Updates from December, 2011 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • blauloretta 7:36 am on December 17, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , , , , , , , ,   

    Refleksi Kebudayaan Akhir Tahun 2011 | Babakan Siliwangi, 17 – 22 Desember 2011 

    Pengantar
    Di titik pergantian tahun, sebagaimana lazimnya, kita merasa perlu keluar sejenak dari rutinitas. Kita merenungi pengalaman di tahun yang segera berakhir seraya menerawang jalan kita di tahun yang segera datang. Akhir tahun adalah juga awal tahun, dan kita berupaya memaknai titik peralihan ini dengan meninjau lagi diri kita sendiri beserta keadaan di sekeliling kita. Kita menyambut tahun baru dengan menyalakan lagi harapan, menumbuhkan lagi cita-cita, dan merumuskan lagi agenda.

    Jejaring kerja budaya yang terdiri dari kumpulan warga Kota Bandung hendak menyambut tahun 2012 bersama rekan-rekan dari kalangan seni, budaya, dan komunitas warga Bandung lainnya. Dengan memilih tempat di Babakan Siliwangi, satu di antara sedikit ruang terbuka hijau yang masih tersisa di kota ini, kegiatan yang dimaksudkan sebagai refleksi akhir tahun ini akan berlangsung selama lebih kurang sepekan, dari 17 s/d 22 Desember 2011. Salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mewadahi sebanyak mungkin kegiatan dan aspirasi dari berbagai kalangan dalam semangat kebersamaan warga kota untuk merealisasikan kepentingan bersama.

    * Kegiatan ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut bayaran

    Jadwal/ Rangkaian Kegiatan

    17 Desember 2011
    Doa Bersama | Batu Satangtung, Babakan Siliwangi | pk. 09.30 – 10.00 WIB
    Pertunjukan | Mantram Gayatri oleh Trie Utami & Dewa Bujana | pk. 10.00 – 12.00 WIB
    Diskusi/ Presentasi | Kala Sunda oleh Ibu Miranda & Bapak Dr. Suhardja | pk. 14.00 – 16.00 WIB
    Diskusi/ Presentasi | Kosmologi Sunda: Tata Salira Panca oleh Bapak Juhana | pk. 19.00 – 21.00 WIB

    18 Desember 2011
    Diskusi/ Presentasi | Lokalitas Dalam Kekinian bersama Hawe Setiawan & Setiaji Purnasatmoko | pk. 10.00 – 12.00 WIB
    Diskusi/ Presentasi | Lingga Yoni Dalam Perspektif Sunda Wiwitan bersama Bapak Jacob Soemardjo & Bapak D.S. Ira Ujang | pk. 14.00 – 16.00 WIB
    Diskusi/ Presentasi | Komunitas Warga bersama Kang Aben & Man Jasad | pk. 16.00 – 18.00 WIB
    Diskusi/ Presentasi | In Memoriam Lecture: Harry Roesly bersama Herri Dim & Rully Handiman | pk. 19.00 – 21.00 WIB
    Pertunjukan | Eye Feel Six, Karinding Attack dan Mang Ayi (Pantun Buhun) | pk. 21.00 – 23.00 WIB

    19 Desember 2011
    Diskusi/ Presentasi | Ngaguar Sasajen, Tumpeng dan Kujang bersama Kang Uci | pk. 10.00 – 12.00 WIB
    Diskusi/ Presentasi | Ngaguar Iket dan Kaulinan Budak bersama Kang Asep & Kang Zaini Alif | pk. 14.00 – 16.00 WIB
    Diskusi/ Presentasi | Ngaguar Gunung Lalakon bersama Kang Dani (Turangga Seta) | pk. 16.00 – 18.00 WIB
    Diskusi/ Presentasi | Ngaguar Tata Negara Buhun dan Presentasi Nirlaga bersama Kang Uci & Kang Iwan | pk. 19.00 – 21.00 WIB
    Pertunjukan | Kelompok Kesenian Tarling Universitas Pasundan | pk. 21.00 – 23.00 WIB

    20 Desember 2011
    Kerja Bakti | Bebersih Cikapundung | 08.00 – 10.00 WIB (Peserta dipersilahkan membawa perlengkapan masing-masing)
    Presentasi/ Diskusi | Urban Farming oleh Ayi Vivananda | pk. 11.00 – 12.30 WIB
    Diskusi/ Presentasi | For Better Life bersama Kang Wahyu, Layala Roesly & Angga Wardhana | pk. 13.00 – 15.00 WIB

