesai<br />
Menampilkan: Sisca Guzheng feat. Hikmat Gumelar, Flukeminimix, Hanyatera &#038; The Mission Impossible</p>
<p><em>* Acara ini gratis dan terbuka untuk umum.</em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2012/ocean-of-sounds-25-sd-26-mei-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Informasi Agenda Kegiatan Common Room &#124; April 2012</title>
		<link>http://commonroom.info/2012/informasi-agenda-kegiatan-common-room-april-2012/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2012/informasi-agenda-kegiatan-common-room-april-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Apr 2012 11:30:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Concert]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Gathering]]></category>
		<category><![CDATA[Media Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2518</guid>
		<description><![CDATA[[Workshop] Video Subtitling Bersama Engagmedia, Sabtu, 8 April 2012 [Pemutaran Film] Kita vs. Korupsi &#124; Pemutaran Film &#38; Diskusi Bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis, 12 April 2012 [Workshop] A Music Biz #2: How to Make Promotion Kit and Press Release, Sabtu, 14 April 2012 [Gathering] Persiapan Festival Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) Untuk Rakyat, Senin, 16 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><object width="640" height="360" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/niSz4XkYzyM?version=3&amp;hl=en_US&amp;rel=0" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed width="640" height="360" type="application/x-shockwave-flash" src="http://www.youtube.com/v/niSz4XkYzyM?version=3&amp;hl=en_US&amp;rel=0" allowFullScreen="true" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" /></object></p>
<p><strong>[Workshop]</strong> Video Subtitling Bersama Engagmedia, Sabtu, 8 April 2012 <strong>[Pemutaran Film]</strong> Kita vs. Korupsi | Pemutaran Film &amp; Diskusi Bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis, 12 April 2012 <strong>[Workshop]</strong> A Music Biz #2: How to Make Promotion Kit and Press Release, Sabtu, 14 April 2012 <strong>[Gathering]</strong> Persiapan Festival Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) Untuk Rakyat, Senin, 16 April 2012 <strong>[Festival]</strong> TIK untuk Rakyat: Wilujeng Surfing 2012 | Semua bisa jadi Relawan TIK | Gedung Politeknik Telkom, Sabtu dan Minggu, 28 &#8211; 29 April 2012</p>
<p><strong>[Kelas Belajar]</strong> Kelas Tari Tradisional oleh Teh Dewi setiap hari Senin dmulai pk. 14.00 – 16.00 WIB | Kelas Menggambar The Illuminator setiap hari Selasa mulai pk. 15.00 – 18.00 WIB | Kelas Karinding oleh Hendra Attack setiap hari Rabu mulai pk. 17.00 – 19.00 WIB dan Jumat pk. 17.00 – 19.00 WIB | Kelas Kacapi Suling oleh Iman Zimbot setiap hari Kamis mulai pk. 16.00 – 18.00 WIB | Pertemuan Mingguan Bandung Oral History setiap hari Kamis mulai pk. 17.00 WIB | Pertemuan Mingguan Workshop DJ Openlabs x Bandung Hiphop Community setiap hari Kamis mulai pk. 19.00 WIB</p>
<p><strong>[Latihan Musik]</strong> Karinding Attack setiap hari Senin dan Rabu mulai pk. 13.00 – 17.00 WIB | Paper Back setiap hari Selasa mulai pk. 20.00 – 22.00 WIB | Trah Project setiap hari Rabu mulai pk. 18.00 – 23.00 WIB | Flava Madrim setiap hari Kamis mulai pk. 13.00 – 17.00 WIB | Karinding Riot setiap hari Kamis pk. 17.00 – 19.00 WIB | Laras setiap hari Jumat mulai pk. 18.00 – 20.00 WIB</p>
<p><strong>[Siaran Radio Online]</strong> Madness Monday/Sixteenloops setiap hari Senin pk. 19.00 – 22.00 WIB | Gigsonsky setiap hari Selasa pk. 19.00 – 22.00 WIB | Gigsonsky Playmix Setiap hari Selasa pk. 22.00 – 23.00 WIB | Neng Ita setiap hari Rabu pk. 16.00 – 18.00 WIB | Radiologia setiap hari Rabu pk. 19.00 – 22.00 WIB | Kamis Tiris setiap hari Kamis pk. 19.00 – 22.00 WIB | Gigsonsky Marimar setiap hari Kamis pk. 22.00 – 00.00 WIB | Our Playlist / Live Streaming / 24 Hours Loop**<br />
<em>**tentative hari Sabtu dan Minggu</em></p>
<p><span id="more-2518"></span></p>
<p><strong>[Workshop] Video Subtitling Bersama <a href="http://www.engagemedia.org/" target="_blank">Engagmedia</a></strong><br />
Sabtu, 8 April 2012<br />
Pk. 10.00 &#8211; 17.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no.8, Bandung</p>
<p><strong>Deskripsi Kegiatan</strong><br />
Bulan April ini, EngageMedia akan berkunjung ke Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Selama dua minggu kami akan mengadakan pelatihan online subtitling video dan kami berharap anda semua turut berpartisipasi!</p>
<p>Dalam rangkaian pelatihan ini, kami memperkenalkan sebuah teknologi yang menarik. Untuk melakukan subtitling video secara online di wilayah ini kami menggunakan <a href="http://www.universalsubtitles.org/en/" target="_blank">Universal Subtitles</a>. Universal Subtitles adalah sebuah platform online yang mudah untuk membubuhkan keterangan dan menerjemahkan video di laman internet. Aplikasi ini telah banyak digunakan sejumlah organisasi &amp; berbagai lembaga seperti Al-Jazeera, TED dan PBS NewsHour.</p>
<p>Dengan bantuan Universal Subtitles, para pegiat kampanye bagi isu keadilan sosial dan lingkungan hidup dapat berkolaborasi, berbagi, serta mengunakan karya-karya video secara berbeda dari waktu-waktu sebelumnya. Contohnya anda semua bisa menyaksikan kehebatan sistem ini dalam video &#8216;<a href="http://www.engagemedia.org/blog/Members/papuanvoicesmerauke/videos/surat_sang_prada/view" target="_blank">Love Letter to the Solider</a>&#8216;, yang saat ini tersedia dalam 8 bahasa.</p>
<p>Dalam pelatihan ini kami akan mengantarkan anda melalui 3 proses subtitling dan memperkenalkan anda kepada komunitas subtitling di Asia Tenggara. Dengan berpartisipasi di dalam pelatihan ini, anda dapat membantu mengkomunikasikan isu-isu dan permasalahan yang penting kehadapan pemirsa yang jauh lebih besar, serta dapat pula membubuhkan terjemahan dan membagikan video anda secara lebih luas pula.</p>
<p>Pelatihan Universal Subtitles akan diselenggarakan di luar hari kerja dan dibatasi hanya untuk 15 partisipan. Bagi anda, pembuat video, penulis, aktivis, blogger, jurnalis, mahasiswa, penerjemah, penulis, dan mereka yang tertarik pada isu-isu keadilan sosial, HAM, dan lingkungan hidup silahkan bergabung.</p>
<p><em>*Pendaftaran gratis terbatas untuk 15 orang, melalui nomor 0222503404</em><br />
<em>**Peserta diharapkan membawa laptop</em></p>
<p>Acara ini merupakan kerjasama antara Engage Media dengan Common Room Networks Foundation</p>
<p><strong>[Pemutaran Film] Kita vs. Korupsi | Pemutaran Film &amp; Diskusi Bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)</strong><br />
Kamis, 12 April 2012,<br />
Pk. 16.00 &#8211; 20.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no.8, Bandung</p>
<p>Kegiatan ini akan dilanjutkan dengan diskusi dengan tema &#8216;Anatomi dan Studi Kasus Korupsi di Indonesia&#8217;, yang secara khusus akan memetakan berbagai kasus korupsi serta mencari peluang yang dimiliki warga sipil untuk terlibat dalam upaya perlawanan terhadap korupsi di Indonesia. Diskusi ini akan menghadirkan Prof. Dr. Dede Mariana M.Si. (Pakar Pemerintahan UNPAD) dan Yesmil Anwar, SH., MSi. (Pakar Kriminologi UNPAD)</p>
<p><strong>Resensi Film &#8216;Kita vs. Korupsi&#8217;</strong><br />
Korupsi selama ini hanya dipahami sebagai kegagalan pemerintahan (hukum, birokrasi, parlemen, sistem fiskal dan seterusnya), sehingga agenda reformasi selalu diarahkan kepada sisi pemerintahan. Padahal nilai-nilai korupsi juga terus diproduksi oleh masyarakat, baik melalui keluarga dan sekolah, termasuk gaya hidup hedonis di masyarakat.</p>
<p>Film Kita versus Korupsi (KvsK) ini tidak menyajikan kisah-kisah investigatif dari kasus-kasus mega korupsi di negeri ini. Tetapi ingin mengangkat kondisi sistem nilai yang hidup di kehidupan sehari-hari kita, di sekolah, dalam keluarga, di tempat kerja, yang membentuk masyarakat yang jujur atau sebaliknya.</p>
