Search



Photo Stream



Archive for News

21 January, 2008 | No comments

Capo Exhibition | Galeri LIP Yogyakarta | 15 – 25 November 2008

Capo_yk

Setelah dipamerkan di Common Room pada tanggal 2 November 2007, NLS/AEWORX bekerjasama dengan Common Room Networks Foundation, LIP Yogyakarta dan IVAA kembali memamerkan Capo di Galeri LIP Yogyakarta mulai tanggal 15 s/d 25 Januari 2008. Kali ini koleksi Capo yang dipamerkan bertambah menjadi 64 buah, yang terdiri dari 49 karya Capo dari seri pameran pertama, 11 Capo karya para peserta workshop yang diselenggarakan di Common Room pada tanggal 18 November 2007, dan Capo tambahan karya 4 seniman Yogyakarta; yaitu Arie Dyanto, Roli aka LoveHateLove, Pras aka Pixeliips-YORC dan Riono a.k.a Tatsoy.

Beberapa saat sebelum pameran dibuka, panitia pameran di Yogyakarta menyelenggarakan diskusi mengenai Capo dan custom toy yang dihadiri oleh para mahasiswa desain produk tk. 2, Universitas Kristen Duta Wacana. Dalam kesempatan ini, Aji, Dini dan Ryoichi dari NLS/AEWORX memberikan penjelasan panjang lebar mengenai proses pembuatan Capo. Beberapa hal yang dibicarakan di dalam diskusi ini antara lain adalah proses brain storming, pembuatan sketsa, membentuk model dan prototype, sampai pada proses produksi yang dilakukan dalam jumlah yang terbatas.

Menurut Aji, secara keseluruhan proses pembuatan Capo yang dibuat dari bahan resin ini memakan waktu selama kurang lebih 1 tahun lebih. Setelah itu, masing-masing peserta pameran membutuhkan waktu sekitar 1 bulan untuk memodifikasi Capo sesuai dengan keinginan mereka. Untuk kegiatan ini, NLS/AEWORX melibatkan peserta pameran yang memiliki latar belakang yang beragam. Sebagian diantaranya adalah seniman, desainer, musisi, mahasiswa dan pelajar SD dari Jakarta, Bandung dan Yogyakarta.

Kembali menurut Aji, kendala yang paling besar pada saat memproduksi Capo adalah menemukan bentuk dan bahan yang paling cocok dengan karakter Capo. Dalam diskusi ini juga diungkapkan kalau seri Capo yang dipamerkan sebetulnya masih dalam proses uji coba. Sebagai sebuah prototype, Capo seri ini masih memiliki banyak kemungkinan untuk dikembangkan lebih jauh. Hal ini misalkan tercermin dari beraneka ragam desain Capo yang dihasilkan oleh para peserta pameran, sehingga sebagai sebuah custom toy, Capo juga dinilai telah berhasil merangsang kreatifitas yang mencerminkan keragaman ekspresi para pembuatnya, baik dari sisi teknis maupun bentukan ekspresi yang ada.

Beberapa peserta pameran sepertinya memanfaatkan Capo sebagai wahana untuk mengekspresikan identitas pribadi, sementara ada juga beberapa peserta yang mencurahkan pandangan personal yang terkait dengan berbagai persoalan yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Lewat karya mereka, para peserta pameran memang diperkenankan untuk melakukan berbagai bentuk ekplorasi artistik dalam memodifikasi Capo, sesuai dengan aspirasi personal dan pendekatan teknis yang mereka kuasai. Melalui proyek mereka dapat dikatakan NLS/AEWORX telah berhasil memberikan warna bagi perkembangan custom toy di Indonesia.

* Bagi teman-teman yang tertarik untuk menyaksikan pameran Capo di Yogyakarta silahkan mengunjungi LIP Yogyakarta di Jalan Sagan No. 3. Pameran akan berlangsung sampai tanggal 25 Januari 2008.

Top

18 January, 2008 | 1 comment

Bedah Buku Myself: Scumbag, Beyond Life and Death | Selasar Sunaryo Artspace | 19 Januari 2008

Photobucket

Dalam rangka kampanye budaya toleransi dan kebebasan berekspresi di Indonesia
Minor Books bekerjasama dengan Common Room Networks Foundation, Rumah Cemara dan Selasar Sunaryo Art Space menyelenggarakan program bedah buku dan konser musik akustik, “My Self : Scumbag, Beyond Life and Death”. Sebagai bagian dari kampanye budaya toleransi dan kebebasan berekspresi di Indonesia, acara bedah buku ini juga akan menghadirkan beberapa pembicara yang berasal dari latar belakang yang beragam. Selain diskusi dan bedah buku, acara ini juga akan menampilkan Burgerkill, band cadas asal Ujungberung yang akan memainkan musik mereka dalam format akustik dan berkolaborasi dengan Fadly (Padi).

