Bandung Oral History (BOH) Ngabandungan Haji Pidi Baiq (Republik The Panasdalam) | Kamis, 17 Februari 2011

Waktu dan Tempat: Kamis, 17 Februari 2011, sesudah sholat ashar s/d Haji Pidi Baiq ditelpon istrinya | Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8 | Penyelenggara: Kelompok Studi Bandung Oral Histroy (BOH)

Pengantar Singkat

“Tetaplah semangat, jangan lupa makan. Bujuklah temanmu, kuasai dunia. Kuasai lingkungan, sebarkan ajaran. Dunia yang asyik, nakal wibawa..Jayalah selalu the Panasdalam, hebatlah pengikutnya..Jayalah selalu the Panasdalam, mantaplah penghuninya..Buatlah tetangga, ingin seperti kita, luwes lancar orsinil dan tahan lama. Buktikan pada dunia, siapakah kita. Jangan jadi the losser, tapi the winner.
(The Panasdalam Raya)

Penggalan syair atau lirik di atas merupakan anthem dari Negara yang memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 18 agustus 1995 di sebuah studio seni lukis, lantai dua Fakultas Seni Rupa dan Desain – Institut Teknologi Bandung (FSRD – ITB). Negara ini dipimpin oleh imam beser mereka, seorang haji yang pada waktu itu mungkin masih menyembah api dan semut tetapi sekarang tidak. Pimpinan mereka adalah haji mabrur yang sampai sekarang masih membaca kitab Wedha, Thaurat, Injil, dan buku–buku lain, serta tentunya kitab suci Al-Qur’an.

Haji mabrur itu bernama Pidi Baiq. Belakangan ada kabar bahwa gelar Haji yang melekat pada nama beliau tidak lain adalah nama marga. Dialah yang pada waktu itu berdiri diatas meja persegi empat dan membacakan teks proklamasi. Negara yang memang segitulah luas wilayahnya, tetapi penuh dengan ruh sukacita didalamnya. Negara yang bila susah maka semua susah, negara yang bila senang, semua sama merasakannya. Negara ini memang satu-satunya di dunia. Kepala negaranya hafal semua nama penduduknya.

Negara Kesatuan Republik The Panasdalam yang mengaku ingin berak sejak 1995. Namun pada tahun 1999 Republik The Panasdalam bergabung lagi ke Negara Indonesia dan mengubah namanya menjadi Daerah Istimewa The Panasdalam. Perubahan yang terakhir terjadi pada tahun 2007, namun ternyata berubah lagi menjadi The Panasdalam Kingdom, “Kingdom of have fun”, hingga sekarang.

The Panasdalam Kingdom pada awal terbentuknya adalah bentuk protes dan kekecewaan sekelompok mahasiswa terhadap pemerintah, yaitu pemerintahan Orde Baru pada saat itu. Ketika memproklamirkan Negaranya, Pidi baiq mengatakan bahwa, “Mencintai sebuah negara yang bukan lagi menjadi milik bangsanya, tetapi sudah menjadi milik sebuah keluarga di Jakarta, adalah mencintai siapa yang menjadi pemiliknya. Dan apabila kita membencinya, ini celaka maka kita akan dengan begitu mudah dianggap sudah membenci siapa pemiliknya, lalu ditangkap, lalu kena skorsing.”

Berikut adalah beberapa keterangan dari Haji Pidi Baiq yang disadap dalam diskusi rahasia diantara jemaat NKR The Panasdalam:

18 Agustus 1995, sebuah proklamasi Rutinitas kampus?
Saat itu era pemerintahan Orde Baru, penggagas awal berdirinya negara terbawa suasana yang pada saat itu kemudian memproklamirkan NKR The Panasdalam

Argumentum in Absurdum?
Slogan ini mencerminkan struktur negara yang terdiri dari lambang, kepala negara, legislatif, demografi, agama, mata uang, motto resmi & tidak resmi, serta anthem. Selain itu slogan ini merupakan deskripsi NKR The Panasdalam selama periode 1995 s/d 2007.

Berbagai unit, perusahaan, dan perguruan tinggi imajiner yang menjadi pusat pergerakannya?
Ada The Panasdalam Institute dan Pidi Baiq University. Sementara itu ada juga Radio Kerajaan The Panasdalam, Multilevel Silaturahmi The Panasdalam, Kedutaan Besar The Panasdalam, Alun-alun The Panasdalam, serta Pusat kebudayaan The Panasdalam.

The Panasdalam Kaumusikurangajarasain?
Refleksi dari dinamika masa kuliah & sekarang (mulai dari 1997 s/d sekarang) yang dirangkum dalam beberapa album (Only Ninja Can Stop Me Now, Merunduk, dan Only Almarhum Ninja Can Stop My Tamborine). Pekerjaan kami menggali makna disetiap lagu-lagu the panasdalam.

Siapakah Haji Pidi Baiq (Imam besar The Panasdalam)?
Pandangan pribadi seorang Pidi Baiq: Hidup adalah bersenang-senang dan bermain-main. Selain itu hidup juga tentang menyelami realitas dan budaya massa yang ikut memicu tercetusnya Drunken Monster Institute dan gerakan toleransi dalam beragama yang termanifestasi dalam institusi Front Pembela Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dan Atheis.

*Ikuti diskusi lebih lanjut bersama Haji Pidi Baiq pada hari Kamis, 17 Februari 2011. Gratis dan terbuka untuk umum.

Leave a Reply