<p>Selama nilai-nilai keadilan, kejujuran, kesederhanaan dan rasa empati terhadap sesama mulai tersingkirkan dalam kehidupan masyarakat kita, berapapun besarnya program anti korupsi tidak akan banyak hasilnya .</p>
<p>Film ini merangkai 4 film pendek jadi satu (omnibus). Masing-masing film menyajikan cerita orang-orang biasa, saat berhadapan pada pilihan antara melakukan perbuatan korupsi atau menolaknya. Menjadi cermin jadi penonton untuk melihat potret diri sendiri, lalu mendiskusikannya secara kritis. Sehingga korupsi tidak lagi kita anggap sebagai perilaku yang bisa diterima dan koruptor bisa dimaafkan.</p>
<p>Film Pertama “Rumah Perkara”, dengan latar belakang suasana pinggiran kota, menggambarkan bahaya dari perbuatan pemimpin yang korup. Saat seorang lurah yang mestinya menjadi pelindung warga, malah jadi kaki tangan pengusaha yang menggusur rumah warga untuk sebuah proyek real estate. Pengkhianatan sang lurah telah menyengsarakan orang banyak. Selain itu, menyuburkan kebohongan dalam hubungan rumah tangga dan membuat anak kehilangan panutab.</p>
<p>Film Kedua “Aku Padamu”, menggelitik kita dengan sikap seorang gadis yang tidak bangga menjadi anak seorang koruptor. saat kontras dengen fenomena kini kala banyak kaum muda justru gemar memamerkan mobil atau gadget dari orang tua tanpa mengkritisi bagaimana itu diperoleh. Kehadiran figur guru yang sederhana dan jujur, namun sangat peduli dan dekat dengan murid-muridnya begitu membekas dihati sang gadis hingga dewasa. Suplai koruptor hanya mungkin dihambat jika masyarakat mulai berhenti mengidolakan koruptor, sekaligus mencari teladan-teladan disekitar mereka.</p>
<p>Film Ketiga “Selamat Siang Rissa”, menggetarkan kita dengan keteguhan keluarga yang menolak sogok, padhaal anak mereka sedang sakit keras. Dengan latar belakang tahun 70an yang kental, sang ayah yang dipercaya menjadi mandor gudang sebuah perusahaan pemerintahan, justru mempertanyakan sikap sang pedagang yang menimbun beras saat situasi rakyat sedang kelaparan. Film ini mengajak kita memikirkan sikap-sikap kita yang sering berusaha mengambil untung dalam situasi sulit. Apalagi yang dilakukan dengan menginjak-injak kepentingan orang banyak.</p>
<p>Film Keempat “Psstt&#8230; Jangan Bilang Siapa-siapa!”, mendidik potret buram pendidikan dan rumah tangga yang telah digerogoti sikap permisif (toleran) terhadap korupsi. Film ini diam-diam menyajikan realitas siswa-siswi yang menjadi korban kepala sekolah dan guru yang mencari untung melalui berjualan buku. Siapapun yang tidak membeli buku yang telah di-mark-up akan celaka. kebanyakan siswa tidak menyadari sementara orang tua juga tidak merasa terganggu. Dengan gaya hidup serba hedonis dan berorientasi materi, mereka sudah tidak ambil pusing. Namun tidak demikian dengan seorang siswi yang secara berani, namun santai, mencoba merekam keganjilan-keganjilan ini dan menyodorkan pertanyaan “Menurut kamu, siapa yang salah?”.</p>
<p>Acara ini merupakan kerjasama antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Common Room Networks Foundation.</p>
<p><strong>[Workshop] A Music Biz #2: How to Make Promotion Kit and Press Release</strong><br />
Sabtu, 14 April 2012<br />
Pk. 14.00 &#8211; 17.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no.8, Bandung</p>
<p><strong>Deskripsi Program</strong><br />
Dalam promosi musik/ band, biasanya manajemen membuat sebuah <em>promotion kit</em>. Tujuan dari pembuatan <em>promotion kit</em> adalah untuk menarik perhatian, membuat kesan dan menimbulkan minat agar klien menghubungi manajemen anda. Sebuah <em>promotion kit</em> biasanya berisi resume band yang di dalamnya terdapat kumpulan informasi yang umumnya terdiri dari biografi band, <em>sample</em> musik dan kartu nama.</p>
<p>Sebuah <em>promotion kit</em> juga dapat dibuat secara <em>online</em>, yang memungkinkan anda untuk mempresentasikan band dan musik jauh lebih baik daripada dengan menggunakan media fisik saja. Sebuah <em>promotion kit online</em> juga dapat menawarkan pengalaman multimedia, yang berisi bukan hanya foto, teks, dan gambar, tetapi juga musik dan video. Anda dapat membuat website atau mempergunakan layanan website yang dapat menjadi <em>host</em> bagi <em>press kit online</em> Anda.</p>
<p>Untuk mempersiapkan sebuah <em>promotion kit</em> yang baik, manajemen haruslah dilengkapi dengan berbagai kecakapan atau melibatkan orang lain yang memang memiliki kemampuan untuk dapat membuat <em>promotion kit</em> menjadi lebih menarik. Diantaranya misalkan penulis biografi band, fotografer, pembuat video ataupun desainer. Namun tugas <em>promotion kit</em> tidak berakhir disitu saja, penyebarannya juga memegang peranan yang penting. Dalam hal ini dibutuhkan kemampuan dan pengetahuan yang khusus agar <em>promotion kit</em> dapat dipergunakan secara maksimal untuk mempromosikan karya musik/ band.</p>
<p><em>Press release</em> adalah sebuah pernyataan tertulis kepada media. Yang tujuannya mengumumkan berbagai berita semisal jadwal pertunjukan, lagu atau video baru, dll. <em>Press release</em> juga penting untuk kegiatan promosi yang sekaligus berfungsi sebagai salah satu penghubung antara band, media dan publik. Musik/ band yang digarap secara mandiri terkadang mengalami kesulitan dalam membuat <em>promotion kit</em> dan <em>press release</em>, sehingga teknik pembuatan promotion kit dan penulisan press release penting untuk diketahui.</p>
<p>Acara A Music Biz: Promotion Kit and Press Release kali ini akan mengundang beberapa orang pembicara dengan berbagai kemampuan yang beragam, mulai dari manajemen band, jurnalis musik, pembuat video dan desainer yang memegang peran penting dalam menciptakan image dari suatu musik/ band dalam membuat promotion kit dan press release yang baik.</p>
<p>Pengisi Acara: Anto Arief, Idhar Resmadi, Rekti Yoewono, Ken Teror, Ori dan Nada Fiksi</p>
<p>Acara ini diselenggrakan oleh @ManajerBand, untuk info lebih lanjut hubungi Wawan Hernawan 081312331616.</p>
<p><strong>[Gathering] Festival Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) Untuk Rakyat</strong><br />
Senin, 16 April 2012<br />
Pk. 16.00 &#8211; 20.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no.8, Bandung</p>
<p><strong>Festival TIK untuk Rakyat: Wilujeng Surfing 2012 | Semua bisa jadi Relawan TIK</strong><br />
Sabtu dan Minggu, 28 &#8211; 29 April 2012<br />
Pk. 08.00 &#8211; 19.00 WIB<br />
Tempat: Gedung Politeknik Telkom, Jl. Telekomunikasi Terusan Buah Batu, Bandung</p>
<p><strong>Deskripsi Kegiatan</strong><br />
Kebijakan dan program untuk mengurangi kesenjangan dijital dan pengentasan kemiskinan, adalah dua topik utama pembangunan sektoral dalam pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Agenda ini merupakan wujud komitmen para Kepala Pemerintahan Negara dari berbagai penjuru dunia dalam Pertemuan Tingkat Tinggi Masyarakat Informasi sedunia (World Summit on Information Society) WSIS &#8211; Pertama di Jenewa 2003 dan WSIS &#8211; Kedua di Tunisia 2005. Perkembangan TIK di era globalisasi, menempati posisi penting sebagai salah satu pilar pembangunan. Dalam konteks ini TIK berperan sebagai katalisator (pemungkin) dan sekaligus peluang usaha.</p>
<p>Di Indonesia, TIK juga mengalami perkembangan yang cukup pesat. Menurut survey dari MarkPlus, di tahun 2011 jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 55 juta pengguna dan 29 juta diantaranya merupakan pengguna mobile internet. Internet sudah menjadi bagian dari aktivitas masyarakat, juga sebagai media untuk melakukan aktivitas sosial. Beragam komunitas telah memanfaatkan teknlogi ini sebagai media dalam menjalankan kegiatan sosialnya. Pertanyannya seberapa besar pengaruh TIK ini dalam pembangunan ekonomi masyarakat? Apakah yang telah dilakukan oleh pemerintah maupun pegiat TIK dalam mengembangkan pemanfaatan TIK di berbagai daerah dapat dirasakan oleh masyarakat banyak?</p>
