Archive for January, 2008
10 January, 2008 | No comments
Hari Kebun Binatang | Komik Malaikat

** Silahkan menikmati karya Komik Malaikat yang lainnya di halaman berikut ini.
Top
9 January, 2008 | No comments
Capo T-3000 | Gustaff H. Iskandar

** View this page for more Capo.
Top
8 January, 2008 | 6 comments
Pertemuan Bandung Creative City Forum | Common Room | 7 Januari 2008

Melanjutkan pertemuan sebelumnya, working group Bandung Creative City Forum kembali melakukan pertemuan di Common Room pada tanggal 7 Januari 2008. Seperti yang telah disepakati, kali ini pertemuan hanya diikuti oleh anggota working group yang terdiri dari perwakilan beberapa komunitas dan organisasi yang terlibat dalam beberapa pertemuan sebelumnya. Adapun anggota working group yang hadir di dalam pertemuan ini adalah Addy Gembel (Ujungberung Rebels), Gustaff H. Iskandar (Common Room), Utun (GPSP/ Sunda Underground), Iit (Omuniuum), Tata Soemardi (Artepolis/ PSUD), Agus Rakasiwi (Aliansi Jurnalis Independen/ AJI) , Fiki Satari (KICK) & Ridwan Kamil (URBANE). Selain itu, pertemuan ini juga dihadiri oleh Endin (Artepolis/ PSUD) & Trie (Omuniuum).
Agenda yang dibicarakan di dalam pertemuan ini adalah koordinasi kerja working group Bandung Creative City Forum dan penyusunan rencana program kegiatan di sepanjang tahun 2008. Untuk susunan tim working group yang dibicarakan adalah sebagai berikut:
1. Koordinator Program: Gustaff H. Iskandar
2. Kesekertariatan: URBANE
3. Government Relation: Fiki Satari & Utun
4. Bendahara: Woerjantari Soedarsono
5. Koordinator Dana Usaha & External Relation: Ridwan Kamil
6. Koordinator Media: Agus Rakasiwi, Dewi Lestari, Adi Gembel & Iit
Untuk program kegiatan tahun 2008, forum ini sepakat untuk menggunakan nama HELAR FESTIVAL 2008 sebagai nama untuk rangkaian kegiatan yang direncanakan. Adapun beberapa kegiatan yang diusulkan antara lain adalah:
1. Sunda Festival (Festival budaya tradisional masyarakat Sunda)
2. Artepolis (Seminar urban planning & budaya kreatif)
3. KickFest (Festival industri clothing independen)
4. Public Art Project (Proyek seni ruang publik)
5. Bandung Deathfest (Konser musik death metal)
6. Bandung Creative Writing Festival (Festival sastra dan penulisan kreatif)
7. Architecture Biennalle (Pameran arsitektur)
8. Bandung New Emergence (Pameran seni visual)
9. Riset Komunitas Ujungberung Rebels (Riset komunitas kreatif)
10. Freedom Jazz Festival (Konser musik jazz)
11. Street Soccer Fest. (Kompetisi olah raga)
12. Bandung Creative Community Competition
13. Saparua Project (Revitalisasi gedung konser Saparua)
14. Penerbitan buku Bandung Creative City Forum
Selain beberapa kegiatan di atas, ada beberapa kegiatan lain yang diusulkan dan akan dikonfirmasi oleh working group pada pertemuan selanjutnya. Dalam waktu dekat, working group akan melakukan pendataan, perancangan & penjadwalan program dalam rangka persiapan pelaksanaan kegiatan di sepanjang tahun 2008. Rencananya, rangkaian kegiatan Helar Festival 2008 akan dilaksanakan di sepanjang bulan Agustus dan September 2008. Terkait dengan persiapan pelaksanaan program, forum juga mendiskusikan logo kegiatan yang diperlukan sebagai sarana komunikasi dan publikasi bagi seluruh kegiatan Bandung Creative City Forum. M. Yahya dari Image Nation telah memberikan masukan dan agenda ini akan dibahas oleh forum pada pertemuan selanjutnya.
Dalam pertemuan ini, forum juga menyepakati kalau sebaiknya Bandung Creative City Forum juga bisa membicarakan beberapa hal yang lebih strategis dan tidak hanya berorientasi pada penyelenggaraan kegiatan bersama. Hal ini terutama ditujukan agar Bandung Creative City Forum dan pembicaraan mengenai pengembangan platform ekonomi kreatif di kota Bandung dapat menyentuh berbagai persoalan yang lebih esensial dan berdampak bagi masyarakat luas. Untuk itu forum sepakat kalau tahun 2008b diharapkan dapat menjadi momentum bagi pengembangan platform ekonomi kreatif yang berkelanjutan di Kota Bandung.
Top
8 January, 2008 | 1 comment
Kritik Bagi Pelaku Bisnis Pertunjukan di Kota Bandung
