Search



Photo Stream



Archive for News

22 July, 2008 | No comments

Nu-Substance Helar Festival 2008 | 28 Juli - 9 Agustus 2008

Photobucket

Opening Ceremony
28 July 2008. Start 5 PM
Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8
Bandung - Indonesia

Experimental Music Instrument Exhibition
28 July 2008 - 8 Agustus 2008. Everyday from 9 AM - 9 PM
Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8
Bandung - Indonesia

featuring:
Evan (Storn), Deena Dellyana (Homogenic)

Public Lecture
28 July 2008. Start 7 PM
Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8
Bandung - Indonesia
featuring:
Rob van Kranenburg (Head of program public domain at WAAG Society, Netherland)
http://waag.org
Theme: “Media & Creativity”

Experimental Music Instrument Workshop
29 July 2008 - 31 July 2008. Start 10 AM - 3 PM
Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8
Bandung - Indonesia
Workshop by: Evan (Storn) and Deena Dellyana (Homogenic)

Experimental Music Instrument Presentation
31 July 2008. Start 7 PM - 9 PM
Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8
Bandung - Indonesia
by: Evan (Storn) and Deena Dellyana (Homogenic)

Blogging Discussion
7 August 2008. Start 7 PM - 9 PM
Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8
Bandung - Indonesia
by: Ryan Koesuma (deathrockstar.info), Salomo (detik.com), dan Komunitas Blogger Bandung

Nu-Substance Helar Concert
2 August 2008. Start 3 PM - over
Galeri Kita, Jl. L.L.R.E. Martadinata (Jl. Riau) no. 209
Bandung - Indonesia

featuring:
Electrofux feat. Adorable Assassins
Elang Eby & Vocaphonic
Souldelay
Digitalove (Deena Homogenic’s solo project)
These R Fake
BottleSmoker
Europe in de Tropen

VJ:
The Hairy Monster
Caterpillar Boy
Killafternoon
Gluttonberg

Software Presentation
6 August 2008. Start 7 PM - 9 PM
Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8
Bandung - Indonesia
by: Arry Aradaz (http://aradaz.blogspot.com/)

Nu-Substance Helar Concert
COSTUME PARTY CALLING !!!
9 August 2008. start 10pm - till drop!
Pure Lounge, Paris van Java Mall. Jl. Sukajadi Bandung Indonesia
performers:
Ademus vs Gerry (final scratch back2back),
Agrikulture (deck & fx)
DMZ (deck & fx)
Dxxxt
FUXX
Monix Metronix

**Wear your badass best costume, because there’s an limited present from LOVEAT!
remember: your costume is your invitation, if you’re not wear your invitation your not invited!

Further info:
mail: theopenlabs@yahoo.com
web: http://openlabs.commonroom.info
phone : Kobe (081931475095)

Top

22 July, 2008 | No comments

Helar Festival 2008 | 2 Juli - 31 Agustus 2008 | Bandung - Indonesia

Photobucket

Helar Festival 2008 adalah sebuah rangkaian kegiatan perayaan yang ditujukan untuk menampilkan berbagai potensi ekonomi kreatif yang berkembang dalam lingkup kota Bandung. Kegiatan ini merupakan salah satu program yang dikembangkan oleh Bandung Creative City Forum, sebagai bagian dari strategi jangka panjang pengembangaan platform ekonomi kreatif yang berkelanjutan di kota Bandung. Upaya untuk mengembangkan platform ekonomi kreatif di kota Bandung selama ini dirintis secara mandiri oleh berbagai komunitas masyarakat yang tergabung dalam Bandung Creative City Forum. Selain Helar Festival 2008, forum ini juga menginisiasi pengembangan strategi branding dan membangun jaringan kerja sebagai upaya untuk mengukuhkan kota Bandung sebagai kota kreatif yang siap berkompetisi secara global.

Untuk info lebih lengkap silahkan kunjungi www.helarfest.com

Top

22 January, 2008 | No comments

Ganesha Film Festival | Campus Center ITB | 31 Januari - 2 Februari 2008

Photobucket

Liga Film Mahasiswa ITB (LFM ITB) mempersembahkan Ganesha Film Festival 2008: INDIE EPIDEMIC, yang akan diselenggarakan mulai tanggal 31 Januari sampai dengan 2 Februari 2008. Program ini merupakan ajang festival film pertama yang diselenggarakan oleh LFM ITB dan akan secara khusus menyoroti perkembangan film independen yang mengedepankan semangat kebebasan dalam berekspresi.