<p>Relawan TIK Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bermaksud menyelenggarakan ”Festival TIK untuk Rakyat: Wilujeng Surfing 2012 | Semua bisa jadi RelawanTIK”, sebagai suatu acara yang mempertemukan kebutuhan masyarakat akan perlunya penerapan TIK dengan para <em>stake holder</em> lainnya seperti pemerintah, perguruan tinggi, pegiat TIK, komunitas dan perusahaan yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan TIK di Indonesia. Kegiatan ini merupakan himbauan dan ajakan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk membantu pemerintah mewujudkan masyarakat informatif melalui semangat berbagi sebagai Relawan TIK. Semua bisa jadi Relawan TIK.</p>
<p>Acara ini diselenggarakan oleh Relawan TIK, untuk info lebih lanjut hubungi Fajar Eri Dianto 02276820055.</p>
<p><strong>KEGIATAN RUTIN</strong></p>
<p><strong>[Kelas Belajar]</strong><br />
Kelas Tari Tradisional oleh Teh Dewi setiap hari Senin mulai pk. 14.00 – 16.00 WIB, informasi hubungi Common Room di nomor +62222503404</p>
<p>Kelas Menggambar The Illuminator setiap hari Selasa mulai pk. 15.00 – 18.00 WIB, informasi hubungi Dinan di nomor +6222 91252766</p>
<p>Kelas Karinding oleh Hendra Attack setiap hari Rabu mulai pk. 17.00 – 19.00 WIB dan Jumat pk. 17.00 – 19.00 WIB, informasi hubungi Hendra di nomor +62818639881</p>
<p>Kelas Kacapi Suling oleh Iman Zimbot setiap hari Kamis mulai pk. 16.00 – 18.00 WIB, informasi hubungi Zimbot di nomor +6281546573582</p>
<p>Pertemuan Mingguan Bandung Oral History setiap hari Kamis mulai pk. 17.00 WIB, informasi hubungi Zia di nomor +6222 92209221</p>
<p>Scratch The Day: Pertemuan Mingguan Workshop DJ Openlabs x Bandung Hiphop Community setiap hari Kamis mulai pk. 19.00 WIB, informasi hubungi Jay di nomor +681573788327</p>
<p><strong>[Latihan Musik]</strong><br />
Karinding Attack setiap hari Senin dan Rabu pk. 13.00 – 17.00 WIB, informasi hubungi Kimung / Man Jasad di nomor +6222 2503404</p>
<p>Paper Back setiap hari Selasa pk. 20.00 – 22.00 WIB, informasi hubungi Zemo di nomor +6222 2503404</p>
<p>Trah Project setiap hari Rabu dimulai pk. 18.00 – 23.00 WIB, informasi hubungi Ghera di nomor +6285624814597</p>
<p>Flava Madrim setiap hari Kamis pk. 13.00 – 17.00 WIB, informasi hubungi Kimung / Man Jasad di nomor +6222 2503404</p>
<p>Karinding Riot setiap hari Kamis pk. 17.00 – 19.00 WIB, informasi hubungi Hendra di nomor +62818639881</p>
<p>Laras setiap hari Jumat pk. 18.00 – 20.00 WIB, informasi hubungi Zia di nomor +6222 92209221</p>
<p><strong>[Siaran Radio Online]</strong><br />
Madness Monday / Sixteenloops setiap hari Senin mulai pk. 19.00 – 22.00 WIB<br />
Gigsonsky setiap hari Selasa mulai pk. 19.00 – 22.00 WIB<br />
Gigsonsky Playmix Setiap hari Selasa mulai pk. 22.00 – 23.00 WIB<br />
Neng Ita setiap hari Rabu mulai pk. 16.00 – 18.00 WIB<br />
Radiologia setiap hari Rabu mulai pk. 19.00 – 22.00 WIB<br />
Kamis Tiris setiap hari Kamis mulai pk. 19.00 – 22.00 WIB<br />
Gigsonsky Marimar setiap hari Kamis mulai pk. 22.00 – 00.00 WIB<br />
Our Playlist / Live Streaming / 24 Hours Loop**<br />
<em>**tentative hari Sabtu dan Minggu</em></p>
<p><em>Siaran dapat diakses melalui laman <a href="http://www.gigsonsky.com" rel="nofollow">http://www.gigsonsky.com</a> | <a href="http://www.commonroom.info" rel="nofollow">http://www.commonroom.info</a> atau follow akun twitter @CommonRoom_ID, @gigsonsky, @radiologia_bdg dan @kamistirisRADIO</em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2012/informasi-agenda-kegiatan-common-room-april-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Pameran Fotografi] SUPPER SNAPSHOTS oleh Oxalis (ID) dan Maarten (NL) &#124; 17 s/d 31 Maret 2012</title>
		<link>http://commonroom.info/2012/suppersnapshots-oleh-oxalis-dan-maarten-maret-2012/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2012/suppersnapshots-oleh-oxalis-dan-maarten-maret-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Mar 2012 11:44:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[Photography]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2494</guid>
		<description><![CDATA[Pembukaan: Sabtu, 17 Maret 2012 Pk. 19.00 s/d 21.00 WIB Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no.8, Bandung * Pameran berlangsung 17 s/d 31 Maret 2012 Oxalis (ID) dan Maarten (NL) bertemu di Belanda tahun 2009, mereka melihat bahwa kedua negara asal mereka saling mempengaruhi dalam bidang makanan. Meskipun begitu, mereka memperhatikan adanya sejumlah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-2495" title="suppersnapshots_eposter" src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2012/03/suppersnapshots_eposter.jpg" alt="" width="640" height="905" /></p>
<p>Pembukaan: Sabtu, 17 Maret 2012<br />
Pk. 19.00 s/d 21.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no.8, Bandung<br />
* Pameran berlangsung 17 s/d 31 Maret 2012</p>
<p>Oxalis (ID) dan Maarten (NL) bertemu di Belanda tahun 2009, mereka melihat bahwa kedua negara asal mereka saling mempengaruhi dalam bidang makanan. Meskipun begitu, mereka memperhatikan adanya sejumlah perbedaan, seperti pada rasa dan kebiasaan makan. Contohnya saja. Maarten perlu minum secangkir kopi hitam setiap paginya sedangkan Oxalis lebih senang minum teh manis di sore hari. Orang Belanda juga pada umunya hanya makan sedikit roti atau biskuit oat untuk sarapan, sedangkan orang Indonesia suka makan ‘besar’ dengan nasi dan telur ataupun bubur ayam.</p>
<p>Pengamatan dan ketertarikan mereka dalam bidang makanan dan fotografi membawa mereka untuk memulai proyek blog bernama Supper Snapshots di bulan Oktober. Proyek tersebut menampilkan dua foto makanan (atau bahan apa saja yang bisa dimakan) yang mereka santap, kemudian mempostnya di blog tersebut setiap hari. Proyek ini berlangsung selama dua tahun, dengan total foto 1.460 buah.</p>
<p>Dalam pameran ini mereka ingin menampilkan sejumlah foto pilihan yang mengilustrasikan sejumlah aspek perbedaan antara masakan Belanda dan Indonesia, serta kombinasi keduanya. Foto-foto tersebut akan ditampilkan secara berpasangan seperti dalam blog mereka (<a href="http://suppersnapshots.blogspot.com/" rel="nofollow">http://suppersnapshots.blogspot.com/</a>). Foto-foto mereka akan dikombinasikan secara konseptual, serta akan ditempatkan bersama sejumlah barang yang dapat mengilustrasikan perbadaan budaya pangan dari kedua negara, baik dari alat makan, meja makan, cara makanan tersebut disajikan, dll.</p>
<p>Pengisi Acara: <a href="http://funnylittledream.weebly.com/" target="_blank">Funny Little Dream</a>, <a href="http://soundcloud.com/layersofreality" target="_blank">Ella Empress and the Layers of Reality</a>, dan <a href="http://soundcloud.com/skippingsalamanderschool" target="_blank">Skipping Salamander School</a></p>
<p><span id="more-2494"></span></p>
<p><strong>[Pengantar Pameran]</strong></p>
<p><strong>Bertamasya di Dunia Makanan Oxalis dan Marteen</strong><br />
Oleh Gustaff H. Iskandar</p>
<p>Oxalis dan Marteen awalnya barangkali hidup di dalam dua dunia yang berbeda. Terpisah oleh jarak dan teritori budaya yang berlainan, jalan hidup keduanya kemudian disatukan oleh makanan. Perjumpaan keduanya bermula pada saat mereka melanjutkan studi teknologi media di Universitas Leiden di tahun 2009. Terinspirasi oleh sebuah blog yang ditemukan oleh Oxalis pada laman <a href="http://photojojo.com" target="_blank">http://photojojo.com</a>, mereka kemudian memulai proyek fotoblog yang kemudian mereka beri nama &#8216;Supper Snapshots&#8217;.</p>
<p>Dalam proyek ini mereka berdua membuat proyek foto yang secara khusus merekam makanan yang mereka masak dan santap setiap hari. Hal ini terutama karena pada dasarnya mereka gemar memasak bersama dan memotret makanan yang mereka buat. Pada perkembangannya, proyek ini kemudian tidak hanya merekam makanan yang mereka santap pada malam hari, tetapi juga pada saat-saat lain ketika mereka menemukan makanan yang menarik dalam kehidupan mereka. Secara rutin, mereka kemudian menggunggah setiap foto makanan yang mereka kumpulkan ke laman blog <a href="http://suppersnapshots.blogspot.com" target="_blank">http://suppersnapshots.blogspot.com</a>.</p>
