Posts Mentioning RSS Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • blauloretta 5:37 am on July 9, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,   

    Nu-Substance Festival 2010: Floating Horizon || Bandung, 9 July – 1 August 2010 

    Photobucket

    Nu-Substance Festival 2010: Floating Horizon
    Selama beberapa tahun terakhir, ada banyak sekali lompatan yang terjadi di dalam wilayah irisan yang mempertautkan perkembangan di bidang teknologi komunikasi, media baru dan praktik budaya dalam lingkup kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa perkembangan di bidang teknologi komunikasi dan media baru semakin mempengaruhi cara pandang kita dalam memahami kenyataan, sehingga ikut mengkonstrusi berbagai bentuk nilai dan etika yang kemudian beroperasi di tengah-tengah masyarakat.

    Di level tertentu, perkembangan ini dapat dikatakan sebagai bagian dari konstelasi baru yang berkembang melalui berbagai bentuk inovasi dan inisiatif yang menggejala di tingkat lokal maupun internasional. Bertumbuhnya akses, keterbukaan dan konektifitas yang dimungkinkan melalui penggunaan teknologi komunikasi dan media baru telah ikut membentuk wajah peradaban dunia secara global. Dalam perkembangannya, hal ini semakin meleburkan sekat teritori politik dan budaya melalui serangkaian pola interaksi sosial dan ekonomi yang baru.

    Meskipun hadir dengan sosok yang samar-samar, kemunculan kondisi baru yang berkembang saat ini setidaknya telah ikut mewarnai sebuah era yang ditandai dengan kehadiran berbagai bentuk situasi turbulensi yang melahirkan dinamika, tantangan dan riak perubahan di tengah-tengah masyarakat luas. Di satu sisi, hal ini kemudian mendorong lahirnya rasa ingin tahu dan antusiasme dalam menyambut berbagai prospek, aransemen dan spekulasi mengenai masa depan yang baru. Namun begitu, tampaknya pada saat yang bersamaan kondisi ini juga ikut menghadirkan berbagai bentuk kebingungan, keraguan dan skeptisisme yang mendalam di kalangan masyarakat luas.

    (More …)

     
  • blauloretta 4:40 am on March 5, 2009 Permalink | Reply
    Tags:   

    Secret Garden Revisited: Karinding Attack!!! | Common Room | 21 February 2009 


    Blue Flashing Lights (Polyester Embassy feat. Karinding Attack!!!)

    Kegiatan ini pertama kali dirintis oleh Polyester Embassy pada bulan Juli tahun 2007 di Common Room. Pada saat itu selain tampil sebagai headliner, mereka juga menampilkan Aplha Alpha dan Astrolab, dimana kedua band ini masih terhitung pendatang baru dalam scene musik independen kota Bandung.

    Kali ini, Polyester Embassy kembali tampil dengan menampilkan dua band pendatang baru, yaitu Goodbye Lenin dan Laifenhop. Selain itu, mereka juga akan mencoba untuk berkolaborasi dengan para seniman tradisi yang memainkan musik dengan menggunakan instrumen bambu semisal karinding, toleat, bangkong raong, dsb.

    Opening by:
    - Polyester Embassy
    - Goodbye Lenin
    - Laifenhop

    Also featuring:
    - Pertunjukan musik oleh Karinding Attack!!! dan Kelompok Seni Giri Kerenceng
    - Pameran Etnologi dan Budaya Masyarakat Sunda (curated by Zaini Alif)

    * Kegiatan ini diselenggarakan oleh Gimmick Creative Movements

    Berita terkait bisa diakses halaman Kampus Pikiran Rakyat.

