Ekspresi Media Pengganti Kenyataaan | Oleh Idhar Resmadi


Foto Oleh Idhar Resmadi

Perkembangan media tentu tak bisa dikesampingkan dalam ranah dunia seni kontemporer. Seiring perkembangan zaman, ia bisa menjadi pengganti “kenyataan” itu sendiri. Setidaknya inilah yang diperlihatkan dalam pameran The Loss of the Real di Selasar Sunaryo pada Minggu (18/7) lalu. Pameran berlangsung hingga tanggal 1 Agustus 2010. Pameran ini menyajikan beragam karya seni mulai dari instalasi, fotografi, video, lukisan, hingga audio (sound-art). Simak misalnya karya seniman Jepang, Daito Manabe yang berjudul “Face Visualizer”. Karyanya itu menampilkan ekspresi beragam wajah yang terkena sensor sehingga melahirkan ritma suara yang menarik. Atau karya fotografi dari Agan Harahap yang menampilkan citra Presiden Soeharto yang sedang duduk bersama Joker, tokoh karakter film Batman, dalam karya berjudul “Cendana, Jakarta 1967”. Tentu saja foto tersebut sudah didahului dengan rekayasa media fotografi.


Foto Oleh Idhar Resmadi

Sekarang ini kehidupan sehari-hari kita memang berdampingan dengan yang namanya media. Pemahaman kita tentang realitas pun bergeser dari kenyataan bendawi atau fisik kearah kenyataan yang dibentuk oleh media global semacam televisi dan internet,” ujar kurator Agung Hujatnikajennong pada sesi artist talk Selasa (20/7).

Pameran ini memang mendokumentasikan perkembangan praktik seni media mutakhir. Karya-karya yang ditampilkan seolah terbebas dari dikotomi “media lama” atau “media baru”. Semua menjadi satu dalam pameran ini. Dalam pameran ini ditampilkan karya-karya dengan teknologi rendah dan analog berdampingan dengan karya-karya yang menggunakan pendekatan serba canggih dan digital. Karya analog yang paling banyak mengundang penasaran, misal, karya seniman Perancis Benjamin Laurent Aman yang menampilkan rekonstruksi Selasar Sunaryo dengan memajang dua pipa, satu vinyl, dan batu bata dalam karyanya “S.S. Stage (Reconstitution)”. Sangat jauh dari kesan digitalisasi. Uniknya, benda-benda tersebut “hanya” diperoleh dari riset dia di sekitar area Galeri Selasar. Karya lainnya adalah karya fotografi komunitas Bandung Oral History yang memotret lanskap Kota Bandung dengan kamera lubang jarumnya. Karya ini menjadi paradoks karena notabene kini memasuki era fotografi digital.


Foto Oleh Idhar Resmadi

“Bagi saya, media baru tak hanya tentang komputer atau digitalisasi. Akan tetapi, bagaimana kita bisa menampilkan ide dan bereksperimentasi didalamnya,” ujar Benjamin Laurent Aman dalam wawancara dengan Kampus, Senin (26/7).

*Dimuat dalam Artikel Pikiran Rakyat Edisi 29 Juli 2010

Leave a Reply