Review Workshop Radio Crystal | Common Room | 13 Februari 2010

Membuat radio ternyata tidaklah serumit yang kita bayangkan. Cukup dengan perangkat-perangkat sederhana, yaitu selongsong tisu gulung bekas, kawat enamel, diode germanium 1N60, Crystal Earphone 2,000k Ohm, dan antena, kita dapat membuat sebuah radio rakitan sederhana dan digunakan tanpa menggunakan tenaga listrik atau batu baterai. Radio ini bernama Radio Kristal. Prinsip kerja Radio Kristal adalah menangkap gelombang radio AM di udara.

Walaupun sederhana, namun tidak mudah dilakukan untuk sebagian besar anak-anak, terutama ketika menggulung kawat enamel pada selongsong tisu gulung bekas sebanyak 76 kali. Gulungan kawat perlu disusun rapi berulang kali secara hati-hati dan jangan sampai ada kawat yang terhimpit atau menimpa kawat lainnya. Dengan bantuan beberapa orang dewasa (termasuk orang tua dan pemateri), anak-anak mampu melewati tahapan ini.

Setelah kawat terlilit rapi, bersama dengan perangkat-perangkat lain, semua komponen disusun di atas balok kayu yang sudah disediakan. Setelah rangkaian radio tersusun sesuai dengan skema dan antena telah terpasang dengan baik,  radio siap untuk mencari gelombang. Tinggal pasang earphone ke telinga, putar varco untuk mencari sinyal, maka radio siap dipakai! (yk)

2 thoughts on “Review Workshop Radio Crystal | Common Room | 13 Februari 2010

  1. Di tengah maraknya teknologi saat ini radio kristal seolah membawa anak2 untuk kembali memahami sebuah proses…tak sekedar instan, seketika…. layaknya teknologi saat ini. Workshop2 semacam inilah yang seharusnya banyak dikembangkan agar anak tak loyo dan lembek oleh gempuran manja teknologi. Selamat untuk workshopnya!

  2. salut buat perhatiannya bagi anak2… mohon juga di jelaskan prinsip kerja radio kristal ini…

Leave a Reply