Posts Mentioning RSS Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • blauloretta 5:45 am on February 23, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , , , , , , , , ,   

    Critical Reflection & Speculative Review on Art, Culture, ICT/ Media in Bandung – Indonesia 

    This material was presented during the opening of 1st FOWAB gathering at Common Room, 18 February 2010. Read event review at ruangfreelance (by Dian Ara) and dailysocial (by Wiku Baskoro). FOWAB (Forum Web Anak Bandung) is being initiated by iCreativelabs, Chocaholic, Gagas Imaji, Rave Warrior, Galenic, and ThinkRooms.

     
  • Idharrez 10:17 am on February 22, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , ,   

    Melawan Lupa: Mengenang 2 Tahun Insiden AACC | Common Room | 17 Februari 2010 

    suasana pengajian

    Kejadian Sabtu Kelabu yang terjadi pada tahun 2008 yang telah lalu masih membekas di benak orang-orang yang hadir dalam malam peringatan dua tahun Tragedi AACC. Insiden ini merupakan malam yang tidak akan dilupakan oleh sebagian orang, sehingga dirasa penting untuk berefleksi dan mengenang kejadiannya, selain mengenang momen kebersamaan, serta mengambil hikmah dari kejadian itu. Melawan Lupa, adalah momen krusial dan tagline penting dalam peringatan tahun ini. Berbeda dengan acara peringatan tahun lalu, agenda yang dilakukan tahun ini adalah mengaji dan berdoa untuk para korban dengan cara yang lebih sederhana. Malam peringatan pun dihadiri keluarga korban sebagai bentuk penghargaan kepada para korban yang telah menjadi bagian dari komunitas anak muda yang terlibat di dalam insiden ini.

    Satu yang perlu disadari bahwa, insiden AACC bukanlah kesalahan satu pihak, namun kesalahan berbagai elemen terkait. Entah itu mulai dari pihak penyelenggara acara, penonton, pengelola gedung, polisi, pemerintah, media massa, hingga masyarakat. Banyak pihak yang sebetulnya berperan dalam insiden ini. Momen penting malam peringatan dua tahun tersebut merupakan pembelajaran untuk berbuat lebih nyata, mengambil hikmahnya, bersatu padu, dan menjadikan hari esok lebih baik dari hari ini. Dan kejadian malam tersebut, merupakan pelajaran untuk masa depan yang lebih baik, jika kita mampu menyikapinya dengan bijak. Selesai berdoa, acara ditutup dengan makan tumpeng bersama dan melanjutkannya dengan menabur bunga di pelataran Gedung AACC. (yk)

     
  • Idharrez 9:58 am on February 22, 2010 Permalink | Reply
    Tags: ,   

    Review Workshop Radio Crystal | Common Room | 13 Februari 2010 

    Membuat radio ternyata tidaklah serumit yang kita bayangkan. Cukup dengan perangkat-perangkat sederhana, yaitu selongsong tisu gulung bekas, kawat enamel, diode germanium 1N60, Crystal Earphone 2,000k Ohm, dan antena, kita dapat membuat sebuah radio rakitan sederhana dan digunakan tanpa menggunakan tenaga listrik atau batu baterai. Radio ini bernama Radio Kristal. Prinsip kerja Radio Kristal adalah menangkap gelombang radio AM di udara.

    (More …)

     
    • prayudi 5:30 am on March 4, 2010 Permalink

      Di tengah maraknya teknologi saat ini radio kristal seolah membawa anak2 untuk kembali memahami sebuah proses…tak sekedar instan, seketika…. layaknya teknologi saat ini. Workshop2 semacam inilah yang seharusnya banyak dikembangkan agar anak tak loyo dan lembek oleh gempuran manja teknologi. Selamat untuk workshopnya!

  • blauloretta 9:00 am on February 22, 2010 Permalink | Reply
    Tags: ,   

    Menangkap Siaran Radio Tanpa Baterai dengan Radio Crystal 

    Chrystal Radio

    Materi oleh Andar Manik (Jendela Ide)

    Di sekitar kita sebenarnya banyak sekali gelombang radio yang berseliweran. Semisal gelombang TV, radio FM, AM, pesawat, satelit, handphone, dan lain-lain. Untuk menangkap gelombang tersebut diperlukan alat yang sesuai peruntukannya.

    Salah satu cara sederhana untuk “menangkap” gelombang radio tersebut adalah menggunakan pesawat sederhana yang disebut Radio Kristal, Radio Diode Kristal, atau Radio Angin. Alat ini mampu menangkap gelombang AM tanpa menggunakan tenaga listrik atau batu baterai sama sekali. Mirip kalau kita menerbangkan layang-layang, kita hanya membutuhkan angin untuk menerbangkannya, tidak perlu bahan bakar. Tentu saja kualitas penerimaannya tidak sebagus radio yang dijual di toko atau seperti yang kita punya di rumah.

    (More …)

     
  • Idharrez 11:34 am on February 19, 2010 Permalink | Reply
    Tags: ,   

    Membangun Jiwa Entrepreneurship Berbasis Komunitas 

    “If you have an idea, bend it as curve as you can”
    - Reza Pamungkas
    Project Director, Independent Network Indonesia

    Pertemuan YES Club Bandung kali ini membahas “jiwa entrepreneurship berbasis komunitas” dengan mengundang dua pembicara, yaitu Man Jasad (Bandung Death Metal Syndicate atau disingkat BDM) dan Reza Pamungkas (Independent Network Indonesia atau disingkat INI). Poin pentingnya, bagaimana membangun sebuah sistem bisnis dengan modal berbasis jaringan dan kepercayaan (trust) sebagai prinsip utama.

    Sebelum membahas topik ini, pertemuan dimulai dengan presentasi dua orang member YES Club Bandung yang bertujuan memperkenalkan jenis usaha serta proses kerja bahkan pencapaian yang telah dicapai. Mereka adalah Project Manager Cenikrenik Wulantri dan Direktur Umum Greeneration Indonesia M. Bijaksana Junerosano atau akrab disapa Sano.

    (More …)

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel