<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Common Room Networks Foundation &#187; Agenda</title>
	<atom:link href="http://commonroom.info/cat/agenda/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://commonroom.info</link>
	<description>Open Platform for Art, Culture &#38; ICT/Media &#124;&#124; Bandung - Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 18:54:38 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Nu-Substance Festival 2010: Floating Horizon &#124;&#124; Bandung, 9 July &#8211; 1 August 2010</title>
		<link>http://commonroom.info/2010/nu-substance-festival-2010-floating-horizon-9-july-1-august-2010/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2010/nu-substance-festival-2010-floating-horizon-9-july-1-august-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jul 2010 05:37:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Campaign]]></category>
		<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Concert]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Electronic Music]]></category>
		<category><![CDATA[Environment]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Gathering]]></category>
		<category><![CDATA[Human Rights]]></category>
		<category><![CDATA[Localities]]></category>
		<category><![CDATA[Media Arts]]></category>
		<category><![CDATA[Media Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Oral History]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Urbanism]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=1287</guid>
		<description><![CDATA[Nu-Substance Festival 2010: Floating Horizon
Selama beberapa tahun terakhir, ada banyak sekali lompatan yang terjadi di dalam wilayah irisan yang mempertautkan perkembangan di bidang teknologi komunikasi, media baru dan praktik budaya dalam lingkup kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa perkembangan di bidang teknologi komunikasi dan media baru semakin mempengaruhi cara pandang kita dalam memahami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/poster_leaflet_nusubs_low.jpg" border="0" alt="Photobucket" /></p>
<p><strong>Nu-Substance Festival 2010: Floating Horizon</strong><br />
Selama beberapa tahun terakhir, ada banyak sekali lompatan yang terjadi di dalam wilayah irisan yang mempertautkan perkembangan di bidang teknologi komunikasi, media baru dan praktik budaya dalam lingkup kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa perkembangan di bidang teknologi komunikasi dan media baru semakin mempengaruhi cara pandang kita dalam memahami kenyataan, sehingga ikut mengkonstrusi berbagai bentuk nilai dan etika yang kemudian beroperasi di tengah-tengah masyarakat.</p>
<p>Di level tertentu, perkembangan ini dapat dikatakan sebagai bagian dari konstelasi baru yang berkembang melalui berbagai bentuk inovasi dan inisiatif yang menggejala di tingkat lokal maupun internasional. Bertumbuhnya akses, keterbukaan dan konektifitas yang dimungkinkan melalui penggunaan teknologi komunikasi dan media baru telah ikut membentuk wajah peradaban dunia secara global. Dalam perkembangannya, hal ini semakin meleburkan sekat teritori politik dan budaya melalui serangkaian pola interaksi sosial dan ekonomi yang baru.</p>
<p>Meskipun hadir dengan sosok yang samar-samar, kemunculan kondisi baru yang berkembang saat ini setidaknya telah ikut mewarnai sebuah era yang ditandai dengan kehadiran berbagai bentuk situasi turbulensi yang melahirkan dinamika, tantangan dan riak perubahan di tengah-tengah masyarakat luas. Di satu sisi, hal ini kemudian mendorong lahirnya rasa ingin tahu dan antusiasme dalam menyambut berbagai prospek, aransemen dan spekulasi mengenai masa depan yang baru. Namun begitu, tampaknya pada saat yang bersamaan kondisi ini juga ikut menghadirkan berbagai bentuk kebingungan, keraguan dan skeptisisme yang mendalam di kalangan masyarakat luas.</p>
<p><span id="more-1287"></span></p>
<p>Dalam konteks ini dapat dikatakan bahwa kita telah menemukan cerminan semangat zaman yang dipenuhi dengan ambivalensi dan kontradiksi. Kondisi ini barangkali dapat digambarkan melalui sebentuk cakrawala yang mengambang (<em>floating horizon</em>), yang menyiratkan garis pertemuan dua titik ekstrim dari imajinasi kolektif yang saling tarik-menarik. Dualisme pandangan yang mewarnai persepsi dalam menghadapi kenyataan keseharian yang ada setidaknya telah melahirkan rasa gamang yang senantiasa menuntut kita untuk bersikap awas dan hati-hati. Hal ini terutama diperlukan untuk menyoroti berbagai bentuk kondisi yang secara langsung ikut menyentuh persoalan yang terkait dengan kehidupan masyarakat sipil dan persoalan lingkungan hidup yang saat ini tengah diwarnai oleh berbagai bentuk kesenjangan, disfungsi dan krisis yang sangat parah.</p>
<p>Seiring dengan uraian di atas, Nu-Substance Festival 2010: Floating Horizon mengajak khalayak ramai untuk mengambil jeda dan menelusuri kembali berbagai bentuk fenomena yang terkait dengan kehidupan masyarakat sipil dan kondisi lingkungan yang ada saat ini, khususnya dalam ranah yang terkait dengan perkembangan teknologi komunikasi dan media baru. Melalui beberapa kegiatan yang akan digelar, diharapkan masyarakat luas dapat mengambil jarak untuk melakukan dialog dan refleksi, serta bernegosiasi dengan berbagai bentuk perubahan situasi dan konstelasi perkembangan zaman yang baru. Dalam hal ini, penyelenggaraan Nu-Substance Festival 2010: Floating Horizon juga merupakan sebuah bentuk tawaran atau bahkan konfrontasi wacana dan praktik yang sekaligus merupakan upaya konsolidasi untuk menemukan taktik, strategi dan manuver untuk menyikapi berbagai bentuk perubahan dan situasi baru yang berkembang di sekeliling kita saat ini.</p>
<p><strong>Program &amp; Kegiatan<br />
Berhala Gugur | Pertunjukan Pantun Buhun Oleh Mang Ayi &amp; Wa Itok</strong><br />
Featuring: Tisna Sanjaya (Pusat Kebudayaan Cigondewah), Addy Gembel (Forgotten), Man (Jasad), &amp; Hawe Setiawan (<a href="http://sundanesecorner.org/" rel="nofollow">http://sundanesecorner.org/</a>). Opening by Karinding Attack.<br />
Hari: Jumat, 9 Juli 2010<br />
Jam: 19.00 &#8211; selesai<br />
Venue: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung.</p>
<p><strong>Workshop Merakit 8-Step Sequencer Synthesizer</strong><br />
Hari: Kamis, 15 Juli 2010<br />
Jam: 15.00 &#8211; 19.00 WIB<br />
Venue: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung.<br />
Kontak &amp; Informasi: Diza (081802094310), Egga (085623300445)</p>
<p><strong>Pemutaran Film Dokumenter Musik</strong><br />
Menampilkan: Generasi Menolak Tua, Inside Your Shoes, Superman is Dead Australian Tour, Ras Muhammad Next Chapter Documentary, &amp; Release the Bats (2007 &#8211; 2010)/ A Documentary About Experimental &amp; Improvised Music from Europe.<br />
Hari: Jumat &amp; Sabtu, 16 &#8211; 17 Juli 2010<br />
Jam: 15.00 &#8211; 18.00<br />
Venue: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung.</p>
<p><strong>Pameran Seni &#8220;The Loss of the Real&#8221;</strong><br />