     
  • blauloretta 5:59 am on February 9, 2009 Permalink | Reply
    Tags: ,   

    Peringatan Satu Tahun Insiden Sabtu Kelabu | Gedung AACC | 9 Februari 2009 

    aacc09

    Insiden Sabtu Kelabu, Setelah Satu Tahun Berlalu
    Oleh Gustaff H. Iskandar**

    I

    “Setiap orang memiliki hak yang sama untuk ikut serta dalam berbagai kegiatan kebudayaan dan menikmati kesenian, selain turut serta dalam mengecap kemajuan dan manfaat dari ilmu pengetahuan.” (Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia, pasal 27, ayat 1. Diterima dan diumumkan oleh Majelis Umum PBB pada tanggal 10 Desember 1948 di Palais de Chailot – Paris, melalui resolusi 217 A (III).)

    Bagi sebagian komunitas anak muda di kota Bandung, penghujung tahun 2007 dapat dikatakan merupakan sebuah momen yang melahirkan semangat yang baru. Pada bulan November 2007, Minor Books merilis buku berjudul My Self: Scumbag Beyond Life and Death yang ditulis oleh Kimung. Buku ini menceritakan sepak terjang kehidupan Ivan Scumbag yang meninggal dunia pada tahun 2006. Ia adalah salah satu pendiri sekaligus vokalis dari BurgerKill yang berasal dari daerah Ujungberung. Saat itu acara peluncuran buku diselenggarakan di Common Room dengan suasana yang sangat sederhana dan mengharukan. Seakan-akan sosok Ivan Scumbag masih hidup dan hadir di tengah-tengah semua yang hadir pada saat itu.

    Pada bulan Januari 2008, Minor Books kemudian menyelenggarakan acara diskusi dan bedah buku, lengkap dengan pertunjukan musik akustik dari Burgerkill di Selasar Sunaryo Artspace. Selain dihadiri oleh sekitar 300 orang kerabat dekat Ivan, acara ini juga menghadirkan dr. Teddy Hidayat, SpKJ (Psikiater), Drs. Reiza D. Dienaputra, M.Hum (Ahli sejarah), Prof. Dr. Ignatius Bambang Sugiharto (Filsuf), Andy Fadly (Musisi) dan Kimung. Selama kurang lebih 3 jam lamanya, para peserta yang hadir diajak untuk membicarakan berbagai aspek hidup Ivan Scumbag. Secara panjang lebar Kimung bercerita mengenai perjuangan Ivan dan teman-temannya di Ujungberung dalam membangun komunitas yang selama ini memiliki akar dan kecintaan terhadap apa yang mereka tekuni secara sungguh-sungguh: musik metal.

    Rangkaian kegiatan ini rupa-rupanya melahirkan gairah baru di kalangan komunitas pecinta musik metal di kota Bandung. Peluncuran buku My Self: Scumbag Beyond Life and Death seakan menandai babak baru dari perkembangan musik ekstrim di kota Bandung yang telah berkembang selama lebih dari satu dekade. Setelah Ivan Scumbag meninggal dunia, semangat untuk mengembangkan komunitas penggemar musik metal di kota Bandung tidak lantas padam. Pengaruh perkembangan komunitas musik metal di Ujungberung selama ini dapat dikatakan telah memberikan warna tersendiri di kota Bandung. Dengan segala keterbatasan yang ada, komunitas Ujungberung menjadi salah satu elemen penting yang melahirkan banyak musisi, teknisi dan operator yang menjadi garda terdepan bagi perkembangan industri musik independen di kota Bandung.

    Namun selanjutnya kenyataan berbicara lain. Pada tanggal 9 Februari 2008 sebuah insiden terjadi di gedung Asia Africa Cultural Center (AACC). Saat itu ratusan anak muda penggemar musik metal kota Bandung bergerombol menghadiri konser kelompok Beside yang meluncurkan album pertama mereka yang berjudul Against Ourselves (Absolute Records/ Parapatan Rebel, 2008). Beberapa saat setelah konser selesai, kericuhan terjadi di pintu keluar. Kerumunan massa yang berdesak-desakan melahirkan sebuah bencana yang tidak pernah terbayangkan akan terjadi malam itu. 11 orang anak muda meninggal. Seketika suasana kota Bandung menjadi begitu kelam. Beberapa teman harus menginap di kantor Polisi, sementara yang lain tercerai berai tak tentu arah. (More …)

     
    • Maman Gantra 4:17 am on March 29, 2009 Permalink

      Sedap. Sebuah reportase yang informatif sekaligus bernas. Ditengah duka lantaran Musibah Situ Gintung, meski agak terlambat, saya juga tepekur untuk teman-teman yang syahid dalam Insiden Sabut Kelabu. Semoga arwah mereka diterima di sisiNya, menjadi api yang terus membara bagi kita semua.

      Salam,
      Maman Gantra

    • blauloretta 12:07 pm on March 31, 2009 Permalink

      Nuhun Kang Maman! Apa kabar? Jigana kudu loba tepekur karena banyak musibah. Mulai dari musibah alam, sampai musibah karena kebodohan kita sendiri. Sing eling jeung waspada, ameh salamet dunia akherat. Amin.

      Salam,
      - Gustaff

    • soerya adi s 2:39 am on April 2, 2009 Permalink

      maturnuwun mas!reportnya
      jujur jd merinding bacatulisanya+jd ingat jg kejadian 1 th lalu di aacc.yaah bandung memang inspiratif.
      mugi-mugi sedoyo nipun saget ambeto berkhah sakeng gusti pengeran murbeing dumadi kagem kito sedoyo…..amien
      rahayu…rahayu…rahayu!
      sakujasmerah

  • blauloretta 6:38 am on January 9, 2009 Permalink | Reply
    Tags:   

    Pictures from The Ostend # 2 | CCF de Bandung | Jumat, 9 Januari 2009 

    ostend_03 (More …)

     
  • blauloretta 12:54 pm on December 19, 2008 Permalink | Reply
    Tags: , ,   

    Pemutaran dan Diskusi Film Freedom Writers (Richard LaGravenese, 2007) | Common Room | 19 Desember 2008 

    screening_web01

    More pictures at http://bandungoralhistory.org

     
  • blauloretta 12:35 pm on December 12, 2008 Permalink | Reply
    Tags: ,   

    Diskusi Kebebasan Berekspresi dan Toleransi di Indonesia | Common Room | 12 Desember 2008 

    diskusi_blog_04

    Guest speaker: Tisna Sanjaya (Artist) & Yesmil Anwar (Law Practitioner)
    Moderator: Reggi Kayong Munggaran
    More pictures at http://bandungoralhistory.org

     
  • blauloretta 12:41 pm on June 5, 2008 Permalink | Reply
    Tags: , ,   

    Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia | Community Gathering | Diskusi | Parade | Botram | 5 & 8 Juni 2008 

    Photobucket

    (Mimpi) Hak Atas Lingkungan Hidup Yang Sehat

    Hak atas lingkungan tidak diatur secara aksplisit dalam Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia (DUHAM). Namun, gerakan lingkungan hidup (environmental movement) belum sepenuhnya efektif dalam mencoba mendorong ekplisitas hukum sebagai hak dasar. Meski cukup banyak pengaturan lainnya menyangkut hak atas lingkungan dalam hukum internasional seperti yang tersebut di atas, hak atas lingkungan sebagai hak asasi manusia barulah mendapat pengakuan dalam bentuk kesimpulan oleh sidang Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia pada bulan April 2001 bahwa “Setiap orang memiliki hak hidup di dunia yang bebas dari polusi bahan-bahan beracun dan degradasi lingkungan hidup”.

    Bagi Indonesia, pembangunan nasional yang diselenggarakan adalah mengikuti pola pembangunan yang berkelanjutan yang diakomodasi dalam Undang-undang Dasar 1945 pasal 33 ayat (3). Ketentuan tersebut memberikan dasar hukum bagi penyelenggaraan pengelolaan lingkungan hidup yang bertujuan melestarikan kemampuan lingkungan hidup agar dapat tetap menunjang kesejahteraan dan mutu hidup generasi lingkungan hidup.