<p>Sejak awal Oxalis dan Marteen mengunggah foto secara berpasangan pada laman blog mereka. Foto yang ada di sebelah kiri biasanya dibuat oleh Marteen, sementara yang ada di sebelah kanan adalah foto yang dibuat oleh Oxalis. Jukstaposisi dari setiap foto yang mereka unggah menghasilkan nuansa foto makanan yang unik dan saling berbicara antar satu dengan yang lain. Setelah berjalan selama kurang lebih dua tahun, saat ini setidaknya mereka telah menghasilkan sekitar 1.460 buah foto. Di sana kita bisa menemukan jejak dunia makanan Oxalis dan Marten yang membawa kita pada lapisan kenyataan yang demikian kompleks dan beragam.</p>
<p>Sejak awal ditemukan, barangkali tidak banyak orang yang akan berfikir bahwa suatu saat fotografi benar-benar akan merekam segala hal yang berhubungan dengan hidup kita. Tidak dalam arti sebenarnya, tetapi mungkin ungkapan ini juga lebih dari sekedar perumpamaan belaka. Suka atau tidak, harus diakui bahwa kemampuan fotografi untuk merekam dan mereplikasi citra yang berasal dari kenyataan sungguh luar biasa. Sebagai dampaknya, dunia saat ini seakan telah dikepung oleh citra yang sebagian besar diproduksi melalui penggunaan teknologi fotografi.</p>
<p>Penyebaran citra yang dihasilkan oleh teknologi foto saat ini juga mengalami perkembangan yang luar biasa. Melalui media digital dan teknologi internet, citra dapat menyebar begitu cepat dan seketika dalam bentuk data yang telah dikompresi dan dapat dibaca oleh mesin. Pola produksi dan penyebaran citra menjadi begitu mudah dan sederhana, meski dalam tataran tertentu prosesnya juga begitu rumit dan sangat kompleks. Dalam hal ini, rasanya dunia benar-benar telah dibangun oleh citraan yang tersebar melalui bermacam mesin dan perangkat elektronik hampir di seluruh penjuru dunia.</p>
<p>Namun begitu, media digital dan teknologi internet sejauh ini belum dapat merekam setiap narasi dan pengalaman batin manusia yang terdalam secara otentik. Kemampuan foto dalam merekam dan mereplikasi kenyataan belum dapat menembus bermacam dimensi perasaan dan imajinasi yang tak tergambarkan, kecuali melalui sebentuk representasi atau perwakilannya saja. Kembali pada proyek Oxalis dan Marteen yang mengajak kita bertamasya menelusuri dunia mereka berdua, rasanya proyek ini juga diikhtiarkan untuk menembus batas-batas yang dimungkinkan untuk mengungkap dimensi terdalam dari perasaan dan imajinasi kita. Pada salah satu sisinya, proyek ini adalah sebuah ruang perjumpaan antar dua budaya dan kebiasaan yang saling berbeda. Keduanya pada saat yang bersamaan saling memperkaya dan melengkapi, sekaligus mengantarkan kita pada dimensi makna dan makanan yang tak berujung dan tak berbatas.</p>
<p>Kyai Gede Utama, 17 Maret 2012</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2012/suppersnapshots-oleh-oxalis-dan-maarten-maret-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Informasi Agenda Kegiatan Common Room &#124; Maret 2012</title>
		<link>http://commonroom.info/2012/agenda-kegiatan-common-room-maret-2012/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2012/agenda-kegiatan-common-room-maret-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Mar 2012 06:09:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Concert]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[Photography]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2477</guid>
		<description><![CDATA[SUPPER SNAPSHOTS oleh Oxalis (ID) dan Maarten (NL) [Community Gathering] Jumat, 16 Maret 2012 [Pameran] SUPPER SNAPSHOTS oleh Oxalis (ID) dan Maarten (NL), Sabtu, 17 s/d 31 Maret 2012 [Workshop] Processing for Live Drawing Performance oleh Sebastien Szczyrk (FR), Jumat, 23 Maret 2012 [Bedah Buku dan Launching] Budaya Bebas karya Lawrence Lessig, Sabtu, 24 Maret 2012 [Konser] [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-2478" title="suppersnapshots" src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2012/03/suppersnapshots.jpg" alt="" width="640" height="497" /><br />
<em><small>SUPPER SNAPSHOTS oleh Oxalis (ID) dan Maarten (NL)</small></em></p>
<p><strong>[Community Gathering]</strong> Jumat, 16 Maret 2012 <strong>[Pameran]</strong> SUPPER SNAPSHOTS oleh Oxalis (ID) dan Maarten (NL), Sabtu, 17 s/d 31 Maret 2012 <strong>[Workshop]</strong> Processing for Live Drawing Performance oleh Sebastien Szczyrk (FR), Jumat, 23 Maret 2012 <strong>[Bedah Buku dan Launching]</strong> Budaya Bebas karya Lawrence Lessig, Sabtu, 24 Maret 2012 <strong>[Konser]</strong> ROUGH CUT #4, Minggu, 25 Maret 2012</p>
<p><strong>[Kelas Belajar]</strong> Kelas Tari Tradisional oleh Teh Dewi setiap hari Senin dmulai pk. 14.00 &#8211; 16.00 WIB | Kelas Menggambar The Illuminator setiap hari Selasa mulai pk. 15.00 &#8211; 18.00 WIB | Kelas Karinding oleh Hendra Attack setiap hari Rabu mulai pk. 17.00 &#8211; 19.00 WIB dan Jumat pk. 17.00 &#8211; 19.00 WIB | Kelas Teori dan Praktek Musik (Penggunaan Kwasi Laras Pelog pada Musik Metal dengan Sibelius Scores) setiap hari Rabu mulai pk. 16.00 &#8211; 17.30 WIB | Kelas Kacapi Suling oleh Iman Zimbot setiap hari Kamis mulai pk. 16.00 &#8211; 18.00 WIB | Pertemuan Mingguan Bandung Oral History setiap hari Kamis mulai pk. 17.00 WIB | Pertemuan Mingguan Workshop DJ Openlabs x Bandung Hiphop Community setiap hari Kamis mulai pk. 19.00 WIB</p>
<p><strong>[Latihan Musik]</strong> Karinding Attack setiap hari Senin dan Rabu mulai pk. 13.00 &#8211; 17.00 WIB | Paper Back setiap hari Selasa mulai pk. 20.00 &#8211; 22.00 WIB | Trah Project setiap hari Rabu mulai pk. 18.00 &#8211; 23.00 WIB | Flava Madrim setiap hari Kamis mulai pk. 13.00 &#8211; 17.00 WIB | Karinding Riot setiap hari Kamis pk. 17.00 &#8211; 19.00 WIB | Laras setiap hari Jumat mulai pk. 18.00 &#8211; 20.00 WIB</p>
<p><strong>[Siaran Radio Online]</strong> Madness Monday/Sixteenloops setiap hari Senin pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB | Gigsonsky setiap hari Selasa pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB | Gigsonsky Playmix Setiap hari Selasa pk. 22.00 &#8211; 23.00 WIB | Neng Ita setiap hari Rabu pk. 16.00 &#8211; 18.00 WIB | Radiologia setiap hari Rabu pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB | Kamis Tiris setiap hari Kamis pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB | Gigsonsky Marimar setiap hari Kamis pk. 22.00 &#8211; 00.00 WIB | Our Playlist / Live Streaming / 24 Hours Loop**<br />
<em>**tentative hari Sabtu dan Minggu</em></p>
<p><span id="more-2477"></span></p>
<p><strong>COMMUNITY GATHERING</strong><br />
Jumat, 16 Maret 2012<br />
Pk. 16.00 s/d 20.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no.8, Bandung</p>
<p>Community Gathering adalah kegiatan rutin 2 (dua) bulanan untuk menjalin komunikasi dan jaringan lintas disiplin, selain juga sebagai upaya untuk terus mencermati perkembangan dan wacana diantara para pekerja kreatif kota Bandung. Kegiatan ini juga meliputi perkembangan situasi masyarakat, baik ditingkat lokal atau global untuk menjalin dan meningkatkan hubungan kerjasama dengan individu, komunitas, maupun organisasi yang diharapkan dapat melakukan kerjasama dalam merencanakan serta menjalankan suatu kegiatan. Acara ini terbuka untuk partisipasi umum.</p>
<p><strong>[Pameran] SUPPER SNAPSHOTS oleh Oxalis (ID) dan Maarten (NL)</strong><br />
Pembukaan: Sabtu, 17 Maret 2012<br />
Pk. 19.00 s/d 21.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no.8, Bandung<br />
<em>* Pameran berlangsung 17 s/d 31 Maret 2012</em></p>
<p>Oxalis (ID) dan Maarten (NL) bertemu di Belanda tahun 2009, mereka melihat bahwa kedua negara asal mereka saling mempengaruhi dalam bidang makanan. Meskipun begitu, mereka memperhatikan adanya sejumlah perbedaan, seperti pada rasa dan kebiasaan makan. Contohnya saja. Maarten perlu minum secangkir kopi hitam setiap paginya sedangkan Oxalis lebih senang minum teh manis di sore hari. Orang Belanda juga pada umunya hanya makan sedikit roti atau biskuit oat untuk sarapan, sedangkan orang Indonesia suka makan ‘besar’ dengan nasi dan telur ataupun bubur ayam.</p>