Adapun beberapa kegiatan yang akan diselenggarakan dalam festival ini antara lain adalah:

Pre-Event
26 Januari 2008

  • Press Conference
  • Pembacaan Ganffest Official Films
  • Screening trailer film resmi Ganesha Film Festival dan video art
  • Lokasi: Common Room
    Jl. Kyai Gede Utama No. 8
    Bandung

Ganffest Week
31 Januari – 1 Februari 2008

  • Penjurian
  • Indie discussion
  • Screening Film
  • Screening Animation and video art
  • Lokasi: Multimedia Campus Center ITB
    Jl. Ganesha No. 10
    Bandung

Ganffest Closing Night
Sabtu, 2 February 2008

  • Penyerahan award dan gala dinner
  • Music concert
  • Lokasi: Campus Center ITB
    Jl. Ganesha No. 10
    Bandung

Pendaftaran peserta Ganesha Film Festival dibuka untuk umum sampai tanggal 25 Januari 2008. Formulir pendaftaran bisa didownlod di link berikut ini. Silahkan kunjungi situs Ganesha Film Festival 2008: Indie Epidemic untuk informasi lebih lengkap.

Top

22 January, 2008 | No comments

Review Acara Bedah Buku Myself: Scumbag, Beyond Life and Death | Selasar Sunaryo Artspace | 19 Januari 2008

Burgerkill

Setelah tertunda selama kurang lebih satu bulan, akhirnya acara bedah buku ‘Myself: Scumbag, Beyond Life and Death’ jadi diselenggarakan di Selasar Sunaryo Artspace pada tanggal 19 Januari 2008. Sesuai rencana semula, acara ini menghadirkan beberapa pembicara dari berbagai kalangan, yang terdiri dari dr. Teddy Hidayat, SpKJ (Psikiater), Drs. Reiza D. Dienaputra, M.Hum (Ahli sejarah), Prof. Dr. Ignatius Bambang Sugiharto (Filsuf), Andy Fadly (Musisi) dan Kimung (Penulis buku Myself: Scumbag, Beyond Life and Death). Selain itu, acara ini juga menampilkan pertunjukan musik akustik dari Burgerkill yang malam itu memainkan musik mereka dalam format akustik.

Diantara para penggemar mereka, Burgerkill dikenal sebagai band cadas asal Ujungberung yang didirikan oleh Eben, Kimung, Ivan Scumbag (alm.) dan Toto pada tahun 1995. Sementara itu, buku ‘Myself: Scumbag, Beyond Life and Death’ merupakan biografi kehidupan Ivan Scumbag, vokalis Burgerkill yang meninggal karena penyakit radang selaput otak pada tahun 2006. Saat ini posisi Ivan digantikan oleh Vicki yang sebelumnya pernah bergabung dengan Balcony dan Heaven Fall. Selain dihadiri oleh kerabat dan teman-teman dekat Ivan, acara ini juga dihadiri oleh ratusan Begundal/ BHC yang merupakan fans setia dari kelompok Burgerkill. Dimulai pada pukul 19.30, acara dibuka oleh Burgerkill yang membawakan lagu Angkuh (Beyond Coma and Despair, Revolt! Records, 2006) yang berhasil menghangatkan suasana malam yang cerah di amphitheater Selasar Sunaryo Artspace.

Acara dilanjutkan dengan paparan dari dr. Teddy Hidayat yang memberikan pandangan tentang kondisi psikologis Ivan berdasarkan informasi yang ia dapatkan dari buku yang ditulis oleh Kimung. Dokter Teddy menjelaskan secara panjang lebar bagaimana selama mengembangkan karirnya sebagai musisi, Ivan mengalami tekanan batin yang sangat mendalam. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Kimung yang merupakan sahabat dekat dari Ivan Scumbag. Seperti yang diungkapkan oleh Kimung dan Dokter Teddy, tekanan psikologis yang dialami oleh Ivan terutama karena pertentangan nilai-nilai yang ditanamkan oleh keluarga dengan situasi lingkungan yang beresiko tinggi dalam penggunaan obat-obatan dan zat psikotropika, seperti misalnya kebiasaan dalam mengkonsumsi alkohol, putaw, ganja, dsb. (NAPZA).