    Generasi lingkungan hidup akan terwujud ketika peran serta atau partisipasi masyarakat merupakan bagian yang lekat dalam proses politik, kebudayaan dan demokrasi. Salah satu prasyarat utama dalam mewujudkan partisipasi itu adalah adanya keterbukaan dan transparansi. Beberapa hal yang memungkinkan keterbukaan (openness) terjadi adalah:

    1. Hak untuk mengetahui (right to know/ meeweten) secara utuh, benar dan akurat.
    2. Hak untuk memikirkan (right to think/ meedenken); terlibat dalam pemikiran, pengkajian dan penelitian tentang apa yang sikap yang baik dalam pemgelolaan lingkungan hidup.
    3. Hak untuk menyatakan pendapat (right to speech/ meespreken)
    4. Hak untuk mempengaruhi pengambilan keputusan (right to participate in decision making process/ meebeslissen)
    5. Hak untuk mengawasi pelaksanaan keputusan (right to watch in implementing of the decision/ meetoezien) kontrol masyarakat.

    Mungkinkah? Hukum sampai saat ini belum menunjukan sebagai suatu yang mendorong ajegnya suatu perlindungan akan hak. Sepertinya hukum dan hak adalah hal yang paralel. Kesadaran masyarakatnya sendiri yang harus mengambil posisi yang strategis sebagai fondasi civil society. Budaya sebagai sebuah hasil interaksi sosial akan mengambil peran yang sangat strategis dalam upaya mewujudkan kesadaran publik akan pentingnya lingkungan hidup yang sehat dan beradab.

    Diskusi publik yang digagas akan mencoba menerobos batasan hukum dan budaya. Dan kemudian akan menjadikan sebuah tawaran yang mungkin akan lebih membumi, termanifestasi dan terintegrasi secara utuh dalam sikap. Untuk hidup dan kehidupan yang lebih baik. Alam yang lebih alami, hidup yang lebih manusiawi lebih hidup…

    Berita terkait bisa diakses di halaman berikut:
    SIB Kritik Pemerintah

     
  • koesuma 8:09 am on August 9, 2006 Permalink | Reply
    Tags:   

    Agenda Kegiatan Bulan Agustus 2006 

    AGENDA RUTIN

    Senin
    ++ Klab Baca Online, pk. 16.00 “ 18.00
    Add di klabaca@yahoo.com
    ++ Klab Nulis, pk. 16.00 “ 18.00

    Jumat
    ++ English Club, pk. 17.00 “ 18.30

    Sabtu
    ++ Klab Origami, pk. 14.00 “ 16.00
    Biaya: Rp. 10.000/pertemuan
    ++ Klab Rajut: Kelas Knitting Dasar, pk. 11.00 “ 12.30
    biaya: Rp. 100.000,-/4x pertemuan
    Kelas Crochet Dasar, pk. 14.00 “ 15.30
    biaya: Rp. 100.000,-/4x pertemuan
    ++ Klab Nulis Pemula, pk. 16.00 “ 18.00
    Biaya: Rp. 10.000,-/bulan

    Minggu
    ++ Klab Rajut: Kelas Knitting Lanjutan, pk. 13.00 “ 14.30
    ++ Klab Jazz, pk.16.00 “ 18.00

    ++ Klab Klassik, pk. 13.00 “ 15.00
    13 Agustus 2006: Review Classical Guitar Fiesta
    20 Agustus 2006: Nonton Bareng DVD Biografi Mozart

    SPESIAL EVENTS

    Kompetisi Robot Cerdas Pemadam Api dan Pembentukan Klab Robot Bandung
    Sabtu, 5 Agustus 2006, pk. 10.00 “ 17.00 WIB &
    Minggu, 6 Agustus 2006, pk. 10.00 “ 16.00 WIB

    Sabtu, 19 Agustus 2006, Pk. 15.00
    Gathering Klab Hobi di Common Room

    Buletin KlabKlassik LEGATO
    Terbit tiap bulan
    Dapatkan di Toko Buku Kecil. Gratis!