<p>Pengamatan dan ketertarikan mereka dalam bidang makanan dan fotografi membawa mereka untuk memulai proyek blog bernama Supper Snapshots di bulan Oktober. Proyek tersebut menampilkan dua foto makanan (atau bahan apa saja yang bisa dimakan) yang mereka santap, kemudian mempostnya di blog tersebut setiap hari. Proyek ini berlangsung selama dua tahun, dengan total foto 1.460 buah.</p>
<p>Dalam pameran ini mereka ingin menampilkan sejumlah foto pilihan yang mengilustrasikan sejumlah aspek perbedaan antara masakan Belanda dan Indonesia, serta kombinasi keduanya. Foto-foto tersebut akan ditampilkan secara berpasangan seperti dalam blog mereka (<a href="http://suppersnapshots.blogspot.com/" target="_blank">http://suppersnapshots.blogspot.com/</a>). Foto-foto mereka akan dikombinasikan secara konseptual, serta akan ditempatkan bersama sejumlah barang yang dapat mengilustrasikan perbadaan budaya pangan dari kedua negara, baik dari alat makan, meja makan, cara makanan tersebut disajikan, dll.</p>
<p>Pengisi Acara: Funny Little Dream, Ella Empress and the Layers of Reality, dan Skipping Salamander School</p>
<p><strong>[Workshop] Processing for Live Drawing Performance oleh Sebastien Szczyrk (FR)</strong><br />
Jumat, 23 Maret 2012<br />
Pk. 15.00 s/d 18.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no.8, Bandung</p>
<p><a href="http://processing.org/" target="_blank">Processing</a> adalah sebuah bahasa pemprograman <em>open source</em> untuk membuat gambar, animasi dan karya interaktif. Kegiatan workshop kali ini akan memberikan pelatihan singkat mengenai penggunaan Processing yang akan dibagi kedalam beberapa bagian sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Pengenalan “processing” secara umum, termasuk mengunduh dan menginstal software</li>
<li>Penjelasan mengenai cara menambah libraries yang akan diperlukan untuk Live Drawing</li>
<li>Mempelajari cara membuat bentuk secara sederhana</li>
<li>Penjelasan mengenai set up background colors</li>
</ul>
<p>Selanjutnya workshop ini akan dilanjutkan dengan kegiatan praktik yang meliputi:</p>
<ul>
<li>Pengenalan mengenai konsep gerak objek</li>
<li>Pengenalan tentang cara melakukan Live Drawing dengan processing</li>
<li>Penggunaan processing untuk tujuan lainnya seperti 3D</li>
<li>Perangkat lunak yang menggunakan processing seperti TAGTOOL.</li>
</ul>
<p>Sebastien Szczyrk (FR) lulusan dari School of Fine Arts di Mulhouse dan Beaux-Arts di Paris. Sebastien adalah seorang seniman multi-disiplin, dia menggabungkan drawing dan sound art dengan menciptakan cerita untuk membawa penonton kedalam dunia kahayalan.</p>
<p><strong>[Peluncuran Buku dan Diskusi] Budaya Bebas karya Lawrence Lessig</strong><br />
Sabtu, 24 Maret 2012<br />
Pk. 15.00 &#8211; 18.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p>Upaya penerjemahan buku Free Culture: How Big Media Uses Technology and the Law to Look Down Culture and Control Creativity yang ditulis Lawrence Lessig oleh rekan-rekan KUNCI Cultural Studies Center dengan dukungan Ford Foundation ini merupakan usaha untuk mendorong arus informasi mengenai merebaknya budaya digital di berbagai belahan dunia agar sampai ke pembaca yang tidak berbahasa asing. Melalui buku ini Lessig memperlihatkan bahwa di luar kenyataan tentang teknologi baru yang selalu melahirkan hukum baru, kini para pelaku monopoli budaya justru memanfaatkan ketakutan yang diciptakan teknologi baru, meskipun korporasi-korporasi ini juga menggunakan teknologi yang sama untuk semakin mengendalikan apa yang dapat dan apa yang tidak dapat kita perbuat dengan budaya. Seiring dengan semakin terdigitalkannya budaya, semakin pula ia dikontrol seturut dengan diperketatnya hukum atas dorongan kelompok media besar. Yang menjadi korban disini adalah kebebasan-kebebasan untuk mencipta, kebebasan untuk membangun, dan akhirnya, kebebasan berimajinasi.</p>
<p>Pembicara: Ferdiansyah Thajib (KUNCI Cultural Studies), Gustaff H. Iskandar (Common Room Networks Foundation), Hawe Setiawan (Dosen Fakultas Ilmu Seni dan Sastra UNPAS), Laina Rafianti, S.H., M.H. (Dosen Fakultas Hukum UNPAD) &amp; Ranti Puji Agusti (Common Room Networks Foundation)</p>
<p><strong>[Konser] ROUGH CUT #4</strong><br />
Minggu, 25 Maret 2012<br />
Pk. 19.00 s/d 21.00 WIB<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p>Seperti istilah dalam dunia perfilman yang menggambarkan tahap pertama dimana film mulai menyerupai produk akhir, Rough Cut menampilkan pertunjukan musik eksperimental yang memberi penekanan khusus pada proses kreasi daripada hasil akhir. Dalam ranah musik eksperimental, setiap momen dalam rangkaian peristiwa penciptaan merupakan tahapan proses yang benar-benar dapat dimaknai secara subyektif. Setiap komposisi dan bebunyian yang tercipta merupakan manifestasi dari jiwa dan pikiran yang bebas, meskipun tidak semua karya dapat dicerna oleh khalayak luas.</p>
<p>Bagi sebagian penggemarnya, karya musik dan bebunyian eksperimental merupakan sebentuk ekspresi indah yang secara total menjelajahi pemahaman kita tentang harmonisasi, yang sejauh ini merupakan penanda yang penting bagi dunia musik (modern). Selain itu, meleburkan diri dalam sebuah proses eksperimentasi bebas merupakan salah satu bentuk pencapaian yang paling suci dalam proses penciptaan karya musik. Dengan kata lain, eksperimen dengan menggunakan berbagai sumber bebunyian dapat menjelma menjadi sebuah orgasme maksimal dalam nalar penjiwaan dan penjelajahan dunia audio.</p>
<p>Rough Cut kali ini mengambil tema Audio-Visual, menampilkan seorang seniman Perancis yang melakukan eksplorasi seni bebunyian dengan menggunakan piranti lunak <em>open source</em> dan menggabungkannya dengan pertunjukan visual yang membawa musik eksperimental semakin dalam menuju alam bebas.</p>
<p>Menampilkan: Sebastien Szczyrk (FR), The Matilda Tortor (ID), Iman Zimbot (ID) dan KillAfternoon (ID)</p>
<p><strong>KEGIATAN RUTIN</strong></p>
<p><strong>[Kelas Belajar]</strong><br />
Kelas Tari Tradisional oleh Teh Dewi setiap hari Senin mulai pk. 14.00 &#8211; 16.00 WIB, informasi hubungi Common Room di nomor +6222 2503404</p>
<p>Kelas Menggambar The Illuminator setiap hari Selasa mulai pk. 15.00 &#8211; 18.00 WIB, informasi hubungi Dinan di nomor +6222 91252766</p>
<p>Kelas Karinding oleh Hendra Attack setiap hari Rabu mulai pk. 17.00 &#8211; 19.00 WIB dan Jumat pk. 17.00 &#8211; 19.00 WIB, informasi hubungi Hendra di nomor +62818639881</p>
<p>Kelas Kacapi Suling oleh Iman Zimbot setiap hari Kamis mulai pk. 16.00 &#8211; 18.00 WIB, informasi hubungi Zimbot di nomor +6281546573582</p>
<p>Pertemuan Mingguan Bandung Oral History setiap hari Kamis mulai pk. 17.00 WIB, informasi hubungi Zia di nomor +6222 92209221</p>
<p>Pertemuan Mingguan Workshop DJ Openlabs x Bandung Hiphop Community setiap hari Kamis mulai pk. 19.00 WIB, informasi hubungi Jay di nomor +681573788327</p>
<p><strong>[Latihan Musik]</strong><br />
Karinding Attack setiap hari Senin dan Rabu pk. 13.00 &#8211; 17.00 WIB, informasi hubungi Kimung / Man Jasad di nomor +6222 2503404</p>
<p>Paper Back setiap hari Selasa pk. 20.00 &#8211; 22.00 WIB, informasi hubungi Zemo di nomor +6222 2503404</p>
<p>Trah Project setiap hari Rabu dimulai pk. 18.00 &#8211; 23.00 WIB, informasi hubungi Ghera di nomor +6285624814597</p>
<p>Flava Madrim setiap hari Kamis pk. 13.00 &#8211; 17.00 WIB, informasi hubungi Kimung / Man Jasad di nomor +6222 2503404</p>
<p>Karinding Riot setiap hari Kamis pk. 17.00 &#8211; 19.00 WIB, informasi hubungi Hendra di nomor +62818639881</p>
<p>Laras setiap hari Jumat pk. 18.00 &#8211; 20.00 WIB, informasi hubungi Zia di nomor +6222 92209221</p>
<p><strong>[Siaran Radio Online]</strong><br />
Madness Monday / Sixteenloops setiap hari Senin mulai pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB<br />
Gigsonsky setiap hari Selasa mulai pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB<br />
Gigsonsky Playmix Setiap hari Selasa mulai pk. 22.00 &#8211; 23.00 WIB<br />
