Laporan Penanganan Bencana Longsor Ciwidey

Oleh Addy Gembel (Forgotten/ Solidaritas Independen Bandung)
Desa Tenjolaya merupakan sebuah perkampungan yang masuk dalam wilayah Kecamatan Pasir Jambu, Ciwidey, Kabupaten Bandung. Desa ini tepat berada ditengah-tengah lembah kawasan hutan lindung Gunung Tilu. Artinya letak kampung tersebut ‘dikepung’ beberapa puncak gunung dengan kemiringan kontur yang tajam dan curam. Pada tahun 1956 untuk pertama kalinya kawasan ini dibuka untuk lahan perkebunan teh oleh PT Chakra. Seiring dengan adanya kegiatan pengolahan teh, maka dimulailah pembukaan lahan yang berstatus HGU (Hak Guna Usaha) yang kemudian dijadikan perumahan bagi sebagian karyawan dari PT Perkebunan Dewata. Dari tahun ke tahun populasi masyarakat yang mendiami wilayah tersebut terus bertambah seiring dengan adanya peningkatan pembangunan sarana jalan dan fasilitas umum lainnya.
Pada hari Selasa (23/2) sekitar pukul delapan pagi, kawasan ini dilanda longsor. Puluhan rumah di enam rukun tetangga yang ada diwilayah RW 11 musnah tertimbun tanah. Sekitar 35 Kepala Keluarga (KK) atau delapan puluh jiwa hingga kini masih belum ditemukan dan diperkirakan tewas tertimbun. Hingga kini penyebab longsor tersebut masih simpang siur. Beberapa ada yang menyebutkan apabila longsor ini terjadi karena ambruknya patahan di Gunung Tilu akibat gempa yang terjadi tahun kemarin karena tingginya curah hujan belakangan ini. Sebagian ada yang memprediksi bahwa bencana ini terjadi akibat adanya pembukaan lahan baru untuk perkebunan sehingga daya serap tanah terhadap air menjadi berkurang.



