Peringatan 3 Tahun Insiden AACC | Pengajian & Rilis Buku Memoar Melawan Lupa | Common Room, 9 Februari 2011

Waktu & Tempat: 9 Februari 2011 | Pk. 18.00 – selesai | Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung | Penyelenggara: Solidaritas Independen Bandung (SIB)
(Acara akan ditutup dengan kegiatan tabur bunga di Gedung AACC/ New Majestic Bandung)

Pengantar oleh Addy Gembel (Forgotten)
9 Februari 2008 adalah peristiwa paling kelam yang menghantam ranah dunia musik independen di kota Bandung dan Indonesia pada umumnya. 11 anak muda meninggal dunia dengan cara yang sangat mengenaskan diluar arena gedung pertunjukan musik AACC. Akibat setelahnya adalah stigmatisasi komunitas musik metal oleh masyarakat luas. Masyarakat awam menghujat, sementara pihak aparat dan birokrat melakukan kontrol ketat serta pembatasan perizinan bagi pertunjukan musik metal di kota Bandung.

9 Februari 2011. Genap sudah 3 tahun peristiwa itu berlalu. Dikalangan komunitas musik telah terjadi banyak perubahan kearah yang lebih baik. Mereka mau belajar dan mampu melakukan introspeksi ke dalam internal komunitas. Selain itu mereka juga melakukan pembenahan jaringan yang telah terbentuk sebagai bentuk penyikapan konkret paska insiden.

Lain halnya dengan sikap aparat keamanan dan jajaran birokrasi. Mereka seolah terus dihantui oleh ketakutan dan malah menjadikan musik metal underground sebagai sesuatu yang harus dilarang. Mereka hanya bisa menjanjikan banyak hal terkait dengan fasilitas yang memang seharusnya menjadi hak anak muda di kota Bandung, agar dapat menyalurkan ekspresi secara aman dan beradab. Janji itu hingga kini tak pernah terealisasi.

Ada banyak hal yang terjadi selama 3 tahun terakhir terkait dengan paska tragedi 9 Februari 2011. Semua fakta tersebut berhasil dirangkum oleh Kimung dalam bentuk kumpulan jurnal dan artikel yang diberi judul “Memoar Melawan Lupa”. Buku ini dirilis dalam rangka memperingati 3 tahun paska insiden AACC dan dipersembahkan khusus kepada para korban, serta keluarga almarhum. Buku ini juga dipersembahkan untuk komunitas musik metal underground pada umumnya.

Peringatan 3 tahun AACC adalah bagian dari manifestasi kami sebagai individu dan komunitas masyarakat untuk melawan lupa. Melawan lupa adalah cara terbaik untuk menjadikan diri kita lebih beradab dan bisa belajar untuk peradaban yang lebih baik. Kematian hanyalah suatu media untuk melahirkan kehidupan yang baru sebagai sebuah dialektika alam. Melawan Lupa adalah cara untuk memanusiakan manusia. Sejarah selalu dibangun dengan darah, sementara kalian membangunnya dengan cinta.

*Teruntuk: Novi Febriani, Diki Jaelani Sidik, Agung Fauzi, M. Yusuf Ferdian, Ahmad Wahyu, Ahmad Furqon Ramdhani, Novan, Yudi Kurniadi, Kristianto, Dodi dan Entis.

4 thoughts on “Peringatan 3 Tahun Insiden AACC | Pengajian & Rilis Buku Memoar Melawan Lupa | Common Room, 9 Februari 2011

  1. KONFIRMASI !
    salah satu korban(anggapan media) tidak pernah tercatat ” RIJALI MAHMUDA”

  2. Terimakasih atas tambahan informasinya. Apakah masih ada data dan informasi tambahan tentang insiden ini?

  3. sayang sekali sampai saat ini nama korban tragedi aacc masih selalu salah. jujur saya tidak minta pengakuan apapun, hanya ingin meluruskan kalau ada kesalahan informasi terutama nama. ada nama Topan dalam daftar nama korban sebenarnya Topan itu korban yang mengalami patah kaki dan tidak meninggal, dia kawan (alm) kakak saya, sedangkan korban wafat(kakak saya) bernama Rijali Mahmuda.
    saya tidak ada maksud apapun, hanya ingin memperbaiki informasi yang bahkan data kepolisian pun sama lebih parah menulis nama sangat salah.
    tahun ini sudah masuk tahun ke-7 tragedi, saya harap tidak hanya peringatan-peringat saja, tidak semua keluarga korban bisa menerima tetapi tidak membenci juga peringatan yang dilakukan diatas panggung oleh pihak Band. setidaknya jangan jadikan duka kami sebagain bagian dari sajian panggung.
    penyesalan saya, dari hari tragedi sampai hari ini tidak ada satupun orang dari pihak band atau perwakilan yg datang untuk sekedar bersilaturahmi. saya tidak tau apa alasannya. juga ada salah satu yang saya sesalkam adalah sikap dari pihak band/personal kang Beby sendiri di tahun kemarin saat even Hellprint yg dilaksanakan di stadion ssb Lanud Sulaiman.

  4. Punten, boleh saya minta nomor kontaknya? Saya akan coba hubungkan dengan pihak terkait agar informasi yang ada dapat diluruskan secara bersama-sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*
Website