Neng Ita setiap hari Rabu mulai pk. 16.00 &#8211; 18.00 WIB<br />
Radiologia setiap hari Rabu mulai pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB<br />
Kamis Tiris setiap hari Kamis mulai pk. 19.00 &#8211; 22.00 WIB<br />
Gigsonsky Marimar setiap hari Kamis mulai pk. 22.00 &#8211; 00.00 WIB<br />
Our Playlist / Live Streaming / 24 Hours Loop**<br />
<em>**tentative hari Sabtu dan Minggu</em></p>
<p><em>Siaran dapat diakses melalui laman <a href="http://www.gigsonsky.com" target="_blank">http://www.gigsonsky.com</a> | <a href="http://www.commonroom.info" target="_blank">http://www.commonroom.info</a> atau follow akun twitter @CommonRoom_ID, @gigsonsky, @radiologia_bdg dan @kamistirisRADIO</em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2012/agenda-kegiatan-common-room-maret-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Diskusi] Interfaith Love &#8211; is there a future? &#124; Minggu, 19 Februari 2012</title>
		<link>http://commonroom.info/2012/diskusi-interfaith-love-is-there-a-future-minggu-19-februari-2012/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2012/diskusi-interfaith-love-is-there-a-future-minggu-19-februari-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Feb 2012 08:19:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2459</guid>
		<description><![CDATA[Lembaga Bhinneka bekerjasama dengan Jakatarub menyelenggarakan kegiatan diskusi: &#8220;INTERFAITH LOVE &#8211; is there a future?&#8221; Pernikahan Beda Agama Dipandang Dari Sudut Hukum, Agama dan Budaya Narasumber: Pdt. Albertus Patty (Rohaniwan), Dr. Nurrohman (Dosen Fak. Syariah dan Hukum UIN Bandung) dan Achmad Nurcholis (Pasangan pernikahan campur) &#124; Moderator: Shinta Miranda (Penulis) Minggu, 19 Februari 2012, Pukul 13.30 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-2460" title="interfaith_eflyer" src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2012/02/interfaith_eflyer.jpg" alt="" width="640" height="452" /></p>
<p><em>Lembaga Bhinneka bekerjasama dengan Jakatarub menyelenggarakan kegiatan diskusi:</em></p>
<p><strong>&#8220;INTERFAITH LOVE &#8211; is there a future?&#8221;</strong><br />
<em>Pernikahan Beda Agama Dipandang Dari Sudut Hukum, Agama dan Budaya</em><br />
Narasumber: Pdt. Albertus Patty (Rohaniwan), Dr. Nurrohman (Dosen Fak. Syariah dan Hukum UIN Bandung) dan Achmad Nurcholis (Pasangan pernikahan campur) | Moderator: Shinta Miranda (Penulis)</p>
<p>Minggu, 19 Februari 2012, Pukul 13.30 &#8211; 16.00<br />
Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung</p>
<p><span id="more-2459"></span></p>
<p><strong>Pengantar</strong><br />
Indonesia adalah negara yang kaya dengan keaneka-ragaman. Masyarakatnya memiliki paling tidak lima ratus sistem agama dan kepercayaan. Hidup berdampingan dalam situasi sosial yang sangat plural ini, melatih setiap orang agar bisa menghargai perbedaan. Jatuh cinta pada seseorang tanpa memandang identitasnya pun tak terhindarkan.</p>
<p>Cinta beda agama, menjadi permasalahan yang paling kompleks dan krusial. Mengingat hubungan antar agama dalam keseharian pun, masih belum menemukan titik temu yang harmonis. Apalagi ketika menyangkut mempersatukan dua orang yang berbeda keyakinan untuk melakukan pernikahan dan membangun rumah tangga.</p>
<p>Dalam Undang-Undang Perkawinan No.1 tahun 1974 pada pasal 2 ayat 1 menyatakan bahwa suatu perkawinan dapat dinyatakan sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaan pasangan yang melakukan pernikahan. Landasan hukum agama dalam melaksanakan sebuah perkawinan merupakan hal yang sangat penting, sehingga penentuan boleh tidaknya perkawinan tergantung pada ketentuan agama. Jika hukum agama menyatakan perkawinan tidak boleh, maka tidak boleh pula menurut hukum negara.</p>
<p>Lalu bagaimana? Apakah salah satu pihak harus berpura-pura mengakui agama pasangannya, agar mudah mencatatkan pernikahan sipil? Apakah tidak berdosa, karena melawan hukum agama? Apakah harus menikah di luar negeri, agar tidak saling berpura-pura? Apakah setelah menikah, salah satu pihak harus mengalah untuk mengikuti agama pasangannya? Apakah cinta beda agama, mempunyai masa depan?</p>
<p>Berangkat dari permasalahan tersebut, Jakatarub (Jaringan Kerjasama Antar Umat Beragama) dan Lembaga Bhinneka Jakarta, sebagai komunitas yang peduli pada persoalan lintas keyakinan menyelenggarakan kegiatan diskusi: “Interfaith Love, is There a Future?”, yang juga didukung oleh LayarKita dan Common Room.</p>
<p><em>*kegiatan ini gratis dan terbuka untuk umum</em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2012/diskusi-interfaith-love-is-there-a-future-minggu-19-februari-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#ScratchTheDay &#124; 1ON1 BBOY BATTLE: Final Round &#124; 16 Februari 2012</title>
		<link>http://commonroom.info/2012/1on1-bboy-battle-final-round-16-februari-2012/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2012/1on1-bboy-battle-final-round-16-februari-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Feb 2012 08:12:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Gathering]]></category>
		<category><![CDATA[Performance]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2464</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-2465" title="cr_05_eflyer" src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2012/02/cr_05_eflyer.jpg" alt="" width="640" height="494" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2012/1on1-bboy-battle-final-round-16-februari-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#ScratchTheDay &#124; 1ON1 BBOY BATTLE &#124; Weekly every Thursday, started at 19.00 – end</title>
		<link>http://commonroom.info/2012/scratchtheday-1on1-bboy-battle/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2012/scratchtheday-1on1-bboy-battle/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jan 2012 09:07:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Gathering]]></category>
		<category><![CDATA[Performance]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2453</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-2454" title="cr_03" src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2012/01/cr_03.jpg" alt="" width="640" height="827" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2012/scratchtheday-1on1-bboy-battle/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>52 Wednesdays &#124; Pameran Foto oleh Lioni Beatrix &#124; 14 s/d 21 Januari 2012</title>
		<link>http://commonroom.info/2012/52-wednesday-oleh-lioni/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2012/52-wednesday-oleh-lioni/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 07:26:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Art Projects]]></category>
		<category><![CDATA[Concert]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Performance]]></category>
		<category><![CDATA[Photography]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2428</guid>
		<description><![CDATA[52 Wednesdays &#124; Pameran Foto oleh Lioni Beatrik &#124; 14 &#8211; 21 Januari 2012 Pembukaan: Sabtu, 14 Januari 2012. 17.00 &#8211; end Common Room Jl. Kyai Gede Utama no 8 Bandung Featuring Stand up Tragedy &#38; Live Music bersama Rayhan Sudrajat, Raquel, Pepengtea, Deluciva, Ajie and Alex Lioni Beatrik Lioni, perempuan kelahiran 1980 ini sangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-2429" title="lioni_eflyer_web" src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2012/01/lioni_eflyer_web.jpg" alt="" width="640" height="407" /></p>
<p><strong>52 Wednesdays | Pameran Foto oleh Lioni Beatrik | 14 &#8211; 21 Januari 2012</strong><br />
Pembukaan: Sabtu, 14 Januari 2012. 17.00 &#8211; end<br />
Common Room<br />
Jl. Kyai Gede Utama no 8 Bandung</p>
<p><em>Featuring Stand up Tragedy &amp; Live Music bersama Rayhan Sudrajat, Raquel, Pepengtea, Deluciva, Ajie and Alex</em></p>
<p><strong>Lioni Beatrik</strong><br />
