Madu Pak Oden – Madu Dalem Wangi | Oleh Andar Manik (Jendela Ide)

Peternakan Madu Dalem Wangi terletak di Kompleks PPR ITB – Pager Wangi Dago Bengkok. Lokasinya tepat berseberangan dengan Taman Hutan Juanda. Peternakan ini baru saja panen yang pertama kali secara serentak dari 10 rumah lebah. Hasilnya sekitar 12 kg. madu yang kebanyakan berasal dari sari bunga Kaliandra.

Dari 10 rumah lebah yang kami bangun kini telah mengasilkan 8 ratu baru. Ada sekitar 4 koloni yang telah masuk ke dalam pikatan dan bersarang dalam pikatan yang kami pasang. Masing-masing koloni diperkirakan berjumlah 1000 lebah. 4 koloni sisanya kemungkinan bersarang di Hutan Taman Juanda atau masuk ke dalam pikatan yang di pasang oleh peternak madu lainnya.

Silahkan berkunjung ke peternakan lebah madu Dalem Wangi setiap saat. Namun hati-hati ada Torro, seekor anjing dogo argentino yang menjaga peternakan kami. Sebetulnya ia adalah anjing yang ramah. Tetapi ia suka mengigit orang yang memakai helm atau topi kupluk, terutama topi rimba tentara. Entah apa alasannya, namun sepertinya dia tidak suka pada figur yang samar alias tidak jelas wujudnya.

Peternakan lebah Dalem Wangi saat ini telah dijadikan laboratorium hidup oleh mahasiswa jurusan biologi ITB. Aktifitas kelompok mahasiswa ini secara langsung dipandu oleh peternak sungguhan yang bernama Pak Oden. Dahulu Pak Oden adalah seorang pemburu madu yang wilayah perburuannya di sekitar Pasir Muncang, Buni Wangi, Dago Pakar, Ciater, bahkan sampai ke daerah Pangandaran.

Ketika ada program penelitian peternakan lebah dari LIPI, Pak Oden dilibatkan dan menjadi konsultan madu para profesor. Setelah proyek penelitian selesai, Pak Oden meneruskan model beternak lebah secara modern di halaman rumahnya yang terletak di Desa Mekar Wangi. Desa ini termasuk wilayah yang banyak pohon Kaliandranya.

Ketika ada proyek sapi Banpres masuk desa, penduduk Desa Mekar Wangi pun ikut meramaikan penggiringan sapi masuk desa (rupa-rupanya bukan hanya ABRI yang masuk desa). Kebanyakan warga Desa Mekar Wangi kemudian menjadi peternak sapi perah. Belakangan diketahui bahwa salah satu pakan sapi yang dapat meningkatkan produksi susu adalah daun Kaliandra.

Selanjutnya pohon Kalindra menjadi rebutan peternak lebah dan peternak sapi. Apabila daun Kaliandra di babat, maka bunganya ikut terbabat. Sapi bisa makan dan menghasikan susu yang banyak, namun lebah kehilangan madu yang ada pada bunga Kaliandra. Karena hal ini, lebah ternak Pak Oden kemudian kabur mencari makan di tempat lain. Peternakan madu Pak Oden yang tadinya puluhan kotak, akhirnya tinggal 2-3 kotak saja.

Pak Oden bertemu dengan saya sekitar 8 bulan yang lalu. Pada saat itu Pak Oden sedang bekerja menjadi sopir di rumah Pak Koko, tetangga di blok F. Saya melihat Pak Oden sorot matanya lain ketika sedang menatap pohon Kaliandra yang masih subur disekitar kompleks PPR ITB dan di hutan Juanda yang berada diseberang kompleks. Beberapa waktu setelahnya saya lihat ada beberapa pikatan di pasang pada pagar rumah tetangga. Sementara itu, ada beberapa yang sudah berisi lebah. Pada saat itu saya tidak begitu tertarik karena sedang membangun rumah. “Sieun teu jadi” (takut tidak jadi), pikir saya waktu itu.

Ketika rumah kami sudah selesai dibangun dan telah ditempati selama beberapa bulan, Pak Oden datang berkunjung. Kami berbincang-bincang dan belakangan saya mengetahui kalau Pak Oden sekarang sudah tidak lagi bekerja sebagai sopir di Pak Koko, karena yang bersangkutan sudah pindah rumah. Pak Oden menanyakan kemungkinan bekerja sebagai sopir di tempat kami. Namun saya bingung, karena kalau Pak Oden diterima sebagai sopir lantas pekerjaan saya apa dong? (He..he..he).

Akan tetapi saya tertarik pada cerita Pak Oden mengenai beternak lebah. Dalam kesempatan ini saya kemudian bertanya kepada Pak Oden, “Apakah mau kalau Pak Oden beternak lebah di lahan penghijauan sebelah rumah?” Ketika ditawari, Pak Oden terlihat sangat bersemangat. Malam itu juga dibawanya 1 kotak yang tersisa dari peternakan lebah di lahan rumahnya. Ternyata memindahkan lebah harus dilakukan pada malam hari karena pada saat itu lebah sedang beristrahat. Kata Pak Oden, “Mun teu ngamuk atawa sok kabur,…kitu adatna” (Kalau tidak ngamuk, lebahnya suka kabut,…memang begitu adatnya).

Dari 1 kotak pertama, dalam beberapa bulan pelan-pelan bertambah menjadi 10 kotak rumah lebah. Semuanya kami dapatkan dengan cara membeli hasil pikatan dari penduduk Desa Mekar Wangi atau saudara Pak Oden. Sebelum panen yang sekarang, kami sudah beberapa kali panen kecil-kecilan. Pak Oden kemudian merancang panen secara serentak pada musim lebah “ngadua ratu“.

Sampai sejauh ini model pembagian madu diantara kami adalah 4:6 atau kadang 3:7. Tentunya Pak Oden yang mendapat bagian yang lebih besar. Pak Oden sekarang kembali beternak lebah sambil bekerja sebagai sopir lepasan di beberapa keluarga. Biasanya Pak Oden memeriksa lebahnya satu kali dalam 2 minggu.

*Apabila ada rekan-rekan yang tertarik memesan madu Dalem Wangi silahkan menghubungi Andar Manik di nomor +628161951171.

Leave a Reply