Nu-Substance Festival 2009 || Bandung, 19 Oktober s/d 8 November 2009

nus2009

Nu-Substance Festival 2009: Resonance || Festival for Open Culture, Technology & Urban Ecology

INTRODUKSI
Nu-Substance Festival pertama kali diselenggarakan di kota Bandung pada tahun 2007. Acara ini semula digagas oleh Common Room Networks Foundation (Common Room) berkolaborasi dengan FFWD Records dan komunitas penggemar musik elektronik kota Bandung. Pada awalnya, festival ini secara khusus diselenggarakan untuk mendukung perkembangan seni elektronik dan kultur media melalui serangkaian kegiatan berupa pameran, workshop dan konser musik. Dalam penyelenggaan Nu-Substance Festival 2007, ditampilkan beberapa karya interaktif yang memanfaatkan teknologi sensor dan gelombang radio, workshop penggunaan piranti lunak open source dan visual jockey, serta konser musik elektronik dan pesta kostum yang melibatkan beberapa musisi dan seniman dari kota Bandung dan Jakarta. (info: http://projektheterologia.wordpresss.com)

Selanjutnya pada tahun 2008, pelaksanaan Nu-Substance Festival diselenggarakan bersamaan dengan Helar Festival 2008 sebagai bentuk dukungan atas upaya pengembangan budaya kreatif di kota Bandung. Kali ini, penyelenggaraan Nu-Substance Festival 2008 secara langsung dikelola oleh OpenLabs, sebuah komunitas seniman elektronik yang berdiri pada tahun 2008. Dalam pelaksanaan Nu-Substance Helar Festival 2008, dipamerkan beberapa instrumen eksperimental yang dirakit secara mandiri, selain rangkaian kegiatan workshop membuat synthesizer sederhana, presentasi software, blogger gathering, kuliah umum mengenai teknologi dan kultur media, serta konser musik dan pesta kostum. Dalam kesempatan ini, pembicaraan mengenai teknologi dan kultur media mulai mengarah pada upaya pemanfaatan dan pengembangan piranti lunak open source dan pemanfaatan teknologi untuk merespon berbagai macam bentuk persoalan yang terkait dengan lingkungan hidup. (info: http://theopenlabs.com)

Saat ini, penyelenggaraan festival kembali hadir dalam format Nu-Substance Festival 2009: Resonance, sebagai bagian dari upaya untuk mengembangkan semangat keterbukaan di bidang keberagaman budaya, pemanfaatan teknologi open source dan pelestarian lingkungan hidup dalam konteks masyarakat urban di kota Bandung. Melalui penyelenggaraan festival tahun ini, berbagai bentuk informasi dan pengetahuan yang berkembang diharapkan dapat menjadi sumber resonansi yang menyebarluaskan energi kreativitas dan semangat inovasi di tengah masyarakat luas. Dengan tema Resonance, penyelenggaraan festival tahun ini akan menampilkan serangkaian kegiatan yang secara langsung berinteraksi dengan publik melalui aktifitas pameran, workshop, diskusi panel, program kunjungan, konser musik, serta pesta kostum tahunan dan proyek seni yang melibatkan masyarakat umum.

NU-SUBSTANCE 2009: Resonance || Festival for Open Culture, Technology & Urban Ecology

“Revolution doesn’t happen when society adopts new technology. It happens when society adopts new behaviors.” (Clay Shirky)

Perkembangan teknologi dan kultur media saat ini telah ikut melahirkan berbagai macam bentuk pemahaman dan kesadaran baru sehingga memberikan pengaruh terhadap pola produksi dan penyebaran pengetahuan di masyarakat. Dalam konteks ini, fenomena yang disebutkan di atas setidaknya juga mempengaruhi terbentuknya pola interaksi dan komunikasi yang memungkinkan lahirnya berbagai bentuk ekspresi artistik yang baru, sekaligus menempatkan masyarakat sebagai elemen yang penting dalam aktifitas budaya yang semakin melekat dengan kehidupan sehari-hari. Sayangnya bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia fenomena di atas belum dapat memberikan dampak secara luas karena pemanfaatan teknologi dan kultur media yang berkembang belum menyebar secara merata sehingga melahirkan berbagai bentuk kesenjangan di masyarakat.