     
  • koesuma 8:05 am on June 19, 2006 Permalink | Reply
    Tags: ,   

    Kursus Metodologi Penelitian Kualitatif 

    11 Juli s/d 11 Agustus 2006
    Instruktur:
    Santi Indra Astuti, S.Sos., M.Si. (Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Unisba dan Peneliti LIPI).
    Tempat terbatas (max 20 peserta)
    Biaya keikutsertaan Rp. 300.000/ orang (mendapatkan sertifikat, Materi dan konsumsi).
    Pendaftaran di Tobucil Jl. Kyai Gede Utama 8 Bandung t/f. 022 2503404

    Yang berbeda dari pelatihan in adalah bimbingan praktiknya. Kita nggak menjamin apa-apa kecuali bahwa peserta akan mendapatkan bimbingan praktik melakukan riset kualitatif hingga dengan kerjasama yang baik dan partisipasi aktif peserta, mereka akan mampu menghasilkan laporan yang utuh di akhir pelatihan…

    Kurikulum Workshop:
    1. Riset Kualitatif: Sebuah Pengantar, 11 juli , Pk. 16.00 -19.00
    - Materi ini menyajikan pemahaman konsep-konsep dasar riset kualitatif. Sedikit cerita tentang mengapa melakukan riset kualitatif. Apa saja yang harus disiapkan untuk melakukan riset kualitatif. Tapi, lebih penting dari itu, logika berpikir macam apa yang mendasari riset kualitatif, sehingga membedakan proses mau pun output-nya dari riset kuantitatif. Dilengkapi dengan contoh-contoh relevan, materi ini bermaksud memperkenalkan pendekatan alternatif untuk melakukan penelitian dalam berbagai tahapan dan jenjang studi.

    2. Tak Sekadar Berpikir Non Eksak: Tradisi-tradisi Teoritis Dalam Riset Kualitatif, 12 juli 2006, Pk. 16.00 -19.00
    - Melakukan penelitian kualitatif tak hanya berarti berpikir secara kualitatif. Menerapkan logika kualitatif, bagaimana pun, mesti dilandasi oleh pemahaman mengenai sejumlah tradisi teoritis yang mendasari asumsi-asumsi riset kualitatif. Materi ini bermaksud memperkenalkan sejumlah tradisi teoritis yang umum dalam riset kualitatif, meliputi etnografi, etnometodologi, interaksionisme simbolik, fenomenologi, kritis, konstruksionisme, dll.

    3. Ragam Metode Kualitatif, Kamis, 13 Juli 2006, Pk. 16.00 – 19.00
    - Ulasan mengenai metode-metode kualitatif yang digunakan sesuai dengan keperluannya. Disertai contoh-contoh penelitian yang memperlihatkan konsistensi antara tradisi teoritis hingga pemilihan metode dan penerapannya di lapangan.

    4. Teknik-Teknik Pengumpulan Data, Jumat, 14 Juli 2006, Pk. 16.00 -19.00
    - Mengulas proses pengumpulan data di lapangan, disertai penjelasan mengenai teknik-teknik pengumpulan data untuk berbagai kasus, berbagai situasi. Selain itu, akan disajikan pula cara-cara mempresentasikan data sehingga memudahkan pembacaan dan analisis data. Contoh-contoh meliputi matriks research problem, metodologi, rancangan pengumpulan data di lapangan, dan praktik pengumpulan data apabila memungkinkan.

    5. Setelah Data, Lalu Apa? Subjudul: Teknik-Teknik Analisis Data, Selasa, 18 juli 2006, Pk. 16.00 -19.00
    - Salah satu permasalahan yang kerap dihadapi periset kualitatif berkenaan dengan proses interpretasi data dan analisis permasalahan. Kelemahan sebagian besar riset kualitatif terletak pada ‘miskinnya’ interpretasi dan analisis data. Materi ini bermaksud menjabarkan sejumlah teknik yang lazim digunakan para periset kualitatif dalam proses interpretasi dan analisis data, sehingga data yang dihasilkan akan ‘bermakna’ dan ‘bersuara’. Seperti biasa, akan disajikan contoh mulai dari proses mengekstraksi data hingga melakukan analisis dan interpretasi atas hasil ekstraksi data tersebut.