    21 Desember 2011
    Ritual Tradisi | Ngawinkeun Batu Satangtung (Baris Kolot) | pk. 10.00 – 12.00 WIB
    Orasi Kebudayaan | Lingkungan Tatar Sunda oleh Solihin G.P. | pk. 13.00 – 15.00 WIB
    Diskusi/ Presentasi | Apresiasi Tarawangsa bersama Bapak Abun | pk. 19.00 WIB – selesai

    22 Desember 2011
    Ritual Tradisi | Mendak Taun: Diseka-ngaseka Lingga Yoni | pk. 05.00 WIB (pagi) – selesai

     
  • blauloretta 4:57 am on December 3, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , , , , , ,   

    [Pameran & Workshop] The Illuminator: Destroy, Erase, Improve | 9 s/d 11 Desember 2011 

    The Illuminator: Destroy, Erase, Improve
    9 s/d 11 Desember 2011
    Pembukaan: 9 Desember 2011, pk. 18.00 – 21.00 WIB
    Venue: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8

    The Illuminator
    The Illuminator tercetus untuk pertama kalinya ketika tiga seniman artwork beda jaman Dinan Art, Ken Terror dan Gencuy Brutal Art memutuskan untuk kopi darat (bertemu untuk pertama kalinya) di Common Room pada liburan Idul Adha di tahun 2009. Merasa banyak menemui kesamaan pengalaman di dunia artwork, mereka bertiga kemudian menggagas sebuah pameran bersama. Harapan dan impian untuk bisa menggelar pameran bersama ini kemudian menjadi semakin nyata setelah Dinan bertemu Gustav Insuffer dan Yusep Sutrisna.

    Untuk kepentingan pameran, Dinan kemudian menggunakan nama The Illuminator sebagai brand dari kumpulan seniman pembuat artwork yang akan berpameran. The Illuminator berasal dari penggabungan kata illustrator dan terminator yg berarti penggambar penghancur atau illustrator yg ingin menghancurkan batasan-batasan dalam berkarya. Karena kesamaan nasib, pengalaman dan garapan; akhirnya The Illuminator menjadi komunitas kecil para pekerja gambar untuk band underground di kota Bandung.

    Ketika The Illuminator Artwork Exhibition digelar di Gallery Padi di pertengahan tahun 2010 lalu, Dinan bersama Gustav Insuffer dan kawan-kawannya yg lain menjadikan The Illuminator sebagai media alternatif pergerakan berbasis komunitas. Dalam pameran tersebut The Illuminator menjadi bagian penting dalam pergerakan yg mengangkat nasib para pekerja gambar dimana selama ini tak pernah ada yg mempedulikannya.

    Selepas pameran di event Bandung Berisik V yang digelar di bulan Juli 2011 lalu, Dinan, Gustav, Yusep, Ridwan dan Jali Narchos kemudian mendirikan The Illuminator, Artwork School di Ujungberung. Sebuah institusi pendidikan bawah tanah pertama yg mengkhususkan diri sebagai tempat untuk belajar menguasai illustrasi dasar dan desain untuk band Underground. Media kreasi yg sering digunakan para illustrator ini memiliki kesamaan menggunakan alat gambar dasar seperti pensil, drawing pen, ballpoint dan spidol yg kemudian eksekusinya dikerjakan di media komputer.

    Walau terlihat sederhana dan biasa saja, namun karena dasar musik underground yang kuat pada diri para illustrator yang bergabung di The Illuminator inilah yang kemudian membuat hasil karya mereka menjadi tak lazim dan tak memiliki batasan norma manusia pada umumnya. Walau berkesan sangar, dalam perjalanannya The Illuminator tak pernah berubah menjadi sebuah organisasi elite dengan segala urusan politisnya. The Illuminator hanyalah sekumpulan sahabat yang loyal terhadap komunitas yang selama ini membesarkannya.

    Seniman: Gustav Insuffer, Dinan Art, Ken Terror, Yusep Mortem Art, Jali Jarchos, Gencuy Brutal Art, Wibowo Yudo Baskoro & Ridwan Nandar Nugraha

    Penampilan dari: Bandung Hip Hop Community

    Acara ini merupakan kerjasama antara Common Room Networks Foundation, The Illuminator, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Perdagangan Kota Bandung dalam rangka pengembangan industri kreatif di Kota Bandung.

    (More …)

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel
escort ankara escort ilan escort ankara ilan
xvideos porn xhamster dn porn ei porn welcome to extremeporn cools video centerextreme pornextreme tube new hd porn sites xvideos porn