Peserta: Benjamin Laurent Aman (FR), Romain Osi (FR), Daito Manabe (JP), Takao Minami (JP), Amar Mahboob (PK), Forum Lenteng (ID), Jompet (ID), House of Natural Fiber (ID), Bandung Oral History (ID), Widianto Nugroho (ID), Deden H. Durrachman (ID), Agan Harahap (ID), Dimas Arif Nugroho (ID), &amp; Prilla Tania (ID).</p>
<p>Pembukaan: Minggu, 18 Juli 2010<br />
Artist Talk: Selasa, 20 Juli 2010<br />
Workshop &amp; Demo by Daito Manabe (JP): Rabu, 21 Juli 2010<br />
Pameran: 19 Juli &#8211; 1 Agustus 2010<br />
Venue: Selasar Sunaryo Artspace, Jl. Bukit Pakar Timur no. 100, Bandung.</p>
<p><strong>Expert Meeting for New Media, Civil Society, &amp; Environmental Sustainability</strong><br />
Peserta: Stephen Kovats (transmediale, DE), Victoria Sinclair (ArcSpace Manchester/ Bricolabs, UK), Atteqa Malik (Mauj Media Collective, PK), Lorenzo Marsili (European Alternatives, IT), Catherine Candano (Tunza South East Asia Youth Environment Network, PH/ SG), Arthit Suriyawongkul (Thai Netizen Network &amp; Creative Commons Thailand, TH), Venzha Christiawan (House of Natural Fiber, ID), Gustaff H. Iskandar (Common Room, ID), etc.</p>
<p>Pertemuan: 19 &#8211; 24 Juli 2010<br />
Venue: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung &amp; Selasar Sunaryo Artspace, Jl. Bukit Pakar Timur no. 100, Bandung.<br />
Presetasi Publik: 20 &amp; 22 July 2010, CCF Bandung, Jl. Purnawarman no. 32.</p>
<p><strong>FOSS Community Gathering: Otuz Graphic Novel Presentation by Monty Aji (Screamous, ID)</strong><br />
Hari: Jumat, 30 Juli 2010<br />
Jam: 15.00 &#8211; 18.00 WIB<br />
Venue: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung.</p>
<p><strong>Silent Zone | Konser Musik/ Launching OpenLabs Electronic Music Compilation</strong><br />
Menampilkan: Benjamin Laurent Aman (FR), Bottlesmoker (ID), DO EAR yes (ID), #KRESS (ID), Asturiaz (ID), Europe in de Tropen (ID), Fix Future (ID), m.u.s.i.k [elektrik] (ID), Slylab (ID), Space and Missile (ID), &amp; text.tuRE (ID).<br />
Hari: Sabtu, 31 Juli 2010<br />
Jam: 18.00 WIB &#8211; selesai<br />
Venue: CCF Bandung, Jl. Purnawarman no. 32<br />
HTM: IDR. 10.000,-</p>
<p><strong>Botram dan Kampanye Publik: Save Manglayang Mountain</strong><br />
Hari: Minggu, 1 Agustus 2010<br />
Jam: 07.00 &#8211; 15.00 WIB<br />
Venue: Hutan Raya Gunung Manglayang<br />
Kontak dan informasi: Addy Gembel (02270025295)</p>
<p>More info: <a href="http://nusubstance.commonroom.info/" target="_blank">http://nusubstance.commonroom.info</a></p>
<p><em>Pelaksanaan kegian Nu-Substance Festival 2010: Floating Horizon didukung oleh Asia Europe Foundation, Goethe-Institut, Japan Foundation, HIVOS, CCF Bandung, Selasar Sunaryo Artspace, dan Pemerintah Kotamadya Bandung. Partner media: STV, Prambors Bandung, KAMPUS &#8211; Pikiran Rakyat, SUAVE &amp; PROVOKE!</em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2010/nu-substance-festival-2010-floating-horizon-9-july-1-august-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Secret Garden Revisited: Karinding Attack!!! &#124; Common Room &#124; 21 February 2009</title>
		<link>http://commonroom.info/2009/secret-garden-revisited-karinding-attack-common-room-21-february-2009/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2009/secret-garden-revisited-karinding-attack-common-room-21-february-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2009 04:40:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Concert]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=420</guid>
		<description><![CDATA[ Blue Flashing Lights (Polyester Embassy feat. Karinding Attack!!!)
Kegiatan ini pertama kali dirintis oleh Polyester Embassy pada bulan Juli tahun 2007 di Common Room. Pada saat itu selain tampil sebagai headliner, mereka juga menampilkan Aplha Alpha dan Astrolab, dimana kedua band ini masih terhitung pendatang baru dalam scene musik independen kota Bandung.
Kali ini, Polyester Embassy [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><object width="425" height="344" data="http://www.youtube.com/v/_dsgvovMUvY&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/_dsgvovMUvY&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" /><param name="allowfullscreen" value="true" /></object><br />
<em> Blue Flashing Lights (Polyester Embassy feat. Karinding Attack!!!)</em></p>
<p>Kegiatan ini pertama kali dirintis oleh Polyester Embassy pada bulan Juli tahun 2007 di Common Room. Pada saat itu selain tampil sebagai headliner, mereka juga menampilkan Aplha Alpha dan Astrolab, dimana kedua band ini masih terhitung pendatang baru dalam scene musik independen kota Bandung.</p>
<p>Kali ini, Polyester Embassy kembali tampil dengan menampilkan dua band pendatang baru, yaitu Goodbye Lenin dan Laifenhop. Selain itu, mereka juga akan mencoba untuk berkolaborasi dengan para seniman tradisi yang memainkan musik dengan menggunakan instrumen bambu semisal karinding, toleat, bangkong raong, dsb.</p>
<p>Opening by:<br />
- Polyester Embassy<br />
- Goodbye Lenin<br />
- Laifenhop</p>
<p>Also featuring:<br />
- Pertunjukan musik oleh Karinding Attack!!! dan Kelompok Seni Giri Kerenceng<br />
- Pameran Etnologi dan Budaya Masyarakat Sunda (curated by Zaini Alif)</p>
<p><em>* Kegiatan ini diselenggarakan oleh Gimmick Creative Movements</em></p>
<p>Berita terkait bisa diakses halaman <a href="http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&amp;id=61261" target="_blank">Kampus Pikiran Rakyat</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2009/secret-garden-revisited-karinding-attack-common-room-21-february-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peringatan Satu Tahun Insiden Sabtu Kelabu &#124; Gedung AACC &#124; 9 Februari 2009</title>
		<link>http://commonroom.info/2009/peringatan-satu-tahun-insiden-sabtu-kelabu-gedung-aacc-9-februari-2009/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2009/peringatan-satu-tahun-insiden-sabtu-kelabu-gedung-aacc-9-februari-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 05:59:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Campaign]]></category>
		<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Human Rights]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=371</guid>
		<description><![CDATA[Insiden Sabtu Kelabu, Setelah Satu Tahun Berlalu
Oleh Gustaff H. Iskandar**
I

“Setiap orang memiliki hak yang sama untuk ikut serta dalam berbagai kegiatan kebudayaan dan menikmati kesenian, selain turut serta dalam mengecap kemajuan dan manfaat dari ilmu pengetahuan.” (Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia, pasal 27, ayat 1. Diterima dan diumumkan oleh Majelis Umum PBB pada tanggal 10 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-372" title="aacc09" src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2009/03/aacc09.jpg" alt="aacc09" width="480" height="320" /></p>
<p><strong>Insiden Sabtu Kelabu, Setelah Satu Tahun Berlalu<br />
</strong>Oleh Gustaff H. Iskandar**</p>
<p style="text-align: center;">I<em><br />
</em></p>
<p style="text-align: right;"><em>“Setiap orang memiliki hak yang sama untuk ikut serta dalam berbagai kegiatan kebudayaan dan menikmati kesenian, selain turut serta dalam mengecap kemajuan dan manfaat dari ilmu pengetahuan.” (Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia, pasal 27, ayat 1. Diterima dan diumumkan oleh Majelis Umum PBB pada tanggal 10 Desember 1948 di Palais de Chailot – Paris, melalui resolusi 217 A (III).)</em><em>“</em></p>