Berdasarkan prediksi yang dilakukan oleh Bank Dunia pada tahun 2007, dapat dikatakan bahwa hampir setengah dari populasi warga dunia hidup di lingkungan perkotaan sehingga memicu lahirnya beberapa persoalan yang terkait dengan konflik antar kelompok masyarakat, degradasi kualitas lingkungan hidup dan berkurangnya sumber daya alam yang dapat menunjang kehidupan manusia. Situasi ini setidaknya juga ikut disebabkan oleh proses globalisasi dan perkembangan di bidang teknologi yang semakin mencairkan sekat teritori budaya sehingga meningkatkan resiko akan konflik dan gesekan antar kelompok masyarakat yang berbeda. Dalam hal ini, salah satu pendekatan alternatif yang mungkin untuk dilakukan untuk mengantisipasi persoalan di atas adalah mengembangkan pemahaman akan keberagaman budaya dan pelestarian ekosistem melalui pemanfaatan teknologi dan kultur media, sehingga potensi konflik dan persoalan yang mungkin muncul dapat diselesaikan melalui inovasi dan kreativitas.

Untuk menjawab tantangan di atas, dibutuhkan sebuah upaya yang berkelanjutan untuk membentuk kesadaran baru yang dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam melakukan inovasi dan perubahan kearah yang lebih baik. Lebih jauh, upaya untuk membangun kesadaran baru melalui pemanfaatan informasi dan pengetahuan setidaknya juga membutuhkan keterlibatan intuisi, interpretasi dan refleksi kontekstual yang dikembangkan secara langsung oleh masyarakat melalui berbagai macam kegiatan semisal pelatihan, seminar, diskusi, pembentukan kelompok kerja dan pengembangan metode yang memanfaatkan teknologi dan potensi kreatifitas. Rangkaian kegiatan tersebut setidaknya juga dapat dirangkum melalui aktifitas festival rutin yang memungkinkan ilmu pengetahuan yang berkembang dapat dimanfaatkan secara langsung dan ikut menentukan arah perubahan dan inovasi di level yang lebih luas. Melalui serangkaian kegiatan semacam ini, diharapkan dapat terbentuk sebuah komunitas masyarakat yang dapat melakukan perubahan pola pikir dan perilaku, sehingga proses perubahan yang dihasilkan dapat menjadi jawaban atas persoalan yang senantiasa berkembang.

=========================================================

JADWAL KEGIATAN NU-SUBSTANCE FESTIVAL 2009

1. Resonance: Pameran Video dan Instalasi Interaktif
Sebagai salah satu program khusus dalam festival tahun ini, OpenLabs menyelenggarakan pameran seni visual interaktif selama 2 minggu penuh. Pameran ini menampilkan beberapa karya instalasi visual interaktif serta karya video yang ditampilkan dalam format single channel. Beberapa karya yang ditampilkan merupakan karya para seniman muda yang sebagian besar berasal dari kota Bandung. Para peserta yang terlibat dalam pameran ini adalah Sandy Adriadi Triantara aka ATE, Artiandi Akbar, Kukuh Rizal, Yusuf Ismail, Adityo Pratomo, Raymond Ralibi (Starqle), Widianto Nugroho, EAT, Isha Hening, M. Akbar, Yudi Suhairi aka Gorky, dan Rizaldi Fakhruddin.

Tempat: Auditorium CCF Bandung, Jalan Purnawarman 32, Bandung
Tanggal: 19 – 30 Oktober 2009
Pembukaan: 19 Oktober 2009, Pukul 19.00 – 22.00 WIB
Presentasi/ Diskusi: 22 Oktober 2009, pukul 15.00 – 17.00 WIB

2. Diskusi Publik: Creative Commons
Lisensi Creative Commons adalah sebuah bentuk lisensi hak cipta yang memungkinkan para pencipta menentukan sendiri berbagai bentuk perlindungan hak cipta bagi karya mereka. Saat ini pembicaraan mengenai Creative Commons sudah sangat menyebar di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Namun begitu, banyak kalangan masyarakat yang masih belum mengetahui prinsip-prinsip Creative Commons dan penerapannya. Melalui diskusi ini diharapkan manfaat dari Creative Commons dapat diserap secara langsung untuk mendukung praktik penciptaan, serta penyebaran informasi dan pengetahuan di kalangan masyarakat luas.