Pembicara
1. dr. Teddy Hidayat, SpKJ (Psikiater)
2. Drs. Reiza D. Dienaputra, M.Hum (Ahli sejarah)
3. Prof. Dr. Ignatius Bambang Sugiharto (Filsuf)
4. Andy Fadly (Musisi)
5. Kimung (Penulis)

Waktu dan Tempat
Hari/tanggal: Sabtu/19 Januari 2008
Waktu: Pk.18.30 – 21.30 WIB
Tempat: Amphitheataer – Selasar Sunaryo Art Space,
Jl. Bukit Pakar Timur no.100
Bandung

Tempat Pengambilan Undangan
Cronic Rock
Jalan Kalimantan No. 11 (Sebelah SMA 3)

Common Room
Jl. Kyai Gede Utama No. 8
Telp. +62.22.250.3404
http://commonroom.info/

Selasar Sunaryo Artspace
Jl. Bukit Pakar Timur no.100
Telp. +62.22.2507939
http://www.selasarsunaryo.com/

Top

17 January, 2008 | No comments

KRONIK FILMEDIA MOVIEROADSHOW | KINERUKU | Bandung | 18 - 26 Januari 2008

Bandung, 18-26 Januari 2008

KRONIK FILMEDIA MOVIEROADSHOW merupakan program pemutaran film yang dilaksanakan di 3 kota yaitu Yogyakarta, Bandung, dan Purwokerto. Program ini memutar beberapa film alternatif dari beberapa negara, ditambah dengan program pemutaran film-film dan video hasil karya dari berbagai komunitas film di Bandung, Jakarta dan Semarang.

Jumat, 18 Januari 2008
pukul 15.00

THE TUNNEL
(Roland Suso Richter, Jerman, 2001, 135 min, VHS)
Bersetting pasca Perang Dunia II, kisah tentang usaha beberapa warga Jerman Timur menyeberang ke Jerman Barat dengan membangun sebuah terowongan rahasia.

Sabtu, 19 Januari 2008
pukul 15.00

OTESANEK
(Jan Svankmajer, Ceko, 2000, 127 min, VHS)
Sepasang suami istri merindukan kehadiran seorang anak. Suatu hari mereka akhirnya mendapatkan anugerah tersebut, yang berasal dari sebuah pohon!

DE GROT
(Martin Koolhoven, Belanda, 2001, 90 menit)
Egon Water, ahli geologi, berteman dengan Axel van der Graaf, pengedar heroin. Pertemanan mereka menyeret Egon ke sebuah pilihan sulit berisiko tinggi.

Sabtu, 26 Januari 2008
pukul 15.00

KOMPILASI VIDEO - OK! VIDEO MILITIA WORKSHOP SEMARANG 2007
(DVD, didukung oleh ruangrupa)
Kompilasi video dari sebuah workshop yang diadakan di Semarang, April 2007. Tentang penggambaran kota Semarang dan berbagai masalah yang dihadapinya.
pukul 16.30

KOMPILASI FILM PENDEK SEMARANG
(60 menit, DVD)
Kompilasi film pendek karya komunitas-komunitas film di Semarang.

KRONIK FILMEDIA
Jl. Singosari 2 No 12
Semarang
Email: kronikfilmedia@yahoo.com
Website: kronikfilmedia.blogspot.com

KINERUKU
Jl. Hegarmanah 52
Bandung
Ph/F: 022.2039615
Email: kineruku@yahoo.com
http://www.rumahbuku.info

Top

11 January, 2008 | 1 comment

OPEN CALL FOR APPLICATIONS: 5th Asia-Europe Art Camp | Bangkok | 21 - 30 Maret 2008

The Asia-Europe Art Camp project is an initiative set up by Asia-Europe Foundation (ASEF) in 2003 focusing on New Media Art. The project aims at developing a platform promoting dialogue for art students, to learn more about each other’s contexts, cultures and get inspired during a week of lectures, workshops and cultural visits.

As part of the Asia-Europe Art Camp series, this Fifth edition of the camp: RE-VISION BANGKOK|NEW MEDIA ART AND INTERACTIVITY, will gather 20 emerging artists or last year students from various ASEM countries to explore the possibility of connecting new media art practices to the relational aesthetic concept.