<p>Bagi sebagian komunitas anak muda di kota Bandung, penghujung tahun 2007 dapat dikatakan merupakan sebuah momen yang melahirkan semangat yang baru. Pada bulan November 2007, Minor Books merilis buku berjudul My Self: Scumbag Beyond Life and Death yang ditulis oleh Kimung. Buku ini menceritakan sepak terjang kehidupan Ivan Scumbag yang meninggal dunia pada tahun 2006. Ia adalah salah satu pendiri sekaligus vokalis dari BurgerKill yang berasal dari daerah Ujungberung. Saat itu acara peluncuran buku diselenggarakan di Common Room dengan suasana yang sangat sederhana dan mengharukan. Seakan-akan sosok Ivan Scumbag masih hidup dan hadir di tengah-tengah semua yang hadir pada saat itu.</p>
<p>Pada bulan Januari 2008, Minor Books kemudian menyelenggarakan acara diskusi dan bedah buku, lengkap dengan pertunjukan musik akustik dari Burgerkill di Selasar Sunaryo Artspace. Selain dihadiri oleh sekitar 300 orang kerabat dekat Ivan, acara ini juga menghadirkan dr. Teddy Hidayat, SpKJ (Psikiater), Drs. Reiza D. Dienaputra, M.Hum (Ahli sejarah), Prof. Dr. Ignatius Bambang Sugiharto (Filsuf), Andy Fadly (Musisi) dan Kimung. Selama kurang lebih 3 jam lamanya, para peserta yang hadir diajak untuk membicarakan berbagai aspek hidup Ivan Scumbag. Secara panjang lebar Kimung bercerita mengenai perjuangan Ivan dan teman-temannya di Ujungberung dalam membangun komunitas yang selama ini memiliki akar dan kecintaan terhadap apa yang mereka tekuni secara sungguh-sungguh: musik metal.</p>
<p>Rangkaian kegiatan ini rupa-rupanya melahirkan gairah baru di kalangan komunitas pecinta musik metal di kota Bandung. Peluncuran buku My Self: Scumbag Beyond Life and Death seakan menandai babak baru dari perkembangan musik ekstrim di kota Bandung yang telah berkembang selama lebih dari satu dekade. Setelah Ivan Scumbag meninggal dunia, semangat untuk mengembangkan komunitas penggemar musik metal di kota Bandung tidak lantas padam. Pengaruh perkembangan komunitas musik metal di Ujungberung selama ini dapat dikatakan telah memberikan warna tersendiri di kota Bandung. Dengan segala keterbatasan yang ada, komunitas Ujungberung menjadi salah satu elemen penting yang melahirkan banyak musisi, teknisi dan operator yang menjadi garda terdepan bagi perkembangan industri musik independen di kota Bandung.</p>
<p>Namun selanjutnya kenyataan berbicara lain. Pada tanggal 9 Februari 2008 sebuah insiden terjadi di gedung Asia Africa Cultural Center (AACC). Saat itu ratusan anak muda penggemar musik metal kota Bandung bergerombol menghadiri konser kelompok Beside yang meluncurkan album pertama mereka yang berjudul Against Ourselves (Absolute Records/ Parapatan Rebel, 2008). Beberapa saat setelah konser selesai, kericuhan terjadi di pintu keluar. Kerumunan massa yang berdesak-desakan melahirkan sebuah bencana yang tidak pernah terbayangkan akan terjadi malam itu. 11 orang anak muda meninggal. Seketika suasana kota Bandung menjadi begitu kelam. Beberapa teman harus menginap di kantor Polisi, sementara yang lain tercerai berai tak tentu arah.<span id="more-371"></span></p>
<p>Keesokan harinya, beberapa kawan yang tergabung di dalam komunitas Solidaritas Independen Bandung (SIB) berinisiatif untuk melakukan konsolidasi di Common Room. Kebetulan pada hari itu ada kegiatan Community Gathering yang diselenggarakan oleh Bandung Creative City Forum (BCCF) di tempat yang sama. Seperti yang telah diduga sebelumnya, insiden di AACC seketika merebak menjadi persoalan yang menarik perhatian banyak orang, termasuk media massa di dalam dan luar negeri. Di tengah-tengah situasi yang menyisakan kesedihan dan ketidakjelasan, beberapa teman yang secara langsung menghadiri acara di gedung AACC berusaha untuk memberikan klarifikasi untuk menjernihkan situasi. Namun sepertinya semua orang yang hadir pada saat itu paham kalau insiden tersebut telah kadung menjadi lembaran gelap bagi pergerakan musik bawahtanah di kota Bandung.</p>
<p style="text-align: center;">II</p>
<p>Selepas peristiwa bencana yang kemudian dikenal sebagai Insiden Sabtu Kelabu, komunitas penggemar musik metal di kota Bandung kemudian menjadi korban perang opini yang secara gencar disebarkan oleh media massa. Stigma negatif yang menuding penggemar musik metal sebagai komunitas yang dekat dengan kekerasan, alkohol dan narkoba menyebabkan persoalan yang sepertinya menjadi penyebab utama dari bencana ini semakin terlupakan. Komunitas penggemar musik ekstrim semakin terpojok ketika suara mayoritas diarahkan untuk mengadili persepsi dan ekspresi artistik mereka secara sepihak. Sementara itu, banyak yang kemudian beranggapan kalau insiden ini semata-mata merupakan kesalahan yang harus ditanggung oleh penyelenggara dan para penggemar musik metal kota Bandung yang identik dengan pergerakan komunitas musik underground.</p>
<p>Satu minggu setelah terjadinya insiden, SIB bekerjasama dengan Rumah Cemara menyelenggarakan dialog publik di Gedung Teater Tertutup Dago Tea Huis. Acara ini digelar sebagai forum rekonsiliasi dan klarifikasi bagi peristiwa Insiden Sabtu Kelabu. Selain dihadiri oleh sekitar 700 anak muda dari berbagai komunitas di kota Bandung, acara ini juga menghadirkan I Budhyana yang saat itu menjabat Kadisbudpar Provinsi Jawa Barat, Yesmil Anwar (Kriminolog), dr. Teddy Hidayat, SpKJ (Psikiater), Tisna Sanjaya (Seniman), Kimung (Guru/ penulis) dan Addy Gembel (Musisi/ vokalis Forgotten). Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh beberapa perwakilan keluarga korban. Diantara yang hadir adalah Pak Masrion yang merupakan ayah kandung dari almarhum Ahmad Wahyu Effendi, salah satu dari 11 korban Insiden Sabtu Kelabu.</p>
<p>Dalam acara ini, para pembicara mengupas berbagai aspek yang terkait dengan Insiden Sabtu Kelabu serta dinamika perkembangan komunitas underground di kota Bandung. I Budhyana mengakui kalau sampai saat ini pemerintah belum memiliki fasilitas yang memadai untuk menyalurkan potensi kreatifitas anak muda di kota Bandung. Terkait dengan hal ini, Yesmil Anwar mengungkapkan kalau komunitas anak muda membutuhkan ruang publik yang representatif. Sayangnya regulasi dan aturan yang mengatur semua itu tidaklah jelas. Hal ini senada dengan apa yang diuraikan oleh dr. Teddy Hidayat yang mengupas semangat anak muda dengan segala gejolak psikologisnya. Menurut dr. Teddy Hidayat anak muda senantiasa membutuhkan ruang untuk berkarya dan berekspresi. sehingga berbagai bentuk ekspresi komunitas underground sebaiknya dilihat dalam kerangka potensi kreativitas anak muda.</p>
<p>Lebih jauh, dalam diskusi ini Kimung mengungkapkan kalau fenomena perkembangan komunitas underground hendaknya dilihat dalam perspektif yang lebih positif. Selama ini perkembangan komunitas underground di kota Bandung telah berhasil menciptakan kesempatan ekonomi dan lapangan kerja baru di kalangan anak muda. Namun sayangnya selama ini dinamika perkembangan komunitas underground tidak diimbangi dengan proses edukasi yang memadai. Terkait dengan hal ini, Addy Gembel juga mengungkapkan kalau dinamika perkembangan komunitas anak muda di kota Bandung saat ini sudah terlalu didominasi oleh kepentingan ekonomi yang secara perlahan mengikis aspek pendidikan dan pemberdayaan yang sebelumnya kerap dilakukan oleh segenap komunitas anak muda di kota Bandung.</p>