Tempat: Common Room, JL. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung
Tanggal: 20 Oktober 2009
Waktu: 15.00 – 17.00 WIB

3. Diskusi Publik: Perkembangan Hacker Culture
Sebagaimana kita ketahui, istilah hacker seringkali identik dengan pelaku kriminal dan kadung dianggap sebagai elemen negatif di dalam perkembangan teknologi dan budaya internet. Namun tidak banyak masyarakat yang memahami pengertian hacker, selain berbagai sisi positif dari aktifitas yang dilakukan oleh para hacker. Nu-Substance Festival tahun ini mencoba mengangkat perkembangan budaya hacker dan kebenaran dibalik rumor & isu yang berkembang di masyarakat. Diskusi ini menampilkan Arif Wicaksono sebagai narasumber.

Tempat: Common Room, JL. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung
Tanggal: 23 Oktober 2009
Waktu: 15.00 – 17.00 WIB

4. Screening 24 Hour 1 Minute Video
Pemutaran karya video hasil workshop 24 hour one minute video yang diselenggarakan sebagai bagian dari kegiatan Nu-Substance Festival 2009. Program ini akan menampilkan 28 karya video yang dibuat oleh para peserta workshop yang merespon tema City Surveilance Project: Bandung. Beberapa karya menampilkan refleksi mengenai kondisi sosial dan lingkungan kota Bandung dengan cara yang unik. Secara khusus kegiatan pemutaran ini akan menampilkan karya para peserta workshop, yaitu A. Haris, Angga Hamzah F., Angga Wedhaswara, Chandra Tresnadi, Rieswandi, Dimas Iriawan, Anka Samiadi, Eka Novian, Eko, Farissa, Fanny, Tanti, Gupta Ganesha, Gustaff H. Iskandar, Randy Satria, Rara Utami, Rega Ayundya, Widi Priyanto, Sany Istianti, Septi Muharramsyah, Fathan Fitriadi, Taufik Setiawan & Yudi Suhairi.

Tempat: Common Room, Jalan Kyai Gede Utama no. 8, Bandung
Tanggal: 23 Oktober 2009
Waktu: 19.00 – 21.00 WIB

5. Pameran Neigborhood oleh Komunitas Warga Babakan
Program preservasi lingkungan di daerah Babakan Asih merupakan kegiatan rintisan yang diinisiasi oleh warga Babakan Asih selama 10 tahun terakhir ini. Diawali dengan kegiatan pengorganisasian dan pemberdayaan masyarakat yang difasilitasi oleh Reggi Kayong Munggaran, mulai tahun 2008 Common Room Networks Foundation dan warga Babakan Asih mulai menyelenggarakan serangkaian kegiatan brainstorming dan diskusi untuk mengidentifikasi berbagai persoalan lingkungan yang sering dialami oleh warga setempat.

Selanjutnya kegiatan preservasi lingkungan mulai dikembangkan melalui serangkaian kegiatan kolaborasi yang dikerjakan secara bersama-sama dengan PT. URBANE Indonesia, melalui pembangunan sistem sumur resapan dan beberapa kegiatan lain yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan di daerah Babakan Asih. Aktifitas brainstorming dan diskusi yang diselenggarakan di Babakan Asih merupakan bagian dari program Sustainable Bandung yang dirintis oleh Common Room Networks Foundation pada tahun 2008.

Untuk program Nu-Substance Festival 2009, selain kegiatan pameran dan presentasi, juga akan diselenggarakan kegiatan site visit berupa kunjungan langsung ke lingkungan Babakan Asih yang secara langsung akan dipandu oleh warga setempat. Dalam pameran Babakan Asih Neighborhood, akan ditampilkan berbagai materi dokumentasi tentang kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian aktifitas warga di Babakan Asih berikut penjelasannya. Secara khusus pameran ini akan menampilkan berbagai materi dokumentasi yang merekam aktifitas keseharian warga Babakan Asih. Dalam kesempatan ini akan ditampilkan karya foto, video, perkakas kerja, dan karya seni rupa anak Babakan Asih. Kegiatan ini terbuka untuk umum, khususnya para seniman, desainer, musisi, arsitek, urban planner, dsb.