Led and facilitated by a team of Asia-Europe experts, specialised in new media and social art issues, participants will be guided to re-construct small communities in different social and cultural urban spaces in Bangkok during the fieldwork. They will explore potential interaction with all working sites through various new media art practices. In addition, the camp will include an open discussion to the public involving guest speakers from the region.

DEADLINE: 28 Januari 2008

For the full information on this open call for applications, please visit the website.

For more information please contact:
Azizah Fauziah
Cultural Exchange Department
Asia-Europe Foundation (ASEF)
31 Heng Mui Keng Terrace
Singapore 119595

Tel : (65) 6874 9741
Fax : (65) 6872 1207
E-mail: azizah.fauziah@asef.org

This camp is organised in partnership with the School of Fine and Applied Arts of Bangkok University.

Top

3 January, 2008 | No comments

Pemutaran Film KKK (Philipina) | Common Room | 4 Januari 2007

batangrapo

Common Room bekerjasama dengan Mervin Espina (http://sealitblog.wordpress.com) menyelenggarakan acara pemutaran film KKK pada tanggal 4 Januari 2007, mulai pukul 19.00 WIB - selesai. Acara ini akan menampilkan 3 buah film pendek yang merupakan bagian dari program Cine Veritas 2006. Secara keseluruhan, ketiga film yang diputar menceritakan kisah tentang anak-anak miskin dalam beragam kondisi. Dalam film-film ini, kemiskinan tidak ditampilkan sebagai sebuah terminologi ekonomi, tetapi sebagai persoalan yang harus dihadapi dan dilawan keberadaannya.

Secara keseluruhan, program pemutaran ini diberi judul Kabataan KKK. Dalam bahasa Tagalog, Kabataan berarti anak-anak. Sementara itu, KKK merupakan singkatan dari gerakan Katipunan (persaudaraan) yang merupakan sebuah gerakan perjuangan melawan pendudukan Spanyol di Philipina pada abad ke-19. Sejatinya, KKK bagi sebagian komunitas masyarakat di Philipina merupakan akronim dari “Kataas-taasang, Kagalang-galangang Katipunan ng mga Anak ng Bayan” (Masyarakat yang unggul dan agung, yang terdiri dari anak-anak bangsa). Namun dalam program ini, KKK juga bisa dipahami sebagai singkatan dari Karunungan (pengetahuan), Kamalayan (kebangkitan), dan Kalye (jalanan).

Adapun beberapa film yang akan diputar di dalam acara ini adalah sebagai berikut:

Karunungan
Binaliw (2002) / 9 min / miniDV / by Kris Villarino

Binaliw menceritakan kisah sebuah kota kecil bernama Talamban, yang juga dikenal sebagai Cebu. Di kota ini, hanya sekitar 10% masyarakatnya yang berhasil mengenyam pendidikan tinggi. Seorang gadis kecil dari kota ini dikisahkan berhasil menabung untuk mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. Namun sayang ia harus kehilangan semuanya sebelum hari ujian tiba. Film ini telah mendapatkan Best Regional Entry, 15th Gawad CCP for Alternative Film and Video (2002).

Kamalayan
Putot (2006) / 20 min / miniDV / by Jeck Cogama
Putot (dalam bahasa Visayan artinya kecil) adalah nama seorang anak laki-laki yang tumbuh di sebuah komunitas yang menetap secara ilegal di sebuah daerah di dekat pantai. Bocah berumur 13 tahun ini adalah seorang anak pendiam yang merawat ayahnya yang sakit mental, sekaligus bekerja sebagai penjual kerang. Dalam film ini Putot bertemu dengan Mayang, seorang gadis misterius yang memiliki banyak rahasia. Dalam film ini mereka berdua dikisahkan menjalin persahabatan yang sangat mengharukan. Film ini mendapatkan penghargaan Gawad Urian Award for Best Short Film (2007).

Kalye
Batang Trapo (2001) / 15 min / 35mm / by Mes de Guzman
Batang Trapo adalah sebuah film yang berkisah mengenai dua anak jalanan yang sehari-hari bekerja sebagai penjual kain gombal (dalam bahasa lokal dikenal juga sebagai trapo, sebutan lain untuk politisi tradisional). Selain itu, mereka juga bekerja sebagai pembersih kaca mobil di jalanan yang padat. Alih-alih harus berhadapan dengan sumpeknya jalanan, kedua bersaudara ini mampu bertahan dan tetap memiliki spirit untuk bermain. Film ini telah menerima Ishmael Bernal Award for Young Cinema, Cinemanila International Film Festival2001; Gawad Urian Award for Best Short Film (2002); dan Golden Star, Marrakech International Film Festival.

Top



« Next entries Previous entries »