<p>Menyoroti persoalan di atas, Tisna Sanjaya mengungkapkan kalau potensi kreatifitas dan kemandirian yang selama ini dimiliki oleh komunitas underground tidak boleh padam dan harus terus dapat dikembangkan. Untuk hal ini, Tisna menyatakan bahwa komunitas underground sebagai bagian dari masyarakat di kota Bandung tidak usah menunggu sampai pemerintah turun tangan dan melakukan perbaikan. Baginya, Insiden Sabtu Kelabu hendaknya dijadikan momentum untuk membangun ruang atau kantung budaya secara mandiri agar komunitas underground dapat terus menyalurkan berbagai keresahan mereka. Untuknya berbagai potensi kreatifitas dan ekspresi anak muda harus tetap dapat berkembang dan menghindari konflik yang memakan korban. Hal ini senada dengan apa yang diuraikan oleh Pak Masrion. Dalam paparannya, Pak Masrion berharap agar insiden yang terjadi tidak meredam semangat dan kreatifitas anak muda di kota Bandung untuk mengembangkan potensi mereka. Selepas diskusi, para peserta secara perlahan kemudian bergerak menuju Gedung AACC guna melakukan acara doa bersama bagi para korban Insiden Sabtu Kelabu.</p>
<p style="text-align: center;">III</p>
<p>Situasi paska Insiden Sabtu Kelabu menyisakan trauma yang mendalam di kalangan komunitas penggemar musik metal di kota Bandung. Hal ini kemudian diperkeruh oleh berbagai bentuk stigma negatif yang berkembang di masyarakat. Namun begitu, hal ini tidak mengendurkan semangat beberapa kawan yang tergabung di dalam SIB untuk melakukan konsolidasi dan menjernihkan situasi. Dengan bantuan rekan-rekan wartawan media massa, beberapa perwakilan dari SIB yang dikoordinir oleh Reggy Kayong Munggaran secara aktif melakukan advokasi dan kampanye media untuk meluruskan berbagai informasi yang memojokan komunitas underground di kota Bandung. Selain itu SIB juga secara aktif menggelar kampanye ke beberapa sekolah dan menyelenggarakan berbagai kegiatan lain sebagai upaya untuk menyebarkan informasi yang lebih berimbang terkait dengan terjadinya insiden di AACC. Dalam kesempatan ini SIB mengumandangkan kampanye “melawan lupa” untuk mengingat Insiden Sabtu Kelabu sebagai bahan pembelajaran bagi banyak pihak, khususnya komunitas underground di kota Bandung.</p>
<p>Sementara itu tiga orang panitia penyelenggara ditangkap dan selanjutnya divonis penjara karena didakwa melanggar pasal 359 dan pasal 360 ayat (2) jo pasal 55 ayat (1) ke-1e KUHP, yakni kelalaian yang menyebabkan meninggal dunia. Tiga orang perwira menengah dan lima anggota kepolisian dinonaktifkan dan dipindah tugas ke tempat yang berbeda. Tidak berhenti sampai di sini, pihak kepolisian kemudian menetapkan peraturan Polda Jabar No. 5, tahun 2008 yang memperketat izin penyelenggaraan konser musik. Hal ini kemudian melahirkan dampak lanjutan yang mempersempit ruang gerak para penggemar musik di kota Bandung. Beberapa pertunjukan dibatalkan dan aktifitas musisi di kota Bandung mulai dibatasi. BurgerKill, salah satu band yang berasal dari daerah Ujungberung diminta untuk membatalkan beberapa pertunjukan mereka karena alasan keamanan. Hal yang sama juga menimpa beberapa band semisal Alone at Last, Gugat, Forgotten, dsb. Salah satu peristiwa yang mengejutkan adalah dihentikannya acara Bandung Youth Park Festival yang merupakan bagian dari kegiatan Helar Fesival 2008 oleh Polisi. Akibat peristiwa ini, walau tidak ada kerusuhan selama pertunjukan berlangsung Gimmick Creative Movement selaku penyelenggara harus menanggung kerugian sebesar Rp. 345.000.000, (Majalah Rolling Stone edisi Bulan Oktober 2008).</p>
<p>Di bawah pengetatan izin kegiatan konser musik oleh Polisi, beberapa komunitas anak muda memilih untuk menggelar konser illegal yang diselenggarakan di beberapa kampus atau studio. Salah satunya adalah konser Uber Rebel yang diselenggarakan di kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Konser ini kemudian dibubarkan oleh otoritas kampus karena dianggap tidak mengantungi izin. Sebagai buntutnya, Robi Rusdiana yang pada saat itu menjabat sebagai ketua HIMA Seni Musik di Program Studi Seni Musik Jurusan Sendratasik UPI diancam mendapatkan hukuman skorsing dan sempat diminta untuk menghentikan kegiatan perkuliahan untuk sementara waktu. Namun begitu, hal ini tidak membuat para penggemar musik metal menghentikan kegiatan mereka. Berbagai bentuk pertunjukan musik metal terus dilangsungkan dalam berbagai format. Selain itu, beberapa komunitas berinisiatif menyelenggarakan berbagai diskusi untuk mendapatkan pemahaman yang lebih reflektif atas insiden yang kadung menjadi lembaran hitam bagi perkembangan dunia musik kota Bandung di sepanjang tahun 2008.</p>
<p style="text-align: center;">IV</p>
<p>Rangkaian situasi di atas terasa begitu ironis ketika bersanding dengan kenyataan bahwa kota Bandung selama ini dikenal sebagai salah satu pusat perkembangan dunia kreatifitas di Indonesia. Pada bulan Juli 2007, Bandung dinobatkan menjadi proyek percontohan kota kreatif di wilayah Asia Timur. Hal ini tentu saja semakin membuktikan bahwa berbagai potensi kreatifitas yang dimiliki oleh kota Bandung telah mendapatkan pengakuan dari dunia internasional. Berbagai karya yang dihasilkan oleh para seniman, desainer, musisi dan para pekerja kreatif di kota Bandung selama ini memang kerap mendapatkan pengakuan dan penghargaan. Bukan hanya oleh masyarakat di kota Bandung, tetapi juga oleh mereka yang berasal dari kota atau negara lain. Sedikit dari banyak contohnya adalah seniman Tiarma D. Sirait dan Irwan Bagja Darmawan yang pernah diundang untuk berpameran di Havana Biennalle (Kuba), ataupun kelompok band The S.I.G.I.T yang pernah diundang untuk melakukan serangaian tour di beberapa kota Australia.</p>
<p>Selama ini berbagai bentuk potensi kreatifitas yang dimiliki oleh masyarakat di kota Bandung dapat dikatakan berkembang tanpa dukungan kebijakan dan infrastruktur yang layak. Tak jarang para pelaku dunia kreatifitas di kota Bandung harus bergerilya untuk dapat mengembangkan potensi mereka secara maksimal. Namun begitu, sampai saat ini dapat dikatakan bahwa kota Bandung telah berhutang banyak kepada berbagai potensi kreatifitas yang dimiliki oleh masyarakatnya, terlebih ketika selama beberapa waktu terakhir potensi ini telah banyak memberikan kontribusi bagi penciptaan kesempatan ekonomi dan lapangan kerja baru bagi banyak orang di kota ini. Sangat disayangkan apabila berbagai potensi yang ada selama ini belum dapat dikelola dan dikembangkan secara maksimal akibat minimnya dukungan kebijakan publik dan infrastruktur yang dapat menunjang perkembangannya secara berkelanjutan.</p>
<p>Terkait dengan insiden yang terjadi di Gedung AACC, dapat disimpulkan kalau insiden yang terjadi tidak semata-mata disebabkan oleh keteledoran penyelenggara. Hal ini terkait dengan kenyataan akan minimnya fasilitas publik yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas untuk menyalurkan berbagai bentuk aspirasi dan potensi kreatifitas yang mereka miliki. Sampai saat ini, meskipun dikenal sebagai salah satu pusat pergerakan kreatifitas di Indonesia, kota Bandung masih belum memiliki sarana publik yang dapat mengakomodasi berbagai bentuk potensi yang ada secara maksimal. Kalaupun ada, berbagai fasilitas yang dikembangkan umumnya hanya bisa dijangkau oleh kalangan tertentu saja. Sementara itu, fasilitas publik yang dikelola oleh negara kebanyakan memiliki kapasitas yang terbatas dan masih dikelola secara seadanya. Dalam hal ini, tampaknya pemerintah bersama-sama dengan masyarakat masih harus berjuang untuk menegakan hak masyarakat sipil untuk ikut serta dalam berbagai kegiatan kebudayaan dan menikmati kesenian, selain turut serta dalam mengecap kemajuan dan manfaat dari ilmu pengetahuan. (Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia yang merupakan bagian dari the International Bill of Human Rights. Telah diratifikasi ke dalam hukum positif di Indonesia dan dikenal sebagai Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya (<em>Hak Ekosob) dalam UU No. 11 Tahun 2005, tentang Pengesahan International Covenant on Economic, Social and Cultural Rights (Kovenan Internasional tentang Hak-hak Ekonomi, Sosial dan Budaya), pada tanggal 28 Oktober 2005.</em>)</p>
<p><em>** Penulis adalah seniman, bekerja untuk Common Room Networks Foundation</em></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2009/peringatan-satu-tahun-insiden-sabtu-kelabu-gedung-aacc-9-februari-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pictures from The Ostend # 2 &#124; CCF de Bandung &#124; Jumat, 9 Januari 2009</title>
		<link>http://commonroom.info/2009/the-ostend-2-ccf-bandung-9-januari-2009/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2009/the-ostend-2-ccf-bandung-9-januari-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2009 06:38:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>
		<category><![CDATA[Electronic Music]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=374</guid>
		<description><![CDATA[

The Ostend is a regular electronic music concert that is organized by OpenLabs, community based activity for electronic arts and media culture in Common Room. Taking place in CCF Bandung Auditorium, The Ostend # 2 featuring Polyester Embassy, Elemental Gaze, Bottlesmoker, Asturiaz, &#38; Slylab, including local VJs, such as Killafternoon, daminatilada, Isha Hening, 19ATE6, &#38; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-375" title="ostend_03" src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2009/03/ostend_03.jpg" alt="ostend_03" width="480" height="320" /><span id="more-374"></span></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-376" title="ostend_02" src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2009/03/ostend_02.jpg" alt="ostend_02" width="480" height="320" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-377" title="ostend_05" src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2009/03/ostend_05.jpg" alt="ostend_05" width="480" height="320" /></p>
<p>The Ostend is a regular electronic music concert that is organized by <a href="http://theopenlabs.com" target="_blank">OpenLabs</a>, community based activity for electronic arts and media culture in Common Room. Taking place in CCF Bandung Auditorium, The Ostend # 2 featuring Polyester Embassy, Elemental Gaze, Bottlesmoker, Asturiaz, &amp; Slylab, including local VJs, such as Killafternoon, daminatilada, Isha Hening, 19ATE6, &amp; RCKT. More pictures please visit: <a href="http://theopenlabs.com/2009/01/documentation-of-the-ostend2-9-jan-09/" target="_blank">http://theopenlabs.com</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2009/the-ostend-2-ccf-bandung-9-januari-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemutaran dan Diskusi Film Freedom Writers (Richard LaGravenese, 2007) &#124; Common Room &#124; 19 Desember 2008</title>
		<link>http://commonroom.info/2008/pemutaran-dan-diskusi-film-freedom-writers-richard-lagravenese-2007-common-room-19-desember-2008/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2008/pemutaran-dan-diskusi-film-freedom-writers-richard-lagravenese-2007-common-room-19-desember-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Dec 2008 12:54:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Human Rights]]></category>
		<category><![CDATA[Screening]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=365</guid>
		<description><![CDATA[More pictures at http://bandungoralhistory.org]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-366" title="screening_web01" src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2009/02/screening_web01.jpg" alt="screening_web01" width="480" height="360" /></p>
<p>More pictures at <a href="http://bandungoralhistory.org/2008/12/pemutaran-dan-diskusi-film-freedom-writers-richard-lagravenese-2007-common-room-19-desember-2008/" target="_blank">http://bandungoralhistory.org</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2008/pemutaran-dan-diskusi-film-freedom-writers-richard-lagravenese-2007-common-room-19-desember-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Diskusi Kebebasan Berekspresi dan Toleransi di Indonesia &#124; Common Room &#124; 12 Desember 2008</title>
		<link>http://commonroom.info/2008/diskusi-kebebasan-berekspresi-dan-toleransi-di-indonesia-common-room-12-desember-2008/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2008/diskusi-kebebasan-berekspresi-dan-toleransi-di-indonesia-common-room-12-desember-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2008 12:35:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Human Rights]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=360</guid>
		<description><![CDATA[Guest speaker: Tisna Sanjaya (Artist) &#38; Yesmil Anwar (Law Practitioner)
Moderator: Reggi Kayong Munggaran
More pictures at http://bandungoralhistory.org]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-361" title="diskusi_blog_04" src="http://commonroom.info/wp-content/uploads/2009/02/diskusi_blog_04.jpg" alt="diskusi_blog_04" width="480" height="360" /></p>
<p>Guest speaker: Tisna Sanjaya (Artist) &amp; Yesmil Anwar (Law Practitioner)<br />
Moderator: Reggi Kayong Munggaran<br />
More pictures at <a href="http://bandungoralhistory.org/2008/12/foto-diskusi-kebebasan-berekspresi-dan-toleransi-di-indonesia/" target="_blank">http://bandungoralhistory.org</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2008/diskusi-kebebasan-berekspresi-dan-toleransi-di-indonesia-common-room-12-desember-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia &#124; Community Gathering &#124; Diskusi &#124; Parade &#124; Botram &#124; 5 &amp; 8 Juni 2008</title>
		<link>http://commonroom.info/2008/blog-entry-peringatan-hari-lingkungan-hidup-sedunia-community-gathering-diskusi-parade-botram-5-8-juni-2008/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2008/blog-entry-peringatan-hari-lingkungan-hidup-sedunia-community-gathering-diskusi-parade-botram-5-8-juni-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 12:41:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blauloretta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Environment]]></category>