Tempat: Common Room, Jalan Kyai Gede Utama no. 8, Bandung
Tanggal: 24 Oktober 2009 – 8 November 2009
Pembukaan 24 Oktober 2009, pukul 19.00 – 21.00 WIB

6. Site Visit Babakan Asih Neighborhood
Program kunjungan yang dipandu oleh warga Babakan Asih secara langsung. Dalam kegiatan ini, warga akan berbagi informasi dan pengalaman dalam mengembangkan komunitas warga Babakan Asih serta program preservasi kondisi lingkungan yang mereka lakukan. Salah satunya adalah meninjau sumur resapan yang mereka bangun di sepanjang tahun 2008. Kegiatan ini terbuka untuk umum, khususnya para seniman, desainer, musisi, arsitek, urban planner, dsb. Para peserta disarankan untuk tidak menggunakan kendaraan pribadi dan dipersilahkan untuk menggunakan angkutan publik yang disediakan oleh panitia.

Tempat: Babakan Asih
Tanggal: 24 Oktober 2009 – 8 November 2009
Fee: Student Rp. 50.000,- || Professional Rp. 100.000,-
For information & registration, please visit Common Room, JL. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung atau hubungi 022 250 3404 (Ibu Nunung).

7. Screening Film Dokumenter “New Rules of The World” dan “Amazon Oil Pipeline: Pollution, Corruption, and Poverty
Berisi pemutaran 2 film dokumenter yang mengangkat permasalahan masyarakat dengan tema persoalan lingkungan & globalisasi di negara berkembang.

Tempat: Common Room, JL. Kyai Gede Utama no. 8 Bandung
Tanggal: 25 Oktober 2009 & 4 November 2009
Waktu: 15.00 – 17.00 WIB

8. Presentasi Kelompok Studi Bandung Oral History
Kelompok Studi Bandung Oral History (BOH) adalah kegiatan berbasis komunitas yang memfokuskan kegiatannya pada kajian dan riset yang memanfaatkan metode sejarah lisan. Berdiri di kota Bandung pada akhir tahun 2008, sampai saat ini BOH aktif mengelar berbagai kegiatan, mulai dari diskusi rutin mingguan, pameran, pemutaran film, dsb.

Dalam rangka kegiatan Nu-Substance Festival 2009, BOH menyelenggarakan kegiatan presentasi dan diskusi dengan tema “NgaBandungan”, yang menampilkan berbagai topik penelitian yang selama ini dilakukan oleh masing – masing anggota kelompok studi tersebut. Secara umum, beberapa topik penelitian yang dipresentasikan menyoroti berbagai aspek yang terkait dengan perkembangan sejarah Bandung kontemporer. Kegiatan ini terbuka untuk umum, khususnya untuk para seniman, musisi, desainer, pelajar, mahasiswa, sastrawan, sejarawan, dsb.

Tempat: Common Room, JL. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung
Tanggal: 29 Oktober 2009
Waktu: 19.00 – 21.00 WIB

9. Pertunjukan Musik Sunda Underground
Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan eksperimentasi & kolaborasi pertunjukan musik klasik Sunda dengan musisi punk & elektronik dari Kota Bandung. Beberapa seniman dan kelompok musik yang akan terlibat diantaranya adalah: Mang Ayi (Subang), Trah (Bandung), Karinding Attack!!! (Bandung), Tcukimay (Bandung), Ganjoles (Bandung) dan special performance dari kelompok seni Giri Karenceng pimpinan Abah Olot dari Parakan Muncang. Kegiatan eksperimentasi & kolaborasi ini telah berjalan selama kurang lebih 2 tahun dan secara langsung dipandu oleh Iman Zimbot seorang maestro musik klasik Sunda dari Ciamis.