Hari ini diawali dengan diskusi pagi tentang etika bisnis yang diterapkan oleh beberapa pelaku bisnis pertunjukan lokal, khususnya sponsor acara dan event organizer (EO). Beberapa teman saya seringkali mengeluh ketika gagasan mereka kerap diadaptasi tanpa adanya kompensasi yang jelas dari pihak sponsor atau organizer. Sebagai informasi, teman-teman saya ini adalah orang gokil yang penuh dengan ide liar dan super kreatif. Mereka ini orang-orang yang sangat terbuka bila diajak berkolaborasi selama itu menyenangkan. Sayangnya, sikap terbuka (saya menolak menyebut ini sebagai sikap yang naif) yang dimiliki oleh para pekerja kreatif ini sering dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Modusnya standar: menawarkan kerjasama untuk ikut terlibat dalam suatu acara dan meminta para pekerja kreatif untuk menulis proposal.
Biasanya dengan mudah para pekerja kreatif ini mengembangkan gagasan mereka dengan panjang lebar dalam bentuk proposal program. Biasanya si pelaku bisnis tiba-tiba bisa saja menyatakan bahwa ia tidak jadi menyelenggarakan acara yang telah dibicarakan sebelumnya. Ada satu lagi contoh yang lebih buruk: teman saya yang lain ada yang mengalami proposalnya didiamkan tanpa penjelasan sedikitpun. Selang beberapa waktu, ternyata acara yang dimaksud diwujudkan dan konsep yang sebelumnya telah direncanakan ikut dipakai tanpa pemberitahuan. Sayangnya pada saat realisasi konsep sang penggagas acara tidak dilibatkan dan hasilnya tidak maksimal. Akhirnya yang dikecewakan bukan cuma sang penggagas yang idenya dibajak, tapi juga penonton.
Itu baru satu contoh. Ada satu lagi pengalaman pahit seorang pekerja kreatif. Setelah melakukan brainstorming mengenai konsep sebuah acara selama berhari-hari dan dijanjikan profit sharing untuk keterlibatannya, tiba-tiba si pelaku bisnis menggaet sponsor lain dan bilang pada teman saya bahwa dia tidak bisa diikutsertakan. Pada saat hari H, saya datang ke event yang bersangkutan dan ternyata acara tersebut dikerjakan sesuai dengan konsep teman saya itu. Tapi karena bukan dia yang mengerjakannya, tetap saja ujung-ujungnya mengecewakan.
Bila dihubungkan dengan perbincangan mengenai industri kreatif yang sedang ramai dibicarakan akhir-akhir ini, penyelenggaraan acara atau festival-festival biasanya bisa menjadi ajang untuk mempromosikan produk tertentu. Selain itu ajang-ajang seperti ini juga biasanya sangat berguna untuk mempromosikan sebuah kota. Tetapi bagaimana penyelenggaraan sebuah acara bisa berkembang dan mencapai target-target yang sering didiskusikan oleh pekerja kreatif, pelaku bisnis, akademisi dan pemerintah?
Para sponsor dan event organizer kelihatannya banyak yang lebih senang mencomot ide dari para pekerja kreatif yang telah memiliki kredibilitas, tetapi kemudian memilih pekerja yang mau dibayar lebih murah. Bila praktik seperti ini dibiarkan, tentu bisa merambat kemana-mana nantinya. Ujung-ujungnya yang rugi adalah para pekerja kreatif dan konsumen. Gagasan untuk mengembangkan ekonomi kreatif yang diharapkan bisa menjadi solusi bagi krisis ekonomi Indonesia yang berkepanjangan bisa cuma jadi mimpi saja.
Apa yang bisa dilakukan oleh para pekerja kreatif? Selain perlu mengembangkan etika bisnis yang sehat, kekompakan para pekerja kreatif diperlukan untuk menghadapi pelaku bisnis yang nakal seperti ini. Para pekerja kreatif bisa mangaplikasikan satu sistem yang seragam saat dealing dengan sponsor atau penyelenggara event. Sebenarnya para pekerja kreatif tidak perlu memberi proposal atau memaparkan secara detail ide-ide dia tentang acara yang hendak dibuat. Cukup menyerahkan portfolio, lalu atas dasar itu dikeluarkan kontrak kerja antara pihak pekerja kreatif dan sponsor/ event organizer. Kemudian, barulah diadakan brainstorming diantara keduanya. Tidak adanya kebijakan atau peraturan yang jelas untuk kasus-kasus yang disebutkan di awal tulisan menuntut para pekerja kreatif untuk kompak melindungi kepentingan mereka. (Dame/ CRNF)
** Ikuti diskusi tentang masalah ini di heterologia.
Top
7 January, 2008 | 2 comments
Asyiknya Tawuran | Komik Malaikat

** Silahkan menikmati karya Komik Malaikat yang lainnya di halaman berikut ini.
Top
« Next entries Previous entries »