		<category><![CDATA[Gathering]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=759</guid>
		<description><![CDATA[(Mimpi) Hak Atas Lingkungan Hidup Yang Sehat
Hak atas lingkungan tidak diatur secara aksplisit dalam Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia (DUHAM). Namun, gerakan lingkungan hidup (environmental movement) belum sepenuhnya efektif dalam mencoba mendorong ekplisitas hukum sebagai hak dasar. Meski cukup banyak pengaturan lainnya menyangkut hak atas lingkungan dalam hukum internasional seperti yang tersebut di atas, hak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i220.photobucket.com/albums/dd114/gustaffharriman/webflyer_lingkungan2008-1.jpg" border="0" alt="Photobucket" /></p>
<p><strong>(Mimpi) Hak Atas Lingkungan Hidup Yang Sehat</strong></p>
<p>Hak atas lingkungan tidak diatur secara aksplisit dalam Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia (DUHAM). Namun, gerakan lingkungan hidup (<em>environmental movement</em>) belum sepenuhnya efektif dalam mencoba mendorong ekplisitas hukum sebagai hak dasar. Meski cukup banyak pengaturan lainnya menyangkut hak atas lingkungan dalam hukum internasional seperti yang tersebut di atas, hak atas lingkungan sebagai hak asasi manusia barulah mendapat pengakuan dalam bentuk kesimpulan oleh sidang Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia pada bulan April 2001 bahwa “Setiap orang memiliki hak hidup di dunia yang bebas dari polusi bahan-bahan beracun dan degradasi lingkungan hidup”.</p>
<p>Bagi Indonesia, pembangunan nasional yang diselenggarakan adalah mengikuti pola pembangunan yang berkelanjutan yang diakomodasi dalam Undang-undang Dasar 1945 pasal 33 ayat (3). Ketentuan tersebut memberikan dasar hukum bagi penyelenggaraan pengelolaan lingkungan hidup yang bertujuan melestarikan kemampuan lingkungan hidup agar dapat tetap menunjang kesejahteraan dan mutu hidup generasi lingkungan hidup.</p>
<p>Generasi lingkungan hidup akan terwujud ketika peran serta atau partisipasi masyarakat merupakan bagian yang lekat dalam proses politik, kebudayaan dan demokrasi. Salah satu prasyarat utama dalam mewujudkan partisipasi itu adalah adanya keterbukaan dan transparansi. Beberapa hal yang memungkinkan keterbukaan (<em>openness</em>) terjadi adalah:</p>
<ol>
<li>Hak untuk mengetahui (<em>right to know/ meeweten</em>) secara utuh, benar dan akurat.</li>
<li>Hak untuk memikirkan (<em>right to think/ meedenken</em>); terlibat dalam pemikiran, pengkajian dan penelitian tentang apa yang sikap yang baik dalam pemgelolaan lingkungan hidup.</li>
<li>Hak untuk menyatakan pendapat (<em>right to speech/ meespreken</em>)</li>
<li>Hak untuk mempengaruhi pengambilan keputusan (<em>right to participate in decision making process/ meebeslissen</em>)</li>
<li>Hak untuk mengawasi pelaksanaan keputusan (<em>right to watch in implementing of the decision/ meetoezien</em>) kontrol masyarakat.</li>
</ol>
<p>Mungkinkah? Hukum sampai saat ini belum menunjukan sebagai suatu yang mendorong ajegnya suatu perlindungan akan hak. Sepertinya hukum dan hak adalah hal yang paralel. Kesadaran masyarakatnya sendiri yang harus mengambil posisi yang strategis sebagai fondasi <em>civil society</em>. Budaya sebagai sebuah hasil interaksi sosial akan mengambil peran yang sangat strategis dalam upaya mewujudkan kesadaran publik akan pentingnya lingkungan hidup yang sehat dan beradab.</p>
<p>Diskusi publik yang digagas akan mencoba menerobos batasan hukum dan budaya. Dan kemudian akan menjadikan sebuah tawaran yang mungkin akan lebih membumi, termanifestasi dan terintegrasi secara utuh dalam sikap. Untuk hidup dan kehidupan yang lebih baik. Alam yang lebih alami, hidup yang lebih manusiawi lebih hidup…</p>
<p>Berita terkait bisa diakses di halaman berikut:<br />
<a href="http://www.pikiran-rakyat.com/node/72653" target="_blank">SIB Kritik Pemerintah</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2008/blog-entry-peringatan-hari-lingkungan-hidup-sedunia-community-gathering-diskusi-parade-botram-5-8-juni-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Agenda Kegiatan Bulan Agustus 2006</title>
		<link>http://commonroom.info/2006/agenda-kegiatan-bulan-agustus-2006/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2006/agenda-kegiatan-bulan-agustus-2006/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Aug 2006 08:09:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>koesuma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[AGENDA RUTIN
Senin
++ Klab Baca Online, pk. 16.00 “ 18.00
Add di klabaca@yahoo.com
++ Klab Nulis, pk. 16.00 “ 18.00
Jumat
++ English Club, pk. 17.00 “ 18.30
Sabtu
++ Klab Origami, pk. 14.00 “ 16.00
Biaya: Rp. 10.000/pertemuan
++ Klab Rajut: Kelas Knitting Dasar, pk. 11.00 “ 12.30
biaya: Rp. 100.000,-/4x pertemuan
Kelas Crochet Dasar, pk. 14.00 “ 15.30
biaya: Rp. 100.000,-/4x pertemuan
++ Klab Nulis Pemula, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>AGENDA RUTIN</p>
<p>Senin<br />
++ Klab Baca Online, pk. 16.00 “ 18.00<br />
Add di <a href="mailto:klabaca@yahoo.com">klabaca@yahoo.com</a><br />
++ Klab Nulis, pk. 16.00 “ 18.00</p>
<p>Jumat<br />
++ English Club, pk. 17.00 “ 18.30</p>
<p>Sabtu<br />
++ Klab Origami, pk. 14.00 “ 16.00<br />
Biaya: Rp. 10.000/pertemuan<br />
++ Klab Rajut: Kelas Knitting Dasar, pk. 11.00 “ 12.30<br />
biaya: Rp. 100.000,-/4x pertemuan<br />
Kelas Crochet Dasar, pk. 14.00 “ 15.30<br />
biaya: Rp. 100.000,-/4x pertemuan<br />
++ Klab Nulis Pemula, pk. 16.00 “ 18.00<br />
Biaya: Rp. 10.000,-/bulan</p>
<p>Minggu<br />
++ Klab Rajut: Kelas Knitting Lanjutan, pk. 13.00 “ 14.30<br />
++ Klab Jazz, pk.16.00 “ 18.00</p>
<p>++ Klab Klassik, pk. 13.00 “ 15.00<br />
13 Agustus 2006: Review Classical Guitar Fiesta<br />
20 Agustus 2006: Nonton Bareng DVD Biografi Mozart</p>
<p>SPESIAL EVENTS</p>
<p>Kompetisi Robot Cerdas Pemadam Api dan Pembentukan Klab Robot Bandung<br />
Sabtu, 5 Agustus 2006, pk. 10.00 “ 17.00 WIB &#038;<br />
Minggu, 6 Agustus 2006, pk. 10.00 “ 16.00 WIB</p>
<p>Sabtu, 19 Agustus 2006, Pk. 15.00<br />
Gathering Klab Hobi di Common Room</p>
<p>Buletin KlabKlassik LEGATO<br />
Terbit tiap bulan<br />
Dapatkan di Toko Buku Kecil. Gratis! </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2006/agenda-kegiatan-bulan-agustus-2006/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kursus Metodologi Penelitian Kualitatif</title>
		<link>http://commonroom.info/2006/kursus-metodologi-penelitian-kualitatif/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2006/kursus-metodologi-penelitian-kualitatif/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jun 2006 08:05:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>koesuma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[11 Juli s/d 11 Agustus 2006
Instruktur:
Santi Indra Astuti, S.Sos., M.Si. (Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Unisba dan Peneliti LIPI).