Tempat: Common Room, Jalan Kyai Gede Utama no. 8, Bandung
Tanggal: 30 Oktober 2009
Waktu: 15.00 – 21.00 WIB
Entrance fee: Rp. 10.000,-

10. Ubuntu Karmic Koala Release Party + Workshop Desain Poster dan Komik Propaganda Lingkungan dengan Software InkScape
Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye penggunaan software open source untuk masyarakat umum. Selain acara Ubuntu Karmic Koala Rilis Party, rencananya kegiatan ini juga akan diisi dengan workshop desain poster dan komik propaganda lingkungan yang akan dipandu oleh Diki Andreas (Niwatori) dan Sandy Adriadi (OpenLabs). Workshop ini terbuka untuk umum, khususnya bagi para seniman, desainer, arsitek, musisi, dsb. Selain workshop, kegiatan ini rencananya akan diselingi dengan demo aplikasi 3D Blender (http://www.blender.org/) oleh Reko Agung dan rekan-rekan dari Blender Foundation Indonesia (http://blenderindonesia.org/). Program ini merupakan kerjasama antara Klub Linux Bandung, OpenLabs dan Common Room Networks Foundation.

Tempat: Common Room, Jalan Kyai Gede Utama no. 8 Bandung
Tanggal: 1 November 2009
Waktu: 09.00 – 14.00 WIB

11. Diskusi Ekologi Cekungan Bandung
Kegiatan ini akan membahas berbagai aspek yang terkait dengan kondisi ekologi di wilayah cekungan Bandung. Diskusi akan menghadirkan Dede Mariana, Tisna Sanjaya dan T. Bachtiar. Kegiatan ini terbuka untuk umum, khususnya para seniman, desainer, musisi, arsitek, urban planner, dsb.

Tempat: Common Room, Jalan Kyai Gede Utama no. 8, Bandung
Tanggal: 6 November 2009
Waktu: 16.00 – 21.00 WIB

12. Costume Party
Tanggal: 6 November 2009
More Information: SOON!!!

13. Botram 2009: Melak Tangkal di Manglayang
Gerakan penghijauan kembali lahan konservasi di kaki Gunung Manglayang sebagai bagian dari kampanye preservasi sumber air di wilayah cekungan Bandung. Kegiatan ini diinisiasi oleh Solidaritas Independen Bandung (SIB) dan terbuka untuk masyarakat umum. Para peserta dipersilahkan untuk membawa makanan sendiri-sendiri. Dalam kegiatan ini para peserta akan terlibat dalam kegiatan penanaman pohon yang akan dilakukan bersama warga di sekitar kaki Gunung Manglayang. Para peserta disarankan untuk tidak menggunakan kendaraan pribadi dan dipersilahkan untuk menggunakan angkutan publik yang disediakan oleh panitia.

Tempat: Pasir Angin, Gunung Manglayang
Tanggal: 8 November 2009
Waktu: 08.00 – 17.00
Registration fee: Rp. 10.000,-
Pemberangkatan: Pukul 8.00 WIB (Pagi)
Pendaftaran: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama No. 8

Informasi dan pendaftaran silahkan hubungi Ibu Nunung di nomor 022-2503404.

Sekertariat
Common Room
Jl. Kyai Gede Utama No. 8
Bandung 40132
Indonesia – Jawa Barat
Telp/ Fax. 022.250.3404

Kegiatan ini merupakan bagian dari HELAR FESTIVAL 2009 dan diselenggarakan secara bersama-sama oleh Common Room, OpenLabs, Solidaritas Independen Bandung (SIB), Kelompok Studi Bandung Oral History (BOH), Klub Linux Bandung, HIVOS, CCF Bandung, DetikBandung, Bandung Creative City Forum (BCCF), Pemerintah Kotamadya Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

5 thoughts on “Nu-Substance Festival 2009 || Bandung, 19 Oktober s/d 8 November 2009

  1. Hallo Dilla. Thx ya comment dan foto2nya. Nanti kalo kita nanem pohon lagi ikutan ya.

  2. Pingback: NU SUBSTANCE 2009

Leave a Reply