Lebih jauh Dokter Teddy memaparkan bahwa masalah seperti ini memang lazim terjadi dalam dunia remaja. Hal ini setidaknya membuat dunia anak muda menjadi rentan bagi penyebaran penyakit HIV/AIDS, yang biasanya juga tersebar melalui penggunaan jarum suntik. Oleh karena itu, persoalan seperti ini harus ditangani secara hati-hati. Idealnya persoalan semacam ini tidak dilihat sebagai persoalan kriminal, tetapi harus dilihat sebagai persoalan masyarakat yang bisa ditangani secara medis. Salah satu solusi yang barangkali dapat dilakukan untuk mengantisipasi resiko penggunaan NAPZA di kalangan anak muda adalah dengan menyalurkan bakat dan kreatifitas yang mereka miliki. Hal ini setidaknya juga tercermin dari apa yang terjadi pada diri Ivan. Ketika masih hidup, Ivan menyalurkan berbagai kegelisahan yang ia alami melalui karya-karyanya bersama Burgerkill. Kembali menurut Dokter Teddy, adalah tugas bagi para orang tua dan guru untuk menemukan bakat anak muda sehingga mereka dapat mengembangkan potensi mereka secara maksimal dan terhindar dari resiko penggunaan NAPZA dan terjangkit HIV/AIDS.

Diskusi

Sebelum melanjutkan diskusi, Burgerkill kembali tampil dengan mempersembahkan lagu We Will Bleed (Beyond Coma and Despair, Revolt! Records, 2006) dan Something in the Way milik Nirvana yang telah diaransemen ulang. Setelah itu Drs. Reiza D. Dienaputra melanjutkan diskusi dengan menyoroti persoalan sejarah kecil (micro narratives) yang berhasil diungkap secara panjang lebar melalui buku ini. Saat ini, perbincangan mengenai sejarah kecil menjadi semakin relevan karena sejarah kemudian dilihat sebagai sumber pengetahuan yang secara langsung dapat merefleksikan persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini jauh berbeda dengan persoalan sejarah besar (grand narratives) yang biasanya membicarakan persoalan-persoalan yang berjarak dengan kenyataan hidup masyarakat kebanyakan. Dalam buku Myself: Scumbag, Beyond Life and Death, Drs. Reiza D. Dienaputra mendapati berbagai persoalan keseharian yang begitu intim, namun penuh dengan persoalan kemanusiaan, lengkap dengan berbagai kekonyolan dan tragedi yang menyertai kehidupan Ivan dan para sahabatnya di Ujungberung.

Dalam diskusi ini Prof. Dr. Ignatius Bambang Sugiharto menyoroti wacana perlawanan yang selama ini kerap didengungkan oleh komunitas underground. Sebagai sebuah kritik, wacana perlawanan terhadap kapitalisme global bisa jadi merupakan persoalan yang absurd karena bagaimanapun paham kapitalisme juga dianggap telah berhasil menyulap semangat perlawanan menjadi komoditas. Disadari atau tidak, bagaimanapun harus diakui kalau berbagai ekspresi musik dan tanda-tanda yang terkait dengan ideologi perlawanan di Indonesia bisa jadi hanya sekedar imitasi yang memiliki konteks tersendiri dan dipahami secara berbeda dengan apa yang terjadi di negara asalnya. Oleh karena itu, Prof. Dr. Ignatius Bambang Sugiharto lebih melihat berbagai ekspresi yang diungkap oleh komunitas underground sebagai sebuah fenomena keragaman pandangan politik pribadi dan ekspresi artistik yang juga layak untuk terus diapresiasi keberadaannya.

Selepas diskusi, acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan puisi oleh Alex yang secara khusus didedikasikan untuk Ivan. Selanjutnya acara ditutup dengan doa bersama yang dipersembahkan untuk mendiang Ivan Scumbag. Semua pihak sepakat bahwa walaupun Ivan sudah meninggal, sebagai sebuah spirit semangatnya masih tetap ada. Untuk itu, Kimung sangat berharap kalau apa yang telah dibangun oleh Ivan dapat terus dikembangkan oleh mereka yang banyak terlibat dalam perkembangan musik underground di Indonesia. Sebagai penutup, Burgerkill kembali tampil membawakan lagu Tiga Titik Hitam (Berkarat, Sony Music, 2003), yang dibawakan bersama-sama dengan Andi Fadly. Sebelumnya Fadly sempat menceritakan sedikit pengalamannya ketika berkolaborasi dengan Ivan dalam lagu Tiga Titik Hitam. Acara ini merupakan bagian dari kampanye budaya toleransi dan kebebasan berekspresi di Indonesia yang diselenggarakan bersama oleh Minor Books, Common Room Networks Foundation, Rumah Cemara, Selasar Sunaryo Artspace dan Ujungberung Rebels. (Gustaff/CRNF)

Top



« Next entries