Tempat terbatas (max 20 peserta)
Biaya keikutsertaan Rp. 300.000/ orang (mendapatkan sertifikat, Materi dan konsumsi).
Pendaftaran di Tobucil Jl. Kyai Gede Utama 8 Bandung t/f. 022 2503404
Yang berbeda dari pelatihan in adalah bimbingan praktiknya. Kita nggak menjamin apa-apa kecuali bahwa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>11 Juli s/d 11 Agustus 2006<br />
Instruktur:<br />
Santi Indra Astuti, S.Sos., M.Si. (Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Unisba dan Peneliti LIPI).<br />
Tempat terbatas (max 20 peserta)<br />
Biaya keikutsertaan Rp. 300.000/ orang (mendapatkan sertifikat, Materi dan konsumsi).<br />
Pendaftaran di Tobucil Jl. Kyai Gede Utama 8 Bandung t/f. 022 2503404</p>
<p>Yang berbeda dari pelatihan in adalah bimbingan praktiknya. Kita nggak menjamin apa-apa kecuali bahwa peserta akan mendapatkan bimbingan praktik melakukan riset kualitatif hingga dengan kerjasama yang baik dan partisipasi aktif peserta, mereka akan mampu menghasilkan laporan yang utuh di akhir pelatihan&#8230;</p>
<p>Kurikulum Workshop:<br />
1. Riset Kualitatif: Sebuah Pengantar, 11 juli , Pk. 16.00 -19.00<br />
- Materi ini menyajikan pemahaman konsep-konsep dasar riset kualitatif. Sedikit cerita tentang mengapa melakukan riset kualitatif. Apa saja yang harus disiapkan untuk melakukan riset kualitatif. Tapi, lebih penting dari itu, logika berpikir macam apa yang mendasari riset kualitatif, sehingga membedakan proses mau pun output-nya dari riset kuantitatif. Dilengkapi dengan contoh-contoh relevan, materi ini bermaksud memperkenalkan pendekatan alternatif untuk melakukan penelitian dalam berbagai tahapan dan jenjang studi.</p>
<p>2. Tak Sekadar Berpikir Non Eksak: Tradisi-tradisi Teoritis Dalam Riset Kualitatif, 12 juli 2006, Pk. 16.00 -19.00<br />
- Melakukan penelitian kualitatif tak hanya berarti berpikir secara kualitatif. Menerapkan logika kualitatif, bagaimana pun, mesti dilandasi oleh pemahaman mengenai sejumlah tradisi teoritis yang mendasari asumsi-asumsi riset kualitatif. Materi ini bermaksud memperkenalkan sejumlah tradisi teoritis yang umum dalam riset kualitatif, meliputi etnografi, etnometodologi, interaksionisme simbolik, fenomenologi, kritis, konstruksionisme, dll.</p>
<p>3. Ragam Metode Kualitatif, Kamis, 13 Juli 2006, Pk. 16.00 &#8211; 19.00<br />
- Ulasan mengenai metode-metode kualitatif yang digunakan sesuai dengan keperluannya. Disertai contoh-contoh penelitian yang memperlihatkan konsistensi antara tradisi teoritis hingga pemilihan metode dan penerapannya di lapangan.</p>
<p>4. Teknik-Teknik Pengumpulan Data, Jumat, 14 Juli 2006, Pk. 16.00 -19.00<br />
- Mengulas proses pengumpulan data di lapangan, disertai penjelasan mengenai teknik-teknik pengumpulan data untuk berbagai kasus, berbagai situasi. Selain itu, akan disajikan pula cara-cara mempresentasikan data sehingga memudahkan pembacaan dan analisis data. Contoh-contoh meliputi matriks research problem, metodologi, rancangan pengumpulan data di lapangan, dan praktik pengumpulan data apabila memungkinkan.</p>
<p>5. Setelah Data, Lalu Apa? Subjudul: Teknik-Teknik Analisis Data, Selasa, 18 juli 2006, Pk. 16.00 -19.00<br />
- Salah satu permasalahan yang kerap dihadapi periset kualitatif berkenaan dengan proses interpretasi data dan analisis permasalahan. Kelemahan sebagian besar riset kualitatif terletak pada &#8216;miskinnya&#8217; interpretasi dan analisis data. Materi ini bermaksud menjabarkan sejumlah teknik yang lazim digunakan para periset kualitatif dalam proses interpretasi dan analisis data, sehingga data yang dihasilkan akan &#8216;bermakna&#8217; dan &#8216;bersuara&#8217;. Seperti biasa, akan disajikan contoh mulai dari proses mengekstraksi data hingga melakukan analisis dan interpretasi atas hasil ekstraksi data tersebut.</p>
<p>6. Format Proposal, Format Laporan, Rabu, 19 Juli 2006, Pk. 16.00 -19.00<br />
- Hal yang paling menentukan sebelum riset apapun dilakukan adalah menyiapkan proposal penelitian. Sebagai sebuah &#8216;peta&#8217; yang menjadi bagian penting dari suatu rencana perjalanan, proposal riset kualitatif memiliki karakteristik tersendiri. Ragam format proposal disajikan di sini, beserta format laporannya.</p>
<p>7. Assignment, kamis 20 juli 2006, Pk.16.00 -19.00<br />
- Satu-satunya cara untuk belajar riset kualitatif adalah melakukan riset kualitatif&#8230; So, let&#8217;s do it!</p>
<p>8. Konsultasi, 3 agustus 2006, Pk. 16.00 -19.00</p>
<p>9. Presentasi, 9-10 agustus 2006, Pk. 16.00 -19.00</p>
<p>10. pemutaran Film &#038; Diskusi, Penyerahan sertifikatm, Jumat, 11 agustus pk.15.00 &#8211; 18.00<br />
-Kinsey </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2006/kursus-metodologi-penelitian-kualitatif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Common Room Juni 2006</title>
		<link>http://commonroom.info/2006/common-room-juni-2006/</link>
		<comments>http://commonroom.info/2006/common-room-juni-2006/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jun 2006 08:05:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>koesuma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://commonroom.info/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[REGULAR PROGRAM
Senin
++ Klab Baca Online, pk. 15.00 &#8211; 17.00
Add di klabaca@yahoo.com
++ Klab Nulis, pk. 16.00 &#8211; 18.00
Kamis
++ Klab Nonton, pk. 15.00 &#8211; 17.00
8 Juni 2006 Pemutaran dan Launching Film Ben Karya Forum Filmmaker Pelajar Bandung