    6. Format Proposal, Format Laporan, Rabu, 19 Juli 2006, Pk. 16.00 -19.00
    - Hal yang paling menentukan sebelum riset apapun dilakukan adalah menyiapkan proposal penelitian. Sebagai sebuah ‘peta’ yang menjadi bagian penting dari suatu rencana perjalanan, proposal riset kualitatif memiliki karakteristik tersendiri. Ragam format proposal disajikan di sini, beserta format laporannya.

    7. Assignment, kamis 20 juli 2006, Pk.16.00 -19.00
    - Satu-satunya cara untuk belajar riset kualitatif adalah melakukan riset kualitatif… So, let’s do it!

    8. Konsultasi, 3 agustus 2006, Pk. 16.00 -19.00

    9. Presentasi, 9-10 agustus 2006, Pk. 16.00 -19.00

    10. pemutaran Film & Diskusi, Penyerahan sertifikatm, Jumat, 11 agustus pk.15.00 – 18.00
    -Kinsey

     
  • koesuma 8:05 am on June 9, 2006 Permalink | Reply
    Tags:   

    Common Room Juni 2006 

    REGULAR PROGRAM

    Senin
    ++ Klab Baca Online, pk. 15.00 – 17.00
    Add di klabaca@yahoo.com
    ++ Klab Nulis, pk. 16.00 – 18.00

    Kamis
    ++ Klab Nonton, pk. 15.00 – 17.00
    8 Juni 2006 Pemutaran dan Launching Film Ben Karya Forum Filmmaker Pelajar Bandung
    15 Juni 2006: Me And You And Everyone We Know Sutradara Miranda July
    22 Juni 2006: Palindromes SutradaraTodd Solondz
    29 Juni 2006: A Home at The End of The World Sutradara Michael Mayer

    Sabtu
    ++ Klab Origami “All about Flowers”, pk. 14.00 – 16.00
    ++ Klab Rajut: Kelas Knitting Dasar, pk. 11.00 – 12.30
    biaya: Rp. 100.000,-/4x pertemuan
    Kelas Crochet Dasar, pk. 14.00 – 15.30
    biaya: Rp. 100.000,-/4x pertemuan
    ++ Klab Nulis Pemula, pk. 16.00 – 18.00
    Biaya: Rp. 10.000,-/bulan

    Minggu
    ++ Klab Psiko-Pop, pk. 10.00 – 12.00
    ++ Klab Rajut: Kelas Knitting Lanjutan, pk. 13.00 – 14.30
    ++ Klab Jazz, pk.16.00 – 18.00
    4 Juni 2006: 2 Th KLAB JAZZ – Selayang Pandang Perkembangan
    11 Juni 2006: ESPOSE Overview
    18 Juni 2006: 2006 Grammy Award Winners – Category: Jazz
    25 Juni 2006: Sarasehan – Musik Jazz: Seni atau Hiburan (Industri)
    ++ Klab Klassik, pk. 13.00 – 15.00
    11 Juni 2006: Diskusi mengenai Johann Sebastian Bach dan Pemutaran video autobiografi Julian Breem
    25 Juni 2006: Audisi Classical Guitar Fiesta

    SPESIAL EVENTS

    Klab Rajut membuka kelas baru! Tempat terbatas! Pendaftaran sampai tgl 9 Juni 2006
    # Kelas Knitting Dasar
    Sabtu, pk. 11.00 – 12.30
    Biaya: Rp. 100.000,-/4 pertemuan (termasuk alat dan bahan)
    # Kelas Knitting Lanjutan
    Minggu, pk. 13.00 – 14.30
    Biaya: Rp. 100.000,-/4 pertemuan (termasuk alat dan bahan)
    # Kelas Crochet Dasar
    Sabtu, pk. 14.00 – 15.30
    Biaya: Rp. 100.000,-/4 pertemuan (termasuk alat dan bahan)
    # Kelas Knitting Paket Liburan
    Sabtu dan Minggu
    Biaya: Rp. 150.000,-/8 pertemuan (termasuk alat dan bahan)