Lioni, perempuan kelahiran 1980 ini sangat bergairah akan hidup dan kehidupan—bidang yang membawanya ke bidang humanitarian. Ia adalah lulusan Jurusan Jurnalistik Fikom Unpad, dan sempat pula belajar di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara. Selain humanisme, Lioni juga memiliki minat tinggi terhadap seni rupa. Ia pernah bekerja di sebuah galeri seni rupa di Jakarta. Sebelum 52 Wednesdays, ia juga pernah membuat beberapa proyek seni yang diantaranya adalah My Funeral, Funeral of Caste, Theater of the Oppressed, Playback Theater dan Kappaletta the singing telegram. Proyek fotografi ini merupakan proyek seni Lioni yang berlangsung paling lama, satu tahun dan kemungkinan akan terus berjalan.</p>
<p><span id="more-2428"></span></p>
<p><strong>[Pengantar]</strong></p>
<p><strong>Awalnya, Hanya Rabu untuk Alex</strong><br />
Satu tahun yang lalu, Lioni Beatrik jatuh cinta dan dibuat patah hati oleh seorang pemuda. Dalam adukan berbagai macam perasaan; sedih, bingung, penasaran, dan rindu, Lioni membuat satu foto dan mengirimkannya kepada sang pemuda lewat surat elektronik. Fotonya sederhana: Rex, tokoh terkenal dari film Toys Story, “berpose” dengan selembar post-it yang bertuliskan “I miss you” yang tertempel di dadanya.</p>
<p>Foto pertama itu ia kirimkan pada hari Rabu—yang setelah ditelusuri ulang, merupakan hari yang sama ketika Lioni menyatakan cintanya. Ternyata memotret Rex dan mengirimkan foto itu bisa menanggulangi rindu. Sekejap, Lioni tersembuhkan dari rasa sedih. Maka memotret dan mengirimkan satu foto Rex tiap Rabu menjadi hal yang rutin ia lakukan—sampai Rabu ke 52.</p>
<p><strong>Jejak Visual dan Sarana Terapi</strong><br />
Berekspresi menggunakan fotografi bukanlah barang baru. Kamera sudah jamak digunakan sebagian besar orang, dan fotografi pun telah menjalankan beragam fungsinya di masyarakat selama lebih dari dua abad. Begitu pula ketika fotografi digunakan sebagai medium ekspresi dan terapi. Sesungguhnya, pada tahun-tahun belakangan, banyak terapis yang telah menggunakan fotografi sebagai alat untuk memahami hubungan patologis dan untuk memfasilitasi proses mengekspresikan perasaan. Persentuhan dengan sisi kreatif dianggap dapat membuat seseorang berelasi erat dengan perasaan dan pemikiran yang berada di alam bawah sadar—dan ketika mempraktikkannya, ia dianggap dapat mencapai titik yang mendekati tingkat meditatif sehingga level stres pun dapat direduksi.</p>
<p>Begitu pula dengan praktik fotografi. Logikanya mungkin sesederhana ini: memikirkan foto seperti apa yang akan dikirimkan tiap pekan bisa membuat ia sebentar saja memikirkan hal lain selain perasaannya yang tak berbalas itu. Lioni memang masih memikirkan sang pemuda, hanya saja bukan dengan cara yang bisa semakin melukai perasaannya. Tiap hari, ada saja beberapa jam yang ia habiskan untuk merancang kelanjutan “cerita” Rex.</p>
<p>Rangkaian foto ini ditutup dengan foto yang menampakkan Rex—agak membelakangi kamera, dan di tubuhnya tertempel selembar post-it yang bertuliskan, “Have you been receiving my emails?”. Karena pada akhirnya, memang hanya pertanyaan itu yang ingin Lioni utarakan untuk memberi “akhir” pada tahun dan perasaan yang membuatnya berpikir banyak tentang konsep hubungan romantis dan perasaan yang mengikuti. Foto dengan pertanyaan polos khas Rex ini juga menjadi karya penutup yang jenaka dari seluruh rangkaian foto—dengan visual yang menyerupai foto yang pertama Lioni buat.</p>
<p><strong>Di Balik Gambar</strong><br />
Oleh karena itu, perjalanan Rex yang kita jumpai, adalah juga perjalanan Lioni—baik secara fisik maupun mental yang memperlihatkan perkembangan dan perubahan rasanya terhadap seseorang. Melalui proyek fotografi ini, Lioni melakukan terapi kepada dirinya sendiri dalam menghadapi patah hati: ada pemikiran, diskusi dan “penyadaran” yang muncul selama ia menjalani proyek ini. Ada kalanya ia bersemangat memotret. Ada kalanya pula ia benci seluruh kegiatan ini. Ia merasa telah menteror si pemuda dengan kiriman foto setiap Rabu: menjadi pihak yang menyalahgunakan perasaan dan bertindak sangat egois. Kemudian seiring dengan perjalanannya, Lioni sadar bahwa memotret Rex bukan lagi demi menyapanya, tapi untuk mengobati rindu; bukan lagi untuk menjalin hubungan dengan sang pemuda, tapi telah menjadi upaya untuk melupakannya.</p>
<p>Prosesi jatuh cinta dan patah hati yang dialami dirinya—dan setiap orang lainnya, bisa dilihat sebagai cara berkenalan kembali dengan diri sendiri; menyadari bahwa kita masih merasa, mencari tahu apa yang memicu rasa-rasa tertentu dan mempelajari cara-cara yang paling masuk akal untuk berhadapan dengan rasa itu. Dan bagi Lioni, membuat rangkaian foto adalah solusi dalam menghadapi persoalan rasa-merasa tersebut.</p>
<p>Memamerkan seluruh rangkaian foto yang ia buat selama setahun kemudian juga menjadi salah satu fase yang harus dilalui Lioni dalam menggunakan fotografi sebagai medium ekspresi dan terapi—seperti membuat akhir pada keadaannya yang terkatung-katung, menjadikan pameran ini sebagai pameran tentang perasaan—yang tak akan bisa didefinisikan. Manusia tidak punya cukup kosakata untuk membuat orang lain turut memahami sesungguhnya apa yang kita rasakan. Semoga bahasa visual yang lebih mampu menerjemahkan prosesi jatuh cinta dan patah hati—menerjemahkan rasa.</p>
<p><strong>Irma Chantily | Kurator Pameran</strong></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2012/52-wednesday-oleh-lioni/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Orasi Budaya] Pidato Kebudayaan Awal Tahun 2012: Katastrofe Kebudayaan &#124; Sabtu, 7 Januari 2012</title>
		<link>http://commonroom.info/2012/pidato-kebudayaan-awal-tahun-2012/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2012/pidato-kebudayaan-awal-tahun-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 09:03:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Critics]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Free Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Gathering]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2417</guid>
		<description><![CDATA[Pidato Kebudayaan Awal Tahun 2012: Katastrofe Kebudayaan Sabtu, 7 Januari 2012 Pk. 09.00 &#8211; 16.30 WIB Common Room Jl. Kyai Gede Utama no. 8 Bandung &#8211; 40132 Pengantar Kurang lebih delapan puluh tahun lalu, Sutan Takdir Alisyahbana telah sering menyampaikan kegelisahannya mengenai kebudayaan Indonesia. “Kebudayaan dalam krisis”, demikian kegelisahan STA tersebut jika kita rumuskan dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2012/01/eflyer_katastrof1.png" alt="" title="eflyer_katastrof" width="640" height="905" class="alignnone size-full wp-image-2426" /></p>
<p><strong>Pidato Kebudayaan Awal Tahun 2012: Katastrofe Kebudayaan</strong><br />
Sabtu, 7 Januari 2012<br />
Pk. 09.00 &#8211; 16.30 WIB<br />
Common Room<br />
Jl. Kyai Gede Utama no. 8<br />
Bandung &#8211; 40132</p>
<p><strong>Pengantar</strong><br />
Kurang lebih delapan puluh tahun lalu, Sutan Takdir Alisyahbana telah sering menyampaikan kegelisahannya mengenai kebudayaan Indonesia. “Kebudayaan dalam krisis”, demikian kegelisahan STA tersebut jika kita rumuskan dalam satu frase. Polemik kebudayaan pun terjadi. Polemik ini merupakan gumpalan kegelisahan STA dan para cerdik-cendikia saat itu: kegelisahan untuk merumuskan kebudayaan khususnya dan pada umumnya peradaban bangsa Indonesia di masa depan, yang dalam istilah STA disebut sebagai manusia baru Indonesia. Untuk menuju masa depan Indonesia, “kita harus meninggalkan tasik yang tenang dan menuju laut yang bergelora, dinamik”, demikian kurang lebih STA.</p>
<p>Kini, 80 tahun kemudian, sebuah pertanyaan reflektif kiranya perlu dilontarkan: apakah kebudayaan dan manusia baru yang dinamis, yang bergelora seperti ombak lautan itu telah terwujud? Sebenarnya tidak mudah menjawab pertanyaan ini. Indonesia, hingga hari ini, masih tetap hidup dalam 21 abad sekaligus. Di sebuah dusun di pedalaman sebuah pulau, kita masih menemukan masyarakat yang masih hidup dalam ketertinggalan di berbagai bidang kehidupan. Mereka hidup di dalam ruang pengetahuan yang sangat terbatas. Sementara di belahan pulau lain, di kota-kota besar, sebagian masyarakat telah meloncat tinggi ke atas tangga posmodernitas, bahkan sedang bergerak ke wilayah-wilayah yang takterbayangkan oleh sebagian besar masyarakat.</p>
<p>Tapi, pun begitu, di lapis permukaan, secara general bisa disaksikan bagaimana kebudayaan tengah bergerak ke arah “ketakseimbangan” nilai. Pada titik tertentu, persoalan kebudayaan bahkan bisa dibilang sebagai sesuatu yang terpisah dari nilai. Kebudayaan menjadi semacam artikulasi perilaku keseharian yang digerakkan oleh isu-isu yang diusung teknologi informasi, terutama televisi dan komputer. Di situ, segala batas menjadi lebur. Jika segala batas lebur, bagaimana kita bisa merumuskan sebuah nilai?</p>
<p>Di samping itu, dihubungkan dengan ruang, dalam hal ini alam (nature), perkembangan kebudayaan (culture) juga memperlihatkan ketakseimbangan lain. Culture yang telah “tanpa nilai” itu secara terus-menerus tampak mensubversi alam (nature). Akibatnya, kian hari alam kian kewalahan memenuhi hasrat manusia yang digerakkan oleh imaji-imaji budaya tanpa nilai tersebut. Akibatnya, terjadilah apa yang kami sebut sebagai “Katastrofe Kebudayaan”.</p>
<p>Forum Studi Kebudayaan ITB (FSK-ITB) dan Common Room Networks Foundation sebagai institusi yang secara intens memperhatikan hal itu, terpanggil untuk coba mencatat, merumuskan, dan memberikan sumbangan-sumbangan pemikiran yang diharapkan dapat menjadi pencerahan bagi para intelektual dan penentu kebijakan khusunya dan masyarakat secara umum. Kali ini, konstribusi itu diwujudkan dalam bentuk pelaksanaan kegiatan orasi kebudayaan dari beberapa orang yang dianggap kompeten untuk tema terkait.</p>
<p>Pidato kebudayaan ini terbagi menjadi tiga sesi, yaitu:</p>
<p>Sesi I<br />
Tema: Kompleksitas, Perubahan dan Spekulasi<br />
Pemateri: Joscev Audifax, Harifa Ali Albar Siregar, Ranti Puji Agusti, Ruly Darmawan</p>
<p>Sesi II<br />
Tema: Realitas diantara Persepsi, Mitos dan Fantasi<br />
Pemateri: Idhar Resmadi, Jejen Jaelani, Kimung, Alfathri Adlin</p>
<p>Sesi III<br />
Tema: Katastrofe Kebudayaan<br />
Pemateri: Hawe Setiawan, Gustaff H. Iskandar, Yasraf Amir Piliang, Acep Iwan Saidi, dan Tisna Sanjaya.</p>
<p>Acara terbuka untuk umum dan tidak dipungut bayaran.</p>
<p>Informasi lebih detail hubungi Zamzami Almakki (085795111981)</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2012/pidato-kebudayaan-awal-tahun-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Refleksi Kebudayaan Akhir Tahun 2011 &#124; Babakan Siliwangi, 17 &#8211; 22 Desember 2011</title>
		<link>http://commonroom.info/2011/refleksi-kebudayaan-akhir-tahun-2011/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2011/refleksi-kebudayaan-akhir-tahun-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Dec 2011 07:36:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Environment]]></category>
		<category><![CDATA[Gathering]]></category>
		<category><![CDATA[Localities]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Performance]]></category>
		<category><![CDATA[Poetry]]></category>
		<category><![CDATA[Urbanism]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=2398</guid>
		<description><![CDATA[Pengantar Di titik pergantian tahun, sebagaimana lazimnya, kita merasa perlu keluar sejenak dari rutinitas. Kita merenungi pengalaman di tahun yang segera berakhir seraya menerawang jalan kita di tahun yang segera datang. Akhir tahun adalah juga awal tahun, dan kita berupaya memaknai titik peralihan ini dengan meninjau lagi diri kita sendiri beserta keadaan di sekeliling kita. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-2399" title="babakansiliwangi" src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2011/12/babakansiliwangi.png" alt="" width="640" height="367" /></p>
<p><strong>Pengantar</strong><br />
Di titik pergantian tahun, sebagaimana lazimnya, kita merasa perlu keluar sejenak dari rutinitas. Kita merenungi pengalaman di tahun yang segera berakhir seraya menerawang jalan kita di tahun yang segera datang. Akhir tahun adalah juga awal tahun, dan kita berupaya memaknai titik peralihan ini dengan meninjau lagi diri kita sendiri beserta keadaan di sekeliling kita. Kita menyambut tahun baru dengan menyalakan lagi harapan, menumbuhkan lagi cita-cita, dan merumuskan lagi agenda.</p>
<p>Jejaring kerja budaya yang terdiri dari kumpulan warga Kota Bandung hendak menyambut tahun 2012 bersama rekan-rekan dari kalangan seni, budaya, dan komunitas warga Bandung lainnya. Dengan memilih tempat di Babakan Siliwangi, satu di antara sedikit ruang terbuka hijau yang masih tersisa di kota ini, kegiatan yang dimaksudkan sebagai refleksi akhir tahun ini akan berlangsung selama lebih kurang sepekan, dari 17 s/d 22 Desember 2011. Salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mewadahi sebanyak mungkin kegiatan dan aspirasi dari berbagai kalangan dalam semangat kebersamaan warga kota untuk merealisasikan kepentingan bersama.</p>
<p><em>* Kegiatan ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut bayaran</em></p>
<p><strong>Jadwal/ Rangkaian Kegiatan</strong></p>
<p><strong>17 Desember 2011</strong><br />
Doa Bersama | Batu Satangtung, Babakan Siliwangi | pk. 09.30 &#8211; 10.00 WIB<br />
Pertunjukan | Mantram Gayatri oleh Trie Utami &amp; Dewa Bujana | pk. 10.00 &#8211; 12.00 WIB<br />
Diskusi/ Presentasi | Kala Sunda oleh Ibu Miranda &amp; Bapak Dr. Suhardja | pk. 14.00 &#8211; 16.00 WIB<br />
Diskusi/ Presentasi | Kosmologi Sunda: Tata Salira Panca oleh Bapak Juhana | pk. 19.00 &#8211; 21.00 WIB</p>
<p><strong>18 Desember 2011</strong><br />
Diskusi/ Presentasi | Lokalitas Dalam Kekinian bersama Hawe Setiawan &amp; Setiaji Purnasatmoko | pk. 10.00 &#8211; 12.00 WIB<br />
Diskusi/ Presentasi | Lingga Yoni Dalam Perspektif Sunda Wiwitan bersama Bapak Jacob Soemardjo &amp; Bapak D.S. Ira Ujang | pk. 14.00 &#8211; 16.00 WIB<br />
Diskusi/ Presentasi | Komunitas Warga bersama Kang Aben &amp; Man Jasad | pk. 16.00 &#8211; 18.00 WIB<br />
Diskusi/ Presentasi | In Memoriam Lecture: Harry Roesly bersama Herri Dim &amp; Rully Handiman | pk. 19.00 &#8211; 21.00 WIB<br />
Pertunjukan | Eye Feel Six, Karinding Attack dan Mang Ayi (Pantun Buhun) | pk. 21.00 &#8211; 23.00 WIB</p>
<p><strong>19 Desember 2011</strong><br />
Diskusi/ Presentasi | Ngaguar Sasajen, Tumpeng dan Kujang bersama Kang Uci | pk. 10.00 &#8211; 12.00 WIB<br />
Diskusi/ Presentasi | Ngaguar Iket dan Kaulinan Budak bersama Kang Asep &amp; Kang Zaini Alif | pk. 14.00 &#8211; 16.00 WIB<br />
Diskusi/ Presentasi | Ngaguar Gunung Lalakon bersama Kang Dani (Turangga Seta) | pk. 16.00 &#8211; 18.00 WIB<br />
Diskusi/ Presentasi | Ngaguar Tata Negara Buhun dan Presentasi Nirlaga bersama Kang Uci &amp; Kang Iwan | pk. 19.00 &#8211; 21.00 WIB<br />
Pertunjukan | Kelompok Kesenian Tarling Universitas Pasundan | pk. 21.00 &#8211; 23.00 WIB</p>
<p><strong>20 Desember 2011</strong><br />
Kerja Bakti | Bebersih Cikapundung | 08.00 &#8211; 10.00 WIB <em>(Peserta dipersilahkan membawa perlengkapan masing-masing)</em><br />
Presentasi/ Diskusi | Urban Farming oleh Ayi Vivananda | pk. 11.00 &#8211; 12.30 WIB<br />
Diskusi/ Presentasi | For Better Life bersama Kang Wahyu, Layala Roesly &amp; Angga Wardhana | pk. 13.00 &#8211; 15.00 WIB</p>
<p><strong>21 Desember 2011</strong><br />
Ritual Tradisi | Ngawinkeun Batu Satangtung (Baris Kolot) | pk. 10.00 &#8211; 12.00 WIB<br />
Orasi Kebudayaan | Lingkungan Tatar Sunda oleh Solihin G.P. | pk. 13.00 &#8211; 15.00 WIB<br />
Diskusi/ Presentasi | Apresiasi Tarawangsa bersama Bapak Abun | pk. 19.00 WIB &#8211; selesai</p>
<p><strong>22 Desember 2011</strong><br />
Ritual Tradisi | Mendak Taun: Diseka-ngaseka Lingga Yoni | pk. 05.00 WIB (pagi) &#8211; selesai</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2011/refleksi-kebudayaan-akhir-tahun-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