15 Juni 2006: Me And You And Everyone We Know Sutradara Miranda July
22 Juni 2006: Palindromes SutradaraTodd Solondz
29 Juni 2006: A [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>REGULAR PROGRAM</p>
<p>Senin<br />
++ Klab Baca Online, pk. 15.00 &#8211; 17.00<br />
Add di <a href="mailto:klabaca@yahoo.com">klabaca@yahoo.com</a><br />
++ Klab Nulis, pk. 16.00 &#8211; 18.00</p>
<p>Kamis<br />
++ Klab Nonton, pk. 15.00 &#8211; 17.00<br />
8 Juni 2006 Pemutaran dan Launching Film Ben Karya Forum Filmmaker Pelajar Bandung<br />
15 Juni 2006: Me And You And Everyone We Know Sutradara Miranda July<br />
22 Juni 2006: Palindromes SutradaraTodd Solondz<br />
29 Juni 2006: A Home at The End of The World Sutradara Michael Mayer</p>
<p>Sabtu<br />
++ Klab Origami &#8220;All about Flowers&#8221;, pk. 14.00 &#8211; 16.00<br />
++ Klab Rajut: Kelas Knitting Dasar, pk. 11.00 &#8211; 12.30<br />
biaya: Rp. 100.000,-/4x pertemuan<br />
Kelas Crochet Dasar, pk. 14.00 &#8211; 15.30<br />
biaya: Rp. 100.000,-/4x pertemuan<br />
++ Klab Nulis Pemula, pk. 16.00 &#8211; 18.00<br />
Biaya: Rp. 10.000,-/bulan</p>
<p>Minggu<br />
++ Klab Psiko-Pop, pk. 10.00 &#8211; 12.00<br />
++ Klab Rajut: Kelas Knitting Lanjutan, pk. 13.00 &#8211; 14.30<br />
++ Klab Jazz, pk.16.00 &#8211; 18.00<br />
4 Juni 2006: 2 Th KLAB JAZZ &#8211; Selayang Pandang Perkembangan<br />
11 Juni 2006: ESPOSE Overview<br />
18 Juni 2006: 2006 Grammy Award Winners &#8211; Category: Jazz<br />
25 Juni 2006: Sarasehan &#8211; Musik Jazz: Seni atau Hiburan (Industri)<br />
++ Klab Klassik, pk. 13.00 &#8211; 15.00<br />
11 Juni 2006: Diskusi mengenai Johann Sebastian Bach dan Pemutaran video autobiografi Julian Breem<br />
25 Juni 2006: Audisi Classical Guitar Fiesta</p>
<p>SPESIAL EVENTS</p>
<p>Klab Rajut membuka kelas baru! Tempat terbatas! Pendaftaran sampai tgl 9 Juni 2006<br />
# Kelas Knitting Dasar<br />
Sabtu, pk. 11.00 &#8211; 12.30<br />
Biaya: Rp. 100.000,-/4 pertemuan (termasuk alat dan bahan)<br />
# Kelas Knitting Lanjutan<br />
Minggu, pk. 13.00 &#8211; 14.30<br />
Biaya: Rp. 100.000,-/4 pertemuan (termasuk alat dan bahan)<br />
# Kelas Crochet Dasar<br />
Sabtu, pk. 14.00 &#8211; 15.30<br />
Biaya: Rp. 100.000,-/4 pertemuan (termasuk alat dan bahan)<br />
# Kelas Knitting Paket Liburan<br />
Sabtu dan Minggu<br />
Biaya: Rp. 150.000,-/8 pertemuan (termasuk alat dan bahan)</p>
<p>Klab Nonton bekerjasama dengan Forum Filmmaker Pelajar Bandung mempersembahkan<br />
Pemutaran dan Launching Film Ben Karya Forum Filmmaker Pelajar Bandung<br />
8 Juni 2006: pk. 15.00 &#8211; 17.00<br />
di Common Room Jl. Kyai Gede Utama 8 Bandung</p>
<p>Klab Nulis Common Room bekerjasama dengan Toko Buku Kecil dan Penerbit Jalasutra menyelenggarakan<br />
Bahas Buku dan Sharing Pengalaman Menulis<br />
Superstylish karya Nanda Ekarini<br />
Sabtu, 10 Juni 2006, pk. 16.00 &#8211; 18.00</p>
<p>Charity Afternoon for Yogja Electro Accoustic Concert</p>
<p>Jumat, 23 Juni 2006 Pk. 15:00 &#8211; 18:00 @ Common Room Jl. Kyai Gede Utama 8 Bandung Telp. 022 70800620, 2503404</p>
<p>Featuring: Pure Saturday, Jeruji, Laluna, Jeager Boy&#8217;s Transistror, The S.I.G.I.T, Brother&#8217;s Beat, Tiwi Sakuhachi, Rudi Aru-Boyke, 4 A.M. Quartet &#038; Klab Klasik.<br />
Donasi: rp. 10.000 (stiker + sumbangan buat korban gempa di Yogja)<br />
Sumbangan akan disalurkan melalui posko Studio Biru Yuk! Ngadinegaran, Yogjakarta<br />
Tentang Studio Biru: <a href="http://www.studiobiru.info" rel="nofollow">http://www.studiobiru.info</a><br />
For more info klik: <a href="http://www.commonroom.info" rel="nofollow">http://www.commonroom.info</a><br />
___________</p>
<p>Klab Baca dan Klab Nulis Common Room bekerjasama dengan Toko Buku Kecil dan Penerbit Obor menyelenggarakan<br />
Bahas Buku Sampar karya Albert Camus<br />
Pembicara: Pam<br />
Senin, 26 Juni 2006, pk. 16.00 â€“ 18.00</p>
<p>Audisi Classical Guitar Fiesta<br />
Minggu. 25 Juni 2005, pk. 10.00 &#8211; selesai</p>
<p>Klab Jazz bekerjasama dengan Hima ESP UNPAD menyelenggarakan<br />
ESPOSE â€“ A Slight Jazz for Community<br />
Menampilkan: Imam Pras Quartet, 4 Peniti, Riza Trioscape: Riza Arshad &#8211; Aksan Syuman &#8211; Yance Manusama, Parkdrive, SOVA<br />
Jumat, 9 Juni 2006<br />
Di Taman Budaya Jawa Barat (Dago Tea House)</p>
<p>AKAN DATANG</p>
<p>Workshop Metodologi Penelitian Kualitatif<br />
Bulan Juli 2006<br />
Biaya: Rp. 300.000,-/peserta<br />
Pendaftaran ditutup tgl 30 Juni 2006<br />
Tempat terbatas!</p>
<p>Pemberitahuan: Mohon maaf, Workshop Metodologi Penelitian Kualitatif yang tadinya akan diadakan di bulan Juni 2006 diundur menjadi bulan Juli 2006 karena Dosen Pengajarnya mengalami musibah gempa di Yogyakarta. Terima kasih atas perhatiannya.</p>
<p>Buletin KlabKlassik LEGATO<br />
Terbit tiap bulan<br />
Dapatkan di Toko Buku Kecil. Gratis!</p>
<p>Acara Tetangga:<br />
Les Voila, Fete De La Musique<br />
June Special Edition<br />
its a FREE giggs, Start From 14.00 &#8211; till night<br />
24 Juni 2006<br />
Centre Culturel De Farncais (Pusat Kebudayaan Perancis)<br />
At Purnawarman #32</p>
<p>Produced by :<br />
CCF Bandung, FF/WD rcrds, Bacott Records, Surgery Records, Aksara Records<br />
Also Supported by: <a href="http://www.commonroom.info" rel="nofollow">http://www.commonroom.info</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://commonroom.info/2006/common-room-juni-2006/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