    Klab Nonton bekerjasama dengan Forum Filmmaker Pelajar Bandung mempersembahkan
    Pemutaran dan Launching Film Ben Karya Forum Filmmaker Pelajar Bandung
    8 Juni 2006: pk. 15.00 – 17.00
    di Common Room Jl. Kyai Gede Utama 8 Bandung

    Klab Nulis Common Room bekerjasama dengan Toko Buku Kecil dan Penerbit Jalasutra menyelenggarakan
    Bahas Buku dan Sharing Pengalaman Menulis
    Superstylish karya Nanda Ekarini
    Sabtu, 10 Juni 2006, pk. 16.00 – 18.00

    Charity Afternoon for Yogja Electro Accoustic Concert

    Jumat, 23 Juni 2006 Pk. 15:00 – 18:00 @ Common Room Jl. Kyai Gede Utama 8 Bandung Telp. 022 70800620, 2503404

    Featuring: Pure Saturday, Jeruji, Laluna, Jeager Boy’s Transistror, The S.I.G.I.T, Brother’s Beat, Tiwi Sakuhachi, Rudi Aru-Boyke, 4 A.M. Quartet & Klab Klasik.
    Donasi: rp. 10.000 (stiker + sumbangan buat korban gempa di Yogja)
    Sumbangan akan disalurkan melalui posko Studio Biru Yuk! Ngadinegaran, Yogjakarta
    Tentang Studio Biru: http://www.studiobiru.info
    For more info klik: http://www.commonroom.info
    ___________

    Klab Baca dan Klab Nulis Common Room bekerjasama dengan Toko Buku Kecil dan Penerbit Obor menyelenggarakan
    Bahas Buku Sampar karya Albert Camus
    Pembicara: Pam
    Senin, 26 Juni 2006, pk. 16.00 – 18.00

    Audisi Classical Guitar Fiesta
    Minggu. 25 Juni 2005, pk. 10.00 – selesai

    Klab Jazz bekerjasama dengan Hima ESP UNPAD menyelenggarakan
    ESPOSE – A Slight Jazz for Community
    Menampilkan: Imam Pras Quartet, 4 Peniti, Riza Trioscape: Riza Arshad – Aksan Syuman – Yance Manusama, Parkdrive, SOVA
    Jumat, 9 Juni 2006
    Di Taman Budaya Jawa Barat (Dago Tea House)

    AKAN DATANG

    Workshop Metodologi Penelitian Kualitatif
    Bulan Juli 2006
    Biaya: Rp. 300.000,-/peserta
    Pendaftaran ditutup tgl 30 Juni 2006
    Tempat terbatas!

    Pemberitahuan: Mohon maaf, Workshop Metodologi Penelitian Kualitatif yang tadinya akan diadakan di bulan Juni 2006 diundur menjadi bulan Juli 2006 karena Dosen Pengajarnya mengalami musibah gempa di Yogyakarta. Terima kasih atas perhatiannya.

    Buletin KlabKlassik LEGATO
    Terbit tiap bulan
    Dapatkan di Toko Buku Kecil. Gratis!

    Acara Tetangga:
    Les Voila, Fete De La Musique
    June Special Edition
    its a FREE giggs, Start From 14.00 – till night
    24 Juni 2006
    Centre Culturel De Farncais (Pusat Kebudayaan Perancis)
    At Purnawarman #32

    Produced by :
    CCF Bandung, FF/WD rcrds, Bacott Records, Surgery Records, Aksara Records
    Also Supported by: http://www.commonroom.info

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel